Font size
WorksheetsSOAL AKM
Total questions: 14
Worksheet time: 11mins
Menerima Rp180 Juta, Politikus PPP Ditahan KPK
Suap Pengalokasian DAK Labuhanbatu Utara
Jakarta, Jawa Pos – Politisi kembali mengisi ruang tahanan KPK. Kemarin (11/11) lembaga antirasuah itu menahan Irgan Chairul Mahfiz sehubungan dengan skandal suap terkait pengalokasian dana alokasi khusus (DAK) Labuhanbatu Utara (Labura) tahun 2017 dan 2018.
Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar, menjelaskan penyidikan tersangka Irgan yang merupakan mantan wakil ketua Komisi IX DPR dilakukan sejak 17 April lalu. Dalam perkara tersebut, KPK juga menetapkan Bupati Labura, Kharuddin Syah Sitorus, sebagai tersangka.
Pada Selasa (10/11) KPK telah menahan Kharuddin.
Perkara itu merupakan pengembangan skandal suap terkait usulan dana perimbangan keuangan daerah di RAPBN Perubahan 2018 yang diawali OTT 4 Mei 2018. “Di proses penyidikan dan mencermati fakta-fakta yang berkembang sehingga ditemukan dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan pihak lain,” kata Lili dalam konferensi pers di gedung KPK kemarin.
Selain Irgan dan Kharuddin, KPK sebelumnya telah menyeret sejumlah pihak yang terlibat dalam skandal suap dana perimbangan tersebut. Di antaranya Amin Santono (anggota DPR 2014—2019), Eka Kamaluddin (swasta), Yaya Purnomo (pegawai Ditjen Perimbangan Kementerian Keuangan), Ahmad Ghiast (swasta), Sukiman (anggota DPR 2014—2019), Natan Pasomba (Plt Kadis PU Pegunungan Arfak), dan Budi Budiman (Walikota Tasikmalaya).
Selain Walikota Tasikmalaya, nama-nama yang terlibat dalam skandal suap tersebut telah menjalani persidangan dan divonis bersalah oleh majelis hakim. Sementara itu, Budi Budiman saat ini masih menjalani proses penyidikan dan ditahan di Rutan KPK terhitung sejak 25 Oktober. Lili menerangkan, keterlibatan Irgan dalam perkara tersebut berawal dari DAK Labura Rp49 miliar yang dibagi menjadi dua bagian. Untuk pelayanan kesehatan dasar Rp19 miliar dan pelayanan kesehatan rujukan RSUD Aek Kanopan Rp30 miliar. Namun, rencana itu belum ada di Kementerian Keuangan karena belum disetujui Kementerian Kesehatan. “Karena ada kesalahan input data,” ungkapnya.
Singkat cerita, pegawai Kemenkeu, Yaya Purnomo, yang dimintai tolong untuk menyelesaikan masalah tersebut berkoordinasi dengan Wakil Bendahara Umum PPP, Puji Shuartono. Puji lantas meminta Irgan mengupayakan pembahasan DAK Labura di desk Kemenkes. Setelah pembahasan terjadi, Puji meminta Yaya mentransfer uang ke Irgan.
Pertama, uang yang ditransfer ke rekening politikus PPP tersebut Rp20 juta. Selanjutnya Rp80 juta. Selain itu, Irgan menerima dana dari setor tunai Rp80 juta. Dengan demikian, total uang yang masuk ke rekening Irgan terkait pembahasan DAK Labura sebesar Rp180 juta. “KPK akan terus mengembangan perkara hingga seluruh pelaku yang terlibat bertanggungjawab,” tegas Lili. (tyo/c9/fal) Koran Jawa Pos, 12 November 2020.
Kata bercetak miring pada paragraf pertama berarti…
Anti Korupsi
Sorry Bang Jago
Sorogan
Korupsi
Suap
Menerima Rp180 Juta, Politikus PPP Ditahan KPK
Suap Pengalokasian DAK Labuhanbatu Utara
Jakarta, Jawa Pos – Politisi kembali mengisi ruang tahanan KPK. Kemarin (11/11) lembaga antirasuah itu menahan Irgan Chairul Mahfiz sehubungan dengan skandal suap terkait pengalokasian dana alokasi khusus (DAK) Labuhanbatu Utara (Labura) tahun 2017 dan 2018.
Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar, menjelaskan penyidikan tersangka Irgan yang merupakan mantan wakil ketua Komisi IX DPR dilakukan sejak 17 April lalu. Dalam perkara tersebut, KPK juga menetapkan Bupati Labura, Kharuddin Syah Sitorus, sebagai tersangka.
Pada Selasa (10/11) KPK telah menahan Kharuddin.
Perkara itu merupakan pengembangan skandal suap terkait usulan dana perimbangan keuangan daerah di RAPBN Perubahan 2018 yang diawali OTT 4 Mei 2018. “Di proses penyidikan dan mencermati fakta-fakta yang berkembang sehingga ditemukan dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan pihak lain,” kata Lili dalam konferensi pers di gedung KPK kemarin.
Selain Irgan dan Kharuddin, KPK sebelumnya telah menyeret sejumlah pihak yang terlibat dalam skandal suap dana perimbangan tersebut. Di antaranya Amin Santono (anggota DPR 2014—2019), Eka Kamaluddin (swasta), Yaya Purnomo (pegawai Ditjen Perimbangan Kementerian Keuangan), Ahmad Ghiast (swasta), Sukiman (anggota DPR 2014—2019), Natan Pasomba (Plt Kadis PU Pegunungan Arfak), dan Budi Budiman (Walikota Tasikmalaya).
Selain Walikota Tasikmalaya, nama-nama yang terlibat dalam skandal suap tersebut telah menjalani persidangan dan divonis bersalah oleh majelis hakim. Sementara itu, Budi Budiman saat ini masih menjalani proses penyidikan dan ditahan di Rutan KPK terhitung sejak 25 Oktober. Lili menerangkan, keterlibatan Irgan dalam perkara tersebut berawal dari DAK Labura Rp49 miliar yang dibagi menjadi dua bagian. Untuk pelayanan kesehatan dasar Rp19 miliar dan pelayanan kesehatan rujukan RSUD Aek Kanopan Rp30 miliar. Namun, rencana itu belum ada di Kementerian Keuangan karena belum disetujui Kementerian Kesehatan. “Karena ada kesalahan input data,” ungkapnya.
