WorksheetsHIKAYAT X
Total questions: 85
Worksheet time: 43mins
Hikayat adalah karya sastra lama berbentuk prosa yang mengisahkan kehidupan ....
Yang bukan jawaban untuk pengertian hikayat di atas adalah ....
keluarga istana
kaum bangsawan
orang-orang ternama
orang suci di sekitar istana
masyarakat umum
Bacalah kutipan hkayat berikut!
Hatta setiap malam, Bibi Zainab yang selalu ingin mendapatkan anak raja itu, dan setiap berpamitan dengan bayan. Maka diberilah ia cerita-cerita hingga sampai 24 kisah dan 24 malam. Burung tersebut bercerita, hingga akhirnyalah Bibi Zainab pun insaf terhadap perbuatannya dan menunggu suaminya Khojan Maimum pulang dari rantauannya.
Kemustahilan yang terdapat pada teks hikayat di atas adalah ....
Burung Bayan bisa bercerita kepada Bibi Zainab.
Seorang istri yang menunggu suaminya pulang.
Seorang suami yang merantau meninggalkan istrinya.
Bibi Zainab yang ingin mendapatkan anak raja.
Bibi Zainab insaf terhadap perbuatannya.
Hatta beberapa lamanya, Tuan Puteri Sitti
Kendi pun hamillah dan bersalin dua orang putra
laki-laki. Adapun yang tua keluarnya dengan panah dan yang muda dengan pedang.
Karakteristik teks hikayat yang sesuai dengan kutipan di atas adalah ....
kemustahilan dalam cerita
kesaktian tokoh
anonim
istana sentris
statis (bersifat tetap)
Dengan segera Syah Peri mengeluarkan dayang-dayang itu. Tatkala Garuda itu datang, Garuda itu dibunuhnya. Maka Syah Peri pun duduklah berkasih-kasihan dengan Puteri Ratna Sari sebagai suami istri dihadap oleh segala dayang-dayang dan inang pengasuhnya.
Karakteristik teks hikayat yang sesuai dengan kutipan di atas adalah ....
bersifat tradisional
bersifat universal
kesaktian tokoh
kemustahilan
istana sentris
Hikayat 1001 Malam dan Hikayat Qamar al-Zaman termasuk contoh jenis hikayat ....
unsur Hindhu
unsur Hindhu-Islam
unsur Islam
sejarah
rekaan
Bacalah penggalan teks hikayat berikut dengan saksama!
Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar khabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba daripadanya itu, itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu
Nilai moral yang terdapat dalam kutipan sastra Melayu klasik tersebut adalah ....
kekacauan penduduk akibat hasutan
ketidakpedulian raja kepada rakyatnya
kepedulian rakyat atas keselamatan rajanya
kekejaman raja terhadap rakyatnya
keadilan seorang raja kepada rakyatnya
Bacalah penggalan teks hikayat berikut dengan saksama!
Suatu hari, tumbuhlah sebuah tanaman di atas kubur Puteri Kuning. Sang raja heran melihatnya. "Tanaman apakah ini? Batangnya bagaikan jubah puteri, daunnya bulat berkilau bagai kalung batu hijau, bunganya putih kekuningan dan sangat wangi! Tanaman ini mengingatkanku pada Puteri Kuning. Baiklah, kuberi nama ia Kemuning.!" kata raja dengan senang. Sejak itulah bunga kemuning mendapatkan namanya. Bahkan, bunga-bunga kemuning bisa digunakan untuk mengharumkan rambut. Batangnya dipakai untuk membuat kotak-kotak yang indah, sedangkan kulit kayunya dibuat orang menjadi bedak. Setelah mati pun, Puteri Kuning masih memberikan kebaikan.
Nilai-nilai yang disampaikan teks hikayat tersebut adalah ....
Nilai Religius
Nilai moral
Nilai Budaya
Nilai Estetika
Nilai Edukasi
Bacalah penggalan teks hikayat berikut dengan saksama!
Maka kata orang tua itu, “Daripada mula awalnya.” Kemudian maka dikatakannya, siapa mentuanya laki-laki dan perempuan dan di mana tempat duduknya. Maka Masyhudulhakk dengan sekalian orang banyak itu pun tahulah akan salah Bedawi itu dan kebenaran orang tua itu. Maka hendaklah disakiti oleh Masyhudulhakk akan Bedawi itu. Maka Bedawi itu pun mengakulah salahnya. Demikian juga perempuan celaka itu. Lalu didera oleh Masyhudulhakk akan Bedawi itu serta dengan perempuan celaka itu seratus kali. Kemudian maka disuruhnya tobat Bedawi itu, jangan lagi ia berbuat pekerjaan demikian itu.Maka bertambah-tambah masyhurlah arif bijaksana Masyhudulhakk itu.
Isi penggalan teks hikayat tersebut adalah ….
Masyhudulhakk telah berbohong kepada orang tua itu kemudian mengakui kesalahnnya dengan meminta maaf dan bertobat. Masyarakat pun memaafkan Masyhudulhakk.
Masyhudulhakk telah membantu orang tua itu menyeberangi sungai.
Masyhudulhakk telah membohongi masyarakat dengan menuduh Bedawi bersalah dan menghukum Bedawi. Padahal Bedawi adalah orang yang bijak dan jujur yang selalu membantu dan menyelamatkan banyak orang.
Masyhudulhakk adalah orang bijak yang menyelesaikan permasalahan orang tua itu dan Bedawi yang telah curang. Berkat kebijaksanaan Masyhudulhakk kebohongan Bedawi terbongkar sehingga Bedawi harus menerima hukuman dan bertobat.
Masyhudulhakk sangat banyak jasanya terhadap Bedawi. Bedawi ditolong oleh Masyhudulhakk dari kejahatan orang tua itu yang mencoba menipu Bedawi. Untunglah Bedawi bertemu Masyhudulhakk dan diselamatkan olehnya.
Bacalah penggalan teks hikayat berikut dengan saksama!
Syahdan akan Permaisuri Kuripan pun ingin rasanya ia hendak berputera laki-laki yang baik parasnya. Maka kata permaisuri: “Kakang Aji, ingin pula rasanya kita ini peroleh anak.” Maka kata Nata: “Sungguh seperti kata Tuan; Kakanda pun demikianlah juga bila gerangan Kakang ini beroleh putera dengan pun Yayi, akan jadi ganti pun Kakang di dalam dunia ini, kalau-kalau kita kedua dikehendaki oleh Sanghyang Sukma kembali kekayangan kita.” Maka kata Permaisuri : “Kakang Aji, marilah kita menuju pada segala Dewa-dewa memohonkan kalau-kalau dianugrahkan oleh Dewa mulia raya akan kita akan anak ini.”
