NEW
Font size
Worksheetsagama Budha kelas 5
Total questions: 47
Worksheet time: 53mins
Alam semesta diatur oleh suatu hukum yang disebut ....
Panca-Dhamma
Panca-Niyama
Pancasila
Pancabala
Kelahiran Pangeran Siddharta dapat berjalan tujuh langkah dan tumbuh bunga teratai dijelaskan dalam ....
Utu Niyama
Bija Niyama
Kamma Niyama
Dhamma Niyama
Pepaya muda berwarna hijau menjadi tua dan matang berwarna merah adalah contoh bekerjanya hukum ....
Utu Niyama
Bija Niyama
Kamma Niyama
Dhamma Niyama
Baik buruk nasib manusia berkaitan dengan perbuatannya. Hal ini adalah contoh bekerjanya hukum ....
Utu Niyama
Bija Niyama
Kamma Niyama
Dhamma Niyama
Kemampuan pikiran untuk mengingat peristiwa yang lampau adalah contoh cara kerja hukum ...
Utu Niyama
citta Niyama
Kamma Niyama
Dhamma Niyama
Cerdas dan bijak karena mau membaca, berpikir, dan merenungkan tentang sebab akibat. Kecerdasan demikian disebut
Cintamaya Panna
Citamaya Panna
sutamaya Panna
Bhavanamaya Panna
Cerdas dan bijak karena bersedia mendengar penjelasan seorang guru. Kecerdasan demikian disebut
Cintamaya Panna
Citamaya Panna
sutamaya Panna
Bhavanamaya Panna
Cerdas dan bijak karena rajin melaksanakan meditasi dalam kehidupan sehari-hari. Kecerdasan demikian disebut
Cintamaya Panna
Citamaya Panna
sutamaya Panna
Bhavanamaya Panna
Dukkha artinya ....
ketidakpuasan
kepuasan
kelahiran
kamma
Terdapat banyak jenis dukkha yang dialami manusia. Namun, secara umum dukkha dikelompokkan menjadi dua, yaitu .......
dukkha fisik dan dukkha batin.
dukkha fisika dan dukkha batin.
dukkha sementara dan dukkha selamanya
dukkha annica dan dukkha anata.
Berakhirnya dukkha apabila tercapai ....
surga tusita
Nibbana
surga dunia
semua benar
Cara untuk mengakhiri dukkha dan meraih kebahagiaan (Nibbana) ada tiga langkah. Tiga langkah tersebut adalah:
semua salah
pertama harus bereprilaku baik (Sila); kedua harus sesekali meditasi (Samadhi); dan ketiga harus belajar bijaksana (Panna)
pertama harus bereprilaku baik (Sila); kedua harus rajin meditasi (Samadhi); dan ketiga harus belajar banyak
pertama harus bereprilaku baik (Sila); kedua harus rajin meditasi (Samadhi); dan ketiga harus belajar bijaksana (Panna)
Ajaran pokok agama Buddha adalah ....
Empat Niyama
Hukum Karma
Empat Kebenaran Mulia
Tiga Corak Kehidupan
Buddha mengajarkan ajaran-Nya yang pertama di ....
Taman Rusa Isipatana
Taman Lumbini
Kusinara
Buddhagaya
Kebahagiaan tertinggi dikenal dengan istilah ....
Sorga
Nibbana
Brahma
Moksa
Hidup akan berbahagia jika dijalani dengan melaksanakan ....
Empat Kebenaran Mulia
Hukum Karma
Jalan Mulia Berunsur Delapa
Hukum Niyama
Makin banyak keinginan yang ingin diraih, menyebabkan makin banyak ....
kecewa
gagal
cengeng
malas
Adanya hukum perubahan, menuntut setiap orang untuk ... nasibnya.
menunggu
mengubah
melihat
merancang
Proses kelapa menjadi tunas, tumbuh dan menjadi pohon kelapa adalah contoh hukum kebenaran tentang adanya ....
perubahan
perbedaan
tiada inti
penderitaan
Ketidakmampuan menghadapi perubahan berpotensi menimbulkan ....
suka cita
duka cita
kebingungan
keengganan
Kebenaran tentang tiada diri artinya adalah ....