Singkat cerita, pegawai Kemenkeu, Yaya Purnomo, yang dimintai tolong untuk menyelesaikan masalah tersebut berkoordinasi dengan Wakil Bendahara Umum PPP, Puji Shuartono. Puji lantas meminta Irgan mengupayakan pembahasan DAK Labura di desk Kemenkes. Setelah pembahasan terjadi, Puji meminta Yaya mentransfer uang ke Irgan.
Pertama, uang yang ditransfer ke rekening politikus PPP tersebut Rp20 juta. Selanjutnya Rp80 juta. Selain itu, Irgan menerima dana dari setor tunai Rp80 juta. Dengan demikian, total uang yang masuk ke rekening Irgan terkait pembahasan DAK Labura sebesar Rp180 juta. “KPK akan terus mengembangan perkara hingga seluruh pelaku yang terlibat bertanggungjawab,” tegas Lili. (tyo/c9/fal) Koran Jawa Pos, 12 November 2020.
Kata bercetak miring pada paragraf pertama berarti…
(a)
Apakah tujuan melakukan pemanasan sebelum mendaki gunung?
Meregangkan otot-otot agar kinerja otot dan tulang lebih baik
Mengantisipasi agar tidak mengalami kelelahan otot dan tulang
Menghindari cedera tangan dan kaki pada saat mencapai puncak gunung
Menghindari cedera tangan dan kaki pada saat mencapai puncak gunung
Menumbuhkan semangat dan kekompakan dengan kelompok
Mengapa kita perlu memilih waktu untuk mendaki?
Karena untuk memperhitungkan dengan siapa saja kita akan mendaki
Karena kita perlu menata jadwal agar tidak bersamaan dengan acara lain
Karena setiap cuaca maupun musim memerlukan peralatan yang berbeda
Karena salah memilih waktu mendaki akan membuat kita tersesat
Karena kita perlu izin khusus dari pengelola agar tidak berjubel
Mengapa sebelum mendaki kita perlu memberi tahu keluarga atau orang terdekat?
Keluarga bisa segera meminta bantuan jika belum kembali sesuai jadwal
Jika kita memberi tahu, kita akan diberi tambahan bekal maupun uang saku
Jika tidak memberi tahu, keluarga akan khawatir sepanjang waktu
Agar keluarga dapat membantu menyiapkan perbekalan yang akan dibawa
Agar keluarga memberikan izin sehingga saat mendaki pikiran kita tenang
Perginya Seorang Sahabat
Karya: Agus Yulianto
Aku dan Anton sudah janjian usai pulang sekolah akan mentraktirnya sebab minggu lalu ia sudah mentraktirku. Aku dan Anton sudah bersahabat sejak duduk di bangku SMP meski tidak satu kampung. Anton anak dari keluarga yang mapan. Ayahnya pengusaha pabrik sepatu, sedangkan ibunya memiliki butik. Uang lima ribu rupiah bagi Anton tidak ada apa-apanya. Kadang aku malu ketika jajan selalu ia yang bayar.
Sedangkan diriku hanyalah seorang anak yang dilahirkan dari keluarga serba kekurangan. Aku sudah tidak memiliki ibu dan ayah. Aku tinggal bersama paman yang bekerja sebagai buruh serabutan. Pamanku tidak memiliki seorang anak, ia memperlakukanku seperti anaknya sendiri.
“Setelah lulus nanti kamu mau kuliah?” aku membuka percakapan sore itu.
“Ayah memintaku untuk melanjutkan kuliah di Jakarta,” jawab Anton sambil mengunyah baksonya.
Aku hanya bisa membayangkan seandainya memiliki seorang ayah yang begitu peduli pada anaknya. Betapa bahagianya aku.
“Kalau kamu, Ndi?”
“Kemungkinan aku akan bekerja di pabrik,” jawabku singkat sambil mata ini menatap sebuah foto keluarga Kang Iman di dinding yang terlihat bahagia. Aku sekali lagi hanya bisa membayangkan. Betapa bahagianya ketika memiliki keluarga yang utuh.
“Kenapa kamu tidak kuliah? Padahal kamu selalu juara kelas,” tanya Anton sambil menatap mataku.
Sebenarnya aku tidak perlu menjelaskan alasan untuk tidak kuliah. Sebenarnya kamu paham kondisiku saat ini. Untuk membuat lega hatimu maka akan ku jawab pertanyaanmu yang membuat sesak dadaku ini.
Aku dan Anton segera berlalu dari warung bakso. Terlihat dari seberang jalan seorang lelaki yang terlihat masih muda dan berdasi melambaikan tangan ke arah kami. Ternyata lelaki itu adalah ayahnya Anton. Ia dijemput dengan sebuah mobil. Sekali lagi aku hanya bisa membayangkan. Anton pulang bersama ayahnya sedangkan aku menunggu angkutan yang tak kunjung tiba.
***
Pagi sekali aku sudah berada di sekolah karena ada tugas matematika yang belum selesai aku kerjakan tadi malam. Aku bergegas menuju ruang kelas XI Akuntansi. Segera aku buka lembaran tugas yang belum terselesaikan. Di saat aku sedang mengerjakan tiba-tiba suara Arnol mengagetkanku. Wajahnya terlihat pucat seperti orang ketakutan.
“Andi, Apa kamu sudah dengar kabar Anton?” nada suaranya terbata-bata. Terlihat di sudut matanya ada sebuah genangan air.
“Maksudmu kabar tentang apa?” jawabku pelan berusaha menenangkannya.
“A...an..ton,” wajahnya tak berani menatapku. Menunduk sambil kedua tangannya memegang erat tanganku yang sudah mulai berkeringat dingin.
“Kenapa dengan Anton?” Suaraku mendesak penuh dengan rasa penasaran. Jantungku sudah mulai berdetak tak beraturan.
“Barusan tadi aku melihat Anton kecelakaan di perempatan jalan mau ke arah sekolah,” Suara Arnol goyah. Aku terdiam sesaat pikiranku melayang tak karuan.
