NEW
Font size
WorksheetsAnalisis Kadar Air
Total questions: 10
Worksheet time: 10mins
Terdapat lima jenis air dalam pangan yaitu air bebas, air terikat kuat, air terikat lemah, air imbibisi dan air kristal. Pasangan jenis air dan pengertiannya yang tepat adalah ....
air kristal yaitu air pada ruang-ruang antar sel dan inter granular dan pori-pori yang terdapat pada bahan.
air terikat kuat yaitu air yang terserap (teradsorpsi) pada permukaan koloid makromolekuler seperti protein, pektin, pati, selulosa dan air yang terdispersi diantara koloid dan merupakan pelarut zat-zat dalam sel.
air terikat lemah yaitu air yang membentuk hidrat. ikatan bersifat ionik sehingga relatif sukar dihilangkan atau diuapkan. air ini tidak membeku pada suhu 0°C.
air imbibisi merupakan air yang masuk ke dalam bahan pangan dan akan menyebabkan pengembangan volume tetapi air tersebut bukan merupakan komponen penyusun bahan tersebut.
air bebas adalah air terikat dalam semua bahan baik pangan maupun non pangan yang berbentuk kristal seperti gula, garam CuSO4 dan lain-lain
Salah satu fungsi air pangan adalah ....
tidak mempengaruhi penampakan, tekstur serta cita rasa pangan.
membuat bahan pangan basah.
berpengaruh dalam perusakan bahan pangan seperti pembusukan oleh mikroba.
tidak berperan dalam reaksi kimia.
tidak berpengaruh pada komposisi yang menentukan kualitas bahan pangan.
Tahap persiapan bahan pangan untuk bahan berikut diperlukan sebanyak 5 – 10 g bahan. Terhadap bahan jenis ini juga dilakukan penguapan terlebih dahulu, lalu dihancurkan hingga kehalusan 20 mesh, baru kemudian dikeringkan dalam oven hingga mencapai berat konstan. Bahan pangan yang dimaksud adalah ....
kacang-kacangan
susu bubuk
tepung
tomat
roti
Bahan pada wadah pengering yang telah dikeringkan dalam oven perlu dijaga agar tetap kering. Cawan berisi bahan kering dari oven langsung dimasukkan dalam alat yang berisi bahan pengikat air. Alat tersebut adalah ....
oven
desikator
krus tang
labu Erlenmenyer
neraca analitik
Jenis metode analisis kadar air yang menggunakan suatu pelarut immisibel, seperti toluene dan xylene, adalah metode....
distilasi
oven udara
oven vakum
desikasi kimia
Karl Fischer
Cara titrasi Karl Fischer cocok dipakai untuk penentuan kadar air dalam bahan pangan ....
roti, cake dan bolu
tepung, susu bubuk, keju dan rempah-rempah
tomat, pisang, semangka, mentimun dan sayuran
kacang tanah, edamame, polong, ercis dan kenari
alkohol, ester-ester, senyawa lipida, lilin, pati, tepung gula, dan madu
Prinsip metode ini didasarkan atas berat yang hilang sehingga sampel seharusnya mempunyai kestabilan panas yang tinggi dan tidak mengandung komponen yang mudah menguap. Air dikeluarkan dari bahan pada tekanan udara (760 mmHg) sehingga air menguap pada suhu 100°C yaitu sesuai titik didihnya. Deskripsi tersebut merupakan prinsip analisis kadar air metode ....
Oven udara
Oven vakum
Karl Fischer
Kalsium karbida
Desikasi kimia
Pasangan metode dan prinsipnya yang tepat adalah ...
metode asetil klorida: cara ini berdasarkan reaksi antara kalsium karbid dan air menghasilkan gas asetilen.
metode kalisum karbida: metode ini berdasarkan atas reaksi antara asetil klorida dengan air menghasilkan asam yang akan dititrasi dengan basa. asetil klorida yang digunakan dilarutkan dalam toluol dan bahan didispersikan dalam piridin.
metode Karl Fischer : berdasarkan prinsip titrasi dan titrant yang digunakan adalah pereaksi campuran iodin, sulfur dioksida, dan pridin dalam larutan metanol yang sangat tidak stabil dan peka terhadap uap sehingga harus selalu distandarisasi.
metode desikasi kimia : prinsip penentuan kadar air dengan destilasi adalah menguapkan air dengan “pembawa” cairan kimia yang mempunyai titik didih lebih tinggi daripada air dan tidak dapat campur dengan air serta mempunyai berat jenis lebih rendah daripada air.
metode distilasi (termovolumetri): metode dengan bantuan bahan kimia yang mempunyai kemampuan menyerap air tinggi seperti fosfor pentaoksida (P2O5), barium monoksida (BaO), magnesium perklorat (Mg(ClO4)2), kalsium klorida anhidrous (CaCl2) dan asam sulfat (H2SO4) pekat.
Perhatikan tahapan analisis kadar air berikut:
1. Pada awal tahap analisis cawan kosong dikeringkan dalam oven selama 15 menit.
2. Lakukan penimbangan dan ulangi penimbangan hingga diperoleh bobot tetap/konstan (≤0,0005 g).
3. Timbang cawan kering yang sudah didinginkan.
4. Dinginkan cawan dalam desikator.
5. Timbang 1-2 g contoh pada cawan tersebut. Keringkan pada oven suhu 105°C selama 3 jam, kemudian dinginkan dalam desikator.
6. Ambil cawan kering dari desikator dengan penjepit.
1-2-3-4-5-6
1-3-6-2-4-5
1-4-6-3-5-2
1-5-6-4-3-2
1-6-5-4-2-3
Diketahui massa konstan cawan porselin setelah dipanaskan dalam oven 18,5477 g. Sampel tempe yang telah dihaluskan dan dihomogenkan ditimbang dalam cawan porselin diperoleh massanya 20,8950 g, kemudian cawan tersebut dimasukkan ke dalam oven dengan suhu 105°C selama 3 jam. Setelah proses pengeringan, cawan dikeluarkan dari oven dan dimasukkan ke dalam desikator, dan setelah dingin ditimbang dan dikeringkan kembali dalam oven sampai diperoleh massa akhir 19,7355 g. Kadar air basis basah (%) yang diperoleh adalah sebesar ....
49,3972%
56,3384%
88,7662%
93,9814%
97,6174%
