Font size
WorksheetsTryout Ukom Ners Tahap (2025)
Total questions: 180
Worksheet time: 3hrs 0mins
Laki-laki usia 30 tahun dibawa ke IGD karena mengalami kecelakaan lalulintas. Hasil pengkajian: sesak nafas, luka abrasi pada dada kiri, perkusi hipersonor pada dada kiri, terdapat distensi vena jugularis, TD 100/80, frekuensi nadi 110x/menit, frekuensi nafas 29x/menit, dan suhu 360c.
Apakah tindakan utama pada kasus tersebut?
Memberikan oksigen
Thorakotomi
Merawat luka pasien
Needle thorakosintesis
Pemasangan water seal drainage
Laki-laki usia 40 tahun dibawa ke IGD tidak sadara karena kecelakaan. Hasil pengkajian; pasien tidak memberikan respon terhadap stimulus nyeri, pasien bernapas gasping, nadi karotis teraba lemah.
Apakah tindakan yang tepat pada kasus tersebut?
Membuka jalan nafas dengan oropharyngeal
Membuka jalan nafas dengan nasopharyngeal
Memberikan 2x bantuan napas
Melakukan 30x kompresi dada
Memberikan bantuan napas 1 kali setiap 5-6 detik
Laki-laki usia 45 tahun dibawa ke IGD mengeluh vertigo disertai muntah. Hasil pengkajian; selama di IGD pasien muntah 3 kali disertai nyeri kepala skala nyeri 6, TD 170/100 mmHg, frekuensi nadi 99x/menit, frekuensi napas 24x/menit, suhu 37,50C.
Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
Bebaskan jalan napas
Pasang NGT
Tinggikan kepala 15 derajat
Kolaborasi dalam pemberian terapi cairan
Monitor tanda-tanda vital
Laki laki, usia 50 tahun, dibawa ke IGD karena tidak sadarkan diri. Hasil pengkajian; pasien koma, GCS 1-1-1, TD 90/70 mmHg, frekuensi nadi 40x/menit lemah, frekuensi napas 18x/menit, suhu 37°C ,VF tanpa nadi, riwayat CHF.
Apakah tindakan keperawatan yang tepat kasus tersebut?
Cek CAB
Lakukan DC Shock
Observasi EKG Serial
Observasi TTV tiap 15 menit
Kolaborasi pengobatan kardiovaskular
Laki-laki usia 50 tahun dirawat di ICCU dengan kelainan katup jantung mitral. Hasil pengkajian; kesadaran menurun, napas terdengar ronkhi, GCS 8, TD 150/100 mmHg, frekuensi nadi 82x/mnt, frekuensi napas 28 x/menit, suhu 37,5 °C.
Apakah tindakan yang tepat pada kasus tersebut?
Tindakan Suction
Fisioterapi dada
Posisi kepala ekstensi
Posisi pasien dimiringkan
Memberikan masker oksigen
Perempuan usia 50 tahun dibawa ke IGD dengan keluhan lemas dan jantung berdebar debar dengan riwayat hipertensi sudah 8 tahun. Hasil pengkajian; Â kesadaran compos mentis, tampak lemah dan sesak, TD 80/70 mmHg, frekuensi nadi 50 x/mnt teraba lemah, frekuensi napas 27x/mnt, suhu 380 C.
Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut?
Penurunan curah jantung
Nyeri akut
Resiko perfusi miokard tidak efektif
Hipertermi
Pola nafas tidak efektif
Laki-laki usia 59 tahun dibawa ke IGD dengan penurunan kesadaran dan mempunyai riwayat PJK sejak 5 tahun yang lalu. Hasil pengkajian; pasien tidak respon terhadapan rangsangan nyeri, pernapasan gasping, tidak teraba nadi carotis.
Apakah tindakan perawat yang tepat pada kasus tersebut ?
Melakukan Resusitasi jantung paru
Memasang infuse
Melakukan DC shock
Memberikan nafas buatan
Memberikan suntikan adrenalin
Laki-laki usia 67 tahun, dibawa ke IGD dengan sesak napas berat. Hasil pengkajian; somnolen, sianosis, pernafasan cuping hidung, retraksi dada berat, TD 205/120 mmHg, frekuensi nadi 151 x/menit irreguler, frekuensi napas 32x/menit cepat dan dangkal, analisa gas darah pH 7, 25, PaCO2 48 mmHg, HCO3 18 mEq/L, PaO2 70 mmHg.
Apakah masalah keperawatan prioritas pada kasus tersebut?
Gangguan ventilasi spontan
Pola nafas tidak efektif
Gangguan pertukaran gas
Gangguan sirkulasi spontan
Risiko penurunan curah jantung
Laki-laki usia 40 tahun dibawa ke IGD karena muntah muntah setelah makan nasi bungkus. Hasil pengkajian pasien mengalami penurunan kesadaran, lemah,TD 100/70 mmHg, frekuensi 60x/mnt, frekuensi 22x/mnt, Suhu 360C.
Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
Memberikan sirup ipecac
Melakukan kumbah lambung
Meberikan reflek muntah
Melakukan dialysis peritoneal
Memberikan suntikan Antidotum
Perempuan usia 27 tahun tiba-tiba tersedak saat makan bersama temannya. Saat tiba di IGD pasien kondisi sadar, namun memegang lehernya dan terdengar suara seperti tercekik, pasien saat hamil tujuh bulan.
Apakah tindakan yang tepat dilakukan pada kasus tersebut?
Lakukan chest thrust
Tindakan abdominal thrust
Lakukan backblow
Lakukan napas buatan
Pasang oropharyngeal
Laki-laki usia 55 tahun datang ke IGD dengan keluhan sesak napas. Hasil pengkajian: ada riwayat asma, diaphoresis, retraksi intercostal, TD 150/110 mmHg, frekuensi nadi 65x/menit, frekuensi napas 32x /menit, suhu 37,3°C, Saturasi Oksigen 88 %.
Apakah tindakan yang tepat dilakukan pada kasus tersebut?
Memberikan obat bronkodilator
Memberikan oksigen
Memposisikan semiflower
Memberikan obat hipertensi
Memasang infus
Perempuan usia 39 tahun diantar ke IGD dengan keluhan nyeri dada hebat tembus ke belakang. Saat pengkajian pasien tiba tiba tidak sadar dan apneu, nadi tidak teraba. Perawat langsung melakukan RJP dan gambaran bedside monitoring menunjukkan asystole.
Apakah tindakan selanjutnya yang harus dilakukan pada kasus tersebut?
Memberikan injeksi IV adrenalin 1 mg
Melanjutkan RJP sampai 5 siklus
Melakukan flat line protocol
Memeriksa nadi karotis
Melakukan DC shock
Laki-laki 50 th, diantar ke IGD dengan keluhan nyeri dada dan sesak. Hasil pengkajian, pasien tampak pucat, berkeringat, mengatakan pusing, TD 90/80mmHg, frekuensi nadi 110x/menit, frekuensi napas 28x/menit, terdapat ST segmen Elevasi pada lead II, III, aVL.
Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut ?
Nyeri Akut
Penurunan curah jantung
Risiko perfusi cerebral tidak efektif
Risiko perfusi miokard tidak efektif
Pola napas tidak efektif
Anak laki laki usia 7 tahun diantar keluarganya ke IGD setelah mengalami tenggelam di kolam renang. Hasil pengkajian; pasien mengalami henti napas, nadi tidak teraba. Perawat segera melakukan RJP 5 siklus dan dilakukan evaluasi masih belum teraba denyutan nadi karotis. Selanjutnya tim memasang airway definitive dengan ETT dan telah berhasil terpasang.
Apakah tindakan perawat selanjutnya yang tepat pada kasus tersebut?
Melakukan tindakan defibrilasi 2 joule/Kg BB
Melanjutkan pemberian ventilasi saja setiap 3 desk
Melanjutkan pemberian kompresi & ventilasi (15:2)
Melanjutkan pemberian kompresi & ventilasi (30:2)
Melanjutkan kompresi 100-120x/ menit & ventilasi 20x/menit
Laki laki usia 45 tahun dirawat di ICU dengan syok septic. Pasien bedrest, terpasang ETT dengan ventilator mode SIMV, TD 60/50, mmHg, tampak secret pada pipa ETT, akral dingin, frekuensi nadi 110 X/ menit, frekuensi napas total 20 x/menit.
Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut?
Pola napas tidak efektif
Penurunan curah jantung
Risiko kerusakan integritas kulit
Bersihan jalan napas tidak efektif
Risiko perfusi perifer tidak efektif
Laki-laki usia 28 tahun diantar ke IGD karena trauma dada akibat kecelakaan lalu lintas. Hasil pengkajian; tampak jejas pada dada kanan dan kiri, TD 60/50 mmHg, nadi carotis teraba lemah irregular, pernapasan pasien gasping.
Apakah intervensi yang tepat pada kasus tersebut?
Ventilasi dengan BVM
Ventilasi dengan CPAP
Ventilasi dengan simpel mask
Ventilasi dengan rebreathing mask
Ventilasi dengan non rebreathing mask
Laki laki usia 65 tahun diantar ke IGD karena terjatuh di kamar mandi. Hasil pengkajian; pasien tidak ada respon nyeri, GCS 1-1-1, suara napas snoring, tidak ada reflex muntah, TD 180/100 mmHg, frekuensi napas 20 X/ menit, frekuensi nadi 70 X/ menit, pasien telah terpasang oksigen 6 l /menit, infuse RL 20 tetes/ menit.
Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
Lakukan jaw thrust
Pasang pipa orofaring
Pasang nasopharyngeal airway
Mengecek kadar glukosa
Pasang selang kateter urin untuk memantau sirkulasi
Ketua Tim menghitung BOR harian di ruang rawat inap. Kapasitas tempat tidur di ruangan yaitu 60 tempat tidur. Jumlah pasien hari ini adalah 30 orang dan dijadwalkan discharge planning rencana pulang setelah timbang terima 2 pasien karena kondisi sudah membaik.
Berapakah BOR hari ini?
50%
60%
70%
80%
90%
Seorang Perawat bekerja di unit hemodialisa, memiliki keterampilan, pengalaman dan pengetahuan yang baik dan kompeten. Dalam rangka mencapai tujuan unit hemodialisa, perawat tersebut ditunjuk oleh organisasi Rumah Sakit untuk memimpin, mengatur, mengelola, mengembangkan kegiatan dan mengelola unit hemodialisa karena sudah bekerja selama 3 tahun.
Apakah peran yang akan dilakukan oleh perawat tersebut?
supervisor
follower
manajer
owner
leader
Seorang Kepala ruang di ruang interna, menunjuk Katim mewakili Karu untuk menghadiri pertemuan rapat keperawatan. Karu meminta hasil rapat setelah rapat untuk ditindaklajuti di ruangan.
Apakah metode pengarahan yang sedang dilakukan oleh pempinan?
mandat
delegasi
negosiasi
komunikasi efektif
manajemen konflik
Dalam rangka meningkatkan kualitas layanan asuhan keperaewatan, kepala ruangan menugaskan perawat diruangannya untuk mengikuti pelatihan intensive wound care/luka.
Apakah fungsi manajemen yang sedang dilakukan oleh kepala ruangan?
planning
organizing
staffing
actuating
controlling
Pada shift sore di ruang anak. Katim mendampingi perawat baru untuk memasang infus. Setelah selesai tindakan, Katim memberikan pujian karena telah berhasil dan selanjutnya memberitahukan cara memasang infus dengan cepat dan tepat.
Apakah fungsi manajemen yang dilakukan Katim tersebut?
planning
organizing
staffing
actuating
controlling
Perawat primer memiliki pasien kelolaan dengan diabetes mellitus komplikasi ginjal. Pasien sudah dirawat selama 20 hari, dan belum memperlihatkan perkembangan yang signifikan. Perawat tersebut merencanakan untuk diskusi antar tenaga medis yang merawat pasien. Perawat primer menyusun catatan perkembangan pasien dari masuk sampai kondisi sekarang sabagai bahan untuk memimpin diskusi.
Apakah kegiatan yang dimaksud pada kasus tersebut?
diskusi kasus
discharge planning
ronde keperawatan
dandover pasien
supervise
Perawat primer menjalankan tugas sesuai dengan Sasaran Keselamatan Pasien. Perawat akan memberikan injeksi obat sesuai dengan advis dokter.
