wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

HIKAYAT X

Total questions: 85

Worksheet time: 43mins

Name
Class
Date
1.

Hikayat adalah karya sastra lama berbentuk prosa yang mengisahkan kehidupan ....


Yang bukan jawaban untuk pengertian hikayat di atas adalah ....

a)

keluarga istana

b)

kaum bangsawan

c)

orang-orang ternama

d)

orang suci di sekitar istana

e)

masyarakat umum

2.

Bacalah kutipan hkayat berikut!


Hatta setiap malam, Bibi Zainab yang selalu ingin mendapatkan anak raja itu, dan setiap berpamitan dengan bayan. Maka diberilah ia cerita-cerita hingga sampai 24 kisah dan 24 malam. Burung tersebut bercerita, hingga akhirnyalah Bibi Zainab pun insaf terhadap perbuatannya dan menunggu suaminya Khojan Maimum pulang dari rantauannya.


Kemustahilan yang terdapat pada teks hikayat di atas adalah ....

a)

Burung Bayan bisa bercerita kepada Bibi Zainab.

b)

Seorang istri yang menunggu suaminya pulang.

c)

Seorang suami yang merantau meninggalkan istrinya.

d)

Bibi Zainab yang ingin mendapatkan anak raja.

e)

Bibi Zainab insaf terhadap perbuatannya.

3.

Hatta beberapa lamanya, Tuan Puteri Sitti

Kendi pun hamillah dan bersalin dua orang putra

laki-laki. Adapun yang tua keluarnya dengan panah dan yang muda dengan pedang.


Karakteristik teks hikayat yang sesuai dengan kutipan di atas adalah ....

a)

kemustahilan dalam cerita

b)

kesaktian tokoh

c)

anonim

d)

istana sentris

e)

statis (bersifat tetap)

4.

Dengan segera Syah Peri mengeluarkan dayang-dayang itu. Tatkala Garuda itu datang, Garuda itu dibunuhnya. Maka Syah Peri pun duduklah berkasih-kasihan dengan Puteri Ratna Sari sebagai suami istri dihadap oleh segala dayang-dayang dan inang pengasuhnya.


Karakteristik teks hikayat yang sesuai dengan kutipan di atas adalah ....

a)

bersifat tradisional

b)

bersifat universal

c)

kesaktian tokoh

d)

kemustahilan

e)

istana sentris

5.

Hikayat 1001 Malam dan Hikayat Qamar al-Zaman termasuk contoh jenis hikayat ....

a)

unsur Hindhu

b)

unsur Hindhu-Islam

c)

unsur Islam

d)

sejarah

e)

rekaan

6.

Bacalah penggalan teks hikayat berikut  dengan saksama!

Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar khabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba daripadanya itu, itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu

 Nilai moral yang terdapat dalam kutipan sastra Melayu klasik tersebut adalah ....

a)

kekacauan penduduk akibat hasutan

b)

ketidakpedulian raja kepada rakyatnya

c)

kepedulian rakyat atas keselamatan rajanya

d)

kekejaman raja terhadap rakyatnya

e)

keadilan seorang raja kepada rakyatnya

7.

Bacalah penggalan teks hikayat berikut  dengan saksama!

Suatu hari, tumbuhlah sebuah tanaman di atas kubur Puteri Kuning. Sang raja heran melihatnya. "Tanaman apakah ini? Batangnya bagaikan jubah puteri, daunnya bulat berkilau bagai kalung batu hijau, bunganya putih kekuningan dan sangat wangi! Tanaman ini mengingatkanku pada Puteri Kuning. Baiklah, kuberi nama ia Kemuning.!" kata raja dengan senang. Sejak itulah bunga kemuning mendapatkan namanya. Bahkan, bunga-bunga kemuning bisa digunakan untuk mengharumkan rambut. Batangnya dipakai untuk membuat kotak-kotak yang indah, sedangkan kulit kayunya dibuat orang menjadi bedak. Setelah mati pun, Puteri Kuning masih memberikan kebaikan.

Nilai-nilai yang disampaikan teks hikayat tersebut adalah ....

a)

Nilai Religius

b)

Nilai moral

c)

Nilai Budaya

d)

Nilai Estetika

e)

Nilai Edukasi

8.

Bacalah penggalan teks hikayat berikut  dengan saksama!

