NEW
Font size
WorksheetsCNC CODE
Total questions: 40
Worksheet time: 22mins
Kode untuk Memposisikan dengan pergerakan cepat (maks)..?
G0
G1
G2
G3
G4
Kode untuk Pergerakan lurus dengan kecepatan tertentu adalah …?
G0
G1
G2
G3
G4
Kode untuk Gerak melingkar searah jarum jam ..?
G0
G1
G2
G3
G4
Kode untuk Gerak melingkar berlawanan jarum jam …?
G0
G1
G2
G3
G4
Kode untuk Jeda waktu berhenti …?
G0
G1
G2
G3
G4
Kode untuk Perintah pengeboran …?
G82
G83
G84
G85
G86
Kode untuk Perintah pembuatan ulir …?
G82
G83
G84
G32
G86
Kode untuk Perintah Reamer …?
G82
G83
G84
G85
G86
Kode untuk Pemrograman dengan acuan koordinat absolut …?
X,Z
U,W
G93
G94
G95
Kode untuk Pemrograman dengan acuan koordinat incremental …?
X,Z
U,W
Y,Z
G93
G94
Kode untuk Pemrograman siklus gerak rata lurus …?
G90
G91
G92
G93
G94
Kode untuk Program stop Mesin dalam posisi berhenti …?
M0
M1
M2
M3
M4
Kode untuk Optional stop Pilihan posisi berhenti …?
M1
M2
M3
M4
M5
Kode untuk spindle off …?
M2
M3
M4
M5
M6
Kode untuk Putaran spindle searah jarum jam …?
M2
M3
M4
M5
M6
Kode untuk Putaran spindle berlawanan arah jarum jam …?
M4
M5
M6
M7
M8
Kode untuk Putaran spindle berhenti …?
M4
M5
M6
M8
M9
Kode untuk Perintah untuk pergantian tool …?
M3
M4
M5
M6
M9
Kode untuk Semburan pendingin Aktif …?
M3
M4
M5
M6
M8
Kode untuk Semburan pendingin berhenti …?
M5
M6
M7
M8
M9
Kode untuk Akhir program …?
M5
M8
M9
M30
M52
Kode untuk menghidupkan udara bertekanan ... ?
M5
M6
M7
M8
M9
Program untuk pembuatan ulir secara siklus...?
G90
G91
G92
G93
G94
Siklus pengeboran arah Z ... ?
G71
G72
G73
G74
G75
Kecepatan potong konstan ... ?
G92
G94
G96
G97
G98
Kode pemrograman (absolut) untuk tahap finishing pada pembuatan benda kerja seperti gambar berikut, sesudah anda membuat kode program G1 X35 Z-30 F0.1 adalah .......
G3 X67 Z-36 I16 K0
G2 X67 Z-36 I16 K0
G2 X51 Z-36 I16 K0
G2 X51 Z-36 I0 K16
G2 X35 Z-36 I0 K16
Kode pemrograman (absolut) pada pembuatan benda kerja seperti gambar berikut adalah .....
G1 X0 Z-35
G1 X30 Z25
G1 X25 Z-35
G1 X25 Z-30
G1 X25 Z30
Untuk membuat pemrograman R16 yang di mulai dari diameter benda kerja 35 mm, maka program yang digunakan adalah ...
G2 X67 Z-36 R16 F0.1
G2 X51 Z-36 R16 F0.1
G2 X67 Z-20 R16 F0.1
G2 X43 Z-36 R16 F0.1
G2 X67 Z-52 R16 F0.1
Untuk membuat pemrograman R16 yang berakhir di diameter benda kerja 100 mm, maka program G yang digunakan adalah ...
G2 X100 Z-52 F0.1
G1 X100 Z-52 F0.1
G3 X100 Z-36 F0.1
G3 X100 Z-52 F0.1
G3 X100 Z-82 F0.
Apabila gerakan alat potong diinginkan dengan koordinat incremental, maka ditulis ......
G0 X...Z...
G1 U...W....
G0 U...W....F
G0 U...W....
G1 X...Z...F
Kemampuan alat potong menyayat bahan dengan aman pada proses CNC dan menghasilkan tatal dalam satuan panjang/waktu (meter/menit), merupakan pengertian dari ...
Kecepatan Potong (Cutting Speed - CS)
Kecepatan Putaran Mesin (Rotasi Permenit - Rpm)
Kecepatan Pemakanan (Feed - F)
Waktu Proses Pemesinan (Tm)
Kecepatan Keliling (Peripheral operating speed - POS)
Kecepatan pemakanan atau penyayatan pada proses CNC ditentukan dengan mempertimbangkan beberapa faktor diantaranya, kecuali ...
kekerasan bahan
kedalaman penyayatan
kecepatan putaran mesin
bahan alat potong
ketajaman alat potong
Sebuah benda kerja dengan diameter tersebar 46 mm akan dibubut rata menjadi 40 mm dengan kedalaman sekali pemakanan (a) 1.5 mm sepanjang 74 mm, dengan jarak awal pahat 6 mm dan kecepatan pemakanan (F) yang digunakan 25 mm/menit. Berapakah waktu pemesinan yang diperlukan untuk melakukan proses pembubutan tersebut ….
3.0 menit
6.4 menit
3.2 menit
6.6 menit
3.3 menit
Akan dilakukan proses pembubutan rata denga menggunakan mesin CNC, diketahui (D) diameter terbesarnya 50 mm dan akan dijadikan (d) diameter 40 mm. Jika (a) kedalaman sekali pemakanannya 1 mm, maka berapa kali proses pembubutannya ...
2 kali
5 kali
7 kali
9 kali
10 kali
Seorang operator mesin CNC akan melakukan proses pembubutan rata, benda kerja yang semula (D) berdiameter 45 mm akan dijadikan (d) diameter 39 mm. Apabila akan dilakukan 2 kali proses pemakanan, berapakah (a) kedalaman pemakanan yang harus digunakan oleh operator tersebut ...
1 mm
1.5 mm
2 mm
2.5 mm
3 mm
Berapakah (d) diameter akhir setelah dilakukan proses pembubutan dengan mesin CNC dengan (D) diameter benda kerja awal 32 mm, (a) kedalaman sekali pemakanan 2 mm dan dilakukan 2 kali proses pemakanan ...
22 mm
24 mm
26 mm
28 mm
30 mm
Pemrogram (absolut) untuk pekerjaan finishing setelah program G1 X30. Z0. F0.2; dan Z-25.; adalah
G3 X40 Z-30. R5.;
G2 X40 Z-30. R5.;
G2 X40 Z30. R5.;
G3 X40 Z30. R5.;
G3 X40 Z-30. I5. K0.;
Pemrogram (incrimental) untuk pekerjaan finishing setelah program G1 X30. Z0. F0.2; dan Z-25.; adalah
G2 X5. Z-5. R5.;
G2 U5. W-5. R5.;
G3 U5. W-5. R5.;
G2 U5. W5. R5.;
G3 X5. Z-5. R5.;
Pemrogram (absolut) untuk pekerjaan finishing setelah program G0 X40. Z0.; adalah....
G2 X50. Z-5. R5. F0.3;
G3 X60. Z-50. R5. F0.3;
G3 X50. Z-50. R5. F0.3;
G3 X50. Z-5. R5. F0.3;
G2 X50. Z-60. R5. F0.3;
kode program untuk pembubutan memanjang baik bubut lurus
maupun bubut tirus ....
G90
G91
G92
G94
G95
