Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

LITERASI KELAS ATAS

Total questions: 10

Worksheet time: 35mins

Name
Class
Date
1.

Siti dan Udin di Jalan

Siti dan Udin namanya.  Muka mereka penuh debu.

Dengan baju rombengan, mereka menyanyi di tengah kebisingan.

Pagi sampai malam, mereka tersenyum dalam peluh,

menyapa om dan tante, mengharap receh seadanya.

Beribu Siti dan Udin berkeliaran di jalan-jalan,

dengan suara serak dan napas yang sesak oleh polusi.

Kalau hari ini bisa makan, alhamdulillah.

Siti dan Udin tetap berdoa agar mereka bisa sekolah

dan punya rumah berjendela.

Klik pada satu pilihan jawaban!

 Apa permintaan Siti dan Udin dalam doanya? ....

a)

Ingin bersekolah

b)

Ingin bernyanyi

c)

Ingin bekerja

d)

Ingin bertamasya

2.

Ori Si Pemberani

Di penampungan orang utan, si kecil Ori bangun lebih pagi dari biasanya.

“Ayo!” kata Ito. “Saatnya berlatih!”

Ori belajar memanjat, berayun, dan membuat sarang.

Kalau sudah mahir baru Ori boleh bermain ke dalam hutan. Ori giat berlatih. Ito guru yang hebat.

Ito memanjat tinggi. Ori memanjat seperti Ito

Ito berayun cepat. Ori berayun mengikuti.

Tahu-tahu, Ito berayun semakin cepat dan menghilang di antara pepohonan. 

“Kembali Itoooooooo!”

Ori mencari  Ito sampai di ujung lahan penampungan.

Ori belum pernah masuk ke hutan sendirian.

Memberanikan diri, Ori melompat ke pohon berikutnya lalu memanjat lebih tinggi lagi.

Ia berayun secepat mungkin melewati sulur-sulur yang menjuntai.

Sesaat, Ori sudah sangat jauh dari penampungan. Tapi, Ito belum ditemukan.

Ori merasa lapar! Dilihatnya beberapa orang utan menyantap durian.

Mereka mengajak Ori makan bersama.

Hari mulai gelap. Ori bersiap membuat sarang sendiri untuk pertama kalinya.

Di atas pohon, Ori mendapati Ito yang sedang menunggunya.

Setelah hari yang panjang si kecil Ori tertidur nyenyak dan memimpikan petualangannya esok.

 

Kapan Ori akhirnya menemukan Ito di hutan? ....

a)

Saat sedang menyantap durian bersama orang utan lainnya.

b)

Saat akan membangun sarang di atas pohon.

c)

Saat sedang berayun di antara sulur-sulur pohon.

d)

Saat Ori sedang belajar memanjat.

3.

Jentik

“Permisi, boleh kami masuk ke dalam ya, Pak?”

“Boleh kami lihat kamar mandinya, Bu?”         

Pagi itu sekelompok ibu berseragam biru menyapa warga di setiap rumah di Jalan Mustika.

'Ibuuu ... ada pasukan biru!' seru Nuha.

'Oh iya, hari ini minggu pekan kedua ya?' sahut Ibu.

Nuha beranjak ke pintu depan dan membukakan pintu untuk tamu mereka.

Hari Sabtu lalu ia sudah membantu Ayah membersihkan halaman rumah.

Pagi itu bak kamar mandi pun sudah dikuras ibu. Rumah Nuha siap menerima pasukan biru!

'Eh, Nuha!” sapa Mbak Nurul, salah satu petugas berseragam biru itu.

“Halamannya rapih! Wah, ada pohon serai untuk menghalau nyamuk  juga!” Mbak Nurul memuji. 

Ibu mempersilakan mbak Nurul masuk. Mereka pun langsung menuju kamar mandi.

Keluar dari sana, Mbak Nurul mengacungkan ibu jarinya.  Nuha tersenyum. Tak ada kartu kuning hari ini.

