NEW
Font size
WorksheetsUTS BAKTERIOLOGI II DIV TLM
Total questions: 50
Worksheet time: 50mins
Suspensi bakteri diencerkan menggunakan NaCl 0,9% steril sampai kekeruhannya setara dengan larutan standar 0,5 Mc. Farland.
Pertanyaan : Berapa perkiraan jumlah bakteri ?
0,5 x 106 CFU/ml
1,0 x 107 CFU/ml
1,5 x 108 CFU/ml
2.0 x 108 CFU/ml
3.0 x 108 CFU/ml
Pemeriksaan pus jerawat ditemukan bakteri coccus susunan 22-44 diduga Streptococcus viridans.
Pertanyaan : Metode apa yg digunakan untuk membedakan bakteri tersebut?
Peroksida
Novobiasin
Bacitrasin
Katalase
Hibridisasi DNA
Laki-laki usia 45 tahun mendapat perawatan di rumah sakit karena infeksi paru sehingga harus mendapatkan perawatan sampai berminggu-minggu. Hasil dari pewarnaan diperoleh gram positif kokus, katalase (+), uji inulin (+), optochin (+), dan tes kelarutan empedu (+). Pertanyaan: Apakah agen etiologi yang paling mungkin pada kasus tersebut?
Streptococcus mutans
Streptococcus faecalis
Streptococcus viridans
Streptococcus pyogenes
Streptococcus pneumoniae
Ciri – ciri bakteri dengan pewarnaan tertentu di dapatkan hasil dengan ciri – ciri bentuk lonjong, berkapsul, berwarna merah dan terdapat bagian yang bening.
Pertanyaan : Apakah pewarnaan yag menggambar hasil tersebut?
Ziehl Nelseen
Albert
Gram
Burri Gin
Schuffner fullton
Seorang ATLM akan melakukan pemeriksaan hitung kuman. Untuk itu perlu ketersediaan media yang sesuai, maka dibuatlah media PCA dari bahan serbuk pabrikan dengan merek tertentu. Media yang dibutuhkan sebanyak 25 petri, dimana dalam setiap petri berisi 20 ml larutan PCA. Dalam ketentuan di etiket takarannya adalah dalam 1 liter dibutuhkan 28,5 gram PCA.
Pertanyaan : Berapa gram media yang dibutuhkan untuk kebutuhan diatas ?
14, 25 gram
15, 25 gram
16, 25 gram
28, 25 gram
29, 25 gram
Hasil identifikasi bakteri secara mikroskopis menggunakan pewarnaan Gram, menunjukkan bahwa Bacillus sp berwarna ungu.
Pertanyaan : Mengapa bisa diperoleh hasil demikian?
Bakteri tidak memiliki dinding sel, sehingga tidak dapat menahan zat warna pertama
Lipid pada dinding sel terekstrak oleh penambahan alkohol, sehingga zat warna pertama terlunturkan
Dinding sel bakteri tidak terpengaruh dengan adanya proses dekolorisasi maupun pemberian zat warna kedua
Peptidoglikan pada dinding sel terdenaturasi, sehingga warna pertama tertahan di dalam sel
Zat warna kedua terlunturkan dengan pemberian alcohol, sehingga tidak memberi warna pada sel bakteri
Dokter meminta ATLM melakukan pemeriksaan jumlah bakteri pada urine untuk mendiagnosa adanya ISK. Sampel urine dikultur pada media Plate dengan menggunakan ose disposable ukuran 10 µL. Setelah inkubasi 1 x 24 jam, terdapat 150 koloni bakteri.
Pertanyaan : Berapakah jumlah bakteri per mL sampel?
15,0 x 102
15,0 x 103
15,0 x 104
15,0 x 105
15,0 x 106
Hasil kultur sampel pasien ISK pada media BAP didapat koloni gama hemolisis, dan hasil pengamatan mikroskopis berupa bakteri gram positif. Setelah dilakukan uji dengan menambahkan reagent hidrogen peroksida (H2O2) dihasilkan buih. Hasil uji biokimia koagulase negative dan resisten terhadap novobiocin.
Pertanyaan : Apakah nama bakteri hasil identifikasi tersebut?
