WorksheetsPAT PG BAHASA INDONESIA KELAS 7
Total questions: 40
Worksheet time: 1hrs 20mins
Pernyataan yang tepat tentang kedua puisi tersebut adalah ....
1. Jika kita makan petaiJangan lupa makan kerupukJika kita ingin pandaiRanjin-rajinlah membaca buku
2. Siapa menggemari silang sengketa Kelaknya pasti berduka cita
3. Janganlah engkau berbuat maksiat Janganlah engkau berbuat jahat Segeralah engkau bertaubat Agar selamat dunia akhirat
4. Barang sipa meninggalkan zakat Tiadalah hartanya yang beroleh berkat
Puisi yang termasuk gurindam ditandai dengan nomor ..
(1) dan (2)
(1) dan (3)
(2) dan (3)
(2) dan (4)
1. Burung dara jatuh dari sarangnya
2. Ikan lele tak punya sisik
3. Jika kau tulus mencintainya
4. Jagalah dia dengan baik
Larik isi pada pantun tersebut ditandai nomor ...
(1) dan (2)
(2) dan (3)
(3) dan (4)
(4) dan (1)
Perbedaan kedua puisi rakyat tersebut adalah ...
TEKS 1
menggunakan kata-kata lugas
TEKS 2
menggunakan kata-kata kias
TEKS 1
terdapat sampiran dan isi
TEKS 2
hanya terdapat isi
TEKS 1
bersajak A-A-A-A
TEKS 2
bersajak A-B-A-B
TEKS 1
berisi pengetahuan
TEKS 2
berisi nasihat
TEKS 1
Jika belajar besungguh-sungguh
Keberhasilan akan kau rengkuh
TEKS 2
Janganlah engkau berbuat maksiat
Janganlah engkau berbuat jahat
Segeralah engkau bertaubat
Agar selamat dunia akhira
Persamaan kedua puisi rakyat tersebut adalah keduanya memiliki ....
sajak berpola A-A-A-A
empat larik dalam satu bait
larik yang semuanya merupakan isi
dua sampiran dalam satu bait
Lelah diri mengikuti syahwat
Jalani hidup semakin berat
Jiwa semakin tak terawat
Kian hari hati pun berkarat
Kata berima pada syair tersebut adalah ...
lelah, mengikuti, hidup, syahwat
kian, semakin, berkarat, berat
jalani, semakin, terawat, hati
syahwat, berat, terawat, bekarat
Lelah diri mengikuti syahwat
Jalani hidup semakin berat
Jiwa semakin tak terawat
Kian hari hati pun berkarat
Makna kata bergaris bawah pada syair tersebut adalah ...
tak terkendali
baik hati
mudah tersentuh
menjadi
1. Hari minggu pergi ke pasar
2. Beli sayur dan juga beras
3. Tiap hari rajinlah kau belajar
4. Pastilah kau menjadi cerdas
Pernyataan tepat sesuai dengan struktur makna antar larik pantun tersebut adalah ....
Larik 1 dan 2 dengan larik 3 dan 4 tidak ada hubungan makna.
Larik 1 dan 2 memiliki hubungan pertentangan
Larik 3 dan 4 mengungkapkan sebuah permohonan
Larik 4 dan 1 merupakan kalimat majemuk.
1. Hari minggu pergi ke pasar
2. Beli sayur dan juga beras
3. Tiap hari rajinlah kau belajar
4. Pastilah kau menjadi cerdas
Kalimat berisi ajakan pada syair tersebut terdapat pada larik bernomor ...
1
2
3
4
Orang jahat banyak masalah
Orang baik banyak anugerah
Struktur makna antar larik gurindam tersebut adalah ....
kedua larik tidak memiliki hubungan makna
larik 1 merupakan pengantar menuju larik 2
kedua larik memiliki hubungan pertentangan
larik 1 merupakan syarat menuju larik 2
(1) Meski sudah uzur, Rahman masih gesit dan cekatan. (2) Aktivitas lelaki ini memang sangat luar bisa. (3) Begitu bangun pagi, ia sudah memikul cangkul menuju sawahnya (4) Ia harus mengayunkan cangkulnya untuk membongkar tanah yang mengeras
Kalimat yang berisi kata penghubung tujuan ditandai nomor ....