“Terus kondisi Anton saat ini,” Aku pun terus mendesak Arnol agar menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Arnol seketika memelukku erat sambil menangis.
Pagi ini yang seharusnya menjadi pagi yang indah bagiku. Ternyata menjadi pagi yang berkabung. Sahabatku Anton telah pergi untuk selamanya. Aku sungguh terpukul mendengar kabar itu. Aku tak tahu harus bagaimana. Baru kemarin sore makan bakso bersama. Tentu saja kabar ini membuatku syok. Teringat tatapan matanya ketika sore itu sangat tajam. Aku tak sadar kalau itu merupakan tatapan terakhirya. Anton sampai kapan pun kau adalah sahabat terbaikku. Aku janji setelah lulus nanti aku akan kuliah seperti yang kau sarankan waktu sore itu.
Sumber teks: Minggu Pagi, 21 Juni 2021
Sumber gambar: gubukgambar.blogspot.com
Bagaimana watak tokoh Anton pada cerita pada teks tersebut? Jawaban Boleh Lebih dari Satu!
Peduli pada teman
Anak yang penurut
Bercita-cita tinggi
mengharap balas budi
cengeng dan manja
Perginya Seorang Sahabat
Karya: Agus Yulianto
Aku dan Anton sudah janjian usai pulang sekolah akan mentraktirnya sebab minggu lalu ia sudah mentraktirku. Aku dan Anton sudah bersahabat sejak duduk di bangku SMP meski tidak satu kampung. Anton anak dari keluarga yang mapan. Ayahnya pengusaha pabrik sepatu, sedangkan ibunya memiliki butik. Uang lima ribu rupiah bagi Anton tidak ada apa-apanya. Kadang aku malu ketika jajan selalu ia yang bayar.
Sedangkan diriku hanyalah seorang anak yang dilahirkan dari keluarga serba kekurangan. Aku sudah tidak memiliki ibu dan ayah. Aku tinggal bersama paman yang bekerja sebagai buruh serabutan. Pamanku tidak memiliki seorang anak, ia memperlakukanku seperti anaknya sendiri.
“Setelah lulus nanti kamu mau kuliah?” aku membuka percakapan sore itu.
“Ayah memintaku untuk melanjutkan kuliah di Jakarta,” jawab Anton sambil mengunyah baksonya.
Aku hanya bisa membayangkan seandainya memiliki seorang ayah yang begitu peduli pada anaknya. Betapa bahagianya aku.
“Kalau kamu, Ndi?”
“Kemungkinan aku akan bekerja di pabrik,” jawabku singkat sambil mata ini menatap sebuah foto keluarga Kang Iman di dinding yang terlihat bahagia. Aku sekali lagi hanya bisa membayangkan. Betapa bahagianya ketika memiliki keluarga yang utuh.
“Kenapa kamu tidak kuliah? Padahal kamu selalu juara kelas,” tanya Anton sambil menatap mataku.
Sebenarnya aku tidak perlu menjelaskan alasan untuk tidak kuliah. Sebenarnya kamu paham kondisiku saat ini. Untuk membuat lega hatimu maka akan ku jawab pertanyaanmu yang membuat sesak dadaku ini.
Aku dan Anton segera berlalu dari warung bakso. Terlihat dari seberang jalan seorang lelaki yang terlihat masih muda dan berdasi melambaikan tangan ke arah kami. Ternyata lelaki itu adalah ayahnya Anton. Ia dijemput dengan sebuah mobil. Sekali lagi aku hanya bisa membayangkan. Anton pulang bersama ayahnya sedangkan aku menunggu angkutan yang tak kunjung tiba.
***
Pagi sekali aku sudah berada di sekolah karena ada tugas matematika yang belum selesai aku kerjakan tadi malam. Aku bergegas menuju ruang kelas XI Akuntansi. Segera aku buka lembaran tugas yang belum terselesaikan. Di saat aku sedang mengerjakan tiba-tiba suara Arnol mengagetkanku. Wajahnya terlihat pucat seperti orang ketakutan.
“Andi, Apa kamu sudah dengar kabar Anton?” nada suaranya terbata-bata. Terlihat di sudut matanya ada sebuah genangan air.
“Maksudmu kabar tentang apa?” jawabku pelan berusaha menenangkannya.
“A...an..ton,” wajahnya tak berani menatapku. Menunduk sambil kedua tangannya memegang erat tanganku yang sudah mulai berkeringat dingin.
“Kenapa dengan Anton?” Suaraku mendesak penuh dengan rasa penasaran. Jantungku sudah mulai berdetak tak beraturan.
“Barusan tadi aku melihat Anton kecelakaan di perempatan jalan mau ke arah sekolah,” Suara Arnol goyah. Aku terdiam sesaat pikiranku melayang tak karuan.
“Terus kondisi Anton saat ini,” Aku pun terus mendesak Arnol agar menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Arnol seketika memelukku erat sambil menangis.
Pagi ini yang seharusnya menjadi pagi yang indah bagiku. Ternyata menjadi pagi yang berkabung. Sahabatku Anton telah pergi untuk selamanya. Aku sungguh terpukul mendengar kabar itu. Aku tak tahu harus bagaimana. Baru kemarin sore makan bakso bersama. Tentu saja kabar ini membuatku syok. Teringat tatapan matanya ketika sore itu sangat tajam. Aku tak sadar kalau itu merupakan tatapan terakhirya. Anton sampai kapan pun kau adalah sahabat terbaikku. Aku janji setelah lulus nanti aku akan kuliah seperti yang kau sarankan waktu sore itu.
Sumber teks: Minggu Pagi, 21 Juni 2021
Sumber gambar: gubukgambar.blogspot.com
Bagaimana watak tokoh Anton pada cerita pada teks tersebut? Jawaban Boleh Lebih dari Satu!