Staphylococcus aureus
Staphylococcus epidermidis
Staphylococcus saprophyticus
Staphylococcus haemolyticus
Staphylococcus capitiss
Seorang pasien laki-laki berusia 58 tahun menderita demam tinggi dan batuk selama tiga hari disertai sesak nafas. Pemeriksaan auskultasi terdengar suara bronkhi basah paru kiri bawah. Hasil identifikasi pada kultur media agar darah menunjukkan bakteri Streptococcus pneumoniae. Kemudian dilakukan uji kepekaan antibiotik dengan hasil zona hambat Penicillin= 36 mm, Tetracycline= 13 mm, Levofloxacin= 10 mm, Chloramphenicol= 12 mm dan Erythromycin= 28 mm. Pasien memiliki riwayat alergi terhadap antibiotik golongan β-laktam.
Pertanyaan : Apa antibiotik paling tepat yang diberikan kepada pasien tersebut?
Penicillin
Tetracycline
Levofloxacin
Erythromycin
Chloramphenicol
Seorang mahasiswa peserta ujian praktikum diberi suspensi berisi dua jenis bakteri Staphylococcus epidermidis dan Escherichia coli yang harus dibuat preparat mikroskopik dengan pewarnaan Gram. Setelah dilaporkan kepada penguji hasil pewarnaan ternyata kedua jenis bakteri tersebut semua berwarna merah, dan mahasiswa itu diminta untuk mengulanginya.
Pertanyaan : Apa kesalahan yang dilakukan oleh mahasiswa itu ?
Pelunturan cat utama berlebihan.
Pembuatan sediaan kurang tebal
Pemberian cat penutup kelamaan
Pencucian cat utama kurang bersih
Penggunaan mordan kurang intensif
Seorang mahasiswa TLM melakukan pewarnaan kapsul bakteri dengan cara suspensi bakteri dicampur dengan tinta nigrosin dan dibuat sediaan apus pada kaca obyek. Setelah kering lalu digenangi larutan safranin selama 1 menit dan dikeringkan dengan kertas tissue tanpa dicuci air mengalir. Hasil pengamatan mikroskopik perbesaran kuat didapatkan badan sel bakteri berwarna merah, kapsul lonjong putih mengkilat dengan latar belakang hitam/gelap.
Pertanyaan : Apakah metode pada prosedur pewarnaan tersebut ?
Klein
Neisser
Burry Gins
Ziehl Nelsens
Schaefer Fulton
Seorang mahasiswa TLM sedang membuat sediaan bakteri di atas kaca obyek dan setelah kering difiksasi dengan nyala api lalu digenangi larutan fuksin sambil dipanasi sampai menguap keluar asap. Setelah dingin dicuci dengan latutan asam sulfat 1% dan digenangi lagi dengan larutan biru metilen 0,1% selama 2 menit, dicuci air mengalir, dikeringkan dan diamati mikroskopik perbesaran kuat.
Pertanyaan : Apakah metode pewarnaan yang sedang dilakukan ?
Spora
Kapsul
Flagella
Granula
Nukleus
Seorang pasien datang ke laboratorium dengan keluhan batuk. Sampel diambil dari apus tenggorok seorang pasien. Berdasarkan pewarnaan gram, diketahui bahwa bakteri pada sampel tersebut termasuk ke dalam bakteri Gram (+), berbentuk batang dengan kedua ujung membulat seperti halter.Ketika dibiakkan dalam media blood agar plate nampak koloninya kecil, granuler, berwarna abu-abu dengan tepi tak teratur dan ditemukan adanya zone hemolisis. Pada agar yang mengandung kallium tellurite, koloni berwarna coklat sampai hitam dengan halo berwarna coklat kehitaman.
Pertanyaan : Apakah spesies yang terdapat pada sampel tersebut?
Streptococcus viridans
Staphylococcus aureus
Diplococus pneumoniae
Mycobacterium tuberculosis
Corynebacterium diphteriae
Seorang ATLM menerima permintaan pemeriksaan kultur bakteri dari sampel rektal swab bayi usia 4 bulan dengan gejala diare. Berdasarkan pengecatan gram, diketahui bahwa bakteri tersebut adalah bakteri gram negatif, berbentuk basil. Saat dibiakkan dalam media Mac Conkey, koloni berwarna merah muda. Pada media Simmon citrate menunjukkan hasil negatif, sedangkan pada media TSIA terlihat lereng kuning, dasar kuning dengan gas positif.
