wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Sejarah Politik Pintu Terbuka Kelas XI MIPA

Total questions: 8

Worksheet time: 24mins

Name
Class
Date
1.

Perhatikan data berikut!

1)      Berkembangnya paham liberalism, sehingga system tanam paksa tidak sesuai lagi.

2)      Pelaksanaan system tanam paksa yang telah menimbulkan penderitaan rakyat pribumi dan menguntungkan Belanda.

3)      Kemenangan partai liberal dalam parlemen Belanda mendesak pemerintah Belanda menerapkan system ekonomi liberal di Indonesia

4)      Terbitnya buku Max Havelaar

5)      Pelaksanaan tanam paksa diserahkan pada pimpinan pribumi

Latar belakang sistem politik ekonomi liberal ditunjukkan pada nomor….

a)

1), 2), dan 3)

b)

1), 4), dan 5)

c)

2), 3), dan 4)

d)

2), 4), dan 5)

e)

3), 4), dan 5)

2.

Periode sejarah Indonesia dalam kurun 1870-1900 merupakan masa liberalisme. Pada periode ini pertama kalinya pemerintah kolonial memberikan peluang kepada para pengusaha asing untuk menanamkan modal swasta dalam berbagai usaha kegiatan di Indonesia—terutama dalam industri-indstri  perkebunan  di Jawa maupun luar Jawa. Periode liberal ini ditandai dengan diberlakukannya Undang-Undang Agraria 1870—yang menjadi tongak dasar perubahan asas ekonomi dari monopoli menjadi ekonomi liberal. Berlakunya Undang-Undang Agraria 1870 ini adalah akibat dari perkembangan paham liberal di Kerajaan Belanda yang juga tidak terlepas dari perubahan kondisi politik di Eropa. Penyebutan zaman liberal pada periode ini bermaksud adalah….

a)

Rakyat diperbolehkan membuka perkebunan-perkebunan

b)

Usaha di Indonesia hanya untuk orang-orang Belanda

c)

Rakyat Indoensia bebas memeluk agama yang dianutnya

d)

Rakyat Indonesia bebas menanam tanaman yang berlaku dalam perdangan internasional

e)

Indonesia terbuka bagi modal Swasta barat

3.

Di samping terdapat golongan liberal ada juga golongan humanis yang menghendaki dihapuskannya sistem tanam paksa. Para kaum humanis melihat betapa menyedihkannya para pribumi akibat diterapkannya sistem tanam paksa. Berkat dari adanya perjuangan kaum liberal dan  humanis  itu,  tanam  paksa sedikit demi sedikit terhapuskan. Para sejarawan berpendapat bahwa tahun 1870 dianggap sebagai batas akhir dari sistem tanam paksa, yakni ditandai keluarnya Undang-Undang Agraria yang mengatur cara-cara pengusaha swasta memperoleh tanah dan juga undang-undang gula yang mengatur pemindahan perusahaan- perusahaan gula ke tangan swasta. Dengan berakhirnya sistem tanam paksa ini, maka dilaksanakanlag di Hindia Belanda politik kolonial liberal.

Dalam perkembangannya Zaman liberal di Indonesia yang berlangsung selama tahun 1870-1900 di mulai ketika berlakunya....

a)

Trilogi Van Deventer

b)

CultureStelsel

c)

UU Agraria dan UU Gula

d)

Dikuasainya Belanda oleh Napoleon

e)

Perjanjian London

4.

Pada masa liberal, praktik pemerasan terhadap pribumi juga tetap berlangsung. Apabila pada masa tanam paksa tiap-tiap pribumi menerima upah dari pemerintah kolonial sebesar ƒ 45, pada masa liberal para pribumi hanya menerima hasil ƒ 25 dari para pengusaha kapitalis. Politik kolonial liberal ternyata tidak mengubah nasib rakyat. Rakyat malah semakin bertambah miskin.

Dampak politik pintu terbuka yang diterapkan oleh pemerintah kolonial Belanda pada paruh kedua abad 20 antara lain….

a)

Indonesia dikenal di dunia sebagai penghasil perkebunan yang melimpah

b)

Rakyat Indonesia mulai mengenal perdagangan internasional

c)

Rakyat mulai dibebani pajak oleh pemerintah colonial

d)

Rakyat mulai mengembangkan tanaman yang laku dijual

e)

Rakyat mulai mengembangkan tanaman yang laku dijual

5.

