NEW
Font size
WorksheetsBioaktivitas Bahan Alam (UTS Ulang)
Total questions: 50
Worksheet time: 50mins
Pendekatan secara In silico berasal dari unsur utama penyusun alat elektronik salah satunya adalah komputer. Unsur utama yang dimaksud adalah
Si
Sl
Sc
So
SL
Aplikasi docking memiliki kelebihan dan kekurangan saat digunakan untuk melakukan analisis secara in silico. Aplikasi yang memberikan kelebihan yaitu ketersediaan Autogrid dan proses docking simultan adalah
Chimera
Autodock Vina
DUDe
QSAR Toolbox
SPSS
Virus Y menjadi perhatian karena merupakan mutasi dari virus X yang mudah bertransmisi. Seorang peneliti kemudian melakukan pengamatan secara in silico dengan design Structure Based Drug Design untuk mengurangi aktivitas virus X. Parameter utama design tersebut adalah
Identifikasi sisi aktif virus
Kemiripan struktur senyawa
Jenis ikatan ligand-asam amino
Gugus farmakofor senyawa
Jarak identitas senyawa
Berdasarkan gambar tersebut, kandidat senyawa obat yang berasal dari alam berjumlah ribuan. Senyawa tersebut kemudian terseleksi dan mengalami penurunan jumlah setelah melalui tahapan yang dimiliki oleh pendekatan In silico. Tahapan yang mampu melakukan seleksi senyawa tersebut adalah
Geometric optimization
Molecular docking
Root Mean Square Deviation
Molecular dinamic
Virtual screening
Mahmud ingin melakukan pengamatan awal terhadap protein target pengobatan dalam penelitiannya. Aplikasi yang cukup direkomendasikan untuk membantu mahmud menyelesaikan pengamatannya adalah
ZINC
KNApSAcK
RCSB
ADMETsar
PLANTS
Hasil interpretasi pendekatan in silico menunjukkan bahwa senyawa X dapat berikatan dengan asam amino Leu343 dan Arg425. Apabila ditinjau lebih lanjut, proses interpretasi tersebut dalam pendekatan insilico masuk dalam tahapan
Virtual screening
Ligand optimization
Drug-target interaction analysis
Macromolecule preparation
Force field calculation
Aplikasi docking yang juga sering dimanfaatkan oleh akademisi karena mampu memberikan gambaran cavity saat molecular docking adalah
SPSS
preADMET
Open office
MVD
LigandScout
Seorang peneliti melakukan uji aktivitas anti-retroviral tanaman X secara in vitro. Meja kerja steril yang harus dipilih oleh peneliti tersebut untuk mencegah terjadinya paparan subjek uji adalah
Laminar air flow
Bio safety cabinet
Fume hood
Enkas
Microplate reader
Pengujian secara in vitro menggunakan objek tertentu dan dilakukan dalam lingkungan terkendali seperti cawan petri. Tujuan utama dilakukan pengujian secara in vitro adalah
Memprediksi bioaktivitas senyawa uji
Menambah subjek uji in vivo
Melakukan pengamatan bioaktivitas pada organisme utuh
Memastikan mekanisme bioaktivitas senyawa uji
Menurunkan validitas uji pre klinik lain
Seorang peneliti kimia bahan alam menguji senyawa tanaman X terhadap ekspresi protein tertentu. Analisis yang memungkikan dilakukan oleh peneliti tersebut adalah melakukan pengamatan
MHC II
Prosentase sel hidup
Jarak daya hambat
Diameter sel
Jumlah sel
Enzim urease merupakan enzim yang dapat diperoleh dari ekstraksi biji kedelai. Salah satu langkah untuk melakukan pengamatan terhadap enzim urease adalah pemberian reagensia tertentu dan diamati perubahan warna yang terjadi. Pengamatan enzim urease tersebut bersifat
Semi kualitatif
Kualitatif
Semi kuantitatif
Kuantitatif
Dry lab
Salsa melakukan penelitian secara in vitro dengan mengamati morfologi sel neuroblastoma yang diberikan ekstrak tanaman X. Pengamatan morfologi tersebut, menggunakan mikroskop dengan lensa objektif terbalik di bawah meja kerja yang juga dikenal dengan mikroskop
Binocular
Inverted
Stereo
Cermin
SEM
Mustafi melakukan penelitian menggunakan M. musculus untuk mengetahui efek antihiperlipidemia fraksi tanaman X. Penelitian yang dilakukan oleh mustafi adalah penelitian
Ex vivo
Ex ovo
In situ
In vivo
In silico
Salah satu bioaktivitas tanaman X adalah sebagai gastroprotektor dan secara sederhana mampu memberikan aktivitas pada organ
Paru paru
Femur
Jantung
Medula oblongata
Lambung
Fira melakukan penelitian secara in vitro dengan mengamati morfologi sel osteoblast dan pilihan yang tepat dilakukan oleh Fira adalah menggunakan
Jaringan tulang kompak
Cell line osteo
Kultur primer femur
Preparat dengan HE
Kultur primer trabecular
Perbedaan utama dari LAF dan BSC yang digunakan dalam penelitian secara in vitro adalah
Sirkulasi udara
Luas meja kerja
Suhu kerja
Keahlian operator
Tinggi meja kerja
Untuk menilai keamanan tanaman obat ”E” yang telah digunakan secara empirik maka uji toksisitas yang pertama kali wajib dilakukan adalah uji toksisitas...