Pertanyaan : Apakah nama bakteri pada kasus tersebut?
Enterobacter aerogenes
Yersinia enterocolitica
Citrobacter freundii
Klebsiella oxytoca
Escherichia coli
Hasil pemeriksaan dari sampel pus ulkus diabetikus dilakukan kultur pada media Blood Agar yang diinkubasi pada suhu 37°C selama 24 jam, dihasilkan koloni yang mampu memecah eritrosit. Kemudian koloni tersebut dilakukan pengecatan Gram, dengan hasil sel berbentuk kokus susunan bergerombol sifat pengecatan Gram positip dan mempunyai enzim katalase.
Pertanyaan : Apakah uji yang paling sesuai dilakukan untuk membedakan spesies dari bakteri tersebut?
MSA
CAMP
Bacitrasin
Koagulase
Novobiosin
Seorang mahasiswa TLM sedang membuat sediaan bakteri Bacillus subtilis di atas kaca obyek dan setelah kering difiksasi dengan nyala api lalu digenangi larutan fuksin sambil dipanasi sampai menguap keluar asap. Setelah dingin dicuci dengan latutan asam sulfat 1% dan digenangi lagi dengan larutan biru metilen 0,1% selama 2 menit, dicuci air mengalir, dikeringkan dan diamati mikroskopik perbesaran kuat.
Pertanyaan : Bagaimanakah hasil pengamatan yang diperoleh ?
Spora merah, badan sel biru
Spora biru, badan sel merah
Kapsul merah, sel bakteri biru
Granula biru, badan sel merah
Kapsul putih/jernih, bakteri merah
Seorang mahasiswa TLM sedang melakukan tes cepat untuk menentukan apakah bakteri yang diuji adalah Staphylococcus sp.(tes negatif) ataukah Micrococcus sp.(tes positif). Disiapkan kertas filter putih diolesi koloni bakteri kemudian ditetesi reagen (tetrametil-p-fenilenediamin dalam dimetilsulfoksida), menghasilkan warna ungu dalam 30 detik dinyatakan hasil tes positif.
Pertanyaan : Apakah nama tes yang dilakukan tersebut ?
Tes lipase
Tes amilase
Tes katalase
Tes oksidase
Tes koagulase
Seorang mahasiswa TLM sedang memeriksa angka kuman minuman yang biasa
diminum di warung makan dekat kampus. Disiapkan 5 tabung masing-masing berisi 9
ml air garam isotonis steril. Diambil 1 ml sampel dan dilakukan pengenceran sampai
tabung ke 5, kemudian diambil 0,1 ml diletakkan di media PCA lalu disebarkan merata
ke seluruh permukaan agar dan diinkubasi 37oC selama 48 jam. Dua hari kemudian
diamati pertumbuhan bakteri dihitung sebanyak 75 koloni, kontrol media PCA tumbuh 3
koloni.
Pertanyaan : Berapakah angka kuman dalam sampel minuman tersebut (CFU/ml)?
7,2 X 106
7,5 X 106
7,2 X 107
7,5 X 107
7,8 X 107
Seorang mahasiswa analis kesehatan akan menguji pergerakan bakteri Escherichia coli pada praktikum mikrobiologi. Di meja laboratorium telah disediakan berbagai macam media di tabung antara lain: nutrient agar, gula-gula, simon sitrat agar, triple sugar iron agar, sim medium, blood broth, eva broth, dnase agar, nutrient broth, dan lainnya.
Pertanyaan : Apakah media yang harus diambil untuk menguji bakteri tersebut ?
TSI Agar
Eva Broth
SIM Medium
Nutrient Agar
Nutrient Broth
Seorang pasien datang ke dokter dengan keluhan pada waktu buang air seni terasa sakit, perih dan jumlah air seni sedikit. Dokter meminta ATLM melakukan pemeriksaan jumlah bakteri pada urine untuk mendiagnosis adanya infeksi saluran kencing (ISK). Sampel urine yang telah diencerkan 1000 kali diinokulasikan pada medium Plate Count Agar (PCA) sebanyak 0,1 mL. Setelah inkubasi 1 x 24 jam, terdapat 50 koloni bakteri.
Pertanyaan : Berapakah jumlah bakteri per mL sampel?
