wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

FORMATIF AWAL PEMBELAJARAN 2 (NARASI)

Total questions: 10

Worksheet time: 18mins

Name
Class
Date
1.

Dahulu, ada seorang putra raja bernama Si Lundu Nipahu. Ia seharusnya hidup berbahagia sebagai seorang pangeran bersama keluarga di istana. Namun, bencana datang melanda. Pamannya mengadakan kudeta. Ayah Si Lundu terbunuh. Si Lundu juga dikejar-kejar pamannya. Pemuda ini mewarisi cincin kerajaan pewaris tahta. Lundu pun melarikan diri ke hutan.

Amanat yang terkandung dari penggalan cerita di atas adalah….

a)

Tidak boleh saling membunuh

b)

Tidak boleh merebut hak orang lain

c)

Harus lari kencang apabila dikejar

d)

Tidak boleh mengadakan kudeta

2.

Namun, sang anak justru menghabiskan waktunya untuk bermain. Maka, marahlah sang ayah dan dimaki-maki anaknya. Akhirnya, anak itu mengadu kepada ibunya, lalu ibunya memerintahkan agar anaknya pergi naik bukit karena akan terjadi hujan lebat.

Pesan atau amanat yang terdapat dalam penggalan cerita di atas adalah….

a)

Bermain itu harus memberi tahu dulu orang tua

b)

Seorang ibu harus membela anaknya

c)

Ayah dan ibu harus menyayangi anaknya

d)

Jangan banyak bermain karena akan menyebabkan orang tua marah

3.

Legenda Bukit Kelam

Alkisah, di Negeri Sintang, Kalimantan Barat, hiduplah dua orang pemimpin dari keturunan dewa yang memiliki kesaktian tinggi. Akan tetapi, keduanya memiliki sifat yang berbeda. Pemimpin yang pertama bernama sebeji atau dikenal dengan Bujang Beji. Ia memiliki sifat suka merusak, pendengki, dan serakah. Tidak seorang pun yang boleh memiliki ilmu, apalagi melebihi kesaktiannya. Oleh karena itu, ia kurang disukai rakyat.

Seorang lainnya bernama Tumenggung Marubai. Sifatnya justru kebalikan dari sifat Bujang Beji. Ia memiliki sifat suka menolong, berhati mulia, dan rendah hati. Ia disukai oleh para pengikutnya. Kedua pemimpin tersebut memiliki mata pencaharian utama, yaitu menangkap ikan, disamping berladang dan berkebun.

Amanat kutipan legenda tersebut adalah….

a)

Rendah hatilah kepada semua orang

b)

Seimbanglah dalam menjalani kehidupan

c)

Bersikap baiklah jika ingin disukai orang lain

d)

Janganlah suka memperlihatkan kelebihan yang dimiliki

4.

Dakon memasuki ruang duduk, disusul Takado yang menjatuhkan diri ke atas kursi yang telah dianggapnya sebagai miliknya selama ia menginap di kediaman Dakon. Ruangan itu diterangi oleh dua lampu. Walaupun bisa dengan mudah menerangi ruangan dengan cahaya sihir, Dakon lebih menyukai kilau hangat lampu. Ia mengingatkannya kepada ibunya, yang tidak punya talenta sihir dan lebih suka melakukan segalanya “dengan cara kuno”. Ibunya juga yang mendekorasi dan melengkapi ruang duduk. Setelah seorang tamu Sachaka pernah terkesan dengan perpustakaan dan memaksa ayah Dakon untuk menghadiahinya beberapa buku berharga, ibu Dakon memutuskan bahwa tamu-tamu Sachaka sebaiknya dijamu di dalam ruangan yang tampak penuh barang berharga, tapi sesungguhnya hanya berisi pernik-pernik tiruan, palsu, atau murah.

Amanat yang tergambar dalam kutipan cerita imajinasi tersebut adalah….

a)

Kesuksesan harus diraih dengan kerja keras

b)

Bersyukurlah atas kelebihan yang kamu miliki

c)

Hargai pendapat yang dikemukakan sahabatmu

d)

Hargailah seseorang yang mengunjungi rumahmu

5.

“Komo, aku tak bisa menggerakkan kakiku. Rasanya badan ini begitu berat,” keluh Glutto si kucing berbulu emas memelas sembari membaringkan badannya. Ia benar-benar kelelahan.

“Ayo, Kak. Mereka sudah semakin dekat. Kita harus segera berlari,” Komo si kucing berbulu hitam mulai khawatir.