Peduli pada teman
Anak yang penurut
Bercita-cita tinggi
mengharap balas budi
cengeng dan manja
Perginya Seorang Sahabat
Karya: Agus Yulianto
Aku dan Anton sudah janjian usai pulang sekolah akan mentraktirnya sebab minggu lalu ia sudah mentraktirku. Aku dan Anton sudah bersahabat sejak duduk di bangku SMP meski tidak satu kampung. Anton anak dari keluarga yang mapan. Ayahnya pengusaha pabrik sepatu, sedangkan ibunya memiliki butik. Uang lima ribu rupiah bagi Anton tidak ada apa-apanya. Kadang aku malu ketika jajan selalu ia yang bayar.
Sedangkan diriku hanyalah seorang anak yang dilahirkan dari keluarga serba kekurangan. Aku sudah tidak memiliki ibu dan ayah. Aku tinggal bersama paman yang bekerja sebagai buruh serabutan. Pamanku tidak memiliki seorang anak, ia memperlakukanku seperti anaknya sendiri.
“Setelah lulus nanti kamu mau kuliah?” aku membuka percakapan sore itu.
“Ayah memintaku untuk melanjutkan kuliah di Jakarta,” jawab Anton sambil mengunyah baksonya.
Aku hanya bisa membayangkan seandainya memiliki seorang ayah yang begitu peduli pada anaknya. Betapa bahagianya aku.
“Kalau kamu, Ndi?”
“Kemungkinan aku akan bekerja di pabrik,” jawabku singkat sambil mata ini menatap sebuah foto keluarga Kang Iman di dinding yang terlihat bahagia. Aku sekali lagi hanya bisa membayangkan. Betapa bahagianya ketika memiliki keluarga yang utuh.
“Kenapa kamu tidak kuliah? Padahal kamu selalu juara kelas,” tanya Anton sambil menatap mataku.
Sebenarnya aku tidak perlu menjelaskan alasan untuk tidak kuliah. Sebenarnya kamu paham kondisiku saat ini. Untuk membuat lega hatimu maka akan ku jawab pertanyaanmu yang membuat sesak dadaku ini.
Aku dan Anton segera berlalu dari warung bakso. Terlihat dari seberang jalan seorang lelaki yang terlihat masih muda dan berdasi melambaikan tangan ke arah kami. Ternyata lelaki itu adalah ayahnya Anton. Ia dijemput dengan sebuah mobil. Sekali lagi aku hanya bisa membayangkan. Anton pulang bersama ayahnya sedangkan aku menunggu angkutan yang tak kunjung tiba.
***
Pagi sekali aku sudah berada di sekolah karena ada tugas matematika yang belum selesai aku kerjakan tadi malam. Aku bergegas menuju ruang kelas XI Akuntansi. Segera aku buka lembaran tugas yang belum terselesaikan. Di saat aku sedang mengerjakan tiba-tiba suara Arnol mengagetkanku. Wajahnya terlihat pucat seperti orang ketakutan.
“Andi, Apa kamu sudah dengar kabar Anton?” nada suaranya terbata-bata. Terlihat di sudut matanya ada sebuah genangan air.
“Maksudmu kabar tentang apa?” jawabku pelan berusaha menenangkannya.
“A...an..ton,” wajahnya tak berani menatapku. Menunduk sambil kedua tangannya memegang erat tanganku yang sudah mulai berkeringat dingin.
“Kenapa dengan Anton?” Suaraku mendesak penuh dengan rasa penasaran. Jantungku sudah mulai berdetak tak beraturan.
“Barusan tadi aku melihat Anton kecelakaan di perempatan jalan mau ke arah sekolah,” Suara Arnol goyah. Aku terdiam sesaat pikiranku melayang tak karuan.
“Terus kondisi Anton saat ini,” Aku pun terus mendesak Arnol agar menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Arnol seketika memelukku erat sambil menangis.
Pagi ini yang seharusnya menjadi pagi yang indah bagiku. Ternyata menjadi pagi yang berkabung. Sahabatku Anton telah pergi untuk selamanya. Aku sungguh terpukul mendengar kabar itu. Aku tak tahu harus bagaimana. Baru kemarin sore makan bakso bersama. Tentu saja kabar ini membuatku syok. Teringat tatapan matanya ketika sore itu sangat tajam. Aku tak sadar kalau itu merupakan tatapan terakhirya. Anton sampai kapan pun kau adalah sahabat terbaikku. Aku janji setelah lulus nanti aku akan kuliah seperti yang kau sarankan waktu sore itu.
Sumber teks: Minggu Pagi, 21 Juni 2021
Sumber gambar: gubukgambar.blogspot.com
Mengapa tokoh Andi dan Arnol pagi itu menangis? Karena Anton meninggal setelah mengalami . . . . .
(a)
Perginya Seorang Sahabat
Karya: Agus Yulianto
Aku dan Anton sudah janjian usai pulang sekolah akan mentraktirnya sebab minggu lalu ia sudah mentraktirku. Aku dan Anton sudah bersahabat sejak duduk di bangku SMP meski tidak satu kampung. Anton anak dari keluarga yang mapan. Ayahnya pengusaha pabrik sepatu, sedangkan ibunya memiliki butik. Uang lima ribu rupiah bagi Anton tidak ada apa-apanya. Kadang aku malu ketika jajan selalu ia yang bayar.
Sedangkan diriku hanyalah seorang anak yang dilahirkan dari keluarga serba kekurangan. Aku sudah tidak memiliki ibu dan ayah. Aku tinggal bersama paman yang bekerja sebagai buruh serabutan. Pamanku tidak memiliki seorang anak, ia memperlakukanku seperti anaknya sendiri.
“Setelah lulus nanti kamu mau kuliah?” aku membuka percakapan sore itu.
“Ayah memintaku untuk melanjutkan kuliah di Jakarta,” jawab Anton sambil mengunyah baksonya.
Aku hanya bisa membayangkan seandainya memiliki seorang ayah yang begitu peduli pada anaknya. Betapa bahagianya aku.
“Kalau kamu, Ndi?”
“Kemungkinan aku akan bekerja di pabrik,” jawabku singkat sambil mata ini menatap sebuah foto keluarga Kang Iman di dinding yang terlihat bahagia. Aku sekali lagi hanya bisa membayangkan. Betapa bahagianya ketika memiliki keluarga yang utuh.
“Kenapa kamu tidak kuliah? Padahal kamu selalu juara kelas,” tanya Anton sambil menatap mataku.
