Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Ujian Kompetensi Ahli Ukur Kapal SDP

Total questions: 25

Worksheet time: 19mins

Name
Class
Date
1.

Pada umumnya bahan utama konstruksi dan bangunan kapal terbuat dari baja (steel) atau kayu (wood), namun ada juga bahan utama kapal, selain terbuat dari bahan tersebut yaitu

a)

Fibreglass

b)

Aluminium

c)

Fibreglas, Aluminium, Komposit dan Ferrocement

2.

Bahan utama kapal membawa pengaruh kepada

a)

cara pengambilan data ukuran di kapal

b)

bentuk kapal

c)

jenis kapal

3.

Di dalam gambar ini, huruf manakah yang memberikan pemahaman yang benar tentang “Length Overall”

a)

Length Overall ditunjuukan huruf B pada gambar

b)

Length Overall ditunjuukan huruf A pada gambar

c)

Length Overall ditunjuukan huruf D pada gambar

4.

Di dalam gambar ini, huruf manakah yang memberikan pemahaman yang benar tentang “Breadth”

a)

Breadth ditunjuukan huruf D pada gambar

b)

Breadth ditunjuukan huruf A pada gambar

c)

Breadth ditunjuukan huruf B pada gambar

5.

Volume ruang yang bermanfaat dari suatu Kapal yang merupakan angka bulat tanpa satuan bilangan yang ditentukan berdasarkan Konvensi Pengukuran Kapal 1969 (International Convention on Tonnage Measurement of Ship 1969) dan bukan sebagai alat ukur yang dapat menunjukan jumlah, berat, kapasitas, maupun volume muatan disebut?

a)

Tonase Bersih (Net Tonnage/NT)

b)

Tonase Kotor (Gross Tonnage/GT)

c)

Dead Weight Tonnage (DWT)

6.

Yang disebut dengan Kapal Asing adalah:

a)

Perahu atau kapal yang mengangkut kargo atau juga membawa penumpang untuk disewa.

b)

Kapal yang berbendera selain bendera Indonesia dan tidak dicatat dalam daftar Kapal Indonesia.

c)

Kapal yang memiliki peralatan khusus untuk melakukan pengerukan yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan, baik dari suatu pelabuhan, alur pelayaran, ataupun industri lepas pantai

7.

Metode pengukuran dalam negeri dilakukan untuk pengukuran Kapal dan penentuan Tonase Kapal yang berukuran

a)

Panjang kurang dari 30 m (tiga puluh meter).

b)

Panjang kurang dari 24 m (dua puluh empat meter).

c)

Panjang kurang dari 35 m (tiga puluh lima meter).

8.

Yang tidak termasuk dalam Akurasi ukuran Pengukuran semua volume ruangan Kapal dilaksanakan berdasarkan ketentuan:

a)

diambil hingga mendekati 1 cm (satu centimeter)

b)

volume ruangan dihitung dengan satuan liter

c)

jarak titik bagi dan sepertiga jarak titik bagi dihitung sampai dengan 3 (tiga) angka di belakang koma

9.

Yang tidak menyebabkan Surat Ukur dinyatakan tidak berlaku apabila Kapal tidak dipergunakan lagi karena:

a)

terbakar

b)

tenggelam

c)

dijual

10.

Surat Ukur harus diterbitkan Surat Ukur baru apabila Kapal mengalami:

a)

perubahan jumlah penumpang

b)

perubahan awak kapal

c)

perubahan kepemilikan kapal

11.

Cara pengambilan ukuran dibawah geladak bagi kapal dengan bahan utama terbuat dari logam/fibreglass dan bagi kapal dengan bahan utama selain logam/fibreglass adalah:

a)

caranya sama

b)

caranya berbeda

c)

tergantung ahli ukur kapal

12.

Pengambilan data ukuran dibawah geladak bagi kapal dengan bahan utama dari logam/ fibreglass dilakukan :

a)

sampai kulit lambung bagian luar

b)

sampai kulit lambung bagian dalam

c)

sampai sisi dalam konstruksi web frame

13.

linggi kapal (stern) terletak di bagian

a)

tengah-tengah kapal

b)

bawah kapal

c)

buritan kapal

14.

Pengukuran kapal-kapal Indonesia saat ini, dilaksanakan berdasarkan konvensi :

a)

Oslo 1947

b)

Oslo 1947 yang diamandemen tahun 1965.

c)

TMS 1969

15.

TMS 1969 diberlakukan terhadap

a)

kapal perang

b)

kapal yang panjangnya kurang dari 24 meter

c)

kapal dengan panjang 24 meter atau lebih

16.

Lengkung geladak (Camber) adalah lengkungan geladak

a)

melintang kapal

b)

membujur kapal

c)

pada kapal yang tidak mempunyai geladak

17.

Lengkung geladak (Sheer) adalah lengkung geladak

a)

membujur kapal

b)

melintang kapal

c)

pada kapal yang tidak mempunyai geladak

18.

Faktor  (f)  bagi  kapal  dengan  bentuk  dasar  rata,  secara  umum  digunakan  bagi  kapal tongkang adalah

a)

1

b)

0,85

c)

0,70

19.

Nilai Tonase Kotor/Gross Tonnage (GT) di dalam penerapan metode pengukuran dalam negeri, diperoleh dengan menggunakan rumus :

a)

GT = K1    x  V

b)

GT = 30%  x  NT

c)

GT = 0,25 x V

20.

Nilai  (NT)  adalah  angka  bulat  dan  tidak  boleh  kurang  dari  30%  dari  nilai  GT, membulatkannya dengan cara :

a)

dibulatkan ke atas

b)

dibulatkan ke bawah, jika angka pertama dibelakang koma adalah angka 4 atau kurang.

c)

dengan mengabaikan angka dibelakang koma.

21.

Surat Ukur diterbitkan bagi :

a)

semua kapal yang telah diukur

b)

kapal dengan Tonase Kotor (GT) 7 atau lebih

c)

kapal yang dilengkapi dengan mesin

22.

Panjang  bukaan  bagi  sebuah  bangunan/ruangan  yang  memenuhi  persyaratan  sebagai bangunan/ruangan terbuka adalah :

a)

setengah dari lebar bangunan

b)

dua kali lebar bangunan

c)

justifikasi dari pengukur kapal

23.

Tinggi  bukaan  bagi  sebuah  bangunan/ruangan yang  memenuhi  persyaratan  sebagai bangunan/ruangan terbuka adalah :

a)

h  =  H/3

b)

H  =  0,75

c)

h = H/3 atau 0,75 m, yang mana saja yang lebih besar

24.

Biaya-biaya yang timbul dalam kegiatan pengoperasian kapal berpedoman kepada :

a)

Tonase Kotor/Gross Tonnage (GT) kapal

b)

DWT kapal

c)

Tonase Bersih/Net Tonnage (NT) kapal

25.

Dokumen kapal adalah

a)

Semua surat-surat yang harus ada di atas kapal

b)

Semua surat-surat kapal.

c)

Surat-surat yang tidak harus ada di kapal.