wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

ULANGAN TEKS CERPEN

Total questions: 25

Worksheet time: 5hrs 15mins

Name
Class
Date
1.

“Hanya itu alasan Mama melarang Anisa menikah dengan Handoko?” Bibir Anisa menyinggung sinis. “Oh, alangkah piciknya pikiran Mama! Lalu apa artinya kemuliaan hati Mama selama ini yang Anisa kagumi? Padahal dulu Mama tidak pernah mempermasalahkan status Handoko yang ternyata belum mempunyai pekerjaan tetap. Demikian kakakku yang selama ini mendukungku sekarang berbalik arah. 1 Konflik yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah …

a)

A. Anisa dan Handoko tidak jadi menikah.

b)

B. Anisa dilarang menikah oleh Mama dan kakaknya.

c)

C. Mama yang berpikiran picik terhadap Handoko

d)

D. Keinginan Mama agar Anisa hidup bahagia.

2.

“Hanya itu alasan Mama melarang Anisa menikah dengan Handoko?” Bibir Anisa menyinggung sinis. “Oh, alangkah piciknya pikiran Mama! Lalu apa artinya kemuliaan hati Mama selama ini yang Anisa kagumi? Padahal dulu Mama tidak pernah mempermasalahkan status Handoko yang ternyata belum mempunyai pekerjaan tetap. Demikian kakakku yang selama ini mendukungku sekarang berbalik arah.

Penyebab konflik pada kutipan cerpen di atas adalah …

a)

A. Status Handoko yang sudah mempunyai istri.

b)

B. Mama yang menginginkan menantu orang kaya.

c)

C. Handoko yang belum mempunyai pekerjaan tetap.

d)

D. Mama yang mempersalahkan masa lalu Handoko.

3.

Dua kegagalan yang lalu berakhir ketika aku diterima di jurusan bahasa Inggris. Kutekuni masa pendidikan tinggi dengan sepenuh hati. Kendala finansial mendorong ku untuk merambah dunia kerja disamping kuliah. Pucuk dicinta ulam tiba. Suatu hari Kak Ica, saudara sepupuku, datang kepadaku.“Nanda, di sebelah toko Bunda ada kios yang dijual. Bagaimana kalau kita patungan untuk membeli kios itu. Lalu kita jual pakaian di sana?” kata Kak Ica. Ia mengajak berpatungan untuk membeli kios itu. Kami mulai berbisnis pakaian. Tidak kusangka, usaha itu menuai hasil yang gemilang.

Tokoh aku dalam penggalan cerpen di atas adalah …

a)

A. Ica

b)

B. Bunda

c)

C. Nanda

d)

D. Seorang Siswa

4.

Dua kegagalan yang lalu berakhir ketika aku diterima di jurusan bahasa Inggris. Kutekuni masa pendidikan tinggi dengan sepenuh hati. Kendala finansial mendorong ku untuk merambah dunia kerja disamping kuliah. Pucuk dicinta ulam tiba. Suatu hari Kak Ica, saudara sepupuku, datang kepadaku.“Nanda, di sebelah toko Bunda ada kios yang dijual. Bagaimana kalau kita patungan untuk membeli kios itu. Lalu kita jual pakaian di sana?” kata Kak Ica. Ia mengajak berpatungan untuk membeli kios itu. Kami mulai berbisnis pakaian. Tidak kusangka, usaha itu menuai hasil yang gemilang.

Kata sepenuh hati dalam cerpen di atas bermakna …

a)

A. Semangat

b)

B. Percaya diri

c)

C. Sungguh-sungguh

d)

D. Ikhlas

5.

Dua kegagalan yang lalu berakhir ketika aku diterima di jurusan bahasa Inggris. Kutekuni masa pendidikan tinggi dengan sepenuh hati. Kendala finansial mendorong ku untuk merambah dunia kerja disamping kuliah. Pucuk dicinta ulam tiba. Suatu hari Kak Ica, saudara sepupuku, datang kepadaku.“Nanda, di sebelah toko Bunda ada kios yang dijual. Bagaimana kalau kita patungan untuk membeli kios itu. Lalu kita jual pakaian di sana?” kata Kak Ica. Ia mengajak berpatungan untuk membeli kios itu. Kami mulai berbisnis pakaian. Tidak kusangka, usaha itu menuai hasil yang gemilang.

Amanat yang tidak sesuai dengan penggalan cerpen di atas adalah …

a)

A. Janganlah takut pada kegagalan

b)

B. Berbahagialah jika mendapat uang

c)

C. Uang bukanlah penentu keberhasilan seseorang

d)

D. Berdoa adalah penentu kesuksesan seseorang

6.

