WorksheetsLATIHAN PHB KIMIA 12 JUMAT 23 SEPT 22
Total questions: 35
Worksheet time: 1hrs 17mins
Kenaikan titik didih 2 gram larutan NaOH yang dilarutkan dalam 200 gram air adalah ... (Kb air = 0,52, i = 2)
0,26
0,52
0,026
0,052
100,26
Jika ke dalam 200 gram air dilarutkan 8 gram zat X non elektrolit, maka penurunan titik beku larutan adalah ...(kf = 1,86, Mr X = 40)
0,93
1,86
3,72
0,186
0,93
Salah satu yang akan di sebabkan oleh keberadaan zat terlarut dalam pelarut adalah ….
Tekanan uap jenuh lebih tinggi daripada tekanan uap jenuh pelarut
Titik beku larutan lebih tinggi daripada titik beku pelarut
Tekanan osmosis larutan lebih rendah dari tekanan osmosis pelarut
Titik didih larutan lebih tinggi daripada titik didih pelarut
Titik didih pelarut lebih tinggi dari pelarutnya
Sebanyak 100 gram sukrosa (Mr = 342) dilarutkan dalam 500 gram air (Mr = 18) pada suhu 25 °C mempunyai tekanan uap ... (tekanan uap air jenuh = 23,76 mmHg).
0,247 mmHg
23,513 mmHg
23,76 mmHg
24 mmHg
25 mmHg
Sebanyak 18 gr glukosa (Mr = 180) dilarut adalam 500 gram air. Jika Kf air = 1,8,
maka titik beku larutan tersebut …..
-0,18°C
+0,36°C
+0,18°C
-0,36°C
-0,72°C
Berapa banyaknya Al2(SO4)3 (Mr = 342) yang harus dilarutkan dalam 250 gram air, agar larutan tersebut membeku pada suhu -3 adalah …. (Kf air = 1,86°C/m)
34,5 gram
45,60 gram
27,6 gram
25,5 gram
25,4 gram
Dalam keadaan normal titik beku larutan urea dalam air pada konsentrasi tertentu -2oC , maka titik didihnya adalah… (Kb= 0,520C/m dan Kf = 1,860C/m)
100,56 oC
100,62 oC
100,76 oC
101,08 oC
102,00 oC
0,20 molal larutan gula dalam air , dalam keadaan normal mempunyai titik beku sama dengan ….
0,05 molal larutan KOH (α =1)
0,10 molal larutan HNO3 (α = 1)
0,15 molal larutan CO(NH2)2 (α =0)
0,25 molal larutan NaCl (α = 1)
0,30 molal larutan HF (α =0,75)
Dalam keadaan normal titik didih larutan NaCl dalam air pada konsentrasi tertentu 101,040 C, maka titik bekunya adalah….(Kf = 1,860C/m, Kb = 0,520 C/m)
– 0,52 oC
– 1,04 oC
– 2,08 oC
– 3,72 oC
– 6,54 oC
Bilangan oksidasi nitrogen dalam HNO3 adalah....
–5
-3
0
+3
+5
Dalam senyawa manakah mangan memiliki bilangan oksidasi tertinggi?
MnO2
K2MnO4
MnO
KMnO4
Mn2O3
Reaksi oksidasi yang benar adalah . . . .
Mg(s) + 2 e– --> Mg2+(aq)
Na(s) --> Na2+(aq) + 2 e–
Cu(s) + 2 e– --> Cu2+(aq)
Al(s) --> Al3+(aq) + 3 e–
Ca(s) --> Ca3+(aq) + 3 e–
Di antara reaksi berikut, manakah yang bukan reaksi redoks?
NaOH + HCl --> NaCl + H2O
CuO + H2 --> Cu + H2O
Mg + HCl --> MgCl2 + H2
Na + H2O --> NaOH + H2
Fe2O3 + CO --> Fe + CO2
Diantara reaksi-reaksi dibawah ini yang merupakan reaksi redoks adalah . . .
AgNO3 (aq) + NaCl (aq) → AgCl (s) + NaNO3 (Aq)
2KI (aq) + Cl2 (aq) → I2 (s) + 2KCI (aq)
NH3 (aq) + H2O (l) → NH4+ (aq) + OH– (aq)
NH3 (aq) + H2O (l) → NH4+ (aq) + OH– (aq)
Setengah reaksi reduksi NO3– menjadi N2O adalah sebagai berikut.
a NO3–(aq) + b H+ + 8 e– ⎯⎯→ c N2O(g) + d H2O(l)
Nilai a dan b yang cocok adalah ….
