wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

SOAL CERPEN

Total questions: 60

Worksheet time: 30mins

Name
Class
Date
1.

1) Malam semakin gelap dan rasanya tidak habis-habisnya mereka mengorek informasi dari pembantuku dan istriku. 2) Anak kami yang laki-laki juga ditanya. Dan akhirnya mereka pamitan. "Besok akan kita lanjutkan pencarian, sekarang sudah terlalu malam," kata kepala penyidik. 3) Malam itu kami tidak yang bisa tidur, istriku tidak hentinya menangis. Guru sekolah anakku yang menelpon menyampaikan simpati dan berjanji akan meminta semua orang tua teman sekelas anakku  membantu mencari anak kami. Brosur dan foto anak kami sudah disebarkan. Sampai hari ketiga anak kami juga belum ketemu. 4) Polisi sudah tidak datang lagi ke rumah kami.

Kutipan teks cerpen tersebut merupakan struktur teks cerpen bagian ....

a)

Orientasi

b)

Komplikasi

c)

Solusi

d)

Resolusi

2.

1) Malam semakin gelap dan rasanya tidak habis-habisnya mereka mengorek informasi dari pembantuku dan istriku. 2) Anak kami yang laki-laki juga ditanya. Dan akhirnya mereka pamitan. "Besok akan kita lanjutkan pencarian, sekarang sudah terlalu malam," kata kepala penyidik. 3) Malam itu kami tidak yang bisa tidur, istriku tidak hentinya menangis. Guru sekolah anakku yang menelpon menyampaikan simpati dan berjanji akan meminta semua orang tua teman sekelas anakku  membantu mencari anak kami. Brosur dan foto anak kami sudah disebarkan. Sampai hari ketiga anak kami juga belum ketemu. 4) Polisi sudah tidak datang lagi ke rumah kami.

Latar yang terdapat dalam kutipan teks cerpen tersebut adalah ....

a)

di sekolah, siang hari, suasana gelisah

b)

di sekolah, malam hari, suasana panik

c)

di rumah, malam hari, suasana panik

d)

di rumah, sore hari, suasana gelisah

3.

1) Malam semakin gelap dan rasanya tidak habis-habisnya mereka mengorek informasi dari pembantuku dan istriku. 2) Anak kami yang laki-laki juga ditanya. Dan akhirnya mereka pamitan. "Besok akan kita lanjutkan pencarian, sekarang sudah terlalu malam," kata kepala penyidik. 3) Malam itu kami tidak yang bisa tidur, istriku tidak hentinya menangis. Guru sekolah anakku yang menelpon menyampaikan simpati dan berjanji akan meminta semua orang tua teman sekelas anakku  membantu mencari anak kami. Brosur dan foto anak kami sudah disebarkan. Sampai hari ketiga anak kami juga belum ketemu. 4) Polisi sudah tidak datang lagi ke rumah kami.

Konflik dalam kutipan cerpen tersebut adalah ....

a)

Tokoh polisi tidak peduli dengan masalah yang dihadapi tokoh Aku

b)

Tokoh Guru kurang simpati dengan hilangnya salah satu muridnya

c)

Tokoh polisi tidak bisa tidur karena belum menemukan anak yang hilang

d)

Tokoh Aku beserta istrinya panik dan sedih karena anaknya hilang

4.

1) Malam semakin gelap dan rasanya tidak habis-habisnya mereka mengorek informasi dari pembantuku dan istriku. 2) Anak kami yang laki-laki juga ditanya. Dan akhirnya mereka pamitan. "Besok akan kita lanjutkan pencarian, sekarang sudah terlalu malam," kata kepala penyidik. 3) Malam itu kami tidak yang bisa tidur, istriku tidak hentinya menangis. Guru sekolah anakku yang menelpon menyampaikan simpati dan berjanji akan meminta semua orang tua teman sekelas anakku  membantu mencari anak kami. Brosur dan foto anak kami sudah disebarkan. Sampai hari ketiga anak kami juga belum ketemu. 4) Polisi sudah tidak datang lagi ke rumah kami. Sudut pandang yang digunakan yang digunakan pada cerpen di atas adalah ....

a)

Orang pertama

b)

Orang kedua

c)

Orang ketiga sebagai pengamat

d)

Orang ketiga serba tahu

5.

Bacalah kutipan cerpen berikut!

Parjimin adalah tukang batu, tetangga Kurdi. Lumayan bagi mereka, mendapat proyek baru. Rupanya, proyek rumah gedong itulah yang selalu diperbincangkan Kurdi disetiap kesempatan. Di tempat perhelatan nikah, supitan, di tempat kerja bakti, sarasehan kampung, sampai ronda malam. Dia senantiasa tidak lupa menceritakan rencananya membangun rumah gedungnya itu.

Berdasarkan kutipan cerpen tersebut, Kurdi bersifat ....

a)

Pemberani

b)

Baik

c)

Egois

d)

Sombong

6.

Bacalah kutipan cerpen berikut!

(1) Boleh jadi, itu sikap angkuhnya seorang yang sukses dan kaya menghadapi pemuda kere macam aku. (2) Sebagai pimpinan sebuah bank papan atas di negeri ini, mungkin dia tak rela hati anak gadisnya kupacari. (3) Jadi, amat wajar dia kelihatan tidak suka terhadapku. (4) Apalagi tampangku tidak keren kayak aktor Nicholas Saputra, sementara wajah Mawar memang cakep. (5) Kamu sendiri bilang, Mawar mirip Dian Sastro dengan bodi semampai macam Luna Maya (padahal menurutku, Mawar lebih mirip penyanyi kesukaanmu, Mulan Jamila).

