wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

agama Budha kelas 5

Total questions: 47

Worksheet time: 53mins

Name
Class
Date
1.

Alam semesta diatur oleh suatu hukum yang disebut ....

a)

Panca-Dhamma

b)

Panca-Niyama

c)

Pancasila

d)

Pancabala

2.

Kelahiran Pangeran Siddharta dapat berjalan tujuh langkah dan tumbuh bunga teratai dijelaskan dalam ....

a)

Utu Niyama

b)

Bija Niyama

c)

Kamma Niyama

d)

Dhamma Niyama

3.

Pepaya muda berwarna hijau menjadi tua dan matang berwarna merah adalah contoh bekerjanya hukum ....

a)

Utu Niyama

b)

Bija Niyama

c)

Kamma Niyama

d)

Dhamma Niyama

4.

Baik buruk nasib manusia berkaitan dengan perbuatannya. Hal ini adalah contoh bekerjanya hukum ....

a)

Utu Niyama

b)

Bija Niyama

c)

Kamma Niyama

d)

Dhamma Niyama

5.

Kemampuan pikiran untuk mengingat peristiwa yang lampau adalah contoh cara kerja hukum ...

a)

Utu Niyama

b)

citta Niyama

c)

Kamma Niyama

d)

Dhamma Niyama

6.

Cerdas dan bijak karena mau membaca, berpikir, dan merenungkan tentang sebab akibat. Kecerdasan demikian disebut

a)

Cintamaya Panna

b)

Citamaya Panna

c)

sutamaya Panna

d)

Bhavanamaya Panna

7.

Cerdas dan bijak karena bersedia mendengar penjelasan seorang guru. Kecerdasan demikian disebut

a)

Cintamaya Panna

b)

Citamaya Panna

c)

sutamaya Panna

d)

Bhavanamaya Panna

8.

Cerdas dan bijak karena rajin melaksanakan meditasi dalam kehidupan sehari-hari. Kecerdasan demikian disebut

a)

Cintamaya Panna

b)

Citamaya Panna

c)

sutamaya Panna

d)

Bhavanamaya Panna

9.

Dukkha artinya ....

a)

ketidakpuasan

b)

kepuasan

c)

kelahiran

d)

kamma

10.

Terdapat banyak jenis dukkha yang dialami manusia. Namun, secara umum dukkha dikelompokkan menjadi dua, yaitu .......

a)

dukkha fisik dan dukkha batin.

b)

dukkha fisika dan dukkha batin.

c)

dukkha sementara dan dukkha selamanya

d)

dukkha annica dan dukkha anata.

11.

Berakhirnya dukkha apabila tercapai ....

a)

surga tusita

b)

Nibbana

c)

surga dunia

d)

semua benar

12.

Cara untuk mengakhiri dukkha dan meraih kebahagiaan (Nibbana) ada tiga langkah. Tiga langkah tersebut adalah:

a)

semua salah

b)

pertama harus bereprilaku baik (Sila); kedua harus sesekali meditasi (Samadhi); dan ketiga harus belajar bijaksana (Panna)

c)

pertama harus bereprilaku baik (Sila); kedua harus rajin meditasi (Samadhi); dan ketiga harus belajar banyak

d)

pertama harus bereprilaku baik (Sila); kedua harus rajin meditasi (Samadhi); dan ketiga harus belajar bijaksana (Panna)

13.

Ajaran pokok agama Buddha adalah ....

a)

Empat Niyama

b)

Hukum Karma

c)

Empat Kebenaran Mulia

d)

Tiga Corak Kehidupan

14.

Buddha mengajarkan ajaran-Nya yang pertama di ....

a)

Taman Rusa Isipatana

b)

Taman Lumbini

c)

Kusinara

d)

Buddhagaya

15.

Kebahagiaan tertinggi dikenal dengan istilah ....

a)

Sorga

b)

Nibbana

c)

Brahma

d)

Moksa

16.

Hidup akan berbahagia jika dijalani dengan melaksanakan ....

a)

Empat Kebenaran Mulia

b)

Hukum Karma

c)

Jalan Mulia Berunsur Delapa

d)

Hukum Niyama

17.

Makin banyak keinginan yang ingin diraih, menyebabkan makin banyak ....

a)

kecewa

b)

gagal

c)

cengeng

d)

malas

18.

Adanya hukum perubahan, menuntut setiap orang untuk ... nasibnya.

a)

menunggu

b)

mengubah

c)

melihat

d)

merancang

19.

Proses kelapa menjadi tunas, tumbuh dan menjadi pohon kelapa adalah contoh hukum kebenaran tentang adanya ....

a)

perubahan

b)

perbedaan

c)

tiada inti

d)

penderitaan

20.