2, 5
2, 10
1, 4
1, 5
3, 5
Jika reaksi:
Cu2+(aq) + NO(g) → Cu(s) + NO3–(aq) (belum setara) dilengkapi maka persamaan reaksi itu akan mengandung ....
10 H+ dan 5 H2O
8 OH– dan 4 H2O
8 H+ dan 4 H2O
4 OH– dan 2 H2O
4 H+ dan 2 H2O
Reaksi Redoks :
Yang berperan sebagai oksidator pada reaksi di samping adalah . . .
MnO2
NaI
Mn2+
H2SO4
Perhatikan reaksi berikut : ClO4− + Mn2+ → MnO2 + Cl2O5 Perubahan biloks yang terjadi pada unsur Cl pada reaksi di atas adalah....
+7 menjadi +5
+7 menjadi +3
+5 menjadi +7
+5 menjadi +6
+5 menjadi +3
a H2O(l) + b Cl-(aq) + 2MnO4-(aq) → c Cl2(g) + 2MnO2(s) + d OH-(aq)
Setelah persamaan reaksi disetarakan maka harga a, b, c dan d adalah . . . .
3, 4, 6, 8
4, 6, 3, 8
6, 4, 3, 4
6, 8, 3, 4
8, 6, 4, 3
Diketahui data :
E0 Mg 2+/Mg = - 2,37 Volt
E0 Cu 2+/Cu = + 0,34 Volt
E0 Ag +/Ag = + 0,80 Volt
E0 Fe 2+/Fe = - 0,44 Volt
E0 Pb 2+/Pb = - 0,13 Volt
Sel Volta yang menghasilkan listrik dengan potensial sel standar terbesar adalah ....
Mg + Pb2+→ Mg2+ + Pb
Mg + 2 Ag+ → Mg2+ + 2 Ag
Mg + Cu2+→ Mg2+ + Cu
Pb + Cu2+ → Pb2+ + Cu
Fe + 2 Ag + → Fe2+ + 2 Ag
Contoh aplikasi sel volta dalam kehidupan sehari-hari adalah .....
Kipas Angin
Sel Aki
Bola Lampu
Setrika
Handphone
Diketahui data potensial elektrode standard :
Ag+(aq) + e → Ag(s) E° = +0,80 volt
Cu2+(aq) + 2e → Cu(s) E°=+0,34 volt
Zn2+(aq) + 2e → Zn(s) E° = -0,76 volt
Mg2+(aq) + 2e → Mg(s) E° = -2,37 volt
Reaksi redoks berikut yang dapat berlangsung spontan adalah … .
Ag(s) + Cu2+(aq) → Ag+ (aq) + Cu(s)
Cu(s) + Zn2+(aq) → Cu2+ (aq) Zn(s)
Zn(s) + Ag+ (aq) → Zn2+ (aq) + Ag(s)
Zn(s) + Mg2+ (aq) → Zn2+ (aq) + Mg(s)
Ag(s) + Mg2+ (aq) → Ag+ (aq) + Mg(s)
Perhatikan data berikut :
Mg2+ + 2e → Mg E0 = -2,38 V
Cu2+ + 2e → Cu E0 = +0,34 V
Logam yang bertindak sebagai anoda adalah ....
Cu
Mg
Mg2+
Cu2+
2e
Apa fungsi dari Deret Volta . . . .
Untuk menghitung reaksi
Untuk menetukan reaksi
Untuk melihat reaksi berlangsung atau tidak tanpa data E° sel
Untuk melihat reaksi berlangsung atau tidak
Untuk melihat reaksi
Semakin kekiri maka nilai potensial reduksinya makin . . . .
Kecil
Besar
Sedang
Kurang
Bertambah
Perhatikan potensial reduksi logam-logam berikut:
X2+ + 2e → X E0 = - 0,425 volt
Y2+ + 2e → Y E0 = - 0,180 volt
Z2+ + 2e → Z E0 = - 0,130 volt
Maka reaksi berikut yang dapat berlangsung adalah ....