Sebenarnya aku tidak perlu menjelaskan alasan untuk tidak kuliah. Sebenarnya kamu paham kondisiku saat ini. Untuk membuat lega hatimu maka akan ku jawab pertanyaanmu yang membuat sesak dadaku ini.
Aku dan Anton segera berlalu dari warung bakso. Terlihat dari seberang jalan seorang lelaki yang terlihat masih muda dan berdasi melambaikan tangan ke arah kami. Ternyata lelaki itu adalah ayahnya Anton. Ia dijemput dengan sebuah mobil. Sekali lagi aku hanya bisa membayangkan. Anton pulang bersama ayahnya sedangkan aku menunggu angkutan yang tak kunjung tiba.
***
Pagi sekali aku sudah berada di sekolah karena ada tugas matematika yang belum selesai aku kerjakan tadi malam. Aku bergegas menuju ruang kelas XI Akuntansi. Segera aku buka lembaran tugas yang belum terselesaikan. Di saat aku sedang mengerjakan tiba-tiba suara Arnol mengagetkanku. Wajahnya terlihat pucat seperti orang ketakutan.
“Andi, Apa kamu sudah dengar kabar Anton?” nada suaranya terbata-bata. Terlihat di sudut matanya ada sebuah genangan air.
“Maksudmu kabar tentang apa?” jawabku pelan berusaha menenangkannya.
“A...an..ton,” wajahnya tak berani menatapku. Menunduk sambil kedua tangannya memegang erat tanganku yang sudah mulai berkeringat dingin.
“Kenapa dengan Anton?” Suaraku mendesak penuh dengan rasa penasaran. Jantungku sudah mulai berdetak tak beraturan.
“Barusan tadi aku melihat Anton kecelakaan di perempatan jalan mau ke arah sekolah,” Suara Arnol goyah. Aku terdiam sesaat pikiranku melayang tak karuan.
“Terus kondisi Anton saat ini,” Aku pun terus mendesak Arnol agar menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Arnol seketika memelukku erat sambil menangis.
Pagi ini yang seharusnya menjadi pagi yang indah bagiku. Ternyata menjadi pagi yang berkabung. Sahabatku Anton telah pergi untuk selamanya. Aku sungguh terpukul mendengar kabar itu. Aku tak tahu harus bagaimana. Baru kemarin sore makan bakso bersama. Tentu saja kabar ini membuatku syok. Teringat tatapan matanya ketika sore itu sangat tajam. Aku tak sadar kalau itu merupakan tatapan terakhirya. Anton sampai kapan pun kau adalah sahabat terbaikku. Aku janji setelah lulus nanti aku akan kuliah seperti yang kau sarankan waktu sore itu.
Sumber teks: Minggu Pagi, 21 Juni 2021
Sumber gambar: gubukgambar.blogspot.com
Cerita menjadi menarik karena adanya tokoh-tokoh yang terlibat dengan peran yang berbeda-beda. Siapa tokoh yang berperan penting dalam cerita tersebut? Jawaban boleh lebih dari Satu
Andi
Ayah andi
Anton
Paman ANton
Arnol
Perginya Seorang Sahabat
Karya: Agus Yulianto
Aku dan Anton sudah janjian usai pulang sekolah akan mentraktirnya sebab minggu lalu ia sudah mentraktirku. Aku dan Anton sudah bersahabat sejak duduk di bangku SMP meski tidak satu kampung. Anton anak dari keluarga yang mapan. Ayahnya pengusaha pabrik sepatu, sedangkan ibunya memiliki butik. Uang lima ribu rupiah bagi Anton tidak ada apa-apanya. Kadang aku malu ketika jajan selalu ia yang bayar.
Sedangkan diriku hanyalah seorang anak yang dilahirkan dari keluarga serba kekurangan. Aku sudah tidak memiliki ibu dan ayah. Aku tinggal bersama paman yang bekerja sebagai buruh serabutan. Pamanku tidak memiliki seorang anak, ia memperlakukanku seperti anaknya sendiri.
“Setelah lulus nanti kamu mau kuliah?” aku membuka percakapan sore itu.
“Ayah memintaku untuk melanjutkan kuliah di Jakarta,” jawab Anton sambil mengunyah baksonya.
Aku hanya bisa membayangkan seandainya memiliki seorang ayah yang begitu peduli pada anaknya. Betapa bahagianya aku.
“Kalau kamu, Ndi?”
“Kemungkinan aku akan bekerja di pabrik,” jawabku singkat sambil mata ini menatap sebuah foto keluarga Kang Iman di dinding yang terlihat bahagia. Aku sekali lagi hanya bisa membayangkan. Betapa bahagianya ketika memiliki keluarga yang utuh.
“Kenapa kamu tidak kuliah? Padahal kamu selalu juara kelas,” tanya Anton sambil menatap mataku.
Sebenarnya aku tidak perlu menjelaskan alasan untuk tidak kuliah. Sebenarnya kamu paham kondisiku saat ini. Untuk membuat lega hatimu maka akan ku jawab pertanyaanmu yang membuat sesak dadaku ini.
Aku dan Anton segera berlalu dari warung bakso. Terlihat dari seberang jalan seorang lelaki yang terlihat masih muda dan berdasi melambaikan tangan ke arah kami. Ternyata lelaki itu adalah ayahnya Anton. Ia dijemput dengan sebuah mobil. Sekali lagi aku hanya bisa membayangkan. Anton pulang bersama ayahnya sedangkan aku menunggu angkutan yang tak kunjung tiba.
***
Pagi sekali aku sudah berada di sekolah karena ada tugas matematika yang belum selesai aku kerjakan tadi malam. Aku bergegas menuju ruang kelas XI Akuntansi. Segera aku buka lembaran tugas yang belum terselesaikan. Di saat aku sedang mengerjakan tiba-tiba suara Arnol mengagetkanku. Wajahnya terlihat pucat seperti orang ketakutan.
“Andi, Apa kamu sudah dengar kabar Anton?” nada suaranya terbata-bata. Terlihat di sudut matanya ada sebuah genangan air.
