WorksheetsCh-7 Perspektif Pengukuran
Total questions: 11
Worksheet time: 10mins
Name
Class
Date
1.
Terdapat kendala dalam Pergeseran praktik akuntansi ke arah perspektif pengukuran (MP), yaitu :
a)
Reliabilitas yakni kemanfaatan keputusan atas Laporan Keuangan berbasis nilai wajar dikompromikan jika terlalu banyak reliabilitas dikorbankan untuk relevansi yang lebih besar
b)
Skeptikisme manajemen tentang RRA (Reserve Accounting), jika ada untung & rugi blm terealisasi dari perubahan nilaiwajar yang terkandung dl LABA bersih,
c)
Manajemen tak mungkin memanipulasi lap keuangan
d)
manajer, investor, dan auditor mungkin lebih memilih akuntansi konservatif daripada akuntansi nilai saat ini dalam beberapa keadaan
e)
bahwa laba bersih harapan dan realisasian tidak mesti sama dilain waktu lama di bawah ketidak pastian, dan perbedaan ini disebut laba abnormal
2.
Informasi yang relevan yakni :
a)
informasi itu memberi tahu investor tentang prospek ekonomi masa depan perusahaan.
b)
Reliabilitas yakni kemanfaatan keputusan atas Laporan Keuangan berbasis nilai wajar dikompromikan jika terlalu banyak reliabilitas dikorbankan untuk relevansi yang lebih besar
c)
Skeptikisme manajemen tentang RRA (Reserve Accounting), jika ada untung & rugi blm terealisasi dari perubahan nilaiwajar yang terkandung dl LABA bersih,
d)
Manajemen tak mungkin memanipulasi lap keuangan
e)
semua jawaban benar
3.
Nilai wajar didefinisikan dalam IFRS 13 sebagai berikut:
a)
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau
harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam
transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran.
b)
Idealnya, nilai wajar didasarkan pada harga jual aset di pasar yang berfungsi
dengan baik, atau jumlah yang harus dibayar perusahaan untuk melepaskan
kewajiban.
c)
manajer, investor, dan auditor mungkin lebih memilih akuntansi konservatif daripada akuntansi nilai saat ini dalam beberapa keadaan
d)
bahwa laba bersih harapan dan realisasian tidak mesti sama dilain waktu lama di bawah ketidak pastian, dan perbedaan ini disebut laba abnormal
e)
semua jawaban benar
4.
karena ketidaklengkapan pasar, harga pasar yang berfungsi dengan baik tidak ada untuk banyak aset dan kewajiban. Dalam menghadapi kesulitan ini, kedua standar tersebut menciptakan hierarki nilai wajar, yang terdiri dari tiga tingkat yang diringkas sebagai berikut:
a)
Level 1 : Aset dan kewajiban yang harga pasarnya cukup baik.
b)
Level 2 : Aset dan kewajiban yang harga pasarnya dapat disimpulkan dari
harga pasar barang serupa.
c)
Level 3: Aset dan kewajiban yang nilai pasarnya tidak dapat diamati atau
disimpulkan.
d)
Level 3: Aset dan kewajiban yang nilai pasarnya dapat diamati atau
disimpulkan.
e)
Level 2 : Aset dan kewajiban yang harga pasarnya tidak dapat disimpulkan dari
harga pasar barang serupa.
5.
Instrument Financial yaitu kontrak yg menaikkan instrument aset finansial di satu sisi dan kewajiban finansial atau ekuitas di sisi lain, terdiri:
a)
Ukuran bhw psr tdk scr penuh efisien=> meningkatkan pentingnya pelaporan keuangan (PK)
b)
terutama : utang (obligasi) dan ekuitas (saham)
c)
Derivasi: kontrak, opsi,
d)
Disebut anomali pasar efisien: Pengaruh mengambang pasca pengumuman ( post-annaouncement drift) dan Respon psr pd akrual
e)
Akibatnya, jika pasar efisien, perubahan dl E(RMT) shrnya tidak menyebabkan perub dlm dividen hrp agregat
6.
Contoh Pengukuran, Uji batas (Ceiling tes):
a)
Mengaplikasikan parsial Measurement Perspectif yaitu LoCoM
b)
CEILING: jumlah selisih nilai buku dan nilai pasar (sbg nilai wajar)
c)
Auditor hrs mengestimasi nilai wajar ASET MODAL dan GOODWILL
d)
Jika nilai wajar (NW) > Nilai Buku tidak disesuaikan (writeup), jk nilai wajar < NB disesuaikan (writedown)
e)
Akibatnya, jika pasar efisien, perubahan dl E(RMT) shrnya tidak menyebabkan perub dlm dividen hrp agregat
7.
Prosedur untuk menguji Jika nilai wajar (NW) > Nilai Buku tidak disesuaikan (writeup), jk nilai wajar < NB disesuaikan (writedown)
a)
Menentukan bahwa Aktiva Tetap (=AP) tidak pas (impaired), NB > NW
b)
Menentukan NW
c)
Mengaplikasikan parsial Measurement Perspectif yaitu LoCoM
d)
CEILING: jumlah selisih nilai buku dan nilai pasar (sbg nilai wajar)
e)
Auditor hrs mengestimasi nilai wajar ASET MODAL dan GOODWILL
8.
Contoh Pengukuran Piutang dagang--PD & Utang dagang--UD:
a)
Piutang Dagang dinilai pd jumlah harapan kas yg bisa diterima (=dikurangi cad piutang tak tertagih)
b)
Jika waktu pembyrn singkat, faktor diskonto TDK BERARTI, dan basis penilaian yg tepat Present Value.
c)
Utang Dagang dinilai pd jumlah kas yg hrs dibayarkan
d)
CEILING: jumlah selisih nilai buku dan nilai pasar (sbg nilai wajar)
e)
Auditor hrs mengestimasi nilai wajar ASET MODAL dan GOODWILL
9.
Penilaian didasarkan pd PV jika kontrak memberikan estimasi reliabel tentang jumlah dan waktu arus kas dan tingkat bunga mendatang
disebut
a)
Arus kas yg ditetapkan dg present value
b)
Arus kas yg ditetapkan dg kontrak
c)
Arus kas yg ditetapkan dg Future value
d)
Disebut anomali pasar efisien: Pengaruh mengambang pasca pengumuman ( post-annaouncement drift) dan Respon psr pd akrual
e)
Akibatnya, jika pasar efisien, perubahan dl E(RMT) shrnya tidak menyebabkan perub dlm dividen hrp agregat
10.
Implikasi Inefisiensi Pasar bagi Pelaporan Keuangan, meliputi :
a)
Ukuran bhw psr tdk scr penuh efisien=> meningkatkan pentingnya pelaporan keuangan (PK)
b)
Perdagangan noise, harga bisa dibiaskan ke atas atau ke bawah relatif pd nilai fundamentalnya, akibatnya investor rasional termasuk analis akan menemukan penilaian salah ini dan mengambil manfaat
c)
Inefisiensi pasar mendukung perpektif pengukuran
d)
Disebut anomali pasar efisien: Pengaruh mengambang pasca pengumuman ( post-annaouncement drift) dan Respon psr pd akrual
e)
Akibatnya, jika pasar efisien, perubahan dl E(RMT) shrnya tidak menyebabkan perub dlm dividen hrp agregat
11.
seberapa besar inf LK memiliki efek material pd return dan harga saham disebut ?
a)
pasar tdk bisa merepon pd inf scr pas, seperti prediksi teori efisiensi
b)
Earning After tax
c)
Earning Response Coefficient (ERC)
d)
Efisiensi Pasar
e)
Relevansi nilai (=R2)
100 %