5,0 x 102
5,0 x 103
5,0 x 104
5,0 x 105
5,0 x 106
Seorang pasien datang ke laboratorium dengan membawa sampel dan rekomendasi dari dokter. Untuk dilakukan laboratorium mikrobiologi dengan metode kultur/biakan. Bakteri ditanam pada media SS kemudian diinkubasi pada suhu 370C selama 24 jam didapatkan koloni dengan ciri-ciri koloni tidak berwarna, kecil-kecil dan bulat. Hasil pemeriksaan adalah uji glukosa (+/Gas), laktosa (-), mannitol (+), sukrosa (-), maltose (+), H2S (+), indol (-) , sitrat (-).
Pertanyaan : Apakah jenis bakteri yang menginfeksi pasien tersebut?
Escherichia coli
Salmonella typhi
Salmonella parathyposa A
Klebsiella pneumonia
Vibro cholerae
Pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus pada media MSA menunjukkan karakter
yang berbeda dibandingkan koloni Staphylococcous epidermidis.
Pertanyaan : Apa nama komponen di dalam media yang paling penting dalam memunculkan
perbedaan tersebut?
Manitol
NaCl
Phenol red
Agar
Aquades
Hasil penghitungan jumlah koloni tiga pengenceran dari sampel produk makanan
diperoleh hasil sebagai berikut :
10-3 --> TBUD
10-4 --> 249
10-5 --> 21
Blanko media --> 2
Blanko pelarut --> 0
Volume sampel yang ditanam adalah 1 mL.
Pertanyaan : Berapakah hasil ALT yang dilaporkan (dalam CFU/mL)?
2,5 x 106
2,1 x 106
2,0 x 104
1,9 x 106
2,4 x 105
Seorang perempuan dibawa ke rumah sakit dengan kondisi diare, demam, muntah,
sakit kepala dan lemas. Dari hasil wawancara diketahui bahwa pasien tersebut seorang
pramugari dengan rute penerbangan antara Asia Tenggara dan Australia. Hasil biakan
darah pasien ditemukan bakteri batang, gram negatif yang memfermentasikan laktosa.
Pertanyaan : Apa penyebab penyakit pada pasien tersebut?
Enteroinvasif Escherichia coli (EIEC)
Enteroagregatif Eschericia coli (EAEC)
Enteropatogenik Escherichia coli (EPEC)
Enterotoksigenik Escherichia coli (ETEC)
Enterohemoragik Escherichia coli (EHEC)
Seorang ATLM melakukan pemeriksaan kultur sampel sputum dari seorang pasien perempuan berusia 58 tahun yang dirawat di rumah sakit, hasil laboratorium menunjukkan bahwa sampel tersebut berwarna ungu ketika dilakukan pewarnaan Gram. Analisis lebih lanjut mengindikasikan bahwa sampel ini adalah kokus dengan katalase negative, yang menyebabkan hemolisis parsial (alfa) pada sel-sel darah merah.
Pertanyaan : Apakah bakteri yang menyebabkan infeksi dengan indikasi tersebut?
Staphylococcus aureus
Staphylococcus epidermidis
Streptococcus pyogenes
Streptococcus pneumonia
Streptococcus Viridans
Seorang ATLM diminta untuk melakukan identifikasi sampel sputum pasien yang datang dengan keluhan batuk yang tidak kunjung sembuh selama 3 minggu. Sampel sputum diproses untuk pewarnaan ZN. Hasil dari pewarnaan ZN ditemukan adanya 10 bakteri dalam 1 lapang pandang
Pertanyaan : Bagaimanakah hasil intrepretasi pemeriksaan kasus tersebut?
Positif 1
Positif 2
Positif 3
Positif 4
Positif 5
Seorang ATLM melakukan kultur bakteri sampel sputum pasien yang datang dengan demam scarlet. Sampel diinokulasi pada media agar darah dan diperoleh hasil koloni yang memililki karakterisitik beta hemolisa. Hasil pewarnaan gram menunjukkan kokus gram negatif. Hasil uji sellanjutnya menunjukkan uji katalase negatif. Uji serologi ASO menunjukkan hasil positif.
Pertanyaan : Apakah golongan Streptococcus yang ditemukan pada kasus tersebut ?