segala sesuatu muncul dengan sendirinya
segala sesuatu bergantung pada Yang Mahakuasa
segala sesuatu telah diatur dan dirancang oleh yang membuat
segala sesuatu saling membutuhkan dan saling melengkapi
Hukum Karma dapat dimengerti juga sebagai hukum ....
perbuatan
perbedaan
agama Buddha
penderitaan
Perbuatan menurut sifatnya ada dua, yaitu ....
baik dan buruk
besar dan kecil
tinggi dan rendah
sempit dan lebar
Belajar mencuci piring sesudah makan adalah contoh perbuatan baik melalui ....
ucapan
pikiran
jasmani
niat
Suka makan makanan tidak sehat berakibat ....
mudah sakit
jarang sakit
hampir sakit
cepat sakit
Kebahagiaan sejati dapat diraih dengan melakasanakan ....
jalan tengah
hukum karma
empat Kebenaran
ajaran Buddha
Pemikiran yang penuh welas asih adalah contoh pelaksanaan ....
pengertian benar
pikiran benar
ucapan benar
perbuatan benar
Contoh berkata benar kepada kedua orang tua adalah ....
“baik, Bu"
“siap Bro!”
“siap bos!”
“siap coy!”
Perbuatan benar ketika makan adalah ...
memilih-milih makanan
menyisakan makanan
makan tanpa sisa
mencuci piring
Meraih prestasi dengan belajar sungguh-sungguh adalah ....
daya upaya benar
pengertian benar
meditasi benar
konsentrasi benar
Lebai adalah seseorang yang lugu dan baik hati. Tetapi dalam memutuskan sesuatu selalu saja menimbang-nimbang untung dan rugi. Suatu hari, Lebai mendapat dua undangan pesta pernikahan. Undangan pertama berasal dari kerabat jauhnya di hulu sungai, dan yang satunya berasal dari muridnya di hilir sungai. Keduanya diadakan pada hari dan jam yang sama. Lebai pun menimbang-nimbang untung dan ruginya undangan siapa yang akan didatangi.
Sampai tiba waktunya, Lebai masih belum juga memutuskan. Setelah berpikir ingin mendapat untung besar, maka dia memutuskan untuk menghadiri kedua pesta tersebut. Dia tak mau rugi, karena tuan rumah pertama menjanjikan kepala sapi untuknya, dan tuan rumah kedua menjanjikan dua kepala kambing. Si Lebai bersiap mendayung perahunya. Ketika sedang mendayung perahunya ke tempat kerabatnya di hulu, dia berpikir tidak mau rugi, karena masakan muridnya di hilir lebih enak. Maka Lebai pun berbalik mendayung perahunya ke arah hilir. Tetapi, dalam perjalanan dia berjumpa dengan tamu-tamu yang baru saja pulang. Mereka bercerita bahwa tamu di hilir sangat banyak dan berdesak-desakan mengambil makanan. Menerima persembahan Mendengar berita itu, Lebai pun berpikir tidak mau rugi karena jika sampai di hilir pasti makanan sudah habis. Maka, Lebai pun berbalik arah mendayung perahunya ke hulu.
Sesampai di tempat pesta kerabatnya ternyata pesta telah usai. Semua makanan sudah habis. Kerabatnya menyambut Lebai dan meminta maaf karena dikiranya Lebai tidak jadi datang, sehingga kepala sapinya telah diberikan untuk orang lain. Akhirnya Lebai mengarahkan perahunya menuju ke hilir, untuk menghadiri undangan pesta muridnya. Namun setelah sampai, pesta telah usai. Semua makanan sudah habis. Muridnya menyambut dan meminta maaf. “Maafkan aku, Guru. Aku kira Guru tidak mau datang. Jadi kepala kambingnya sudah kuberikan kepada orang lain”. Dengan gontai Lebai meninggalkan pesta. Ada siswa Buddha yang hidupnya selalu memiliki keberuntungan, namanya Bhikkhu Sivali. Bahkan sejak dalam kandungan, Dia selalu membawa keberuntungan bagi orang tuanya. Hingga ketika menjadi bhikkhu pun, Dia juga membawa keberuntungan bagi siapa pun yang berada bersamanya.