1
2
3
4
(1) Meski sudah uzur, Rahman masih gesit dan cekatan. (2) Aktivitas lelaki ini memang sangat luar bisa. (3) Begitu bangun pagi, ia sudah memikul cangkul menuju sawahnya (4) Ia harus mengayunkan cangkulnya untuk membongkar tanah yang mengeras
Kalimat tunggal pada teks tersebut adalah ...
1
2
3
4
Pada suatu hari si Rusa berjalan-jalan di pinggir danau. Ia bertemu dengan Kura-kura yang terlihat hanya mondar-mandir saja. "Kura-kura, apa yang sedang engkau lakukan di sini?" tanya si Rusa. "Aku sedang mencari sumber penghidupan," jawab si Kura-kura. "Jangan berlagak engkau, hei Kura-kura! Engkau hanya mondar-mandir saja namun berlagak tengah mencari sumber penghidupan!" Si Kura-kura berusaha menjelaskan, namun si Rusa tetap marah. Bahkan, si Rusa mengancam akan menginjak tubuh si Kura-kura. Si Kura-kura yang jengkel akhirnya menantang untuk mengadu kekuatan betis kaki. Si Rusa sangat marah mendengar tantangan si Kura-kura untuk mengadu betis. Ia pun meminta agar si Kura-kura menendang betisnya terlebih dahulu. "Tendanglah sekeras-kerasnya, semampu yang engkau bisa lakukan!" tantang si Rusa. "Jika aku menendang betismu, engkau akan jatuh dan tidak bisa membalas menendangku," balas si Kura-kura. Si Rusa kian marah mendengar ucapan si Kura-kura. Ia pun menendang dengan kaki depannya sekuat-kuatnya ..... Si kura-kura bersiaga dan mengambil ancang-ancang di tempat tinggi. Ia lalu menggelindingkan tubuhnya. Ketika hampir tiba di dekat tubuh si Rusa, ia pun menaikkan tubuhnya hingga tubuhnya melayang. Si Kura-kura mengincar hidung si rusa. Begitu kerasnya tempurung si kura-kura mengena hingga hidung si Rusa putus
Alasan yang tepat bahwa teks tersebut termasuk fabel adalah ...
berlatar tempat perkotaan
tidak menggunakan kalimat langsung
tokoh-tokohnya merupakan binatang
hanya bertujuan menghibur pembaca
Pada suatu hari si Rusa berjalan-jalan di pinggir danau. Ia bertemu dengan Kura-kura yang terlihat hanya mondar-mandir saja. "Kura-kura, apa yang sedang engkau lakukan di sini?" tanya si Rusa. "Aku sedang mencari sumber penghidupan," jawab si Kura-kura. "Jangan berlagak engkau, hei Kura-kura! Engkau hanya mondar-mandir saja namun berlagak tengah mencari sumber penghidupan!" Si Kura-kura berusaha menjelaskan, namun si Rusa tetap marah. Bahkan, si Rusa mengancam akan menginjak tubuh si Kura-kura. Si Kura-kura yang jengkel akhirnya menantang untuk mengadu kekuatan betis kaki. Si Rusa sangat marah mendengar tantangan si Kura-kura untuk mengadu betis. Ia pun meminta agar si Kura-kura menendang betisnya terlebih dahulu. "Tendanglah sekeras-kerasnya, semampu yang engkau bisa lakukan!" tantang si Rusa. "Jika aku menendang betismu, engkau akan jatuh dan tidak bisa membalas menendangku," balas si Kura-kura. Si Rusa kian marah mendengar ucapan si Kura-kura. Ia pun menendang dengan kaki depannya sekuat-kuatnya ..... Si kura-kura bersiaga dan mengambil ancang-ancang di tempat tinggi. Ia lalu menggelindingkan tubuhnya. Ketika hampir tiba di dekat tubuh si Rusa, ia pun menaikkan tubuhnya hingga tubuhnya melayang. Si Kura-kura mengincar hidung si rusa. Begitu kerasnya tempurung si kura-kura mengena hingga hidung si Rusa putus
Peristiwa yang menunjukkan konflik pada kutipan fabel tersebut adalah ...
Si Rusa dan si Kura-kura terlibat pertarungan mengadu betis.
Si Rusa marah karena tersinggung dengan jawaban si Kura-kura.