Apakah tindakan pertama yang dilakukan perawat sesuai kasus tersebut?
mengurangi resiko infeksi
memastikan identitas pasien
mengurangi resiko jatuh pada pasien
mewaspadai pemberian obat high-alert
mengkomunikasikan tindakan dengan efektif
Perawat memberikan injeksi obat yang sudah disiapkan bagian farmasi sesuai dengan jadwal. Ketika di kamar pasien, perawat melihat ada obat sirup yang dibeli pasien sendiri di apotik. Alasan pasien karena perawat tidak memberikan obat itu lagi
Apakah tindakan utama yang harus dilakukan oleh perawat?
konsultasi ke farmasi klinis
mengecek rekam medis pasien
mengecek tanggal kadaluarsa obat
mengedukasi tentang pemberian obat
konsultasi ke dokter penanggung jawab
Kepala ruang UGD sedang melakukan penilaian kinerja. Hasil menunjukkan perawat mempunyai inisiatif dan berpikir kritis dalam melakukan perawatan pasien dan dalam pengembangan ruangan. Karu menilai bahwa terdapat peningkatan kinerja perawat
Apakah tindakan yang dilakukan kepala ruangan sesuai kasus tersebut?
melaksanakan perintah kepala ruangan
menyusun ulang standar operasional prosedur
merancang inovasi pelaksanaan asuhan keperawatan
menyusun standar supervisi yang ideal untuk perawat
menyiapkan reward bagi perawat dengan kinerja yang baik
Kepala ruang ICU sedang menegur perawat baru karena salah melaksanakan perawatan trakheostomi. Perawat baru menjelaskan karena masih bingung selama melakukan perawatan trakheostomi dan perlu adaptasi di ruang baru.
Apakah tindakan Karu pada kondisi di atas?
menegur perawat di depan pasien
melakukan orientasi alat-alat di ICU
merencanakan program perceptorship pada perawat baru
menganjurkan perawat baru mempelajari SPO tindakan tersebut
meminta perawat untuk adaptasi secara cepat dengan lingkungan baru
Perawat primer memberikan edukasi kepada keluarga pasien tentang penyakit diabetes mellitus dan cara mengginjeksi insulin nanti saat di rumah. Perawat juga menyampaikan jadwal control ke rumah sakit, cara minum obat oral di rumah.
Apakah bentuk kegiatan yang dilakukan perawat primer?
timbang terima
discharge planning
ronde keperawatan
diskusi rekleksi kasus
penerimaan pasien baru
Seorang perawat menerima laporan bahwa pasien kelolaannya tiba-tiba mengalami sesak nafas. Setelah itu, perawat memberikan oksigen nasal kanul dan melakukan evaluasi.
Apakah tindakan perawat yang dilakukan pada kasus tersebut
melakukan rekam EKG
mengganti oksigen menjadi simple mask
melaporkan kondisi tersebut kepada kepala ruangan
melaporkan kepada dokter dengan komunikasi SBAR
menyuruh keluarga pasien untuk memanggil perawat yang lain
Di ruang imun-hematology seorang keluarga pasien AIDS, menyampaikan bahwa pasien semasa sehat jarang melakukan ibadah, pasien merasa penyakit yang dialami karena kutukan. Keluarga ijin membawa ustadz untuk mendoakan pasien secara terus menerus di kamar. Perawat mengijinkan asal tidak mengganggu istirahat pasien dan tindakan yang dilakukan perawat
Apakah prinsip etik yang dikembangkan pada kasus tersebut?
justice
veracity
autonomy
confidentiallity
non-Malefience
Bayi laki-laki, di bawa ibu ke posyandu pada tanggal 03 April 2019. Hasil pengkajian riwayat lahir prematur 33 minggu pada tanggal 26 Juli 2018 akan dilakukan pemeriksaan screening perkembangan pada anak.
Berapakah usia kronologis pada kasus tersebut?
7 bulan
8 bulan
9 bulan
10 bulan
11 bulan
Batita laki laki, usia 37 bulan dibawa ibu ke poli tumbuh kembang, dengan keluhan belum dapat berjalan. Hasil pengkajian: riwayat anak lahir prematur. Hasil pemeriksaan DDST didapatkan data: terdapat 2 keterlambatan (D) pada sektor personal sosial, 3 keterlambatan (D) pada sektor motorik kasar dan 1 keterlambatan (D) pada motorik halus
Apakah kesimpulan screening perkembangan pada kasus tersebut?
Normal
Suspect
Abnormal
Untestable
Meragukan
Balita laki-laki usia 7 tahun dibawa ibunya ke klinik dengan keluhan panas sejak 4 hari yang lalu. Hasil pengkajian, anak tidak mau makan, terdapat bintik-bintik kemerahan pada lengan, mengeluh kepalanya pusing dan badan pegal-pegal. Ibu mengatakan bahwa anaknya mimisan 1x dan muntah 2x saat di rumah. Ibu merasa khawatir dengan kondisi anaknya saat ini.: uji tourniket positif, frekuensi nadi 100x/menit, frekuensi napas 24x/mnt, oligouria, suhu 38,6°C. trombosit 80.000/mm3
Apakah masalah keperawatan pada kasus tersebut?
Ansietas
Nyeri akut
Hipertermi
Deficit nutrisi
Defisit volume cairan
Batita perempuan, 15 bulan, dibawa ibu ke IGD dengan keluhan deman dan kejang 2 menit dirumah. Hasil pengkajian: lemah, composmentis, suhu: 38,5°C, frekuensi nadi: 92x/menit, frekuensi napas 32x/menit.
Apakah intervensi pada kasus tersebut?
Monitor suhu sesering mungkin
Monitor warna dan suhu kulit
Monitor tanda vital
Berikan anti piretik
Kompres hangat
Anak laki-laki, 8 tahun dibawa ibu ke Puskesmas dengan keluhan batuk sejak 1 bulan yang lalu. Hasil pengkajian: sering berkeringat malam hari, nafsu makan menurun, tampak kurus, batuk berdahak, terdengar ronki seluruh lapang paru, malaise, frekuensi napas 24x/menit, suhu tubuh 37°C, BB menurun 2,5 kg dalam sebulan
Apakah pengkajian yang diperlukan pada kasus tersebut?
Status hidrasi
Pemeriksaan darah lengkap
Riwayat paparan penyakit
Perfusi perifer
Saturasi oksigen
Anak laki-laki, 10 tahun dirawat hari ke-3 di RS dengan diagnosis medis Thalasemia. Hasil pengkajian: keadaan umum lemah, wajah pucat, nafsu makan menurun, nyeri tekan pada epigastrik, CRT > 3 detik, suhu tubuh 36,1°C, frekuensi nadi 82 x/menit. kadar Hb 7 g/dl, BB 25 kg. Perawat akan memberikan transfusi PRC 300 ml.
Apa kriteria evaluasi yang diharapkan tercapai pada kasus tersebut?
Status cairan membaik
Termoregulasi membaik
Tingkat nyeri menurun
Perfusi perifer meningkat
Status nutrisi membaik
Bayi perempuan, 2 minggu dirawat di ruang neonatus. Hasil pengkajian: lahir di rumah sakit dengan usia gestasi 35 minggu, Berat Badan lahir 2000 gram. Keadaan sekarang stabil, rencana diperbolehkan pulang
Apakah edukasi yang diberikan kepada keluarga untuk mencegah hipotermi?
Mengembangkan metode kanguru
Membuat inkubator di rumah
Menjemur bayi setiap pagi pukul 8-9
Menempatkan bayi pada ruangan bersuhu 27-28°C,
Menaruh bayi dibawah lampu
Anak perempuan, 12 tahun dirawat di ruang anak dengan keluhan mual dan muntah. Hasil pengkajian: makan hanya 3 sendok, nyeri pada abdomen bagian kiri skla 4. suhu 37,8°C, frekuensi nadi 100x/menit, frekuensi napas 20x/menit. Perawat menunjukkan daftar makanan dan memberikan kesempatan anak untuk memilih.
Apakah prinsip etik yang dikembangkan pada kasus tersebut?
Justice
Veracity
Otonomi
Beneficence
Nonbeneficence
Anak laki-laki, 6 tahun dibawa ibu IGD karena mengeluh sakit kepala sejak 2 hari. Hasil pengkajian tengkuk terasa kaku, nafsu makan menurun. skala nyeri 7, frekuensi nadi 130 x/menit, frekuensi napas 24 x/menit, tanda Brudinski (+).
Apakah masalah keperawatan pada kasus tersebut?
Gangguan pertukaran gas
Defisit nutrisi
Nyeri kronis
Hipertermia
Nyeri akut
Bayi perempuan, 4 hari di bawa ke IGD dengan keluhan malas minum. Hasil pengkajian: bayi tidur terus, malas minum, lemah, sklera icterus, badan kuning sampai lutut. Frekuensi nadi : 138 x/ mnt, frekuensi napas 44 x/ mnt, Suhu 36,7°C, kadar bilirubin total 16 gr/ dl. BB sekarang: 2500 gram, BBL: 2600 gram.
Apakah Intervensi keperawatan pada kasus tersebut?
Pemberian oksigen
Pemasangan OGT
Perawatan inkubator
Pemberian phototerapi
Pemberian cairan dan elektrolit
Anak perempuan, 5 tahun, dibawa ke Puskesmas dengan keluhan demam sejak 3 hari yang lalu disertai mimisan. Hasil Pengkajian: badan teraba panas, nyeri kepala, mual, dan badan teraba panas, TD 100/70 mmHg, frekuensi nadi 90x/mnt, Suhu 37,8°C, Hb 14,6 gr/dl, Ht 39%, Trombosit 61.000/mm3
Apakah masalah keperawatan prioritas pada kasus tersebut?
Mual
Hipertermia
Risiko syok
Defisit volume cairan
Risiko ketidakseimbangan volume cairan
Bayi perempuan, 14 hari dibawa ibu ke Puskesmas untuk imunisasi BCG. Perawat mencuci tangan, mempersiapkan bayi untuk diimunisasi, mengambil vaksin kedalam spuit dan mendesinfeksi lengan kanan bagian atas.
Apa tindakan selanjutnya yang harus dilakukan pada kasus tersebut?
Memakai sarung tangan steril
Menghilangkan gelembung udara dari spuit
Mengganti jarum dengan ukuran lebih kecil
Menentukan lokasi penyuntikan
Menyuntikkan vaksin secara intra kutan
Bayi laki- laki, 2 hari di rawat di ruang NICU. Hasil pengkajian: dilahirkan dengan cara spontan vertex, cukup bulan, tidak langsung menangis. terdapat retraksi intercosta, frekuensi napas 66x/menit irama tidak teratur. Frekuensi nadi 150x/mnt, suhu 37°C dan BBL 2300 gram.
Apakah masalah keperawatan pada kasus tersebut?
Resiko aspirirasi
Gangguan pertukaran gas
Pola nafas tidak efektif
Gangguan sirkulasi spontan
Bersihan jalan nafas tidak efektif
Balita laki-laki, 2 tahun dibawa ke poli anak dengan keluhan diare 1 minggu belum sembuh. Hasil pengkajian Anak dilahirkan oleh ibu positive HIV sekarang di rawat oleh neneknya, saat ini batuk sudah 1 bulan, sulit makan, lemah, mata cekung, turgor kembali lambat, dan pucat serta kulit tampak kotor dan bercak-bercak hitam.
Apakah Masalah keperawatan pada kasus tersebut?
Defisit nutrisi
Resiko infeksi
Hipovolemia
Gangguan integritas kulit
Resiko defisit nutrisi
Bayi perempuan, 4 bulan dibawa ibu ke IGD dengan keluhan tidak mau menetek dan sesak nafas. Hasil pengkajian: keadaan umum lemah, konjungtiva pucat, membran mukosa bibir kering, ujung ekstremitas sianosis, suhu 37,8OC, frekuensi napas 40 x/menit, frekuensi nadi 110 x/menit, dan CRT kembali 4 dtk. BB 6 Kg, PB 55 cm. Hasil laboratorium Hb 9,4 gr%.
Apakah masalah keperawatan pada kasus tersebut?
Pola Nafas tidak efektif
Perfusi perifer tidak efektif
Risiko ketidakseimbangan
Hipertermia
Risiko deficit nutrisi
Batita laki-laki, 2,5 tahun dirawat dengan Demam Reumatik. Anak mendapatkan antibiotic dengan dosis 3 x 200 mg. Sediaan vial yang ada berisi 1gram bubuk yang akan diencerkan dengan 5 ml aquades.
Berapa ml antibiotik yang diberikan pada kasus tersebut?
0,5 ml
0,75 ml
1 ml
1,25 ml
1,5 ml
Anak laki-laki, 5 tahun dirawat di Rumah Sakit dengan keluhan demam dan batuk berdahak. Hasil pengkajian: terdengar suara ronchi paru di semua lapang paru. Anak mendapatkan tindakan suction. Perawat telah melakukan penghisapan pada area nasofaringeal.
Apakah tahapan selanjutnya yang dilakukan pada kasus tersebut?
Bilas kateter dengan larutan air matang dan melakukan penghisapan kembali pada orofaringeal
Membiarkan pasien untuk istirahat selama 20-30 detik sebelum penghisapan di orofaringeal
Membuang kateter dan sekali pakai digunakan
Menarik keluar kateter dengan gerakan memutar
Hisap secret pada area mulut dan lidah setelah penghisapan di nasofaringeal
Anak laki-laki, 7 tahun dirawat di Ruang Anak dengan fraktur femur yang disebabkan oleh kecelakaan dan dilakukan traksi kulit sementara sampai operasi dapat dilakukan. Hasil pengkaajian keadaan umum anak lemah, wajah meringis kesakitan skala nyeri 4, nadi dorsalis pedis tidak teraba pada kaki kanan.
