wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UFS1KXI-IAI

Total questions: 20

Worksheet time: 20mins

Name
Class
Date
1.

Dibawah ini yang termasuk syarat diterimanya perbuatan ibadah adalah ...

a)

Niat agar dipuji orang

b)

Niat yang ikhlas

c)

Ibadah dilakukan agar disebut sebagai orang soleh

d)

Perbuatan tersebut dilakukan karena terpaksa

2.

Kata Al – Umuru Bi Maqasidiha itu sendiri terdiri dari dua unsur yaitu kata al-umuru yangmerupakan bebtuk plural dari kata al-amru yang berarti...

a)

Keadaan

b)

Tujuan

c)

Niat

d)

Umur

3.

وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ اَنْ تَمُوْتَ اِلَّا بِاِذْنِ اللّٰهِ كِتٰبًا مُّؤَجَّلًا ۗ وَمَنْ يُّرِدْ ثَوَابَ الدُّنْيَا نُؤْتِهٖ مِنْهَاۚ وَمَنْ يُّرِدْ ثَوَابَ الْاٰخِرَةِ نُؤْتِهٖ مِنْهَا ۗ وَسَنَجْزِى الشّٰكِرِيْنَ

Dan setiap yang bernyawa tidak akan mati kecuali dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barangsiapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala (dunia) itu, dan barangsiapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala (akhirat) itu, dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.

Ayat ini tentang dasar hukum Al-umuru bimaqasidiha, surat apa dan ayat berapa ?

a)

QS. Ali Imran: 142

b)

QS. Ali Imran: 143

c)

QS. Ali Imran: 144

d)

QS. Ali Imran: 145

4.

Niat yang ikhlas yaitu keberadaan niat harus disertai dengan menghilangkan segalakeburukan nafsu dan keduniaan. Niatnya itu hanya semata-mata...

a)

Perintah Orang Tua

b)

Perintah Rasulullah SAW

c)

Perintah Allah SWT

d)

Perintah Agama

5.

Hadist Nabi SAW yang menjadi pondasi terbangunnya kaidah ini adalah

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ

Yang artinya adalah...

a)

Sesungguhnya tergantung pada niat

b)

Sesungguhnya niat itu tergangung pada amalnya

c)

Sesungguhnya amal-amal perbuatan itu tergantung pada niatnya

d)

Seungguhnya amal dan niat itu baik

6.

Dibawah ini yang tidak termasuk cabang-cabang Qaidah Al-Umuru bi Maqosidiha adalah, kecuali....

a)

Suatu amalan yang disyaratkan untuk ditentukan (dijelaskan), maka kesalahannyamembatalkan pekerjaannya

b)

menentukan sah tidaknya suatu perbuatan ibadah tertentu serta membedakan yang wajib dari yang sunnah

c)

Amalan yang tidak disyaratkan untuk dijelaskan baik secara garis besar maupun secararinci , apabila ditentukan (dijelaskan) dan ternyata keliru, maka kekeliruannya tidakmembahayakan (tidak membatalkan)

d)

Suatu amalan yang harus dijelaskan secara global dan tidak disyaratkan untuk dirinci,kemudian dijelaskan secara rinci dan ternyata salah, maka membahayakan (tidak sah)

7.

Keyakinan tidak bisa digoyahkan dengan keragu-raguan

Pengertian dari ?

a)

Al Umuru Bima Qasidiha

b)

Al Yakin La Yuzalu Bi Syak

c)

Al Masyaqatu Tajlibut Taysir

d)

Semuanya Salah

8.

Mengetahui dengan pasti berdasarkan bangunan ilmu pengetahuan sains dan tekhnologi seperti seorang ahli neorologi ketika meneliti susunan DNA yang sangat detail dan rumit, sehingga mereka menyimpulkan dari hasil penelitiannya sangat mustahil manusia menirunya. hal ini termasuk kedalam tingkatan ?

a)

Ilmu Yakin

b)

Ainul Yakin

c)

Haqqul Yakin

d)

Wajibul Yakin

9.

Mengetahui dengan pasti setelah melihat langsung bertambah keyakinannya seperti seorang astronot yang mengetahui melalui ilmu bahwa planet bumi yang ditempatinya sangat kecil sekali bila dibandingkan dengan planet lain, setelah astronot melakukan misi menjelajah antariksa dan melihat secara langsung dengan panca inderanya keadaan antariksa yang sangat luas semakin tambah yakin bahwa bumi memang sangat kecil bila dibandingkan planet-palnet lain di galaksi bima sakti, hal ini termasuk kedalam tingkatan ?

a)

Ilmu Yakin

b)

Ainul Yakin

c)

Haqqul Yakin

d)

Wajibul Yakin

10.

Mengetahui dengan pasti setelah merasakannya atau menyentuhnya langsung sehingga semakin bertambah keyakinannya atas kekuasaan Allah SWT yang menciptakan planet jumlahnya milyaran secara tertib teratur rapi berjalan sesuai orbit. hal ini termasuk tingkatan ?

a)

Ilmu Yakin

b)

Ainul Yakin

c)

Haqqul Yakin

d)

Wajibul Yakin

11.

