wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Kuis Audit 1 ke-2

Total questions: 10

Worksheet time: 11mins

Name
Class
Date
1.

Seorang auditor harus memiliki indikator yang dijadikan sebagai dasar pertimbangan dalam mengukur tingkat kompeten dari bukti audit. Semakin kompeten bukti yang diberikan, maka semakin baik nilai dari kewajaran atas laporan keuangan yang disodorkan perusahaan. Adapun indikator-indikator tersebut adalah sebagai berikut (mana yang bukan):

a)

Relevansi

b)

Sumber Perolehan Bukti

c)

Ketepatan Waktu

d)

Nilai wajar

2.

Bukti audit yang secara kualitas sudah memadai untuk memenuhi tujuan audit, Yakni relevant dan reliable.

a)

Appropriateness

b)

Sufficiency of audit evidence

c)

Sumber Perolehan Bukti

d)

Wajar

3.

ukuran kuantitas suatu bukti audit, yang menyatakan seberapa banyak bukti audit yang dibutuhkan tergantung dari penilaian auditor terhadap resiko salah saji yang material dan mutu/kualitas dari bukti tersebut.

a)

Sufficiency of audit evidence

b)

Appropriateness

c)

Ketepatan Waktu

d)

Nilai wajar

4.

Prosedur audit adalah metode atau teknik yang digunakan auditor untuk memperoleh bukti audit dan membentuk opini mengenai laporan keuangan suatu perusahaan. Manakah metode menggambarkan penerimaan respons tertulis dari pihak ketiga yang independen yang memverifikasi keakuratan informasi yang diminta oleh auditor

a)

Konfirmasi

b)

Prosedur Analitis

c)

Inspeksi

d)

Recalculating

5.

Terdiri dari evaluasi informasi keuangan melalui analisis atas hubungan yang masuk akal antara data keuangan dan nonkeuagan. Sebagai contoh, auditor dapat membandingkan presentase marjin kotor tahun berjalan dengan tahun sebelumnya. Prosedur ini merupakan prosedur

a)

Prosedur Analitis

b)

Inquiry

c)

Observasi

d)

Inspeksi

6.

Perikatan (engagement) adalah kesepakatan dua pihak untuk mengadakan suatu ikatan perjanjian. Di dalam memutuskan apakah suatu perikatan audit dapat diterima atau tidak, auditor menempuh suatu proses yang terdiri beberapa tahapan yakni:

a)

Mengevaluasi objektivitas manajemen

b)

Menentukan kompetensi untuk manajemen melaksanakan audit

c)

Menilai independensi

d)

Menentukan kemampuan untuk menggunakan kemahiran profesional manajemen dengan kecermatan dan kesesakmaan

7.

Pemahaman bisnis dan industri klien dilakukan dengan tujuan untuk mendukung perencanaan audit yang dilakukan auditor. Pemahaman tersebut akan digunakan untuk merencanakan lingkup audit, memperkirakan masalah-masalah yang mungkin timbul dan menentukan atau memodifikasi prosedur audit yang direncanakan. Tahapan pemahaman bisnis klien merupakan

a)

Tahapan akhir dalam proses audit

b)

Tahapan awal sebelum auditor melakukan perikatan

c)

Tahapan awal dari perencanaan audit

d)

Tahapan akhir setelah audit dilakukan

8.

Auditor membuat pertimbangan awal tentang tingkat materialitas dalam perencanaan audit. Dalam merencanakan suatu audit, auditor harus mempertimbangkan materialitas pada 2 tingkat, yaitu:

a)

Tingkat laporan keuangan (karena pendapat auditor mengenai kewajaran mencakup laporan keuangan sebagai keseluruhan)

b)

Tingkat saldo rekening (karena auditor melakukan verifikasi atas saldo-saldo rekening bank)

c)

Tingkat pengendalian (karena tugas auditor internal adalah melakukan pengendalian dan auditor memastikan pengendalian berjalan)

d)

Tingkat resiko (karena usaha yang dijalankan klien mengandung resiko yang bisa saja gagal dideteksi)

9.

Isi Kertas Kerja menurut SA Seksi 339 Paragraf 05 adalah kertas kerja yang memperlihatkan kesesuaian antara Catatan Akuntansi, Laporan Keuangan, Informasi Lain, dan Standar Auditing yang diterapkan dan dilaksanakan oleh auditor dengan isian dokumentasi meliputi (mana yang bukan):

a)

Perencanaan pemeriksaan dan supervisi

b)

Pengendalian intern untuk merencanakan audit, menentukan sifat, saat, dan lingkup pengujian;

c)

Bukti audit, prosedur audit dan pengujian sebagai dasar memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan audit.

d)

Laporan terkait pengendalian yang dilakukan auditor selama melakukan audit

10.

Risiko audit adalah risiko yang terjadi dalam hal auditor tanpa disadari tidak dimodifikasikan pendapatnya sebagaimana mestinya, atas suatu laporan keuangan yang mengandung salah saji material. Komponen-komponen risiko audit adalah, (mana yang bukan):

a)

Risiko bawaan

b)

Risiko pengendalian

c)

Risiko deteksi

d)

Risiko Bisnis