Akut
Sub akut
Sub kronik
Kronik
Mutagenik
Uji Klinik produk obat tradisional “X” yang dilakukan saat produk telah dipasarkan dan beredar di masyarakat adalah uji klinik.....
Fase 0
Fase 1
Fase 2
Fase 3
Fase 4
Herba ”F” sebelum dilakukan pengujian pada manusia harus dilakukan uji pendahuluan atau disebut dengan uji klinik fase ....
0
1
2
3
4
Pengujian suatu produk herba untuk menilai profil absorpsi, distribusi, metabolisme dan ekskresi dalam tubuh maka disebut dengan
Farmakologi
Farmakognosi
Farmakodinamik
Farmakokinetika
Farmasetika
Berikut ini adalah urutan pencarian senyawa obat yang berasal dari tanaman
Tanaman obat – ekstrak – isolat (pure constituent) - fraksi
Tanaman obat - ekstrak – fraksi – isolat (pure constituent)
Tanaman obat – fraksi – ekstrak – isolat (pure constituent)
Tanaman obat - isolat (pure constituent) – ekstrak - fraksi
Tanaman obat - isolat (pure constituent) – fraksi - ekstrak
Tujuan melakukan elusidasi struktur suatu senyawa aktif bahan obat bentuk isolate adalah untuk keperluan
Sintesis bahan obat di industri
Memperbaiki aktifitas obat
Mengurangi efek samping obat
Mengefisiensi biaya
Meningkatkan aktifitas obat
Modifikasi struktur obat bentuk isolate dari tanaman obat bertujuan untuk
Sintesa bahan obat di industri
Menurunkan aktifitas obat
Meningkatkan efek samping obat
Memperbaiki aktifitas obat
Mengefisiensi biaya
Analgesik aspirin diperoleh dari tanaman obat berikut ini
Atropa belladona
Digitalis purpurea
Epedra sinica
Catharanthus roseus
Filipendula ulmaria
Pengujian tanaman obat tahap awal yang diprediksi memiliki efek sitotoksik atau anti cancer dapat menggunakan hewan coba
Anak udang
Lalat buah
Ikan zebra
Cacing
Nyamuk
Aktifitas herba yang diduga memiliki aktifitas anti helminths dapat diuji menggunakan hewan coba berikut ini
Ikan zebra
Cacing
Anak udang
Mencit
Lalat buah
Efek toksik herba pada hewan coba golongan ikan zebra dapat dilakukan pengamatan perubahan fungsi organ dengan melakukan pengamatan pada
Kimia darah
Struktur organ
Bentuk jaringan
Ukuran sel
Jumlah sel
Efek toksik herba pada hewan coba golongan ikan zebra dapat dilakukan pengamatan gambaran histopatologi dengan melihat parameter berikut ini, kecuali
Bentuk
Jumlah
Ukuran
Struktur
Fungsi
Efek herba terhadap aktifitas motorik pada ikan zebra dapat dievaluasi dengan melakukan pengamatan pada
Kecepatan berenang
Buka tutup operculum (insang)
Luas perikardium
Panjang badan
Berat badan
Di bawah ini adalah fase-fase pengembangan obat klinis, fase dimaksud yang paling tepat adalah
Fase 0: mulai pengembangan obat, uji keamanan, PK, metabolism in vitro pada hewan coba
Fase 1: masih dicobakan pada hewan coba, menilai toleransi, keamanan, dan PK pada hewan coba
Fase 2: menentukan regimen dosis untuk fase 4, menggunakan pasien sakit, dengan komplikasi dan kondisi tertentu sehingga bisa mempertimbangkan keamanan obat
Fase 3: konfirmasi efficacy dan safety obat, mempertimbangkan efek keamanan jangka pendek, menggunakan pasien non sehat dengan komplikasi dan kondisi tertentu
Fase 4: pre-launch, menggunakan pasien sakit
Untuk menghilangkan efek psikologis pasien kelompok pembanding pada uji klinik bahan alam yang berkasiat obat maka digunakan
Placebo
Kontrol negatif
Kontrol positif
Hewan coba
Obat standart
Uji klinik post marketing yang dilakukan terhadap produk obat tradisional tidak bertujuan untuk mengevaluasi
Safety
Efikasi
Efek Samping
Efektivitas
Biaya
Pernyataan berikut ini yang benar terkait Fitofarmaka adalah
Sediaan obat dalam bentuk simplisia
Sediaan obat berupa ekstrak dari bahan dan proses yang terstandarisasi
Klaim khasiat dibuktikan secara uji klinis
Dosis sediaan obat yang diujikan merupakan dosis pada hewan coba
Sediaan obat telah melewati uji preklinis