“Maksudmu kabar tentang apa?” jawabku pelan berusaha menenangkannya.
“A...an..ton,” wajahnya tak berani menatapku. Menunduk sambil kedua tangannya memegang erat tanganku yang sudah mulai berkeringat dingin.
“Kenapa dengan Anton?” Suaraku mendesak penuh dengan rasa penasaran. Jantungku sudah mulai berdetak tak beraturan.
“Barusan tadi aku melihat Anton kecelakaan di perempatan jalan mau ke arah sekolah,” Suara Arnol goyah. Aku terdiam sesaat pikiranku melayang tak karuan.
“Terus kondisi Anton saat ini,” Aku pun terus mendesak Arnol agar menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Arnol seketika memelukku erat sambil menangis.
Pagi ini yang seharusnya menjadi pagi yang indah bagiku. Ternyata menjadi pagi yang berkabung. Sahabatku Anton telah pergi untuk selamanya. Aku sungguh terpukul mendengar kabar itu. Aku tak tahu harus bagaimana. Baru kemarin sore makan bakso bersama. Tentu saja kabar ini membuatku syok. Teringat tatapan matanya ketika sore itu sangat tajam. Aku tak sadar kalau itu merupakan tatapan terakhirya. Anton sampai kapan pun kau adalah sahabat terbaikku. Aku janji setelah lulus nanti aku akan kuliah seperti yang kau sarankan waktu sore itu.
Sumber teks: Minggu Pagi, 21 Juni 2021
Sumber gambar: gubukgambar.blogspot.com
Pasangkanlah pernyataan pada lajur kiri dengan pilihan jawaban yangsesuai pada lajur kanan!
siang hari
Latar Waktu
warung Bakso Idola
Latar tempat
menyenangkan
Latar suasana
kehidupan pelajar
Latar sosial
Mobil
Latar alat
BOBBAB Si Pohon Raksana
Pohon Baobab atau Asem Buto layak disebut Pohon Raksasa. Pohon bernama latin Adansonia Digitata tingginya ini mampu mencapai 47 meter dengan lingkar batang mencapai 16 meter. Dengan ukurannya yang raksasa itu African Baobab dianggap sebagai pohon terbesar kedua setelah Redwood.
Meskipun asli Afrika, pohon raksasa African Baobab ternyata tumbuh juga di Indonesia. Berdasarkan survei Trubus, di wilayah Jawa Barat terdapat puluhan pohon baobab yang telah berusia sekitar 160 tahun.
Baobab merupakan nama umum dari tumbuhan anggota genus Adansonia. Genus ini terdiri atas delapan spesies yang 6 di antaranya asli Madagaskar, satu spesies baobab asli Afrika dan satu spesies lagi asli Australia.
Pohon baobab mempunyai tinggi sekitar 5-30 meter, dengan diameter batang sekitar 7-11 meter. Tapi, glencoe baobab, salah satu jenis African Baobab yang ditemukan di Afrika Selatan tingginya mencapai 47 meter, lingkar batangnya hampir 16 meter, dan sebaran daun (dahan) mencapai 37 meter.
Ukurannya yang raksasa sebanding dengan usia pohon ini. Beberapa jenis baobab diduga dapat hidup hingga ribuan tahun, walaupun sulit untuk mengetahui secara tepat usianya karena kulit pohon ini tidak memproduksi kambium seperti kebanyakan pohon berkayu. Pohon raksasa ini dapat tumbuh di daerah panas, hutan kering, daerah berbatu, hingga daerah dengan curah hujan yang rendah.
Raksasa Ukuran Raksasa Manfaat.
Meskipun banyak yang belum mengetahui manfaat pohon baobab, namun diyakini African Baobab ini menyimpan berbagai manfaat. Buah baobab diduga memiliki kandungan vitamin C yang tinggi bahkan hingga enam kali lebih banyak dari jeruk. Kadar kalsium yang dipunyainya diduga lebih tinggi ketimbang susu.
Daun dari pohon yang dikenal sebagai Asem Buto ini dapat dipergunakan untuk bahan lalap atau sayur, dengan kandungan mineral yang sangat tinggi. Kulitnya juga dapat digunakan untuk berbagai keperluan masyarakat, seperti bahan membuat tali, dan pakaian. Selain itu berbagai kandungan zat dalam pohon itu juga dipergunakan sebagai ramuan dalam pengobatan tradisional.
Pohon Baobab di Indonesia.
Pohon baobab (Adansonia Digitata) didapati tumbuh di Indonesia. Walaupun belum diketahui pasti kapan pertama kali Pohon Asem Buto (Baobab Afrika) ini masuk ke Indonesia, namun diduga bibit pohon raksasa ini dibawa oleh pedagang dari Timur Tengah dan Afrika sejalan dengan penyebaran Islam di Indonesia. Berdasarkan survei Trubus di wilayah Jawa Barat, terdapat puluhan pohon baobab yang berusia sekitar 160 tahun.
Melihat ukuran, usia, dan manfaat yang serba raksasa ini, tidak mengherankan jika kemudian Universitas Indonesia (UI), mengonservasi tujuh pohon baobab (direncanakan pohon yang dikonservasi 10 batang) ke dalam lingkungan UI. Tak tanggung-tanggung, usaha pemindahan sebatang pohon baobad menelan biaya hingga seratusan juta.
Konservasi pohon baobab oleh Universitas Indonesia dari beberapa tempat di Jawa Barat bertujuan untuk meneliti berbagai potensi yang dikandung pohon raksasa ini. Selain itu, pemindahan pohon ini diharapkan mampu menyelamatkan pohon baobab di Indonesia dari kepunahan.
Sumber: https://alamendah.org/2010/11/29/pohon-baobab-asem-buto-pohon-raksasa/
Bagaimana ciri khusus yang dimiliki baobab? jawaban boleh lebih dari satu
Pohon berkayu tanpa kambium
Lingkar batang hampir 16 meter
Usia bisa mencapai ribuan tahun
Buahnya memiliki banyak manfaat
Daunnya memiliki banyak manfaat
BOBBAB Si Pohon Raksana
Pohon Baobab atau Asem Buto layak disebut Pohon Raksasa. Pohon bernama latin Adansonia Digitata tingginya ini mampu mencapai 47 meter dengan lingkar batang mencapai 16 meter. Dengan ukurannya yang raksasa itu African Baobab dianggap sebagai pohon terbesar kedua setelah Redwood.
