NEW
Font size
WorksheetsPH Teks Cerpen kelas 9-2
Total questions: 30
Worksheet time: 3600secs
Bacalah kutipan cerpen berikut!
Suatu ketika, guruku sedang menerangkan pelajaran. Temanku itu tidak mengerti pelajaran yang diikutinya dan aku pun tidak memahaminya. Dia bertanya padaku dan aku menjawab tidak tahu jawabannya karena memang aku tidak tahu. Akan tetapi, betapa terkejutnya diriku karena begitu aku menjawab tidak tahu, kata-kata pedas mulai menyakiti diriku ini. Aku dicacci maki. Aku sudah tidak tahan akan sikapnya.
Latar dalam cuplikan cerpen di atas adalah ...
kamar
rumah
ruang kelas
ruang aula
Bacalah kutipan cerpen berikut dengan cermat.
Kami tiba di terminal. "Lebih baik, Om naik Indah Murni saja," kataku. "Bis ini lewat tol, paling-paling cuma setengah jam ke Cililitan."
Kutipan cerpen di atas menggambarkan latar tempat di ...
Cililitan
Bus Indah Murni
terminal
jalan tol
Bacalah kutipan cerpen berikut.
Pagi itu indah sekali di Baturaden. Matahari bersinar cerah menimpa pohon-pohon cemara yang kelihatan hijau berkilat. Puncak Gunung Slamet muncul di atas warna-warna hijau kebiruan alam di sekitarnya. Langit-langit sangat bersih, biru cerah, menjadi latar belakang yang menonjolkan kegagahan gunung itu.
Pembuka cerpen di atas berkisah tentang ...
penokohan
konflik
tema
setting/latar
Unsur pembangun cerpen yang meliputi tempat, waktu, dan suasana yang tergambar dalam cerita disebut ....
penokohan
amanat
latar
sudut pandang
Sarjo mempersilakan Pak Sukardi beserta anak buahnya untuk masuk ke rumahnya melihat tanaman koleksi Sarjo sekaligus mampir untuk beristirahat. Pak Sukardi kaget melihat koleksi Sarjo. Ternyata Sarjo memiliki bonsai yang lebih banyak daripada koleksi di rumahnya.
"Mas, saya ingin membeli bonsai yang berpot besar itu!"
"Sudah Pak, ambil saja! Saya sudah sejak kecil mengumpulkan ini semua."
(Andi Dwi Handoko, "Bonsai")
Karakter tokoh Sarjo dalam kutipan teks tersebut adalah ....
ramah, telaten, dermawan
rajin, pemarah, teliti
ceroboh, malas, kaya
cermat, pelit, perhitungan
Pengarang biasanya menyelipkan suatu pesan yang disampaikan melalui cerita yang ditulisnya yang disebut ....
tema
tokoh
latar
amanat
Aku duduk sendirian di halte depan sekolah menunggu angkot yang akan mengantarku pulang. Kini aku harus membiasakan diri karena tak ada lagi mobil mewah dan sopir pribadi.
(Utami Panca Dewi, "Luka Hati Sabrina")
Latar tempat kutipan teks cerpen tersebut adalah ....
halte depan sekolah
terminal
depan rumah
di halte dekat rumah
Pengarang menempatkan dirinya sebagai "aku" di dalam cerita. Maka, pengarang menggunakan sudut padang ....
orang kedua
orang ketiga
orang pertama
orang keempat
Di dalam ruangan yang menyeramkan itu, dinding-dindingnya menatapku tajam.
Kalimat tersebut mengandung majas....
ironi
metafora
simile
personifikasi
(1)"Apakah peranku bagimu, silumankah aku?" tak ada jawabmu, hanya angin berdesir di sekeliling kita. (2)Bulan pucat tak bisa menyembunyikan senyumanmu demi melihat kerutan di dahiku. (3)Biarlah menjadi rahasia alam akan apa yang kita rasakan ini. (4)Jangan lagi memaknainya, menanyakannya atau mengharapkannya esok hari.
Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar malam hari terdapat pada nomor ….
(1)
(2)
(3)
(4)
Kuingin kau berbohong padaku. Seperti yang kau utarakan kemarin, dan yang kemarin dulu itu. Ketika mentari meredup berpendar di pucuk daun sebelah barat rumah dan ketika kerumunan itu tak lagi bersamamu, kau mulai dengan kisah kebohonganmu yang pertama kepadaku.
Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar waktu sore adalah.…
Mentari meredup
Ketika kerumunan tidak bersama
Mentari di sebelah barat
Kebohongan yang disampaikan tokoh kamu
Struktur yang berisi pengenalan latar cerita berkaitan dengan waktu, ruang, dan suasana terjadinya peristiwa dalam cerpen terdapat dalam ...
orientasi
komplikasi
evaluasi
resolusi
Resolusi pada teks cerpen adalah tahapan ...
Pengarang menghidupkan cerita dan meyakinkan pembaca
Konflik mencapai tingkat intensitas tertinggi
Berbagai kerumitan bermunculan
Konflik mencapai sebuah selesaian atau leraian
Bacalah kutipan cerpen berikut!