Liberalisme mulai tumbuh subur di Eropa pada abad ke-19 dan dianggap sebagai paham paling sesuai untuk diterapkan oleh negara-negara yang mengedepankan kebebasan. Berkembangnya paham ini juga diperngarhi oleh Revolusi  Prancis pada tahun 1789 dibarengi dengan keluarnya Undang-Undang Dasar 1791 di Prancis menjadi awal pegakuan atas kebebasan individu. Poin kebebasan ini juga menjadi tonggal awal dari munculnya gerakan liberalisasi ekonomi yang kemudian diikuti dengan dihapuskannya monopoli perdagangan, dihormatinya hak milik atas tanah dan kebebasan dalam penggunaanya. Paham liberal yang berkembang di Eropa ini kemudian masuk di Belanda pada tahun 1860, di mana ditandai dengan menguatnya dominasi kaum liberal dalam parlemen Belanda. Kaum liberal berhasil mengimbangi kaum konservatif dan berhasil menduduki posisi penting di dalam parlemen Kerajaan Belanda, termasuk kantor kolonial. Beralihnya kontrol kolonial kepada kaum liberal ini memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap kebijakan pemerintah kolonial. Lambat laun mereka melakukan perubahan-perubahan kebijakan menuju liberalisasi ekonomi di negara-negara jajahan termasuk Hindia Belanda.

Pelaksanaan kebijakan pintu terbuka di Indonesia tidak terlepas dari perubahan peta politik di Belanda pada pertengahan abad ke-19, yaitu….

a)

Kemenangan partai liberal dalam pemilu parlemen

b)

Lepasnya Belanda dari penjajahan Perancis

c)

Masuknya gagasan-gagasan liberal dari Inggris

d)

Adanya desakan dari kaum humanis Belanda

e)

Ratu Belanda menganut paham liberal

6.

Praktek kolonial yang dijalankan pemerintah Belanda  dari  tahun  1870-1900, telah membawa kemerosotan kehidupan penduduk Indonesia, terutama di Jawa. Oleh sebab itu maka timbullah kritik yang tajam terhadap pemerintah. Kritik- kritik itu mirip dengan kritik-kritik yang dilancarkan kepada sistem tanam paksa. Pada dasarnya kritik itu tidak menyetujui praktek-praktek dari  kebijaksanaan yang telah dilakukan itu, yang telah membawa keuntungan hanya di pihak pemerintah Belanda. Pihak pribumi tetap hidup dalam kesengsaraan, padahal mereka telah bekerja keras untuk menghasilkan keuntungan bagi Negeri Belanda. Tokoh-tokoh yang mengendaki perubahan daerah jajahan sehingga akhirnya Belanda menerapkan politik pintu terbuka antara lain ialah….

a)

Dauwes Dekker dan De Waal

b)

van Deventer dan Dauwes Dekker

c)

van der Putte dan Baron van Hoevell

d)

Baron van Hoevell dan van der Putte

e)

Baron van Hoevell dan van Deventer

7.

Industri-industri perkebunan yang tersebar di Hindia Belanda sangat berkembang pesat pada masa liberal dan sangat menguntungkan bagi pegusaha-pengusaha swasta Belanda dan pemerintah kolonial. Namun, di satu sisi pada  masa  ini tingkat kesejahteraan pribumi semakin mundur. Harapan para penganut liberal bahwa sistem liberal akan membawa kemakmuran yang lebih tingi bagi pribumi tidaklah terwujud. Jumlah penduduk yang semakin bertambah sehingga semakin memperbesar tekanan terhadap sumber-sumber bahan pangan. Tanah yang terbaik kualitasnya sudah digunakan, sehingga tanaman-tanaman padi hanya ditanam pada lahan yang tandus saja. Pembebasan petani secara berangsur- angsur dari penanaman komoditi eksport yang sifatnya paksaan hanya menimbulkan sedikit perbaikan, karena pajak tanah dan bentuk-bentuk pembayaran lainnya masih tetap harus diserahkan kepada pemerintah, tetapi sumber penghasilan untuk membayar pajak tersebut telah dihapuskan.

 

Salah satu akibat pelaksanaan sistem ekonomi liberal bagi Indonesia adalah menurunnya usaha kerajinan rakyat karena….

a)

Rakyat kekurangan modal usaha

b)

Kalah bersaing dengan barang-barang impor dari Eropa

c)

Rakyat lebih memilih menanam padi

d)

Rakyat lebih memilih tanaman kopi

e)

Rakyat banyak yang meninggal karena sakit

8.

Pada masa politik ekonomi liberal dan sesudahnya, kaum pribumi tidak mengalami perubahan nasib secara ekonomi oleh karena tidak mampu merespons pasar dunia yang berkembang sebagai akibat liberalisme. Penyebab kaum pribumi tidak mampu merespon pasar dunia adalah ....

a)

Sikap mental yang terkungkung dalam pola yang lama

b)

Hambatan dalam struktur masyarakat yang bersifat feodalistis dan lambat dalam merespons ekonomi uang

c)

Dorongan untuk lebih berkonsentrasi dalam pertanian sejak zaman VOC

d)

Akibat sistem tanam paksa yang mematikan kreativitas dalam hal ekonomi

e)

Keterbatasan akses dan informasi