Apakah tindakan yang harus dilakukan pada kasus tersebut?
Pemberian analgesic
Lepaskan traksi kulit
Kompres es untuk ekstremitas
Tinggikan ekstremitas yang terluka
Kolaborasi dengan tim medis untuk evaluasi pemasangan traksi
Anak perempuan, 10 bulan dirawat diruang anak dengan kondisi batuk. Hasil pengkajian: keadaan umum lemah, sekret kental, terdengar suara ronkhi, muntah setiap kali batuk, anak rewel menangis setiap didekati petugas, dan sering terbangun pada saat tidur. Frekuensi napas 30 x/menit, frekuensi nadi 100x/menit. BB 8.5 Kg
Apakah masalah keperawatan pada kasus tersebut?
Ansietas
Intoleransi aktifitas
Gangguan pola tidur
Ketidakefektifan bersihan jalan nafas
Resiko nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
Seorang perempuan, 20 tahun dirawat di RSJ karena marah marah dan membanting barang di rumah dan senyum sendiri. Hasil pengkajian: mata merah, tegang, mondar mandir, badan kotor, menunduk dan kontak mata kurang. Menurut keluarga pasien sudah dua kali gagal masuk PTN yang diidamkan.
Apakah rencana tindakan keperawatan pada kasus tersebut?
Kaji aspek positif
Ajarkan mengenal halusinasi
Ajarkan pentingnya kebersihan diri
Ajarkan pentingnya interaksi dengan orang lain
Ajarkan mengenal penyebab perilaku kekerasan
Seorang laki-laki, 16 tahun dibawa keluarganya ke RSJ membakar sepeda motor tetangga dan melempar setiap orang yang lewat. Hasil pengkajian: mata cekung, tegang, mulut bau minyak tanah, kotor, badan bau dan ada luka lecet di dahi. Menurut keluarga pasien marah-marah dan menyakiti dirinya karena tidak dibelikan sepeda motor balap.
Apakah masalah keperawatan pada kasus tersebut?
risiko bunuh diri
perilaku kekerasan
defisit perawatan diri
harga diri rendah kronis
kerusakan komunikasi verbal
Seorang perempuan, 28 tahun dirawat di RSJ karena tersenyum sendiri dan sering keluyuran di jalan. Hasil pengkajian: badan kotor, bau, makan berantakan, menyendiri, kontak mata kurang. Menurut keluarga pasien ditinggal meninggal anaknya yang terkena Covid-19.
Apakah masalah keperawatan pada kasus tersebut?
halusinasi
isolasi sosial
harga diri rendah
defisit perawatan diri
perubahan penampiloan dan peran
Seorang perempuan, 40 tahun dirawat di RSJ sejak seminggu yang lalu karena mengamuk, membanting barang-barang. Hasil pengkajian: muka merah, tegang, mata melotot, kuku kotor. Menurut keluarga, pasien sudah dua bulan tidak keluar kamar sejak ditinggal suami menikah lagi.
Apakah masalah keperawatan pada kasus tersebut?
resiko perilaku kekerasan
defisit perawatan diri
resiko bunuh diri
harga diri rendah
isolasi sosial
Seorang perempuan, 29 tahun dirawat di RSJ karena mengamuk dan menghancurkan perabotan di rumah sambal ketawa sendiri. Hasil pengkajian: kontak mata kurang, susah diajak komunikasi, menunduk. Menurut keluarga pasien merasa malu karena pernah merantau tapi belum berhasil dan belum bisa menikah seperti teman sebayanya yang lain.
Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut?
halusinasi
isolasi sosial
harga diri rendah
resiko perilaku kekerasan
kerusakan komunikasi verbal
Seorang perempuan, 45 tahun dirawat di RSJ karena tidak mau keluar rumah, membanting TV dan perabotan lainnya. Hasil pengkajian: menyendiri, mulut komat kamit, tersenyum sendiri, tangan mengepal. Menurut keluarga pasien marah-marah sejak suaminya meninggal tiga bulan lalu. Pasien sudah mengetahui bahwa suara yang didengar tidak nyata.
Apakah tindakan keperawatan selanjutnya pada kasus tersebut?
Mengajarkan mengenal penyebab perilaku kekerasan
Mengajarkan untuk memukul bantal
Mengajarkan mengenal halusinasi
Mengajarkan cara menghardik
Mengajarkan Tindakan asertif
Seorang perempuan, 16 tahun dirawat di RSJ karena klien tidak mau berinteraksi dengan orang lain dan menganggap orang lain musuh. Hasil pengkajian: menyendiri, tidak mau komunikasi dengan perawat dan pasien lain, badan kotor dan memakai baju terbalik. Menurut keluarga pasien tidak mau bicara sejak orang tuanya bercerai satu bulan lalu.
Apakah rencana tindakan keperawatan pada kasus tersebut?
Ajarkan pentingnya interaksi dengan orang lain
Ajarkan pentingnya kebersihan diri
Diskusikan penyebab isolasi sosial
Ajarkan interaksi secara bertahap
Kaji aspek positif
Seorang perempuan, 25 tahun, di rawata di RSUD karena kecelakaan bersama calon suaminya. Hasil pengkajian: murung, sedih, tidak mau disentuh dan mengatakan ini tidak mungkin terjadi pada saya, rencana operasi dua hari lagi. Menurut keluarga calon suaminya meninggal pada kecelakaan tersebut.
Apakah fase kehilangan pada kasus tersebut?
acceptance
bargaining
depresi
denial
anger
Seorang perempuan, 45 tahun dating ke poli jiwa di RSU karena susah tidur dan dada sering berdebar. Hasil pengkajian: RR 24x/menit, nadi 92x/menit, keringat dingin, sedih dan putus asa, pasien mengatakan kondisi tersebut terjadi sejak suaminya meninggal dan dia di PHK.
Apakah tindakan keperawatan pada kasus tersebut?
Memotivasi melalukan teknik relaksasi saat cemas
Mengajarkan mengenal penyebab kecemasan
Mengajarkan teknik relaksasi napas dalam
Mendiskusikan aspek positif yang dimiliki
Mengajarkan minum obat teratur
Seorang perempuan, 26 tahun dirawat di RSU karena mencoba bunuh diri dengan minum baygon. Hasil pengkajian: murung, menangis, dan hanya mau bicara dengan perawat karena dia malu pada keluarganya dan berpesan agar tidak menceritakan kondisinya pada keuarga.
Apakah prinsip etik pada kasus tersebut?
nonmaleficence
confidentiality
benefience
veracity
justice
Seorang laki-laki, 40 tahun dirawat di RSJ karena sering berbicara sendiri dan melempar barang. Hasil pengkajian: mondar mandir sambil memerintah pasien lain untuk hormat dan membungkuk di depannya, tegang dan badan kotor. Menurut keluarga pasien sudah tiga kali dirawat di RSJ.
Apakah kriteria hasil intervensi pada kasus tersebut?
badan bersih
orientasi realita
mengenal masalah halusinasi
mengontrol perilaku kekerasan
mengenal aspek positif yang dimiliki
Seorang perempuan, 40 tahun dirawat di RSJ karena berbicara sendiri dan mengurung diri di kamar. Hasil pengkajian: kontak mata kurang, menunduk, menyendiri di sudut ruangan, badan kotor, wajah tegang. Perawat sudah mengajarkan mengenal penyebab masalah keperawatan.
Apakah evaluasi pada kasus tersebut?
memiliki aspek positif yang ditetapkan sesuai kemampuan
mampu mengontrol perilaku kekerasan
mampu berinteraksi dengan satu orang
mampu berinteraksi secara bertahap
mengenal penyebab isolasi sosial
Seorang laki-laki, 40 tahun dirawat di RSJ karena mengamuk dan memecahkan barang-barang di rumah. Hasil pengkajian: bicara dan senyum sendiri, tidak mau beriteraksi dengan orang lain, badan kotor. Menurut keluarga pasien malu karena ketahuan mengambil uang musholla.
Apakah rencana tindakan keperawatan pada kasus tersebut?
Ajarkan mengenal penyebab perilaku kekerasan
Ajarkan mengenal penyebab isolasi sosial
Ajarkan pentingnya kebersihan diri
Kaji aspek positif yang dimiliki
Ajarkan mengenal halusinasi
Seorang laki-laki, 40 tahun dirawat di RSJ karena mengurung diri selama dua bulan dan sering bicara sendiri. Hasil pengkajian: tidak mau berkumpul dengan temannya, susah diajak komunikasi, kontak mata kurang, mondar-mandir, tidak mau makan. Menurut keluarga pasien di PHK karena dituduh mencuri uang perusahaan.
Apakah evaluasi akhir pada kasus tersebut?
mampu memenuhi perawatan diri
mampu berinteraksi secara bertahap
mampu beriteraksi dengan orang lain
mampu mengendalikan perilaku kekerasan
mampu menetapkan aspek positif yang dimiliki
Seorang perempuan, 35 tahun dirawat di RSJ karena mengamuk di pasar dan bicara tidak jelas serta tersenyum sendiri. Hasil pengkajian: menyendiri, kontak mata kurang, mengatakan kalau dia malu karena gagal menjadi anggota DPRD. Menurut keluarga pasien sudah menghabiskan uang milyaran untuk kampanye. Tindakan yang sudah dilakukan perawat adalah mengidentifikasi aspek positif yang dimiliki.
Apakah tindakan keperawatan selanjutnya pada kasus tersebut?
Mengajarkan menilai kemampuan yang dapat digunakan
Mengajarkan menetapkan kegiatan sesuai kemampuan
Mengajarkan cara berinteraksi secara bertahap
Mengajarkan pentingnya berinteraksi
Mengajarkan mengontrol halusinasi
Seorang laki-laki, 45 tahun dibawa ke UGD RSJ oleh Dinas Sosial karena keluyuran di jalan dalam kondisi telanjang. Hasil pengkajian: tertawa sendiri, menggaruk-garuk kepala, menyanyi. Perawat berusaha memakaikan baju pada pasien.
Apakah prinsip etik pada kasus tersebut?
Nonmaleficience
Confidentiality
Beneficience
Autonomy
Justice
Seorang perempuan, 22 tahun, di rawat di RSJ karena mengurung diri di kamar dan tidak mau melakukan aktivitas apapun. hasil pengkajian: tidak berbicara kalau tidak ditanya, kontak mata kurang, duduk di sudut ruangan. Menurut keluarga pasien mengurung diri di kamar setelah gagal masuk menjadi ASN.
Apakah tindakan keperawatan pada kasus tersebut?
mendiskusikan pentingnya interaksi dengan orang lain
mengajarkan memilih tindakan positif yang dilakukan
mengajarkan bercakap-cakap dengan orang lain
mengidentifikasi penyebab menarik diri
mengidentifikasi aspek positif
Seorang laki-laki, 40 tahun dirawat di RSJ karena merusak tanaman tetangganya serta tersenyum sendiri. Hasil pengkajian: mondar-mandir, wajah tegang, tangan mengepal. Menurut keluarga istri pasien meninggal satu tahun yang lalu dan anaknya meninggal karena kecelakaan 3 minggu lalu. Pasien adalah orang tertutup, anak tunggal yang diasuh neneknya sejak SD karena orang tuanya bercerai.
Apakah faktor presipitasi pada kasus tersebut?
kepribadian tertutup
kematian anaknya
kematian istrinya
perceraian
pola asuh
Seorang laki-laki, 25 tahun dirawat di RSJ karena membakar sepeda motornya sambil mengamuk di depan rumah. Hasil pengkajian: kontak mata kurang, tidak mau berinteraksi, mondar-mandir sambil tersenyum sendiri, badan kotor. Menurut keluarga pasien sudah tiga kali dirawat di RSJ karena tidak mau minum obat.
Apakah masalah keperawatan pada kasus tersebut?
regimen terapiutik tidak efektif
defisit perawatan diri
perilaku kekerasan
isolasi sosial
halusinasi
Seorang laki-laki, 45 tahun dirawat di RSJ karena mengurung diri di kamar dan tidak merawat diri selama tiga bulan. Hasil pengkajian: kontak mata kurang, tidak mau berinteraksi dengan orang dan mengatakan kalau berbicara dengan orang lain adalah suatu perbuatan dosa, mondar-mandir dan memakai baju terbalik. Menurut keluarga pasien pernah dirawat karena mencoba bunuh diri.
Apakah masalah keperawatan pada kasus tersebut?
waham
isolasi sosial
risiko bunuh diri
defisit perawatan diri
risiko perilaku kekerasan
Seorang perempuan, 23 tahun, datang ke Poli hamil dengan keluhan mual muntah selama 3 hari. Hasil pengkajian, pasien mengatakan terlambat menstruasi selama 4 minggu, dan pemeriksaan tes kehamilan positif.
Apakah pengkajian lanjutan utama pada kasus tersebut ?
Riwayat menstruasi
Riwayat penyakit sebelumnya
Riwayat kehamilan sebelumnya
Riwayat persalinan sebelumnya
Tanggal hari pertama haid terakhir
Seorang perempuan, 21 tahun, P1A0, dirawat di ruang nifas dengan postpartum normal hari ke 2. Hasil pengkajian, pasien mengatakan tidak ingin menyusui bayinya karena memberikan susu formula lebih bergengsi di lingkungannya dari pada ASI dan khawatir bentuk payudaranya berubah lembek akibat menyusui.
Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut?
Ketidakefektifan proses menyusui
Kesiapan meningkatkan nutrisi
Kesiapan menjadi orang tua
Terputusnya menyusui
Ketidakcukupan ASI
Seorang perempuan, 20 tahun, P1A0, datang ke poli KIA untuk kontrol nifas dengan postpartum normal hari ke 6. Hasil pengkajian, pasien mengeluh capek, merasa tidak mampu menjadi ibu yang baik karena bayinya sering menangis saat menyusu. Pasien mengatakan sendirian menjaga bayinya yang sering terbangun di malam hari karena suaminya tidur.
Apakah tindakan keperawatan utama pada kasus tersebut?
Menganjurkan ibu untuk konsul psikolog
Mengedukasi ibu tentang pentingnya tidur
Menganjurkan keluarga untuk memberi dukungan
Menganjurkan ibu untuk memberikan ASI Ekslusif
Mengedukasi pasien untuk memberikan susu formula
Seorang perempuan, 34 tahun, G3P2A0, dirawat di ruang bersalin dalam proses persalinan. Hasil pengkajian: pembukaan lengkap dan bayi siap dilahirkan. Perawat melakukan pertolongan kelahiran kepala dengan menahan perineum dan menahan kepala defleksi, mengecek lilitan tali pusat, menunggu putar paksi luar, dan melahirkan bahu serta badan
Apakah tindakan selanjutnya yang harus dilakukan pada kasus tersebut?
Melakukan injeksi oksitoksin
Memotong tali pusat
Melahirkan plasenta
Mengeringkan bayi
Melakukan IMD
Seorang perempuan, 33 tahun, G3P1A1, sedang dirawat di ruang bersalin dalam proses persalinan. Hasil pengkajian: Bayi lahir spontan, dilakukan injeksi oksitosin, kemudian perawat melakukan peregangan tali pusat terkendali dan plasenta dilahirkan. Tampak perdarahan pervaginam 100 cc, kontraksi uterus teraba lembek setelah dilakukan masase dan terdapat luka ruptur grade 1.
Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut?
Nyeri akut
Risiko perdarahan
Kurang pengetahuan
Kerusakan integritas kulit
Kerusakan integritas jaringan
Seorang perempuan, 34 tahun, G3P2A0, dirawat di ruang bersalin dalam proses persalinan. Perawat melakukan pertolongan kelahiran kepala dengan menahan perineum dan menahan kepala defleksi, mengecek lilitan tali pusat.
Apakah tindakan selanjutnya pada kasus tersebut?
Melahirkan placenta
Menunggu putar paksi luar
Meminta ibu untuk mengejan
Menunggu putar paksi dalam
Melahirkan bahu serta badan
Seorang perempuan, 30 tahun, G2P1A0, usia kehamilan 40 minggu, dirawat di ruang bersalin dalam proses persalinan dengan keluhan nyeri di pinggang. Hasil pengkajian: pembukaan 7 cm, ketuban utuh, DJJ 146x/mnt, kontraksi 4 kali dalam 10 menit selama 40 detik.
Apakah tindakan keperawatan utama pada kasus tersebut?
Memantau kontraksi
Memberikan analgesik
Memberikan kompres hangat
Melakukan pemecahan ketuban
Memberikan masase eufleurage di pinggang
Seorang perempuan, 26 tahun, datang ke IGD dengan keluhan nyeri. Hasil pengkajian pembukaan serviks 8 cm, kontraksi 4 kali dalam 10 menit selama 40 detik, DJJ 140x/mnt, gerakan janin aktif, ketuban pecah 20 menit yang lalu warna jernih, TD 120/80 mmHg, frekuensi nadi 100 x/menit, frekuensi napas 18x/menit, suhu 37°C.
Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut?
Kelelahan
Risiko Infeksi
Nyeri Melahirkan
Risiko gangguan ibu janin
Ketidakefektifan proses kehamilan melahirkan
Seorang perempuan, 28 tahun, P2A0, datang ke poli nifas untuk kontrol postpartum hari ke-7. Hasil pengkajian: pasien mengatakan ingin menyusui hingga 2 tahun dan tidak mau memberikan susu formula, ASI sudah keluar, kolostrum disusukan dan cara menyusui bayinya sudah tepat.
Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut
Kesiapan meningkatkan pemberian ASI
Kesiapan meningkatkan pengetahuan
Ketidakefektifan pemberian ASI
Kesiapan menjadi orang tua
Kurang pengetahuan
Seorang perempuan, 20 tahun, P1A0, datang ke poli nifas dengan keluhan ASI nya sedikit yang keluar. Hasil pengkajian, pasien mengatakan memberikan susu formula supaya kenyang karena bayinya rewel setelah menyusu, payudara bengkak, dan nyeri.
Apakah tindakan keperawatan utama pada kasus tersebut?
Memberikan air gula sebagai pengganti susu formula
Mengajurkan klien untuk banyak makan dan minum
Memberikan bayi bubur cair supaya tidak rewel
Mengajarkan pijat oksitosin dan memerah ASI
Memerah ASI dan memberikan melalui dot
Seorang perempuan, 32 tahun, G2P0A1, datang ke Poli KIA untuk memeriksakan kehamilan. Hasil pengkajian, pasien mengeluh pinggang mudah sakit, mudah lelah dan sering BAK terutama sejak usia kehamilannya memasuki 7 bulan.
Apakah tindakan keperawatan yang paling tepat untuk kasus tersebut?
Menganjurkan untuk istirahat total
Melakukan pemasangan kateter urin
Memberikan analgesik untuk mengurangi nyeri
Menganjurkan mengurangi intake cairan pasien
Menjelaskan bahwa keluhannya adalah hal yang wajar
Seorang perempuan, 30 tahun, G4P2A1, hamil 34-35 minggu, datang ke poli KIA untuk periksa kehamilan. Hasil pengkajian: TFU 32 cm, teraba bokong di fundus, punggung kanan.
Apakah pemeriksaan selanjutnya yang paling tepat pada kasus tersebut?
Pemeriksaan DJJ
Pemeriksaan manuver Leopold 1
Pemeriksaan manuver Leopold 2
Pemeriksaan manuver Leopold 3
Pemeriksaan manuver Leopold 4
Seorang perempuan, 20 tahun, G2P1A0, hamil 24 minggu, dirawat di ruang bersalin dengan perdarahan pervaginam bercak kecoklatan. Hasil pengkajian, pasien mengatakan baru pertama periksa kehamilan, belum merasakan gerakan janin, perutnya membesar dengan cepat, hasil lab HCG 200.000 IU/dl.
Apakah pemeriksaan fisik selanjutnya yang tepat pada kasus tersebut?
Denyut jantung janin
Warna Conjungtiva
Tinggi fundus uteri
Kebersihan vagina
Lingkar perut
Seorang perempuan, 30 tahun, G1P0A0, datang ke poli kandungan pada tanggal 6 Agustus 2018. Hari pertama haid terakhir yang diingat adalah pada 17 April 2018
Berapakah umur kehamilan pada kasus tersebut?
14 minggu lebih 5 hari
14 minggu lebih 4 hari
15 minggu lebih 5 hari
15 minggu lebih 4 hari
15 minggu lebih 3 hari
Seorang perempuan, 22 tahun, G1P0A0, usia kehamilan 8 minggu, dirawat di ruang kebidanan dengan keluhan kram perut area bawah. Hasil pengkajian: pendarahan vagina sedikit seminggu terakhir, servik tertutup, uterus teraba lunak, besar janin sesuai usia kehamilan, pemeriksaan Hb 12 g%.
Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut?
Nyeri akut
Risiko infeksi
Risiko cedera janin
Gangguan rasa nyaman
Gangguan perfusi jaringan
Seorang perempuan, 27 tahun, datang ke poli nifas untuk kontrol postpartum hari ke 7 dengan keluhan demam. Hasil pengkajian: keadaan umum lemah, terlihat pucat, lochea bau busuk, nyeri pada perut kuadran bawah, TD 90/40 mmHg, frekuensi nadi 126x/menit, frekuensi nafas 12x/menit, suhu 38,5o C.
Apakah tindakan keperawatan utama pada kasus tersebut?
Tranfusi darah
Manajemen nyeri
Kolaborasi pemeriksaan lab darah
Mengganti pembalut nifas 4 jam sekali
Kolaborasi pemberian injeksi antibiotika
Seorang perempuan, 25 tahun, dirawat di ruang bersalin, saat 2 jam post partum mengalami banyak perdarahan. Hasil pengkajian: pucat, akral teraba dingin, tinggi fundus uteri setinggi pusat, uterus teraba lunak dan perdarahan saat persalinan sebanyak 650 cc, TD 90/50 mmHg, frekuensi nadi 88 kali/xmenit
Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut?
Risiko syok
Hipotermia
Risiko injuri
Risiko infeksi
Gangguan perfusi serebral
Seorang perempuan, 25 tahun, G2P1A0, hamil 38 minggu, dirawat di ruang bersalin dengan proses persalinan. Hasil pengkajian: portio tidak teraba, pembukaan servik lengkap, penurunan kepala 1/5. Pasien dipimpin meneran dan melahirkan bayi dengan sehat.
Apakah tindakan perawat selanjutnya yang dilakukan?
Pemotongan tali pusar
Berikan oksitosin 10 unit IM
Lakukan massase fundus uteri
Mengecek adanya bayi kembar
Lakukan penegangan tali pusat terkendali
Seorang bayi perempuan baru lahir dengan kondisi bayi waktu lahir bernafas spontan frekuensi nafas 45x/menit, tidak ada tarikan dinding dada bawah, frekuensi jantung 135x/menit, warna kulit kemerahan, tonus otot aktif. Perawat melakukan Inisiasi Menyusu Dini.
Apakah tindakan selanjutnya yang dilakukan pada kasus tersebut?
Mengeringkan bayi
Memberikan vaksin Hb0
Memberikan injeksi vit K
Menimbang berat badan bayi
Mengambil stempel kaki bayi
Seorang perempuan, 23 tahun, dirawat di ruang bersalin dalam proses persalinan. Hasil pengkajian: sudah melahirkan 30 menit yang lalu, mengeluh nyeri pada jalan lahir, terdapat robekan perineum derajat III, perdarahan sekitar 200 cc, tinggi fundus uteri 2 jari di atas pusat.
Apakah tindakan utama pada kasus tersebut?
Memberikan obat anti perdarahan
Melakukan rujukan ke Rumah Sakit
Memasang cateter untuk mengeluarkan urine
Menjahit luka perinium setelah dilakukan anestesi
Memasang tampon untuk menghentikan perdarahan
Perempuan 36 tahun periksa ke poli penyakit dalam dengan riwayat demam sejak 4 hari yang lalu. Hasil pengkajian; mukosa kering, pasien mengeluh mual dan nyeri ulu hati, kulit teraba panas dan kemerahan, TD 130/70 mmHg, frekuensi Nadi 100x/menit, frekuensi napas 24x/menit, suhu 39° C, trombosit 150.000 mm3.
Apakah masalah keperawatan utama pada kasus di tersebut?
Nausea
Hipertermia
Defisit nutrisi
Resiko defisit nutrisi
Resiko defisit cairan
Laki-laki 60 tahun dirawat diruang penyakit dalam karena mengeluh jantung berdebar-debar. Hasil pengkajian; mudah lelah dan sesak saat beraktivitas, batuk, tampak pucat, edema pada kaki, TD 170/90 mmHg, frekuensi Nadi 110x/menit, frekuensi napas 32 x/menit, S 37oC, Pasien mendapatkan terapi oksigen 4 lt/menit
Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut?
Penurunan curah jantung
Gangguan mobilitas fisik
Intoleran aktivitas
Resiko hipervolemia
Bersihan jalan napas tidak efektif
Perempuan 31 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan keluhan nyeri perut kanan bawah. Hasil pengkajian mual, tidak ada nafsu makan 2 minggu terakhir, bibir kering,lemah, TD 120/60mmHg, frekuensi nadi 80x/menit, frekuensi napas 22x/mnt, suhu 37,70C. albumin 2,8 mg/dl
Apakah masalah keperawatan utama pada kasus diatas?
Defisit nutrisi
Hipovolemia
Nyeri akut
Hipertermi
Intololeransi aktivitas
Laki-laki usia 55 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan ulkus pada tumit kanan. Perawat sedang melakukan perawatan luka, dan saat ini membuka balutan luka, kondisi balutan tampak basah, luka kotor dan bernanah, banyak eksudat, sedikit sekali granulasi, terdapat jaringan mati.
Apakah tindakan selanjutnya pada kasus tersebut?