Watak permaisuri dalam kutipan tersebut adalah …
takut pada suami
keras hati
taat beribadah
suka berkhayal
tinggi hati
Bacalah penggalan teks hikayat berikut dengan saksama!
Syahdan akan Permaisuri Kuripan pun ingin rasanya ia hendak berputera laki-laki yang baik parasnya. Maka kata permaisuri: “Kakang Aji, ingin pula rasanya kita ini peroleh anak.” Maka kata Nata: “Sungguh seperti kata Tuan; Kakanda pun demikianlah juga bila gerangan Kakang ini beroleh putera dengan pun Yayi, akan jadi ganti pun Kakang di dalam dunia ini, kalau-kalau kita kedua dikehendaki oleh Sanghyang Sukma kembali kekayangan kita.” Maka kata Permaisuri : “Kakang Aji, marilah kita menuju pada segala Dewa-dewa memohonkan kalau-kalau dianugrahkan oleh Dewa mulia raya akan kita akan anak ini.”
Amanat yang sesuai dengan isi kutipan tersebut adalah …
Janganlah memuja dewa-dewa.
Bersabarlah dalam menghadapi musibah.
Bersikaplah saling menghormati antara suami isteri.
Hindarilah perbuatan yang tidak terpuji.
Berdoa dan berusahalah jika menginginkan sesuatu.
Bacalah cuplikan teks hikayat berikut dengan saksama!
Tiba-tiba nasi itu berkumpul dan mengejar Kendi,periuk besar itu meenyerkup kepala Kendi dan nasi -- nasi itu menggigit tubuh kendi. Kendi menjerit meminta tolong.Di tempat yang berbeda nampak Buyung begitu kekenyangan. Dia hanya mampu memakan seekor ayam panggang saja Sembilan ekor ayam lagi terbiar di tempat pemanggang dan tiba-tiba terdengar ayam itu berbicara
Ayam-ayam : "kenapa kamu tidak mau habiskan kami?"
Buyung : " Aku sudah kenyang makan seekor pun aku sudah mual."
Majas yang digunakan pada cuplikan teks hikayat tersebut adalah ... .
metafora
simile
hiperbola
personifikasi
sarkasme
Bacalah cuplikan teks hikayat berikut dengan saksama!
Awang : " Janganlah kamu berdua tamak dan serakah,aku pun juga lapar tetapi, jika ada nasi sepiring itu sudah cukup untukku.
(Kendi dan Buyung tertawa terbahak-bahak mendengar kata-kata Awang)
Kendi : ( Dengan nada mengejek)" Apa? Dengan nasi sepiring katamu?mana boleh! Perut kita ini sangatlah lapar !"
Buyung : (Mengangguk tanda setuju dengan ucapan Kendi )
Amanat yang sesuai dengan cuplikan teks hikayat tersebut adalah ... .
hendaknya mendengarkan nasihat teman untuk kebaikan
sebaiknya tidak terlalu cerewet kepada teman
hendaknya tolong-menolong dalam kesulitan
seharusnya teman yang mencemooh ditinggalkan saja
janganlah mendengarkan nasihat teman
Bacalah penggalan teks hikayat berikut dengan saksama!
Si Miskin laki-bini dengan rupa kainnya seperti dimamah anjing itu berjalan mencari rezeki berkeliling di Negeri Antah Berantah di bawah pemerintahan Maharaja Indera Dewa. Ke mana mereka pergi selalu diburu dan diusir oleh penduduk secara beramai-ramai dengan disertai penganiayaan sehingga bengkak-bengkak dan berdarah-darah tubuhnya. Sepanjang perjalanan menangislah si Miskin berdua itu dengan sangat lapar dan dahaganya. Waktu malam tidur di hutan, siangnya berjalan mencari rezeki. Demikian seterusnya.
Nilai-nilai yang paling dominan yang terdapat pada cuplikan teks hikayat tersebut adalah ... .
nilai religius
nilai moral
nilai estetika
nilai edukasi
nilai budaya
Bacalah penggalan teks hikayat berikut dengan saksama!
Setelah beberapa tahun lamanya, kedua putra mahkota itu tumbuh menjadi pemuda yang gagah. Mereka dibesarkan layaknya pangeran. Semua keperluannya dilayani oleh para pengasuh. Jika bepergian, mereka selalu mendapat pengawalan dan pelindungan dari hulubalang. Kedua pangeran mendapat pendidikan, seperti anakanak pada umumnya. Namun, sebagai pangeran yang kelak akan menggantikan ayahnya, yakni Raja Indera Bungsu, kedua putra mahkota itu mendapat pendidikan tambahan. Lalu, raja mengutus patih untuk mencari guru yang baik. Mereka dididik ilmu perang, ilmu pemerintahan, ilmu bermain senjata, dan ilmu bermain kuda. Banyak ilmu yang diperoleh mereka. Kedua putra mahkota belajar ilmu berperang dan pemerintahan, di samping tentang ilmu agama.
Karakteristik yang dominan pada pengglan teks hikayat tersebut adalah …
istana sentris
pralogis
dinamis
statis
kekinian
Jawaban lebih dari satu!
Cermati cuplikan cerpen berikut!
“Maafkan Ibu jika selama ini keras padamu Diah! Kau benar ... Ibu memang
picik! Itu karena Ibu tak ingin kau terluka. Ibu tak ingin kau kecewa. Itu sebabnya Ibu
tak pernah memujimu. Kau harus punya hati sekeras baja untuk menapaki hidup. Ibu
ingin anak bungsu Ibu menjadi sosok yang berbeda seperti rembulan merah jambu,
bukan kuning keemasan seperti yang kita lihat.”
Pada cuplikan cerpen tersebut terdapat majas ... .
metafora
simile
personifikasi
hiperbola
sarkasme
Bacalah penggalan teks hikayat berikut dengan saksama!
Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar khabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba daripadanya itu, itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu.
Amanat yang tersirat dalam penggalan teks hikayat tersebut adalah ….
Basmilah jika melihat kejahatan
Jangan menyombongkan diri
Tunjukkanlah jika memiliki suatu kemampuan
Hendaklah menolong orang yang dalam kesulitan
Bersyukurlah jika mendapat pertolongan
Apa bahasa yang digunakan dalam sebuah karya sastra hikayat?
