NEW
Font size
WorksheetsUH Puisi
Total questions: 20
Worksheet time: 2hrs 36mins
Bacalah kutipan puisi berikut dengan saksama!
Kami mengiring jenasah hitam
Depan kami kereta mati bergerak pelan
Orang-orang berjalan menunduk diam
Dicekam hitam bayangan
Makam muram awan muram
Menanti perarakan ini di ujung jalan.
Pengimajian yang digunakan penyair dalam puisinya di atas adalah … .
pendengaran
penglihatan
penciuman
pengecap
perabaan
Perhatikan puisi berikut:
Aku Ingin
Oleh: Sapardi Djoko Damono
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu
kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
Kutipan puisi itu memiliki pengimajiuan tentang....
Seseorang putus cinta karena hujan
Seseorang putus cinta karena tak direstui
Seseorang jatuh cinta kepada api
Seseorang yang jatuh cinta tapi tidak sempat mengutarakannya
Seseorang yang jatuh cinta tapi cintanya ditolak
Perhatikan penggalan puisi berikut!
Sajak putih
Karya : Chairil Anwar
Bersandar pada tari warna pelangi
Kau depanku bertudung sutra senja
Di hitam matamu kembang mawar dan melati
Harum rambutmu mengalun bergelut senda
Diksi yang ditumbulkan dari kata “warna pelangi” dalam puisi tersebut adalah....
gambaran hati seorang pemuda yang sedang senang
jatuh cinta pada pandangan pertama
bola matanya yang indah
indahnya menjalani kehidupan
mengagumi wanita yang dicintai
senja yang pilu
membuat hari kian membiru
langit tampak keruh
mengantar kepergianmu pahlawanku
gerimis jatuh membasahi pucuk sunyi
melagukan nada-nada lara hati
saat doa-doa ikut tertanam
bersama bayangmu yang kian tenggelam
Tema puisi tersebut adalah ....
perjuangan
pahlawan
politik
pengorbanan
perdamaian
Cermatilah puisi berikut!
Taman punya kita berdua
tak lebar luas, kecil saja
satu tak kehilangan lain dalamnya.
Chairil Anwar
Makna kata "taman" dalam larik pertama puisi tersebut adalah...
rumah
wisma
kebun
tempat
pekarangan
Rembang Petang
Ketika pelabuhan perlahan meredup
Hari pun semakin sunyi
Lampu-lampu gedung mulai dinyalakan
Waktu berjalan makin tertatih
Aku merasakan sekelebat bayang lalu
Betapa cepatnya masa berlalu
Majas personifikasi dalam puisi di atas terdapat dalam baris ....
1 dan 2
2 dan 3
1 dan 4
3 dan 4
1 dan 3
Jeritan Malam
Merintih ke langit
Derita hidup mengepung
menjerit bangsaku sedang berjuang
merintih ke langit
tenaga mesin menembus kelam
berputar roda atas rel tertentu
terus menuju ke statsiun akhir
semangat wajah menembus kelam
berjuang bangsaku atas cinta tertentu
terus menuju negara merdeka!
Isi puisi tersebut menggambarkan …
Rakyat merintih ke langit
Tenaga mesin menembus kelam
Roda berputar di atas rel tertentu
Perjuangan rakyat untuk merdeka
Semangat wajah menembus kelam
Bacalah Kutipan Puisi Berikut !
Judul: Menyesal
Pagiku hilang sudah melayang
Hari mudaku sudah pergi
Sekarang petang datang membayang
Batang usiaku sudah tinggi
Aku lalai di hari pagi
Beta lengah dimasa muda
Kini hidup meracuni hati
Miskin ilmu miskin harta
.... (A. Hasyim)
Kata petang pada larik ketiga puisi tersebut mempunyai makna lambang ...
waktu sore hari
kehidupan malam
suasana senja
masa tua
keesokan hari
Bunga yang indah
......
Akan sia-sia belaka
Di vas yang salah
Bungaku tak pernah layu
Merekah sepanjang waktu
malah selalu
Larik bermajas yang tepat untuk melengkapi puisi tersebut adalah ...
kumbang hinggap disana
merebak aroma
memiliki duri menusuk
tumbuh di halaman
ada di taman
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kata bercetak miring dalam penggalan puisi di atas mengandung imaji . . . .
pendengaran
penglihatan
penciuman
perasa
peraba
Kalau klasifikasi surga ditentukan jumlah langit yang melapisinya
Maka negeri kita bagai maskapai rokok, surga langit ke tujuh klasifikasinya
Majas yang terkandung dalam puisi tersebut yaitu ....
majas personifikasi
majas repetisi
majas simile
majas paradoks
majas ironi
Perhatikan penggalan puisi berikut!