Grup A
Grup B
Grup C
Grup D
Grup F
Seorang pasien datang ke rumah sakit dengan keluhan nyeri dada saat bernafas dan batuk, batuk berdarah, mudah lelah. Sampel sputum dari pasien tersebut diinokulasikan pada media agar darah. Hasil perwarnaan gram menunjukkan coccus gram positif. Uji katalase menunjukkan hasil negatif. Kemudian dilakukan pemeriksaan untuk membedakannya dengan golongan alfa hemolisa-Streptococcus.
Pertanyaan : Apakah pewarna yang digunakan pada kasus tersebut ?
Urease test
Coagulase test
Bile solubility test
Oxidase test
Voges Proskauer test
Seorang ATLM diminta untuk melakukan pengambilan sampel usap tenggorok pada pasien anak yang datang ke rumah sakit dengan keluhan sakit tenggorokan yang parah. Pada area tonsil dan faring dapat dilihat adanya pseudomembrane. Pada saat akan diambil sampel, terilhat anak tersebut ketakutan, sedangkan orang tua pasien berada di ruang tunggu.
Pertanyaan : Apakah tindakan yang ATLM tersebut harus lakukan?
Memanggil orang tua pasien dan memintanya untuk mendampingi pasien
Menenangkan pasien dan segera mengambil sampel usap tenggorok
Menunggu hiingga pasien mau diambiil sampelnya
Mempersilakan pasien untuk keluar hingga mau diambil sampelnya
Menunggu orang tua pasien masuk ke dalam
Seorang ATLM melakukan pemeriksaan bakteriologis dari sampel cairan paru sampai didapatkan satu koloni bakteri. Setelah dilakukan pewarnaan Gram, diketahui bahwa isolat bakteri tersebut berbentuk kokus seperti lancet dan tersusun berpasangan (diplokokus). Pemeriksaan dilanjutkan dengan pewarnaan kapsul dengan metode Anthony dengan hasil terlihat latar belakang preparat dan bakteri berwarna ungu, dengan kapsul terlihat tebal berwarna biru muda. Hasil uji biokimia menunjukkan bakteri positif pada uji indol, uji katalase dan uji urease.
Pertanyaan : Apakah spesies bakteri yang ditemukan pada kasus tersebut ?
Streptococcus pneumonia
Staphylococcus aureus
Neisseria gonorrhoeae
Escherichia coli
Streptococcus pyogenes
Seorang ATLM menemukan bakteri berbentuk basil Gram positif dari hasil pewarnaan Gram. Kemudian ATLM tersebut melakukan pewarnaan diferensial lainnya menggunakan reagen malakit hijau dan safranin. Hasil menunjukkan adanya bakteri berbentuk basil dengan warna merah serta warna hijau yang terdapat pada bagian tengah, ujung maupun diluar sel bakteri.
Pertanyaan : Apa nama metode yang dilakukan untuk mengamati struktur yang berwarna hijau tersebut?
Ziehl-Neelsen
Burry Gins
Schaeffer fulton
Kinyoun
Albert
Seorang ATLM diminta dokter untuk melakukan kultur dari feses pasien dengan karakteristik encer, berdarah dan berlendir. Hasil kultur pada medium SS dan MC setelah inkubasi 24 jam didapatkan koloni sebagian berwarna merah & sebagian jernih. Pemeriksaan uji biokimia pada TSIA menunjukkan hasil asam/asam, H2S -, gas -, urease (-), sitrat (-), SIM (-, -, -), lysin dekarboksilase (-) dan ornitin dekarboksilase (+).
Pertanyaan : Apa kemungkinan bakteriyang menginfeksi pasien tersebut?
Shigella dysentriae
Shigella flexneri
Shigella sonnei
Shigella boydii
Shigella shiga
Laboratorium X telah menerima sampel apus kulit dari pasien dengan keterangan klinis erisipelas. Hasil pemeriksaan mikroskopis Gram menunjukkan hasil Gram (+), bentuk kokus, susunan dua-dua. Selanjutnya dilakukan kultur pada agar darah dan didapat koloni kecil-kecil, transparan, dengan zona bening di sekeliling koloni. Identifikasi lanjutan dengan Uji Camp test menunjukkan hasil negatif.
Pertanyaan : Apa kemungkinan bakteri yang ditemukan pada kasus tersebut?
