wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Epid13

Total questions: 32

Worksheet time: 40mins

Name
Class
Date
1.

Seorang tenaga gizi bertugas di suatu Puskesmas, pada tahun 2021 melakukan pengukuran TB dan  mencatat umur setiap anak balita, Dari hasil pengolahan diketahui proporsi kejadian pendek adalah sebesar 21,7%. Apa yang tergambar dari kasus tersebut?

a)

frekuensi kejadian

b)

faktor penyebab

c)

Tinggi Badan Anak balita

d)

Umur anak balita

2.

Seorang tenaga gizi bertugas di suatu Puskesmas, pada tahun 2021 melakukan pengukuran TB dan  mencatat umur setiap anak balita di 3 desa. Dari hasil pengolahan diketahui proporsi kejadian pendek di desa A sebesar 18,9%, desa B sebesar 22,4%, desa C sebesar 23.8%. Rata-rata kejadian pendek di tingkat Puskesmas pada tahun yang sama adalah sebesar 21,7%. Apa yang tergambar dari kasus tersebut?

a)

frekuensi kejadian

b)

distribusi kejadian

c)

faktor penyebab

d)

prioritas masalah

e)

bersarnya masalah

3.

Seorang petugas gizi di suatu Puskesmas menyajikan Balita pendek menurut: jenis kelamin laki dan perempuan, menurut umur 0 - 23 bulan dan 24 - 59 bulan untuk mendiskripsikan masalah balita pendek yang ada di puskesmas tersebut. Apa ciri-ciri cara penyajian data tersebut?

a)

orang

b)

tempat

c)

waktu

d)

kejadian

e)

kelompok

4.

Seorang petugas gizi di suatu Puskesmas pada Tahun 2021 mengetahui ada balita pendek di wilayah kerja nya. . Dilakukan pengukuran Tinggi Badan minimal dilakukan 2 kali setiap tahun melalui kegiatan rutin di Posyandu dan selanjutnya dilakukan pengolahan data seperti Tabel di bawah ini. Apa ciri-ciri cara penyajian data tersebut?

a)

orang

b)

tempat

c)

waktu

d)

orang dan tempat

e)

waktu dan kejadian

5.

Seorang petugas gizi di suatu Puskesmas berdasarkan laporan tahun 2017 diketahui ada masalah gizi pada balita meliputi: BB kurang, pendek dan balita kurus. Dilakukan pengukuran melalui kegiatan rutin di Posyandu dan selanjutnya dilakukan pengolahan data selama 4 tahun seperti pada Tabel di bawah ini. Apa ciri-ciri cara penyajian masalah gizi pada balita tersebut?

a)

orang

b)

tempat

c)

waktu

d)

kejadian

e)

kelompok

6.

Petugas gizi di suatu puskesmas akan menyajikan besarnya masalah gizi yang ada di wilayah kerjanya. Apa dua hal pokok yang harus dilakukan  untuk kasus tersebut?

a)

Menentukan masalah kesehatan dan mengelompokkan masalah kesehatan yang ditemukan

b)

Menentukan masalah kesehatan dan mencari penyebaran masalah kesehatan yang ditemukan

c)

Menentukan masalah kesehatan dan melakukan pengukuran atas masalah kesehatan yang ditemukan

d)

Menentukan masalah kesehatan dan mempelajari masalah kesehatan yang ditemukan

e)

Menentukan masalah kesehatan dan membandingkan masalah yang ditemukan menurut wilayah

7.

Seorang petugas gizi di suatu Puskesmas, setelah mengetahui adanya balita pendek di wilayah kerjanya maka dilakukan kunjungan rumah atau pada saat balita pendek tersebut diukur di posyandu dilakukan wawancara untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan anak balitanya sampai pendek.  Apa langkah-langkah yang harus dilakukan?

a)

Merumusakan hipotesa tentang faktor risiko, menarik kesimpulan dan melakukan pengujian terhadap rumusan kesimpulan yang ada

b)

Merumuskan hipotesa tentang faktor risiko, melakukan pengujian terhadap rumusan hipotesa yan telah disusun, dan menarik kesimpulan

c)

Merumuskan hipotesa tentang faktor risiko, melakukan pengumlupulan data , dan menarik kesimpulan

d)

Merumuskan hipotesa tentang faktor risiko, melakukan pengumlupulan data, melakukan pengolahan data menarik kesimpulan

e)

Merumuskan hipotesa tentang faktor risiko, melakukan pengumlupulan dan analisis data , dan menarik kesimpulan

8.