قُلْ لَّآ اَجِدُ فِيْ مَآ اُوْحِيَ اِلَيَّ مُحَرَّمًا عَلٰى طَاعِمٍ يَّطْعَمُهٗٓ اِلَّآ اَنْ يَّكُوْنَ مَيْتَةً اَوْ دَمًا مَّسْفُوْحًا اَوْ لَحْمَ خِنْزِيْرٍ فَاِنَّهٗ رِجْسٌ اَوْ فِسْقًا اُهِلَّ لِغَيْرِ اللّٰهِ بِهٖۚ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَّلَا عَادٍ فَاِنَّ رَبَّكَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

“Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi karena sesungguhnya semua itu kotor atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Barangsiapa yang dalam keadaan terpaksa, sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”

Ayat ini tentang dasar hukum Al Yakin La Yuzalu Bis Syak terdapat pada quran ayat ?

a)

QS Al-An’am : 145

b)

QS Al-An’am : 146

c)

QS Al-An’am : 147

d)

QS Al-An’am : 148

12.

Sesungguhnya menjalankan agama itu mudah, tapi janganlah diremehkan karena di dalam al Qur’an sendiri menganjurkan yang demikian: “Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu”

Hikmah ini termasuk kedalam kaidah ?

a)

Al Umuru Bima Qasidiha

b)

Al Yakin La Yuzalu Bis Syak

c)

Al Masyaqatu Tajlibut Taysir

d)

Al Qawaidul Khamsa

13.

Kesulitan memunculkan kemudahan

sama dengan istilah dalam ilmu ushul fikih yaitu ?

a)

Al Masyaqatu Tajlibut Taysir

b)

Al Umuru BIma Qasidiha

c)

Al Yakin La Yuzalu Bis Syak

d)

Al Mukhamatan Adatu

14.

وَاِذَا ضَرَبْتُمْ فِى الْاَرْضِ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ اَنْ تَقْصُرُوْا مِنَ الصَّلٰوةِ ۖ اِنْ خِفْتُمْ اَنْ يَّفْتِنَكُمُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْاۗ اِنَّ الْكٰفِرِيْنَ كَانُوْا لَكُمْ عَدُوًّا مُّبِيْنًا

"Dan apabila kamu bepergian di muak bumi, maka tidaklah mengapa kamu menqasar sembahyang (mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir” (QS. AnNisa’:101)

Ayat ini dasar hukum dari kaidah ?

a)

Al Yakin La Yuzalu Bis Syak

b)

Al Umuru Bima Qasidiha

c)

Al Masyaqah Tajlibut Taysir

d)

Al Mukhama adatul

15.

Reza sedang sakit dan tidak sanggup melakukan shalat dengan berdiri, maka Reza mendapatkan kemudahan melakukannya dengan duduk, jika tidak bisa duduk maka mendapatkan kemudahan melakukannya dengan berbaring, jika tidak bisa berbaring mendapatkan kemudahan melakukannya dengan memakai isyarat dan diperbolehkan memakai tayammum

Cerita ini sama halnya dalam kaidah ushul fikih yaitu ?

a)

Dispensasi

b)

Tergantung Niat

c)

Tidak Ragu

d)

Pilihan Keadaan

16.

Kemudahan dalam menjalankan agama merupakan sebuah tema penting, yang dengannya menjadi lebih mengerti bahwa syari’at tidaklah memberatkan baik dalam beribadah maupun muamalah (interaksi sosial)

menurut anda pernyataan ini termasuk kedalam kategori ?

a)

Dasar Hukum

b)

Hikmah

c)

Pengertian

d)

Syarat

17.

Kaidah tersebut merupakan (mayora) dalam Ushul Fikih yang terdapat pada kaidah?

a)

Al Umuru Bimaqasidiha

b)

Al Yakin La Yuzalu Bis Syak

c)

Al Masyaqqatu Tajlbut Tasyir

d)

Al Adatu Muhakkamah

18.

Kaidah tersebut merupakan (mayora) dalam Ushul Fikih yang terdapat pada kaidah?

a)

Al Umuru Bimaqasidiha

b)

Al Yakin La Yuzalu Bis Syak

c)

Al Masyaqqatu Tajlbut Tasyir

d)

Al Adatu Muhakkamah

19.

Kaidah tersebut merupakan (mayora) dalam Ushul Fikih yang terdapat pada kaidah?

a)

Al Umuru Bimaqasidiha

b)

Al Yakin La Yuzalu Bis Syak

c)

Al Masyaqqatu Tajlbut Tasyir

d)

Al Adatu Muhakkamah

20.

Kaidah tersebut merupakan (mayora) dalam Ushul Fikih yang terdapat pada kaidah?

a)

Al Umuru Bimaqasidiha

b)

Al Yakin La Yuzalu Bis Syak

c)

Al Masyaqqatu Tajlbut Tasyir

d)

Al Adatu Muhakkamah