NEW
Font size
WorksheetsPenilaian Ancaman Disintegrasi Bangsa
Total questions: 25
Worksheet time: 27mins
Gerakan Disintegrasi yang dipicu oleh faktor ideologis adalah ....
APRA dan RMS
PRRI dan Permesta
Andi Azis dan APRA
G 30 S/PKI dan RMS
DI/TII dan G30S/PKI
peristiwa pemberontakan di Indonesia yang dipicu oleh adanya motif politik militer adalah...
peristiwa Talangsari
pemberontakan APRA
Pemberontakan Fretilin
pemberontakan PKI 1926
pemberontakan GAM (Gerakan Aceh Merdeka)
Muncul berbagai teori mengenai siapa dalang yang menyebabkan pemberontakan G30S/PKI. Salah satu teori yang muncul disebut dengan teori chaos yang menyatakan bahwa ....
tidak ada dalang tunggal dan skenario besar dalam G 30 S
Amerika Serikat terlibat karena tidak ingin komunis menyebar di Asia Tenggara
Presiden Soekarno dianggap dalangnya karena ingin melenyapkan pihak oposisinya
Amerika Serikat berperan dalam pemberontakan karena ingin melengserkan Soekarno
Inggris berperan karena Soekarno menolak keras pembentukan persekutuan tanah Melayu
Program pembangunan yang timpang di awal kemerdekaan Indonesia menyebabkan terjadinya pemberontakan di beberapa daerah. Pemberontakan yang disebabkan oleh faktor tersebut adalah ....
Pemberontakan Andi Aziz
Pemberontakan DII/TII Aceh
Pemberontakan PKI Madiun
Pemberontakan PRRI/Permesta
Pemberontakan Republik Maluku Selatan
Tokoh penggerak perlawanan PRRI terhadap pemerintah pusat adalah
Moh Hatta
Adam Malik
Tan Malaka
Raymond Westerling
Syafruddin Prawiranegara
Keterkaitan tokoh pada gambar tersebut dengan aktivitas pemberontakan yang ia lakukan terhadap pemerintah adalah ....
kecewa dengan perjanjian Renville, lalu mendirikan Negara Islam Indonesia
kecewa dengan perjanjian Linggarjati, lalu mendirikan Republik Maluku Selatan
kecewa dengan perjanjian Bongaya, lalu mendirikan Republik Soviet Indonesia
kecewa dengan perjanjian Roem-Royen, lalu mendirikan Angkatan Perang Ratu Adil
kecewa dengan perjanjian Renville, lalu mendirikan PRRI
Pasca Proklamasi 17 Agustus 1945 bangsa Indonesia tidak hanya mengalami ancaman disintegrasi dari luar (Belanda dan Sekutu), tetapi juga dari dalam negeri (Internal). Berdasarkan urutan waktu, ancaman disintegrasi pertama adalah pemberontakan PKI di Madiun, yang dimulai pada . . . .
18 September 1948
23 Agustus 1949
10 Oktober 1950
18 September 1951
21 September 1953
Pemberontakan PKI merupakan upaya disintegrasi bangsa, yang dilatarbelakangi oleh adanya. . . .
Konflik Ideologi
Konflik Agama
Intervensi Komunisme Internasional
Perbendaan Pandangan Politik
Provokasi sekutu dan NICA
Peristiwa politik utama yang semakin menyatukan gerakan komunisme serta mendorong mereka melancarkan pemberontakan adalah jatuhnya kabinet 'Kiri' Amir Syarifuddin pada 23 Januari 1948 karena mosi tidak percaya yang digalang oleh partai Masyumi dan PNI. kedua partai besar ini mengalami mosi tidak percaya karena . . . .
kecewa dengan isi perjanjian Renville, didalamnya Syarifuddin bertindak selaku ketua delegasi Indonesia
Syarifuddin dianggap tidak kompeten mengatasi masalah keamanan di Indonesia pasca kedatangan sekutu
dalam kapasitasnya sebagai perdana menteri, Syarifuddin dianggap gagal melobi PBB untuk membendung kedatangan NICA
Khawatir PKI akan semakin besar dan mengancam persatuan dan kesatuan Indonesia
Amir Syarifuddin mendukung kekuasaan komunisme internasional atas Indonesia
Jatuhnya kabinet 'kiri' Amir Syarifuddin pada akhir Januari 1948 serta kekecewaan atas kebijakan kabinet Hatta mendorong lahirnya Front Demokrasi Rakyat (FDR) pada Februari 1948, sebuah lembaga payung untuk seluruh partai dan organisasi sayap kiri, seperti PKI, Partai Sosialis, Partai Buruh Indonesia, Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia (SOBSI), dan Pemuda Sosialis Indonesia (PASINDO). Pemimpin FDR adalah . . . .