Maka kata orang tua itu, “Daripada mula awalnya.” Kemudian maka dikatakannya, siapa mentuanya laki-laki dan perempuan dan di mana tempat duduknya. Maka Masyhudulhakk dengan sekalian orang banyak itu pun tahulah akan salah Bedawi itu dan kebenaran orang tua itu. Maka hendaklah disakiti oleh Masyhudulhakk akan Bedawi itu. Maka Bedawi itu pun mengakulah salahnya. Demikian juga perempuan celaka itu. Lalu didera oleh Masyhudulhakk akan Bedawi itu serta dengan perempuan celaka itu seratus kali. Kemudian maka disuruhnya tobat Bedawi itu, jangan lagi ia berbuat pekerjaan demikian itu.Maka bertambah-tambah masyhurlah arif bijaksana Masyhudulhakk itu.

Isi penggalan teks hikayat tersebut adalah ….

a)

Masyhudulhakk telah berbohong kepada orang tua itu kemudian mengakui kesalahnnya dengan meminta maaf dan bertobat. Masyarakat pun memaafkan Masyhudulhakk.

b)

Masyhudulhakk telah membantu orang tua itu menyeberangi sungai.

c)

Masyhudulhakk telah membohongi masyarakat dengan menuduh Bedawi bersalah dan menghukum Bedawi. Padahal Bedawi adalah orang yang bijak dan jujur yang selalu membantu dan menyelamatkan banyak orang.

d)

Masyhudulhakk adalah orang bijak yang menyelesaikan permasalahan orang tua itu dan Bedawi yang telah curang. Berkat kebijaksanaan Masyhudulhakk kebohongan Bedawi terbongkar sehingga Bedawi harus menerima hukuman dan bertobat.

e)

Masyhudulhakk sangat banyak jasanya terhadap Bedawi. Bedawi ditolong oleh Masyhudulhakk dari kejahatan orang tua itu yang mencoba menipu Bedawi. Untunglah Bedawi bertemu Masyhudulhakk dan diselamatkan olehnya.

9.

Bacalah penggalan teks hikayat berikut  dengan saksama!

Syahdan akan Permaisuri Kuripan pun ingin rasanya ia hendak berputera laki-laki yang baik parasnya. Maka kata permaisuri: “Kakang Aji, ingin pula rasanya kita ini peroleh anak.” Maka kata Nata: “Sungguh seperti kata Tuan; Kakanda pun demikianlah juga bila gerangan Kakang ini beroleh putera dengan pun Yayi, akan jadi ganti pun Kakang di dalam dunia ini, kalau-kalau kita kedua dikehendaki oleh Sanghyang Sukma kembali kekayangan kita.” Maka kata Permaisuri : “Kakang Aji, marilah kita menuju pada segala Dewa-dewa memohonkan kalau-kalau dianugrahkan oleh Dewa mulia raya akan kita akan anak ini.”

 Watak permaisuri  dalam kutipan tersebut adalah …

a)

takut pada suami

b)

keras hati

c)

taat beribadah

           

        

 

d)

suka berkhayal

e)

tinggi hati

10.

Bacalah penggalan teks hikayat berikut  dengan saksama!

Syahdan akan Permaisuri Kuripan pun ingin rasanya ia hendak berputera laki-laki yang baik parasnya. Maka kata permaisuri: “Kakang Aji, ingin pula rasanya kita ini peroleh anak.” Maka kata Nata: “Sungguh seperti kata Tuan; Kakanda pun demikianlah juga bila gerangan Kakang ini beroleh putera dengan pun Yayi, akan jadi ganti pun Kakang di dalam dunia ini, kalau-kalau kita kedua dikehendaki oleh Sanghyang Sukma kembali kekayangan kita.” Maka kata Permaisuri : “Kakang Aji, marilah kita menuju pada segala Dewa-dewa memohonkan kalau-kalau dianugrahkan oleh Dewa mulia raya akan kita akan anak ini.”

Amanat yang sesuai dengan isi kutipan tersebut adalah …

 

a)

Janganlah memuja dewa-dewa.

   

  

  

   

b)

Bersabarlah dalam menghadapi musibah.

c)

Bersikaplah saling menghormati antara suami isteri.

d)

Hindarilah perbuatan yang tidak terpuji.

e)

Berdoa dan berusahalah jika menginginkan sesuatu.

11.

Bacalah cuplikan teks hikayat berikut dengan saksama!