Jawa
Sunda
Melayu
Inggris
Bacalah sepenggal hikayat berikut ini untuk menjawab soal !
Alkisah, ini hikayat orang dahulu kala. Diceritakan orang yang empunya cerita ini kisah pelanduk jenaka pri bijaksana pandai ia berbuat dusta segala binatang di dalam hutan rimba belantara. Demikianlah bunyinya, sekali peristiwa ada seekor pelanduk, maka ia duduk kepada suatu rimba hampir dengan Gunung Indrakila namanya disebut orang dan padang itupun … luasnya. Maka, banyaklah pada tempat itu segala binatang marga satwa sekaliannya berhimpun di sana.
Judul yang sesuai untuk penggalan hikayat di atas adalah ….
Hikayat pelanduk jenaka
Hikayat Orang Dahulu Kata
Hikayat Gunung Indrakila
Hikayat Si Pendusta
Hikayat seekor binatang
Ditambahkannya bahwa Raja Kabir sudah membuat rencana bahwa barang siapa yang berhasil untuk membunuh Buraksa itu akan dinikahkan bersama anak perempuannya yang memiliki paras elok. Sebanyak sembilan dari anak raja sudah ada di dalam negeri itu.
Ciri dominan yang terdapat di dalam kutipan teks hikayat di atas yaitu…..
anonim
kesaktian
istana sentris
kemustahilan
logis
Cermati kutipan tersebut berikut!
Istri sang raja sudah meninggal ketika melahirkan anaknya yang bungsu sehingga anak sang raja diasuh oleh inang pengasuh. Putri-putri raja menjadi manja dan nakal. Mereka hanya suka bermain di danau. Mereka tak mau belajar dan juga tak mau membantu ayah mereka.
Ada dua nilai yang terkandung dalam kutipan tersebut, yaitu nilai .…
sosial dan moral.
agama dan mora
budaya dan sosial.
edukasi dan sosial.
edukasi dan moral.
3. Hal yang membuat teks hikayat tidak diketahui pengarangnya adalah karena teks hikayat ....
a. berupa cerita rekaan
b. bertujuan menghibur
c. merupakan cerita pelipur lara
d. diceritakan dari mulut ke mulut
e. hanya berkembang dilingkungan istana
4. Berikut yang merupakan kaidah kebahasaan teks hikayat adalah menggunakan ...
a. majas sindiran
b. kalimat tunggal
c. kalimat imperatif
d. kalimat persuasif
e. konjungsi urutan waktu
5. Karya sastra lama dengan bentuk prosa yang banyak menceritakan mengenai bagaimana kehidupan di sekitar kerajaan dinamakan…..
a. Fabel
b. Teks Persuasif
c. Dongeng
d. Hikayat
e. Fiksi
6. Ditambahkannya bahwa Raja Kabir sudah membuat rencana bahwa barang siapa yang berhasil untuk membunuh Buraksa itu akan dinikahkan bersama anak perempuannya yang memiliki paras elok. Sebanyak sembilan dari anak raja sudah ada di dalam negeri itu.
Ciri dominan yang terdapat di dalam kutipan teks hikayat di atas yaitu…..
a. istanasentris
b. kesaktian
c. anonim
d. logis
e. kemustahilan
Hikayat adalah karya sastra lama berbentuk prosa yang mengisahkan kehidupan ....
Yang bukan jawaban untuk pengertian hikayat di atas adalah ....
keluarga istana
kaum bangsawan
orang-orang ternama
orang suci di sekitar istana
masyarakat umum
Cerita Melayu Klasik yang menonjolkan unsur penceritaan berciri kemustahilan dan kesaktian tokoh-tokohnya disebut ....
dongeng
legenda
fabel
hikayat
sage
Seperti halnya cerita rakyat yang lain, teks hikayat juga tidak memiliki nama pengarang yang disebut dengan istilah (a)
Bacalah kutipan hikayat berikut!
Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian.
Nilai yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah (a)
Bacalah kutipan hkayat berikut!
Hatta setiap malam, Bibi Zainab yang selalu ingin mendapatkan anak raja itu, dan setiap berpamitan dengan bayan. Maka diberilah ia cerita-cerita hingga sampai 24 kisah dan 24 malam. Burung tersebut bercerita, hingga akhirnyalah Bibi Zainab pun insaf terhadap perbuatannya dan menunggu suaminya Khojan Maimum pulang dari rantauannya.
Kemustahilan yang terdapat pada teks hikayat di atas adalah ....
Burung Bayan bisa bercerita kepada Bibi Zainab.
Seorang istri yang menunggu suaminya pulang.
Seorang suami yang merantau meninggalkan istrinya.
Bibi Zainab yang ingin mendapatkan anak raja.
Bibi Zainab insaf terhadap perbuatannya.
Hikayat seringkali bertema dan berlatar kerajaan yang disebut dengan istilah ...
(a)
Hatta beberapa lamanya, Tuan Puteri Sitti
Kendi pun hamillah dan bersalin dua orang putra
laki-laki. Adapun yang tua keluarnya dengan panah dan yang muda dengan pedang.
Karakteristik teks hikayat yang sesuai dengan kutipan di atas adalah ....
kemustahilan dalam cerita
kesaktian tokoh
anonim
istana sentris
statis (bersifat tetap)
Dengan segera Syah Peri mengeluarkan dayang-dayang itu. Tatkala Garuda itu datang, Garuda itu dibunuhnya. Maka Syah Peri pun duduklah berkasih-kasihan dengan Puteri Ratna Sari sebagai suami istri dihadap oleh segala dayang-dayang dan inang pengasuhnya.
Karakteristik teks hikayat yang sesuai dengan kutipan di atas adalah ....
bersifat tradisional
bersifat universal
kesaktian tokoh
kemustahilan
istana sentris
Maka adalah seorang miskin laki bini berjalan mencari riskinya berkeliling negara antah-berantah. Adapun nama raja di dalam negara itu Maharaja Indera Dewa. Namanya terlalu amat besar kerajaan baginda itu. Beberapa raja-raja di tanah Dewa itu takluk kepada baginda dan mengantar upeti kepada baginda pada tiap-tiap tahun.