Si Kura-kura tidak mau melayani tantangan si Rusa
Si Kura-kura berhasil mematahkan hidung si Rusa
Pada suatu hari si Rusa berjalan-jalan di pinggir danau. Ia bertemu dengan Kura-kura yang terlihat hanya mondar-mandir saja. "Kura-kura, apa yang sedang engkau lakukan di sini?" tanya si Rusa. "Aku sedang mencari sumber penghidupan," jawab si Kura-kura. "Jangan berlagak engkau, hei Kura-kura! Engkau hanya mondar-mandir saja namun berlagak tengah mencari sumber penghidupan!" Si Kura-kura berusaha menjelaskan, namun si Rusa tetap marah. Bahkan, si Rusa mengancam akan menginjak tubuh si Kura-kura. Si Kura-kura yang jengkel akhirnya menantang untuk mengadu kekuatan betis kaki. Si Rusa sangat marah mendengar tantangan si Kura-kura untuk mengadu betis. Ia pun meminta agar si Kura-kura menendang betisnya terlebih dahulu. "Tendanglah sekeras-kerasnya, semampu yang engkau bisa lakukan!" tantang si Rusa. "Jika aku menendang betismu, engkau akan jatuh dan tidak bisa membalas menendangku," balas si Kura-kura. Si Rusa kian marah mendengar ucapan si Kura-kura. Ia pun menendang dengan kaki depannya sekuat-kuatnya ..... Si kura-kura bersiaga dan mengambil ancang-ancang di tempat tinggi. Ia lalu menggelindingkan tubuhnya. Ketika hampir tiba di dekat tubuh si Rusa, ia pun menaikkan tubuhnya hingga tubuhnya melayang. Si Kura-kura mengincar hidung si rusa. Begitu kerasnya tempurung si kura-kura mengena hingga hidung si Rusa putus
Peristiwa yang menunjukkan penyebab terjadi konflik pada kutipan fabel tersebut adalah
Si Rusa dan si Kura-kura terlibat pertarungan mengadu betis.
Si Rusa marah karena tersinggung dengan jawaban si Kura-kura
Si Kura-kura tidak mau melayani tantangan si Rusa.
Si Kura-kura berhasil mematahkan hidung si Rusa
Pada suatu hari si Rusa berjalan-jalan di pinggir danau. Ia bertemu dengan Kura-kura yang terlihat hanya mondar-mandir saja. "Kura-kura, apa yang sedang engkau lakukan di sini?" tanya si Rusa. "Aku sedang mencari sumber penghidupan," jawab si Kura-kura. "Jangan berlagak engkau, hei Kura-kura! Engkau hanya mondar-mandir saja namun berlagak tengah mencari sumber penghidupan!" Si Kura-kura berusaha menjelaskan, namun si Rusa tetap marah. Bahkan, si Rusa mengancam akan menginjak tubuh si Kura-kura. Si Kura-kura yang jengkel akhirnya menantang untuk mengadu kekuatan betis kaki. Si Rusa sangat marah mendengar tantangan si Kura-kura untuk mengadu betis. Ia pun meminta agar si Kura-kura menendang betisnya terlebih dahulu. "Tendanglah sekeras-kerasnya, semampu yang engkau bisa lakukan!" tantang si Rusa. "Jika aku menendang betismu, engkau akan jatuh dan tidak bisa membalas menendangku," balas si Kura-kura. Si Rusa kian marah mendengar ucapan si Kura-kura. Ia pun menendang dengan kaki depannya sekuat-kuatnya ..... Si kura-kura bersiaga dan mengambil ancang-ancang di tempat tinggi. Ia lalu menggelindingkan tubuhnya. Ketika hampir tiba di dekat tubuh si Rusa, ia pun menaikkan tubuhnya hingga tubuhnya melayang. Si Kura-kura mengincar hidung si rusa. Begitu kerasnya tempurung si kura-kura mengena hingga hidung si Rusa putus
Peristiwa yang menunjukkan akibat terjadi konflik pada kutipan fabel tersebut adalah ...
Si Rusa dan si Kura-kura terlibat pertarungan mengadu betis.
Si Rusa marah karena tersinggung dengan jawaban si Kura-kura
Si Kura-kura tidak mau melayani tantangan si Rusa
Si Kura-kura berhasil mematahkan hidung si Rusa.
