NEW
Font size
WorksheetsQUIZ KMB_D3KEP
Total questions: 20
Worksheet time: 20mins
Seorang laki- laki umur 60 Tahun dirawat di Ruang Penyakit dalam keluhan nyeri dada kiri. Hasil pengkajian pasien mengatakan nyeri menyebar ke area kengan, leher, dan punggung, skala nyeri 7 (0-10), sesak; pasien tampak sesak, berkeringat dan cemas.TD 180/100 mmHg, frekuensi nadi 110 x/ menit, frekuensi napas 28 x/ menit, suhu 36,7 C. Hasil pemeriksaan EKG menunjukan ST elevasi lead II,III,Avf.
Apakah tindakan pertama yang harus dilakukan pada kasus diatas?
Memberikan oksigen
Memberikan terapi Nitrat
Berkolaborasi pemberian analgetik
Memberikan posisi semi fowler
Seorang Perempuan umur 55 Tahun dirawat di Rumah Sakit dengan diagnosa gagal jantung . Pasien mengeluh sesak,nyeri dada, mudah lelah, dan palpitasi. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan pasien tampak pucat, Nadi teraba lemah, CRT 2 detik, suara jantung S3.TD 160/100 mmHg, frekuensi nadi 108 x/ menit, frekuensi napas , hasil pemeriksaan EKG menunjukan adanya aritmia, Nilai Ejection Friction 37%.
Pertanyaan soal
Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut?
Nyeri akut
Intoleransi aktifitas
Pola napas tidak efektif
Penurunan curah jantung
Seorang perempuan umur 55 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan diagnosa medis Hipertensi. Hasil pengkajian Pasien mengeluh pusing, serasa berputar, dan mual. TD 190/100 mmHg, frekuensi nadi 104 x/ menit, frekuensi napas 22 x/ menit, suhu 37,2 C. Keluarga pasien mengatakan pasien suka makan dengan ikan asin.
Pertanyaan soal
Apakah intervensi keperawatan prioritas pada kasus tersebut?
Anjurkan untuk istirahat
Anjurkan posisi semi fowler
Kolaborasi terapi antihipertensi
Berikan pendidikan kesehatan tentang diet hipertensi
Seorang perempuan umur 50 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan keluhan nyeri dada kiri. Hasil pengkajian, nyeri menyebar ke lengan kiri dan punggung, nyeri tidak membaik dengan istirahat, terasa seperti ditusuk benda tajam, skala nyeri 7(0-10), sesak; pasien tampak berkeringat dan cemas, TD 170/90 mmHg, frekuensi nadi 104 x/ menit, frekuensi napas 20 x/ menit, suhu 37,4 C. Hasil pemeriksaan EKG menunjukan Q Patologis dan ST Elevasi. Pasien diberikan oksigen dengan nasal canule.
Pertanyaan soal
Apakah tindakan selanjutnya pada kasus diatas?
Memberikan aspilet secara oral
Memberikan analgetik secara oral
Memposisikan pasien semi fowler
Memberikan nitrogliserin sublingual
Seorang lak- laki umur 55 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan diagnosis Dekompensasi Kordis. Hasil pengkajian, pasien mengeluh sesak, lelah, dan mual, distensi vena jugularis, asietes, edema ekstremitas atas dan bawah. TD 100/70 mmHg, frekuensi napas 26 x/ menit, frekuensi nadi 104 x/ menit, suhu 36,0C. Hasil pemeriksaan EKG menunjukan ST Elevasi dan T inverted Lead V1-V6
Pertanyaan soal
Apakah intervensi utama pada kasus diatas?
Manajemen energi
Pemantauan tanda vital
Perawatan jantung Acut
Manajemen hypervolemia
Seorang lak- laki umur 50 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan diagnosis CAD. Hasil pengkajian, pasien mengeluh nyeri dada kiri, menyebar ke lengan kiri, dan rahang kiri. Diaporesis, bunyi jantung S3, TD 160/100 mmHg, frekuensi napas 26 x/ menit, frekuensi nadi 106 x/ menit, suhu 36,0C. Perawat melakukan pemasangan EKG. Saat ini telah memasang V2 di Intercosta IV sternum kiri.
Pertanyaan soal
Apakah tindakan selanjutnya pada kasus diatas ?