Ketidakmampuan menghadapi perubahan berpotensi menimbulkan ....

a)

suka cita

b)

duka cita

c)

kebingungan

d)

keengganan

21.

Kebenaran tentang tiada diri artinya adalah ....

a)

segala sesuatu muncul dengan sendirinya

b)

segala sesuatu bergantung pada Yang Mahakuasa

c)

segala sesuatu telah diatur dan dirancang oleh yang membuat

d)

segala sesuatu saling membutuhkan dan saling melengkapi

22.

Hukum Karma dapat dimengerti juga sebagai hukum ....

a)

perbuatan

b)

perbedaan

c)

agama Buddha

d)

penderitaan

23.

Perbuatan menurut sifatnya ada dua, yaitu ....

a)

baik dan buruk

b)

besar dan kecil

c)

tinggi dan rendah

d)

sempit dan lebar

24.

Belajar mencuci piring sesudah makan adalah contoh perbuatan baik melalui ....

a)

ucapan

b)

pikiran

c)

jasmani

d)

niat

25.

Suka makan makanan tidak sehat berakibat ....

a)

mudah sakit

b)

jarang sakit

c)

hampir sakit

d)

cepat sakit

26.

Kebahagiaan sejati dapat diraih dengan melakasanakan ....

a)

jalan tengah

b)

hukum karma

c)

empat Kebenaran

d)

ajaran Buddha

27.

Pemikiran yang penuh welas asih adalah contoh pelaksanaan ....

a)

pengertian benar

b)

pikiran benar

c)

ucapan benar

d)

perbuatan benar

28.

Contoh berkata benar kepada kedua orang tua adalah ....

a)

“baik, Bu"

b)

“siap Bro!”

c)

“siap bos!”

d)

“siap coy!”

29.

Perbuatan benar ketika makan adalah ...

a)

memilih-milih makanan

b)

menyisakan makanan

c)

makan tanpa sisa

d)

mencuci piring

30.

Meraih prestasi dengan belajar sungguh-sungguh adalah ....

a)

daya upaya benar

b)

pengertian benar

c)

meditasi benar

d)

konsentrasi benar

31.

Lebai adalah seseorang yang lugu dan baik hati. Tetapi dalam memutuskan sesuatu selalu saja menimbang-nimbang untung dan rugi. Suatu hari, Lebai mendapat dua undangan pesta pernikahan. Undangan pertama berasal dari kerabat jauhnya di hulu sungai, dan yang satunya berasal dari muridnya di hilir sungai. Keduanya diadakan pada hari dan jam yang sama. Lebai pun menimbang-nimbang untung dan ruginya undangan siapa yang akan didatangi.

Sampai tiba waktunya, Lebai masih belum juga memutuskan. Setelah berpikir ingin mendapat untung besar, maka dia memutuskan untuk menghadiri kedua pesta tersebut. Dia tak mau rugi, karena tuan rumah pertama menjanjikan kepala sapi untuknya, dan tuan rumah kedua menjanjikan dua kepala kambing. Si Lebai bersiap mendayung perahunya. Ketika sedang mendayung perahunya ke tempat kerabatnya di hulu, dia berpikir tidak mau rugi, karena masakan muridnya di hilir lebih enak. Maka Lebai pun berbalik mendayung perahunya ke arah hilir. Tetapi, dalam perjalanan dia berjumpa dengan tamu-tamu yang baru saja pulang. Mereka bercerita bahwa tamu di hilir sangat banyak dan berdesak-desakan mengambil makanan. Menerima persembahan Mendengar berita itu, Lebai pun berpikir tidak mau rugi karena jika sampai di hilir pasti makanan sudah habis. Maka, Lebai pun berbalik arah mendayung perahunya ke hulu.

Sesampai di tempat pesta kerabatnya ternyata pesta telah usai. Semua makanan sudah habis. Kerabatnya menyambut Lebai dan meminta maaf karena dikiranya Lebai tidak jadi datang, sehingga kepala sapinya telah diberikan untuk orang lain. Akhirnya Lebai mengarahkan perahunya menuju ke hilir, untuk menghadiri undangan pesta muridnya. Namun setelah sampai, pesta telah usai. Semua makanan sudah habis. Muridnya menyambut dan meminta maaf. “Maafkan aku, Guru. Aku kira Guru tidak mau datang. Jadi kepala kambingnya sudah kuberikan kepada orang lain”. Dengan gontai Lebai meninggalkan pesta. Ada siswa Buddha yang hidupnya selalu memiliki keberuntungan, namanya Bhikkhu Sivali. Bahkan sejak dalam kandungan, Dia selalu membawa keberuntungan bagi orang tuanya. Hingga ketika menjadi bhikkhu pun, Dia juga membawa keberuntungan bagi siapa pun yang berada bersamanya.

