NEW
Font size
Worksheetskuis demokrasi terpimpin
Total questions: 15
Worksheet time: 23mins
Kabinet yang terbentuk setelah keluarnya Dekret Presiden 5 Juli 1959 adalah:
Kabinet Karya
Kabinet Kerja
Zaken Kabinet
Kabinet Gotong Royong
Kabinet Dwikora
Dikeluarkannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959 yang mengawali terbentuknya
pemerintahan orde lama salah satunya didorong oleh faktor.....
keinginan Presiden untuk kembali menjalankan pemerintahan
kegagalan badan konstituante merumuskan UUD baru
ketidakpercayaan rakyat terhadap pemerintah masa demokrasi liberal
keinginan rakyat untuk mengembalikan kekuasaan Presiden sebagai kepala
pemerintahan
tuntutan rakyat agar pelaksanaan pemerintahan dikembalikan seperti yang
diatur dalam UUD 1945 pasal 4 dan pasal 17
Masa demokrasi terpimpin dimulai dengan berlakunya:
Ketetapan MPRS Nomor 1 / MPRS / 1960
pembubaran DPR dan pembentukan DPR GR
pembentukan Front nasional
Dekrit presiden 5 Juli 1959
pembentukan kabinet kerja
Pada peringatan kemerdekaan indonesia tanggal 17 agustus 1959, Soekarno menyampaikan pidato, apakah judul dari pidato presiden tersebut ?
membentuk Dewan Nasional
penemuan kembali revolusi kita
manipol
usdek
demokrasi terpimpin
Lahirnya Dekrit Presiden 5 Juli 1959 adalah akumulasi dari berbagai krisis yang
terjadi pada Jaman Demokrasi Liberal , Berikut ini adalah berbagai krisis yang
mendorong dikeluarkannya Dekrit Presiden 1959, kecuali ....
kondisi politik yang tidak stabil akibat pergantian kabinet yang cepat.
perubahan sistem Pemerintahan Presidential menjadi Parlementer
kegagalan Badan Konstituante merumuskan UUD baru sebagai ganti UUD’ 1950
terjadinya gerakan gerakan Separatis di daerah daerah mengancam keutuhan
NKRI
Negara Indonesia dalam keadaan bahaya
Pada masa Demokrasi Terpimpin kondisi perekonomian Indonesia mengalami
stagnasi dan keterpurukan akibat kebijakan ekonomi pada masa ini mengalami
banyak kendala , salah satu kendalanya adalah ... .
kebijakan ekonomi didasarkan oleh kepentingan politik Presiden terutama dalam
pelaksanaan politik mercusuar
masih terdapat campurtangan Sekutu dan Belanda dalam penentuan kebijakan
ekonomi
terdapat campur tangan negara negara komunis dalam penetuan kebijakan
ekonomi
terjadinya gerakan gerakan separatis menyedot banyak dana untuk
penanggulangannya
pengaruh komunis yang besar dalam pelaksanaan sistem ekonomi terpimpin
Masa Demokrasi Terpimpin Presiden Soekarno melakukan penyimpangan
terhadap UUD 45, salah satu bentuk penyimpangan tersebut adalah:
pebredelan surat kabar yang menolak ideology Manipol-USDEK
penetapan Manipol-USDEK sebagai haluan Negara
pembubaran DPR hasil Pemilu 1955
pembatasan kegiatan partai politik
pembentukan Front Nasional
Perhatikan informasi berikut ini :
Dalam menghadapi konfrontasi dengan Belanda mengenai masalah Irian, Presiden
Sukarno mengeluarkan Tri Komando Rakyat ( Trikora )
1. memperkuat ketahan revolusi Indonesia di Irian
2. gagalkan pembentukan negara boneka Papua buatan Belanda
3. meminta dukungan Uni Soviet untuk membebaskan Irian
4. perjuangan total untuk pembebasan Irian
5. bersiap untuk mobilisasi umum di Irian
6. kibarkan sang merah putih di Irian
Berikut ini yang termasuk isi Trikora ditunjukan oleh nomor ...