Streptococcus mutans
Streptococcus viridans
Streptococcus agalactie
Streptococcus pyogenes
Streptococcus pneumonia
Seorang ATLM sedang melakukan isolasi dan identifikasi dari sampel swab orofaring. Setelah dilakukan penanaman pada media Endo Agar didapat bakteri memilki warna seperti kilap logam, selanjut dilakukan pewarnaan gram dengan hasil gram negative basil. Untuk mengetahui adanya sulfur, gas dan fermentasi gula-gula koloni ditanam pada media TSIA.
Pertanyaan : Bagaimana hasil yang didapat pada kasus tersebut ?
-/-, H2S -, gas +
-/+, H2S +, gas +
-/+, H2S -, gas +
+/+, H2S -, gas +
+/+, H2S -, gas -
Seorang anak perempuan, umur 10 tahun, datang ke laboratorium bersama ibunya membawa surat rujukan dari dokter untuk melakukan pemeriksaan mikrobiologi. Hasil mikroskopis didapatkan bakteri gram positif (+) coccus positif (+), selanjutnya dilakukan uji koagulase bertujuan untuk menetukan spesiesnya.
Pertanyaan : Bagaimana uji yang dilakukan pada kasus tersebut ?
Mencampurkan koloni bakteri dengan plasma sitrat yang telah diencerkan menggunakan NaCl 0,9%
Menginkubasi koloni bakteri dengan plasma EDTA yang telah diencerkan menggunakan NaCl 0,9%
Mereaksikan koloni bakteri dengan plasma Heparin yang telah diencerkan menggunakan NaCl 0,9%
Mengaduk koloni bakteri dengan plasma oxalat yang telah diencerkan menggunakan NaCl 0,9%
Memindahkan koloni bakteri dengan serum yang telah diencerkan menggunakan NaCl 0,9%
Seorang ATLM melakukan identifikasi bakteri dari sampel kiriman berupa swab nasofaring setelah dilakukan isolasi pada media pertumbuhan selama 24 jam pada suhu 37 0C. selanjutnya melakukan uj katalase menggunakan koloni yang diambil dari biakan pada media nutrient agar plate dan dicampur dengansetetes larutan hydrogen peroksida 3% pada kaca objek. Hasil yang didpatkan menunjukan positif
Pertanyaan : Bagaimana hasil positif pada kasus tersebut ?
Gelembung gas
Gumpalan
Perubahan warna kuning
Terbentuknya H2S
Fermentasi laktosa
Seorang ATLM sedangkan melakukan pemeriksaan perhitungan angka kuman dari sampel urine, kemudian dipipet dengan mikropipet dan diratakan pada media dengan menggunakan spatula L selanjutnya dilakukaninkubasi selama 24 jam pada suhu 370 C . hasil menunjukan 2.5 x104 CFU/ml.
Pertanyaan : Apakah jenis metode perhitungan angka kuman pada kasus tersebut ?
Metode sebar
Metode tuang
Metode gores
Metode zig-zag
Metode tusuk
Seorang ATLM melakukan kultur terhadap sampel darah. Hasil penanaman pada medium selektif SSA diperoleh koloni transparan, berukuran sedang, dengan bintik hitam di tengah koloni. Selanjutnya dilakukan uji biokimia menggunkan medium TSIA.
Pertanyaan : Bagaimana hasil yang paling mungkin diperoleh dari kasus tersebut?
K/K, G+, H2S+
K/K, G-, H2S–
M/K, G-, H2S+
M/K, G+, H2S-
M/M, G-, H2S+
Seorang anak dibawa ke dokter dengan keluhan demam dan nyeri tenggorokan yang tak kunjung sembuh. Dokter memberikan rujukan untuk pemeriksaan bakteriologis sampel usap tenggorokan. ATLM membuat kultur pada media agar darah, dengan hasil terbentuk zona bening sempurna di sekitar koloni. Hasil ini memperkuat dugaan bahwa anak tersebut terinfeksi bakteri Streptococcus kelompok beta hemolitik. Hemolisis tersebut disebabkan karena produksi substansi ekstraseluler khusus oleh bakteri.
Pertanyaan : Apakah nama substansi yang dimaksud pada kasus tersebut?