“Selanjutnya, masalah pengobatan dana perawatan, biar nanti seluruh guru di sini memikirkan,” tegas Bu Eli. Pak Bon bersikeras tidak mau dibawa ke rumah sakit. Pak Bon memang seorang berpendirian kuat. Meskipun bukan orang kaya, ia tidak mau dibantu begitu saja. Semua guru yang mengunjunginya, hanya menggelengkan kepala, kagum akan keteguhan Pak Bon.
Cara pengarang menggambarkan watak tokoh Pak Bon adalah…
Dialog antartokoh
Pelukisan tindakan.
Diceritakan tokoh lain
Diceritakan pengarang
Ibunya bekerja membanting tulang demi menghidupi kesepuluh anaknya.
Kalimat tersebut mengandung majas....
Personifikasi
Ironi
Simile
Metafora
Alur yang rangkaian peristiwanya urut dari awal sampai akhir disebut dengan alur....
campuran
mundur
maju
sorot balik
Rapi sekali seragammu yang tak pernah disetrika itu, terlihat seperti kertas yang diremas-remas.
Kalimat tersebut mengandung majas....
ironi
metafora
personifikasi
simile
Difa selalu beruntung seperti Dewi Fortuna menyertainya.
Kalimat tersebut mengandung majas....
ironi
simile
metafora
personifikasi
Sebelum duduk di kursi, segera Agung mengatakan kepada ayah, ibu, dan adiknya perihal ketidaklulusannya. “Yah, Bu, maafkan Agung. Agung tidak lulus UN.”
Latar suasana pada penggalan cerita di atas adalah ....
mengharukan
menakutkan
mengecewakan
menyenangkan
Di bawah ini yang menunjukkan penggunaan majas personifikasi adalah ....
Roy adalah temanku yang siswa kutu buku.
Setiap pagi alarm menyapaku untuk menyambut pagi.
Nasib keluarga kecilnya berujung di meja hijau.
Matanya bagaikan air tenang yang meneduhkan.
Gadis kecil itu memucat, bibirnya membiru karena dingin. Hujan belum juga reda sejak sore tadi. Jalanan basah dan sebagiannya menampakkan genangan pekat seperti menandakan begitu kelamnya kehidupan kota ini.
Latar waktu pada penggalan cerpen di atas adalah ....
pagi
siang
sore
malam
DI bawah ini yang menunjukkan majas metafora adalah ....
Aroma masakan ibu merayuku dari ruang tengah.
Guruku bagaikan singa ketika marah.
Wajahmu manis seperti madu yang baru dipanen.
Mana mungkin dia lupa dengan darah dagingnya sendiri.
Suara gemuruh pagi tadi membangunkan semua orang.
Kalimat di atas menunjukkan penggunaan majas ....
simile
metafora
personifikasi
kiasan
Suara televisi yang memekakkan telinga berbaur suara gaduh di apartemen atas yang sedang diperbaiki tak membuat Bobo terganggu. Jika dia berada di rumah, dipastikan televisi selalu menyala. Entah dia sedang menonton atau tidak. Biasanya aku mematikan setelah Bobo tertidur. Dia takut kesepian, jikalaupun terbangun tengah malam, dia akan bergegas ke ruang tengah dan membangunkanku untuk minta dinyalakan televisi.
Sudut pandang cerita di atas adalah ....
orang pertama tunggal
orang pertama jamak
orang ketiga tunggal
orang ketiga jamak
“Saya di sini, Bobo.” Jawabku, buru-buru berbenah dan mengusap air mata dan mendatangi arah suara di kamar. “Kamu jangan pergi, aku takut sendiri.” “Tidak Bobo, tidak akan. Aku akan menjaga dan merawatmu selalu. Aku akan menyanyi untukmu setiap hari.” Kataku sambil memeluknya erat dan hangat. Dia membalasnya dengan mengusap rambutku, “Kwai la,” Kutemukan jejak kehangatan cinta dan kasih ada pada dirinya.
Penggalan cerpen di atas merupakan struktur bagian ....
oreintasi
komplikasi
resolusi
rangkaian peristiwa
“Tapi sayangnya, kami belum bisa menerimamu bergabung di sini.”
Seketika aku lemas. Dan tanpa sadar bertanya, “Kenapa?”
Masih dengan tersenyum, laki-laki itu menjawab, “Kami tak bisa bekerja sama dengan seseorang yang memiliki keyakinan berbeda dengan kami. Mohon maaf, ya.”
Tema dari cuplikan cerpen di atas adalah ....
sosial pendidikan
sosial persahabatan
sosial politik
sosial intoleransi
Rangkaian peristiwa/kejadian dalam cerita disebut ....
alur
penokohan
sudut pandang
latar
Karakter/watak tokoh dalam cerita disebut ....
tokoh
penokohan
tema
latar
Ide yang mendasari sebuah cerita disebut ....
latar
alur
tokoh
tema
Struktur cerita pendek adalah ….
orientasi, rangkaian peristiwa, komplikasi, resolusi
orientasi, resolusi, komplikasi, rangkaian peristiwa
resolusi, orientasi, komplikasi, rangkaian peristiwa
resolusi, komplikasi, rangkaian peristiwa, orientasi