Suatu hari, Buddha mengajak Bhikkhu Sivali untuk menempuh perjalanan ke tempat bhikkhu Revata. Perjalanan ke tempat tersebut sangat sulit dan jarang ada orang yang mendermakan makanan. Namun, dengan adanya Bhikkhu Sivali, mereka selalu mendapatkan derma dalam perjalanan, dan bahkan berlebihan. Berkah keberuntungan yang dimiliki bhikkhu Sivali berasal dari tekadnya pada masa kehidupan lampau. Tepatnya dimulai sejak masa Buddha Padumuttara. Dia bertekad untuk berderma selama 7 hari kepada Buddha dan para bhikkhu. Kemudian ketika masa Buddha Vipassi, Sivali mendermakan madu, dadih susu, dan gula yang cukup untuk ribuan bhikkhu yang membutuhkan

Kisah Si Lebai yang Malang menceritakan tentang ....

a)

akibat kebimbangan

b)

guru yang baik hati

c)

pernikahan

d)

akibat kebodohan

32.

Lebai adalah seseorang yang lugu dan baik hati. Tetapi dalam memutuskan sesuatu selalu saja menimbang-nimbang untung dan rugi. Suatu hari, Lebai mendapat dua undangan pesta pernikahan. Undangan pertama berasal dari kerabat jauhnya di hulu sungai, dan yang satunya berasal dari muridnya di hilir sungai. Keduanya diadakan pada hari dan jam yang sama. Lebai pun menimbang-nimbang untung dan ruginya undangan siapa yang akan didatangi.

Sampai tiba waktunya, Lebai masih belum juga memutuskan. Setelah berpikir ingin mendapat untung besar, maka dia memutuskan untuk menghadiri kedua pesta tersebut. Dia tak mau rugi, karena tuan rumah pertama menjanjikan kepala sapi untuknya, dan tuan rumah kedua menjanjikan dua kepala kambing. Si Lebai bersiap mendayung perahunya. Ketika sedang mendayung perahunya ke tempat kerabatnya di hulu, dia berpikir tidak mau rugi, karena masakan muridnya di hilir lebih enak. Maka Lebai pun berbalik mendayung perahunya ke arah hilir. Tetapi, dalam perjalanan dia berjumpa dengan tamu-tamu yang baru saja pulang. Mereka bercerita bahwa tamu di hilir sangat banyak dan berdesak-desakan mengambil makanan. Menerima persembahan Mendengar berita itu, Lebai pun berpikir tidak mau rugi karena jika sampai di hilir pasti makanan sudah habis. Maka, Lebai pun berbalik arah mendayung perahunya ke hulu.

Sesampai di tempat pesta kerabatnya ternyata pesta telah usai. Semua makanan sudah habis. Kerabatnya menyambut Lebai dan meminta maaf karena dikiranya Lebai tidak jadi datang, sehingga kepala sapinya telah diberikan untuk orang lain. Akhirnya Lebai mengarahkan perahunya menuju ke hilir, untuk menghadiri undangan pesta muridnya. Namun setelah sampai, pesta telah usai. Semua makanan sudah habis. Muridnya menyambut dan meminta maaf. “Maafkan aku, Guru. Aku kira Guru tidak mau datang. Jadi kepala kambingnya sudah kuberikan kepada orang lain”. Dengan gontai Lebai meninggalkan pesta. Ada siswa Buddha yang hidupnya selalu memiliki keberuntungan, namanya Bhikkhu Sivali. Bahkan sejak dalam kandungan, Dia selalu membawa keberuntungan bagi orang tuanya. Hingga ketika menjadi bhikkhu pun, Dia juga membawa keberuntungan bagi siapa pun yang berada bersamanya.

Suatu hari, Buddha mengajak Bhikkhu Sivali untuk menempuh perjalanan ke tempat bhikkhu Revata. Perjalanan ke tempat tersebut sangat sulit dan jarang ada orang yang mendermakan makanan. Namun, dengan adanya Bhikkhu Sivali, mereka selalu mendapatkan derma dalam perjalanan, dan bahkan berlebihan. Berkah keberuntungan yang dimiliki bhikkhu Sivali berasal dari tekadnya pada masa kehidupan lampau. Tepatnya dimulai sejak masa Buddha Padumuttara. Dia bertekad untuk berderma selama 7 hari kepada Buddha dan para bhikkhu. Kemudian ketika masa Buddha Vipassi, Sivali mendermakan madu, dadih susu, dan gula yang cukup untuk ribuan bhikkhu yang membutuhkan

Pesan penting dalam kisah Si Lebai yang Malang adalah ....

a)

jangan banyak pertimbangan

b)

jangan banyak keinginan

c)

jadilah orang yang berhati-hati

d)

jadilah orang yang baik

33.