Tekan area sekitar luka untuk mengeluarkan eksudat
Lakukan tindakan debridement pada jaringan mati
Bersihkan eksudat menggunakan kassa steril
Irigasi area luka dengan normal salin
Berikan obat topikal
Perempuan usia 25 tahun dirawat diruang bedah akibat luka bakar. Hasil pengkajian: luka bakar daerah seluruh lengan kiri dan perut TD 120/80 mmHg, frekuensi napas 25 x/mnt, frekuensi nadi 98 x/mnt, BB 40 kg, TB 165 cm, pasien telah diberikan cairan pada 8 jam pertama.
Berapakah cairan yang diberikan pada 16 jam berikutnya?
1080 cc
1440 cc
1200 cc
1750 cc
2160 cc
Perempuan usia 17 tahun, dirawat diruang penyakit dalam dengan keluhan demam. Hasil pengkajian akral hangat, pasien mual, demam, belum BAB sejak 2 hari, TD 130/90 mmHg, frekuensi nadi 110x/menit, frekuensi nafas 20x/menit, Suhu : 38,7°C,
Apakah diagnosis keperawatan utama pada kasus tersebut?
Nyeri akut
Hipertermi
Resiko hipovolemia
Konstipasi
Nausea
Perempuan usia 56 tahun dirawat diruang interna dengan anemia. Pasien mendapatkan tranfusi PRC 4 kantong, saat tranfusi pasien tiba-tiba menggigil kedinginan dan kulit gatal. Hasil pengkajian; TD 110/70 mmHg, Nadi 88x/mnt, Suhu: 360C, tampak pasien gemetaran.
Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
Melepas infus dan tranfusi
Memberikan obat antihistamin
Menghentikan tetesan tranfusi
Memberikan selimut tebal
Memberikan minum hangat
Laki-laki usia 54 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan CKD, mengeluh sesak. Hasil pengkajian: kondisi lemah, TD 150/100 mmHg, frekuensi nadi 90x/menit, frekuensi napas 32 x/mnt, terdengar ronchi pada lapang paru, retraksi intercostae, hasil analisis gas darah: pH 7,25, tekanan CO2 30 mmHg, saturasi oksigen 90%.
Apakah diagnosa keperawatan pada kasus tersebut?
Bersihan jalan napas tidak efektif
Pola napas tidak efektif
Gangguan pertukaran gas
Defisit perawatan diri
Intoleransi aktivitas
Laki-laki usia 20 tahun di rawat di ruang bedah, mengalami fraktur tibia sinistra dan telah dilakukan pemasangan gips, satu jam kemudian pasien melaporkan kaki kanan terasa kebas. Akral pada ekstremitas, teraba dingin, nadi lemah dan pucat.
Apakah tindakan yang harus dilakukan ?
Memberikan kompres hangat pada kaki
Meletakkan kaki lebih rendah dari tubuh
Meninggikan kaki dengan dua bantal
Memijat kaki bagian lateral
Membuka gips
Laki laki usia 45 tahun dirawat di ruang penyakit dalam, mengeluh nyeri dada kiri. Hasil pengkajian; nyeri skala 7 menjalar ke lengan kiri tembus ke punggung, wajah menyeringai, keringat dingin, mual, nafsu makan menurun, lemah, TD 140/90 mmHg, frekuensi nadi 120 x/mnt, frekuensi napas 26 x/mnt, SpO2 96%.
Apa masalah keperawatan utama pada pasien tersebut?
Nyeri Akut
Defisit nutrisi
Intoleran aktivitas
Pola nafas tidak efektif
Penurunan curah jantung
Perempuan 30 tahun datang ke polikinik penyakit dalam dengan keluhan ada benjolan di leher, nafsu makan meningkat namun BB menurun dan mudah capek. Hasil pengkajian TD 130/90 mmHg, frekuensi nadi 101 x/menit, frekuensi napas 25x/menit, Hb 9 mg/dl. Perawat melakukan pemeriksaan kelenjar tiroid, pasien dianjurkan duduk bersandar dengan kepala menghadap keatas.
Apakah tindakan selanjutnya yang tepat pada kasus tersebut?
Cuci tangan
Pasang sketsel
Menganjurkan menelan ludah
Meletakkan tangan di leher anterior
Meletakkan kertas diatas tangan pasien
Perempuan usia 50 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan keluhan sesak napas dan batuk tidak mampu mengeluarkan dahak. Hasil pengkajian; TD 120/80 mmHg, frekuensi nadi 100 x/menit, frekuensi napas 30x/menit, Suhu 38,3° C, pasien berkeringat, ronki (+) disemua lapang paru.
Apakah tindakan yang tepat pada kasus tersebut?
Kolaborasi pemberian antipiretik
Monitoring oksimetri secara rutin
Pemeriksaan analisa gas darah
Pemberian nebulizer
Pemberian oksigen
Laki-laki usia 37 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan stroke. Hasil pengkajian; pasien terpasang NGT selama 3 minggu untuk mencegah aspirasi, kesadaran saat ini sudah composmentis, TD 120/70 mmHg, frekuensi nadi 79 x/mnt, frekuensi napas 24x/ menit, suhu 36°C.
Apakah evaluasi yang perlu diperhatikan perawat saat memutuskan melepas NGT?
Jumlah cairan lambung
Posisi selang lambung
Kemampuan menelan
Adanya nyeri telan
Bising usus
Laki-laki usia 52 tahun datang ke poli penyakit dalam dengan keluhan badan lemas. Hasil pengkajian; pasien memiliki riwayat penyakit diabetes sejak 5 tahun yang lalu, pola makan pasien tidak terkontrol, TD 135/80 mmHg, frekuensi nadi 87 x/menit, frekuensi napas 21 x/menit, suhu 36,7 oC, gula darah sewaktu 267 mg/dl.
Apakah pendidikan kesehatan yang tepat pada kasus tersebut?
Komplikasi penyakit
Patofisiologi penyakit
Nutrisi pada pasien DM
Perawatan kaki pasien dengan DM
Cara memberikan terapi insulin di rumah
Laki laki usia 50 tahun dirawat di ruang interna dengan kondisi penurunan kesadaran. Hasil pengkajian; ektremitas kanan tidak bisa digerakkan, terdapat tanda kaku kuduk, GCS 345, muntah projektil dan nyeri kepala, TD 210/110 mmHg, frekuensi nadi 100 x/menit, frekuensi napas 28x/menit, suhu 37,9 °C.
Apakah intervensi keperawatan yang tepat di lakukan pada kasus tersebut?
Berikan posisi head up 15-30 derajat
Monitor tingkat kesadaran
Berikan posisi semiflower
Observasi TT V
Pasang infuse
Laki-laki usia 60 tahun yang sedang di ruang interna mengeluh sesak napas saat bangun dari tempat tidur. Hasil pengkajian pasien mempunyai riwayat jantung koroner, TD 140/90 mmHg, frekuensi nadi 120 kali/menit, suhu 37,6 C, frekuensi pernapasan 28 kali/menit.
Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
Berikan terapi oksigen
Berikan posisi semifowler
Ajarkan tehnik nafas dalam
Monitor frekuensi pernafasan
Anjurkan membatasi aktivitas
Laki-laki usia 32 tahun dirawat diruang interna dengan riwayat asma, mengeluh 2 hari ini sesak napas. Hasil pengkajian, tampak lemah, terdapat wheezing dan retraksi dinding dada, tidur terganggu, TD 130/80 mmHg, frekuensi nadi 112 x/menit, frekuensi pernafasan 29 x/menit, suhu 38°C.
Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut?
Ketidakefektifan jalan nafas
Gangguan pola tidur
Gangguan pola nafas
Intoleransi aktivitas
Hipertermi
Perempuan usia 52 tahun dirawat di ruang interna dengan keluhan nyeri pada luka. Hasil pengkajian: skala nyeri 7, kondisi luka tungkai kiri basah berdiameter 2 cm kedalaman 1 cm berwarna kuning kemerahan, odema dan hiperemi, TD: 120/80, frekuensi nadi: 89x/ menit, suhu 37,9 C.
107 Apakah masalah keperawatan yang paling utama pada kasus tersebut?
Hipertermi
Nyeri akut
Resiko jatuh
Kerusakan mobilitas fisik
Kerusakan integritas kulit
Laki-laki usia 34 tahun dirawat di ruang rawat dengan kanker paru-paru, pasien post kemoterapi tahap ke-6. Selama kemoterapi pasien mengeluh lemas, mual, muntah dan tidak nafsu makan, BB berkurang 2 kg dalam waktu 2 minggu, TD: 110/70, frekuensi nadi: 86x/ menit, suhu: 37,4 0C, frekuensi nafas 26 x/menit.
Apakah tindakan keperawatan utama yang dilakukan pada kasus tersebut?
Menguatkan mekanisme koping
Menganjurkan untuk bedrest
Monitoring BB secara rutin
Memberikan porsi makan kecil dan sering
Monitoring tanda vital
Perempuan usia 50 tahun dirawat diruang interna dengan DM type 2. Hasil pengakjian terdapat luka gangrene pada ekstremitas kiri bawah daerah dorsal pedis, dilakukan tindakan perawatan luka. Pada saat perawatan luka, Perawat melakukan pelepasan balutan luka.
Apakah tindakan selanjutnya yang akan dilakukan pada kasus tersebut?
Mencuci tangan
Memakai handscon
Mencuci luka
Melakukan nekrotomi
Menutup luka
Laki-laki usia 70 tahun dirawat di RS dengan COPD. Hasil pengkajian kesadaran menurun, GCS 2-3-2, terdapat ronchi di kedua lapang paru, TD 130/80 mmHg, frekuensi nafas 32x/menit, frekuensi nadi 96 x/menit, suhu 37,9°C, terpasang oksigen mask 6 lpm.
Apa prioritas tindakan keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
Monitor saturasi oksigen
Lakukan suction
Lakukan nebulizer
Posisikan semifowler
Berikan bronkodilator
Laki-laki usia 60 tahun dirawat diruang interna dengan gagal jantung. Pasien mengeluh terasa nyeri pada tangan yang terpasang kateter infus skala nyeri 5 Hasil pemeriksaan ditemukan tanda-tanda peradangan pada daerah penusukan kateter, TD 130/80 mmHg, frekuensi nafas 32x/menit, frekuensi nadi 96 x/menit, suhu 37,5°C.
Apakah tindakan tepat pada kasus tersebut?
Mencabut kateter infus
Melakukan masase kulit
Melakukan kompres dingin
Kolaborasi pemberian analgetik
Memperlambat frekuensi tetesan infus
Laki-laki usia 56 tahun dirawat diruang interna mengeluh nyeri dada. Hasil pengkajian sianosis, pernafasan kusmaul. Perawat mengambil sampel darah arteri untuk pemeriksaan BGA. Setelah melakukan disinfektan arteri radialis, perawat melakukan penusukan dan darah berhasil masuk spuit. Perawat mencabut dan melakukan penekanan pada daerah penusukan.
Apakah tindakan keperawatan selanjutnya pada kasus tersebut?
Menutup ujung jarum spuit dengan karet
Memberi label identitas pasien pada spuit
Memasukkan darah pada botol yg disiapkan
Mengeluarkan udara pada spuit dengan segera
Menarik spuit untuk memastikan tidak ada udara
Laki-laki usia 63 tahun datang ke poli bedah mengeluh seminggu sejak post operasi laparatomi belum bisa BAB pasien takut bergerak karena nyeri. Hasil pengkajian; abdomen teraba keras, perkusi suara redup dan tidak terdengar bising usus, TD 140/90 mmHg, frekuensi napas 20x/menit, frekuensi nadi 80x/menit, suhu 36,70C
Apakah tindakan yang tepat pada kasus tersebut?
Menganjurkan pasien untuk menghabiskan menu yang diberikan RS
Mengajarkan pasien untuk distraksi dan relaksasi
Menganjurkan pasien untuk banyak minum
Menganjurkan pasien untuk mobilisas
Melakukan huknah tinggi
Perempuan, usia 56 tahun dirawat dengan anemia. Pasien mendapatkan tranfusi PRC 4 kantong. Pada saat tranfusi pasien tiba tiba menggigil kedinginan dan kulit gatal. Hasil pengkajian; kulit tampak bintik kemerahan, TD 100/70 mmHg, frekuensi nadi 99x/menit, frekuensi napas 24x/menit, suhu 37,3°C.
Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
Memberikan obat antihistamin
Menghentikan tetesan tranfusi
Mencabut kateter tranfusi
Mengganti transfuse dengan NaCl
Memberikan selimut tebal
Perempuan 56 tahun dirawat di bangsal penyakit dalam mengeluh lemah pada tangan dan kaki kiri. Hasil pengkajian; 140/90 mmHg, frekuensi nadi 96 x/menit, , frekuensi napas 24 x/menit, suhu 37,60C, kekuatan otot 5/3 5/3 , mulut pasien kotor dan berbau, sulit menelan, dan berbicara pelo.
Apakah masalah keperawatan utama yang dialami pasien saat ini?
Gangguan menelan
Defisit perawatan diri
Gangguan mobilitas fisik
Gangguan komunikasi verbal
Resiko perfusi serebral tidak efektif
Laki-laki usia 37 tahun dirawat di ruang interna keluhan sudah 6 hari demam disertai mual dan nyeri ulu hati. Hasil pengkajian, anemis, lemah, akral dingin, TD 130/80 mmhg, frekuensi napas 26 x/menit, frekuensi nadi: 60x/menit, suhu 39,1°C,
Apakah masalah keperawatan pada kasus tersebut?
