NEW
Font size
WorksheetsUH 1 KD 3.1 SEJ INA 12 Ancaman Disintegrasi Bangsa
Total questions: 10
Worksheet time: 49mins
Pemberontakan partai komunis Indonesia (PKI) Madiun 1948.
Pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) Pemberontakan ini terjadi di Madiun pada 18 September 1948. Pemberontakan yang dipimpin oleh Muso dan Amir Sjarifuddin ini memiliki tujuan utama yaitu mendirikan Negara Soviet Indonesia yang memiliki ideologi komunis. Terdapat faktor lain yang melatar belakangi peristiwa ini, antara lain: Jatuhnya Kabinet Amir Sjaridufin akibat ditandatanganinya perjanjian Renville yang merugikan Indonesia Amir Sjarifuddin dan Muso yang memiliki cita-cita untuk menyebarkan komunisme di Indonesia Propaganda kekecewaan terhadap perdana menteri yaitu Kabinet Hatta akibat programnya untuk mengembalikan 100 ribu tentara menjadi rakyat biasa dengan alasan untuk menghemat biaya. Menyadari bahwa PKI berbahaya bagi negara, akhirnya pemerintah melakukan beberapa upaya untuk membubarkan PKI, seperti dengan meminta rakyat Indonesia untuk memilih Soekarno-Hatta atau Muso-Amir. Sudirman memerintahkan Gatot Subroto di Jawa Tengah dan Sungkono di Jawa Timur untuk menjalankan operasi penumpasan yang dibantu oleh para santri. PKI akhirnya dapat dibubarkan setelah dua pemimpinnya akhirnya gugur. Selain itu, beberapa petinggi PKI seperti D.N. Aidit dan Lukman melarikan diri ke Tiongkok dan Vietnam.
Pelajaran hidup yang dapat diambil dan diterapkan untuk kita saat ini dari peristiwa tersebut yaitu ...
Komunis sesuai dengan kepribadian atau kultur bangsa
Komunis tidak sesuai dengan kepribadian atau kultur bangsa
Tidak berpegang teguh pada ajaran Pancasila dan mempraktekkannya dalam kehidupan sehari - hari
Berpegang teguh pada ajaran bukan Pancasila dan mempraktekkannya dalam kehidupan sehari - hari
Pemberontakan Gerakan Darul
Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) di Jawa Barat .
Pemberontakan ini dipimpin oleh Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo pada 7 Agustus 1949. Pemberontakan Darul Islam/ Tentara Islam Indonesia diawali dengan didirikannya Negara Islam Indonesia (NII). Tujuan dari pemberontakan ini adalah untuk menggantikan Pancasila sebagai dasar negara dengan syariat Islam. Namun gerakannya ternyata bertentangan dengan ajaran Islam yang sebenarnya. Saat terjadi pemberontakan ini, banyak terjadi perusakan dan pembakaran rumah warga hingga penganiayaan terhadap penduduk. Hingga akkhirnya Kartosuwiryo dan para pengikutnya ditangkap pada 4 Juni 1962.
Pelajaran hidup yang dapat diambil dan diterapkan untuk kita saat ini dari peristiwa tersebut yaitu ...
Fanatik buta terhadap agama
Ikuti gerakan radikalisme
Intoleransi antar umat beragama
Praktekkan Bhinneka Tunggal Ika di kehidupan
Latar belakang gerakan Angkatan Perang
Ratu Adil (APRA)
Gerakan APRA merupakan gerakan yang
berasal dari pihak kolonial Belanda yang
memanfaatkan bangsa Indonesia.
Pada 23 Januari 1950, APRA pimpinan
Kapten Raymond Westerling memulai
gerakannya dengan menyerbu Bandung
dan membuat kekacauan.
Penumpasan gerakan APRA dilakukan
melalui upaya damai dari operasi militer
Pelajaran hidup yang tidak dapat diambil dan diterapkan untuk kita saat ini dari peristiwa tersebut yaitu ...
rasa persatuan dan kesatuan masyarakat indonesia semakin menurun
cerdas dan cermat memilih serta menyeleksi berita
bekerja sama demi tujuan nasional
rasa nasionalisme dan patriotisme bangsa Indonesia
PEMBERONTAKAN ANDI AZIS
DI MAKASSAR.
Akan tetapi, karena desakan Soumokil, pejabat Negara Indonesia Timur, Andi Azis mengingkari
janjinya sehingga ia dianggap sebagai pemberontak. Akhirnya, tanggal 15 April 1950, Andi Azis
menyerahkan diri kepada Letkol Mokoginta. Ia kemudian dibawa ke Jakarta untuk diadili dan dijatuhi
hukuman penjara selama 14 tahun.
Pelajaran hidup yang jangan diambil dan diterapkan untuk kita saat ini dari peristiwa tersebut yaitu ...
rasa persatuan dan kesatuan masyarakat indonesia semakin meningkat
Tidak mudah di manfaatkan dan diadu domba
Perlunya pengawasan dan perhatian bersama
rasa nasionalisme dan patriotisme bangsa Indonesia
Solidaritas antar WNI dalam merusak keutuhan dan eksistensi negara
Pada 12 Februari 1958, Ahmad Husein, Ketua Dewan Banteng, memproklamasikan pendirian PRRI, dengan didukung dua dewan perjuangan
lainnya. Syafruddin Prawiranegara menjadi Perdana Menteri PRRI. Di Sulawesi, Permesta telah berdiri sebelumnya, yakni tanggal 2 Maret 1957.