Unsur intrinsik yang dominan diceritakan dalam kutipan hikayat di atas adalah ....
tokoh dan penokohan
alur
amanat
latar
tema
Hikayat 1001 Malam dan Hikayat Qamar al-Zaman termasuk contoh jenis hikayat ....
unsur Hindhu
unsur Hindhu-Islam
unsur Islam
sejarah
rekaan
Hikayat berasal dari bahasa arab yakni "haka" yang artinya...
Kisah
Dongeng
Bercerita
Sastra
Maka anakanda yang mulia baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya.
Nilai agama
Nilai sosial
Nilai estetika
Nilai budaya
Nilai pendidikan
Hikayat adalah salah satu jenis cerita rakyat yang disajikan dengan menonjolkan unsur penceritaan berciri....
cerita yang dibuat-buat oleh pengarangnya
kepandaian dan kecerdasan tokoh-tokohnya
kesaktian dan keunggulan ceritanya
kemustahilan dan kesaktian tokoh-tokohnya
kemustahilan dan kepandaian tokoh-tokohnya
Bacalah sepenggal hikayat berikut ini untuk menjawab soal !
Alkisah, ini hikayat orang dahulu kala. Diceritakan orang yang empunya cerita ini kisah pelanduk jenaka pri bijaksana pandai ia berbuat dusta segala binatang di dalam hutan rimba belantara. Demikianlah bunyinya, sekali peristiwa ada seekor pelanduk, maka ia duduk kepada suatu rimba hampir dengan Gunung Indrakila namanya disebut orang dan padang itupun … luasnya. Maka, banyaklah pada tempat itu segala binatang marga satwa sekaliannya berhimpun di sana.
Judul yang sesuai untuk penggalan hikayat di atas adalah ….
Hikayat pelanduk jenaka
Hikayat Orang Dahulu Kata
Hikayat Gunung Indrakila
Hikayat Si Pendusta
Hikayat seekor binatang
Penggalan hikayat di atas menggunakan sudut pandang….
Orang pertama
Orang ke dua
Orang ke tiga
Orang pertama pelaku sampingan
Orang pertama pelaku utama
Latar tempat dari penggalan hikayat tersebut adalah….
Gunung Indrakila
Goa
Hutan Rimba
Padang Rumput
Marga Satwa
Ditambahkannya bahwa Raja Kabir sudah membuat rencana bahwa barang siapa yang berhasil untuk membunuh Buraksa itu akan dinikahkan bersama anak perempuannya yang memiliki paras elok. Sebanyak sembilan dari anak raja sudah ada di dalam negeri itu.
Ciri dominan yang terdapat di dalam kutipan teks hikayat di atas yaitu…..
anonim
kesaktian
istana sentris
kemustahilan
logis
Watuwe lalu mengingatkan agar Towjatuwa dan keturunannya tidak membunuh dan memakan daging buaya. Apabila larangan itu dilanggar maka Towjatuwa dan keturunannya akan mati. Sejak saat itu Towjatuwa dan anak keturunannya berjanji untuk melindungi binatang yang berada disekitar sungai Tami dan para pemburu.
pesan moral yang terdapat pada cerita tersebut adalah........
Harusnya orang makan daging
kita harus pandai membahagiakan orang lain
pentingnya menempati janji
harus menghormati orang lain
hendaknya memilih keluarga yang bisa memberikan keturunan
Bentuk karya sastra lama dalam bentuk prosa, adalah...........
Hikayat
Cerpen
Negosiasi
Debat
Deskripsi
Cermati kutipan tersebut berikut!
Istri sang raja sudah meninggal ketika melahirkan anaknya yang bungsu sehingga anak sang raja diasuh oleh inang pengasuh. Putri-putri raja menjadi manja dan nakal. Mereka hanya suka bermain di danau. Mereka tak mau belajar dan juga tak mau membantu ayah mereka.
Ada dua nilai yang terkandung dalam kutipan tersebut, yaitu nilai .…
sosial dan moral.
agama dan mora
budaya dan sosial.
edukasi dan sosial.
edukasi dan moral.
Cermati kutipan berikut ini !
Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar kabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba dari padanya itu. Itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu.
Nilai moral yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah ….
kekejaman raja terhadap rakyatnya
kekacauan penduduk akibat hasutan
keadilan seorang raja kepada rakyatnya
ketidakpedulian raja kepada rakyatnya
kepedulian rakyat atas keselamatan rajanya
Cermati kutipan tersebut berikut! Istri sang raja sudah meninggal ketika melahirkan anaknya yang bungsu sehingga anak sang raja diasuh oleh inang pengasuh. Putri-putri raja menjadi manja dan nakal. Mereka hanya suka bermain di danau. Mereka tak mau belajar dan juga tak mau membantu ayah mereka. Ada dua nilai yang terkandung dalam kutipan tersebut, yaitu nilai .…
sosial dan moral.
agama dan moral.
budaya dan sosial
edukasi dan moral.
Budaya dan Edukasi
Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar kabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba dari padanya itu. Itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu. Amanat yang tersirat dalam kutipan hikayat tersebut adalah ....
Tunjukkanlah jika memiliki suatu kemampuan
Hendaklah menolong orang yang dalam kesulitan
Lihatlah terlebih dahulu musuh yang akan dihadapi.
Bersyukurlah jika mendapat pertolongan dari seseorang.
Melihat sesuatu dengan cermat sebelum bertindak
Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar kabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba dari padanya itu. Itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu. Nilai moral yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah ….
Kekejaman raja terhadap rakyatnya
Kekacauan penduduk akibat hasutan
Kepedulian rakyat atas keselamatan rajanya
Keadilan seorang raja kepada rakyatnya
Ketakutan rakyat atas kebijakan rajanya
Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar kabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba dari padanya itu. Itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu. Kalimat dalam kutipan tersebut yang menunjukkan kata-kata arkais adalah ….
diam dan tuan
rimba dan akal
raja dan tamasya
hamba dan buraksa
Rimba dan Buraksa
Raja memang sudah mencari-cari kalung batu kuning di berbagai negeri, namun benda itu tak pernah ditemukannya. "Sudahlah Ayah, tak mengapa. Batu hijau pun cantik! Lihat, serasi benar dengan bajuku yang berwarna kuning," kata Puteri Kuning dengan lemah lembut. "Yang penting, ayah sudah kembali. Akan kubuatkan teh hangat untuk ayah," ucapnya lagi. Ketika Puteri Kuning sedang membuat teh, kakak-kakaknya berdatangan. Mereka ribut mencari hadiah dan saling memamerkannya. Bukti yang mendukung bahwa kutipan tersebut terkandung nilai moral adalah...
