NEW
Font size
WorksheetsCerpen
Total questions: 15
Worksheet time: 4hrs 31mins
Cerpen adalah salah satu karya sastra yang berbentuk …
Puisi
Prosa
Drama
Teater
Bacalah kutipan cerpen di bawah ini !
“Hanya itu alasan Mama melarang Anisa menikah dengan Handoko?” Bibir Anisa menyinggung sinis. “Oh, alangkah piciknya pikiran Mama! Lalu apa artinya kemuliaan hati Mama selama ini yang Anisa kagumi? Padahal dulu Mama tidak pernah mempermasalahkan status Handoko yang ternyata belum mempunyai pekerjaan tetap. Demikian kakakku yang selama ini mendukungku sekarang berbalik arah.
Konflik yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah …
Anisa dilarang menikah oleh Mama dan kakaknya.
Mama yang berpikiran picik terhadap Handoko.
Kakak tidak mendukung pernikahan Anisa dengan Handoko.
Anisa dan Handoko tidak jadi menikah.
Berikut ini yang merupakan ciri-ciri cerita pendek, kecuali.........
Kurang dari 10.000 kata
Memiliki alur yang tidak jelas
Perwatakan tokoh dilukiskan secara singkat
Cerpen dapat dibaca dalam sekali duduk
Apa saja yang termasuk unsur intrinsik cerpen ?
Tema, latar, tokoh, alur, konflik, gaya bahasa, amanat
Tema, latar, tokoh, alur, sudut pandang, sajak, gaya bahasa, amanat
ema, latar, tokoh, alur, konflik, typografi, gaya bahasa, amanat
Tema, latar, tokoh, alur, sudut pandang, gaya bahasa, amanat
Salah satu unsur ekstrinsik cerpen yaitu
Penokohan
Tanggapan pengarang
Latar budaya pengarang
Gaya penyampaian cerita
Bacalah kutipan cerpen di bawah ini !
Dua kegagalan yang lalu berakhir ketika aku diterima di jurusan bahasa Inggris. Kutekuni masa pendidikan tinggi dengan sepenuh hati. Kendala finansial mendorong ku untuk merambah dunia kerja disamping kuliah. Pucuk dicinta ulam tiba. Suatu hari Kak Ica, saudara sepupuku, datang kepadaku.“Nanda, di sebelah toko Bunda ada kios yang dijual. Bagaimana kalau kita patungan untuk membeli kios itu. Lalu kita jual pakaian di sana?” kata Kak Ica. Ia mengajak berpatungan untuk membeli kios itu. Kami mulai berbisnis pakaian. Tidak kusangka, usaha itu menuai hasil yang gemilang. Tokoh aku dalam penggalan cerpen di atas adalah.…
Kak Ica
Nanda
Bunda
Pengusaha pakaian
(1) "Apakah peranku bagimu, silumankah aku?" tak ada jawabmu, hanya angin berdesir di sekeliling kita. (2) Bulan pucat tak bisa menyembunyikan senyumanmu demi melihat kerutan di dahiku. (3) Biarlah menjadi rahasia alam akan apa yang kita rasakan ini. (4) Jangan lagi memaknainya, menanyakannya atau mengharapkannya esok hari.
Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar malam hari terdapat pada nomor ….
1
2
3
4
Bacalah kutipan cerpen di bawah ini !
Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda. “Kenang-kenangan” oleh Abdul Gani A.K. Sudut pandang pengarang yang digunakan dalam penggalan tersebut adalah …
Orang pertama
orang ketiga
orang kedua
orang ketiga serba tahu
Bacalah penggalan cerpen di bawah ini !
“Kang, kita harus benar-benar pergi dari sini?” Tanya Siti Halimah di sela tangisnya.“Tentu saja. Seperkasa apa pun perlawanan kita, ternyata tetap kalah melawan yang berkuasa. Kita ini hanya wong cilik, orang miskin,” sahut Karjan sembari melihat rumah Lik Paijan yang siap diruntuhkan. Teriakan Lik Paijan masuh terdengar menyayat hati. Lelaki tua itu merebut tali yang mengikat seekor sapi miliknya. Wajahnya memerah seperti nyaris terbakar, suaranya melengking-lengking menolak pengosongan rumahnya. Tetapi, pelawanan Lik Paijan pun percuma saja. Beberapa petugas berbadan tegap mengangkat tubuhnya. Melihat itu, tangis Siti Halimah semakin pecah. Dia mendekap Satriya Piningit lebih erat.“Akhirnya kita harus pergi dari rumah kita sendiri, Kang. Pergi dari kampung yang membesarkan kita,” ucap Siti Halimah getir.“Iya, mau tak mau kita harus mengalah. Gusti Allah tidak tidur, Bune. Di tempat lain, semoga kita mendapat ladang rezeki yang lebih baik lagi,” ujar Karjan.