1). Seekor singa sedang tidur dengan lelap di dalam hutan, dengan kepalanya yang besar bersandar pada telapak kakinya. Seekor tikus kecil secara tidak sengaja berjalan di dekatnya, dan setelah tikus itu sadar bahwa dia berjalan di depan seekor singa yang tertidur, sang Tikus menjadi ketakutan dan berlari dengan cepat, tetapi karena ketakutan, sang Tikus malah berlari di atas hidung sang Singa yang sedang tidur
2). Sang Singa menjadi terbangun dan dengan sangat marah menangkap makhluk kecil itu dengan cakarnya yang sangat besar
"Ampuni saya!" kata sang Tikus. "Tolong lepaskan saya dan suatu saat nanti saya akan membalas kebaikanmu."
Singa menjadi tertawa dan merasa lucu saat berpikir bahwa seekor tikus kecil akan dapat membantunya. Tetapi dengan baik hati, akhirnya singa tersebut melepaskan tikus kecil itu.
Suatu hari, ketika sang Singa mengintai mangsanya di dalam hutan, sang Singa tertangkap oleh jala yang ditebarkan oleh pemburu. Karena tidak dapat membebaskan dirinya sendiri, sang Singa mengaum dengan marah ke seluruh hutan. Saat itu sang Tikus yang pernah dilepaskannya mendengarkan auman itu dan dengan cepat menuju ke arah di mana sang Singa terjerat pada jala. Sang Tikus kemudian menemukan sang Singa yang meronta-ronta berusaha membebaskan diri dari jala yang menjeratnya
3). Sang Tikus kemudian berlari ke tali besar yang menahan jala tersebut, dia lalu menggigit tali tersebut sampai putus hingga akhirnya sang Singa dapat dibebaskan.
4). "Kamu tertawa ketika saya berkata akan membalas perbuatan baikmu," kata sang Tikus. "Sekarang kamu lihat bahwa walaupun kecil, seekor tikus dapat juga menolong seekor singa."
Tahapan komplikasi pada kutipan fabel tersebut ditandai nomor …
1
2
3
4
1). Seekor singa sedang tidur dengan lelap di dalam hutan, dengan kepalanya yang besar bersandar pada telapak kakinya. Seekor tikus kecil secara tidak sengaja berjalan di dekatnya, dan setelah tikus itu sadar bahwa dia berjalan di depan seekor singa yang tertidur, sang Tikus menjadi ketakutan dan berlari dengan cepat, tetapi karena ketakutan, sang Tikus malah berlari di atas hidung sang Singa yang sedang tidur
2). Sang Singa menjadi terbangun dan dengan sangat marah menangkap makhluk kecil itu dengan cakarnya yang sangat besar
"Ampuni saya!" kata sang Tikus. "Tolong lepaskan saya dan suatu saat nanti saya akan membalas kebaikanmu."
Singa menjadi tertawa dan merasa lucu saat berpikir bahwa seekor tikus kecil akan dapat membantunya. Tetapi dengan baik hati, akhirnya singa tersebut melepaskan tikus kecil itu.
Suatu hari, ketika sang Singa mengintai mangsanya di dalam hutan, sang Singa tertangkap oleh jala yang ditebarkan oleh pemburu. Karena tidak dapat membebaskan dirinya sendiri, sang Singa mengaum dengan marah ke seluruh hutan. Saat itu sang Tikus yang pernah dilepaskannya mendengarkan auman itu dan dengan cepat menuju ke arah di mana sang Singa terjerat pada jala. Sang Tikus kemudian menemukan sang Singa yang meronta-ronta berusaha membebaskan diri dari jala yang menjeratnya
3). Sang Tikus kemudian berlari ke tali besar yang menahan jala tersebut, dia lalu menggigit tali tersebut sampai putus hingga akhirnya sang Singa dapat dibebaskan.
4). "Kamu tertawa ketika saya berkata akan membalas perbuatan baikmu," kata sang Tikus. "Sekarang kamu lihat bahwa walaupun kecil, seekor tikus dapat juga menolong seekor singa."