Ketika tubuhnya digerogoti penyakit dengan enteng orang miskin itu melenggang ke rumah sakit. Ia menyerahkan Kartu Tanda Miskim pada suster jaga. Karena banyak bangsal kosong, suster itu menyuruhnya menunggu di lorong.”begitulah enaknya jadi orang miskin,” batinnya,”dapat fasilitas gratis tidur di lantai.” Dan orang miskin itu dibiarkan menunggu berhari-hari.

Permasalahan pada kutipan cerpen di atas adalah …

a)

A. Tubuhnya digerogoti penyakit

b)

B. Buruknya pelayanan rumah sakit

c)

C. Susahnya menjadi orang miskin

d)

D. Banyak bangsal yang kosong

7.

Penggalan cerpen berikut untuk tiga butir soal berikut!

Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda.

“Kenang-kenangan” oleh Abdul Gani A.K.

Sudut pandang pengarang yang digunakan dalam penggalan tersebut adalah …

a)

A. orang pertama pelaku utama

b)

B. orang ketiga pelaku sampingan

c)

C. orang ketiga pelaku utama

d)

D. orang pertama dan ketiga

8.

Penggalan cerpen berikut untuk tiga butir soal di bawah ini!

Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda. “Kenang-kenangan” oleh Abdul Gani A.K.

Watak tokoh “aku” dalam penggalan cerita tersebut adalah …

a)

A. sombong

b)

B. rendah diri

c)

C. percaya diri

d)

D. rajin berusaha

9.

Resolusi pada teks cerpen adalah tahapan dimana ...

a)

a. Pengarang menghidupkan cerita dan meyakinkan pembaca

b)

b. Berbagai kerumitan bermunculan

c)

c. Konflik mencapai tingkat intensitas tertinggi

d)

d. Konflik mencapai sebuah selesaian atau leraian

10.

Perhatikan kutipan cerpen berikut!

“Kang, kita harus benar-benar pergi dari sini?” Tanya Siti Halimah di sela tangisnya.“Tentu saja. Seperkasa apa pun perlawanan kita, ternyata tetap kalah melawan yang berkuasa. Kita ini hanya wong cilik, orang iskin,” sahut Karjan sembari melihat rumah Lik Paijan yang siap diruntuhkan.Teriakan Lik Paijan masuh terdengar menyayat hati. Lelaki tua itu merebut tali yang mengikat seekor sapi miliknya. Wajahnya memerah seperti nyaris terbakar, suaranya melengking-lengking menolak pengosongan rumahnya. Tetapi, pelawanan Lik Paijan pun percuma saja. Beberapa petugas berbadan tegap mengangkat tubuhnya. Melihat itu, tangis Siti Halimah semakin pecah. Dia mendekap Satriya Piningit lebih erat.“Akhirnya kita harus pergi dari rumah kita sendiri, Kang. Pergi dari kampong yang membesarkan kita,” ucap Siti Halimah getir.“Iya, mau tak mau kita harus mengalah. Gusti Allah tidak tidur, Bune. Di tempat lain, semoga kita mendapat ladang rezeki yang lebih baik lagi,” ujar Karjan.

Tema yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah ….

a)

A. Religi

b)

B. Politik

c)

C. Agama

d)

D. Ekonomi

11.

Perhatikan kutipan cerpen berikut!

“Kang, kita harus benar-benar pergi dari sini?” Tanya Siti Halimah di sela tangisnya.“Tentu saja. Seperkasa apa pun perlawanan kita, ternyata tetap kalah melawan yang berkuasa. Kita ini hanya wong cilik, orang iskin,” sahut Karjan sembari melihat rumah Lik Paijan yang siap diruntuhkan.Teriakan Lik Paijan masuh terdengar menyayat hati. Lelaki tua itu merebut tali yang mengikat seekor sapi miliknya. Wajahnya memerah seperti nyaris terbakar, suaranya melengking-lengking menolak pengosongan rumahnya. Tetapi, pelawanan Lik Paijan pun percuma saja. Beberapa petugas berbadan tegap mengangkat tubuhnya. Melihat itu, tangis Siti Halimah semakin pecah. Dia mendekap Satriya Piningit lebih erat.“Akhirnya kita harus pergi dari rumah kita sendiri, Kang. Pergi dari kampong yang membesarkan kita,” ucap Siti Halimah getir.“Iya, mau tak mau kita harus mengalah. Gusti Allah tidak tidur, Bune. Di tempat lain, semoga kita mendapat ladang rezeki yang lebih baik lagi,” ujar Karjan.