Berikut ini merupakan waktu yang diperlukan untuk pembuktian dari Obat Herbal Terstandar ke Fitofarmaka adalah
1 bulan – 1 tahun
3 – 5 tahun
3 bulan – 5 tahun
3 – 20 tahun
5 – 30 tahun
Berikut ini merupakan waktu yang diperlukan untuk pembuktian dari Jamu ke Fitofarmaka adalah
1 bulan – 20 tahun
3 – 5 tahun
3 bulan – 5 tahun
1 – 20 tahun
5 – 30 tahun
Berikut ini merupakan uji toksikologi khusus pada uji preklinik dari jamu menuju obat herbal terstandar adalah
Uji toksikologi akut
Uji hepatoprotektif
Uji toksikologi subkronik
Uji toksikologi kronik
Uji hepatotoksik
Skrining farmakologi yang dilakukan saat uji preklinik dari jamu menuju obat herbal terstandar adalah
Uji ikatan reseptor à uji fungsi pada kultur sel à uji target organ primer
Uji metabolisme CYP450 à uji target organ primer à uji fungsi pada kultur sel
Uji ikatan reseptor à uji target organ primer à uji toksikologi akut
Uji aktivitas enzim à uji target organ primer à uji toksikologi kronik
Uji ikatan reseptor à uji target organ sekunder à uji fungsi pada kultur sel
Kriteria sukarelawan pada uji klinik fase 1 dari OHT menuju fitofarmaka adalah
Sukarelawan sehat
Sukarelawan dengan penyakit
Sukarelawan dengan komorbid tertentu
Sukarelawan mendapatkan placebo
Sukarelawan mendapatkan obat inovator
Kriteria sukarelawan pada uji klinik fase 3 dari OHT menuju fitofarmaka adalah
Sukarelawan sehat
Sukarelawan dengan penyakit
Sukarelawan dengan komorbid tertentu
Sukarelawan mendapatkan placebo
Sukarelawan mendapatkan obat innovator
Situasi uji klinis berikut ini yang dapat menggunakan placebo sebagai kontrol adalah
Obat standar masih diragukan
Pengujian tidak etis apabila tidak menggunakan obat aktif
Respon placebo telah diketahui dengan berbagai dosis
Obat yang akan diuji merupakan obat dengan mekanisme yang telah diketahui
Double dummy technique hanya digunakan pada obat standar
Metode yang digunakan untuk menentukan serta identifikasi gugus fungsi yang ada dalam senyawa organic adalah
Spektorkopi UV
Spektroskopi IR
Spektroskopi Vis
DTA
DSC
Suhu pertumbuhan artemia yang baik adalah…oC
25-30
Di bawah 25
Di atas 30
30-50
Di atas 50
Tingkat toksisitas suatu ekstrak dapat didapatkan dengan melihat harga berikut
ZOI
LD50
AUC
T ½
Shelf life
Telur utnuk artemia dikenal dengan istilah berikut
Larva
Siste
Antenna
Metamorfisis
Nauplius
Di bawah ini adalah alasan artemia dapat digunakan sebagai media pengujian adalah
Murah
Mudah didapat
Memiliki struktur DNA yang sama dengan mamalia
Mudah handlingnya
Perkembangbiakannya cepat
Metode identifikasi awal untuk menentukan kemurnian senyawa yang ditemukan atau bahkan menentukan jumlah senyawa dari ekstrak kasar adalah
KLT
Kromatografi gas
Spektroskopi massa
Density
MB
Pscidal activity adalah
Aktifitas racun terhadap ikan
Aktifitas toksisitas terhadap mencit
Aktifitas toksisitas terhaap tikus
Aktifitas racun terhadap kelinci
Bukan salah satu di atas
Seorang mahasiswa farmasi akan melakukan pengujian aktifitas antimikroba dari fraksi tanaman kumis kucing secara in vitro. Maka metode yang sesuai utnuk dilakukan oleh mahasiswa tersebut adalah
Zone of inhibition
ELISA
Spektrofotometri
KLT
Plestismometri
Hasan menggunakan kultur sekunder sel HMC3 untuk mengetahu aktivitas antineuroinflamasi secara in vitro. Hasan memberikan kit tertentu untuk mengetahui ekspresi Arginase-1 setelah diberikan terapi fraksi X dengan pengamatan CLSM. Langkah kerja yang dilakukan oleh Hasan tersebut menggunakan metode
IHC
Southern blotting
ICC
Western blotting
Elektroforesis
Berdasarkan tingkat keamanannya, subjek uji yang dapat dikerjakan dalam BSC salah satunya adalah
Staphylococcus aureus
Candida albicans
Kalus Daucus carota
Dendrobium sp.
Hepatitis C Virus