Seorang petugas gizi di suatu Puskesmas menyajikan besaran masalah gizi di wilayah kerjanya menurut wilayah dan tahu kejadian, seperti ditampilkan pada Tabel di bawah ini.  Aspek apakah yang disajikan petugas gizi dari kasus tersebut?

a)

siapa (who), dan dimana (where) masalah kesehatan itu terjadi

b)

siapa (who), dimana (where), dan kenapa (why) masalah kesehatan itu terjadi

c)

siapa (who), dimana (where), dan apabila (when) masalah kesehatan itu terjadi

d)

dimana (where), apabila (when), dan kenapa (why) masalah kesehatan itu terjadi

e)

siapa (who), dimana (where), apabila (when), dan kenapa (why) masalah kesehatan itu terjadi

9.

Seorang petugas gizi merekap hasil penimbangan balita di seluruh posyandu yang ada di wilayah kerjanya. Salah satunya adalah jumlah balita yang disimpulkan naik (N) berat badannya dari seluruh balita yang hadir di posyandu (D) atau N/D. Jika kegiatan pencatan N/D, pengolahan dan penyajian data ini dilaporakan setiap bulan kemudian disajikan dalam 12 bulan akan dapat memberi gambaran tentang perkembangan N/D dari bulan ke bulan dan menjadi bahan evaluasi kegiatan posyandu di masa yang akan datang. Apa manfaat yang tergambar dari kasus tersebut?

a)

Membantu pekerjaan administrasi kesehatan

b)

Membantu menerangkan keadaan suatu masalah kesehatan

c)

Membantu menerangkan perkembangan alamiah suatu penyakit

d)

Membantu menerangkan pentingnya evaluasi kegiatan dilakukan

e)

Membantu menerangkan penyebab suatu masalah kesehatan terjadi

10.

Seorang prtugas gizi di suatu puskesmas untuk mengetahui besarnya masalah gizi yang dihadapi dan penyebaran masalah gzi tersebut ditemukan dimana saja di wilayah kerjanya dan masalah kesehatan serta faktor-faktor yang mempengaruhinya harus melakukan tahapan berikut ini. Salah satu cara dengan cara pengamatan (observasi). Apakah yang berhasil disimpulkan dari hasil pengamatan tersebut?

a)

tahap penyakit dan hubungannya dengan lingkungan

b)

tahap pengukuran dan perhitungan kejadian penyakit

c)

tahap eksperimen alamiah

d)

tahap eksperimental

e)

tahap uji coba

11.

Teknik ini diperkenalkan oleh William Farr yang berhasil membuktikan antara peristiwa kehidupan dengan keadaan kesehatan masyarakat, adanya hubungan antara angka kematian dengan status perkawinan, dan adanya hubungan natara tingkat social ekonomi  dengan tingkat kematianpenduduk. Konsep yang dikembangkan Farr ini mempengaruhi sejarah perkembangan epidemiologi. Temuan William far termasuk dalam tahap apa dalam sejarah perkembangan epidemiologi?

a)

tahap pengamatan

b)

tahap perhitungan

c)

tahap pengkajian

d)

tahap faktor risiko

e)

tahap uji coba

12.

Seorang petugas kesehatan yang bertugas di suatu Puskesmas, Desa A yang menjadi salah satu wilayah kerjanya selama bulan Februari minggu  I ditemukan 25 kasus Malaria, Februari minggu II ditemukan 34 kasus Malaria, sampai Februari minggu IV sudah ditemukan 65 kasus Malaria. Apakah  keadaan yang terjadi di Desa A tersebut?

a)

endemik

b)

epidemik

c)

pandemik

d)

sporadik

e)

insedental

13.

Seorang petugas gizi disuatu Puskesmas merekapitulasi balita pendek yang ada di wilayah kerjanya. Ditemukan balita pendek pada tahun 2018 sebesar 27,5%, tahun 2019  sebesar 28,7%, pada tahun 2020 sebesar 27,9% dan pada tahun 2021 sebesar 27,3%. Apakah keadaan masalah gizi yang tergambar dari kasus tersebut?

a)

endemik

b)

epidemik

c)

pandemik

d)

sporadik

e)

insedental

14.