1), 2) dan 3)
1), 3) dan 5)
1), 4) dan 5)
2), 4) dan 6)
2), 5) dan 6)
Pada 24 Juni 1960 Presiden Soekarno membubarkan DPR hasil Pemilu 1955.
Pembubaran tersebut dilakukan karena:
DPR menolak ajaran Resopim yang dicetuskan Presiden Soekarno
anggota DPR tidak berasal dari partai politik pedukung
anggota DPR didominasi oleh kader PKI
DPR menolak RAPBN tahun 1960
DPR menolak Ideologi Nasakom
Salah satu ajaran yang muncul pada masa Demokrasi terpimpin adalah Revolusi,
Sosialisme Indonesia dan pimpinan nasional (Resopim). Ajaran tersebut
bertujuan:
memperkuat kedudukan Presiden Soekarno
mempertegas arah politik luar negari Indonesia
menempatkan AD sebagai kekuatan politik pemerintah
menyatukan tiga ideologis besar yaitu, komunis, nasionalis dan agama
mengkritik Pnyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN)
gerakan Benteng
Pemerintah Indonesia berupaya memperjuangkan wilayah Irian barat melalui
Sidang Umum PBB tahun 1954-1957. Akan tetapi, upaya terrsebut mengalami
kegagalan karena:
pemerintah Indonesia memutus hubungan diplomatic dengan Belanda
dua pertiga peserta sidang menolak pengajuan masalah Irian Barat
masalah Irian Barat tidak didukung peserta Konferensi Asia-Afrika
Indonesia melakukan agresi militer terhadap wilayah Irian Barat
Irian Barat telah ditetapkan sebagai bagian Kerajaan Belanda.
Pada 19 Desember 1961 Presiden Soekarno mengumumkan Tri Komando Rakyat
(Trikora) yang bertujuan:
menggerakan rakyat sebagai pendukung usaha pengembalian Irian Barat
mengadakan agresi militer sebagai usaha pengembalian Irian Barat
mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan tanah air dan bangsa Indonesia
mengusahakan persenjataan ke Negara-negara blok komunis
membentuk pemerintahan sementara di Irian Barat.
Untuk meningkatkan perekonomian Indonesia , pemerintah Orde Lama
mengeluarkan beberapa kebijakan ekonomi salah satunya adalah pemembentukan
Dewan Perancang Nasional ( Deppernas ) Tugas Deppernas adalah ... .
mempersiapkan rancangan Undang Undang Pembangunan yang berencana
merumuskan program program ekonomi yang mengarah pada kemandirian
melaksanakan program program ekonomi yang telah disusun oleh Presiden
Sukarno
merencanakan program pembangunan jangka Panjang dan jangka pendek
menyusun prioritas pembangunan terutama di Pulau Jawa
Pembangunan proyek proyek Mercusuar pada masa Orde Lama telah menyedot
biaya banyak sehingga negara beberapa kali mengalami defisit maka salah satu
langkah kebijakan ekonomi yang ditempuh oleh pemerintah Orde lama untuk
mengatasi kondisi tersebut adalah ....
mengadakan pemotongan nilai Rupiah menjadi setengahnya ( shanering )
melakukan devaluasi nilai mata uang yaitu mata uang Rp 1000 menjadi Rp 1.
mengeluarkan mata uang Oeang Republik Indonesia ( ORI )
menghimpun dana masyarakat melalui program pinjaman nasional
meningkatkan pinjaman luar negeri
Pada 1964 Presiden Soekarno menerapkan kebijakan Dana Revolusi yang
digunakan untuk membiayai proyek-proyek mandataris presiden. Kebijakan
tersebut berdampak pada:
menurunnya nilai tukar rupiah
menurunnya tingkat inflasi
menurunnya pendapatan Negara
meningkatnya cadangan devisa negara
meningkatnya utang-utang Negara
