WorksheetsUAS HEMATOLOGI II TLM
Total questions: 20
Worksheet time: 11mins
Seorang TLM melakukan pemeriksaan hitung jumlah eritrosit dengan cara sebagai berikut: Sample darah dihisap dengan pipet Thoma eritrosit sampai tanda 0,5. Kemudian ditambah larutan Hayem sampai tanda 101 dan dihitung menggunakan bilik hitung Improved newbauer. Hasil pemeriksaan tersebut dihitung dalam 5 kotak sedang eritrosit dan didapat jumlah eritrosit sebanyak 750 sel.
Berapakan jumlah eritrosit per mm3 dari sampel tersebut?
7.5 Juta
7 Juta
6.5 Juta
6 Juta
5.5 Juta
Pada pengamatan hapusan darah tepi ditemukan sel dengan ciri-ciri ukuran sel 14 - 20 mm, bentuk sel oval atau bulat, sitoplasma berwarna pink, granularitas sedikit azurofilik, inti berbentuk berlobus (normal kurang dari 5 lobus), tipe kromatin padat dan ratio inti/sitoplasma rendah atau sangat rendah, dan jumlah di darah 50 – 70%.
Apakah jenis sel tersebut?
Basofil
Eosinofil
Monosit
Netrofil Batang
Netrofil Segmen
Pemeriksaan hematokrit dilakukan dengan menggunakan metode mikro. Darah dimasukkan ke dalam mikro kapiler dan salah satu bagian pipa kalier ditutup dengan creatoseal
Hasil pemerikskaan tersebut ditetapkan berdasarkan?
Lamanya waktu yang dibutuhkan untuk sel mengendap
Tingginya plasma dibandingkan dengan tinggi keseluruhan darah
Tinggi plasma yang terbentuk
Lamanya waktu sentrifugasi
Banyaknnya endapan sel eritrosit
Seorang pasien melakukan pemeriksaan hematologi darah lengkap. Ketika dilakukan perhitungan sel lekosit didapatkan 20.000/mm3, nilai Hemoglobin : 7 g/dl, Hematokrit : 30 %, pada saat perhitungan jenis lekosit dengan apus darah ditemukan sel eritrosit berinti sebanyak 23 sel
Apakah yang harus dilakukan oleh TLM pada hasil pemeriksaan pasien tersebut?
Mengambil sampel ulang
Melakukan pewarnaan sediaan yang berbeda
Melakukan koreksi hitung jumlah lekosit
Mengurangi jumlah sel eritrosit pada hasil hitung sel eritrosit
Melaporkan ke penanggungjawab laboratorium
Pemeriksaan LED dengan metode westergren sesuai yang dianjurkan oleh International Committee for Standardization in Hematology. Pengerjaannya menggunakan darah EDTA yang ditambahkan larutan pengencer dengan konsetrasi 0.85%.
Berapakah perbandingan darah dan larutan pengencer yang digunakan?
1 : 4
4 : 1
1 : 2
2 : 1
3 : 4
Pemeriksaan LED dengan metode westergren sesuai yang dianjurkan oleh International Committee for Standardization in Hematology. Pengerjaannya menggunakan darah EDTA yang ditambahkan larutan pengencer dengan konsetrasi 0.85%.
Apa larutan pengencer yang digunakan tersebut?
NaCl
Na-Sitrat
H2O
KCl
NaOH
Seorang pasien datang ke laboratorium klinik dengan membawa formulir pemeriksaan. Pada formulir tersebut terceklis permintaan pemeriksaan darah lengkap. Salah satu pemeriksaan yang dilihat akan digunakan untuk melihat banyaknya hemoglobin dalam satu eritrosit rerata.
Apa pemeriksaan darah lengkap yang digunakan untuk parameter tersebut?
MCV
MCH
MCHC
Hemoglobin
Hitung Eritrosit
Seorang perempuan datang ke laboratorium atas permintaan dokter untuk melakukan pemeriksaan anemia. Hasil diperoleh jumlah eritrosit 5.000.000/µl, kadar hemoglobin 11 gr/dl dan nilai hematokrit 40 vol %.
Berapa pikogram (pg) nilai MCH pada kasus tersebut?
22 pg
23 pg
24 pg
25 pg
26 pg
Seorang fresh graduate TLM pemula ditempatkan di sebuah laboratorium yang baru buka, sore itu dokter meminta pemeriksaan hitung jumlah sel trombosit untuk pasien demam berdarah. Pada kamar hitung dijumpai 200 sel dalam 5 bidang sedang di kamar hitung. Berapa jumlah trombosit sesungguhnya dalam /mm3?
120.000
220.000
200.000
100.000
110.000
Seorang ATLM melakukan pemeriksaan hematologi dengan metode manual menggunakan hemometer, hemositometer & mikrohematokrit, data hasil dari pemeriksaan diperoleh hasil Hb: 6.5 g/dL, Eritrosit: 4.54 juta/µL, HCT: 22.8 %.
Nilai Mean Corposcular Volume (MCV) dalam femtoliter (fL) pada pemeriksaan tersebut adalah?