Suatu hari, Buddha mengajak Bhikkhu Sivali untuk menempuh perjalanan ke tempat bhikkhu Revata. Perjalanan ke tempat tersebut sangat sulit dan jarang ada orang yang mendermakan makanan. Namun, dengan adanya Bhikkhu Sivali, mereka selalu mendapatkan derma dalam perjalanan, dan bahkan berlebihan. Berkah keberuntungan yang dimiliki bhikkhu Sivali berasal dari tekadnya pada masa kehidupan lampau. Tepatnya dimulai sejak masa Buddha Padumuttara. Dia bertekad untuk berderma selama 7 hari kepada Buddha dan para bhikkhu. Kemudian ketika masa Buddha Vipassi, Sivali mendermakan madu, dadih susu, dan gula yang cukup untuk ribuan bhikkhu yang membutuhkan
Kisah Si Lebai yang Malang menceritakan tentang ....
akibat kebimbangan
guru yang baik hati
pernikahan
akibat kebodohan
Lebai adalah seseorang yang lugu dan baik hati. Tetapi dalam memutuskan sesuatu selalu saja menimbang-nimbang untung dan rugi. Suatu hari, Lebai mendapat dua undangan pesta pernikahan. Undangan pertama berasal dari kerabat jauhnya di hulu sungai, dan yang satunya berasal dari muridnya di hilir sungai. Keduanya diadakan pada hari dan jam yang sama. Lebai pun menimbang-nimbang untung dan ruginya undangan siapa yang akan didatangi.
Sampai tiba waktunya, Lebai masih belum juga memutuskan. Setelah berpikir ingin mendapat untung besar, maka dia memutuskan untuk menghadiri kedua pesta tersebut. Dia tak mau rugi, karena tuan rumah pertama menjanjikan kepala sapi untuknya, dan tuan rumah kedua menjanjikan dua kepala kambing. Si Lebai bersiap mendayung perahunya. Ketika sedang mendayung perahunya ke tempat kerabatnya di hulu, dia berpikir tidak mau rugi, karena masakan muridnya di hilir lebih enak. Maka Lebai pun berbalik mendayung perahunya ke arah hilir. Tetapi, dalam perjalanan dia berjumpa dengan tamu-tamu yang baru saja pulang. Mereka bercerita bahwa tamu di hilir sangat banyak dan berdesak-desakan mengambil makanan. Menerima persembahan Mendengar berita itu, Lebai pun berpikir tidak mau rugi karena jika sampai di hilir pasti makanan sudah habis. Maka, Lebai pun berbalik arah mendayung perahunya ke hulu.
Sesampai di tempat pesta kerabatnya ternyata pesta telah usai. Semua makanan sudah habis. Kerabatnya menyambut Lebai dan meminta maaf karena dikiranya Lebai tidak jadi datang, sehingga kepala sapinya telah diberikan untuk orang lain. Akhirnya Lebai mengarahkan perahunya menuju ke hilir, untuk menghadiri undangan pesta muridnya. Namun setelah sampai, pesta telah usai. Semua makanan sudah habis. Muridnya menyambut dan meminta maaf. “Maafkan aku, Guru. Aku kira Guru tidak mau datang. Jadi kepala kambingnya sudah kuberikan kepada orang lain”. Dengan gontai Lebai meninggalkan pesta. Ada siswa Buddha yang hidupnya selalu memiliki keberuntungan, namanya Bhikkhu Sivali. Bahkan sejak dalam kandungan, Dia selalu membawa keberuntungan bagi orang tuanya. Hingga ketika menjadi bhikkhu pun, Dia juga membawa keberuntungan bagi siapa pun yang berada bersamanya.
Suatu hari, Buddha mengajak Bhikkhu Sivali untuk menempuh perjalanan ke tempat bhikkhu Revata. Perjalanan ke tempat tersebut sangat sulit dan jarang ada orang yang mendermakan makanan. Namun, dengan adanya Bhikkhu Sivali, mereka selalu mendapatkan derma dalam perjalanan, dan bahkan berlebihan. Berkah keberuntungan yang dimiliki bhikkhu Sivali berasal dari tekadnya pada masa kehidupan lampau. Tepatnya dimulai sejak masa Buddha Padumuttara. Dia bertekad untuk berderma selama 7 hari kepada Buddha dan para bhikkhu. Kemudian ketika masa Buddha Vipassi, Sivali mendermakan madu, dadih susu, dan gula yang cukup untuk ribuan bhikkhu yang membutuhkan
Pesan penting dalam kisah Si Lebai yang Malang adalah ....