Memasang elektroda di Intercosta IV midclavikula kiri
Memasang elektroda di intercosta V midclavikula kanan
Memasang elektroda di intercosta V midclavikula kiri
Memasang elektroda di intercosta IV anterior axila
Seorang perempuan umur 30 tahun dirawat di Ruang penyakit dalam dengan keluhan demam tinggi, dan badan terasa lemas..hasil pemeriksaan fisik ditemukan mukosa bibir kering, ada ptekie, TD 110/90 mmHg, frekuensi nadi 88 x/ menit, frekuensi napas 22 x/ menit, suhu 38,5 C. Hasil pemeriksaan penunjang Ht 50 %, Trombosit 40.000//mm3. Perawat sedang memberikan terapi cairan Infus RL. Perawat menusukan jarun IV catheter dengan sudut 20.
Pertanyaan soal
Apakah langkah selanjutnya pada kasus tersebut?
Menarik madrid sedikit
Melakukan fiksasi kupu kupu
Melepaskan jarum dari IV catheter
Memasukan jarum infus lebih dalam menyusuri vena
Seorang perampuan umur 45 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan diagnosa medis Anemia. Hasil pengkajian pasien mengeluh lemas, letih, dan lesu. Konjungtiva anemis. Hasil pemeriksaan laboratorium nilai Hb 7 gr/dl. Pasien direncanakan untuk diberikan transfusi darah. Perawat telah memasang infuse dengan ciran NaCl 0,9% 50 cc. Darah diambil lalu dihangatkan.
Pertanyaan soal
Apakah tindakan selanjutnya pada kasus tersebut?
Menutup klem infus
Mengecek label darah
Mengobservasi pasien
Mamasang transfusi darah
Seorang Laki laki umur 60 tahun dirawat di Ruang penyakit dalam dengan diagnosa medis decompensia kordis . hasil pengkajian pasien mengeluh lemas, kesemutan pada ekstremitas atas, dan sesak, CRT 4 detik, nadi teraba lemah, akral dingin, kulit pucat dan turgor menurun. TD 110/90 mmHg, frekuensi nadi 102 x/ menit, freuensi napas 16 x/ menit, suhu 35,8 C. Hasil pemeriksaan EKG didapatkan Q patologis dan ST elevasi di lead V1-V6.
Pertanyaan soal
Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut?
Hipovolemia
Intoleransi aktifitas
Penurunan curah jantung
Perfusi perifer tidak efektif
Seorang Laki laki umur 60 tahun dirawat di Ruang penyakit dalam dengan diagnosa medis decompensia kordis. Pasien telah dirawat selama 2 minggu, mengatakan telah siap meninggal dan menolak untuk dilakukan tindakan apapun. Hasil pemeriksaan fisik : keadaaan umum pasien menurun, tingkat kesadatan sopor, dan henti jantung nadi tida ada.
Pertanyaan soal
Apakah tindakan yang harus dilakukan pada kasus tersebut?
Memasang defibrilator
Mengecek napas pasien
Melakukan tindakan RJP
Memberikan informasi kepada keluarga pasien
Seorang perempuan umur 30 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan keluhan sesak napas, pasien melakukan hemodialisis 2 hari yang lalu. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan adanya edema ekstremitas bawah, urine output 100 cc/24 jam, TD 160/100 mmHg, frekuensi nadi 90 x/ menit, frekuensi napas 28 x/ menit, suhu 37,2 C
Pertanyaan soal
Apakah pengkajian selanjutnya pada kasus tersebut?
Bunyi napas
Berat badan
Asupan cairan
Distensi kandung kemih
Seorang laki- laki umur 50 tahun dirawat di ruang bedah dengan post TURP. Hasil pengkajian, pasien mengatakan masih nyeri dan tidak nyaman pada perut bagian bawah, TD 140/90 mmHg, frekuensi nadi 88 x/ menit, frekuensi napas 18 x/ menit, suhu 37,8 C. Perawat sedang melakukan prosedur tindakan irigasi kandung kemih. Perawat menghubungkan set cairan irigasi ke keteter urine.
Pertanyaan soal
Apakah langkah selanjutnya pada kasus tersebut?
Klem kateter urin
Kosongkan kantong urin
Atur tetesan cairan irigasi
Disinfeksi area port kateter dengan alKohol swab
Seorang laki- laki umur 45 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan diagnosa medis gagal ginjal kronis. Hasil pengkajian, pasien mengeluh sesak , kulit gatal; edema anasarka, distensi vena jugularis, urine output 200 ml per 24 jam, TD 160/100 mmHg, frekuensi nadi 104x/ menit, frekuensi napas 28 x/ menit, shu 37, 2C, napas bau amoniak.