X2+ + Y → X + Y2+
Y2+ + X → Y + X2+
Y2+ + Z → Y + Z2+
X2+ + Z → X + Z2+
Semuanya dapat berlangsung
Diketahui harga potensial elektrode standar (E°) dari beberapa logam sebagai berikut :
Al3+(aq) / Al(s) E° = -1,66 Volt
Fe2+(aq) / Fe(s) E° = -0,44 Volt
Cu2+(aq) / Cu(s) E° = +0,34 Volt
Ag+(aq) / Ag(s) E° = +0,80 Volt
Dari data tersebut reaksi di bawah ini yang berlangsung spontan adalah … .
Fe + Ag+ → Fe2+ + Ag
Cu + Fe2+ → Cu2+ + Fe
Cu + Al3+ → Cu2+ + Al
Ag + Al3+ → Ag+ + Al
Ag + Cu2+ → Ag+ + Cu
Logam X dapat mendesak logam Y dan Z dari larutannya. Logam Y tidak dapat mendesak logam Z dari larutannya. Urutan oksidator yang semakin kuat dari ketiga logam di atas adalah ….
X – Y – Z
X – Z – Y
Z – Y – X
Y – Z – X
Z – X – Y
Fungsi jembatan garam dalam sel Volta adalah....
Menambah muatan positif
Menambah muatan negatif
Menjaga keseimbangan kation dan anion
Mengurangi muatan positif
Mengurangi muatan negatif
Sel Volta mengubah energi .... menjadi energi .....
Listrik → kimia
Listrik → potensial
Listrik → kinetik
Kimia → listrik
Kimia → kinetik
Suatu sel Volta ditulis dalam notasi sel berikut.
Cu(s) | Cu2+(aq) || Ag+(aq) | Ag(s)
Persamaan reaksi sel dari notasi sel tersebut adalah....
2Ag(s) + Cu2+(aq) → 2Ag+(aq) + Cu(s)
2Ag(s) + Cu(s) → 2Ag+(aq) + Cu2+(aq)
2Ag+(aq) + Cu(s) → 2Ag(s) + Cu2+(aq)
2Ag+(aq) + Cu2+(aq) → 2Ag(s) + Cu(s)
Ag+(aq) + Cu(s) → Ag(s) + Cu2+(aq)
Diketahui potensial sel untuk reaksi berikut.
Zn(s) + Fe3+(aq) → Zn2+(aq) + Fe(s) E° = +0,32 V
Zn(s) + Ag+(aq) → Zn2+(aq) + Ag(s) E° = +1,56 V
Fe(s) + Ag+(aq) → Fe2+(aq) + Ag(s) E° = +0,24 V
Berdasarkan data potensial sel, dapat disimpulkan bahwa urutan ketiga logam tersebut dalam urutan reduktor yang menurun adalah....
Ag – Fe – Zn
Ag – Zn – Fe
Fe – Zn – Ag
Fe – Ag– Zn
Zn – Fe – Ag
Reaksi yang terjadi pada sel tersebut adalah....
E° Ag = +0,80 V E° Zn = -0,76 V
Zn(s) + 2Ag+(aq) → Zn2+(aq) + 2Ag(s) E°sel = +1,56 V
2Ag+(aq) + Zn(s) → 2Ag(s) + Zn2+(aq) E°sel = +2,36 V
Zn2+(aq) + 2Ag(s) → Zn(s) + 2Ag+(aq) E°sel = +0,04 V
Zn2+(aq) + 2Ag(s) → Zn(s) + 2Ag+(aq) E°sel = +1,56 V
Zn(s) + 2Ag(s) → Zn2+(aq) + 2Ag+(aq) E°sel = +1,56 V
Pernyataan berikut berhubungan dengan sel volta :
1). Pada katode terjadi reaksi oksidasi
2). Pada anode terjadi reaksi reduksi
3). Pada sel volta, anode sebagai kutub negatif
4). Logam yang memiliki potensial elektroda lebih positif bertindak sebagai katode
5). Logam yang lebih bersifat oksidator kuat bertindak sebagai anode.
Dari pernyataan di atas yang sesuai dengan prinsip yang terjadi pada sel volta adalah pernyataan ....
1 dan 2
1 dan 3
2 dan 3
3 dan 4
3 dan 5
Diketahui :
Eo Mg2+ | Mg = - 2,34 volt
Eo Ag+ | Ag = + 0,80 volt
Maka harga E sel Mg+2Ag+ ®2Ag + Mg2+ adalah ….
-3,14 Volt
-1,54 Volt
-1,34 Volt
+1,54 volt
+3,14 volt
