WorksheetsMATERI CERPEN
Total questions: 20
Worksheet time: 17mins
Di bawah ini yang bukan termasuk unsur intrinsik cerpen adalah...
tema
judul
amanat
gaya bahasa
Rangkaian peristiwa/kejadian dalam cerita disebut ....
alur
penokohan
sudut pandang
latar
Watak atau karakter tokoh yang terdapat dalam sebuah cerita disebut dengan...
tokoh
pemain
penokohan
amanat
Dibawah ini yang termasuk ciri-ciri cerpen adalah...
Panjang karangan cerpen tebal-tebal mencapai 100 halaman
bisa diselesaikan dalam sekali duduk
memeiliki banyak berbagai macam alur
perwatakan tokoh dituliskan banyak macam
Latar disebut sebagai keterangan, di bawah ini yang tidak termasuk macam-macam latar adalah...
latar tempat
latar waktu
latar alur
latar suasana
Pengarang biasanya menyelipkan suatu pesan yang disampaikan melalui cerita yang ditulisnya yang disebut ....
tema
amanat
latar
tokoh
Di bawah merupakan macam-macam tokoh berdasarkan wataknya, kecuali...
Tokoh utama
Tokoh protagonis
Toloh antagonis
Tokoh tirtagonis
Posisi atau kedudukan pengarang dalam cerita disebut..
Tema
Penokohan
Sudut Pandang
Alur
Bacalah kutipan cerpen berikut!
Sambil tiduran, pikiranku terus berjalan-jalan. Kakaksellau marah jika pulpen, kertas, danbuku-buku sekolahnya tak tersimpan di dalam tasnya, juga sepatu dan perlengkapan kuliah lainnya. Padahal setiap pulang kuliah, kakak selalu menaruh tasnya di tempat sembarangan. Terkadang buku-buku selalu di letakkan begitu daja setelah kakak membacanya. Tentu saja kebiasaan ini membuat ibu menjadi jengkel.
Latar tempat pada kutipan cerpen tersebut adalah....
Ruang kerja
Ruang makan
Kamar mandi
Kamar tidur
Bacalah kutipan cerpen berikut?!
(1) "Aku mau jadi komandan regunya," Kata Anto. Luna mendesah pelan mendengar keinginan Anto.
(2) "Begini, sebaiknya biarlah Rini saja yang memimpin karen akamu ikut cerdas cermat," Jawab Luna.
(3) "Bolehkan ikut dua macam? Lagipula aku bisa mengatur waktunya," Sanggha Anto memaksa Luna.
(4) "Ya boleh. Kalau kamu mampu, ya silakan." Balas Luna.
Bukti tokoh Anto berkemauan keras tergambar pada pernyataan nomor....
(1)
(2)
(3)
(4)
Bacalah kutipan cerpen berikut!
"Bu, dikelas kami ada seorang murid baru. Ridwan namanya. Ia berasal dari desa. Dia pendiam, tak banyak omong . Penakut barangkali. Oleh karena itu, Iping selalu menyindirnya anak udik, anak kampung, dan sebagainya. Namun, Ridwan tak marah sedikitpun. Dibalik itu semua, ternyata Ridwan cerdas sekali. Tadi ketika ulangan matematika, dia mendapat nilai seratus. Bayangkan, Bu! Padahal, lainnya paling tinggi hanya tujuh puluh. Termasuk Sigit yang biasanya mendapat nilai paling baik. Kali ini ada yang menggungguli, Bu". Sigit menunduk mengakhiri ceritanya.
Amanat kutipan cerpen tersebut adalah....
Jangan meremehkan orang lain
Jadilah sahabat yang baik bagi ibu
Berbuat baiklah kepada kedua orang tua
Jangan pernah berkata hebat tentang teman
Bacalahkutipan cerpen berikut dengan cermat!
Di Kantor Pos
Oleh: Muhammad Ali
“Tadi agaknya telah terjadi suatu kekeliruan ketika Nona membayarkan uang pos wesel kepada saya, sebab ….”
“Mana bisa keliru?” si pegawai menyela dengan cepat.
“Seharusnya saya terima tiga ratus rupiah, bukan? Kalau tak salah, sekian itulah angka yang tertulis dalam pos wesel saya.”
“Coba saya liat dulu, Saya masih ingat nomor pos wesel Saudara.”
Si pegawai lalu memeriksa salah satu lajur dalam daftar yang terkembang di hadapannya, kemudian katanya,”Nah ini, wesel nomor satu empat tujuh dengan tanda C. Jumlah uang: tiga ratus rupiah. Apa yang keliru? Bukankah tadi Saudara terima dari saya tiga ratus rupiah?”
“Tidak,” jawab laki-laki itu. ”Nona tadi memberikan kepada saya bukan tiga lembar kertas ratusan, tapi empat lembar. Jadi, empat ratus rupiah yang saya terima tadi.” “Oh, kalau begitu saya keliru. Benar-benar keliru,” kata si pegawai akhirnya dengan kemalu-maluan. ”Maklum banyak kerja. Lagi pula lembaran-lembaran uang itu masih baru hingga mudah saja terlengket karenanya. Jadi, Saudara mau kembalikan uang yang seratus rupiah kepada saya, sekarang?”
“Betul, Saya akan mengembalikannya kepada Nyonya ….”
“Nona!” sela si pegawai cepat.
Kutipan cerpen tersebut bertema ...
Keberanian pegawai mengakui kekeliruan.
Kehati-hatian pegawai terhadap seseorang.
Kejujuran seseorang dalam hidup.
Kebaikan seseorang terhadap pegawai pos.
Tanggung jawab dalam melaksanakan tugas.