Meskipun asli Afrika, pohon raksasa African Baobab ternyata tumbuh juga di Indonesia. Berdasarkan survei Trubus, di wilayah Jawa Barat terdapat puluhan pohon baobab yang telah berusia sekitar 160 tahun.
Baobab merupakan nama umum dari tumbuhan anggota genus Adansonia. Genus ini terdiri atas delapan spesies yang 6 di antaranya asli Madagaskar, satu spesies baobab asli Afrika dan satu spesies lagi asli Australia.
Pohon baobab mempunyai tinggi sekitar 5-30 meter, dengan diameter batang sekitar 7-11 meter. Tapi, glencoe baobab, salah satu jenis African Baobab yang ditemukan di Afrika Selatan tingginya mencapai 47 meter, lingkar batangnya hampir 16 meter, dan sebaran daun (dahan) mencapai 37 meter.
Ukurannya yang raksasa sebanding dengan usia pohon ini. Beberapa jenis baobab diduga dapat hidup hingga ribuan tahun, walaupun sulit untuk mengetahui secara tepat usianya karena kulit pohon ini tidak memproduksi kambium seperti kebanyakan pohon berkayu. Pohon raksasa ini dapat tumbuh di daerah panas, hutan kering, daerah berbatu, hingga daerah dengan curah hujan yang rendah.
Raksasa Ukuran Raksasa Manfaat.
Meskipun banyak yang belum mengetahui manfaat pohon baobab, namun diyakini African Baobab ini menyimpan berbagai manfaat. Buah baobab diduga memiliki kandungan vitamin C yang tinggi bahkan hingga enam kali lebih banyak dari jeruk. Kadar kalsium yang dipunyainya diduga lebih tinggi ketimbang susu.
Daun dari pohon yang dikenal sebagai Asem Buto ini dapat dipergunakan untuk bahan lalap atau sayur, dengan kandungan mineral yang sangat tinggi. Kulitnya juga dapat digunakan untuk berbagai keperluan masyarakat, seperti bahan membuat tali, dan pakaian. Selain itu berbagai kandungan zat dalam pohon itu juga dipergunakan sebagai ramuan dalam pengobatan tradisional.
Pohon Baobab di Indonesia.
Pohon baobab (Adansonia Digitata) didapati tumbuh di Indonesia. Walaupun belum diketahui pasti kapan pertama kali Pohon Asem Buto (Baobab Afrika) ini masuk ke Indonesia, namun diduga bibit pohon raksasa ini dibawa oleh pedagang dari Timur Tengah dan Afrika sejalan dengan penyebaran Islam di Indonesia. Berdasarkan survei Trubus di wilayah Jawa Barat, terdapat puluhan pohon baobab yang berusia sekitar 160 tahun.
Melihat ukuran, usia, dan manfaat yang serba raksasa ini, tidak mengherankan jika kemudian Universitas Indonesia (UI), mengonservasi tujuh pohon baobab (direncanakan pohon yang dikonservasi 10 batang) ke dalam lingkungan UI. Tak tanggung-tanggung, usaha pemindahan sebatang pohon baobad menelan biaya hingga seratusan juta.
Konservasi pohon baobab oleh Universitas Indonesia dari beberapa tempat di Jawa Barat bertujuan untuk meneliti berbagai potensi yang dikandung pohon raksasa ini. Selain itu, pemindahan pohon ini diharapkan mampu menyelamatkan pohon baobab di Indonesia dari kepunahan.
Sumber: https://alamendah.org/2010/11/29/pohon-baobab-asem-buto-pohon-raksasa/
Bagaimana ciri khusus yang dimiliki baobab? jawaban boleh lebih dari satu
Pohon berkayu tanpa kambium
Lingkar batang hampir 16 meter
Usia bisa mencapai ribuan tahun
Buahnya memiliki banyak manfaat
Daunnya memiliki banyak manfaat
BOBBAB Si Pohon Raksana
Pohon Baobab atau Asem Buto layak disebut Pohon Raksasa. Pohon bernama latin Adansonia Digitata tingginya ini mampu mencapai 47 meter dengan lingkar batang mencapai 16 meter. Dengan ukurannya yang raksasa itu African Baobab dianggap sebagai pohon terbesar kedua setelah Redwood.
Meskipun asli Afrika, pohon raksasa African Baobab ternyata tumbuh juga di Indonesia. Berdasarkan survei Trubus, di wilayah Jawa Barat terdapat puluhan pohon baobab yang telah berusia sekitar 160 tahun.
Baobab merupakan nama umum dari tumbuhan anggota genus Adansonia. Genus ini terdiri atas delapan spesies yang 6 di antaranya asli Madagaskar, satu spesies baobab asli Afrika dan satu spesies lagi asli Australia.
Pohon baobab mempunyai tinggi sekitar 5-30 meter, dengan diameter batang sekitar 7-11 meter. Tapi, glencoe baobab, salah satu jenis African Baobab yang ditemukan di Afrika Selatan tingginya mencapai 47 meter, lingkar batangnya hampir 16 meter, dan sebaran daun (dahan) mencapai 37 meter.
Ukurannya yang raksasa sebanding dengan usia pohon ini. Beberapa jenis baobab diduga dapat hidup hingga ribuan tahun, walaupun sulit untuk mengetahui secara tepat usianya karena kulit pohon ini tidak memproduksi kambium seperti kebanyakan pohon berkayu. Pohon raksasa ini dapat tumbuh di daerah panas, hutan kering, daerah berbatu, hingga daerah dengan curah hujan yang rendah.
Raksasa Ukuran Raksasa Manfaat.
Meskipun banyak yang belum mengetahui manfaat pohon baobab, namun diyakini African Baobab ini menyimpan berbagai manfaat. Buah baobab diduga memiliki kandungan vitamin C yang tinggi bahkan hingga enam kali lebih banyak dari jeruk. Kadar kalsium yang dipunyainya diduga lebih tinggi ketimbang susu.