Nausea
Nyeri Akut
Intoleransi aktivitas
Risiko perfusi perifer tidak efektif
Hipertermi
Laki-laki usia 43 tahun dirawat di ruang penyakit dalam selama lima hari dengan diagnosis Diabetes Mellitus. Hasil pengkajian; pasien mengeluh badan lemas, gemetar, tidak nafsu makan, TD 100/60 mmHg, frekuensi nadi 60x/menit, frekuensi napas 25x/menit, pasien mendapat terapi insulin 4 UIÂ 3 x sehari, GDA 70 gr/dl.
117 Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
Memberi pasien minum air gula
Menganjurkan pasien untuk istirahat
Meningkatkan kecepatan tetesan infuse
Menganjurkan pasien untuk makan banyak
Memberikan injeksi insulin sesuai terapi yang diberikan
Laki-laki, usia 20 tahun di rawat di ruang bedah, mengalami fraktur tibia sinistra terpasang gips, tiga puluh menit kemudian pasien melaporkan kaki kanan terasa kebas. Hasil pengkajian akral dingin, nadi melemah dan pucat pada kaki kiri.
Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
Memberikan kompres hangat pada kaki
Meletakkan kaki lebih rendah dari tubuh
Meninggikan kaki dengan dua bantal
Memijat kaki bagian lateral
Membuka gips
Perempuan usia 65 tahun, dilakukan pemasangan kateter karena mengalami retensio urin. Setelah kateter diberi pelumas kemudian dimasukan ke uretra akan tetapi mengalami kesulitan karena posisi anatomi, kateter masuk kedalam vagina.
Apakah tindakan selanjutnya pada kasus tersebut ?
Memberikan betadin pada kateter
Mengganti kateter dengan yang baru
Menggembungkan balon dengan aquadest
Merubah posisi pemasangan dengan yang benar
Meneruskan pemasukan kateter sampai percabangannya
Laki-laki berusia 60 tahun dirawat diruang interna dengan keluhan sesak nafas disertai nyeri dada kiri dan sulit tidur. Hasil pengkajian; wajah tampak pucat, acral dingin, sianosis,lemah, TD 180/95 mmHg, frekuensi nadi 100x/mt, frekuensi pernafasan 35x/mt,dan suhu 35,3C.
Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut?
Perfusi jaringan perifer tidak efektif
Penurunan curah jantung
Gangguan pola tidur
Intoleransi aktifitas
Nyeri akut
Perempuan usia 50 tahun, dirawat dengan keluhan lumpuh pada kedua kaki. Hasil pengkajian; punggung kemerahan dan pucat, terdapat lesi grade 2 di area bokong, TD 110/90 mmHg, frekuensi nadi 70 x/menit, frekuensi napas 20 x/menit, suhu 36,3°C.
Apakah intervensi keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
Bersihkan lesi dan massase area yang kemerahan
Lakukan latihan mobilisasi pasif secara berkala
Mengompres luka dengan NaCl 0.9%
Ubah posisi setiap dua jam sekali
Mengganti balutan 1 kali sehari
Perempuan usia 30 tahun datang ke Poli Telinga Hidung Tenggorok mengeluh telinga kiri nyeri setelah kemasukan biji kacang. Hasil pengkajian; pasien gelisah sambil memegangi telinga, saat otoskopi tampak biji kacang di meatus akustikus eksterna disertai hyperemia di sekitar area meatus.
Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
Mengajarkan teknik relaksasi distraksi
Menganjurkan untuk tidak memanipulasi
Memberikan irigasi pada telinga kiri
Melakukan ekstraksi biji kacang
Memberikan analgetik
Perempuan usia 65 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan penurunan kesadaran;. pasien mempunyai riwayat NIDDM sejak 4 tahun yang lalu, akral dingin, kesadaran samnolen, TD 90/50, frekuensi nadi 110 x/mnt ireguler, frekuensi napas 28x/menit, suhu 35,5°C, kadar gula darah puasa 65 gr/dl
Apakah tindakan yang tepat pada kasus tersebut?
Memberikan oksigen 4 lpm
Memberikan infus D10%
Memberikan D40% IV
Mengurangi dosis insulin
Menambah jumlah kalori pada diit
Laki-laki usia 55 tahun dirawat diruang penyakit dalam dengan DM tipe 1 dan hipertensi sedang diberikan transfusi darah white blood 500 ml, tiba-tiba pasien mengatakan sesak napas, dada terasa berat dan terlihat gelisah, TD 160/90 mmHg, frekuensi nadi 110 x/mnt, frekuensi napas 28x/menit, suhu 37,5°C.
Apakah tindakan yang paling tepat pada kasus tersebut?
Posisikan semi fowler
Hentikan aliran darah tranfusi
Berikan oksigen dengan nasal kanul
Observasi tanda-tanda vital
Cek reaksi alergi
Laki-laki usia 40 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan Efusi Pleura. Hasil pengkajian terpasang Water Seal Drainage (WSD) dengan sistem dua botol. Saat pasien bergerak selang tertarik sehingga botol yang terisi cairan paru pecah.
Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
Segera mengambil botol baru dan menyambungkan
Lepaskan selang dari dada pasien
Lapor ke dokter dan tunggu intruksi
Klem selang yang dekat dengan dada
Tutup selang dengan kasa steril
Perempuan berusia 35 tahun dirawat di ruang bedah dengan keluhan nyeri di paha sebelah kiri. Hasil pengkajian; skala nyeri 5, terdapat fraktur femur 1/3 distal, akral dingin, TD 120/80 mmHg, frekuensi nadi 96 x/mnt, frekuensi napas 24 x/mnt, suhu 36,9C, terpasang skin traksi
Apakah tindakan keperawatan yang tepat untuk kasus tersebut?
Monitoring balance cairan
Memberikan analgesik
Mengajarkan distraksi relaksasi
Monitoring neurovaskuler perifer
Membantu memenuhi kebutuhan ADL pasien
Perempuan usia 48 tahun dirawat di ruang interna dengan keluhan nyeri kepala. Hasil pengkajian; TD 220/130 mmHg, frekuensi nadi 96x/mnt, frekuensi napas 20x/mnt, muntah proyektil, LDL 200 gr/dl, trigliserid 120 gr/dl , CT SCAN terdapat gambaran infark di lobus temporalis dextra.
Apakah intervensi keperawatan utama pada kasus tersebut?
Berikan analgesik
Atur posisi head up 30°
Anjurkan bed rest
Monitor tanda-tanda peningkatan TIK
Anjurkan relaksasi
Laki laki usia 60 tahun dirawat diruang interna mengeluh tidak bisa BAK sejak 3 hari yang lalu, berkemih tidak lampias. Hasil pengkajian; Pasien sulit menahan berkemih, pancaran urin lemah. Hasil uroflowmetry voiding time 76 det, flow time 87 det.
Apakah pengkajian keperawatan lanjutan pada kasus tersebut?
DRE
Analisa urine
Lama keluhan
Neuropati diabetic
Analisa uroflowmetr rutin
Laki laki usia 48 tahun datang ke poli jantung dengan keluhan nyeri dada sejak 1 bulan yang lalu. Hasil pengkajian; skala nyeri 8, pasien tampak cepat lelah, sesak saat aktifitas, akral dingin, TD 150/100 mmHg, frekuensi nadi 110x/menit, frekuensi napas 28 x/menit, suhu 37°C.
Apakah masalah keperawatan pada kasus tersebut?
Nyeri akut
Intoleransi aktifitas
Pola napas inefektif
Keletihan
Resiko perfusi perifer tidak efektif
Laki laki usia 45 tahun dengan diagnoasa CKD stage 5 sejak dua tahun yang lalu. Hasil pengkajian; pasien tampak pucat, sesak, lemah, dan oedema pada kedua ektremitas bawah, kulit kering, TD 180/100 mmHg, frekuensi nadi 99x/menit, frekuensi napas 28x/menit. BB naik 4 kg dalam 4 hari. Pasien terjadwal hemodialisa 2 kali seminggu.
Apakah masalah keperawatan utama yang tepat untuk pasien diatas?
Hipervolemia
Kerusakan integritas kulit
Ketidakefektifan pola nafas
Resiko perfusi renal tidak efektif
Resiko ketidakseimbangan cairan
Perempuan berusia 50 tahun dirawat di bangsal bedah dengan nyeri kepala akibat trauma capitis. Hasil pengkajian; tampat luka terbungkus kassa pada temporal kiri, ekspresi pasien grimace, TD: 210/130 mmHg, frekuensi nadi: 96x/menit, frekuensi napas: 24 x/menit, suhu: 36,5o C, hasil CT SCAN didapatkan gambaran infark di lobus temporalis sinistra.
tindakan keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
Memberikan posisi head elevasi
Memberian analgesik
Menganjurkan pasien bed rest
Melatih distraksi relaksasi
Meberikan konseling tentang penyakitnya
Perempuan usia 52 tahun dirawat di bangsal penyakit dalam karena menderita stroke, mengeluh pusing, tangan dan kaki kanannya lemas. Hasil pengkajian; ektrimitas kanan tak bisa digerakkan, bicara pelo, TD 200/110 mmHg, frekuensi nadi 90 x/menit, Suhu 36 oC, frekuensi nafas16 x/ menit.
Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut?
Risiko perfusi serebral tidak efektif
Perfusi cerebral tidak efektif
Resiko jatuh
Gangguan komunikasi verbal
Gangguan mobilitas fisik
Perempuan usia 35 tahun dirawat dibangsal penyakit dalam dengan keluhan sesak napas saat berbaring. Hasil pengkajian; terdapat distensi vena jugularis, ictus cordis lebih dari 3 cm, edema pada kedua ekstremitas bawah, TD 100/60 mmHg, frekuensi nadi 116x/mnt, frekuensi nafas 26x/mnt ,Suhu 36.80C.
Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
Batasi intake cairan
Anjurkan pasien istirahat
Monitor intake dan output
Berikan oksigen 6 lpm
Kurangi asupan natrium
Perempuan usia 45 tahun menderita gagal jantung, akan dilakukan pemeriksaan EKG, perawat menyiapkan alat dan didekatkan pada pasien, mencuci tangan dan selanjutnya memasang lead pada ektrimitas dan precordial.
Apakah tindakan keperawatan selanjutnya pada kasus tersebut?
Memberi jelly
Menekan tombol on pada alat
Menghubungkan mesin ke listrik
Menganjurkan agar tidak bergerak
Menjauhkan benda logam dari tubuh pasien
Laki laki usia 45 tahun dirawat di bangsal bedah dengan post trepanasi hari ke 7. Hasil pengkajian; kesadaran composmentis, skala nyeri 6, berlangsung 2-3 menit, TD 130/90 mmHg, frekuensi nadi 100 x/mnt, frekuensi napas 25 x/mnt, suhu 36,8°C
135 Apakah intervensi keperwatan yang tepat pada kasus tersebut?
Guided imagery
Berikan manitol
Berikan analgesik
Atur posisi kepala elevasi
Rawat luka trepanasi
Perempuan usia 20 tahun dibawa keluarga ke RS dengan dengan Meningitis pneumococcal. Hasil pengkajian pasien kejang, kesadaran koma, kaku kuduk dan reflek brudzunski (+). Suhu 39 0C, frekuensi napas 36 x/menit, frekuensi nadi 58x/menit, TD 150/100 mm/Hg.
Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut ?
Penurunan kapasitas adaftif intracranial
Perfusi cerebral tidak efektif
Resiko Perfusi cerebral tidak efektif
Resiko cidera
Hipertermi
Seorang laki-laki 45 tahun di rawat di ruang interna dengan Covid-19. Pasien menolak menginformasikan kepada keluarga besar jika dirinya menderita penyakit tersebut. Perawat tidak memberikan informasi medis pasien kepada orang lain yang saat itu ingin tahu tentang penyakit pasien.
Apakah prinsip etik yang ditegakkan perawat pada kasus tersebut?
Fidelity
Veracity
Beneficence
Confidentiality
Non-maleficence
Perempuan berusia 58 tahun dengan diabetes melitus dirawat setelah mengalami syok 2 hari yang lalu. Perawat baru saja selesai memberikan injeksi insulin 3 IU. Perawat telah mendokumentasikan tindakan, dan melakukan evaluasi tindakan beserta respon pasien.
Apakah tindakan keperawatan yang tepat dilakukan perawat pada kasus di atas?
Menjaga privasi pasien
Memastikan pasien menjaga dietnya
Memastikan pasien makan 10 menit setelah injeksi
Memberitahu pasien bahwa tindakan sudah selesai
Menganjurkan pasien menyampaikan keluhan kepada perawat
Perempuan usia 48 tahun dirawat di RS dengan diagnosa TBC. Pasien sadar penuh, mengeluh sulit bernafas, batuk berdahak, namun dahak sulit dikeluarkan. Perawat telah melakukan tindakan fisioterapi dada dan suction serta mengajarkan pasien teknik batuk efektif.