Protein M
Streptolisin S
Streptolisin O
Hialuronidase
Streptokinase
Seorang ATLM, menerima permintaan pemeriksaan pemeriksaan mikroskopis terhadap sampel sputum pasien yang diduga menderita TB yang dirujuk ke laboratorium oleh dokter. Dilakukan pewarnaan dengan metode ziehl neelsen, dengan tahapan sputum dibuat apusan pada kaca objek, kemudian difiksasi, diteteskan Carbol fuchsin 0.3% pada sediaan, kemudian dipanaskan hingga terlihat uap. Pemanasan merupakan tahapan yang sangat penting pada proses pewarnaan metoda ini.
Pertanyaan : Apakah tujuan dilakukannya tahapan penting pada kasus tersebut?
Merusak dinding sel
Mencegah otolisis sel
Membunuh sel bakteri
Mengawetkan preparat
Membuka pori-pori dinding sel bakteri
Uji biokimia Voger Proskauer merupakan uji yang biasanya dilakukan pada biakan bakteri enterik. Koloni bakteri ditanam di media MRVP lalu diinkubaskan pada suhu 37oC selama 24 jam, lalu dilakukan uji VP. Bakteri yang mempelihatkan uji VP positif diantaranya Klebsiela sp.
Pertanyaan : Apakah reagen yang digunakan dalam uji ini?
Metil Red dan KOH
Alpha naftol dan KOH
Kovacks dan α-naftol
Erlich dan Meyer
Meyer dan KOH
Sifat pertumbuhan Streptococcus sp. adalah tumbuh subur pada media kaya, dihambat pertumbuhannya pada media sederhana, meragi glucosa dengan membentuk asam laktat, pada blood agar plate membentuk koloni kecil-kecil keabuan.
Pertanyaan : Apakah perbedaan sifat pertumbuhan bakteri tersebut dengan Stafilococcus ?
Streptococcus tumbuh pada media nutrient agar plate
Staphylococcus tidak tumbuh pada nutrient broth
Streptococcus dgn penambahan glucosa 0,5 % meningkatkan daya lisis eritrosit
Staphylococcus membentuk koloni mucoid dan glossy
Streptococcus tumbuh subur pada suasana fakultatif anaerob
Cara sederhana untuk meningkatkan dan memperjelas hemolisis Streptococcus pneumoniae dilakukan dengan menusukkan ose jarum pada suspek koloni kedalam media agar darah. Setelah 18 jam masa inkubasi pada 370 C, lempeng agar darah diamati untuk melihat zona jernih disekitar tusukan yang menggambarkan sifat hemolisis bakteri
Pertanyaan : Berapa kadar darah yang digunakan dan berapa ketebalan media darah agar diperoleh hasil zona yang jelas ?
3% darah dengan ketebalan 3 cm
4% darah dengan ketebalan 4 cm
5% darah dengan ketebalan 4 cm
4% darah dengan ketebalan 5 cm
3% darah dengan ketebalan 4 cm
Mahasiswa TLM akan melakukan uji katalase menggunakan perekasi H2O2. Enzim katalase terdapat baik pada bakteri aerob ataupun fakultatif anaerob. Prinsip uji katalase adalah mendeterminasi bakteri yang memiliki enzim katalase.
Pertanyaan : Apakah nama famili bakteri yang dibedakan dengan uji tersebut?
Enterobacteriaceae (katalase positif) dan Non Enterobacteriaceae (katalase negatif)
Enterobacteriaceae (katalase Negatif) dan Non Enterobacteriaceae (katalase positif)
Staphylococcaceae (katalase positif) dan Streptococcaceae (katalase negatif)
Staphylococcaceae (katalase Negatif) dan Streptococcaceae (katalase positif)
Staphylococcaceae (katalase positif) dan Enterobacteriaceae (katalase Negatif)
Banyak organisme membutuhkan media diperkaya untuk memaksimalkan pertumbuhan koloni bakteri. Sebagai contoh agar darah digunakan sebagai media pengkaya. Koloni Streptoococcus pyonenes yang tumbuh pada media agar darah tampak sangat kecil dan jernih dan harus sangat berhati-hati untuk mengambil koloni yang akan digunakan untuk tes katalase.
Pertanyaan : Apakah justifikasi dari pernyataan diatas?