Tahapan koda pada kutipan fabel tersebut ditandai nomor …
1
2
3
4
1). Seekor singa sedang tidur dengan lelap di dalam hutan, dengan kepalanya yang besar bersandar pada telapak kakinya. Seekor tikus kecil secara tidak sengaja berjalan di dekatnya, dan setelah tikus itu sadar bahwa dia berjalan di depan seekor singa yang tertidur, sang Tikus menjadi ketakutan dan berlari dengan cepat, tetapi karena ketakutan, sang Tikus malah berlari di atas hidung sang Singa yang sedang tidur
2). Sang Singa menjadi terbangun dan dengan sangat marah menangkap makhluk kecil itu dengan cakarnya yang sangat besar
"Ampuni saya!" kata sang Tikus. "Tolong lepaskan saya dan suatu saat nanti saya akan membalas kebaikanmu."
Singa menjadi tertawa dan merasa lucu saat berpikir bahwa seekor tikus kecil akan dapat membantunya. Tetapi dengan baik hati, akhirnya singa tersebut melepaskan tikus kecil itu.
Suatu hari, ketika sang Singa mengintai mangsanya di dalam hutan, sang Singa tertangkap oleh jala yang ditebarkan oleh pemburu. Karena tidak dapat membebaskan dirinya sendiri, sang Singa mengaum dengan marah ke seluruh hutan. Saat itu sang Tikus yang pernah dilepaskannya mendengarkan auman itu dan dengan cepat menuju ke arah di mana sang Singa terjerat pada jala. Sang Tikus kemudian menemukan sang Singa yang meronta-ronta berusaha membebaskan diri dari jala yang menjeratnya
3). Sang Tikus kemudian berlari ke tali besar yang menahan jala tersebut, dia lalu menggigit tali tersebut sampai putus hingga akhirnya sang Singa dapat dibebaskan.
4). "Kamu tertawa ketika saya berkata akan membalas perbuatan baikmu," kata sang Tikus. "Sekarang kamu lihat bahwa walaupun kecil, seekor tikus dapat juga menolong seekor singa."
Variasi pengungkapan pada bagian orientasi (pengenalan) pada kutipan fabel tersebut adalah ...
diawali dengan deskripsi latar waktu
diawali dengan deskripsi latar masa lalu
diawali dengan kegiatan tokoh
diawali dengan deskripsi latar suasana
Pola pengembangan judul pada kutipan fabel tersebut adalah ....
judul dikembangkan berdasarkan latar cerita
judul berasal dari nama tokoh
judul dikembangkan berdasarkan sifat tokoh
judul diambil dari tema
(1) Sang mentari menampakkan diri dengan senyum terindahnya. Nuri bersama sahabat-sahabatnya bernyanyi riang. (2) Sementara Katak Putih bertepuk tangan dengan ceria. (3) Sudah terkenal di seluruh hutan bahwa si Nuri dan si Katak Putih bersahabat karib. (4) Saling menopang dan saling menolong dalam suka dan duka.
Cuplikan cerita fabel tersebut menunjukkan peristiwa pada siang hari. Kalimat yang berisi latar waktu siang hari ditandai nomor ....
1
2
3
4
Teks 1
Pada suatu hari, saat Fintu sedang mencari makanan, ia bertemu Tuvi.
“Hai Tuvi, bolehkah aku meminta sedikit makananmu?” pinta Fintu.
“Hey, Fintu! Ini makananku dan tetap makananku. Sana cari makanan yang lain!” tolak Tuvi.
“Baiklah…” Fintu menunduk dan berlalu.
TEKS 2
Di musim panas yang hangat dan cerah sedikit menggoda Belalang untuk memainkan biola kesayangan sambil bernyanyi dan menari. Hampir setiap harinya itulah yang dilakukan belalang. Ia tidak terpikir untuk melakukan aktivitas lainnya seperti bekerja atau bersiap untuk mengumpulkan bekal musim dingin
Perbedaan pengembangan watak tokoh pada kedua cuplikan fabel tersebut adalah watak tokoh diketahui melalui ....
Teks 1
deskripsi fisik tokoh
TEKS 2
dialog tokoh dengan diri sendiri
TEKS 1
kegiatan tokoh
TEKS 2
deskripsi fisik tokoh
TEKS 1
dialog tokoh dengan diri sendiri
TEKS 2
dialog dengan tokoh lain
TEKS 1
dialog dengan tokoh lain
TEKS 2
kegiatan tokoh
Teks 1
Pada suatu hari, saat Fintu sedang mencari makanan, ia bertemu Tuvi.
