wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Bioaktivitas Bahan Alam (UTS Ulang)

Total questions: 50

Worksheet time: 50mins

Name
Class
Date
1.

Pendekatan secara In silico berasal dari unsur utama penyusun alat elektronik salah satunya adalah komputer. Unsur utama yang dimaksud adalah

a)

Si

b)

Sl

c)

Sc

d)

So

e)

SL

2.

Aplikasi docking memiliki kelebihan dan kekurangan saat digunakan untuk melakukan analisis secara in silico. Aplikasi yang memberikan kelebihan yaitu ketersediaan Autogrid dan proses docking simultan adalah

a)

Chimera

b)

Autodock Vina

c)

DUDe

d)

QSAR Toolbox

e)

SPSS

3.

Virus Y menjadi perhatian karena merupakan mutasi dari virus X yang mudah bertransmisi. Seorang peneliti kemudian melakukan pengamatan secara in silico dengan design Structure Based Drug Design untuk mengurangi aktivitas virus X. Parameter utama design tersebut adalah

a)

Identifikasi sisi aktif virus

b)

Kemiripan struktur senyawa

c)

Jenis ikatan ligand-asam amino

d)

Gugus farmakofor senyawa

e)

Jarak identitas senyawa

4.

Berdasarkan gambar tersebut, kandidat senyawa obat yang berasal dari alam berjumlah ribuan. Senyawa tersebut kemudian terseleksi dan mengalami penurunan jumlah setelah melalui tahapan yang dimiliki oleh pendekatan In silico. Tahapan yang mampu melakukan seleksi senyawa tersebut adalah

a)

Geometric optimization

b)

Molecular docking

c)

Root Mean Square Deviation

d)

Molecular dinamic

e)

Virtual screening

5.

Mahmud ingin melakukan pengamatan awal terhadap protein target pengobatan dalam penelitiannya. Aplikasi yang cukup direkomendasikan untuk membantu mahmud menyelesaikan pengamatannya adalah

a)

ZINC

b)

KNApSAcK

c)

RCSB

d)

ADMETsar

e)

PLANTS

6.

Hasil interpretasi pendekatan in silico menunjukkan bahwa senyawa X dapat berikatan dengan asam amino Leu343 dan Arg425. Apabila ditinjau lebih lanjut, proses interpretasi tersebut dalam pendekatan insilico masuk dalam tahapan

a)

Virtual screening 

b)

Ligand optimization

c)

Drug-target interaction analysis

d)

Macromolecule preparation

e)

Force field calculation

7.

Aplikasi docking yang juga sering dimanfaatkan oleh akademisi karena mampu memberikan gambaran cavity saat molecular docking adalah

a)

SPSS

b)

preADMET

c)

Open office

d)

MVD

e)

LigandScout

8.

Seorang peneliti melakukan uji aktivitas anti-retroviral tanaman X secara in vitro. Meja kerja steril yang harus dipilih oleh peneliti tersebut untuk mencegah terjadinya paparan subjek uji adalah

a)

Laminar air flow

b)

Bio safety cabinet

c)

Fume hood

d)

Enkas

e)

Microplate reader

9.

Pengujian secara in vitro menggunakan objek tertentu dan dilakukan dalam lingkungan terkendali seperti cawan petri. Tujuan utama dilakukan pengujian secara in vitro adalah

a)

Memprediksi bioaktivitas senyawa uji

b)

Menambah subjek uji in vivo

c)

Melakukan pengamatan bioaktivitas pada organisme utuh

d)

Memastikan mekanisme bioaktivitas senyawa uji

e)

Menurunkan validitas uji pre klinik lain

10.

Seorang peneliti kimia bahan alam menguji senyawa tanaman X terhadap ekspresi protein tertentu. Analisis yang memungkikan dilakukan oleh peneliti tersebut adalah melakukan pengamatan

a)

MHC II  

b)

Prosentase sel hidup

c)

Jarak daya hambat

d)

Diameter sel

e)

Jumlah sel

11.

Enzim urease merupakan enzim yang dapat diperoleh dari ekstraksi biji kedelai. Salah satu langkah untuk melakukan pengamatan terhadap enzim urease adalah pemberian reagensia tertentu dan diamati perubahan warna yang terjadi. Pengamatan enzim urease tersebut bersifat 

a)

Semi kualitatif

b)

Kualitatif

c)

Semi kuantitatif

d)

Kuantitatif

e)

Dry lab

12.