Seorang petugas gizi di suatu Puskesmas melakukan rekapitulasi terhadap kejadian ibu hamil KEK di wilayah kerjanya. Diketahui pada tahun 2021 proporsi kejadian KEK adalah sebesar 17,3% sedangkan target ibu hamil KEK pada tahun 2021 adalah sebesar 16%. Apakah konsep masalah gizi yang cocok dipergunakan petugas tersebut?

a)

kesenjangan atau GAP

b)

potensi yang menimbulkan kerugian

c)

kesenjangan menurut orang

d)

kesenjangan menurut tempat

e)

kesenjangan menurut waktu

15.

Seorang petugas gizi melakukan pengkajian terhadap kejadian bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) yang terjadi di wilayah kerjanya. DIperoleh fakta bawa ibu hamil KEK proporsi melahirkan bayi BBLR lebih tinggi (60%) dari pada ibu yang tidak mengalami KEK (25%). Apakah konsep masalah gizi yang cocok dipergunakan petugas tersebut?

a)

kesenjangan atau GAP

b)

potensi yang menimbulkan kerugian

c)

kesenjangan menurut orang

d)

kesenjangan menurut tempat

e)

kesenjangan menurut waktu

16.

Seorang petugas gizi melakukan pengkajian status gizi pendek dan sangat pendek pada balita. Pada tahun 2013, status gizi sangat pendek dan pendek pada balita diketahui sebesar 37,2% dibandingkan dengan tahun 2018 terjadi penurunan status gizi pendek dan sangat pendek menjadi sebesar 30,8%. Apakah konsep masalah gizi yang cocok dipergunakan petugas tersebut?

a)

kesenjangan atau GAP

b)

potensi yang menimbulkan kerugian

c)

kesenjangan menurut orang

d)

kesenjangan menurut tempat

e)

kesenjangan menurut waktu

17.

Seorang petugas gizi di suatu Puskesmas mempelajari risiko anemia pada wanita usia subur (WUS). WUS diketahui cenderung menderita anemia dikarenakan wanita mengalami menstruasi setiap bulan, dan fakta lebih dari 50% asupan  protein WUS kurang dari kebutuhan yang dianjurkan. Jumlah WUS diketahui sebanyak 1500 orang, 1000 orang diantaranya asupan zat besinya termasuk katagori kurang, dan dari yang asupan zat besinya kurang 700 diantarnya ditemukan mengalimi anemia dari ringan sampai berat.  Masalah gizi apa yang dihadapai petugas gizi tersebut?

a)

Masalah WUS

b)

Masalah gizi

c)

Masalah anemia gizi di tingkat individu

d)

Masalah anemia gizi di tingkat masyarakat

e)

Masalah gizi di tingkat Kecamatan A

18.

Seorang petugas gizi di suatu Puskesmas mempunyai wilayah kerja 5 kelurahan.  Dari hasil pengumpulan data anemia yang dilakukan pada 4 kelurahan tersebut pada tahun 2020 diketahui kejadian anemia gizi besi di temukan di Kelurahan A sebesar 21%, di Kelurahan B sebesar 5%, di Kelurahan C sebesar 15%, di Kelurahan D sebesar 17%, dan Kelurahan E sebesar 19,9% .  Jika kejadian anemia di bawah atau sama dengan 5% diberi simbul hijau, kejadian anemia antar 5,1% - 10% diberi warna kuring, kejadian anemia antara 15,1% - 20% di beri warna merah. Berapakah sebaran warna merah dari kasus tersebut?

a)

satu kelurahan

b)

dua kelurahan

c)

tiga kelurahan

d)

empat kelurahan

e)

lima kelurahan

19.

Petugas gizi suatu di suatu Puskesmas mengetahui bahwa dari hasil rekapaitulasi masalah gizi yang telah dilakukan selama lima tahun berturut turut rata-rata balita Berat Badan kurang sebesar 17,8%, balita pendek sebesar 27,5% ibu hamil anemia sebesar 30,2%, kejadian KVA pada balita sebesar 0,5%, kejadian GAKI sebesar 5%, kejadian Gizi Lebih sebesar 8%, dan penyakit PTM pada lanjut usia sebesar 11%. Apa masalah gizi yang belum tuntas dihadapi petugas gizi tersebut?

a)

KVA dan GAKI

b)

masalah gizi ganda

c)

Masalah balita dan lanjut usia

d)

PTM dan Gizi Lebih

e)

anemia, pendek dan BB Kurang

20.

