WorksheetsUnsur pembangun puisi
Total questions: 20
Worksheet time: 19mins
Senja yang pilu
Membuat hari kian membiru
Langit tampak keruh
Mengantar kepergianmu pahlawanku
Imaji yang terkandung pada larik ketiga adalah ....
imaji taktil
imaji auditif
imaji visual
imaji rabaan
Burung dara jantan yang nakal
Yang sejak dulu kau piara
Kini terbang dan telah menemui jodohnya
Ia telah meninggalkan kandang yang kau buatkan
Dalam puisi tersebut kata kandang menjadi simbol rumah.
Kata kandang dalam puisi tersebut bermakna ….
Rumah
Kampung halaman
Tempat tinggal yang terpisah
Negeri asing
Kita saksikan zat asam
didesak asam arang
dan karbon dioksid itu
menggilas paru-paru
Kita saksikan
Gunung memompa abu
Abu membawa batu
Batu membawa lindu
Lindu membawa longsor
Longsor membawa air
Air membawa banjir
Banjir membawa air
air
Majas yang terkandung pada bait tersebut adalah ....
Hiperbola
Personifikasi
Litotes
Simile
Setiap kali bertemu, gadis kecil berkaleng kecil
Senyummu terlalu kekal untuk kenal duka
Tengadah padaku, pada bulan merah jambu
Tapi kotaku jadi hilang, tanpa jiwa
Gadis kecil yang dibicarakan pada puisi tersebut yaitu ....
gadis yang membawa kaleng
seorang anak kecil
seorang gadis pengemis
gadis yang selalu tersenyum
ANAK YANG ANGKUH
Betapa dinginnya air sungai
Dinginnya! Dinginnya!
Betapa dinginnya daging duka
Yang membaluti tulang-tulangku
. . . .
Karya W.S. Rendra
Imaji/citraan yang terkandung dalam penggalan puisi tersebut adalah...
Penglihatan
Perabaan
Penciuman
Pendengaran
Perhatikan penggalan puisi berikut!
Sajak putih
Karya : Chairil Anwar
Bersandar pada tari warna pelangi
Kau depanku bertudung sutra senja
Di hitam matamu kembang mawar dan melati
Harum rambutmu mengalun bergelut senda
Diksi yang ditumbulkan dari kata “warna pelangi” dalam puisi tersebut adalah....
gambaran hati seoarang pemuda yang sedang senang
pada sore hari
bola matanya yang indah
indahnya menjalani kehidupan
Sepuluh November
Saat itu
Api yang membakar dadamu
Mengukuhkan semangat juangmu
Saat ini
Meskipun jasmanimu cacat
Jiwamu, pahlawan
Memihak yang benar
Semangat yang benar
Semangat itu bergemuruh di dada
Di hati para pemuda
Makna kata yang dicetak tebal dalam puisi di atas adalah . . . .
semangat
zat yang panas
suara
perjuangan
Sebuah jendela kaca membentang dunia lama
dalam suram dari murung senja
bersama ketukan jari hujan
dan di hati bangkit kemanisan
yang berakhir negeri sendiri
yang lalu tak kan surut lagi
Amanat yang terkandung dalam kutipan puisi di atas adalah . . . .
Jangan suka bermain air
Janganlah terlalu memikirkan masa lalu
Janganlah masalah di simpan dalam hati
Janganlah membiarkan jendela terbuka
Bacalah Teks Puisi Berikut dengan Saksama!
Aku lalai di hari pagi
Beta lengah di masa muda
Kini hidup meracun hati
Miskin ilmu miskin harta
(Menyesal, A. Hasyim)
Kata meracun hati pada puisi di atas melambangkan….
kekesalan
kekhwatiran
kelalaian
keteledoran
Bacalah Teks Puisi Berikut dengan Saksama!
Buka matamu dan bangunlah
Dahului matahari dan sinarnya
Bangun dan basuh mukamu dengan wudu
Uraian sajadahmu
Jika tidak, kelak azan kan menamparmu
Karena telinga tulimu
Majas personifikasi terdapat pada baris ....
baris 6
baris 5
baris 4
baris 3
Perhatikan penggalan puisi berikut!
tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu
tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu
........................