Bacalah kutipan cerpen berikut dengan cermat!
Kuingin kau berbohong padaku. Seperti yang kau utarakan kemarin, dan yang kemarin dulu itu. Ketika mentari meredup berpendar di pucuk daun sebelah barat rumah dan ketika kerumunan itu tak lagi bersamamu, kau mulai dengan kisah kebohonganmu yang pertama kepadaku.
Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar waktu sore adalah ...
Mentari meredup.
Mentari di sebelah barat.
Ketika kerumunan tidak bersama.
Kebohongan yang disampaikantokohkamu.
Seperti yang kau utarakan kemarin.
Bacalah teks cerpen berikut!
(1) Teman teman fajar bersorak gembira, (2) Daffa terkulai lemas karena layang-layang putus. (3) Senja pun tiba. (4) Ketika terdengar suara azan, anak-anak mulai membubarkan diri untuk pergi ke masjid. (5) Berita kemenangan Fajar atas daffa makin menambah keyakinan anak-anak desa itu bahwa layang-layang milik fajarmemang sakti. (6) Fajar menjadi makin tinggi hati.
Bukti nilai agama terdapat pada kalimat bertanda nomor ….
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
Cermati kutipan cerpen berikut ini.
Ketika saya membaca SMS dari sahabat saya William John dari California bahwa ia akan datang ke Solo untuk mencari Putri Solo yang gaya berjalannya seperti Macan Lapar, saya terbahak. Ketika ia melanjutkan SMS-nya bahwa jika ia tidak menemukan seorang Putri Solo yang Macan Lapar itu, dalam bahasa Jawa: Macan Luwe, berarti saya menyembunyikannya. Lagi-lagi saya terbahak.
(Cerpen "Macan Lapar" karya Danarto)
Tokoh utama Cerpen "Macan Lapar" karya Danarto di atas adalah ....
Putri Solo
Saya
William John
Macan
William
menurut John, masa bahagia adalah ketika kuliah di Solo, ia menginap di rumah saya di bilangan Notosuman, bertetangga dengan kedai Srabi Notosuman yang termasyhur itu. Bagaimana ia tidak berbahagia, segalanya tersedia dengan gampang. Tidak seperti di Amerika yang segalanya harus ia lakukan sendiri, di Solo jika lapar bisa langsung makan, bila pengin ngopi tinggal pesan, bila pakaian kotor tinggal dilemparkan. Jika nonton pertunjukan, pergi kuliah, maupun piknik, cukup dengan naik sepeda.
(Cerpen "Macan Lapar" karya Danarto)
Latar suasana yang melingkupi peristiwa dalam cerpen "Macan Lapar" karya Danarto tersebut adalah ....
serba gampang
tidak bahagia
mengenakkan
bahagia
sangat mudah
Tadi malam, Hidayat berpikir panjang mengenai hidupnya dan rencana hidupnya. “Tak mungkin aku terus-terusan begini, tidak menentu. Mesti ada sesuatu yang kukerjakan. Mesti ada sesuatu yang lebih produktif daripada yang kulakukan sekarang. Tapi apa? Modal tidak ada,” pikirnya. “Dalam keadaan seperti ini, yang harus kujual ialah jasaku, tenagaku, dan pikiranku.”
Amanat yang terkandung dalam kutipan novel tersebut adalah ….
Setiap orang pasti memiliki rencana.
Hidup itu ada kalanya tidak menentu.
Kita tidak boleh menyerah pada keadaan.
Setiap orang perlu menjual jasanya, pikirannya, dan tenaganya.
5. Ketika tubuhnya digerogoti penyakit dengan enteng orang miskin itu melenggang ke rumah sakit. Ia menyerahkan Kartu Tanda Miskim pada suster jaga. Karena banyak bangsal kosong, suster itu menyuruhnya menunggu di lorong.”begitulah enaknya jadi orang miskin,” batinnya,”dapat fasilitas gratis tidur di lantai.” Dan orang miskin itu dibiarkan menunggu berhari-hari.Permasalahan pada kutipan cerpen di atas adalah …
a. tubuhnya digerogoti penyakit
b. buruknya pelayanan rumah sakit
c. susahnya menjadi orang miskin
d. banyak bangsal yang kosong
1) Malam semakin gelap dan rasanya tidak habis-habisnya mereka mengorek informasi dari pembantuku dan istriku. 2) Anak kami yang laki-laki juga ditanya. Dan akhirnya mereka pamitan. "Besok akan kita lanjutkan pencarian, sekarang sudah terlalu malam," kata kepala penyidik. 3) Malam itu kami tidak yang bisa tidur, istriku tidak hentinya menangis. Guru sekolah anakku yang menelpon menyampaikan simpati dan berjanji akan meminta semua orang tua teman sekelas anakku membantu mencari anak kami. Brosur dan foto anak kami sudah disebarkan. Sampai hari ketiga anak kami juga belum ketemu. 4) Polisi sudah tidak datang lagi ke rumah kami.
Latar yang terdapat dalam kutipan teks cerpen tersebut adalah ....
di sekolah, siang hari, suasana gelisah
di sekolah, malam hari, suasana panik
di rumah, malam hari, suasana panik
di rumah, sore hari, suasana gelisah
aku berlari sejauh mungkin, berharap tak ada yang bisa menggapaiku. berlari dan terus berlari hingga untuk menoleh kebelakangpun aku enggan. akhirnya aku tiba di sebuah gubuk tua yang hampir saja roboh "ntah itu rumah siapa..?" bertanya dalam hati.
Dari cerpen di atas sudut pandang yang digambarkan pengarang adalah...
Pelaku sampingan
Pelaku Utama
Pelaku antagonis
Pelaku Protagonis