Raja mencari hadiah untuk anak-anaknya.
Membelikan tanda mata untuk anak-anaknya.
seorang anak membuatkan teh untuk ayahnya.
sebagai saudara harus saling terbuka dan empati.
Saduara semestinya membantu yang lemah
Pengganti Hang Tuah di keraton adalah Hang Jebat. Sesungguhnya, ia menaruh dendam atas keputusan raja yang dijatuhkan kepada sahabatnya, Hang Tuah. Karena setia kepada sahabatnya, ia mengamuk di keraton. Putri-putri dan dayang-dayang diperlakukan kurang sopan sehingga banyak jugalah orang yang mati karena kerisnya, yang diberikan Hang Tuah kepadanya. Tiada seorang pun yang berani mendinginkan sehingga raja sendiri pun terlibat pula dalam kesulitan dan ketakutan.Dari kutipan cerita di atas kita dapat mengetahui bahwa Hang Jebat berwatak ….
Pemberani
Kasar
Sombong
Baik budi
Angkuh
Diambilnya pisau, lalu ditorehnya gendang itu. Maka Putri Ratna Sari keluar dari gendang itu.Karakteristik hikayat pada penggalan teks di atas yaitu...
Kemustahilan
Kesaktian
Anonim
Istana sentris
Sinistesia
Hikayat adalah salah satu jenis cerita rakyat yang disajikan dengan menonjolkan unsur penceritaan berciri....
cerita yang dibuat-buat oleh pengarangnya
kepandaian dan kecerdasan tokoh-tokohnya
kesaktian dan keunggulan ceritanya
kemustahilan dan kesaktian tokoh-tokohnya
kemustahilan dan kepandaian tokoh-tokohnya
Bacalah sepenggal hikayat berikut ini untuk menjawab soal !
Alkisah, ini hikayat orang dahulu kala. Diceritakan orang yang empunya cerita ini kisah pelanduk jenaka pri bijaksana pandai ia berbuat dusta segala binatang di dalam hutan rimba belantara. Demikianlah bunyinya, sekali peristiwa ada seekor pelanduk, maka ia duduk kepada suatu rimba hampir dengan Gunung Indrakila namanya disebut orang dan padang itupun … luasnya. Maka, banyaklah pada tempat itu segala binatang marga satwa sekaliannya berhimpun di sana.
Judul yang sesuai untuk penggalan hikayat di atas adalah ….
Hikayat pelanduk jenaka
Hikayat Orang Dahulu Kata
Hikayat Gunung Indrakila
Hikayat Si Pendusta
Hikayat seekor binatang
Ditambahkannya bahwa Raja Kabir sudah membuat rencana bahwa barang siapa yang berhasil untuk membunuh Buraksa itu akan dinikahkan bersama anak perempuannya yang memiliki paras elok. Sebanyak sembilan dari anak raja sudah ada di dalam negeri itu.
Ciri dominan yang terdapat di dalam kutipan teks hikayat di atas yaitu…..
anonim
kesaktian
istana sentris
kemustahilan
logis
Watuwe lalu mengingatkan agar Towjatuwa dan keturunannya tidak membunuh dan memakan daging buaya. Apabila larangan itu dilanggar maka Towjatuwa dan keturunannya akan mati. Sejak saat itu Towjatuwa dan anak keturunannya berjanji untuk melindungi binatang yang berada disekitar sungai Tami dan para pemburu.
pesan moral yang terdapat pada cerita tersebut adalah........
Harusnya orang makan daging
kita harus pandai membahagiakan orang lain
pentingnya menempati janji
harus menghormati orang lain
hendaknya memilih keluarga yang bisa memberikan keturunan
Maka diberi oleh perempuan itu segala bekal-bekal itu. Setelah sudah maka dibawanyalah perempuan itu diseberangkan oleh Bedawi itu. Syahdan maka pura-pura diperdalamnya air itu, supaya dikata oleh si bungkuk air itu dalam.
Sumber teks: http://abdsyawal.blogspot.co.id/
Kata yang digarisbawahi pada penggalan hikayat di atas menggunakan majas...
antonomasia
alegori
perumpamaan
simile
metafora
Maka tiadalah terjawab oleh laki-laki itu. Maka disuruh oleh Masyhudulhakk jauhkan laki-laki Bedawi itu. Setelah itu maka dipanggilnya pula orang tua itu. Maka kata Masyhudulhakk, "Hai orang tua, sungguhlah perempuan itu istrimu sebenar-benamya?"
Konjungsi yang menyatakan urutan waktu atau peristiwa pada penggalan hikayat di atas adalah...
kemudian
lalu
maka
setelah itu
selanjutnya
Setelah tiba di istana, Baginda Raja menyambut Abu Nawas dengan sebuah senyuman. “Akhir-akhir ini aku sering mendapat gangguan perut. Kata tabib pribadiku, aku kena serangan angin.” kata Baginda Raja memulai pembicaraan.
“Ampun Tuanku, apa yang bisa hamba lakukan hingga hamba dipanggil.” tanya Abu Nawas.
“Aku hanya menginginkan engkau menangkap angin dan memenjarakannya.” kata Baginda.
Majas yang digunakan pada penggalan hikayat di atas adalah...
metafora
alegori
antonomasia
personifikasi
simile
Adalah sebuah kolam yang amat elok. Di tepi kolam itu adalah dua ekor burung diam. Kedua burung itupun bersahabat dengan seekor kura-kura. Maka beberapa lamanya dengan hal yang demikian itu datanglah kemarau. Maka air kolam itu keringlah.maka berkatalah burung itu kepada sahabatnya kura-kura itu.”Hai sahabatku. Apakah hal kami sekarang karena air kolam ini telah keringlah. Baikla kami berpindah kepada kolam yang lain supaya dapat kami mencari makan di sana. Tetapi susah kami meninggalkan tuan hamba di sini. Sebab itu biarlah kami bawa tuan hamba dan kami lepaskan kepada tempat berair supaya senang hati kami. Hendakpun kami menerbangkan tuan hamba tiada boleh karena kulit tuan hamba itu terlalu keras, tiada dapat kami pagut. Akan tetapi adalah suatu bicara kami, kami bawa suatu kayu tuan hamba gigitlah pada sama tengah kayu itu. Maka kami terbangkan seorang suatu penjuru. Tetapi jangan tuan hamba bukakan mulut dari pada kayu itu.