Pertanyaan soal
Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut?
hipervolemia
Pola napas tidak efektif
Gangguan integritas kulit
Perubahan pola eliminasi
Seorang laki- laki umur 50 tahun dirawat di Raung Bedah dengan keluhan kesulitan berkemih.hasil pengkajian didapatkan distensi kandung kemih. Pasien akan dilakukan pemasangan kateter urine. Setelah dilumasi dengan jelly, kateter dimasukan dengan mudah, tampak urine keluar dan perawat menyambungkan kateter dengan urine bag.
Pertanyaan soal
Apakah tindakan selanjutnya terhadap pasien tersebut?
Menarik pelan selang kateter
Menekan pubis pasien dengan lembut
Menganjurkan pasien relaks dan napas dalam
Menggembungkan balon dengan cairan NaCl 0,9%
Seorang perempuan usia 20 tahun dirawat di Ruang penyakit dalam dengan diagnosis Gagal ginjal terminal. Pasien mengeluh lemah. Nilai ureum serum 40 mg/dl, nilai kretinin 2,2 mg/dl. Pasien telah mendapat terapi oksigen dan diuretik. Dokter memberitahukan pasien harus melakukan dialisis.
Pertanyaan soal
Apakah tindakan pertama yang harus dilakukan perawat pada kasus tersebut?
Melakukan hemodialisa dengan segera
Menjadwalkan untuk dilakukan hemodilisa
Memberitahukan pasien bahwa dialisis harus dilakukan seumur hidup
Mendiskusikan dengan pasien dan keluarga tentang pilihan terapi dialisis
Seorang permpuan usi 60 tahun sedang mendapatkan terapi hemodialisa untuk yang kedua kalinya. Tindakan telah berlangsung selama satu jam. Hasil pengkajian, pasien tampak tertidur, wajah pucat, akral dingin , mukosa bibir kering dan sianosis, nadi teraba lemah. TD 90/70 mmHg, frekuensi nadi 110 x/ menit, frekuensi napas 18 x/ menit, suhu 35,8 C.
Pertanyaan soal
Apakah yang harus dilakukan perawat pada kasus tersebut?
Kolaborasi pemberian heparin
Berikan cairan melalui infus
Hentikan hemodialisis
Posisikan pasien dengan posisi trendelenburg
Seorang laki laki umur 60 tahun dirawat di Ruang bedah dengan diagnosa medis BPH post TURP. Hasil pengkajian pasien mengeluh tidak nyaman pada perut bagian bawah, terpasang dowey cateter , urine tampak keruh, tampak ada stolsel pada kateter dan urine. Pasien direncanakan tindakan irigasi kateter. Perawat telah memakai alat pelindung diri.
Pertanyaan soal
Apakah tindakan selanjutnya pada kasus tersebut ?
Klem kateter urine
sambungkan cairan irigasi dengan keteter urine
Kosongkan kantung urune dan hitung jumlah urine
Buka dan disinfeksi area port kateter dengan alcohol swab
Seorang laki- laki umur 70 tahun datang ke poliklinik THT dengan keluhan nyeri telinga. Pasien mengatakan mengalami penurunan pendengaran pada telinga kiri sejak 5 bulan , sering pusing seperti berputar, . Perawat melakukan pemeriksaan telinga dengan meletakan garputala yang telah digetarkan pada tengah area frontalis kepala pasien.
Pertanyaan soal
Apakah jenis pemeriksaan pada kasus tersebut?
Rinne
Weber
Scwabah
Audiometri
Seorang perempuan usia 25 tahun datang ke poli mata dengan keluhan sakit kepala dam mata pedih. Pasien mengatakan tidak dapat membaca huruf yang berjarak cukup jauh, pasien tampak mengerutkan dahi. Perawat melakukan pemeriksaan visus pasien dengan snellen chart. Pasien tidak bisa membaca huruf pada kartu snellen.
Pertanyaan soal
Apakah tindakan yang tepat pada kasus tersebut?
Pemeriksaan dengan menggerakan tangan pemeriksa
Pemeriksaan dengan menghitung jumlah jari pemeriksa
Pemeriksaan dengan menggerakan jari ke samping pasien
Pemeriksaan dengan menggunakan lampu atau pencahayaan
Seorang perempuan usia 40 tahun dirawat di Raung bedah dengan keluhan nyeri pada mata. Penglihatan kabur, mata tampak merah. Pasien direncanakan untuk mendapat terapi obat tetes mata. Perawat memberikan obat tetes mata pada pasien dengan posisi kepala pasien menengadah dan mata melihat ke atas
Pertanyaan soal
Apakah tindakan selanjutnya pada kasus tersebut?
Memijat area bawah mata
Meminta pasien untuk memejamkan mata
Memijat dengan lembut sudut dalam mata
Meminta pasien untuk terus membuka mata