Bukti bahwa watak tokoh ‘dia’ pada kutipan cepen tersebut sombong terletak pada kalimat bernomor ....

a)

   (1) dan (2)

b)

(2) dan (3)

c)

(3) dan (4)

d)

(4) dan (5)

7.

Bacalah penggalan cerpen berikut!

Pagi ini Ibu menyuruhku berbelanja sedikit lebih banyak. Ada warga asing yang datang. Home stay. Orang Jepang. Sebetulnya dari mana pun itu aku tak peduli. Ada atau tidaknya orang baru di sekitarku, aku tak pernah menghiraukan. Toh mereka pun tak akan merasakan keberadaanku. Hari-hariku selain membantu Ibu kuhabiskan di dalam kamar. Menatap lambaian pepohonan kelapa dari balik jendela.

Latar suasana penggalan cerpen tersebut adalah ....

a)

Terharu

b)

Sunyi

c)

Sedih

d)

Senang

8.

1.      Kami terdiam, si terhukum dikeluarkan dari rumah. Tangannya diikat. Orangnya besar, tinggi, berkumis, dan berjangkut tebal. Mulutnya ganas dan matanya berkilat-kilat. Si terhukum dalam cerpen di atas menggambarkan sebagai seorang ....

a)

Pemberani

b)

Penakut

c)

Bengis

d)

berjiwa kerdil

9.

Bila seseorang bertanya pekerjaan apa yang saya lakukan, maka saya tak mampu menjawabnya. Wajah saya langsung menjadi merah padam dan tergagap-gagap. Saya cemburu terhadap orang yang bisa mengatakan, "Saya tukang batu."

Watak tokoh saya dalam penggalan cerita tersebut adalah ....

A.

B.

a)

pembohong

b)

pendiam

c)

pemalu

d)

penakut

10.

Setelah sarapan dengan pakaian sebagus-bagusnya, saya pergi sembahyang hari raya ke masjid Sultan. Waktu itu, saya masih muda, jadi rupa saya belum seburuk sekarang. Tidak banyak tetapi ada juga tampang raja-raja. Saya dapati orang-orang sudah banyak di sana dengan pakaiannya yang bagus-bagus dan bau-bauan yang semerbak.

Latar dari penggalan cerpen di atas adalah ....

a)

pagi

b)

siang

c)

sore

d)

malam

11.

"Kamu kenapa, Du?" tanya kakek dengan sedih. "Maafkan Badu, Kek, tadi Badu makan mangga yang masih kecil-kecil dan akhirnya Badu sakit perut," kata Badu sambil terisak. "Sudahlah. Du, lain kali tunggulah sampai mangga itu ranum, baru Badu boleh memetiknya.

Amanat penggalan cerpen di atas adalah ....

a)

janganlah makan mangga yang masih kecil

b)

jangan memetik mangga sembarangan

c)

kita harus menuruti nasihat orang tua

d)

jangan melawan orang tua

12.

Bacalah kutipan cerpen berikut! Parjimin adalah tukang batu, tetangga Kurdi. Lumayan bagi mereka, mendapat proyek baru. Rupanya, proyek rumah gedong itulah yang selalu diperbincangkan Kurdi disetiap kesempatan. Di tempat perhelatan nikah, supitan, di tempat kerja bakti, sarasehan kampung, sampai ronda malam. Dia senantiasa tidak lupa menceritakan rencananya membangun rumah gedungnya itu.

Berdasarkan kutipan cerpen tersebut, Kurdi bersifat ....

a)

Pemberani

b)

Baik

c)

Egois

d)

Sombong

13.

(1)Seperti teman-temannya yang lain, sebenarnya Andi ingin sekali memberi hadiah untuk Tommy, tetapi ia tidak enak hati meminta uang pada ibunya. (2)Apalagi, ibu hanya diam ketika ia menyodorkan undangan pesta ulang tahun Tommy kemarin. (3)Saat itu, ibu sedang duduk-duduk di beranda sambil memandangi matahari yang mulai tenggelam. (4)Diamnya ibu, pertanda ibu belum punya uang untuk membeli hadiah. (5)Andi sadar, sejak ayahnya meninggal tiga tahun yang lalu, ia dan ibunya memang harus hidup hemat. (6)”Ah masa iya aku tak bisa memberi hadiah untuk Tommy temanku?” gumam Andi seraya bangkit dari tempat tidur pembaringan. (7)Ia beranjak menuju meja belajarnya. (8)Dimatikannya lampu tidurnya dan digantinya dengan lampu belajar. (9)Ia mengambil secarik kertas, pensil, dan spidol warna-warni. (10)Tangannya mulai mencorat-coret. (11)Kini, ada senyum menghiasi bibirnya, “Besok pagi, aku sudah punya hadiah untuk Tommy.”

Bukti bahwa peristiwa tersebut terjadi pada malam hari terdapat pada kalimat nomor ....

a)

(5)

b)

(6)

c)

(7)

d)

(8)

14.

