NEW
Font size
WorksheetsUjian Kompetensi Discharge Master
Total questions: 15
Worksheet time: 9mins
Tugas dan tanggung jawab Discharge Master - Foreman SPBU, kecuali
Memasang rambu-rambu HSSE dan APAR di dekat mobil tangki yang sudah in position untuk bongkar di SPBU
Memeriksa surat jalan & memeriksa segel manhole, bottom loader, serta box MT apakah segel masih utuh/rusak
Meminta awak mobil tangki melakukan seluruh proses pembongkaran BBM di SPBU
Melakukan pemeriksaan tinggi cairan dari manhole MT berpatokan index baut tera yang sesuai dengan sertifikat tera
Bagaimana posisi APAR saat Pengisian MT di TBBM dan saat pembongkaran BBM di SPBU
Diturunkan di tempat yg mudah dijangkau
Dibiarkan pada tempatnya
Dikunci agar tidak dicuri
Disimpan pada tempat yang aman
Berapa nilai tolerasi dari transport loss pengiriman BBM ke SPBU:
0,15% per Mobil Tangki
0,15% per kompartemen
0,5% per SPBU
0,5% per TBBM
Pada saat memasuki area terbatas, seluruh pekerja dilarang
Merokok, membawa handphone, korek api, dan senjata berbahaya
Berjalan kaki
Membawa air mineral
Menggunakan APD
Yang dilakukan Foreman setelah pembongkaran BBM selesai di SPBU antara lain, kecuali
Jika ada klaim Losses, meminta AMT untuk membayar
Tanda tangan & stempel surat jalan
Jika ada klaim losses, buat BA melalui ODI Transport Loss
Menyerahkan surat jalan sesuai ketentuan
Apa fungsi dari Pressure Vaccum Vent (PV Vent) pada tangki pendam SPBU
Menjaga uap BBM yang terbuang agar tetap berada di tangki pendam
Sebagai alat pernafasan untuk menjaga kondisi tekanan dalam tangki sesuai dengan ketentuan
Mencegah pencemaran udara
Mencegah pemanasan global
Beberapa penyebab salah bongkar BBM di SPBU, kecuali
Peletakan tutup pada dombak salah
Penerangan di dombak kurang terang
Pengecekan sebelum bongkar petugas SPBU kurang, khususnya pengetahuan tentang warna kode produk
Mengambil sampel BBM
Yang dilakukan apabila menemukan losses pada mobil tangki di SPBU melebihi toleransi adalah
Klaim Loss ke Awak Mobil Tangki
Meminta MT kembali ke Terminal BBM
Buat Berita Acara melalui ODI Transport Loss
Melaporkan kepada Pertamina
Mobil tangki dengan kapasitas kompartemen 8.000 liter, memiliki ketinggian T2 pada sertifikat tera 1.760 mm, pada saat tiba di SPBU diukur menggunakan dip stick didapatkan ketinggian minyak pada tangki 1.758 mm. Berapa liter losses yang dapat diklaim SPBU jika :
Kepekaan tangki : 4,7 liter/mm
Toleransi losses : 0,15%
4,9 liter
0 liter
9,4 liter
-2,6 liter
Mobil tangki dengan kapasitas kompartemen 4.000 liter, memiliki ketinggian T2 pada sertifikat tera 1.755 mm, pada saat tiba di SPBU diukur menggunakan dip stick didapatkan ketinggian minyak pada tangki 1.749 mm. Berapa liter losses yang dapat diklaim SPBU jika :
Kepekaan tangki : 0,45 mm/liter
Toleransi losses : 0,15%
1,3 liter
7,3 liter
3,1 liter
13,3 liter
Berikut adalah data yang wajib diisi pada aplikasi ODI Transport Loss
Password verifikasi AMT
Ketinggian BBM sebelum bongkar menggunakan dip stick
Temperature dan density sesuai surat jalan
Semua Jawaban Benar
Pada aplikasi ODI Transport Loss, setelah proses pengisian data selesai, untuk validasi yang dianggap telah disetujui oleh kedua pihak (Awak Mobil Tangki dan User SPBU), maka data perlu diinput selanjutnya adalah
No. Handphone AMT
No. Pasword Verifikasi AMT
No. SPBU & No. SMS Pelaporan MS2
No. SMS Pelaporan MS2
Berdasarkan Kontrak Kerjasama, Kepada siapa SPBU dapat mengajukan Klaim Loss jika terjadi Losses melebihi batas Toleransi :
PT. Pengelola Mobil Tangki
PT. Pertamina
Awak Mobil Tangki
PT. Elnusa Petrofin
Berdasarkan program Zero Loss, Losses yang dapat di Klaim pihak SPBU ke Pertamina adalah :
Discharge Loss di SPBU
Trasport Loss
Jawaban B & D benar
Loss di Perjalanan
User dan password ODI (Online Delivery Info) menggunakan
No. Pasword Verifikasi AMT
NIK KTP & Tanggal Lahir
No. SPBU & No. SMS Pelaporan MS2
Nomor Handphone AMT