Permesta menyatakan bahwa mereka tidak bermaksud melawan pemerintah RI, melainkan hanya menginginkan pemerataan kesejahteraan
wilayah timur Indonesia. Ventje Sumual, salah satu tokoh sentral Permesta, menegaskan bahwa tidak ada kata-kata yang merujuk pada upaya
memerdekakan diri. “Permesta bukan pemberontakan, melainkan suatu deklarasi politik,
" tandas Ventje Sumual dikutip dari Tempo (April 2009). Meskipun pembentukan Permesta beriringan dengan PRRI di Sumatera Barat, namun Ventje Sumual menyangkal keterkaitan antara keduanya.
“Tidak ada hubungan apa-apa. Kalau PRRI memang pemberontakan. Tapi Permesta hanyalah suatu program untuk pembangunan Indonesia
Timur,
” elaknya.
Pelajaran hidup yang dapat diambil dan diterapkan untuk kita saat ini dari peristiwa tersebut yaitu PRRI & PERMESTA merasa pemerintah tidak menerapkan Pancasila sila ke ...
1
2
3
4
5
PKI 1948,PKI 1965 (memiliki cita-cita ingin menjadikan Indonesia sebagai negara komunis. ) dan DI/TII (memiliki cita-cita ingin menjadikan Indonesia memakai syariat Agama. ), berikut ini bukan pelajaran hidup yang dapat diambil dan diterapkan untuk kita saat ini dari peristiwa tersebut yaitu ...
Kesadaran Terhadap Pentingnya Integrasi Bangsa
Teladan Para Tokoh Persatuan
Mewujudkan Integrasi Melalui Seni dan Sastra
Teladan Para Tokoh Pemberontak
Pemberontakan APRA, RMS, dan Andi Aziz. merupakan kepentingan yang tertanam dengan kuat pada suatu kelompok.
a) Pemberontakan APRA
Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) dibentuk oleh Kapten Raymond Westerling pada tahun 1949.
b) Peristiwa Andi Aziz
Seperti halnya pemberontakan APRA di Bandung, peristiwa Andi Aziz berawal dari tuntutan Kapten Andi Aziz dan pasukannya yang berasal dari KNIL (pasukan Belanda di Indonesia) terhadap pemerintah Indonesia agar hanya mereka yang dijadikan pasukan APRIS di Negara Indonesia Timur (NIT).
c) Pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS)
Sesuai dengan namanya, pemberontakan RMS dilakukan dengan tujuan memisahkan diri dari Republik Indonesia Serikat dan menggantinya dengan negara sendiri. Diproklamasikan oleh mantan Jaksa Agung Negara Indonesia Timur, Dr. Ch.R.S. Soumokil pada April 1950, RMS didukung oleh mantan pasukan KNIL.
Berikut ini bukan pelajaran hidup yang dapat diambil dan diterapkan untuk kita saat ini dari peristiwa tersebut yaitu ...
Kesadaran Terhadap Pentingnya Integrasi Bangsa
Teladan Para Tokoh Persatuan
Mewujudkan Integrasi Melalui Pemberontakan
Bersatu teguh, Bercerai Runtuh
Konflik dan Pergolakan yang Berkait dengan Sistem Pemerintahan
Munculnya pemberontakan PRRI dan Permesta bermula dari adanya persoalan di dalam tubuh Angkatan Darat, berupa kekecewaan atas minimnya kesejahteraan tentara di Sumatera dan Sulawesi.
Berikut ini bukan upaya pemerintah mewujudkan kesejahteraan masyakarat (sekolah) berkaitan dengan peristiwa tersebut yaitu ...
Pengembangan kreativitas masyarakat sekolah dalam memanfaatkan sumber daya alam dan manusia
Meciptakan program untuk mewujudkan sebuah sekolah dengan masyarakat yang sadar tentang kesehatan, gizi, pola hidup sehat, dan bersih baik jasmani dan rohani
Menata kehidupan masyarakat yang aman, tertib, taat hukum, dan harmonis.
Memperkuat ketahanan sosial dan budaya masyarakat sekolah berdasakan nilai luhur budaya lokal.
Meciptakan program untuk mewujudkan sebuah sekolah dengan masyarakat yang tidak sadar tentang kesehatan, gizi, pola hidup sehat, dan bersih baik jasmani dan rohani
Pemberontakan Gerakan Darul
Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) di Jawa Barat .
Pemberontakan ini dipimpin oleh Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo pada 7 Agustus 1949. Pemberontakan Darul Islam/ Tentara Islam Indonesia diawali dengan didirikannya Negara Islam Indonesia (NII). Tujuan dari pemberontakan ini adalah untuk menggantikan Pancasila sebagai dasar negara dengan syariat Islam. Namun gerakannya ternyata bertentangan dengan ajaran Islam yang sebenarnya. Saat terjadi pemberontakan ini, banyak terjadi perusakan dan pembakaran rumah warga hingga penganiayaan terhadap penduduk. Hingga akkhirnya Kartosuwiryo dan para pengikutnya ditangkap pada 4 Juni 1962.
Perbuatan DI/TII tidak dapat dibenarkan karena melanggar Pancasila khususnya sila ke ...
1
2
3
4
5
Pemberontakan APRA, RMS, dan Andi Aziz. merupakan kepentingan yang tertanam dengan kuat pada suatu kelompok.
Perbuatan APRA, RMS, dan Andi Aziz, tidak dapat dibenarkan karena melanggar Pancasila khususnya sila ke ...
1
2
3
4
5