'Jangan lupa ikut Gerebek Jentik minggu depan ya, Bu?' pesan mbak Nurul sebelum meninggalkan rumah.

Ibu menganggukkan kepala.

“Apa Gerebek Jentik itu, Bu?” tanya Nuha.

“Oh, itu kerja bakti membersihkan selokan, taman dan lapangan agar tidak ada sarang nyamuk,” jawab Ibu.

“Kita kan mau mencegah demam berdarah atau penyakit dari nyamuk lainnya,” lanjutnya.

Rasanya Nuha tak sabar menunggu minggu depan.

Kamu dapat memilih lebih dari satu jawaban.

Apa yang terjadi jika ada jentik dalam bak mandi rumah Nuha? ....

a)

Rumah Nuha akan mendapat kartu kuning.

b)

Banyak nyamuk yang akan bersarang di rumah Nuha.

c)

Banyak nyamuk yang akan bersarang di rumah Nuha.

4.

Siti dan Udin di Jalan

Siti dan Udin namanya.  Muka mereka penuh debu.

Dengan baju rombengan, mereka menyanyi di tengah kebisingan.

Pagi sampai malam, mereka tersenyum dalam peluh,

menyapa om dan tante, mengharap receh seadanya.

Beribu Siti dan Udin berkeliaran di jalan-jalan,

dengan suara serak dan napas yang sesak oleh polusi.

Kalau hari ini bisa makan, alhamdulillah.

Siti dan Udin tetap berdoa agar mereka bisa sekolah

dan punya rumah berjendela.

Klik pada beberapa pilihan jawaban!

 Dalam sebuah cerita ada yang disebut latar. Latar cerita adalah tempat terjadinya suatu cerita.

Manakah yang merupakan latar cerita Siti dan Udin tersebut?

a)

jalanan

b)

sekolah

c)

masjid

d)

rumah

5.

Jentik

“Permisi, boleh kami masuk ke dalam ya, Pak?”

“Boleh kami lihat kamar mandinya, Bu?”

Pagi itu sekelompok ibu berseragam biru menyapa warga di setiap rumah di Jalan Mustika.

'Ibuuu ... ada pasukan biru!' seru Nuha.

'Oh iya, hari ini minggu pekan kedua ya?' sahut Ibu.

Nuha beranjak ke pintu depan dan membukakan pintu untuk tamu mereka.

Hari Sabtu lalu ia sudah membantu Ayah membersihkan halaman rumah.

Pagi itu bak kamar mandi pun sudah dikuras ibu. Rumah Nuha siap menerima pasukan biru!

'Eh, Nuha!” sapa Mbak Nurul, salah satu petugas berseragam biru itu.

“Halamannya rapih! Wah, ada pohon serai untuk menghalau nyamuk  juga!” Mbak Nurul memuji.

Ibu mempersilakan mbak Nurul masuk.

Mereka pun langsung menuju kamar mandi. Keluar dari sana, Mbak Nurul mengacungkan ibu jarinya.  

Nuha tersenyum. Tak ada kartu kuning hari ini.

'Jangan lupa ikut Gerebek Jentik minggu depan ya, Bu?' pesan mbak Nurul sebelum meninggalkan rumah.

Ibu menganggukkan kepala.

“Apa Gerebek Jentik itu, Bu?” tanya Nuha.

“Oh, itu kerja bakti membersihkan selokan, taman dan lapangan agar tidak ada sarang nyamuk,” jawab Ibu.

“Kita kan mau mencegah demam berdarah atau penyakit dari nyamuk lainnya,” lanjutnya.

Rasanya Nuha tak sabar menunggu minggu depan. 

 

Bagaimana perasaan Nuha saat Mbak Nurul mengacungkan jari jempolnya setelah memeriksa kamar mandi di rumah Nuha?

a)

Sedih, karena terdapat jentik di rumah Nuha.

b)

Senang, karena kamar mandi rumah Nuha bebas jentik.

c)

Terkejut, karena akan ada gerebek jentik.

d)

Heran, karena tim pasukan biru boleh masuk kamar mandi.