Latar suasana yang tergambar dalam kutipan cerpen tersebut adalah ….

a)

A. Menakutkan

b)

B. Menegangkan

c)

C. Mengharukan

d)

D. Mengenaskan

12.

Perhatikan kutipan cerpen berikut!

1) Kalau ada pertandingan dini hari, aku dan Ayah bahu-membahu untuk membangunkan. 2) Kami berdua beranak batanggang, atau tidak tidur sampai dini hari, duduk terpaku di depan TV Grundig 14 inci yang berkerai kayu tripleks, ditemani bergelas-gelas kopi. 3) Di Stadion Ullevi Gothenburg, tim berambut pirang ini meledakkan gawang Belanda hanya dalam 5 menit pertama melalui tandukan Larsen: 1 – 0. 4) Aku mengepalkan tangan tinggi-tinggi di udara, “Yes!” teriakku. 5) Aku lirik Ayah, beliau menggeleng-geleng sambil mendeham.

Bukti latar tempat dalam kutipan novel tersebut ditunjukkan kalimat...

a)

A. 1)

b)

B. 2)

c)

C. 3)

d)

D. 4)

13.

  Perhatikan kutipan cerpen berikut!

Setibanya pak Usman di restoran kecil sepulang dari sekolah, Larasati segera memulai pembicaraan. “sebelum membicarakan soal Diah, saya perlu menjelaskan menggapa saya tidak mau membicarakan hal ini di sekolah karena saya ingin saya bicarakan adalah masalah yang harus diselesaikan dengan kacamata kemanusiaan, bukan kedinasan”, “maksud ibu apa?” “saya khawatir , keinginan bapak untuk menghabisi Diah itu karena kebencian bapak terhadap saya. Selama ini orang kan tahu saya sangat perhatin terhadap diah. Dia anak yang lemah pak, sudah mengalami berbagai cobaan hidup, sering murung karena menerima beban yang terlalu banyak dalam hidupnya.”

Sifat tokoh larasati berdasarklan kutipan di atas adalah?

a)

a. sabar dan penyayang

b)

b. angkuh dan disiplin

c)

c.  tegas dan pemberani

d)

d. penuh perhatian dan tegas

14.

Bacalah penggalan cerpen di bawah ini dengan cermat!

Meski termasuk anak yang pandai dan masuk kelas akselerasi, Romero tetap memilik banyak teman dan sahabat. Baginya teman adalah lingkungan yang dapat memberikan banyak inspirasi dan pengalaman yang tidak diperoleh di bangku sekolah. Di rumah ia juga bersikap baik pada tetangga. Ia ingat ketika orang tuannya berpesan, “Carilah teman dan sahabat sebanyak-banyaknya karena kita tidak bisa hidup sendiri. Suatu saat pasti kita membutuhkan orang lain.”

Unsur ekstrinsik penggalan cerpen tersebut adalah …..

a)

a. sosial

b)

b. ekonomi

c)

c. pendidikan

d)

d. estetika

15.

Parjimin adalah tukang batu, tetangga Kurdi. Lumayan bagi mereka, mendapat proyek baru. Rupanya, proyek rumah gedong itulah yang selalu diperbincangkan Kurdi disetiap kesempatan. Di tempat perhelatan nikah, supitan, di tempat kerja bakti, sarasehan kampung, sampai ronda malam. Dia senantiasa tidak lupa menceritakan rencananya membangun rumah gedungnya itu.

Berdasarkan kutipan cerpen tersebut, Kurdi bersifat …

a)

a. pemberani

b)

b. baik

c)

c. egois

d)

d. sombong

16.

Sebuah cerpen memiliki struktur cerita. Di bawah ini urutan struktur cerpen yang benar yaitu …

a)

A.orientasi – abstrak – koda – komplikasi – resolusi – evaluasi

b)

B.komplikasi – orientasi – resolusi – evaluasi

c)

C. Abstrak– rangkaian peristiwa – komplikasi – resolusi-koda

d)

D. Orientasi-Rangkaian peristiwa-komplikasi-resolusi

17.

Berikut ini yang bukan unsur pembangun cerpen dari dalam yaitu...

a)

a. tema

b)

b. amanat

c)

c. penokohan

d)

d. nilai kehidupan

18.

Unsur pembangun cerpen yang meliputi tempat, waktu, dan suasana yang tergambar dalam cerita disebut ....

a)

a. tokoh

b)

b. sudut pandang

c)

c. latar

d)

d. alur

19.