(1)Seperti teman-temannya yang lain, sebenarnya Andi ingin sekali memberi hadiah untuk Tommy, tetapi ia tidak enak hati meminta uang pada ibunya. (2)Apalagi, ibu hanya diam ketika ia menyodorkan undangan pesta ulang tahun Tommy kemarin. (3)Saat itu, ibu sedang duduk-duduk di beranda sambil memandangi matahari yang mulai tenggelam. (4)Diamnya ibu, pertanda ibu belum punya uang untuk membeli hadiah. (5)Andi sadar, sejak ayahnya meninggal tiga tahun yang lalu, ia dan ibunya memang harus hidup hemat. (6)”Ah masa iya aku tak bisa memberi hadiah untuk Tommy temanku?” gumam Andi seraya bangkit dari tempat tidur pembaringan. (7)Ia beranjak menuju meja belajarnya. (8)Dimatikannya lampu tidurnya dan digantinya dengan lampu belajar. (9)Ia mengambil secarik kertas, pensil, dan spidol warna-warni. (10)Tangannya mulai mencorat-coret. (11)Kini, ada senyum menghiasi bibirnya, “Besok pagi, aku sudah punya hadiah untuk Tommy.”

Bukti bahwa watak Andi sombong ditunjukkan kalimat nomor ....

a)

(5)

b)

(6)

c)

(7)

d)

(8)

15.

(1)Seperti teman-temannya yang lain, sebenarnya Andi ingin sekali memberi hadiah untuk Tommy, tetapi ia tidak enak hati meminta uang pada ibunya. (2)Apalagi, ibu hanya diam ketika ia menyodorkan undangan pesta ulang tahun Tommy kemarin. (3)Saat itu, ibu sedang duduk-duduk di beranda sambil memandangi matahari yang mulai tenggelam. (4)Diamnya ibu, pertanda ibu belum punya uang untuk membeli hadiah. (5)Andi sadar, sejak ayahnya meninggal tiga tahun yang lalu, ia dan ibunya memang harus hidup hemat. (6)”Ah masa iya aku tak bisa memberi hadiah untuk Tommy temanku?” gumam Andi seraya bangkit dari tempat tidur pembaringan. (7)Ia beranjak menuju meja belajarnya. (8)Dimatikannya lampu tidurnya dan digantinya dengan lampu belajar. (9)Ia mengambil secarik kertas, pensil, dan spidol warna-warni. (10)Tangannya mulai mencorat-coret. (11)Kini, ada senyum menghiasi bibirnya, “Besok pagi, aku sudah punya hadiah untuk Tommy.”

Amanat kutipan cerpen di atas adalah ....

a)

Usahakan selalu memberi hadiah kepada teman orang tua!

b)

Temanilah ibumu saat duduk-duduk di beranda!

c)

Matikan lampu jika sudah tidak diperlukan!

d)

Jangan menyusahkan orang tua hanya karena ingin memberi hadiah teman!

16.

“Tak bisa kurang sedikit?”

“Tentu saja bisa, Mister. Dalam perdagangan, seperti Tuan maklum, harga bisa damai. Apalagi Mister pencinta benda seni!”

Tammy tak mendengarkan lebih lanjut, dengan tangkas ia bangkit kemudian ke belakang. Dia menulis sepucuk surat untukTuan Wahyono, ahli keramik sebelah rumah. Dia suruh pelayannya cepat mengantarkan surat itu.

“Aku minta bantuan Tuan Wahyono untuk menilai harga teko ini. Dia adalah ahli keramik. Rumahnya di sebelah itu,” ujar Tammy setelah kembali duduk di dekat tamunya.

Amanat yang paling menonjol dan penggalan cerpen tersebut adalah . . . . 

a)

Dalam berdagang tidak boleh memberikan harga mati.

b)

Sebaiknya serahkanlah suatu urusan kepada orang yang ahli.

c)

Kita harus menjalin hubungan baikdengan tetangga yang mempunyai keahlian.

d)

Menjadi pesuruh harus taat dan cekatan dalam bekerja.

17.

Kalau beberapa tahun yang lalu tuan datang ke kota kelahiranku dengan menumpang bis, tuan akan berhenti di dekat pasar. Melangkahlah menyusuri jalan raya arah barat, maka kira-kira sekilometer dari pasar akan sampailah tuan di jalan kampungku. Pada simpang kecil itu. Dan di ujung jalan itu nanti akan tuan temui sebuah surau tua. Di depannya ada kolam ikan, yang airnya mengalir melalui empat buah pancuran mandi. Dan di pelataran kiri surau itu akan tuan temui seorang tua yang biasanya duduk di sana dengan segala tingkat ketuaannya dan ketaatannya beribadat. Sesudah bertahun-tahun ia sebagai garis, penjaga surau itu. Orang-orang memanggilnya kakek.

Latar penggalan cerpen di atas adalah ….

a)

  di atas bis

b)

di kota kelahiranku

c)

di dekat pasar

d)

di jalan kampong

18.

Dengan tergesa-gesa Ersa menaiki bus yang nyaris meninggalkan suasana yang kurang nyaman baginya. Dari kejauhan terdengan sayup suara “… penumpang bus Gemilang harap untuk segera memasuki kendaraan…”. Hati Ersa agak tenang karena dia sudah berada di dalamnya. “Mudah-mudahan sore nanti aku bisa berada di acara itu,” harapnya dalam hati.

Latar waktu dan tempat pada penggalan cerpen tersebut adalah …

a)

  sore hari, terminal

b)

siang hari, terminal

c)

siang hari, perjalanan

d)

pagi hari, rumah 

19.

Perhatikan kutipan cerpen berikut!