Maka sahut kura-kura,”Baiklah, mana kata tuan hamba hemba turutlah.”
Maka dibawalah oleh burung itu sepotong kayu, maka digigitlah oleh kura-kura itu maka oleh burung itu diterbangkanlah seorang suatu penjuru. Setelah sampai burung itu terbang ke atas kampung orang maka heranlah segala orang melihat hal itu, kura-kura terbang di tengah-tengah dan dua ekor burung pada kiri kanannya. Maka sekalian orang itu pun bersoraklah serta menepuk-nepuk tangannya. Apabila didengar kura-kura akan bunyi orang riuh rendah, maka katanya kura-kura, “Apa sebabnya maka orang itu semuanya bersorak?” Demi dibukanya mulutnya, maka jatuhlah ia ke bumi lalu mati. (Penjedar Sastra, Dr.C. Hooykaas)
Hal utama yang diceritakan dalam hikayat di atas adalah ... .
Dua ekor burung yang berbuat baik kepada seekor kura-kura
Kura-kura yang celaka akibat tidak patuh pada kesepakatan
Kecerdikan dua ekor burung dalam memindahkan kura-kura
Kekaguman orang-orang kepada kura-kura yang diterbangkan dua ekor burung
Persahabatan antara burang dan kura-kura
Ketika tubuhnya digerogoti penyakit dengan enteng orang miskin itu melenggang ke rumah sakit. Ia menyerahkan Kartu Tanda Miskin pada suster jaga. Karena banyak bangsal kosong, suster itu menyuruhnya menunggu di lorong.”begitulah enaknya jadi orang miskin,” batinnya,”dapat fasilitas gratis tidur di lantai.” Dan orang miskin itu dibiarkan menunggu berhari-hari.
Permasalahan pada kutipan cerpen di atas adalah …
Tubuhnya digerogoti penyakit
Buruknya pelayanan rumah sakit
Susahnya menjadi orang miskin
Banyak bangsal yang kosong
Tidak mendapat fasilitas gratis
Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda. “Kenang-kenangan” oleh Abdul Gani A.K.
Amanat dalam penggalan cerpen tersebut adalah ….
Jangan cepat menyerah pada keadaan bagaimanapun juga.
Jangan membuang waktu selagi masih ada waktu.
Sebaiknya kita menyesuaikan diri dengan keadaan.
Jangan lupa diri bila menguasai bahasa orang
Jangan mudah dipengaruhi oleh orang lain.
Hikayat termasuk ke dalam jenis teks ....
narasi
prosedur
laporan
eksposisi
deskripsi
Hikayat banyak menggunakan kata arkais. Yang dimaksud kata arkais adalah ....
kata-kata baku
kata-kata Melayu yang sudah jarang digunakan
kata-kata yang sudah jarang digunakan
kata-kata resapan dari bahasa asing
kata-kata yang tidak terdapat di kamus
”Janganlah adinda bertanya jua” jawab baginda dengan sedihnya. ”Pertanyaan itu hanya menambah luka Tuanku jua semata.”
”Ampun, Tuanku, orang yang arif tiada pernah putus asa sekali pun bagaimana juga cobaan yang datang ke atas dirinya. Tiada pula ia bersedih hati karena kesedihan tiada buahnya selain daripada menguruskan badan saja yang sudah ditakdirkan tiada juga akan tertolak olehnya.”
(Hikayat Kalilah dan Dimnah)
mendahulukan kepentingan umum
menghormati orang lain
menegur orang dengan bahasa yang sopan
menolong orang yang sedang menderita
membantu orang yang sedang bersedih hati
Adapun Raja Kabir itu takluk kepada Buraksa dan akan menyerahkan putrinya, Puteri Kemala Sari sebagai upeti. Kalau tiada demikian, negeri itu akan dibinasakan oleh Buraksa. Ditambahkannya bahwa Raja Kabir sudah mencanangkan bahwa barang siapa yang dapat membunuh Buraksa itu akan dinikahkan dengan anak perempuannya yang terlalu elok parasnya itu. Hatta berapa lamanya Puteri Kemala Sari pun sakit mata, terlalu sangat. Para ahli nujum mengatakan hanya air susu harimau yang beranak mudalah yang dapat menyembuhkan penyakit itu.
Sumber teks: Buku Kesusastraan Melayu Klasik
Kata-kata arkais yang ditemukan pada teks diatas adalah...
upeti dan hatta
upeti, hatta, dan nujum
raja, elok, dan nujum
elok dan nujum
upeti, putri, dan nujum
Diambilnya pisau, lalu ditorehnya gendang itu. Maka Putri Ratna Sari keluar dari gendang itu.
Sumber teks: Kesusastraan Melayu Klasik dengan penyesuaian
Karakteristik hikayat pada penggalan teks di atas yaitu...
kemustahilan
kesaktian
istana sentris
anonim
bahasa
Maka diberi oleh perempuan itu segala bekal-bekal itu. Setelah sudah maka dibawanyalah perempuan itu diseberangkan oleh Bedawi itu. Syahdan maka pura-pura diperdalamnya air itu, supaya dikata oleh si bungkuk air itu dalam.
Sumber teks: http://abdsyawal.blogspot.co.id/
Kata yang digarisbawahi pada penggalan hikayat di atas menggunakan majas...
antonomasia
alegori
perumpamaan
simile
metafora
Maka tiadalah terjawab oleh laki-laki itu. Maka disuruh oleh Masyhudulhakk jauhkan laki-laki Bedawi itu. Setelah itu maka dipanggilnya pula orang tua itu. Maka kata Masyhudulhakk, "Hai orang tua, sungguhlah perempuan itu istrimu sebenar-benamya?"
Konjungsi yang menyatakan urutan waktu atau peristiwa pada penggalan hikayat di atas adalah...
kemudian
lalu
maka
setelah itu
selanjutnya
Setelah tiba di istana, Baginda Raja menyambut Abu Nawas dengan sebuah senyuman. “Akhir-akhir ini aku sering mendapat gangguan perut. Kata tabib pribadiku, aku kena serangan angin.” kata Baginda Raja memulai pembicaraan.
“Ampun Tuanku, apa yang bisa hamba lakukan hingga hamba dipanggil.” tanya Abu Nawas.
“Aku hanya menginginkan engkau menangkap angin dan memenjarakannya.” kata Baginda.