50.2
14.2
28.4
20.2
36.7
Seorang ATLM melakukan pemeriksaan hematologi dengan metode manual menggunakan hemometer, hemositometer & mikrohematokrit, data hasil dari pemeriksaan diperoleh hasil Hb: 6.5 g/dL, Eritrosit: 4.54 juta/µL, HCT: 22.8 %.
Nilai Mean Corpuscular Hemoglobin (MCH) dalam pikogram (pg) pada pemeriksaan tersebut adalah?
50.2
14.2
28.4
20.2
36.7
Seorang ATLM melakukan pemeriksaan hematologi dengan metode manual menggunakan hemometer, hemositometer & mikrohematokrit, data hasil dari pemeriksaan diperoleh hasil Hb: 6.5 g/dL, Eritrosit: 4.54 juta/µL, HCT: 22.8 %.
Nilai Mean Corpuscular Hemoglobin cONCENTRATION (MCHC) dalam (g/dL) pada pemeriksaan tersebut adalah?
50.2
14.2
28.4
20.2
36.7
Seorang pasien diketahui mengalami anemia dengan hasil pemeriksaan hematologi Hb: 7.5 g/dL, Eritrosit: 2.37 juta/µL, HCT: 25.2 %.
Nilai Mean Corposcular Volume (MCV) dalam femtoliter (fL) pada pemeriksaan tersebut adalah?
106.3
31.6
29.8
63.4
7.0
Seorang pasien diketahui mengalami anemia dengan hasil pemeriksaan hematologi Hb: 7.5 g/dL, Eritrosit: 2.37 juta/µL, HCT: 25.2 %.
Mean Corpuscular Hemoglobin (MCH) dalam pikogram (pg) pada pemeriksaan tersebut adalah?
106.3
31.6
29.8
63.4
7.0
Seorang pasien diketahui mengalami anemia dengan hasil pemeriksaan hematologi Hb: 7.5 g/dL, Eritrosit: 2.37 juta/µL, HCT: 25.2 %.
Nilai Mean Corpuscular Hemoglobin Concentration (MCHC) (g/dL) pada pemeriksaan tersebut adalah?
106.3
31.6
29.8
63.4
7.0
Seorang pasien thalassemia melakukan kunjungan rutin ke Rumah Sakit untuk monitoring, Petugas phlebotomist melakukan pengambilan darah dan mengantarkan sampel ke laboratorium, dari pemeriksaan hematologi rutin didapatkan hasil Hb: 8.8 g/dL, eritrosit 4.01 juta/µL, HCT 27.3 %.
(Nilai Rujukan Indeks Eritrosit MCV: 80-93 fL, MCH: 27-31 pg, MCHC: 32-36 g/dL)
Berdasarkan nilai indeks eritrosit, jenis anemia pada pasien tersebut merupakan anemia?
Mikrositik Normokrom
Mikrositik Hipokrom
Normositik Normokrom
Normositik Hipokrom
Makrositik
1. Seorang pasien thalassemia melakukan kunjungan rutin ke Rumah Sakit untuk monitoring, Petugas phlebotomist melakukan pengambilan darah dan mengantarkan sampel ke laboratorium, dari pemeriksaan hematologi rutin didapatkan hasil Hb: 8.8 g/dL, eritrosit 4.01 juta/µL, HCT 27.3 %.
Pada SADT, diperoleh gambaran eritrosit berikut:
Jenis kelainan morfologi pada eritrosit yang diberi lingkarang adalah?
Tear Drop Cells
Fragmentosit
Macroovalosit
D. Elliptosit
Target Cells
1. Seorang pasien thalassemia melakukan kunjungan rutin ke Rumah Sakit untuk monitoring, Petugas phlebotomist melakukan pengambilan darah dan mengantarkan sampel ke laboratorium, dari pemeriksaan hematologi rutin didapatkan hasil Hb: 8.8 g/dL, eritrosit 4.01 juta/µL, HCT 27.3 %.
Pada SADT, diperoleh gambaran eritrosit berikut:
Jenis kelainan morfologi pada eritrosit yang diberi lingkarang adalah?
Tear Drop Cells
Fragmentosit
Macroovalosit
D. Elliptosit
Target Cells
1. Seorang pasien thalassemia melakukan kunjungan rutin ke Rumah Sakit untuk monitoring, Petugas phlebotomist melakukan pengambilan darah dan mengantarkan sampel ke laboratorium, dari pemeriksaan hematologi rutin didapatkan hasil Hb: 8.8 g/dL, eritrosit 4.01 juta/µL, HCT 27.3 %.
Pada SADT, diperoleh gambaran eritrosit berikut:
Jenis kelainan morfologi pada eritrosit yang diberi lingkarang adalah?
Tear Drop Cells
Fragmentosit
Macroovalosit
D. Elliptosit
Target Cells
1. Pemeriksaan hematokrit dilakukan dengan menggunakan metode mikro. Darah dimasukkan ke dalam mikro kapiler dan salah satu bagian pipa kalier ditutup dengan creatoseal
Hasil pemerikskaan tersebut ditetapkan berdasarkan?
Lamanya waktu yang dibutuhkan untuk sel mengendap
Tingginya plasma dibandingkan dengan tinggi keseluruhan darah
Tinggi plasma yang terbentuk
Lamanya waktu sentrifugasi
Banyaknnya endapan sel eritrosit