Kutipan 1

“ Cepat ke sini!”

“ Aku tidak mau!”

“ Kamu jangan nekat, ini sedang hujan lebat. Kamu akan sakit jika terus menerus jalan di tengah hujan tengah malam begini.”

Aku tak memedulikan ucapannya.

Kakiku terus melangkah tanpa tahu ujung langkah akan berhenti dimana. Hatiku terlanjur hancur.

Kutipan 2

Sebelum subuh Salena sudah bersiap. Dagangan sayurnya sudah lengkap di atas gerobak seperti pasar tradisional mini. Setengah jam kemudian, datang pelanggan pertamanya sebelum ia berkeliling. Bu Minah selalu menjadi pelanggan setianya sebelum ia berangkat dengan gerobak sayurnya. Salena baru kembali ke rumah menjelang magrib.

Perbedaan penyajian pola pengembangan kedua teks cerpen tersebut adalah....

a)

a. Kutipan 1 diawali dengan latar cerita, kutipan 2 diawali dengan aksi tokoh

b)

b. Kutipan 1 diawali dengan aksi tokoh, sedangkan kutipan 2 diawali dengan masalah yang harus diselesaikan

c)

c. Kutipan 1 diawali dengan garis besar cerita, sedangkan kutipan 2 diawali dengan aksi tokoh

d)

d. Kutipan 1 diawali dengan aksi tokoh, sedangkan kutipan 2 diawali dengan garis besar tokoh

20.

Ia mematikan lampu tidur dan menyalakan lampu kamarnya. Ia menuju ke meja belajarnya. Ia mengambil beberapa spidol dan secarik kertas. Dalam diam, tangannya mulai membuat coretan-coretan dengan spidol di atas kertas yang ia ambil. Setelah beberapa saat, akhirnya ia tersenyum, “Aku sudah punya hadiah untuk ulang tahun Kris besok.”

Pada penggalan teks cerpen diatas termasuk ke dalam struktur bagian...

a)

a. orientasi

b)

b. rangkaian peristiwa

c)

c. komplikasi

d)

d. resolusi

21.

Sarana pengekspresian watak, baik secara fisik maupun psikis dalam teks cerpen terdapat dalam ...

a)

a. orientasi

b)

b. rangkaian peristiwa

c)

c. komplikasi

d)

d. resolusi

22.

“Hanya itu alasan Mama melarang Anisa menikah dengan Handoko?” Bibir Anisa menyinggung sinis. “Oh, alangkah piciknya pikiran Mama! Lalu apa artinya kemuliaan hati Mama selama ini yang Anisa kagumi? Padahal dulu Mama tidak pernah mempermasalahkan status Handoko yang ternyata belum mempunyai pekerjaan tetap. Demikian kakakku yang selama ini mendukungku sekarang berbalik arah.

Konflik yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah …

a)

A. Anisa dan Handoko tidak jadi menikah.

b)

B. Anisa dilarang menikah oleh Mama dan kakaknya.

c)

C. Mama yang berpikiran picik terhadap Handoko.

d)

D. Keinginan Mama agar Anisa hidup bahagia.

23.

Di sinilah ayah dulu mengajariku berenang, mengajariku bunyi geletar punggung buaya lapar dan kecipak anak-anak ikan kemuring. Di sini juga ayah mendidikku membedakan suara katak daun dan suara keciap ular manau, yang menyaru suara katak untuk melahapnya. Sering aku dan ayah menyusupi celah-celah nifah, menyelam di bawah gemerisik pelepahnya, saling menguji ketahanan dengan tidak bernapas. Lamunanku buyar ketika telapak kakiku yang mencelup air dikerumuni ikan nari dan batu tempat aku duduk tidak tersinari lantaran matahari hampir tenggelam.

Latar kutipan cerpen tersebut adalah…

a)

di sungai, sore hari

b)

di hutan, pagi hari

c)

di desa, siang hari

d)

di sungai, malam hari

24.

2. (1)"Apakah peranku bagimu, silumankah aku?" tak ada jawabmu, hanya angin berdesir di sekeliling kita. (2)Bulan pucat tak bisa menyembunyikan senyumanmu demi melihat kerutan di dahiku. (3)Biarlah menjadi rahasia alam akan apa yang kita rasakan ini. (4)Jangan lagi memaknainya, menanyakannya atau mengharapkannya esok hari.

Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar malam hari terdapat pada nomor ….

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

25.

Berikut ini kebahasaan teks cerpen, kecuali...

a)

kata benda khusus

b)

uraian deskriptif

c)

majas

d)

kata teknis