Majas yang digunakan pada penggalan hikayat di atas adalah...
metafora
alegori
antonomasia
personifikasi
simile
Adalah sebuah kolam yang amat elok. Di tepi kolam itu adalah dua ekor burung diam. Kedua burung itupun bersahabat dengan seekor kura-kura. Maka beberapa lamanya dengan hal yang demikian itu datanglah kemarau. Maka air kolam itu keringlah.maka berkatalah burung itu kepada sahabatnya kura-kura itu.”Hai sahabatku. Apakah hal kami sekarang karena air kolam ini telah keringlah. Baikla kami berpindah kepada kolam yang lain supaya dapat kami mencari makan di sana. Tetapi susah kami meninggalkan tuan hamba di sini. Sebab itu biarlah kami bawa tuan hamba dan kami lepaskan kepada tempat berair supaya senang hati kami. Hendakpun kami menerbangkan tuan hamba tiada boleh karena kulit tuan hamba itu terlalu keras, tiada dapat kami pagut. Akan tetapi adalah suatu bicara kami, kami bawa suatu kayu tuan hamba gigitlah pada sama tengah kayu itu. Maka kami terbangkan seorang suatu penjuru. Tetapi jangan tuan hamba bukakan mulut dari pada kayu itu.
Maka sahut kura-kura,”Baiklah, mana kata tuan hamba hemba turutlah.”
Maka dibawalah oleh burung itu sepotong kayu, maka digigitlah oleh kura-kura itu maka oleh burung itu diterbangkanlah seorang suatu penjuru. Setelah sampai burung itu terbang ke atas kampung orang maka heranlah segala orang melihat hal itu, kura-kura terbang di tengah-tengah dan dua ekor burung pada kiri kanannya. Maka sekalian orang itu pun bersoraklah serta menepuk-nepuk tangannya. Apabila didengar kura-kura akan bunyi orang riuh rendah, maka katanya kura-kura, “Apa sebabnya maka orang itu semuanya bersorak?” Demi dibukanya mulutnya, maka jatuhlah ia ke bumi lalu mati. (Penjedar Sastra, Dr.C. Hooykaas)
Karakteristik sastra Melayu Klasik yang paling dominan dalam hikayat di atas adalah ... .
tema
latar
sudut pandang
tokoh
alur
Adalah sebuah kolam yang amat elok. Di tepi kolam itu adalah dua ekor burung diam. Kedua burung itupun bersahabat dengan seekor kura-kura. Maka beberapa lamanya dengan hal yang demikian itu datanglah kemarau. Maka air kolam itu keringlah.maka berkatalah burung itu kepada sahabatnya kura-kura itu.”Hai sahabatku. Apakah hal kami sekarang karena air kolam ini telah keringlah. Baikla kami berpindah kepada kolam yang lain supaya dapat kami mencari makan di sana. Tetapi susah kami meninggalkan tuan hamba di sini. Sebab itu biarlah kami bawa tuan hamba dan kami lepaskan kepada tempat berair supaya senang hati kami. Hendakpun kami menerbangkan tuan hamba tiada boleh karena kulit tuan hamba itu terlalu keras, tiada dapat kami pagut. Akan tetapi adalah suatu bicara kami, kami bawa suatu kayu tuan hamba gigitlah pada sama tengah kayu itu. Maka kami terbangkan seorang suatu penjuru. Tetapi jangan tuan hamba bukakan mulut dari pada kayu itu.
Maka sahut kura-kura,”Baiklah, mana kata tuan hamba hemba turutlah.”
Maka dibawalah oleh burung itu sepotong kayu, maka digigitlah oleh kura-kura itu maka oleh burung itu diterbangkanlah seorang suatu penjuru. Setelah sampai burung itu terbang ke atas kampung orang maka heranlah segala orang melihat hal itu, kura-kura terbang di tengah-tengah dan dua ekor burung pada kiri kanannya. Maka sekalian orang itu pun bersoraklah serta menepuk-nepuk tangannya. Apabila didengar kura-kura akan bunyi orang riuh rendah, maka katanya kura-kura, “Apa sebabnya maka orang itu semuanya bersorak?” Demi dibukanya mulutnya, maka jatuhlah ia ke bumi lalu mati. (Penjedar Sastra, Dr.C. Hooykaas)
Hal utama yang diceritakan dalam hikayat di atas adalah ... .
Dua ekor burung yang berbuat baik kepada seekor kura-kura
Kura-kura yang celaka akibat tidak patuh pada kesepakatan
Kecerdikan dua ekor burung dalam memindahkan kura-kura
Kekaguman orang-orang kepada kura-kura yang diterbangkan dua ekor burung
Persahabatan antara burang dan kura-kura
Adalah sebuah kolam yang amat elok. Di tepi kolam itu adalah dua ekor burung diam. Kedua burung itupun bersahabat dengan seekor kura-kura. Maka beberapa lamanya dengan hal yang demikian itu datanglah kemarau. Maka air kolam itu keringlah.maka berkatalah burung itu kepada sahabatnya kura-kura itu.”Hai sahabatku. Apakah hal kami sekarang karena air kolam ini telah keringlah. Baikla kami berpindah kepada kolam yang lain supaya dapat kami mencari makan di sana. Tetapi susah kami meninggalkan tuan hamba di sini. Sebab itu biarlah kami bawa tuan hamba dan kami lepaskan kepada tempat berair supaya senang hati kami. Hendakpun kami menerbangkan tuan hamba tiada boleh karena kulit tuan hamba itu terlalu keras, tiada dapat kami pagut. Akan tetapi adalah suatu bicara kami, kami bawa suatu kayu tuan hamba gigitlah pada sama tengah kayu itu. Maka kami terbangkan seorang suatu penjuru. Tetapi jangan tuan hamba bukakan mulut dari pada kayu itu.
Maka sahut kura-kura,”Baiklah, mana kata tuan hamba hemba turutlah.”
Maka dibawalah oleh burung itu sepotong kayu, maka digigitlah oleh kura-kura itu maka oleh burung itu diterbangkanlah seorang suatu penjuru. Setelah sampai burung itu terbang ke atas kampung orang maka heranlah segala orang melihat hal itu, kura-kura terbang di tengah-tengah dan dua ekor burung pada kiri kanannya. Maka sekalian orang itu pun bersoraklah serta menepuk-nepuk tangannya. Apabila didengar kura-kura akan bunyi orang riuh rendah, maka katanya kura-kura, “Apa sebabnya maka orang itu semuanya bersorak?” Demi dibukanya mulutnya, maka jatuhlah ia ke bumi lalu mati. (Penjedar Sastra, Dr.C. Hooykaas)
Nilai moral yang terdapat dalam hikayat di atas adalah ... .
