wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

PH 3 Teks Anekdot Kelas X Agam 3

Total questions: 20

Worksheet time: 41mins

Name
Class
Date
1.

Sekelompok siswa mengadakan observasi di sebuah perkampungan kumuh pinggir kota. Salah seorang siswa memakan makanan ringan, lalu menyimpan sampah di sakunya. Apa pun makanan yang dimakan siswa itu, bungkusnya selalu disimpannya dalam kantong hingga penuh. Saat melihat tong sampah, siswa itu mengurungkan niatnya membuang sampah. Teman-temannya melihat dengan aneh.

“Mengapa kamu menyimpan semua bungkus makanan di kantongmu? Bukankah baru saja kita melewati tong sampah?” kata salah seorang temannya.

“Aku bingun harus membuang sampah ini dimana. Mau buang sampah sembarangan takut tak sopan. Mau buang sampah di tong sampah, sayang benar akan mengotori tempat sampah yang bersih itu.” Sontak teman-temannya tertawa melihat tingkah siswa itu.

Hal yang membuktikan teks tersebut anekdot adalah …..

a)

Jumlah tokoh tidak terlalu banyak.

b)

Menggunakan nama tokoh terkenal

c)

Terdapat dialog yang memperkuat amanat cerita

d)

Sindiran membuang sampah yang disampaikan oleh siswa

e)

Menggunakan latar tempat yang banyak dijumpai masyarakat

2.

Perhatikan struktur teks anekdot berikut!

(1) Koda

(2) Krisis

(3) Abstraksi

(4) Reaksi

(5) Orientasi

Urutan struktur teks anekdot yang tepat adalah ….

a)

(3)-(5)-(4)-(2)-(1)

b)

(3)-(2)-(4)-(5)-(1)

c)

(3)-(5)-(2)-(4)-(1)

d)

(3)-(4)-(2)-(5)-(1)

e)

(3)-(4)-(5)-(2)-(1)

3.

Suatu ketika, Albert Einstein menuju sebuah universitas untuk memberikan kuliah tentang teori relativitas. Di tengah perjalanan, si sopir berkata kepadanya, “Dr. Einstein, saya tahu Bapak sudah memberikan kuliah tersebut sebanyak tiga puluh kali. Jadi, saya sudah mengetahui semua materi yang Bapak kuliahkan dan berani bertaruh bahwa saya dapat menyampaikan materi tersebut kepada mahasiswa Bapak dengan baik.”

Einstein menjawab, “Baik, kalau begitu, saya akan memberikan kamu kesempatan untuk menyampaikan kuliah di universitas berikutnya. Saya akan diam di mobil sambil memakai topi kamu dan kamu masuk ke universitas untuk memberikan kuliah.

Akhirnya, si supir pun berhasil menyampaikan kuliah dengan benar tanpa kesalahan. Namun, ketika hendak meninggalkan universitas tersebut, tiba-tiba datang seorang profesor yang menanyakan rumus yang sangat rumit. Tanpa pikir panjang, ia menjawab, “Rumus ini sangat simple. Karena begitu simplenya, saya akan meminta sopir saya di mobil untuk menjawabnya.” Padahal, yang dimaksud sopir saya di mobil adalah Einstein yang sebenarnya.

Peristiwa yang menjadi puncak konflik (krisis) adalah ….

a)

Albert Einstein menuju sebuah universitas untuk memberikan kuliah tentang teori relativitas.

b)

Si sopir berhasil menyampaikan kuliah dengan benar

c)

Datang seorang profesor yang menanyakan rumus yang sangat rumit

d)

Sopir menjawab, “Rumus ini sangat simpel. Karena begitu simpleny, saya akan meminta sopir saya di mobil untuk menjawabnya.

e)

Padahal, yang dimaksud sopir saya di mobil adalah Einstein yang sebenarnya.

4.

Seorang dosen Fakultas Hukum sedang memberi kuliah Hukum Pidana. Saat tiba sesi tanya jawab si Ali bertanya pada dosen, ”Apa kepanjangan dari KUHP,Pak?” Lalu dosen tidak menjawab sendiri, tetapi dilemparkannya pada si Ahmad. “Saudara Ahmad, coba bantu saya untuk menjawab pertanyaan saudara Ali!” pinta beliau. Dengan tegas si Ahmad menjawab, “Kasih Uang Habis Perkara, Pak!” tegasnya. Mahasiswa lain tentu tertawa, sedang pak dosen geleng-geleng kepala, seraya menambahkan pertanyaan pada si Ahmad, “Saudara Ahmad, darimana Saudara tahu jawaban itu?” Dasar si Ahmad, pertanyaan tersebut jawabnya pula dengan tegas, “Peribahasa Inggris mengatakan ‘Pengalaman adalah guru yang terbaik’ begitu, Pak!” Seisi kelas tertawa. Lalu tawa mereda dan kelas kembali tenang.