Tema yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah ….
Politik
Agama
Pendidikan
Sosial
Bacalah penggalan cerpen di bawah ini !
“Kang, kita harus benar-benar pergi dari sini?” Tanya Siti Halimah di sela tangisnya.“Tentu saja. Seperkasa apa pun perlawanan kita, ternyata tetap kalah melawan yang berkuasa. Kita ini hanya wong cilik, orang miskin,” sahut Karjan sembari melihat rumah Lik Paijan yang siap diruntuhkan. Teriakan Lik Paijan masih terdengar menyayat hati. Lelaki tua itu merebut tali yang mengikat seekor sapi miliknya. Wajahnya memerah seperti nyaris terbakar, suaranya melengking-lengking menolak pengosongan rumahnya. Tetapi, pelawanan Lik Paijan pun percuma saja. Beberapa petugas berbadan tegap mengangkat tubuhnya. Melihat itu, tangis Siti Halimah semakin pecah. Dia mendekap Satriya Piningit lebih erat.“Akhirnya kita harus pergi dari rumah kita sendiri, Kang. Pergi dari kampung yang membesarkan kita,” ucap Siti Halimah getir.“Iya, mau tak mau kita harus mengalah. Gusti Allah tidak tidur, Bune. Di tempat lain, semoga kita mendapat ladang rezeki yang lebih baik lagi,” ujar Karjan.
Tema tambahan yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah ….
Penindasan dan perlawanan
Kesedihan yang berlarut-larut
Kemiskinan
Perjuangan dan kebahagiaan
Berikut ini yang termasuk nilai-nilai yang tekandung dalam cerpen, kecuali........
Nilai moral
Nilai sosial
Nilai budaya
Nilai sikap
Namun alangkah terharunya Guru Kiplik setelah diketahuinya bahwa meskipun terpencil dan terasing, sembilan orang penduduk pulau sebesar noktah itu di samping bekerja juga tidak putus-putusnya berdoa!
Nilai agama dalam kutipan cerpen tersebut adalah.....
Bersyukur atas nikmat yang diberikan Tuhan
Berprasangka baik terhadap orang lain
Berdoa di sela-sela menjalani rutinitas
Bersyukur atas nikmat yang diberikan Tuhan
Membaca cerpen tidak hanya mendapat hiburan semata, tetapi juga ada nila-nilai kehidupan yang dapat kita ambil dari cerpen tersebut. Salah satu nilai yang terkandung dalam cerpen adalah nilai moral, yaitu….
Nilai yang menyangkut masalah baik buruk, sopan santun, dan etika antar manusia
Nilai yang menyangkut atura-aturan yang terkait dengan hubungan antar manusia dengan Tuhan
Nilai yang berkaitan dengan hubungan antara manusia dengan makhluk hidup lainnya
Menyangkut masalah adat istiadat, kebiasaan, dan bahasa, dalam kehidupan sosialnya
Bacalah penggalan cerpen di bawah ini dengan cermat!
Meski termasuk anak yang pandai dan masuk kelas akselerasi, Romero tetap memilik banyak teman dan sahabat. Baginya teman adalah lingkungan yang dapat memberikan banyak inspirasi dan pengalaman yang tidak diperoleh di bangku sekolah. Di rumah ia juga bersikap
baik pada tetangga. Ia ingat ketika orang tuannya berpesan, “Carilah teman dan sahabat sebanyak-banyaknya karena kita tidak bisa hidup sendiri. Suatu saat pasti kita membutuhkan orang lain.”
Nilai yang terkandung dalam penggalan cerpen di atas adalah ....
Nilai Agama
Nilai Moral
Nilai Sosial
Nilai Budaya
Nilai yang terkandung dalam cerpen yang berisi masalah adat istiadat, kebiasaan, dan bahasa dalam kehidupan sosial disebut nilai ….
Budaya
Agama
Sosial
Moral