Darah merah mengandung katalase sehingga menyebabkan hasil false negative
Darah merah mengandung katalase sehingga menyebabkan hasil false positive
Darah merah mengandung hemolisin yang dapat menjadi inhibitor reaksi
Bakteri yang yang digunakan harus berusia 24 jam karena menyebabkan false positive
Penggunaan jarum ose yang terbuat dari logam dapat menyebabkan false negative
Tes koagulase digunakan untuk mendeterminasi adanya enzim katalase yang terdapat dalam bakteri. Pada tes koagulase, plasma merupakan sumber prothrombin dan fibrinogen yang dapat menyebabkan terbentuknya benang fibrin. Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan interpretasi hasil menjadi false negative.
Pertanyaan : Apa faktor yang menyebabkan hal tersebut diatas?
Penggunaan plasma sitrat yang berlebihan
Kadar gula dalam plasma terlalu tinggi
Suspek koloni berusia lebih dari 24 jam
Ose yang digunakan terbuat dari logam
Kaca obyek yang digunakan kotor
ATLM di Lab Mikrobiologi Puslitbangkes mendapatkan tugas untuk melaporkan angka kejadian infeksi community acquired methicillin resistant Staphylococcus aureus (CA-MRSA) di beberapa RS. Metode yang akan digunakan adalah diffusi Kirby Bauer. Selanjutnya ATLM menyiapkan medium Muller Hinton Agar sebagai medium rekomendasi CLSI dalam pengujian suseptibilitas antibiotik.
Pertanyaan : Mengapa medium direkomendasikan pada kasus?
Mengandung amilum untuk menyerap racun bakteri yang mengganggu kinerja antibiotik
Mengandung belerang sebagai sumber sulfur bagi metabolisme bakteri
Mengandung garam empedu yang dapat menyuburkan bakteri gram negatif basil
Mengandung kasein yang dapat menghambat kinerja racun dari bakteri
Mengandung senyawa karbon yang berfungsi menyerap racun sisa metabolisme pada pertumbuhan bakteri
Seorang ATLM ditugaskan mengambil sampel feses dari beberapa penduduk di suatu desa yang terkena diare. Sampel akan dikultur untuk mengetahui penyebab diare tersebut. Jarak dari tempat pengambilan sampel dengan laboratorium klinik cukup jauh, sehingga diperlukan suatu prosedur agar spesimen tetap refresentatif.
Pertanyaan : Bagaimana prosedur yang paling tepat dilakukan ATLM terhadap sampel tersebut?
Dimasukkan ke dalam medium transport Carry and Blair
Ditanam dulu ke medium penyubur sebelum dikirim ke lab
Ditambahkan pengawet sampel feses
Dimasukkan ke dalam boks styroform
Diambil sampel feses dalam volume yang banyak
Seorang mahasiswa ATLM diminta melakukan pengecatan Gram dari biakan yang sudah 2 minggu disimpan, bakteri diketahui jenis Staphylococcus sp. Dari pewarnaan Gram, ditemukan bakteri bentuk bulat, berderet, berwarna ungu, padahal pengecatan telah dilakukan sesuai sesuai prosedur.
Pertanyaan : Apakah yang menyebabkan susunan bakteri menjadi tidak sesuai ?
Kualitas zat warna tidak bagus
Pembuatan preparat terlalu tebal
Adanya lemak pada obyek glass
Perataan sediaan dilakukan berulang
Sediaan terlalu lama difiksasi
Seorang ATLM melakukan kultur bakteri dari sampel luka infeksi pada jaringan kulit seorang pasien laki-laki dewasa. Untuk memastikan jenis bakteri yang berhasil dikultur, bakteri ditumbuhkan pada MSA dan didapatkan koloni bakteri berwarna kuning keemasan. Pada tahap selanjutnya, bakteri dikultur pada medium MHA dan diuji sensitivitasnya terhadap golongan antibiotik β-laktam dan diperoleh data bahwa bakteri ini resisten terhadap antibiotik tersebut. Hasil pewarnaan Gram menunjukkan bahwa bakteri ini memiliki bentuk sel kokus, bergerombol dan berwarna ungu.
Pertanyaan : Apakah spesies bakteri yang telah menginfeksi pasien tersebut ?
S. citreus
S. albus
S. pneumonia
S. pyogenus
S. aureus