Makna konotasi kata “hujan” pada penggalan puisi di atas yaitu ....
air yang turun dari langit
air yang jatuh ke bumi
perbuatan baik
air untuk kehidupan
Rasa yang dialami penulis dalam ungkapan puisi tersebut adalah …
Gembira
Galau
Bimbang
Marah
Bintang kecil
Kau .................... terang
Meski jauh diujung langit
Sinarmu cerah terangi malam
=================================
Kata yang tepat untuk mengisi titik-titik di atas adalah....
mempesona
seperti
bersinar
terbang
Bacalah puisi berikut!
Perpisahan
Akhirnya peluit pun dibunyikan
Buat penghabisan kali kugenggam jarimu
Lewat celah kaca jendela
Lalu perlahan-lahan jarak antar kita
Mengembang jua
Dan tinggallah rel-rel, peron dan lampu
Yang menggigil di angin senja
Puisi tersebut menggunakan majas…
personofikasi
metafora
litotes
asosiasi
manakah larik puisi yang terdapat imaji visual?
hilangkan kelu di lidahku yang tetiba membisu
ketika asaku melayang lalu terhempas ke dasar bumi
ujung penamu menuliskan kisah kita yang tak lagi ada
guratan senja di ujung langit yang menghampiri sendiriku
Di kelam hitam mengepung
.....
Merintih ke langit
Derita hidup mengepung
Larik bermajas personifikasi yang sesuai untuk melengkapi puisi tersebut adalah....
kami kedua menanti
menjerit peluit kereta malam
ratapan pekik melangit
bangkit berlari menumbuhkan kepala
Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut nama-Mu
Biar susah sungguh
Mengigat Kau penuh seluruh
CayaMu panas suci
Tinggal kerlip lilin di kelam sunyi
Tuhanku
Aku hilang bentuk
Remuk
Tuhanku aku mengembara di negara asing
Tuhanku
Di pintu-Mu aku mengetuk
Aku tidak bisa berpaling
Tema yang terdapat dalam kutipan puisi tersebut adalah ....
Kemanusiaan
Ketuhanan
Kerinduan
Keadilan
Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut nama-Mu
Biar susah sungguh
Mengigat Kau penuh seluruh
CayaMu panas suci
Tinggal kerlip lilin di kelam sunyi
Tuhanku
Aku hilang bentuk
Remuk
Tuhanku aku mengembara di negara asing
Tuhanku
Di pintu-Mu aku mengetuk
Aku tidak bisa berpaling
Larik Tinggal kerdip lilin di kelam sunyi menggunakan imaji ...
perabaan dan pendengaran
perasaan dan penglihatan
pendengaran dan perasaan
penglihatan dan pendengaran
Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut nama-Mu
Biar susah sungguh
Mengigat Kau penuh seluruh
CayaMu panas suci
Tinggal kerlip lilin di kelam sunyi
Tuhanku
Aku hilang bentuk
Remuk
Tuhanku aku mengembara di negara asing
Tuhanku
Di pintu-Mu aku mengetuk
Aku tidak bisa berpaling
Amanat yang terdapat dalam puisi “Doa” adalah...
Kita mengingat Tuhan ketika dalam keadaan susah.
Kita harus mengingat Tuhan dalam setiap keadaan.
Tuhan ada di mana-mana.
Mengingat Tuhan adalah kewajiban seorang hamba.
Sajak Putih
Karya Chairil Anwar
Bersandar pada tali warna pelangi
Kau depanku bertudung sutra senja
Di hitam matamu kembang mawar dan melati
Harum rambutmu mengalun bergelut senda
Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba
Meriak muka air kolam jiwa
Dan dalam dadaku memerdu lagu
Menarik menari seluruh aku
Hidup dari hidupku, pintu terbuka
Selama matamu bagiku menengadah
Selama kau darah mengalir dari luka
Antara kita Mati datang tidak membelah.
Imaji auditif (pendengaran) dalam puisi di atas terdapat pada bait ...
kesatu
kedua
ketiga
kesatu dan ketiga