6.

Bang Idin Penjaga Lingkungan

Di Jakarta Selatan ada daerah bernama Kali Pesanggrahan. Dulu air kali itu bisa dipakai untuk mandi dan bersih-bersih. Tapi sayangnya banyak yang membuang sampah di sana. Semakin hari kondisinya semakin memprihatinkan.

Melihat kondisi tersebut, Bang Idin kemudian tergerak untuk melakukan sesuatu. Bang Idin lalu membersihkan kali pesanggrahan. Bang Idin juga mengajak orang-orang untuk menanam pohon di sepanjang kali. Agar ketika hujan, air kali tidak meluap dan menyebabkan banjir.

Selama prosesnya, tokoh sederhana yang hanya lulusan dari Sekolah Dasar ini kerap mengalami berbagai kendala dan cobaan yang tidak mudah dilalui. Namun karena konsistensi dan keteguhan hatinya, ia pada akhirnya dapat benar-benar meyakinkan masyarakat untuk melakukan berbagai usaha konservasi lingkungan.

Bang Idin kemudian banyak mendapatkan penghargaan. Salah satunya penghargaan Kalpataru. Penghargaan ini diberikan untuk orang yang berjasa untuk kelestarian lingkungan. Bang Idin membuktikan bahwa siapapun bisa menjadi pahlawan.

Sekarang kali Pesanggrahan sudah bersih. Selain itu, ada juga ribuan pohon buah dan sayuran di pinggiran kali tersebut.

Kamu bisa memilih lebih dari satu jawaban.

Apa saja yang mungkin terjadi dengan Kali Pesanggrahan jika Bang Idin tidak tergerak untuk menjaga kelestarian kali itu? ....

a)

Kali Pesanggrahan akan mengering karena tidak ada resapan air.

b)

Pohon semakin berkurang sementara sampah semakin banyak.

c)

Kali Pesanggrahan akan terjaga secara alami karena tidak terjamah perbuatan manusia.

d)

Air sungai dari Kali Pesanggrahan meluap sehingga bisa menyebabkan banjir.

7.

Senam Poco-Poco

ina sudah siap hari ini. Di sekolahnya akan ada lomba senam poco-poco. Bapak Guru sudah mengajarkan senam ini kepada Tina dan teman-temannya. Pada awalnya, senam poco-poco biasa dilakukan oleh tentara dan polisi setiap pagi.

Senam poco-poco tidak susah. Tina sudah berlatih bersama teman-temannya. Semua sudah menghafal gerakannya.

Tina harus melangkah ke kanan, lalu kembali lagi ke kiri. Setelah itu, Tina harus melangkah ke belakang dan kembali lagi ke depan.

Tina senang bisa ikut lomba senam poco-poco. Senam poco-poco dilakukan oleh beberapa orang secara bersama-sama.

Kamu boleh memilih lebih dari satu jawaban.

Selain tubuh yang sehat dan bugar, apa manfaat senam yang dilakukan secara bersama-sama? ....

a)

Menjaga kekompakan antarteman.

b)

Membuat hati riang gembira.

c)

Menjadi lebih bersemangat.

d)

Menambah pintar dan cerdas.

8.

Apa dampak perilaku tertib dalam mengonsumsi makanan? ....

a)

Sedikit  anak Indonesia yang  kekurangan makanan.

b)

Penyakit busung lapar tidak akan pernah ada di Indonesia.

c)

Orang Indonesia sering membiarkan makanan kadaluarsa.

d)

Menghilangkan 300 kg sampah makanan.

9.

Tips Merawat Buku Kesayangan

Apakah teman-teman senang membeli buku lalu menyimpannya karena suatu saat ingin membacanya lagi? Sayang sekali jika buku yang teman-teman punya dibiarkan begitu saja tanpa merawatnya. Buku bisa saja rusak, dimakan rayap, berdebu, kertasnya menguning, bahkan halaman bukunya terlepas. Untuk itu, buku-buku yang kita punya perlu dirawat dengan baik agar tidak rusak ketika kita ingin membacanya di kemudian hari. Nah, bagaimana caranya?