1). Kutulis surat ini
2). Kala hujan gerimis
3). Dan angin bertiup
4). Mengelus daun cemara
5). Terasa dingin
Larik yang bermajas pada puisi tersebut terdapat pada nomor . . . .
1
2
3
4
5
Bangunlah bangsaku,
bangunlah negeriku,
bangunlah dan tidur yang panjang.
Penggalan puisi tersebut menggunakan majas ...
repetisi
klimaks
antiklimaks
pararelisme
hiperbola
Setiap kali bertemu, gadis kecil berkaleng kecil
Senyummu terlalu kekal untuk kenal duka
Tengadah padaku, pada bulan merah jambu
Tapi kotaku jadi hilang, tanpa jiwa
Gadis kecil yang dibicarakan pada puisi tersebut yaitu ....
gadis yang membawa kaleng
seorang gadis kecil
seorang gadis pengemis
gadis yang selalu tersenyum
pengamen
ANAK YANG ANGKUH
Betapa dinginnya air sungai
Dinginnya! Dinginnya!
Betapa dinginnya daging duka
Yang membaluti tulang-tulangku
. . . .
Karya W.S. Rendra
Imaji/citraan yang terkandung dalam penggalan puisi tersebut adalah...
penglihatan
perabaan
penciuman
pendengaran
pengecap
Sebuah jendela kaca membentang dunia lama
dalam suram dari murung senja
bersama ketukan jari hujan
dan di hati bangkit kemanisan
yang berakhir negeri sendiri
yang lalu tak kan surut lagi
Amanat yang terkandung dalam kutipan puisi di atas adalah . . . .
Jangan suka bermain hujan
Bangkitlah dari masa lalu
Jika ada masalah jangan dipendam sendiri
bangga menjadi bangsa Indonesia
tetap tabah jika menghadapi cobaan
Bacalah Teks Puisi Berikut dengan Saksama!
Buka matamu dan bangunlah
Dahului matahari dan sinarnya
Bangun dan basuh mukamu dengan wudu
Uraian sajadahmu
Jika tidak, kelak azan kan menamparmu
Karena telinga tulimu
Majas personifikasi terdapat pada baris ....
1
2
3
4
5
Cermati puisi berikut!
Hujan Bulan Juni
(Sapardi Djoko Damono)
tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
........
kepada pohon berbunga itu
tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu
Larik bermajas untuk melengkapi penggalan puisi tersebut adalah ... .
rintik hujan mengenai tubuhku
dirahasiakannya rintik rindunya
hujan merintik membasahi hati yang merindu
hatiku membasah merasakan rintik hujan bulan Juni
dikibaskannya tetesan rintik hujan di bahunya
Cermati puisi berikut!
Piring
Mencuci piring ini, terbayang juga sisa
makan hati menembus malam samudra.
Bekas sabun ini, melihat juga kenangan
berembun otak yang hancur sehabis lapar.
Berdentum!
Memecah piring ini, terbayang juga sisa,
pesawat tak benama menembus cakrawala.
Lepas alun ini, masih saja gelombang lain
beralun beling dan belang subur nyerap
dalam belum! Aku debu beling debu belang,
di sini dan ini otakku penuh sabun.
Tapi tak juga tercuci dari dan pada mesin waktu
masih kudengar nyanyi nasi dalam piring
rindu kunyahan gigi. Lalu sunyi.
Hamid Jabbar
Isi puisi tersebut adalah ....
kegoyahan hati
rasa kemanusiaan
kebencian hati
pencucian diri
perasaan takut
Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut nama-Mu
Biar susah sungguh
Mengigat Kau penuh seluruh
CayaMu panas suci
Tinggal kerlip lilin di kelam sunyi
Tuhanku
Aku hilang bentuk
Remuk
Tuhanku aku mengembara di negara asing
Tuhanku
Di pintu-Mu aku mengetuk
Aku tidak bisa berpaling
Amanat yang terdapat dalam puisi “Doa” adalah...
Kita mengingat Tuhan ketika dalam keadaan susah
Kita harus mengingat Tuhan dalam setiap keadaan
Tuhan ada di mana-mana
Mengingat Tuhan adalah kewajiban seorang hamba
Ingatlah Tuhan di mana pun seorang hamba berada