Setiap sore menjelang, bapak selalu duduk di bangku tua kesayangannya. Bangku yang terbuat dari bamboo itu telah menemani bapak melewati senja yang begitu indah. Duduk dengan tenang sembari melempar pandang ke luar jendela untuk menyaksikan betapa indah panorama yang senja sajikan. [ … .] Rasa lelah setelah seharian memeras keringat tampak memudar ketika ia duduk di bangku tua kesayangannya itu.

Kalimat yang tepat untuk melengkapi kutipan teks novel tersebut adalah …

a)

Bapak memotret senja itu.

b)

Bapak tertidur Karen alelah.

c)

Bapak selalu menikmatinya.

d)

Bapak dan ibu duduk berdua.

20.

Tiba-tiba aku muak. Aku ingin muntah. Aku merasa jijik melihatnya. Aku benci perasaan yang tak pernah timbul kini begitu tajamnya mencekam hatiku. Dan aku memegang kasar tangannya yang meraba bahuku. Niat hendak mengenyahkannya. Tapi dia memegang lenganku kuat-kuat. Aku harus lepas! Aku mau melepaskan diriku. Dan aku menolehkan mukaku menghindari ciumannya.

Darahku tersirap. Nilai moral yang terkandung dalam kutipan di atas adalah ....

a)

Orang yang keras kepala dan sombong.

b)

Orang yang berusaha melawan kekuatan laki-laki.

c)

Orang yang berusaha menjaga harga dirinya.

d)

Orang yang ingin menunjukkan kemampuan membela diri

21.

Tahun 2521 adalah tahun yang melelahkan bagi Kinnari, ia menduduki jabatan baru di lembaga penelitian tersohor di Asia Terintegrasi, lalu juga karyanya tentang exoplanet Proxima B memenangkan beberapa penghargaan yang membuatnya semakin sibuk. Terlepas segala kepadatan itu, Kinnari mustahil melewatkan acara pada malam hari ini.

(Saras Dewi, Nirvana)

Sumber: https://www.kompas.id/baca/sastra/2022/09/16/nirvana. Kutipan cerpen tersebut menunjukkan latar …..

a)
Sosial dan tempat
b)
Waktu dan agama
c)
Sosial
d)
Waktu dan tempat
e)
Waktu dan suasana
22.

Tahun 2521 adalah tahun yang melelahkan bagi Kinnari, ia menduduki jabatan baru di lembaga penelitian tersohor di Asia Terintegrasi, lalu juga karyanya tentang exoplanet Proxima B memenangkan beberapa penghargaan yang membuatnya semakin sibuk. Terlepas segala kepadatan itu, Kinnari mustahil melewatkan acara pada malam hari ini.

(Saras Dewi, Nirvana)

Sumber: https://www.kompas.id/baca/sastra/2022/09/16/nirvana. Tema dalam kutipan cerpen tersebut adalah …..

a)
Sosial
b)
Ketuhanan
c)
Cinta
d)
Pekerjaan
e)
Budaya
23.
“Aku mau kerja di Kalimantan” kata Sudin. Baniyah menggumam mendengar keinginan Sudin (1). “Mmh, sebaiknya mencari kerja dekat sini saja karena kamu harus mengurus sawah peninggalan Bapak” Jawab Baniyah (2). “Biar sawah diurus Lik Narto, lagi pula aku bisa mengaturnya dari jarak jauh” Sanggah Sudin memaksa Baniyah (3).”Ya silakan saja kalau kamu mampu, sebagai kakak aku sudah mengingatkanmu” balas Baniyah (4). Bukti tokoh Sudin berkemauan keras tergambar pada kalimat nomor …..
a)

2

b)

3

c)

4

d)

1

e)
(2) dan (4)
24.
Jam satu malam, cuaca gulita dan murung. Hujan terus turun selembut embun, namun cukup membasahkan. Hati-hati sekali Kasim memimpin anak buahnya menuruni tebing curam dan licin. Ia sendiri berjalan hati-hati sambil menggendong seorang bayi pada panggul sebelah kiri. (Nugroho Notosusanto, Sungai).Penggalan cerpen di atas di dominasi oleh unsur intrinsik berupa …..
a)
Plot
b)
Alur
c)
Watak
d)
Tema
e)
Latar
25.
Jam satu malam, cuaca gulita dan murung. Hujan terus turun selembut embun, namun cukup membasahkan. Hati-hati sekali Kasim memimpin anak buahnya menuruni tebing curam dan licin. Ia sendiri berjalan hati-hati sambil menggendong seorang bayi pada panggul sebelah kiri. (Nugroho Notosusanto, Sungai).Watak Kasim dalam penggalan cerpen di atas adalah …..
a)
Egois
b)
Bertanggung jawab
c)
Dermawan
d)
Pemarah
e)
Suka menolong
26.
Bagian resolusi pada cerita pendek disebut juga …..
a)
Akhir cerita
b)
Penutup
c)
Penyelesaian masalah
d)
Permasalahan
e)
Pengenalan
27.
Cerita pendek mengandung nilai-nilai hidup yang dapat dijadikan pegangan moral bagi manusia. Unsur ini terdapat pada …..
a)
Amanat
b)
Judul
c)
Gagasan
d)
Tema
e)
Alur
28.
Hari-hari berikutnya, Keumala akan mengulang hal yang sama. Bermain bersama teman-temannya, dengan cara yang disukainya. Ia hanya berusaha tak pulang malam agar kakek dan neneknya tak pelu marah dan bertanya macam-macam, apalagi sampai mengeluarkan kata-kata menyakitkan.(Okky Madasari, Keumala).Amanat yang bisa dipetik dari kutipan cerpen di atas adalah …..
a)
Bermain harus tahu batasan waktu
b)
Anak harus selalu diawasi
c)
Kebutuhan masa kecil adalah bermain
d)
Perhatian untuk anak harus diutamakan
e)
Masa kecil sangat menyenangkan
29.
Sumini memegang tengkuknya kemudian mengurut-urut sendiri seraya begumam pelan. Ia berusaha keras agar tetap bisa melanjutkan pekerjaannya menjumputi cengkih di tanah. Berjam-jam Sumini harus jongkok menunduk mengumpulkan cengkih-cengkih yang rontok dari pohonnya. Demi adiknya yang akan melanjutkan ke jenjang SMP, Sumini rela ngesot di kebun milik Ki Panut. Sudut pandang pengarang yang digunakan dalam cerpen di atas adalah …..
a)
Orang pertama
b)
Orang ketiga
c)
Orang kedua
d)
Orang pertama dan ketiga
e)
Orang kedua dan ketiga
30.
Evaluasi dalam sebuah alur cerpen mengadung pengertian …..
a)
Konflik mulai mendapatkan pencerahan untuk menuju ke proses penyelesaian
b)
Konflik mulai menanjak menuju klimaks
c)
Konflik sudah jelas penyelesaiannya
d)
Konflik berada di puncak masalah
e)
Konflik yang sudah berakhir
31.