Daun dari pohon yang dikenal sebagai Asem Buto ini dapat dipergunakan untuk bahan lalap atau sayur, dengan kandungan mineral yang sangat tinggi. Kulitnya juga dapat digunakan untuk berbagai keperluan masyarakat, seperti bahan membuat tali, dan pakaian. Selain itu berbagai kandungan zat dalam pohon itu juga dipergunakan sebagai ramuan dalam pengobatan tradisional.
Pohon Baobab di Indonesia.
Pohon baobab (Adansonia Digitata) didapati tumbuh di Indonesia. Walaupun belum diketahui pasti kapan pertama kali Pohon Asem Buto (Baobab Afrika) ini masuk ke Indonesia, namun diduga bibit pohon raksasa ini dibawa oleh pedagang dari Timur Tengah dan Afrika sejalan dengan penyebaran Islam di Indonesia. Berdasarkan survei Trubus di wilayah Jawa Barat, terdapat puluhan pohon baobab yang berusia sekitar 160 tahun.
Melihat ukuran, usia, dan manfaat yang serba raksasa ini, tidak mengherankan jika kemudian Universitas Indonesia (UI), mengonservasi tujuh pohon baobab (direncanakan pohon yang dikonservasi 10 batang) ke dalam lingkungan UI. Tak tanggung-tanggung, usaha pemindahan sebatang pohon baobad menelan biaya hingga seratusan juta.
Konservasi pohon baobab oleh Universitas Indonesia dari beberapa tempat di Jawa Barat bertujuan untuk meneliti berbagai potensi yang dikandung pohon raksasa ini. Selain itu, pemindahan pohon ini diharapkan mampu menyelamatkan pohon baobab di Indonesia dari kepunahan.
Sumber: https://alamendah.org/2010/11/29/pohon-baobab-asem-buto-pohon-raksasa/
Nama latin pohon baobab adalah…
Adansonia Digitata
Glencoe Baobab
African Baobab
African Redwood
African Digitata
BOBBAB Si Pohon Raksana
Pohon Baobab atau Asem Buto layak disebut Pohon Raksasa. Pohon bernama latin Adansonia Digitata tingginya ini mampu mencapai 47 meter dengan lingkar batang mencapai 16 meter. Dengan ukurannya yang raksasa itu African Baobab dianggap sebagai pohon terbesar kedua setelah Redwood.
Meskipun asli Afrika, pohon raksasa African Baobab ternyata tumbuh juga di Indonesia. Berdasarkan survei Trubus, di wilayah Jawa Barat terdapat puluhan pohon baobab yang telah berusia sekitar 160 tahun.
Baobab merupakan nama umum dari tumbuhan anggota genus Adansonia. Genus ini terdiri atas delapan spesies yang 6 di antaranya asli Madagaskar, satu spesies baobab asli Afrika dan satu spesies lagi asli Australia.
Pohon baobab mempunyai tinggi sekitar 5-30 meter, dengan diameter batang sekitar 7-11 meter. Tapi, glencoe baobab, salah satu jenis African Baobab yang ditemukan di Afrika Selatan tingginya mencapai 47 meter, lingkar batangnya hampir 16 meter, dan sebaran daun (dahan) mencapai 37 meter.
Ukurannya yang raksasa sebanding dengan usia pohon ini. Beberapa jenis baobab diduga dapat hidup hingga ribuan tahun, walaupun sulit untuk mengetahui secara tepat usianya karena kulit pohon ini tidak memproduksi kambium seperti kebanyakan pohon berkayu. Pohon raksasa ini dapat tumbuh di daerah panas, hutan kering, daerah berbatu, hingga daerah dengan curah hujan yang rendah.
Raksasa Ukuran Raksasa Manfaat.
Meskipun banyak yang belum mengetahui manfaat pohon baobab, namun diyakini African Baobab ini menyimpan berbagai manfaat. Buah baobab diduga memiliki kandungan vitamin C yang tinggi bahkan hingga enam kali lebih banyak dari jeruk. Kadar kalsium yang dipunyainya diduga lebih tinggi ketimbang susu.
Daun dari pohon yang dikenal sebagai Asem Buto ini dapat dipergunakan untuk bahan lalap atau sayur, dengan kandungan mineral yang sangat tinggi. Kulitnya juga dapat digunakan untuk berbagai keperluan masyarakat, seperti bahan membuat tali, dan pakaian. Selain itu berbagai kandungan zat dalam pohon itu juga dipergunakan sebagai ramuan dalam pengobatan tradisional.
Pohon Baobab di Indonesia.
Pohon baobab (Adansonia Digitata) didapati tumbuh di Indonesia. Walaupun belum diketahui pasti kapan pertama kali Pohon Asem Buto (Baobab Afrika) ini masuk ke Indonesia, namun diduga bibit pohon raksasa ini dibawa oleh pedagang dari Timur Tengah dan Afrika sejalan dengan penyebaran Islam di Indonesia. Berdasarkan survei Trubus di wilayah Jawa Barat, terdapat puluhan pohon baobab yang berusia sekitar 160 tahun.
Melihat ukuran, usia, dan manfaat yang serba raksasa ini, tidak mengherankan jika kemudian Universitas Indonesia (UI), mengonservasi tujuh pohon baobab (direncanakan pohon yang dikonservasi 10 batang) ke dalam lingkungan UI. Tak tanggung-tanggung, usaha pemindahan sebatang pohon baobad menelan biaya hingga seratusan juta.
Konservasi pohon baobab oleh Universitas Indonesia dari beberapa tempat di Jawa Barat bertujuan untuk meneliti berbagai potensi yang dikandung pohon raksasa ini. Selain itu, pemindahan pohon ini diharapkan mampu menyelamatkan pohon baobab di Indonesia dari kepunahan.
Sumber: https://alamendah.org/2010/11/29/pohon-baobab-asem-buto-pohon-raksasa/
Jika kita ingin mencari informasi lebih lanjut mengenai baobab, kata kunci yang efektif untuk menemukan informasi tersebut adalah….
Pohon raksasa
Pohon asem buto
Pohon ribuan tahun
Pohon
redwood
Pohon sejuta manfaat