“Aku benar-benar tak sanggup lagi berjalan. Perutku penuh. Badanku lemas,” ucap Glutto lemas.

“Tapi, Kak. Mereka sudah dekat. Jika tidak segera berlari, kita akan habis diserangnya,” Komo semakin cemas. Ia bingung harus bagaimana. Ia ingin segera pergi, tapi tak tega meninggalkan kakaknya seorang diri.

Gerombolan singa semakin dekat. Jumlah mereka sangat banyak. Tampang mereka sangat buas. Dalam hitungan detik jarak mereka tinggal beberapa puluh meter.

“Bagaimana ini, Kak?” Komo ketakutan, “Aku benar-benar takut. Jumlah mereka sangat banyak.”

“Kamu lari saja Komo,” ucap Glutto putus asa, “Tinggalkan aku di sini. Maafkan aku yang bersikap rakus.”

Tema cerita fabel tersebut adalah….

a)

Akibat bersikap rakus

b)

Penyesalan si sombong

c)

Persahabatan yang abadi

d)

Kasih sayang dua saudara

6.

Kelinci Sang Penakluk

Di sebuah hutan hiduplah seekor singa yang ganas. Suatu hari sang singa ganas itu membuat peraturan bahwa dia tidak akan berburu binatang hutan. Sebagai gantinya harus ada binatang di sekelilingnya yang sukarela menjadi mangsanya. Pada hari pertama setelah peraturan itu diberlakukan datanglah seekor kelinci. Sambil terengah-engah kelinci itu minta maaf kepada sang singa yang ganas itu. “Maaf sang raja, saya datang terlambat. Ada singa lain yang tadi memburu saya,” kata si kelinci. Kemudian, singa yang ganas itu mengangguk-anggukkan kepala dan langsung menyahut, “Mana singa yang mengejarmu?” akan kuhabisi dia sekarang juga.” “Ya sang raja, dia ada di dalam sumur itu.” Akhirnya, binatang-binatang itu menjadi lega. Berkat kecerdikan kelinci, sang singa yang ganas itu masuk ke dalam sumur dan tidak ada lagi pemangsa di hutan itu.

Tema yang tidak tepat untuk teks di atas adalah….

a)

Kecerdikan kelinci

b)

Keberanian raja hutan

c)

Keberanian kelinci

d)

Kelinci yang mengalahkan singa

7.

Pikolo memutuskan akan tetap menjadi penyihir, tetapi berpindah-pindah tempat. Jadi, tidak ada orang yang kenal padanya. Ia pun bisa menyihir sesuka hatinya.

Dua minggu berlalu. Suatu malam Pikolo merasa kesepian. Pikolo rindu saat menjadi tukang asah pisau. Ia rindu saling berbagi cerita dengan ibu-ibu pelanggannya.

Ia teringat pesan seorang pemancing yang ditemuinya, “Carilah pekerjaan yang kamu sukai. Hidup kita tidak sampai 100 tahun. Aku suka memancing. Pekerjaan ini tetap kulakukan meski pekerjaan ini sangat membosankan bagi sebagian orang.”

Maka Pikolo pun kembali ke desanya. Ia kembali menjadi tukang asah pisau. Namun, ia tidak meninggalkan pekerjaan sebagai penyihir. Ia tetap menyihir meski hanya pada acara ulang tahun anak-anak. Pikolo senang karena bisa melakukan pekerjaan yang disukainya.

Tema dalam kutipan teks tersebut adalah….

a)

Perjuangan meraih impian

b)

Kesenangan dalam bekerja

c)

Keberhasilan menggapai cita-cita

d)

Kesabaran menghadapi masalah

8.

Baru beberapa langkah tidak jauh di depan, terdengar suara burung menangis. Joko dan Kusno berlari menghampiri. Ternyata, kaki seekor burung terjerat tali milik Joko. Joko dan Kusno mengagumi keindahan bulu burung berwarna biru bercampur warna ema situ. Mereka belum pernah melihat burug seindah ini.

Burung itu ketakutan melihat keduanya. Tangisnya semakin kencang.

“Tolong lepaskan aku, Tuan!”

“Mana mungkin kami melepaskanmu, burung cantik! Bulumu sangat indah. Hargamu pasti sangat mahal,” Kusno tertawa panjang.

Mendengar itu, burung semakin menangis. Air mata bercucuran dari kedua matanya. Joko tidak tega melihatnya.

Kutipan teks tersebut merupakan alur bagian….

a)

Perkenalan

b)

Peredahan konflik

c)

Pemunculan masalah

d)

Konflik memuncak

9.