Apakah evaluasi yang harus dilakukan perawat pada kasus tersebut?
Pola nafas pasien
Produksi sputum pasien
Bersihan jalan nafas pasien
Kemampuan batuk efektif pasien
Karakteristik sputum pada pasien
Laki-laki usia 38 tahun dirawat di Ruang Isolasi RS dengan diagnosa COVID-19 selama 4 minggu. Hari ini pasien diijinkan untuk pulang kerumah setelah hasil pemeriksaan diagnostik menunjukkan bahwa pasien telah negative COVID-19. Keluarga pasien telah datang dan siap menjemput pasien. Pasien menyampaikan rasa khawatir terhadap penolakan warga sekitar saat tiba dirumah.
Apakah tindakan keperawatan yang paling tepat dilakukan sebelum pasien pulang (KRS)?
Promosi citra tubuh
Promosi dukungan sosial
Promosi dukungan spiritual
Promosi antisipasi keluarga
Promosi dukungan keluarga
Perempuan usia 40 tahun dirawat di RS untuk persiapan operasi fraktur femur. Perawat sedang melakukan pemasangan kateter urine. Perawat telah memasukan selang kateter pada uretra dan dipastikan bahwa urine sudah mengalir pada keteter tersebut menuju urine bag.
Apakah tindakan selanjutnya yang harus dilakukan perawat pada kasus tersebut?
Menutup klem urine bag
Mengkaji karakteristik urine
Memfiksasi selang kateter pada paha atas
Mengembangkan balon untuk mengunci kateter
Menghubungkan selang kateter dengan urine bag
Perawat berkunjung pada keluarga Tn. H berusia 45 tahun dan Ny. K berusia 41 tahun serta dua orang anak laki laki dan perempuan. Tn. H menceritakan bahwa satu minggu yang lalu beliau di ukur tekanan darahnya yaitu 140/80mmHg dan dari hasil pengukuran tekan darah yang baru, didapatkan 150/95mmHg, Nadi 100 x/menit, pusing dan tengkuk terasa berat.
Apakah tingkat pencegahan pada kasus tersebut?
Rehabilitasi
Pencegahan tertier
Pencegahan primer
Melakukan skrining
Pencegahan sekunder
Laki laki 32 Tahun tinggal bersama istri dan 2 anaknya. Hasil pengkajian: keluarga punya riwayat kencing manis sejak 1 tahun yang lalu. Terdapat luka dan pus di tungkai kanan dengan ukuran 4 x 2 cm, berwarna kehitaman dan berbau sehingga klien terganggu aktivitasnya
Apakah intervensi pada kasus tersebut?
Jadwalkan rawat luka tiga hari sekali
Anjurkan klien mengurangi makanan manis
Anjurkan klien mengkonsumsi obat obatan herbal
Berikan pendidikan kesehatan tentang kencing manis
Berikan pendidikan kesehatan tentang perawatan luka
Keluarga Ibu SM yang memiliki anak umur 11 bln. Hasil pengkajian: anak sudah 3 hari pilek, lama tidak pernah di bawa ke posyandu, belum mendapatkan imunisasi campak, DPT, polio. Ibu mengatakan tidak tahu manfaat imunisasi untuk anak dan malas ke posyandu. suhu 37,8ºC, frekunsi nadi 97x/mnt, pernafasan tidak dapat dihitung (anak rewel).
Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut?
Hipertermi pada An. L
Pola nafas inefektif pada An. L
Bersihan jalan nafas inefektif pada An. L
Kurang pengetahuan pada keluarga Ibu SM
Resiko terkena penyakit (kurangnya cakupan imunisasi) pada An. L
Bayi perempuan, 7 bulan tinggal bersama kedua orang tuanya, berdasarkan data KMS berat badannya selalu digaris kuning. Hasil pengkajian:, bayi sering sakit-sakitan, berat badan 5,3 Kg, panjang badan 59 cm, produksi ASI ibu tidak lancar, sehingga bayi jarang di beri ASI, di beri makanan keluarga tetapi dalam bentuk halus, Imunisasi belum lengkap.
Apakah intervensi pada kasus tersebut?
Rencanakan untuk perawatan payudara
Anjurkan ibu untuk imunisasi sesuai jadwal
Rencanakan penimbangan berat badan bayi secara berkala
Rencanakan pendidikan kesehatan tentang pemenuhan nutrisi pada bayi
Kolaborasi dengan puskesmas untuk pemberian makanan pendamping ASI
Sebuah keluarga mengetahui tentang perawatan luka dan mampu melakukan perawatan luka karena terkena pisau secara mandiri pada anggota keluarganya dengan tekhnik sederhana sesuai dengan rencana keperawatan yang telah diberikan oleh perawat kelaurga
Bagaimana evaluasi keperawatan pada kasus tersebut?
Keluarga mampu menjaga kebersihan luka
Keluarga mampu merawat anggota keluarga
Keluarga mampu memenuhi kebutuhan klien
Keluarga mampu mengenali masalah kesehatanya
Keluarga mampu melakukan tekhnik rawat luka secara mandiri
Laki laki 51 Tahun tinggal bersama istri dan 2 anaknya. Hasil pengkajian: klien punya riwayat hipertensi sejak 5 tahun yang lalu dan stroke setahun yang lalu, hemiplegia.
Apakah intervensi yang paling tepat?
Jadwalkan tensi setiap hari
Anjurkan klien mengurangi makanan asin
Berikan pendidikan kesehatan tentang hipertensi
Anjurkan klien mengkonsumsi obat obatan herbal
Berikan pendidikan kesehatan tentang Rentang gerak sendi (ROM)
Perawat AS berkunjung pada keluarga Tn KL (41 tahun). Hasil pengkajian keluarga Tn KL tidak tahu tentang perawatan penyakit Hipertensi. Perawat AS membuat jadwal secara berkala melakukan home care pada keluarga tersebut.
Apa tindakan perawat yang tepat pada keluarga tersebut ?
Membagikan alat peraga
Memberikan satuan kerja
Mengadakan pendampingan
Memotivasi anggota keluarga
Memberikan pendidikan kesehatan tentang hipertensi
Seorang kader di suatu posiandu melaporkan bahwa sebagian besar ibu yang memiliki balita diwilayah tersebut memiliki kebiasaan yang unik saat memberi balita mereka makan, yaitu dengan cara memasukan makan dalam mulut ibu sebelum diberikan kepada balita mereka. Menurut kader sikap tersebut keliru dan menjadi salah satu penyebab penurunan berat badan balita di wilayah tersebut
Apakah respon yang tepat perawat lakukan?
Mengingatkan kader untuk tidak menyalahkan ibu-ibu yang memiliki balita
Menyebarkan informasi tentang cara pemberian makan balita melalui poster
Memberikan penyuluah tentang cara pemberian makanan yang tepat untuk balita
Mendiamkan saja, karena merasa kebiasaan tersebut sudah menjado tradisi di wilayah A
Melakukan pengkajian secara menyeluruh terhadap faktor social, budaya, agama, serta pendidikan masyarakat yang ada di daerah tersebut
Berdasarkan pengkajian komunitas, didapatkan data : 53% hewan yang ada disekitar rumah warga, 37% kondisi saluran pembuangan air limbah tertutup tergenang, 77% masyarakat buang air di pekarangan/ladang, dan jarak sumber mata air warga dengan resapan kurang dari 10 meter. Perawat komunitas menyimpulkan adanya resiko timbulnya suatu penyakit
Apakah implementasi yang bersifat pencegahan primer pada kasus tersebut?
koordinasi dengan dinas kesehatan
koordinasi dngan dinas kebersihan
pengkajian kesehatan lingkungan
penyuluhan kesehatan lingkungan
pengobatan massal
Hasil pengkajian terhadap penduduk di suatu wilayah didapatkan data sebanyak 36% lansia merasakan keluhan penyakit DM seperti sering kencing, mudah haus, cepat lapar, dan luka lama sembuhnya. Selanjutnya sebanyak 50% di antaranya masih memiliki kebiasaan sering makan dan minum yang manis, serta penggunaan obat penurunan gula darah tanpa resep dokter
Apakah masalah keperawatan komunitas untuk kasus tersebut?
Koping masyarakt tidak efektif
Pemeliharaan kesehatan tidak efektif
Resiko peningkatan penyakit DM
Ketidak efektifan peran perawatan keluarga pada lansia DM
Manejeman diri tidak efektif pada lansia dengan DM
Perawat komunitas mendapatkan laporan banyaknya balita yang mengalami ISPA di suatu wilayah. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa terdapat kebiasaan merokok yang di lakukan oleh hampir semua orang dewasa yang dilakukan didalam rumah
Apakah implementasi pada kasus tersebut?
Senam pernapasan
Modifikasi perilaku
Pendidikan kesehatan
Kampanye berhenti merokok
Mengusulkan peraturan larangan merokok kepada pemerintah setempat
Survey yang dilakukan pada suatu wilayah oleh perawat komunitas mendapatkan data sebagai berikut hipertensi 30%, obesitas 10% dari 50 lansia yang ada. Sikap lansia terhadap perawatan hipertensi seperti diet cukup baik sebesar 70%, control kesehatan 75% akan tetapi aktivifas fisik atau olahraga hanya 10%.
Apakah implementasi pada  kasus tersebut?
Kolaborasi dengan instruktur senam
Penyuluhan kesehatan tentang hipertensi pada lansia
Penyuluhan kesehatan tentang perawatan hipertensi
Melakukan advokasi kepada pihak kelurahan untuk pembuatan gedung olahraga
Mendorong pemberdayaan masyarakat untuk melakukan senam lansia
Seorang perawat melakukan pengkajian pada masyarakat di suatu desa di peroleh angka kesakitan ispa 42%, hipertensi 20%, penyakit kulit 10%, nyeri tulang dan sendi 15%. Selanjutnya cara pengolahan sampah masyarakat dan data kandang ternak menempel rumah sebanyak 45% dari semua yang memilik kandang ternak
Apakah masalah keperawatan komunitas pada masyarakat tesebut?
Tingginya angka kesakitan masyarkat
Defisiensi kesehatan komunitas
Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan
Ketidakefektifan manajemen kesehatan
Risiko terjadinya penyakit
Masyarakat suatu wilayah mengeluhkan adanya bau dan banyaknya lalat karena berdekatan dengan peternakan ayam. Masyarakat sering mengeluh gangguan pernapasan dan diare akibat dampak adanya peternakan tersebut. Data menunjukkan angka kesakitan gangguan pernapasan 2% dan diare 2%.
Apa strategi tindakan keperawatan yang pertama direncanakan perawat?
Kemitraan
Bina suasana
Proses kelompok
Pendidikan kesehatan
Pemberdayaan masyarakat
Seorang perawat melakukan pengkajian di desa suka maju didapatkan data sebanyak 80% balita d bawah garis hijau, 20% balita berada di garis kuning dan tidak satupun balita di bawah garis merah. Dalam kegiatan posyandu perawat menjelaskan tentang makanan tambahan yang bergizi untuk balita
Apakah upaya kesehatan yang dilakukan pada kasus tersebut?
Rehabilitatif
Preventif
Promotif
Kognitif
Kuratif
Berdasarkan wawancara dengan 20 penduduk disuatu RW didapatkan data bahwa 7 orang mengatakan bahwa sebelum makan jarang melakukan cuci tangan dan 13 orang mengatakan tidak pernah melakukan cuci tangan sebelum makan, mereka mengatakan selama ini belum pernah mendapatkan informasi tentang cuci tangan yang benar dari petugas kesehatan
Apakah prioritas intervensi pada kasus tersebut?
Promosi Kesehatan
Pendidikan kesehatan
Proses kelompok
Kemitraan
Tindakan mandiri
Di suatu daerah sedang terjadi kejadian scabies sebanyak 76% menyerang laki laki dewasa. Masyarakat setempat menganggap penyakit tersebut sesuatu yang biasa
Apa tindakan keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
Biarkan masalah jika tidak dirasakan oleh masyarakat
pendidikan kesehatan
lakukan pembersihan lingkungan
berikan gizi tambahan pada masyarakat berisiko
Pelayanan kesehatan dan sosial
Hasil pengkajian terhadap penduduk di suatu wilayah, didapatkan 57% adalah lansia. 15 diantaranya mengeluh sering buah air kecil, mudah lapar dan penurunan berat bedan. selanjutnya perawat berencana melakukan screening kesehatan pada lansia dengan menggandeng pihak swasta untuk bekerja sama dalam penyediaan alat pemeriksaan gula darah.
Apakah strategi intervensi pada kasus tersebut?
Proses kelompok
Kemitraan
Tindakan mandiri
Pendidikan kesehatan
Pemberdayaan
Perawat melakukan pengkajian kesehatan pada group lansia didapatkan: keluhan terbanyak tengkuk terasa nyeri saat melakukan aktivitas, ekspresi wajah menahan nyeri, sering merasa lelah. Satu orang memiliki keturunan darah tinggi dan dua memiliki kebiasaan makan sate kambing. Dari beberapa lansia tidak menyadari bahwa yang dirasakan lansia merupakan tanda gejala hipertensi
Apakah fungsi pemeliharaan kesehatan yang bermasalah pada kasus tersebut?