“Hai Tuvi, bolehkah aku meminta sedikit makananmu?” pinta Fintu.
“Hey, Fintu! Ini makananku dan tetap makananku. Sana cari makanan yang lain!” tolak Tuvi.
“Baiklah…” Fintu menunduk dan berlalu.
TEKS 2
Di musim panas yang hangat dan cerah sedikit menggoda Belalang untuk memainkan biola kesayangan sambil bernyanyi dan menari. Hampir setiap harinya itulah yang dilakukan belalang. Ia tidak terpikir untuk melakukan aktivitas lainnya seperti bekerja atau bersiap untuk mengumpulkan bekal musim dingin
Perbedaan penggunaan bahasa pada kedua cuplikan fabel tersebut adalah ....
TEKS 1
kalimatnya panjang, membingungkan
TEKS 2
kalimatnya singkat, jelas
TEKS 1
menggunakan dialog
TEKS 2
tidak terdapat dialog
TEKS 1
seluruhnya berupa narasi
TEKS 2
tidak menggunakan narasi
TEKS 1
menggunakan ragam bahasa resmi
TEKS 2
menggunakan ragam bahasa percakapan
Musim panas yang membuatnya(1) ceria sudah akan berganti(2) ke musim dingin, di mana hujan(3) akan turun dengan lebat(4) disertai suhu udara yang sangat rendah(5)
Kata sifat pada kalimat tersebut ditandai nomor ...
(1) dan (2)
(2) dan (3)
(3) dan (4)
(4) dan (5)
(1) Merpati merasa jatah jagungnya lebih sedikit dibandingkan dengan Tekukur. (2) Merpati menganggap pemiliknya sudah tak menyayanginya lagi. (3) “Oh, ternyata pemilikku lebih sayang Tekukur,” keluh Merpati. (4) Didalam kandangnya ia selalu murung.
Kalimat yang berisi kata seru ditandai nomor ....
1
2
3
4
(1) Merpati merasa jatah jagungnya lebih sedikit dibandingkan dengan Tekukur. (2) Merpati menganggap pemiliknya sudah tak menyayanginya lagi. (3) “Oh, ternyata pemilikku lebih sayang Tekukur,” keluh Merpati. (4) Didalam kandangnya ia selalu murung.
Penulisan kata depan yang salah terdapat pada kalimat bernomor ...
1
2
3
4
.......
Rencananya, liburan aku akan main ke Indramayu dan berharap kita bisa bermain bersama dengan teman-teman sekelas. Aku juga sudah kangen masakan ibumu, pindang gombyang. Oh ya, sekian dulu surat dariku. Aku sangat berharap balasan darimu. Terima kasih dan sampai jumpa.
.........
Teks tersebut termasuk cuplikan surat pribadi karena ...
berkaitan dengan masalah kedinasan
berkaitan dengan keperluan yang bersifat resmi
melibatkan instansi tertentu
ditulis oleh seseorang atas nama individu
Teks tersebut termasuk cuplikan surat dinas karena ...
berkaitan dengan masalah kedinasan
berkaitan dengan keperluan yang bersifat pribadi
menggunakan bahasa yang akrab
ditulis oleh seseorang atas nama individu
Teks 1
Bu, saya sekarang bersekolah di SMA Siliwangi. Saya juga masih mengingat apa yang Ibu katakan dulu saat di sekolah, “Jika kita punya keinginan, kita harus mengejarnya sampai dapat!”. Hal itu terus memotivasi saya sampai sekarang. Dua minggu lagi saya akan mengikuti babak final lomba menulis karya ilmiah yang diadakan oleh Universitas Pajajaran. Untuk itu, saya minta doa Ibu supaya saya bisa memberikan yang terbaik.
Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih atas kerja keras Ibu mengajariku menulis. Berkat itu semua, saya yang dulunya tidak suka menulis, sekarang sangat mencintai dunia itu. Bu, buku tentang teknik menulis yang Ibu berikan sangat membantu dalam mengasah kemampuan saya
TEKS 2
Aku sangat meridukanmu, Vin. Rindu dengan semua kehidupan dan kebiasaan di desa. Juga sangat rindu dengan teman-teman semua yang ada di sana. Saking kangennya, aku jadi bermimpi bahwa semalam kita bermain bersama. Oh iya, kini aku sudah diterima di SMA Siliwangi. Aku berhasil bersaing dengan ratusan bahkan ribuan pendaftar yang lain, loh. Aku belajar dengan sangat giat untuk itu. Hasilnya, tidaklah sia-sia, aku berhasil diterima di sekolah yang dulu kita bilang sangat bagus itu.