Petugas gizi suatu di suatu Puskesmas mengetahui bahwa dari hasil rekapaitulasi masalah gizi yang telah dilakukan selama lima tahun berturut turut rata-rata balita Berat Badan kurang sebesar 17,8%, balita pendek sebesar 27,5% ibu hamil anemia sebesar 30,2%, kejadian KVA pada balita sebesar 0,5%, kejadian GAKI sebesar 5%, kejadian Gizi Lebih sebesar 8%, dan penyakit PTM pada lanjut usia sebesar 11%. Apa masalah gizi yang sudah berhasil terkontrol oleh petugas gizi tersebut?

a)

KVA dan GAKI

b)

masalah gizi ganda

c)

Masalah balita dan lanjut usia

d)

PTM dan Gizi Lebih

e)

anemia, pendek dan BB Kurang

21.

Petugas gizi suatu di suatu Puskesmas mengetahui bahwa dari hasil rekapaitulasi masalah gizi yang telah dilakukan selama lima tahun berturut turut rata-rata balita Berat Badan kurang sebesar 17,8%, balita pendek sebesar 27,5% ibu hamil anemia sebesar 30,2%, kejadian KVA pada balita sebesar 0,5%, kejadian GAKI sebesar 5%, kejadian Gizi Lebih sebesar 8%, dan penyakit PTM pada lanjut usia sebesar 11%. Apa masalah gizi baru dan sifatnya emergensi  yang dihadapi petugas gizi tersebut?

a)

KVA dan GAKI

b)

masalah gizi ganda

c)

Masalah balita dan lanjut usia

d)

PTM dan Gizi Lebih

e)

anemia, pendek dan BB Kurang

22.

Menurut petugas gizi di suatu puskesmas, pendek pada balita merupakan masalah gizi masyarakat di wilayah kerjanya. Berapa persentase kejadian pendek berdasarkan kasus tersebut?

a)

5%

b)

7.5%

c)

10%

d)

15%

e)

20%

23.

Menurut petugas gizi di suatu puskesmas, Berat Badan Kurang  (BB Kurang) pada balita merupakan masalah gizi masyarakat di wilayah kerjanya. Berapa persentase kejadian BB Kurang berdasarkan kasus tersebut?

a)

1%

b)

1.5%

c)

2.5%

d)

5%

e)

10%

24.

Menurut petugas gizi di suatu puskesmas, Balita Kurus (wasting) merupakan masalah gizi masyarakat di wilayah kerjanya. Berapa persentase kejadian balita kurus berdasarkan kasus tersebut?

a)

1%

b)

2%

c)

3%

d)

4%

e)

5%

25.

Petugas gizi di suatu puskesmas, dituntun ikut mensukseskan percepatan penurunan persentase pedek. Salah satu kegiatan priorioritas yang sudah dilakukan adalah pendistribusian 2 kapsul vitamin A pada ibu nifas. Target distribusinya sebesar 85%, dan cakupannya sebesar 80%. Berapa persentase cakupan dari kasus tersebut?

a)

5%

b)

80%

c)

85%

d)

90%

e)

94.1%

26.

Petugas gizi di suatu puskesmas, menemukan masalah gizi yang dihadapi bukan hanya masalah pendek pada balita, juga berat badan kurang dan kurus pada balita. Menurut siklus pemecahan masalah tahapan apa yang harus dilakukan dari kasus tersebut?

a)

menetapkan masalah

b)

merumuskan masalah

c)

menetapkan prioritas masalah

d)

melakukan analisis sebab masalah

e)

mengidentifikasi alternatif pemecahan masalah

27.