Setiap keputusan yang diambil pasti memiliki nilai untung dan rugi, oleh karenanya dalam mengambil keputusan harus ....

a)

berhati-hati dan sabar

b)

tepat dan cepat

c)

menunggu waktu yang tepat

d)

meminta pertimbangan orang lain

34.

Memiliki waktu yang cukup adalah keuntungan, tetapi menjadi kerugian bila ....

a)

digunakan dengan benar

b)

terlalu banyak pertimbangan

c)

dibiarkan tak terurus

d)

tidak dapat menggunakannya

35.

Terlahir di keluarga miskin nampak seperti kerugian, tetapi ia dapat menjadi sebuah keberuntungan bila ..

a)

menjalani dengan pasrah

b)

menjalani dengan penuh syukur

c)

pemerintah memperhatikan

d)

keluarga saling menuntut

36.

Nama asli Cula Panthaka adalah ....

a)

Panthaka

b)

Cula

c)

Maha

d)

Kanthaka

37.

Jika seseorang berbuat melalui jasmani, ucapan, atau pikiran disertai dengan niat buruk, maka hasilnya akan buruk juga ini adalah jenis kamma ....

a)

Karma Gelap – Hasil Gelap

b)

Karma Terang – Hasil Terang

c)

Karma Terang dan Gelap – Hasil Terang dan Gelap

d)

Karma Bukan Gelap pun Bukan Terang – Hasil Bukan Gelap pun Bukan Terang

38.

perbuatan yang tak dapat dinyatakan sebagai baik atau buruk serta keduanya, perbuatan yang menuju pada tercapainya Nibbana. adalah jenis kamma ....

a)

Karma Gelap – Hasil Gelap

b)

Karma Terang – Hasil Terang

c)

Karma Terang dan Gelap – Hasil Terang dan Gelap

d)

Karma Bukan Gelap pun Bukan Terang – Hasil Bukan Gelap pun Bukan Terang

39.

Karma jenis ini merupakan campuran dari perbuatan-perbuatan baik dan buruk adalah jenis kamma ....

a)

Karma Gelap – Hasil Gelap

b)

Karma Terang – Hasil Terang

c)

Karma Terang dan Gelap – Hasil Terang dan Gelap

d)

Karma Bukan Gelap pun Bukan Terang – Hasil Bukan Gelap pun Bukan Terang

40.

Jika seseorang berbuat melalui jasmani, ucapan, atau pikiran disertai dengan niat baik. Perbuatan baik itulah, yang menyebabkan terlahir kembali di alam yang menenangkan merupakan jenis kamma ....

a)

Karma Gelap – Hasil Gelap

b)

Karma Terang – Hasil Terang

c)

Karma Terang dan Gelap – Hasil Terang dan Gelap

d)

Karma Bukan Gelap pun Bukan Terang – Hasil Bukan Gelap pun Bukan Terang

41.

tiga ciri, corak, karakter semua perwujudan di dunia ini, yaitu ciri berubah, berisifat tidak memuaskan, dan tanpa unsur inti yang permanen disebut ...

a)

Tanha

b)

Tatthagata

c)

Tilakkhana

d)

Tiriya

42.

manfaat adanya hukum perubahan adalah, kecuali ....

a)

memberi rasa tenang karena tiada kesulitan yang tidak dapat diatasi

b)

semangat untuk berubah menjadi lebih baik dimasa depan

c)

mengikis kesombongan karena tiada guna,

d)

semakin menderita karena takut akan perubahan

43.

a tidak punya inti. Segala sesuatu terjadi karena adanya beberapa sebab dan kondisi yang harus dipenuhi

a)

anicca

b)

anatta

c)

dukkha

d)

tilakkhana

44.

ciri kedua di dunia ini, yaitu semuanya bersifat tidak memuaskan ...

a)

anicca

b)

anatta

c)

dukkha

d)

tilakkhana

45.

berpikir ingin membahagiakan orang tua adalah contoh perbuatan baik melalui ...

a)

pikiran

b)

badan jasmani

c)

ucapan

d)

perasaan

46.

memberi dana adalah contoh perbuatan baik melalui ...

a)

pikiran

b)

badan jasmani

c)

ucapan

d)

perasaan

47.

i memberi nasihat, berucap jujur, sopan, lemah lembut, rajin membaca paritta adalah contoh perbuatan baik melalui ...

a)

pikiran

b)

badan jasmani

c)

ucapan

d)

perasaan