jangan banyak pertimbangan
jangan banyak keinginan
jadilah orang yang berhati-hati
jadilah orang yang baik
Setiap keputusan yang diambil pasti memiliki nilai untung dan rugi, oleh karenanya dalam mengambil keputusan harus ....
berhati-hati dan sabar
tepat dan cepat
menunggu waktu yang tepat
meminta pertimbangan orang lain
Memiliki waktu yang cukup adalah keuntungan, tetapi menjadi kerugian bila ....
digunakan dengan benar
terlalu banyak pertimbangan
dibiarkan tak terurus
tidak dapat menggunakannya
Terlahir di keluarga miskin nampak seperti kerugian, tetapi ia dapat menjadi sebuah keberuntungan bila ..
menjalani dengan pasrah
menjalani dengan penuh syukur
pemerintah memperhatikan
keluarga saling menuntut
Nama asli Cula Panthaka adalah ....
Panthaka
Cula
Maha
Kanthaka
Jika seseorang berbuat melalui jasmani, ucapan, atau pikiran disertai dengan niat buruk, maka hasilnya akan buruk juga ini adalah jenis kamma ....
Karma Gelap – Hasil Gelap
Karma Terang – Hasil Terang
Karma Terang dan Gelap – Hasil Terang dan Gelap
Karma Bukan Gelap pun Bukan Terang – Hasil Bukan Gelap pun Bukan Terang
perbuatan yang tak dapat dinyatakan sebagai baik atau buruk serta keduanya, perbuatan yang menuju pada tercapainya Nibbana. adalah jenis kamma ....
Karma Gelap – Hasil Gelap
Karma Terang – Hasil Terang
Karma Terang dan Gelap – Hasil Terang dan Gelap
Karma Bukan Gelap pun Bukan Terang – Hasil Bukan Gelap pun Bukan Terang
Karma jenis ini merupakan campuran dari perbuatan-perbuatan baik dan buruk adalah jenis kamma ....
Karma Gelap – Hasil Gelap
Karma Terang – Hasil Terang
Karma Terang dan Gelap – Hasil Terang dan Gelap
Karma Bukan Gelap pun Bukan Terang – Hasil Bukan Gelap pun Bukan Terang
Jika seseorang berbuat melalui jasmani, ucapan, atau pikiran disertai dengan niat baik. Perbuatan baik itulah, yang menyebabkan terlahir kembali di alam yang menenangkan merupakan jenis kamma ....
Karma Gelap – Hasil Gelap
Karma Terang – Hasil Terang
Karma Terang dan Gelap – Hasil Terang dan Gelap
Karma Bukan Gelap pun Bukan Terang – Hasil Bukan Gelap pun Bukan Terang
tiga ciri, corak, karakter semua perwujudan di dunia ini, yaitu ciri berubah, berisifat tidak memuaskan, dan tanpa unsur inti yang permanen disebut ...
Tanha
Tatthagata
Tilakkhana
Tiriya
manfaat adanya hukum perubahan adalah, kecuali ....
memberi rasa tenang karena tiada kesulitan yang tidak dapat diatasi
semangat untuk berubah menjadi lebih baik dimasa depan
mengikis kesombongan karena tiada guna,
semakin menderita karena takut akan perubahan
a tidak punya inti. Segala sesuatu terjadi karena adanya beberapa sebab dan kondisi yang harus dipenuhi
anicca
anatta
dukkha
tilakkhana
ciri kedua di dunia ini, yaitu semuanya bersifat tidak memuaskan ...
anicca
anatta
dukkha
tilakkhana
berpikir ingin membahagiakan orang tua adalah contoh perbuatan baik melalui ...
pikiran
badan jasmani
ucapan
perasaan
memberi dana adalah contoh perbuatan baik melalui ...
pikiran
badan jasmani
ucapan
perasaan
i memberi nasihat, berucap jujur, sopan, lemah lembut, rajin membaca paritta adalah contoh perbuatan baik melalui ...
pikiran
badan jasmani
ucapan
perasaan