Vin, kamu juga harus belajar dengan sangat giat agar hidupmu diberi kemudahan. Jangan lupa pula untuk berdoa supaya cita-citamu dikabulkan. Kamu harus tetap semangat, ya. Yakinlah, aku senantiasa mendoakanmu dari sini. Aku akan tunggu kamu di sini.
Perbedaan isi kedua cuplikan surat pribadi tersebut adalah ...
TEKS 1
mengungkapkan kerinduan
TEKS 2
mengungkapkan kebahagiaan
TEKS 1
mengungkapkan pesan untuk teman
TEKS 2
mengungkapkan pesan untuk guru
TEKS 1
memberikan nasihat
TEKS 2
menyampaikan informasi
TEKS 1
menyampaikan ucapan terima kasih
TEKS 2
memberikan doa dan semangat
Teks 1
Bu, saya sekarang bersekolah di SMA Siliwangi. Saya juga masih mengingat apa yang Ibu katakan dulu saat di sekolah, “Jika kita punya keinginan, kita harus mengejarnya sampai dapat!”. Hal itu terus memotivasi saya sampai sekarang. Dua minggu lagi saya akan mengikuti babak final lomba menulis karya ilmiah yang diadakan oleh Universitas Pajajaran. Untuk itu, saya minta doa Ibu supaya saya bisa memberikan yang terbaik.
Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih atas kerja keras Ibu mengajariku menulis. Berkat itu semua, saya yang dulunya tidak suka menulis, sekarang sangat mencintai dunia itu. Bu, buku tentang teknik menulis yang Ibu berikan sangat membantu dalam mengasah kemampuan saya
TEKS 2
Aku sangat meridukanmu, Vin. Rindu dengan semua kehidupan dan kebiasaan di desa. Juga sangat rindu dengan teman-teman semua yang ada di sana. Saking kangennya, aku jadi bermimpi bahwa semalam kita bermain bersama. Oh iya, kini aku sudah diterima di SMA Siliwangi. Aku berhasil bersaing dengan ratusan bahkan ribuan pendaftar yang lain, loh. Aku belajar dengan sangat giat untuk itu. Hasilnya, tidaklah sia-sia, aku berhasil diterima di sekolah yang dulu kita bilang sangat bagus itu.
Vin, kamu juga harus belajar dengan sangat giat agar hidupmu diberi kemudahan. Jangan lupa pula untuk berdoa supaya cita-citamu dikabulkan. Kamu harus tetap semangat, ya. Yakinlah, aku senantiasa mendoakanmu dari sini. Aku akan tunggu kamu di sini.
Persamaan penggunaan bahasa yang digunakan kedua cuplikan surat pribadi tersebut adalah ....
menggunakan bahasa formal
terdapat pribahasa
terdapat kata-kata asing
menggunakan ungkapan perasaan
1. Mohon doa Ayah dan Ibu agar aku bisa lulus dengan predikat yang memuaskan
2. Bu Vivi, cita-cita saya menjadi pendidik sudah terwujud, yaitu menjadi guru di SMP Wiralodra
3. Atas perhatian dan kerja sama Bapak, saya menyampaikan terima kasih
4. Sahabatku yang baik, semua yang saya miliki sekarang ini tidak lepas dari bantuan dan doamu
Kalimat yang berisi kata yang bersinonim ditandai nomor ...
1
2
3
4
Penulisan alamat tujuan surat yang tepat ditandai nomor ..
1
2
3
4
(1) Akhir tahun ini Nanda tidak bisa pulang, Bu. (2) Hal ini disebabkan ada proyek di Kalimantan. (3) Nanda mohon maaf tidak bisa menemani Ibu pergi berlibur ke rumah nenek di Sukabumi. (4) Tapi, Ibu jangan khawatir. (5) Setelah proyek ini Nanda akan mendapatkan cuti panjang.
Kata keterangan tempat pada cuplikan surat tersebut ditandai nomor ...