Jaka Gledek Anak Ajaib

Alkisah, di sebuah desa di lereng lembah Gianti, pada suatu malam lahirlah seorang bayi dari rahim seorang perempuan miskin. Perempuan miskin itu hidup sendirian dan tidak ada warga yang mengetahui bahwa dia sedang hamil. Ketika bayi itu lahir, hujan lebat beserta petir sedang melanda. Tepat pada tengah malam, sang bayi lahir bersamaan dengan petir yang menyambar rumah perempuan itu dan menyebabkan rumah terbakar. Perempuan itu mati terbakar dan secara ajaib, sang bayi berhasil selamat. Ia ditemukan keesokan harinya oleh seorang pengemis tua dan diasuhnya sang bayi tersebut. Bayi itu diberi nama Jaka Gledek untuk mengenang peristwa petir yang menyambar rumahnya.

Jaka Gledek tumbuh sebagai bayi yang nakal dan suka mengganggu temannya. Tubuhnya besar, membuat teman-temannya takut padanya. Ia pun memiliki sebuah kelebihan, yaitu kebal terhadap api. Karena kenakalannya, warga desa tidak menyukainya. Pak RT termasuk warga yang sangat membenci Jaka Gledek karena anaknya sering menjadi korban kenakalan Jaka Gledek. Pak RT bersama para warga mengadakan rapat untuk membahas Jaka Gledek. Mereka sepakat untuk mengusir Jaka Gledek apabila kenakalannya tidak dapat dikendalikan lagi.

Pada suatu malam Jumat, hujan petir kembali melanda desa. Warga takut rumah mereka akan disambar petir. Petir ternyata menyambar beberapa rumah warga, termasuk rumah Pak RT yang akhirnya terbakar. Para warga mengungsi ke tempat yang aman, termasuk Pak RT. Tapi ternyata, anak Pak RT tidak sempat ikut mengungsi karena ia sedang tidur dan pintunya terkunci. Ia tidak sempat menyelamatkan diri. Jaka Gledek yang mengetahui bahwa anak Pak RT yang masih berada di rumah, segera menuju ke rumah Pak RT dan menyelamatkan anak Pak RT. Tanpa takut, ia menerobos rumah yang terbakar dan segera mendobrak kamar anak Pak RT dan menyelamatkannya. Para warga merasa lega dan berterima kasih pada Jaka Gledek terutama Pak RT.

Setelah kejadian itu mereka tidak lagi menganggap Jaka Gledek sebagai anak nakal. Mereka bahu-membahu membantu Jaka Gledek dengan menyekolahkannya agar Jaka Gledek mempunyai pendidikan budi pekerti. Setelah sekolah, Jaka Gledek sadar bahwa kekuatannya seharusnya tidak digunakan untuk berbuat nakal kepada temannya. Justru ia dapat menolong banyak orang dengan kekuatan supernya itu.

Alur teks cerita fantasi di atas menggunakan alur….

a)

Pengenalan – klimaks- muncul masalah

b)

Pengenalan - rangkaian kejadian – klimaks – resolusi

c)

Mulai munculnya masalah - klimaks-resolusi

d)

Pengenalan – resolusi – klimaks - masalah

10.

Pada suatu masa ada seekor kucing yang sangat awas dan sigap. Tikus-tikus takut memperlihatkan dirinya karena takut dimangsa oleh sang kucing, sehingga sang kucing harus mencari akal untuk menangkap mereka.

Suatu hari sang kucing naik ke atas rak. Ia menggantungkan diri dengan satu kakinya pada tali, dengan kepala menghadap ke bawah, seolah-olah telah mati. Saat tikus-tikus melihat posisi kucing seperti itu, mereka menyangka bahwa sang kucing telah melakukan kesalahan. Dengan hati-hati para tikus mengeluarkan kepalanya dari sarang dan mengendus-endus ke sana ke mari. Karena tidak terjadi apa-apa, mereka melompat ke luar dari sarang seraya menari-nari untuk merayakan kebebasan mereka.

Saat itulah sang kucing tiba-tiba melepaskan tali pegangan pada tali, dan sebelum tikus-tikus itu tersadar sang kucing telah menangkap tiga ekor tikus.

Peristiwa yang mengawali fabel di atas adalah….

a)

Kucing berpura-pura mati gantung diri

b)

Ada seekor kucing yang sangat awas dan sigap ketika menangkap tikus

c)

Kucing berhasil mengecoh tikus dan akhirnya berhasil menangkap

d)

Tikus keluar dari sarang dan menari-nari bahagia karena mengira kucing sudah mati