Makna tersirat pada teks anekdot tersebut adalah…

a)

Menjelaskan kepanjangan KUHP sebenarnya adalah Kitab Undang Hukum Pidana.

b)

Mengkritik Bapak dosen sedang memberikan kuliah hukum pidana.

c)

Peribahasa Inggris mengatakan pengalaman adalah guru terbaik.

d)

Menyindir kepada oknum penegak hukum yang mau disuap.

e)

Menyindir Ali yang bertanya kepanjangan KUHP.

5.

(1) Suatu hari, Duta Besar Belanda berkunjung ke Balai Kota Jakarta untuk memenuhi undangan. Pak Gubernur. Di tengah-tengah percakapan mereka, terjadilah obrolan berikut.

(2) “Mengingat adanya kedekatan historis, emosional, dan serasi antara Indonesia dengan Belanda, sebaiknya Jakarta ganti nama saja yang mirip dengan Amsterdam.” ujar Dubes Belanda.

(3) “Ide bagus, Pak. Lalu, apa nama yang pas?” tanya Pak Gubernur.

(4) “Terendam,” jawab Dubes Belanda dengan tegas.

(5) Sontak, pecahlah tawa mereka berdua.

Bagian abstraksi pada teks anekdot tersebut ditunjukkan nomor ….

a)

(1)

b)

(2)

c)

(3)

d)

(4)

e)

(5)

6.

(1) Suatu hari, Duta Besar Belanda berkunjung ke Balai Kota Jakarta untuk memenuhi undangan. Pak Gubernur. Di tengah-tengah percakapan mereka, terjadilah obrolan berikut.

(2) “Mengingat adanya kedekatan historis, emosional, dan serasi antara Indonesia dengan Belanda, sebaiknya Jakarta ganti nama saja yang mirip dengan Amsterdam.” ujar Dubes Belanda.

(3) “Ide bagus, Pak. Lalu, apa nama yang pas?” tanya Pak Gubernur.

(4) “Terendam,” jawab Dubes Belanda dengan tegas.

(5)Sontak, pecahlah tawa mereka berdua.

Bagian orientasi pada teks anekdot tersebut ditunjukkan nomor ….

a)

(1)

b)

(2)

c)

(3)

d)

(4)

e)

(5)

7.

(1) Suatu hari, Duta Besar Belanda berkunjung ke Balai Kota Jakarta untuk memenuhi undangan. Pak Gubernur. Di tengah-tengah percakapan mereka, terjadilah obrolan berikut.

(2) “Mengingat adanya kedekatan historis, emosional, dan serasi antara Indonesia dengan Belanda, sebaiknya Jakarta ganti nama saja yang mirip dengan Amsterdam.” ujar Dubes Belanda.

(3) “Ide bagus, Pak. Lalu, apa nama yang pas?” tanya Pak Gubernur.

(4) “Terendam,” jawab Dubes Belanda dengan tegas.

(5)Sontak, pecahlah tawa mereka berdua.

Bagian krisis pada teks anekdot tersebut ditunjukkan nomor ….

a)

(1)

b)

(2)

c)

(3)

d)

(4)

e)

(5)

8.

Suatu hari guru menerangkan tentang biopori di depan kelas. “ Biopori itu bisa dijadikan sebagai salah satu usaha menghindari banjir”jelasnya. “Sekarang, Ibu beri tugas pada kalian untuk membuat biopori di sekitar rumah, lalu kalian foto. Fotonya nanti ditempel di buku tugas dan berikan deskripsi”. Tiba-tiba seorang anak berkomentar.”Syukurlah Bu, jalan menuju rumah saya sudah banyak bioporinya, tapi kata bapak itu bukan untuk menanggulangi banjir, melainkan biopori akibat sering banjir”. Mendengar itu semua anak dan Bu guru tertawa.

Pada anekdot tersebut, kalimat yang menunjukkan koda adalah …

a)

Tiba-tiba seorang anak berkomentar

b)

Mendengar itu semua anak dan Bu guru tertawa.

c)

Biopori itu bisa dijadikan sebagai salah satu usaha menghindari banjir”jelasnya

d)

Syukurlah Bu, jalan menuju rumah saya sudah banyak bioporinya

e)

Fotonya nanti ditempel di buku tugas dan berikan deskripsi

9.