(1)"Apakah peranku bagimu, silumankah aku?" tak ada jawabmu, hanya angin berdesir di sekeliling kita. (2)Bulan pucat tak bisa menyembunyikan senyumanmu demi melihat kerutan di dahiku. (3)Biarlah menjadi rahasia alam akan apa yang kita rasakan ini. (4)Jangan lagi memaknainya, menanyakannya atau mengharapkannya esok hari.

Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar malam hari terdapat pada nomor ….

a)

a. (1)

b)

b. (2)

c)

c. (3)

d)

d. (4)

32.

Unsur pembangun cerpen dari dalam, antara lain sebagai berikut, kecuali ....

a)

a. Tema

b)

b. Tokoh

c)

c. Nilai-nilai yang terkandung

d)

d. Amanat

33.

Bila seseorang bertanya pekerjaan apa yang saya lakukan, maka saya tak mampu menjawabnya. Wajah saya langsung menjadi merah padam dan tergagap-gagap. Saya cemburu terhadap orang yang bisa mengatakan, “Saya tukang batu.”

Watak tokoh saya dalam penggalan cerita tersebut adalah ….

a)

a. Pendiam

b)

b. Pemalu

c)

c. Pembohong

d)

d. Penakut

34.

Tadi malam, Hidayat berpikir panjang mengenai hidupnya dan rencana hidupnya. “Tak mungkin aku terus-terusan begini, tidak menentu. Mesti ada sesuatu yang kukerjakan. Mesti ada sesuatu yang lebih produktif daripada yang kulakukan sekarang. Tapi apa? Modal tidak ada,” pikirnya. “Dalam keadaan seperti ini, yang harus kujual ialah jasaku, tenagaku, dan pikiranku.”

Amanat yang terkandung dalam kutipan novel tersebut adalah ….

a)

a. Setiap orang pasti memilki rencana.

b)

b. Kita tidak boleh menyerah pada keadaan.

c)

c. Hidup itu ada kalanya tidak menentu.

d)

d. Setiap orang perlu menjual jasanya, pikirannya, dan tenaganya.

35.

Pesantren itu sangat besar. Bangunannya berlantai lima dengan banyaknya jendela lusuh yang tidak mampu lagi terhitung oleh mataku yang baru saja tiba di tempat itu. Aku juga melihat banyak anak-anak yang sepertinya kurang terawat.

(M. Zuhri, "Kandang Merpati")


Unsur Pembangun yang menonjol pada kutipan tersebut adalah ....

a)

tokoh

b)

latar waktu

c)

latar tempat

d)

penokohan

36.

(1) “Sedekah, Pak,” ujar ibu di depanku membuyarkan kegilaanku. (2) Aku menggeleng. (3) Ibu itu kembali menoleh kepadaku, tetapi aku tetap menggeleng. (4) Aku sadar akan kekurangan dan kemiskinan yang juga menjeratku. (5) Haruskah aku menolong, padahal saat ini aku juga sedang membutuhkan pertolongan? (6) Apa salahnya aku memberikan sedikit dari yang kumiliki.


Bagian yang membuktikan rasa kebimbangan tokoh utama terdapat dalam kalimat nomor ….

a)

(1)

b)

(3)

c)

(4)

d)

(5)

37.

“Setidak-tidaknya, sebagai gambaran apakah Anda bersedia seandainya nanti Dewan Komisaris menunjuk Anda sebagai wakil saya?” Taksu menunduk, “Saya sungguh tidak berani mengatakan apa-apa sebelum terjadi.”


Karakter Taksu sesuai dengan penggalan cerita tersebut adalah ….

a)

sombong

b)

rendah hati

c)

penakut

d)

jujur

38.

Pada pelajaran Bu Ratna, aku tidak dapat konsentrasi sama sekali. Oh Tuhan, aku menyesal. Mengapa aku lakukan perbuatan itu. Itu pun juga salahku karena tidak belajar sebelumnya. Aku terpaksa menyontek. Aku tidak ingin mendapatkan nilai di bawah 5.