1. Menyampul Buku

Buku yang baru dibeli diberi sampul plastik yang kedap udara. Kalau bisa sampul plastiknya yang agak tebal agar tidak mudah robek. Periksa buku kamu secara berkala. Jika sampul plastik tadi sudah rapuh dan rusak, kamu bisa menggantinya dengan sampul yang baru.

2. Gunakan Pembatas Buku

Ada saatnya kita tidak bisa selesai membaca buku sekaligus dalam sekali baca. Biasanya kita memberi tanda di halaman terakhir yang dibaca dengan cara melipat ujungnya. Nah, jika kita lipat, buku bisa rusak. Oleh karena itu, gunakanlah pembatas buku yang tipis untuk menandai halaman.

3. Memberi Coretan di Kertas Lain

Mencoret buku juga sebaiknya tidak dilakukan. Kalaupun teman-teman ingin membuat catatan, ataupun menandai bacaan, kutipan menarik pada bacaan, kamu bisa menulisnya di kertas lain dan menempelkannya pada halaman.

4. Hindari Membaca Sambil Makan atau Minum

Sebagian orang sering membaca sambil makan dan minum dengan kondisi tangan yang basah dan masih kotor bekas remahan makanan. Hal ini dapat meninggalkan noda dan membuat buku menjadi kotor.

5. Memberi Kamper di Rak Buku

Jika kita menyimpan dan menyusun buku-buku yang kita punya dalam sebuah rak, jangan lupa, ya, untuk menaruh kamper atau kapur barus di beberapa sudut rak. Ini berguna untuk menjauhkan buku-buku kita dari serangan rayap atau serangga pengganggu lainya dan menghindari bau apak.

Tujuan penulis menuliskan bacaan tersebut adalah …

a)

mengajak kita untuk sering membeli buku

b)

memberitahu pentingnya membaca buku

c)

menginformasikan cara merawat buku

d)

membuat ruangan penyimpanan buku

10.

Bang Idin Penjaga Lingkungan

Di Jakarta Selatan ada daerah bernama Kali Pesanggrahan. Dulu air kali itu bisa dipakai untuk mandi dan bersih-bersih. Tapi sayangnya banyak yang membuang sampah di sana. Semakin hari kondisinya semakin memprihatinkan.

Melihat kondisi tersebut, Bang Idin kemudian tergerak untuk melakukan sesuatu. Bang Idin lalu membersihkan kali pesanggrahan. Bang Idin juga mengajak orang-orang untuk menanam pohon di sepanjang kali. Agar ketika hujan, air kali tidak meluap dan menyebabkan banjir.

Selama prosesnya, tokoh sederhana yang hanya lulusan dari Sekolah Dasar ini kerap mengalami berbagai kendala dan cobaan yang tidak mudah dilalui. Namun karena konsistensi dan keteguhan hatinya, ia pada akhirnya dapat benar-benar meyakinkan masyarakat untuk melakukan berbagai usaha konservasi lingkungan.

Bang Idin kemudian banyak mendapatkan penghargaan. Salah satunya penghargaan Kalpataru. Penghargaan ini diberikan untuk orang yang berjasa untuk kelestarian lingkungan. Bang Idin membuktikan bahwa siapapun bisa menjadi pahlawan.

Sekarang kali Pesanggrahan sudah bersih. Selain itu, ada juga ribuan pohon buah dan sayuran di pinggiran kali tersebut.

Kamu bisa memilih lebih dari satu jawaban.

Apa yang dilakukan Bang Idin untuk melestarikan lingkungan Kali Pesanggrahan? ....

a)

membersihkan sampah

b)

membuat tanggul

c)

menanam pohon

d)

melebarkan sungai