Aidit
Amir Syarifuddin
Tan Malaka
Semaun
Musso
Segera setelah menduduki Madiun pada 18 September 1948, PKI menangkap dan membunuh tokoh pemerintahan dan partai yang tidak mau tunduk kepada PKI dan dalam waktu singkat menguasai beberapa kota di Jawa Timur dan Jawa Tengah. dua tokoh PKI yang menjadi dalang Peristiwa Madiun adalah . . . .
Aidit dan Tan Malaka
Musso dan Amir Syarifuddin
Musso dan Tan Malaka
Aidit dan Amir Syarifuddin
Musso dan Aidit
Setelah berhasil menumpas PKI di Madiun, Indonesia menghadapi ancaman disintegrasi yang lain dari dalam negeri (internal) yaitu pemberontakan DI/TII di Jawa Barat pada 25 Januari 1949. dalang pemberontakan ini adalah pemimpin DI/TII Jawa Barat itu sendiri, yaitu . . . .
Muhammad Mahfud Abdurrahman
Amir Fatah
SM Kartosuwiryo
Ibnu Hajar
Kahar Muzakkar
Saat Pasukan Divisi Siliwangi hijrah ke Yogyakarta dan Surakarta sebagai tindak lanjut dari perjanjian Renville, pasukan yang kemudian menjadi Tentara Islam Indonesia (TII) Jawa Barat menolak untuk ikut. Alasan utama mereka . . . .
hijrah mengancam kelangsungan negara Islam Indonesia
hijrah berarti tanda menyerah kepada Belanda
pasukan Divisi Siliwangi memburu TII
beratnya medan dan jauhnya jarak tempuh ke Yogyakarta dan Surakarta
belum mendapat wangsit dari Yang Maha Kuasa
Penumpasan DI/TII Jawa Barat baru Berakhir pada 1962 yang berarti memakan waktu lebih dari satu dekade. peristiwa yang menandai berakhirnya gerakan DI/TII di Jawa Barat adalah . . . .
Penangkapan dan hukuman mati atas pemimpinnya
penangkapan dan pengasingan terhadap pemimpinnya
penyerahan diri pemimpinnya ke pangkuan RI
tewasnya pemimpinnya dalam Operasi Baratha Yudha dan Operasi Pagar Betis
bergabungnya pentolan-pentolan utama ke pangkuan RI
Pembentukan DI/TII Aceh dengan menginduk pada NII di bawah Kartosuwiryo dipicu oleh kekecewaan Daud Beureuh terhadap kebijakan pemerintah pusat, yakni . . . .
menurunnya status Aceh dari Daerah Istimewa menjadi Karesidenan di bawah Sumatera Utara
pemerintah lebih mendengar kaum adat dari pada kaum ulama dalam merumuskan masa depan Aceh
penggunaan kekuatan militer besar-besaran untuk menumpas gerakan DI/TII di seluruh Jawa
tidak mengizinkan Aceh untuk melakukan referendum untuk menentukan masa depannya sendiri
inkompetensi pemerintah pusat dalam mengatasi masalah-masalah yang dihadapi daerah pasca kemerdekaan
Pemberontakan yang dipimpin oleh Westerling dan Andi Azis terjadi dalam kurun waktu ketika seluruh wilayah bekas Hindia-Belanda, kecuali irian Jaya (Papua) menerapkan bentuk pemerintahan federal/serikat dengan Republik Indonesia Serikat (RIS) dan menggunakan UUD RIS (27 Desember 1949-17 Agustus 1950). tujuan Westerling dan Andi Azis adalah . . . .