Petugas gizi di suatu puskesmas, dituntut mampu menurunkan kejadian pendek di wilayah kerjanya sampai tahun 2024 sebesar 14%. Berdasarkan  kecenderungan penurunan persentase pendek di tingkat nasional dapat turun 2% setiap tahun. Sampai tahun 2021 di wilayah kerjanya persentase kejadian pendek masih sebesar 21%. Aspek apa yang perlu diperhitungkan petugas gizi tersebut mengacu pada kasus tersebut?

a)

Urgensi

b)

keseriusan

c)

pertumbuhan

d)

akibat yang ditimbulkan

e)

perkembangan masalah

28.

Petugas gizi di suatu puskesmas, dituntut mampu menurunkan kejadian pendek di wilayah kerjanya sampai tahun 2024 sebesar 14% sementara kejadian pendek di wilayah kerjanya masih ditemukan sebesar 21%. Berdasarkan  fakta di tingkat nasional maupun international membuktikan bahwa kejadian pendek pada balita dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit tidak menular (PTM) pada 15 tahun atau 20 tahun kemudian di bandingkan dengan balita tidak pendek. Aspek apa yang perlu diperhitungkan petugas gizi tersebut mengacu pada kasus tersebut?

a)

urgensi

b)

keseriusan

c)

pertumbuhan

d)

akibat yang ditimbulkan

e)

perkembangan masalah

29.

Petugas gizi di suatu puskesmas, dituntut mampu menurunkan kejadian pendek di wilayah kerjanya sampai tahun 2024 sebesar 14% sementara kejadian pendek di wilayah kerjanya masih ditemukan sebesar 21%. Tahap analisis sebab tingginya kejadian pendek menjadi faktor kunci yang sangat penting dalam penetapan alternatif pemecahan masalah yang akan dilakukan. Tahap apa yang harus dilakukan pada kasus tersebut?

a)

pernyataan masalah

b)

pembentukan tim pemecah masalah

c)

penentuan penyebab masalah

d)

pengumpulan data penyebab masalah

e)

memilih penyebab yang paling mungkin

30.

Petugas gizi di suatu puskesmas, dituntut mampu menurunkan kejadian pendek di wilayah kerjanya sampai tahun 2024 sebesar 14% sementara kejadian pendek di wilayah kerjanya masih ditemukan sebesar 21%. Petugas gizi memanfaatkan tahapan siklus pemecahan masalah untuk memecahkan masalah balita pendek di wilayah kerjanya. Pemanfaatan data sangat penting peranannya dalam siklus pemecahan masalah. Pada tahap apa yang membutuhkan dukungan data pada kasus tersebut?

a)

identifikasi masalah

b)

penentuan penyebab masalah

c)

penentuan alternatif pemecahan masalah

d)

penetapan pemecahan masalah

e)

penerapan pemecahan masalah terpilih

31.

Petugas gizi di suatu puskesmas, dituntut mampu menurunkan kejadian pendek di wilayah kerjanya sampai tahun 2024 sebesar 14% sementara kejadian pendek di wilayah kerjanya masih ditemukan sebesar 21%. Petugas gizi memanfaatkan tahapan siklus pemecahan masalah untuk memecahkan masalah balita pendek di wilayah kerjanya. Pada tahapan identifikasi penyebab masalah harus mampu mengidentifikasi akar masalah (root cause). Apa tahapan harus dilakukan sebelum teridentifikasinya root couse dari kasus tersebut?

a)

prioritas masalah

b)

identifikasi kemungkinan root couse

c)

penentuan alternatif pemecahan masalah

d)

penetapan pemecahan masalah

e)

penerapan pemecahan masalah terpilih

32.

Petugas gizi di suatu puskesmas, dituntut mampu menurunkan kejadian pendek di wilayah kerjanya sampai tahun 2024 sebesar 14% sementara kejadian pendek di wilayah kerjanya masih ditemukan sebesar 21%. Petugas gizi memanfaatkan tahapan siklus pemecahan masalah untuk memecahkan masalah balita pendek di wilayah kerjanya. Pada tahapan identifikasi penyebab masalah harus mampu mengidentifikasi akar masalah (root cause). Seluruh root couse yang disepakati dalam Tim harus dimasukkan ke dalam diagram tulang ikan. Apa yang tertulis di kepala ikan dari diagram tulang ikan pada kasus tersebut?

a)

pendek

b)

balita pendek

c)

balita pendek 21%

d)

balita pendek 21% di Puskesmas A

e)

Balita pendek 21% di puskesmas A tahun 2021