wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Modul 1 MANAJEMEN RANTAI PASOK

Total questions: 15

Worksheet time: 45mins

Name
Class
Date
1.
Urutan proses Manajemen Rantai Pasok
a)
Plan, Source, Make, Deliver
b)
Plan, Make, Source, Deliver
c)
Plan, Source, Make, Deliver
d)
Plan, Deliver, Source, Make
2.
Manajemen produksi, penyimpanan dan pengendalian persediaan, serta manajemen pengendalian mutu merupakan perhatian utama dari rantai pasok:
a)
Rantai Pasok Internal (Internal Supply Chain)
b)
Rantai Pasok Eksternal (Eksternal Supply Chain)
c)
Rantai Pasok Hilir (Downstream Supply Chain)
d)
Rantai Pasok Hulu (Upstream Supply Chain)
3.
Aktivitas yang melibatkan proses transportasi dan distribusi dari alokasi persediaan atau barang yang tersedia dalam proses rantai pasok internal, ke para penerima akhir, di dalam rantai pasok hilir ….
a)
Rantai Pasok Internal (Internal Supply Chain)
b)
Rantai Pasok Eksternal (Eksternal Supply Chain)
c)
Rantai Pasok Hilir (Downstream Supply Chain)
d)
Rantai Pasok Hulu (Upstream Supply Chain)
4.
Proses Pengadaan Barang/Jasa untuk memenuhi permintaan. Proses yang tercakup; pemilihan penyedia, pengiriman dari penyedia, penerimaan dan pemeriksaan, penyelesaian pembayaran kepada penyedia supplier
a)
Source
b)
Make
c)
Deliver
d)
Plan
5.
Proses untuk mentransformasi bahan baku/komponen menjadi barang atau benda yang akan digunakan oleh pengguna akhir
a)
Source
b)
Make
c)
Deliver
d)
Plan
6.
Kegiatan dimulai dari pengadaan dari penyedia (supplier), dilanjutkan dengan produksi (di internal organisasi), sampai dengan pengiriman dan serah terima di masyarakat (customer ) merupakan gambaran dari
a)
Rantai Suplai Pendek
b)
Rantai Suplai Kompleks
c)
Rantai Suplai Sederhana
d)
Rantai Suplai Panjang
7.
Keterkaitan PBJP dengan SCM dalam tahapan source, aktivitas SCM melakukan penelusuran penyedia, pemilihan penyedia, menerima pengiriman dari penyedia, pemeriksaan, dan penyelesaian pembayaran dan melakukan evaluasi kinerja penyedia (supplier), sedangkan salah satu aktivitas PBJP adalah
a)
Menyiapkan rencana pengadaan yang meliputi proses identifikasi kebutuhan, penetapan barang/jasa, cara, jadwal, dan anggaran PBJP
b)
Melakukan proses produksi barang (product), layanan (service), ataupun hasil kerja (result), dapat melalui penyedia atau dilakukan sendiri (swakelola)
c)
Menyusun kegiatan berupa target fisik dan keuangan yang final, yang akan diadakan melalui swakelola atau penyedia
d)
Melakukan prosedur serah terima untuk barang/jasa yang dibeli dari atau dihasilkan oleh penyedia
8.
Gambaran kegiatan dari rantai supply kompleks adalah ……
a)
Kegiatan yang diawali dengan pengadaan melalui penyedia (supplier) dan berakhir pada serah terima pada pengguna barang/jasa (internal organisasi)
b)
Kegiatan yang dimulai dari pengadaan dari penyedia (supplier), dilanjutkan dengan produksi (di internal organisasi), sampai dengan pengiriman dan serah terima di masyarakat (customer)
c)
Kegiatan yang menjangkau pelanggan eksternal, melibatkan pinjaman/hibah luar negeri, dana dari investor/lembaga keuangan, dan berbagai pihak lainnya misalnya Lembaga Riset
d)
Kegiatan yang tidak menjangkau pelanggan eksternal, dan tidak melibatkan pinjaman/hibah luar negeri, dana dari investor/lembaga keuangan, dan berbagai pihak lainnya Rantai Suplai Kompleks
9.
Menetapkan tujuan, sasaran, strategi, target lima tahun, program, dan Rencana kerja tahunan merupakan aktivitas PBJP siklus SCM dari……
a)
Source
b)
Deliver
c)
Make
d)
Plan
10.
Melakukan penelusuran penyedia, pemilihan penyedia, menerima pengiriman dari penyedia, pemeriksaan, dan penyelesaian pembayaran dan melakukan evaluasi kinerja penyedia (supplier) merupakan aktivitas SCM….
a)
Source
b)
Deliver
c)
Make
d)
Plan
11.
Dokumen perencanaan SCM dalam rangka PBJP menjadi referensi untuk ……. KECUALI
a)
Menyusun jadwal rencana pengadaan agar barang/jasa hasil pengadaan dapat digunakan sesuai dengan jadwal optimal seluruh kegiatan dalam rantai suplai
b)
Mengurangi resiko kekeliruan memahami permintaan dari para pengguna
c)
Menganalisis ketidaksesuaian antara perencanaan dan realisasi
d)
Mencari potensi calon penyedia
12.
Pada level operasional penerapan SCM dalam Pengadaan Barang/Jasa pemerintah meliputi
a)
Koordinasi dan komunikasi yang baik dengan seluruh pihak yang terkait di lingkungan internal dan eksternal
b)
Optimalisasi jaringan, termasuk lokasi, jumlah, dan ukuran gudang, pusat distribusi, dan fasilitas
c)
Manajemen pengelolaan dan evaluasi para penyedia (vendor management)
d)
Proses serah terima barang/jasa
13.
Pada level taktis penerapan SCM dalam Pengadaan Barang/Jasa pemerintah meliputi ….
a)
Koordinasi dan komunikasi yang baik dengan seluruh pihak yang terkait di lingkungan internal dan eksternal
b)
Optimalisasi jaringan, termasuk lokasi, jumlah, dan ukuran gudang, pusat distribusi, dan fasilitas
c)
Manajemen pengelolaan dan evaluasi para penyedia (vendor management)
d)
Proses serah terima barang/jasa
14.
Salah satu kendala yang dapat ditemui pada penerapan SCM dalam PBJP, KECUALI
a)
Kesulitan proses koordinasi dalam hirarki birokrasi yang berjenjang dan bertahap dari tingkat pusat hingga daerah
b)
Kesulitan dalam pencarian referensi penerapan SCM dalam PBJP
c)
Belum tersedianya tools yang memadai untuk proses perencanaan dan penganggaran
d)
Konsep perencanaan dan penganggaran yang masih berbasis proyek (tahunan), kegiatan, sehingga kegiatan berkelanjutan yang merupakan program kerja tetap juga dibuat sebagai proyek
15.
Salah satu kunci sukses pada penerapan SCM dalam PBJP, KECUALI
a)
Proses persetujuan anggaran di parlemen mengedepankan akuntabilitas dan transparansi
b)
Dukungan pemerintah dalam segala sektor yang mendukung penerapan SCM dalam PBJP
c)
Hirarki dan proses birokrasi yang lebih efektif dan efisien
d)
Tersedia tools yang memadai untuk perencanaan dan penganggaran yang terintegrasi dengan semua pihak yang terkait