Salsa melakukan penelitian secara in vitro dengan mengamati morfologi sel neuroblastoma yang diberikan ekstrak tanaman X. Pengamatan morfologi tersebut, menggunakan mikroskop dengan lensa objektif terbalik di bawah meja kerja yang juga dikenal dengan mikroskop  

a)

Binocular

b)

Inverted

c)

Stereo

d)

Cermin

e)

SEM

13.

Mustafi melakukan penelitian menggunakan M. musculus untuk mengetahui efek antihiperlipidemia fraksi tanaman X. Penelitian yang dilakukan oleh mustafi adalah penelitian

a)

Ex vivo

b)

Ex ovo

c)

In situ

d)

In vivo

e)

In silico

14.

Salah satu bioaktivitas tanaman X adalah sebagai gastroprotektor dan secara sederhana mampu memberikan aktivitas pada organ

a)

Paru paru

b)

Femur

c)

Jantung

d)

Medula oblongata

e)

Lambung

15.

Fira melakukan penelitian secara in vitro dengan mengamati morfologi sel osteoblast dan pilihan yang tepat dilakukan oleh Fira adalah menggunakan

a)

Jaringan tulang kompak

b)

Cell line osteo

c)

Kultur primer femur

d)

Preparat dengan HE

e)

Kultur primer trabecular

16.

Perbedaan utama dari LAF dan BSC yang digunakan dalam penelitian secara in vitro adalah

a)

Sirkulasi udara

b)

Luas meja kerja

c)

Suhu kerja

d)

Keahlian operator

e)

Tinggi meja kerja

17.

Untuk menilai keamanan tanaman obat ”E” yang telah digunakan secara empirik maka uji toksisitas yang pertama kali wajib dilakukan adalah uji toksisitas...

a)

Akut

b)

Sub akut

c)

Sub kronik

d)

Kronik

e)

Mutagenik

18.

Uji Klinik produk obat tradisional “X” yang dilakukan saat produk telah dipasarkan dan beredar di masyarakat adalah uji klinik.....

a)

Fase 0

b)

Fase 1

c)

Fase 2

d)

Fase 3

e)

Fase 4

19.

Herba ”F” sebelum dilakukan pengujian pada manusia harus dilakukan uji pendahuluan atau disebut dengan uji klinik fase ....

a)

0

b)

1

c)

2

d)

3

e)

4

20.

Pengujian suatu produk herba untuk menilai profil absorpsi, distribusi, metabolisme dan ekskresi dalam tubuh maka disebut dengan

a)

Farmakologi

b)

Farmakognosi

c)

Farmakodinamik

d)

Farmakokinetika

e)

Farmasetika

21.

Berikut ini adalah urutan pencarian senyawa obat yang berasal dari tanaman

a)

Tanaman obat – ekstrak – isolat (pure constituent) - fraksi

b)

Tanaman obat - ekstrak – fraksi – isolat (pure constituent)

c)

Tanaman obat – fraksi – ekstrak – isolat (pure constituent)

d)

Tanaman obat - isolat (pure constituent) – ekstrak - fraksi

e)

Tanaman obat - isolat (pure constituent) – fraksi - ekstrak

22.

Tujuan melakukan elusidasi struktur suatu senyawa aktif bahan obat bentuk isolate adalah untuk keperluan

a)

Sintesis bahan obat di industri

b)

Memperbaiki aktifitas obat

c)

Mengurangi efek samping obat

d)

Mengefisiensi biaya

e)

Meningkatkan aktifitas obat

23.

Modifikasi struktur obat bentuk isolate dari tanaman obat bertujuan untuk

a)

Sintesa bahan obat di industri

b)

Menurunkan aktifitas obat

c)

Meningkatkan efek samping obat

d)

Memperbaiki aktifitas obat

e)

Mengefisiensi biaya

24.

Analgesik aspirin diperoleh dari tanaman obat berikut ini

a)

Atropa belladona

b)

Digitalis purpurea

c)

Epedra sinica

d)

Catharanthus roseus

e)

Filipendula ulmaria

25.