(1) Enam bulan kemudian, ia kembali ke bank untuk membayar lima juta ditambah bunganya, kemudian mengambil mobil mewahnya.

(2) Seorang laki-laki memasuki bank dan berkata hendak meminjam uang lima juta

(3) Si petugas seketika bengong, “Cerdik juga, dia.”

(4) Ia memberikan mobil mewahnya agar ditahan bank tersebut.

(5) Petugas bank bertanya, “Untuk apa uang lima juta, padahal mobil anda sangat mewah.”

(6) “Saya harus ke Eropa selama enam bulan. Bukankah lebih aman jika mobil saya disimpan di bank karena pasti dijaga ketat,” jawabnya.

Agar menjadi cerita yang padu, konstruksi yang tepat adalah urutan ….

a)

(2), (4), (5), (6), (1), dan (3)

b)

(2), (3), (4), (5), (6), dan (1)

c)

(1), (2), (3), (4), (5), dan (6)

d)

(5), (6), (3), (1), (2) dan (4)

e)

(6), (5), (4), (3), (2), dan (1)

10.

Seorang dosen Fakultas Hukum sedang memberi kuliah Hukum Pidana. Saat tiba sesi tanya jawab si Ali bertanya pada dosen, ”Apa kepanjangan dari KUHP,Pak?” Lalu dosen tidak menjawab sendiri, tetapi dilemparkannya pada si Ahmad. “Saudara Ahmad, coba bantu saya untuk menjawab pertanyaan saudara Ali!” pinta beliau. Dengan tegas si Ahmad menjawab, “Kasih Uang Habis Perkara, Pak!” tegasnya. Mahasiswa lain tentu tertawa, sedang pak dosen geleng-geleng kepala, seraya menambahkan pertanyaan pada si Ahmad, “Saudara Ahmad, darimana Saudara tahu jawaban itu?” Dasar si Ahmad, pertanyaan tersebut jawabnya pula dengan tegas, “Peribahasa Inggris mengatakan ‘Pengalaman adalah guru yang terbaik’ begitu, Pak!” Seisi kelas tertawa. Lalu tawa mereda dan kelas kembali tenang.

Kelucuan teks anekdot terdapat pada bagian ….

a)

Dosen sedang memberi kuliah hukum pidana.

b)

Saat sesi tanya jawab antara mahasiswa dan dosen.

c)

Saat Ahmad memplesetkan KUHP menjadi Kasih Uang Habis Perkara.

d)

Para mahasiswa tertawa mendengar jawaban Ahmad.

e)

Para mahasiswa menertawakan keluguan Ahmad menjawab pertanyaan dosen.

11.

Seorang tua tengah menggembalakan keledainya di padang rumput, tiba-tiba dikejutkan dengan teriakan beberapa tentara musuh. “Cepat larinya,” teriak si Tua itu si keledai, “Jangan sampai mereka menangkap kita.” Tetapi si keledai tetap kalem berjalan. “Katakan,” ujar si keledai, “Jika jatuh ke tangan musuh apa aku harus membawa beban dobel?” “Kukira tidak,” jawab si Tua. “Lalu apa peduliku dengan siapa yang akan ku layani? Toh bebanku sama saja.” Si Tua pun berlari meninggalkan keledai.

Konjungsi yang digunakan pada teks tersebut adalah….

a)

Tetapi dan sedangkan

b)

Sedangkan dan tiba-tiba

c)

Tetapi dan namun

d)

Tiba-tiba dan meskipun

e)

Tetapi dan tiba-tiba

12.

Suatu malam, Angga sedang dalam perjalanan pulang ke rumah dengan memacu sebuah mobil. Malam itu hujan lebat. Sungguh sial baginya lampu bagian depan mobilnya mati. Akhirnya Angga punya ide untuk mengikuti saja mobil di depannya. Hal mengejutkan terjadi. Mobil di depan Angga mendadak berhenti dan membuat mobilnya menabrak mobil tersebut.

Angga : “Ini salah kamu, kamu berhenti mendadak di depan saya!”

Sopir mobil depan: “Sudah jelas, salahmu!”

Angga : “Kamu yang berhenti mendadak!”

Sopir mobil depan: “Lo pikir ini di mana, Ini garasi rumah gue!”

Siapakah tokoh utama dalam penggalan cerita anekdot tersebut adalah ….

a)

Sopir mobil depan

b)

Mobil

c)

Hujan

d)

Garasi

e)

Angga

13.