Mengenal masalah kesehatan
Mempertahankan suasana rumah yang sehat
Memberikan perawatan kepada anggota keluarga
Mempertahankan hubungan dengan lembaga kesehatan
Mengambil keputusan untuk melakukan tindakan kesehatan
Saat perawat melakukan kunjungan rumah ke keluarga. Hasil pengkajian: terdapat salah satu anggota keluarga yang mengalami anemia berat dan tak sadarkan diri.
Apa tindakan pada kasus tersebut?
Memberikan informasi kesehatan kepada keluarga
Merujuk anggota keluarga yang sakit sesuai persetujuan keluarga
Memberikan pelayanan keperawatan kepada anggota keluarga yang sakit
Mendokumentasikan asuhan keperawatan sesuai dengan standart yang ada
Melengkapi sarana dan prasarana pelayanan kesehatan dengan standart dan undang-undang
Hasil pengkajian remaja di suatu Desa didapatkan data: penyakit Hepatitis 5%, Narkoba 15%, Penyakit Menular Sexual (PMS) 45%, penyakit kulit 35%. Data pendidikan lulus SD 65%, lulus SMP 25%, Lulus SMA 10%. Remaja di Desa tersebut, telah melakukan pernikahan dini sebanyak 69%.
Apakah implementasi untuk kelompok remaja pada kasus tersebut?
Mengadakan senam sehat jasmani
Mengajari membuat makanan sehat
Edukasi perilaku mencari kesehatan remaja
Membentuk peer remaja untuk screening PMS
Pengorganisasian peer remaja untuk mencegah Penyakit PMS
Di suatu Dusun terdapat anak-anak yang sering mandi di sungai, padahal di sungai tersebut masih sering digunakan BAB oleh warga sekitar, beberapa warga juga diketahui tidak menggunakan air bersih untuk keperluan masak sehari-hari, 65% warga tidak melakukan cuci tangan sebelum makan.
Apakah pencegahan primer prioritas pada kasus tersebut?
Proteksi infeksi
Pengajaran kelompok
Proteksi risiko lingkungan
Peningkatan system dukungan
Peningkatan kesadaran kesehatan
Hasil pengkajian yang dilakukan perawat di suatu desa ditemukan sebanyak 35% balita mengalami diare, 25% masyarakat tidak mengetahui penyebab juga penanganan diare pada balita di rumah, dan 20% ibu balita tidak melakukan cuci tangan dengan benar, kondisi tersebut mengakibatkan Kejadian Luar Biasa (KLB) diare begitu mudah terjadi.
Apakah masalah keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
Perilaku kesehatan cendrung beresiko
Pemeliharaan kesehatan tidak efektif
Defisiensi kesehatan komunitas
Manajemen kesehatan tidak efektif
Kesiapan pemeliharaan kesehatan
Hasil pengkajian perawat komunitas di suatu desa menunjukkan sebanyak 50% keluarga tidak terbiasa mencuci tangan dengan sabun, 45% balita mengalami diare ringan, sebanyak 75% keluarga dengan anak balita tidak tahu cara membuat oralit yang benar. Implementasi yang dilakukan perawat berupa pelatihan pembuatan oralit. Hasil evaluasi dari kegiatan tersebut 80% keluarga dengan anak balita yang hadir mampu membuat oralit dengan benar
Apakah Indikator keberhasilan evaluasi pada kasus tersebut?
Formatif
Sumatif
Hasil
Primer
Tersier
Perawat komunitas melakukan pengkajian di suatu wilayah. Hasil pengkajian menunjukkan 90 kasus campak pada anak dibawah umur 15 tahun, kondisi lingkungan tersebut kumuh, rumah penduduk berdekatan, cakupan Imunisasi Campak 56%, masyarakat mengatakan belum mengetahui penyebab, tanda gejala dan pencegahan penyakit campak
Apakah intervensi pada kasus tersebut?
Imunisasi masal
Pendidikan kesehatan
Pemberian makan tambahan
Pengelolaan lingkungan sehat
Evaluasi terjadinya campak berulang
Perawat komunitas melakukan pengkajian pada kelompok tani. Hasil pengkajian didapatkan data 50% petani menyatakan pernah mengalami keracunan peptisida, 5% petani tidak menggunakan masker atau penutup muka saat melakukan penyemprotan hama, Perawat melakukan pendidikan kesehatan tentang pemakaian APD. Perawat menggundang seluruh kelompok tani.
Apa indikator outcome keberhasilan tindakan pada kasus tersebut?
Kelompok tani memahami tentang posisi ergonomic
Kelompok tani rutin melakukan pemeriksaan kesehatan
Kepala desa menyediakan APD untuk kelompok tani
Kelompok tani memahami penggunaan APD yang benar
Angka kejadian keracunan peptisida berkurang
Perawat komunitas melakukan pengkajian di sebuah pesantren. Hasil pengkajian dari 201 santri didapatkan data: 80% santri mengalami pediculosis capitis dan 25% santri mengalami scabies. Perawat melakukan pendidikan kesehatan tentang kebersihan diri. Perawat menggundang seluruh kelompok santri.
Apa indikator evaluasi formatif keberhasilan tindakan pada kasus?
Kelompok santri memahami tentang bahaya penyakit kulit
Kelompok santri memahami tentang bahaya penyakit kulit
Angka kejadian pediculosis capitis pada kelompok santri berkurang
Kelompok santri memahami manfaat menjaga kebersihan diri
Angka kejadian scabies pada kelompok santri berkurang
Perawat komunitas melakukan pengkajian di sebuah RW. Hasil pengkajian di musim pandemic Covid-19 didapatkan data 50% warga tidak menggunakan masker saat keluar rumah, 80% tidak melakukan cuci tangan, 90% masih berkerumun. Ketua RW mengatakan sebagian besar warganya menolak untuk menjaga jarak dan memakai masker.
Apakah masalah keperawatan pada kasus tersebut?
Perilaku kesehatan cenderung beresiko
Pemeliharaan kesehatan tidak efektif
Defisit pengetahuan pada masyarakat
Manajemen kesehatan tidak efektif
Defisit kesehatan komunitas
Perawat komunitas melakukan pengkajian di Desa. Hasil pengkajian didapatkan data 2% anak mengalami stunting, 5% anak mengalami keterlambatan perkembangan, 80% ibu tidak memahami tentang gizi untuk anak dan 90% ibu tidak memahami tentang stunting dan perkembangan anak. Para ibu mengaku tidak pernah membawa anaknya ke posyandu.
Apakah masalah keperawatan pada kasus tersebut?
Perilaku kesehatan cenderung beresiko
Pemeliharaan kesehatan tidak efektif
Defisit pengetahuan pada masyarakat
Manajemen kesehatan tidak efektif
Defisit kesehatan komunitas
Seorang perawat komunitas melakukan asuhan keperawatan di Desa X. Hasil pengkajian didapatkan data 10% warga mengalami TB Paru, 50% diantaranya tidak patuh dalam pengobatan. Kepala desa mengatakan sudah ada kader TB namun tidak jalan. Para kader TB melapor bahwa mereka tidak bisa bekerja secara maksimal karena merangkap sebagai kader posyandu.
Apa masalah keperawatan pada kasus tersebut?
Perilaku kesehatan cenderung beresiko
Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan
Defisit pengetahuan pada masyarakat
Ketidakefektifan manajemen kesehatan
Defisit kesehatan komunitas
Hasil pengkajian di sebuah RW pada kelompok ibu menyusui, didapatkan sebagian besar ibu tidak memberikan ASI eksklusif kepada bayinya. Perawat komunitas memberikan penyuluhan pentingnngnya ASI Eksklusif dan manajemen pemberian ASI pada ibu menyusui yang bekerja.
Apa prinsip etik yang diterapkan oleh perawat sesuai kasus diatas?
Autonomy
Beneficience
Veracity
Justice
Maleficience
Hasil pengkajian pada remaja didapatkan data: 45% perokok aktif, 25% perokok pasif (ada anggota kelurga merokok di rumah), 30% tidak merokok dan 95% ibu-ibu di wilayahnya resah dan khawatir akan kesehatan remaja. Remaja mempunyai organisasi Karang Taruna, tetapi ada beberapa remaja tidak ikut menjadi anggota.
Apakah strategi intervensi pada kasus tersebut?
Kemitraan
Pemberdayaan
Proses kelompok
Pengorganisasian
Pendidikan kesehatan
Hasil pengkajian disebuah sekolah Dasar diperoleh data: angka absensi karena sakit 36%, 88% Siswa tidak mengkonsumsi buah dan sayur, sebagian besar Siswa gemar membeli jajanan yang tidak sehat sebagian besar, Siswa tidak membiasakan mencuci tangan.
Apa tindakan pada situasi tersebut?
Membentuk dokter kecil
Mengadakan demonstrasi senam
Mengadakan demonstrasi senam
Memberikan Pendidikan kesehatan tentang makanan sehat
Membangun sarana kantin sehat dan murah di dalam area sekolah
Hasil pengkajian kelompok khusus lansia di Dusun Candimulyo didapatkan data lansia sebanyak 150 jiwa, yang mengatakan memeriksakan kesehatannya jika sakit sebesar 74%, tidak terdapat posyandu lansia, dan sebesar 85% lansia mengeluhkan memiliki penyakit: linu-linu 30%, darah tinggi 25%, katarak 20%. Sebagian lansia tidak memiliki kegiatan, yang melakukan olahraga hanya 15%, jalan-jalan 10%.
Apakah masalah keperawatan prioritas pada kasus tersebut?
Krisis kesehatan akut
Risiko terjadinya penyakit
Sindrom kelemahan lansia
Defisiensi kesehatan komunitas
Perilaku kesehatan cenderung berisiko
Perawat melakukan kunjungan rumah pada laki-laki berumur 80 tahun yang tinggal bersama istrinya. Klien disarankan untuk diet rendah garam (2 g/hari). Klien mengatakan bahwa dia selalu makan dengan cara yang sama, menu seperti biasa dan belum bisa berubah saat ini.
Apa prioritas intervensi keperawatan untuk mengoptimalkan kepatuhan diet?
Informasikan kepada klien tentang pentingnya mengikuti instruksi diet
Kaji tentang pilihan makanan dan kebiasaan makan klien saat ini
Buat daftar tentang jenis makanan yang diizinkan untuk
Sediakan instruksi diet kepada istri klien yang menyiapkan makanan
Berikan kebebasan pemilihan makanan oleh klien dengan memperhatikan diet garam
Hasil pengkajian di suatu Posyandu didapatkan data: balita yang berada pada area kuning KMS 35%. Hasil interview dengan kader didapatkan data: 90% balita susah makan, ibu kurang memahami variasi makan balita dan jarang menyediakan makanan khusus untuk balita
Apakah tindakan pada kasus tersebut?
Memberikan PMT
Memberikan edukasi di posyandu
Melatih kader dalam melakukan penyuluhan kesehatan
Membentuk kelompok swabantu ibu yang mempunyai balita gizi kurang
Melatih kader tentang keterampilan pemberian nutrisi pada balita gizi kurang
Perawat melakukan pengkajian data di suatu dusun, dan memperoleh data: 30% warga menderita hipertensi, 10% diantaranya mengalami stroke ringan, 30% lainnya masih produktif. Kebiasaan daerah yang masih dipakai adalah mengkonsumsi makanan asin yang diketahui mengandung natrium. Kondisi demografi: 54% warga tidak lulus Pendidikan dasar, 75% bekerja sebagai petani. Kader kesehatan menginformasikan kebiasaan selamatan menyajikan makanan asin, hampir 75% warga jarang berolahraga.
Apa masalah keperawatan pada kasus tersebut?
Defisiensi kesehatan komunitas
Defisiensi pengetahuan komunitas
Ketidakefektifan manajemen kesehatan
Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan
Kesiapan peningkatan pengetahuan kesehatan
Hasil pengkajian seorang perawat di desa C menemukan kasus diare pada anak usia 5 tahun di wilayah binaannya. hasil survey dan observasi lanjut yang dilakukan, ditemukan data 47% rumah menggunakan sungai sebagai tempat mandi, mencuci dan buang air serta 60 % mempunyai kebiasaan tidak mencuci tangan.
Apakah Intervensi kelompok pada kasus tersebut?
manajemen kasus
penatalaksanaan diare
cara perawatan anak dengan diare
memfasilitasi pengajaran kelompok
Pendidikan kesehatan tentang PHBS
Masyarakat suatu wilayah mengeluhkan adanya bau dan banyaknya lalat karena berdekatan dengan peternakan ayam. Masyarakat sering mengeluh gangguan pernapasan dan diare akibat dampak adanya peternakan tersebut. Data menunjukkan angka kesakitan gangguan pernapasan 2% dan diare 2%.
Apa strategi tindakan keperawatan yang pertama direncanakan perawat?
Kemitraan
Bina suasana
Proses kelompok
Pendidikan kesehatan
Pemberdayaan masyarakat