Pengujian tanaman obat tahap awal yang diprediksi memiliki efek sitotoksik atau anti cancer dapat menggunakan hewan coba

a)

Anak udang

b)

Lalat buah

c)

Ikan zebra

d)

Cacing

e)

Nyamuk

26.

Aktifitas herba yang diduga memiliki aktifitas anti helminths dapat diuji menggunakan hewan coba berikut ini

a)

Ikan zebra

b)

Cacing

c)

Anak udang

d)

Mencit

e)

Lalat buah

27.

Efek toksik herba pada hewan coba golongan ikan zebra dapat dilakukan pengamatan perubahan fungsi organ dengan melakukan pengamatan pada

a)

Kimia darah

b)

Struktur organ

c)

Bentuk jaringan

d)

Ukuran sel

e)

Jumlah sel

28.

Efek toksik herba pada hewan coba golongan ikan zebra dapat dilakukan pengamatan gambaran histopatologi dengan melihat parameter berikut ini, kecuali

a)

Bentuk

b)

Jumlah

c)

Ukuran

d)

Struktur

e)

Fungsi

29.

Efek herba terhadap aktifitas motorik pada ikan zebra dapat dievaluasi dengan melakukan pengamatan pada

a)

Kecepatan berenang

b)

Buka tutup operculum (insang)

c)

Luas perikardium

d)

Panjang badan

e)

Berat badan

30.

Di bawah ini adalah fase-fase pengembangan obat klinis, fase dimaksud yang paling tepat adalah

a)

Fase 0: mulai pengembangan obat, uji keamanan, PK, metabolism in vitro pada hewan coba

b)

Fase 1: masih dicobakan pada hewan coba, menilai toleransi, keamanan, dan PK pada hewan coba

c)

Fase 2: menentukan regimen dosis untuk fase 4, menggunakan pasien sakit, dengan komplikasi dan kondisi tertentu sehingga bisa mempertimbangkan keamanan obat

d)

Fase 3: konfirmasi efficacy dan safety obat, mempertimbangkan efek keamanan jangka pendek, menggunakan pasien non sehat dengan komplikasi dan kondisi tertentu

e)

Fase 4: pre-launch, menggunakan pasien sakit

31.

Untuk menghilangkan efek psikologis pasien kelompok pembanding pada uji klinik bahan alam yang berkasiat obat maka digunakan

a)

Placebo

b)

Kontrol negatif

c)

Kontrol positif

d)

Hewan coba

e)

Obat standart 

32.

Uji klinik post marketing yang dilakukan terhadap produk obat tradisional tidak bertujuan untuk mengevaluasi

a)

Safety

b)

Efikasi

c)

Efek Samping

d)

Efektivitas

e)

Biaya

33.

Pernyataan berikut ini yang benar terkait Fitofarmaka adalah

a)

Sediaan obat dalam bentuk simplisia

b)

Sediaan obat berupa ekstrak dari bahan dan proses yang terstandarisasi

c)

Klaim khasiat dibuktikan secara uji klinis

d)

Dosis sediaan obat yang diujikan merupakan dosis pada hewan coba

e)

Sediaan obat telah melewati uji preklinis

34.

Berikut ini merupakan waktu yang diperlukan untuk pembuktian dari Obat Herbal Terstandar ke Fitofarmaka adalah

a)

1 bulan – 1 tahun

b)

3 – 5 tahun

c)

3 bulan – 5 tahun

d)

3 – 20 tahun

e)

5 – 30 tahun

35.

Berikut ini merupakan waktu yang diperlukan untuk pembuktian dari Jamu ke Fitofarmaka adalah

a)

1 bulan – 20 tahun

b)

3 – 5 tahun

c)

3 bulan – 5 tahun

d)

1 – 20 tahun

e)

5 – 30 tahun

36.

Berikut ini merupakan uji toksikologi khusus pada uji preklinik dari jamu menuju obat herbal terstandar adalah

a)

Uji toksikologi akut

b)

Uji hepatoprotektif

c)

Uji toksikologi subkronik

d)

Uji toksikologi kronik

e)

Uji hepatotoksik

37.