  Latar pada kutipan cerita pendek tersebut adalah …..

a)

di rumah 

b)

di kelas

c)

di halaman

d)

di rumah sakit

39.

Harry Potter tinggal bersama Mr. & Mrs. Dursley dan sepupunya Dudley Dursley di Privet Drive. Hidupnya selama hampir 11 tahun dijalani dengan sangat mengenaskan. Dimana paman, bibi, dan sepupunya sama sekali tidak menyukai keberadaannya di keluarga mereka. Namun, sebuah surat atau tepatnya ratusan surat yang dikirimkan kepadanya tepat menjelang ultahnya yang kesebelas, telah membuat hidupnya berubah.”


Kalimat yang menunjukkan latar tempat pada cerita di atas adalah...

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

40.

Alur yang rangkaian peristiwanya urut dari awal sampai akhir disebut dengan alur....

a)

mundur

b)

maju

c)

campuran

d)

sorot balik

41.

Kuingin kau berbohong padaku. Seperti yang kau utarakan kemarin, dan yang kemarin dulu itu. Ketika mentari meredup berpendar di pucuk daun sebelah barat rumah dan ketika kerumunan itu tak lagi bersamamu, kau mulai dengan kisah kebohonganmu yang pertama kepadaku.


Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar waktu sore adalah.…

a)

Mentari meredup

b)

Ketika kerumunan tidak bersama

c)

Mentari di sebelah barat

d)

Kebohongan yang disampaikan tokoh kamu

42.

(1) Boleh jadi, itu sikap angkuhnya seorang yang sukses dan kaya menghadapi pemuda kere macam aku. (2) Sebagai pimpinan sebuah bank papan atas di negeri ini, mungkin dia tak rela hati anak gadisnya kupacari. (3) Jadi, amat wajar dia kelihatan tidak suka terhadapku. (4) Apalagi tampangku tidak keren kayak aktor Nicholas Saputra, sementara wajah Mawar memang cakep. (5) Kamu sendiri bilang, Mawar mirip Dian Sastro dengan bodi semampai macam Luna Maya (padahal menurutku, Mawar lebih mirip penyanyi kesukaanmu, Mulan Jamila).

Bukti bahwa watak tokoh ‘dia’ pada kutipan cepen tersebut sombong terletak pada kalimat bernomor .…

a)

(1) dan (2)

b)

(2) dan (3)

c)

(3) dan (4)

d)

(4) dan (5)

43.

Bacalah penggalan cerpen berikut ini!

Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda. “Kenang-kenangan” oleh Abdul Gani A.K.


Watak tokoh “aku” dalam penggalan cerita tersebut adalah …

a)

percaya diri

b)

mudah menyesuaikan diri

c)

sombong

d)

rajin berusaha

44.

Perhatikan kutipan cerpen berikut!


“Kang, kita harus benar-benar pergi dari sini?” Tanya Siti Halimah di sela tangisnya.

“Tentu saja. Seperkasa apa pun perlawanan kita, ternyata tetap kalah melawan yang berkuasa. Kita ini hanya wong cilik, orang miskin,” sahut Karjan sembari melihat rumah Lik Paijan yang siap diruntuhkan.

Teriakan Lik Paijan masuh terdengar menyayat hati. Lelaki tua itu merebut tali yang mengikat seekor sapi miliknya. Wajahnya memerah seperti nyaris terbakar, suaranya melengking-lengking menolak pengosongan rumahnya. Tetapi, pelawanan Lik Paijan pun percuma saja. Beberapa petugas berbadan tegap mengangkat tubuhnya. Melihat itu, tangis Siti Halimah semakin pecah. Dia mendekap Satriya Piningit lebih erat.

“Akhirnya kita harus pergi dari rumah kita sendiri, Kang. Pergi dari kampong yang membesarkan kita,” ucap Siti Halimah getir.

“Iya, mau tak mau kita harus mengalah. Gusti Allah tidak tidur, Bune. Di tempat lain, semoga kita mendapat ladang rezeki yang lebih baik lagi,” ujar Karjan.


Latar suasana yang tergambar dalam kutipan cerpen tersebut adalah ….

a)

Mengenaskan

b)

Mengharukan

c)

Menakutkan

d)

Menegangkan

45.

"Jadi, apa yang membawamu kemari?”

“Kenangan.”

“Palsu! Kalau ini hanya soal kenangan, tidak perlu menunggu 10 tahun setelah keluargamu kembali dan menetap sekitar 30 kilometer saja dari sini.”

Saya tersenyum. Hanya sebentar kecanggungan di antara kami sebelum kata-kata obrolan seperti peluru-peluru yang berebutan keluar dari magasin.

Bertemu dengannya, mau tidak mau mengingatkan kembali pada pengalaman kami dahulu. Pengalaman yang menjadikan dia, walau tidak setiap waktu, selalu lekat di ingatan saya. Tentu dia mengingatnya pula, bahkan saya yakin rasa yang diidapnya lebih besar efeknya. Karena sebagai seorang sahabat, dia jauh lebih tulus dan setia daripada saya.

Kami tertawa. Tertawa dan tertawa seakan-akan seluruh rentetan kejadian yang akhirnya menjadi pengingat abadi persahabatan kami itu bukanlah sebuah kejadian meloloskan diri dari maut karena waktu telah menghapus semua kengeriannya.