Bacalah teks anekdot berikut!

Saat Ingin Belajar

Maksud hati ingin belajar

Aku malah ambil remot TV

Maksudku ingin belajar

Aku malah main HP

Bukanya fokus belajar

Aku malah buka facebook

Pihak yang disindir pada teks anekdot tersebut adalah …

a)

Guru

b)

Kepala Sekolah

c)

Petugas Kebersihan

d)

Karyawan

e)

Siswa

14.

Kisah Pengadilan Tindak Pidana Korupsi

Pada puncak pengadilan korupsi politik, Jaksa penuntut umum menyerang saksi.“Apakah benar,” teriak Jaksa, “Bahwa Anda menerima lima ribu dolar untuk berkompromi dalam kasus ini?”

Saksi menatap keluar jendela seolah-olah tidak mendengar pertanyaan.“Bukankah benar bahwa Anda menerima lima ribu dolar untuk berkompromi dalam kasus ini?” ulang pengacara.

Saksi masih tidak menanggapi.

Akhirnya, hakim berkata, “Pak, tolong jawab pertanyaan Jaksa!”

“Oh, maaf!”Saksi terkejut sambil berkata kepada hakim, “Saya pikir dia tadi berbicara dengan Anda.”

Kalimat yang menggunakan keterangan waktu pada teks anekdot tersebut adalah ….

a)

Hakim berkata agar saksi menjawab pertanyaan Jaksa.

b)

Saksi terkejut karena ia mengira jaksa tidak bicara kepadanya.

c)

Saksi menatap keluar jendela seolah-olah tidak mendengar pertanyaan.

d)

Bahwa ia menerima lima ribu dolar untuk berkompromi dalam kasus ini.

e)

Pada puncak pengadilan korupsi politik, Jaksa penuntut umum menyerang saksi.

15.

Pada suatu hari, Nasrudin berjalan-jalan. Ia sampai di depan rumah tingkat yang tidak berpenghuni. Ia masuk ke rumah tersebut, ternyata di dalamnya gelap. Ia iseng naik ke lantai dua. Nah, pada saat naik itulah, cincin jatuh. Karena gelap, cincin tersebut tidak ditemukan. Akhirnya, Nasrudin pun keluar dan melanjutkan pencarian cincin di luar rumah.

Melihat Nasrudin mencari sesuatu, temannya datang bertanya, “Kamu sedang apa, Nasrudin?”

“Oh, aku sedang mencari cincin, dari tadi belum ditemukan.”

“Memang jatuhnya di mana?”

“Jatuhnya, sih, di dalam.”

“Lho, jatuh di dalam, kok mencarinya di luar. Bagaimana bisa ditemukan?”

“Habis di dalam gelap. Saya tidak bisa melihat apa-apa.”

Tema yang tepat untuk teks anekdot tersebut adalah ….

a)

Nasrudin kehilangan cincin.

b)

Nasrudin mendapat cincin

c)

Cincin dan Nasrudin.

d)

Nasrudin “dikerjain” cincin.

e)

Nasrudin mencari cincin.

16.

Pada suatu hari, Nasrudin berjalan-jalan. Ia sampai di depan rumah tingkat yang tidak berpenghuni. Ia masuk ke rumah tersebut, ternyata di dalamnya gelap. Ia iseng naik ke lantai dua. Nah, pada saat naik itulah, cincin jatuh. Karena gelap, cincin tersebut tidak ditemukan. Akhirnya, Nasrudin pun keluar dan melanjutkan pencarian cincin di luar rumah.

Melihat Nasrudin mencari sesuatu, temannya datang bertanya, “Kamu sedang apa, Nasrudin?”

“Oh, aku sedang mencari cincin, dari tadi belum ditemukan.”

“Memang jatuhnya di mana?”

“Jatuhnya, sih, di dalam.”

“Lho, jatuh di dalam, kok mencarinya di luar. Bagaimana bisa ditemukan?”

“Habis di dalam gelap. Saya tidak bisa melihat apa-apa.”

Kelucuan anekdot tersebut tampak pada bagian peristiwa ….

a)

Ketika Nasrudin memasuki rumah tingkat yang gelap.

b)

Mencari cincin di dalam rumah yang gelap.

c)

Cincin yang terus dicari walaupun belum juga ditemukan.

d)

Mencari cincin di luar rumah, padahal jatuhnya di dalam.

e)

Karakter Nasrudin yang lucu

17.