Skrining farmakologi yang dilakukan saat uji preklinik dari jamu menuju obat herbal terstandar adalah

a)

Uji ikatan reseptor à uji fungsi pada kultur sel à uji target organ primer

b)

Uji metabolisme CYP450 à uji target organ primer à uji fungsi pada kultur sel

c)

Uji ikatan reseptor à uji target organ primer à uji toksikologi akut

d)

Uji aktivitas enzim à uji target organ primer à uji toksikologi kronik

e)

Uji ikatan reseptor à uji target organ sekunder à uji fungsi pada kultur sel

38.

Kriteria sukarelawan pada uji klinik fase 1 dari OHT menuju fitofarmaka adalah

a)

Sukarelawan sehat

b)

Sukarelawan dengan penyakit

c)

Sukarelawan dengan komorbid tertentu

d)

Sukarelawan mendapatkan placebo

e)

Sukarelawan mendapatkan obat inovator

39.

Kriteria sukarelawan pada uji klinik fase 3 dari OHT menuju fitofarmaka adalah

a)

Sukarelawan sehat

b)

Sukarelawan dengan penyakit

c)

Sukarelawan dengan komorbid tertentu

d)

Sukarelawan mendapatkan placebo

e)

Sukarelawan mendapatkan obat innovator

40.

Situasi uji klinis berikut ini yang dapat menggunakan placebo sebagai kontrol adalah

a)

Obat standar masih diragukan

b)

Pengujian tidak etis apabila tidak menggunakan obat aktif

c)

Respon placebo telah diketahui dengan berbagai dosis

d)

Obat yang akan diuji merupakan obat dengan mekanisme yang telah diketahui

e)

Double dummy technique hanya digunakan pada obat standar

41.

Metode yang digunakan untuk menentukan serta identifikasi gugus fungsi yang ada dalam senyawa organic adalah

a)

Spektorkopi UV

b)

Spektroskopi IR

c)

Spektroskopi Vis

d)

DTA

e)

DSC

42.

Suhu pertumbuhan artemia yang baik adalah…oC

a)

25-30

b)

Di bawah 25

c)

Di atas 30

d)

30-50

e)

Di atas 50

43.

Tingkat toksisitas suatu ekstrak dapat didapatkan dengan melihat harga berikut

a)

ZOI

b)

LD50

c)

AUC

d)

T ½

e)

Shelf life

44.

Telur utnuk artemia dikenal dengan istilah berikut

a)

Larva

b)

Siste

c)

Antenna

d)

Metamorfisis

e)

Nauplius

45.

Di bawah ini adalah alasan artemia dapat digunakan sebagai media pengujian adalah

a)

Murah

b)

Mudah didapat

c)

Memiliki struktur DNA yang sama dengan mamalia

d)

Mudah handlingnya

e)

Perkembangbiakannya cepat

46.

Metode identifikasi awal untuk menentukan kemurnian senyawa yang ditemukan atau bahkan menentukan jumlah senyawa dari ekstrak kasar adalah

a)

KLT

b)

Kromatografi gas

c)

Spektroskopi massa

d)

Density

e)

MB

47.

Pscidal activity adalah

a)

Aktifitas racun terhadap ikan

b)

Aktifitas toksisitas terhadap mencit

c)

Aktifitas toksisitas terhaap tikus

d)

Aktifitas racun terhadap kelinci

e)

Bukan salah satu di atas

48.

Seorang mahasiswa farmasi akan melakukan pengujian aktifitas antimikroba dari fraksi tanaman kumis kucing secara in vitro. Maka metode yang sesuai utnuk dilakukan oleh mahasiswa tersebut adalah

a)

Zone of inhibition

b)

ELISA

c)

Spektrofotometri

d)

KLT

e)

Plestismometri

49.

Hasan menggunakan kultur sekunder sel HMC3 untuk mengetahu aktivitas antineuroinflamasi secara in vitro. Hasan memberikan kit tertentu untuk mengetahui ekspresi Arginase-1 setelah diberikan terapi fraksi X dengan pengamatan CLSM. Langkah kerja yang dilakukan oleh Hasan tersebut menggunakan metode

a)

IHC

b)

Southern blotting

c)

ICC

d)

Western blotting

e)

Elektroforesis

50.

Berdasarkan tingkat keamanannya, subjek uji yang dapat dikerjakan dalam BSC salah satunya adalah

a)

Staphylococcus aureus

b)

Candida albicans

c)

Kalus Daucus carota

d)

Dendrobium sp.

e)

Hepatitis C Virus