Alur dalam kutipan cerpen tersebut adalah...

a)

A. Alur maju

b)

B. Alur mundur

c)

C. Alur campuran

d)

D. Tidak menggunakan alur

46.

“Aku maju sedikit, membunyikan lonceng sepeda, bertepuk tangan, berdeham-deham, membuat bunyi-bunyian agar ia merayap pergi.


“Tapi lebih dari setengah perjalanan sudah, aku tak’kan kembali pulang gara-gara buaya bodoh ini.

(Dikutip dari novel "Laskar Pelangi")


Watak tokoh Lintang dalam kutipan novel tersebut adalah....

a)

A. penakut

b)

B. pemberani

c)

C. ragu-ragu

d)

D. tidak percaya diri

47.

Di kelas, tadi, Beningya sudah sibuk membayang-bayangkan gambar apakah kartu pos Mama kali ini? Hingga Bu Guru menegurnya karena terus-terusan melamun.

(Dikutip dari cerpen "Kartu Pos dari Surga)


Watak tokoh Beningya dalam kutipan cerpen tersebut adalah....

a)

A. suka menghayal

b)

B. cerdas

c)

C. pemberani

d)

D. peduli

48.

Gerimis halus masih turun dari langit. Masdudin berbalik dan mengikuti langkah istrinya ke ruang tamu.

“Mengapa Abang tiba-tiba kepingin makan kue gemblong Mak Sainah?” Asyura bertanya ketika Masdudin tengah mengatur nafas.

Masdudin berpikir untuk mencari jawaban yang pas. Dia sendiri tidak tahu mengapa pagi itu, ia ingat Mak Sainah yang biasanya menjajakan kue gemblong ke rumahnya. Tidak setiap hari juga. Dalam sepekan, dua sampai tiga kali Mak Sainah datang ke rumahnya.


Latar waktu kutipan cerpen tersebut yaitu....

a)

A. pagi hari

b)

B. siang hari

c)

C. sore hari

d)

D. malam hari

49.

(1) Aku ingin menumpahkan dendam setelah lama aku siapkan. (2) Dua puluh lima tahun. (3) Aku bergelar sarjana hukum dan pengacara termuda tersohor di negeri ini. (4) Aku punya uang dan tangan yang siap membalaskan dendamku. (5) Hanya saja, setiap niat itu aku beritahukan kepada kedua saudaraku, keduanya akan berkhutbah kepadaku, “Jangan balaskan kejahatan dengan kejahatan, tetapi kalahkan kejahatan dengan kebaikan.”


Bukti watak tokoh Aku pendendam ditandai dengan kalimat nomor....

a)

A. (1) dan (2)

b)

B. (1) dan (4)

c)

C. (2) dan (5)

d)

D. (3) dan (4)

50.

Kutipan cerpen berikut untuk nomor 9-13

Mereka berdua menyatakan tak bersalah. Tak ada seorangpun di atas dunia ini yang mau disalahkan. Semua orang pasti mengaku baik. Mungkin semua orang memang baik. Tapi mereka telah melanggar hukum dan mereka dijebloskan ke dalam bui.

Aku tetap memeluk lutut di pojok. Malam merayap seperti kecoa-kecoa yang sia-sia mencari makanan. Tapi aku kehilangan waktu. Aku tak tahu jam berapa lampu tiba-tiba dimatikan. Kegelapan mengerikan menyelimuti diriku. Kesenyapan meraung-meraung dari keempat sudut sel.


Latar tempat kutipan cerpen tersebut....

a)

A. kantor polisi

b)

B. penjara

c)

C. gudang

d)

D. pasar

51.

(1) “Sedekah, Pak,” ujar ibu di depanku membuyarkan kegilaanku. (2) Aku menggeleng. (3) Ibu itu kembali menoleh kepadaku, tetapi aku tetap menggeleng. (4) Aku sadar akan kekurangan dan kemiskinan yang juga menjeratku. (5) Haruskah aku menolong, padahal saat ini aku juga sedang membutuhkan pertolongan? (6) Apa salahnya aku memberikan sedikit dari yang kumiliki.


Bagian yang membuktikan rasa kebimbangan tokoh utama terdapat dalam kalimat nomor ….

a)

(1)

b)

(3)

c)

(4)

d)

(5)

52.

Harry Potter tinggal bersama Mr. & Mrs. Dursley dan sepupunya Dudley Dursley di Privet Drive. Hidupnya selama hampir 11 tahun dijalani dengan sangat mengenaskan. Dimana paman, bibi, dan sepupunya sama sekali tidak menyukai keberadaannya di keluarga mereka. Namun, sebuah surat atau tepatnya ratusan surat yang dikirimkan kepadanya tepat menjelang ultahnya yang kesebelas, telah membuat hidupnya berubah.”


Kalimat yang menunjukkan latar tempat pada cerita di atas adalah...

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

53.

Alur yang rangkaian peristiwanya urut dari awal sampai akhir disebut dengan alur....

a)

mundur

b)

maju

c)

campuran

d)

sorot balik

54.

Kuingin kau berbohong padaku. Seperti yang kau utarakan kemarin, dan yang kemarin dulu itu. Ketika mentari meredup berpendar di pucuk daun sebelah barat rumah dan ketika kerumunan itu tak lagi bersamamu, kau mulai dengan kisah kebohonganmu yang pertama kepadaku.


Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar waktu sore adalah.…

a)

Mentari meredup

b)

Ketika kerumunan tidak bersama

c)

Mentari di sebelah barat

d)

Kebohongan yang disampaikan tokoh kamu

55.

(1) Boleh jadi, itu sikap angkuhnya seorang yang sukses dan kaya menghadapi pemuda kere macam aku. (2) Sebagai pimpinan sebuah bank papan atas di negeri ini, mungkin dia tak rela hati anak gadisnya kupacari. (3) Jadi, amat wajar dia kelihatan tidak suka terhadapku. (4) Apalagi tampangku tidak keren kayak aktor Nicholas Saputra, sementara wajah Mawar memang cakep. (5) Kamu sendiri bilang, Mawar mirip Dian Sastro dengan bodi semampai macam Luna Maya (padahal menurutku, Mawar lebih mirip penyanyi kesukaanmu, Mulan Jamila).

Bukti bahwa watak tokoh ‘dia’ pada kutipan cepen tersebut sombong terletak pada kalimat bernomor .…

a)

(1) dan (2)

b)

(2) dan (3)

c)

(3) dan (4)

d)

(4) dan (5)

56.

Bacalah penggalan cerpen berikut ini!

Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda. “Kenang-kenangan” oleh Abdul Gani A.K.


Watak tokoh “aku” dalam penggalan cerita tersebut adalah …

a)

percaya diri

b)

mudah menyesuaikan diri

c)

sombong

d)

rajin berusaha

57.

Perhatikan kutipan cerpen berikut!


“Kang, kita harus benar-benar pergi dari sini?” Tanya Siti Halimah di sela tangisnya.

“Tentu saja. Seperkasa apa pun perlawanan kita, ternyata tetap kalah melawan yang berkuasa. Kita ini hanya wong cilik, orang miskin,” sahut Karjan sembari melihat rumah Lik Paijan yang siap diruntuhkan.

Teriakan Lik Paijan masuh terdengar menyayat hati. Lelaki tua itu merebut tali yang mengikat seekor sapi miliknya. Wajahnya memerah seperti nyaris terbakar, suaranya melengking-lengking menolak pengosongan rumahnya. Tetapi, pelawanan Lik Paijan pun percuma saja. Beberapa petugas berbadan tegap mengangkat tubuhnya. Melihat itu, tangis Siti Halimah semakin pecah. Dia mendekap Satriya Piningit lebih erat.

“Akhirnya kita harus pergi dari rumah kita sendiri, Kang. Pergi dari kampong yang membesarkan kita,” ucap Siti Halimah getir.

“Iya, mau tak mau kita harus mengalah. Gusti Allah tidak tidur, Bune. Di tempat lain, semoga kita mendapat ladang rezeki yang lebih baik lagi,” ujar Karjan.


Latar suasana yang tergambar dalam kutipan cerpen tersebut adalah ….

a)

Mengenaskan

b)

Mengharukan

c)

Menakutkan

d)

Menegangkan

58.

"Jadi, apa yang membawamu kemari?”

“Kenangan.”

“Palsu! Kalau ini hanya soal kenangan, tidak perlu menunggu 10 tahun setelah keluargamu kembali dan menetap sekitar 30 kilometer saja dari sini.”

Saya tersenyum. Hanya sebentar kecanggungan di antara kami sebelum kata-kata obrolan seperti peluru-peluru yang berebutan keluar dari magasin.

Bertemu dengannya, mau tidak mau mengingatkan kembali pada pengalaman kami dahulu. Pengalaman yang menjadikan dia, walau tidak setiap waktu, selalu lekat di ingatan saya. Tentu dia mengingatnya pula, bahkan saya yakin rasa yang diidapnya lebih besar efeknya. Karena sebagai seorang sahabat, dia jauh lebih tulus dan setia daripada saya.

Kami tertawa. Tertawa dan tertawa seakan-akan seluruh rentetan kejadian yang akhirnya menjadi pengingat abadi persahabatan kami itu bukanlah sebuah kejadian meloloskan diri dari maut karena waktu telah menghapus semua kengeriannya.


Alur dalam kutipan cerpen tersebut adalah...

a)

A. Alur maju

b)

B. Alur mundur

c)

C. Alur campuran

d)

D. Tidak menggunakan alur

59.

Di kelas, tadi, Beningya sudah sibuk membayang-bayangkan gambar apakah kartu pos Mama kali ini? Hingga Bu Guru menegurnya karena terus-terusan melamun.

(Dikutip dari cerpen "Kartu Pos dari Surga)


Watak tokoh Beningya dalam kutipan cerpen tersebut adalah....

a)

A. suka menghayal

b)

B. cerdas

c)

C. pemberani

d)

D. peduli

60.

(1) Aku ingin menumpahkan dendam setelah lama aku siapkan. (2) Dua puluh lima tahun. (3) Aku bergelar sarjana hukum dan pengacara termuda tersohor di negeri ini. (4) Aku punya uang dan tangan yang siap membalaskan dendamku. (5) Hanya saja, setiap niat itu aku beritahukan kepada kedua saudaraku, keduanya akan berkhutbah kepadaku, “Jangan balaskan kejahatan dengan kejahatan, tetapi kalahkan kejahatan dengan kebaikan.”


Bukti watak tokoh Aku pendendam ditandai dengan kalimat nomor....

a)

A. (1) dan (2)

b)

B. (1) dan (4)

c)

C. (2) dan (5)

d)

D. (3) dan (4)