Pada suatu hari, Nasrudin berjalan-jalan. Ia sampai di depan rumah tingkat yang tidak berpenghuni. Ia masuk ke rumah tersebut, ternyata di dalamnya gelap. Ia iseng naik ke lantai dua. Nah, pada saat naik itulah, cincin jatuh. Karena gelap, cincin tersebut tidak ditemukan. Akhirnya, Nasrudin pun keluar dan melanjutkan pencarian cincin di luar rumah.

Melihat Nasrudin mencari sesuatu, temannya datang bertanya, “Kamu sedang apa, Nasrudin?”

“Oh, aku sedang mencari cincin, dari tadi belum ditemukan.”

“Memang jatuhnya di mana?”

“Jatuhnya, sih, di dalam.”

“Lho, jatuh di dalam, kok mencarinya di luar. Bagaimana bisa ditemukan?”

“Habis di dalam gelap. Saya tidak bisa melihat apa-apa.”

Pesan berikut tidak sesuai dengan isi teks anekdot tersebut adalah ….

a)

Jangan putus asa dalam mencapai tujuan.

b)

Jangan mengerjakan sesuatu yang sia-sia.

c)

Dalam mengerjakan sesuatu diperlukan cara yang benar.

d)

Mencari cincin yang jatuh hendaknya di tempat cincin tersebut jatuh.

e)

Manfaatkanlah masa mudamu untuk mencari ilmu.

18.

Malik  : “Tuan Abdul, saya sudah cari kemana-mana tetapi saya tidak menemukan kambing  yang punya tanduk sejengkal manusia.”

Abdul : “Bagaimana kalau kita membuat sayembara, cepat buat pengumuman ke seluruh negeri bahwa kita membutuhkan seekor kambing  yang memiliki tanduk sejengkal manusia untuk disembelih.

Abstraksi yang tepat untuk kutipan teks anekdot tersebut adalah…

a)

Pada suatu hari Tuan Malik mencari kambing yang sudah seminggu menghilang.

b)

Tuan Abdul membuat sayembara perihal pencarian kambing.

c)

Akhirnya kambing itu ditemukan.

d)

Tuan malik tidak mencari kambing yang punya tanduk sejangkal manusia.

e)

Kemudian Tuan malik dan tuan Abdul bersepakat membuat sayembara untuk mencari kambing yang memiliki tanduk sejengkal manusia.

19.

Suatu hari ada tukang roti yang lewat depan rumah, terus teman gue si Enggar manggil. Tidak lama kemudian tukang roti tersebut datang menghampiri kami yang lagi duduk santai di taman depan rumah.

Enggar                 : “Roti apa saja yang ada bang ?”

Tukang Roti         : “Macam-macam, dek.”

Enggar                 : “Yang ini roti rasa apa yah bang ?”

Tukang Roti         : “Yang ini coklat.”

Enggar                 : “Kalau yang ini rasa apa bang ?”

Tukang Roti         : “Ini rasa strawberry dek.”

Enggar                 : “Kalau ini rasa apa bang ?”

Tukang Roti         : “Kalau yang ini rasa nanas dek.”

Enggar                : “Terus rotinya mana bang ? dari tadi kok ngomongnya buah-buahan terus ? emangnya abang jual buah apa jual roti ? Kalo kaya gini caranya gue enggak jadi beli bang.”

Tukang Roti         : Hening

Seketika itu tukang roti mendadak pingsan.

Kalimat menyatakan peristiwa masa lalu yang ada dalam teks anekdot tersebut adalah …

a)

Kemarin

b)

Besok

c)

Suatu hari

d)

Kemarin

e)

Minggu lalu

20.

Suatu ketika si Azam sedang  berlibur, tetapi tampaknya  ia tak tahu akan adanya peraturan itu. Ia merokok sendirian sambil duduk di bangku. Karena rokoknya sudah hampir habis, ia membuang puntung rokoknya begitu saja dan jatuh persis di sisi kaki kanannya. Tanpa  disangka-sangka,  tiba-tiba  datang  petugas dan  menegur Azam dengan suara tegas.

Abstraksi yang tepat untuk teks anekdot adalah…

a)

Singapura termasuk salah satu negara yang bersih.

b)

“Tahukah Anda bahwa Anda telah melakukan pelanggaran?” “Tidak tahu.

c)

Diambilnya puntung rokok itu serta langsung dihisapnya lagi.

d)

Pada suatu hari Zuki sedang berlibur.

e)

Kemudian, ia pergi meninggalkan Azam.