(1) dan (2)
(2) dan (3)
(3) dan (4)
(4) dan (5)
TEKS 1
Minuman beralkohol tidak baik bagi tubuh. Minuman tersebut dapat meningkatkan risiko terserangnya penyakit kanker dan stroke. Minuman beralkohol juga menyebabkan kerusakan pada jantung dan sel-sel otak. Lebih dari itu, zat- zat yang terkandung dalam minuman itu menyebabkan toksin bagi tubuh
TEKS 2
“Ika, mari kita sama-sama berjuang. Oma akan berjuang melawan penyakit Oma. Kamu pun berjuang untuk menyesuaikan diri di Jakarta. Datanglah ke sini kapan saja kamu mau bicara dengan Oma!” kata Oma Nani.
Ika menghapus air matanya. Beban beratnya sudah hilang.
Perbedaan jenis dan isi kedua teks tersebut yang tepat adalah ...
TEKS 1
teks nonfiksi, memaparkan ilmu pengetahuan
TEKS 2
teks fiksi, berisi gagasan bersifat fiktif imajinatif
TEKS 1
teks nonfiksi, mengandung unsur latar, penokohan, dan alur
TEKS 2
teks fiksi, berisi gagasan bersifat logis
TEKS 1
teks fiksi, dikembangkan berdasarkan data-data faktual
TEKS 2
teks nonfiksi, dikembangkan berdasarkan alur cerita
TEKS 1
teks fiksi, berisi gagasan bersifat fiktif imajinatif
TEKS 2
teks nonfiksi, memaparkan informasi ilmiah
TEKS 1
Minuman beralkohol tidak baik bagi tubuh. Minuman tersebut dapat meningkatkan risiko terserangnya penyakit kanker dan stroke. Minuman beralkohol juga menyebabkan kerusakan pada jantung dan sel-sel otak. Lebih dari itu, zat- zat yang terkandung dalam minuman itu menyebabkan toksin bagi tubuh
TEKS 2
“Ika, mari kita sama-sama berjuang. Oma akan berjuang melawan penyakit Oma. Kamu pun berjuang untuk menyesuaikan diri di Jakarta. Datanglah ke sini kapan saja kamu mau bicara dengan Oma!” kata Oma Nani.
Ika menghapus air matanya. Beban beratnya sudah hilang.
Perbedaan penggunaan bahasa kedua teks tersebut adalah ...
TEKS 1
pada umumnya lebih banyak menggunakan kata kias
TEKS 2
pada umumnya lebih banyak menggunakan kata lugas
TEKS 1
sering menggunakan kalimat percakapan
TEKS 2
jarang sekali menggunakan gaya bahasa
TEKS 1
sering menggunakan bahasa formal
TEKS 2
sering menggunakan bahasa percakapan
TEKS 1
sering menggunakan gaya bahasa
TEKS 2
sering menggunakan bahasa formal
Puisi berikut ini yang termasuk pantun adalah ....
Oh, Tuhan
Biar aku menjadi embunmu
Memancarkan terangmu
Sampai aku lenyap olehnya
Anak nelayan menagkap pari
Sampan karam melanggar karang
Amatlah malan nasibku ini
Ayah tiada ibu pun berpulang
Perteguh jua alat perahumu
Hasilkan bekal air dan kayu
Dayung pengasuh taruh di situ
Supaya laju perahumu itu
Baik ditanam batang padi
jauhnya tampang anak pisang
Halau sepi dalam rimba
Adakah penyayasang orang ini
Dengan ilmu engkau terjaga
Dari suramnya waktu dan masa
Cemerlang akan senantiasa
Menyinari dirimu di masa dewasa
Puisi di atas berbentuk ...
Pantun
Gurindam
Syair
Puisi baru
Puisi rakyat dibagi menjeadi 3 macam yaitu...
Puisi, prosa, drama
Pantun, puisi, prosa
Puisi, gurindam, pantun
Pantun, gurindam, syair
Puisi rakyat yang terdiri dari 4 baris, bersajak a-a-a-a, dan semua baris adalah isi di sebut sebagai..
Pantun
Gurindam
Syair
Puisi lama
Jika hendak mengenal orang berbangsa
lihat kepada budi dan bahasa
jika hendak mengenal orang yang berbahagia
sangat memeliharakan yang sia-sia.
Puisi rakyat di atas di sebut sebagai..
Pantun
Gurindam
Puisi
Syair