Saling menolong terutama pada musim kemarau
Menjalin kerja sama merupakan kunci dari persahabatan
Mencari siasat dalam melakukan suatu pekerjaan
Manjalin persahabatan dengan siapa pun.
Pentingnya menaati kesepakatan agar tidak celaka
Ketika tubuhnya digerogoti penyakit dengan enteng orang miskin itu melenggang ke rumah sakit. Ia menyerahkan Kartu Tanda Miskin pada suster jaga. Karena banyak bangsal kosong, suster itu menyuruhnya menunggu di lorong.”begitulah enaknya jadi orang miskin,” batinnya,”dapat fasilitas gratis tidur di lantai.” Dan orang miskin itu dibiarkan menunggu berhari-hari.
Permasalahan pada kutipan cerpen di atas adalah …
Tubuhnya digerogoti penyakit
Buruknya pelayanan rumah sakit
Susahnya menjadi orang miskin
Banyak bangsal yang kosong
Tidak mendapat fasilitas gratis
Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda. “Kenang-kenangan” oleh Abdul Gani A.K.
Amanat dalam penggalan cerpen tersebut adalah ….
Jangan cepat menyerah pada keadaan bagaimanapun juga.
Jangan membuang waktu selagi masih ada waktu.
Sebaiknya kita menyesuaikan diri dengan keadaan.
Jangan lupa diri bila menguasai bahasa orang
Jangan mudah dipengaruhi oleh orang lain.
Bila ada yang bertanya , siapa makhluk paling kikir di kampung itu, tidak akan ada yang menyanggah bahwa perempuan ringkih yang punggungnya telah melengkung serupa sabut kelapa itulah jawabannya. Semula ia hanya dipanggil Banun. Namun, lantaran sifat kikirnya dari tahun ke tahun semakin mengakar; pada sebuah pergunjingan yang penuh kedengkian, seseorang menambahkan kata kikir di belakang nama ringkas itu, hingga ia ternobat sebagai Banun Kikir. Konon, hingga riwayat ini disiarkan, belum ada yang sanggup menumbangkan rekor kekikiran Banun.
Pernyataan yang sesuai dengan teks cerpen di atas adalah …
Banun menobatkan diri sebagai orang kikir
Predikat Banun Kikir didasari kedengkian
Banun tidak pernah tahu rekor kikir itu
Banun tidaklah kikir tetapi hemat
Tidak ada yang pernah bertanya tentang Banun
Hikayat termasuk ke dalam jenis teks ....
narasi
prosedur
laporan
eksposisi
deskripsi
Manakah yang bukan termasuk karakteristik hikayat?
kemustahilan
kesaktian tokoh-tokohnya
anonim
keunikan
menggunakan alur berbingkai/ cerita berbingkai.
Ciri bahasa yang dominan pada hikayat adalah ...
menggunakan bahasa Melayu
banyak menggunakan konjungsi pada awal kalimat
mengandung nilai-nilai kehidupan
menggunakan bahasa yang sukar dipahami
diceritakan secara lisan sehingga tidak diketahui penulisnya
Hikayat banyak menggunakan kata arkais. Yang dimaksud kata arkais adalah ....
kata-kata baku
kata-kata Melayu yang sudah jarang digunakan
kata-kata yang sudah jarang digunakan
kata-kata resapan dari bahasa asing
kata-kata yang tidak terdapat di kamus
Salah satu karakteristik hikayat adalah menggunakan alur berbingkai. Yang dimaksud alur berbingkai adalah ...
alur maju
alur mundur
alur yang di dalamnya terdapat cerita yang lain
alur campuran
alur yang membahas tokoh lain
Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar khabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba dari padanya itu, itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu.
Amanat yang tersirat dalam kutipan sastra klasik tersebut adalah …
Basmilah jika melihat kejahatan
Jangan menyombongkan diri
Tunjukkanlah jika memiliki suatu kemampuan
Hendaklah menolong orang dalam kesulitan
Bersyukurlah jika mendapat pertolongan
Pengganti Hang Tuah di keraton adalah Hang Jebat. Sesungguhnya, ia menaruh dendam atas keputusan raja yang dijatuhkan kepada sahabatnya, Hang Tuah. Karena setia kepada sahabatnya, ia mengamuk di keraton. Putri-putri dan dayang-dayang diperlakukan kurang sopan sehingga banyak jugalah orang yang mati karena kerisnya, yang diberikan Hang Tuah kepadanya. Tiada seorang pun yang berani mendinginkan sehingga raja sendiri pun terlibat pula dalam kesulitan dan ketakutan.
Dari kutipan cerita di atas kita dapat mengetahui bahwa Hang Jebat berwatak ….
pemberani
baik budi
sombong
setia
kasar
Bacalah kutipan hkayat berikut!
Hatta setiap malam, Bibi Zainab yang selalu ingin mendapatkan anak raja itu, dan setiap berpamitan dengan bayan. Maka diberilah ia cerita-cerita hingga sampai 24 kisah dan 24 malam. Burung tersebut bercerita, hingga akhirnyalah Bibi Zainab pun insaf terhadap perbuatannya dan menunggu suaminya Khojan Maimum pulang dari rantauannya.
Kemustahilan yang terdapat pada teks hikayat di atas adalah ....
Burung Bayan bisa bercerita kepada Bibi Zainab.
Seorang istri yang menunggu suaminya pulang.
Seorang suami yang merantau meninggalkan istrinya.
Bibi Zainab yang ingin mendapatkan anak raja.
Bibi Zainab insaf terhadap perbuatannya.
”Janganlah adinda bertanya jua” jawab baginda dengan sedihnya. ”Pertanyaan itu hanya menambah luka Tuanku jua semata.”
”Ampun, Tuanku, orang yang arif tiada pernah putus asa sekali pun bagaimana juga cobaan yang datang ke atas dirinya. Tiada pula ia bersedih hati karena kesedihan tiada buahnya selain daripada menguruskan badan saja yang sudah ditakdirkan tiada juga akan tertolak olehnya.”
(Hikayat Kalilah dan Dimnah)
mendahulukan kepentingan umum
menghormati orang lain
menegur orang dengan bahasa yang sopan
menolong orang yang sedang menderita
membantu orang yang sedang bersedih hati