Mempertahankan bentuk negara federal/serikat yaitu RIS
memiliki pasukan pengamanan sendiri di wilayah konflik
mempunyai pemerintahan sendiri di luar RIS
tidak bergabung dengan Negara Indonesia Timur
memperoleh status kemiliteran yang jelas dalam RIS
Republik Maluku Selatan (RMS) merupakan upaya disintegrasi di wilayah Indonesia Timur. wilayah Maluku Selatan ini semula merupakan bagian dari . . . .
pemerintah negara Maluku
Wilayah Indonesia Timur
Kawasan Timur Indonesia
Negara Indonesia Timur
Negara Nusa Tenggara Timur
Berkat Perjuangan seluruh rakyat Indonesia dalam mewujudkan integrasi nasional RIS akirnya dibubarkan dan Indonesia kembali menjadi NKRI pada . . . .
17 Agustus 1949
17 Agustus 1950
18 Agustus 1949
18 Agustus 1950
19 Agustus 1949
Untuk menumpas pemberontakan DI/TII di Jawa Barat, pemerintah melancarkan 2 operasi militer secara khusus yaitu.....
Operasi Sadar dan Tegas
Operasi Baratayudha dan Pagar Betis
Operasi 17 Agustus dan Sapta Marga
Operasi Trisula dan Merdeka
Operasi Mandala dan Trikora
Adapun alasan Kapten Andi Aziz melakukan pemberontakan terhadap pemerintah RIS disebabkan oleh . . . . .
Beredarnya kabar bahwa pemerintah RIS akan mengirimkan pasukan APRIS untuk mengantikan pasukan Andi Aziz
Pasukan Andi Aziz tidak diterima dalam pasukan APRIS
Pemerintah menurunkan pangkat Andi Aziz menjadi Kapten
Andi Aziz dan pasukannya diperlakukan tidak adil karena berasal dari satuan KNIL
Andi Aziz menganggap bahwa keamanan Kota Makassar adalah tanggung jawabnya
Salah satu faktor penyebab munculnya ancaman disintegrasi bangsa di berbagai daerah adalah karena adanya Perbedaan. Berikut merupakan bentuk ancaman distegrasi yang disebabkan karena adanya perbedaan kepentingan adalah . . . .
APRA Bandung, DI/TII Jawa Barat dan PKI Madiun 1948
RMS, DI/TII Sulawesi Selatan, dan DI/TII Kalimantan Selatan
PKI Madiun, DI/TII Aceh dan G30S/PKI 1965
APRA, RMS dan Andi Aziz
Andi Aziz, PKI Madiun dan DI/TII
Sekembalinya dari Uni Soviet, Muso menawarkan sebuah konsep Politik untuk pegerakan Revolusi Indonesia, konsep Politik tersebut dinamai dengan . . . . .
Jalan Baru
Jalan Tengah
Jalan Revolusi Kita
New World Order
Jalan Perjuangan Kita
Untuk mengatasi masalah Andi Aziz, pemerintah memberikan ultimatum 4 x 24 jam kepada Andi Aziz agar segera datang ke Jakarta mempertanggungjawabkan perbuatannya. Namun Andi Aziz tidak merespon tepat waktu sehingga Pemerintah kemudian mengerahkan operasi militer untuk menangkap Andi Aziz. Ekspedisi militer tersebut dipimpin oleh . . .
Letkol. Soeharto dan Kol. A.E. Kawilarang
Mayor. H.V Worang dan Kol. A.E. Kawilarang
Kol. Ahmad Yani dan Kol. Ventje Sumual
Kol. A.E. Kawilarang dan Kol. Ahmad Yani
Letkol. Mokoginta dan Kol. A.E Kawilarang
Perhatikan pernyataan berikut ini :
1. Kebijakan pemerintah yang terlalu sentralistik
2. Ketimpangan pembangunan antara pusat dengan daerah
3. Semakin kuatnya pengaruh komunis di pemerintahan
4. Gagalnya konsolidasi dengan pimpinan militer daerah
5. Adanya tekanan pihak asing (Amerika) terhadap politik Indonesia
Yang merupakan faktor penyebab terjadinya peristiwa PRRI/Permesta adalah.....
1 dan 2
3 dan 4
4 dan 5
1 dan 3
1 dan 5
Sebagian pemuda Indonesia sempat menjadi bagian dari pasukan yang didirikan oleh pemerintah kolonial. Setelah Indonesia merdeka, tidak semua pemuda tersebut turut dalam perjuangan justru ada yang memberontak. Pemberontakan di Bandung didalangi oleh pasukan yang berasal dari prajurit ....
Heiho
Kampetai
NICA
Peta
KNIL