Tiba-tiba nasi itu berkumpul dan mengejar Kendi,periuk besar itu meenyerkup kepala Kendi dan nasi -- nasi itu menggigit tubuh kendi. Kendi menjerit meminta tolong.Di tempat yang berbeda nampak Buyung begitu kekenyangan. Dia hanya mampu memakan seekor ayam panggang saja Sembilan ekor ayam lagi terbiar di tempat pemanggang dan tiba-tiba terdengar ayam itu berbicara

 

Ayam-ayam :  "kenapa kamu tidak mau habiskan  kami?"

 

Buyung : " Aku sudah kenyang makan seekor pun aku sudah mual."

Majas yang digunakan pada cuplikan teks hikayat tersebut adalah ... .

a)

metafora

b)

simile

c)

hiperbola

d)

personifikasi

e)

sarkasme

12.

Bacalah cuplikan teks hikayat berikut dengan saksama!

Awang : " Janganlah kamu berdua tamak dan serakah,aku pun  juga lapar tetapi, jika ada nasi sepiring itu sudah cukup untukku.

 

(Kendi dan Buyung tertawa terbahak-bahak mendengar kata-kata Awang)

 

Kendi : ( Dengan nada mengejek)" Apa? Dengan  nasi sepiring katamu?mana boleh! Perut kita ini sangatlah lapar !"

 

Buyung : (Mengangguk tanda setuju  dengan ucapan Kendi )

Amanat yang sesuai dengan cuplikan teks hikayat tersebut adalah ... .

a)

hendaknya mendengarkan nasihat teman untuk kebaikan

b)

sebaiknya tidak terlalu cerewet kepada teman

c)

hendaknya tolong-menolong dalam kesulitan

d)

seharusnya teman yang mencemooh ditinggalkan saja

e)

janganlah mendengarkan nasihat teman

13.

Bacalah penggalan teks hikayat berikut  dengan saksama!

 

Si Miskin laki-bini dengan rupa kainnya seperti dimamah anjing itu berjalan mencari rezeki berkeliling di Negeri Antah Berantah di bawah pemerintahan Maharaja Indera Dewa. Ke mana mereka pergi selalu diburu dan diusir oleh penduduk secara beramai-ramai dengan disertai penganiayaan sehingga bengkak-bengkak dan berdarah-darah tubuhnya. Sepanjang perjalanan menangislah si Miskin berdua itu dengan sangat lapar dan dahaganya. Waktu malam tidur di hutan, siangnya berjalan mencari rezeki. Demikian seterusnya.

Nilai-nilai yang paling dominan yang terdapat pada cuplikan teks hikayat tersebut adalah ... .

a)

nilai religius

b)

nilai moral

c)

nilai estetika

d)

nilai edukasi

e)

nilai budaya

14.

Bacalah penggalan teks hikayat berikut  dengan saksama!

Setelah beberapa tahun lamanya, kedua putra mahkota itu tumbuh menjadi pemuda yang gagah. Mereka dibesarkan layaknya pangeran. Semua keperluannya dilayani oleh para pengasuh. Jika bepergian, mereka selalu mendapat pengawalan dan pelindungan dari hulubalang. Kedua pangeran mendapat pendidikan, seperti anakanak pada umumnya. Namun, sebagai pangeran yang kelak akan menggantikan ayahnya, yakni Raja Indera Bungsu, kedua putra mahkota itu mendapat pendidikan tambahan. Lalu, raja mengutus patih untuk mencari guru yang baik. Mereka dididik ilmu perang, ilmu pemerintahan, ilmu bermain senjata, dan ilmu bermain kuda. Banyak ilmu yang diperoleh mereka. Kedua putra mahkota belajar ilmu berperang dan pemerintahan, di samping tentang ilmu agama.

Karakteristik yang dominan pada pengglan teks hikayat tersebut adalah … 

 

a)

istana sentris

b)

pralogis

c)

dinamis

d)

statis

e)

kekinian

15.

Jawaban lebih dari satu!

Cermati cuplikan cerpen berikut!

“Maafkan Ibu jika selama ini keras padamu Diah! Kau benar ... Ibu memang

picik! Itu karena Ibu tak ingin kau terluka. Ibu tak ingin kau kecewa. Itu sebabnya Ibu

tak pernah memujimu. Kau harus punya hati sekeras baja untuk menapaki hidup. Ibu

ingin anak bungsu Ibu menjadi sosok yang berbeda seperti rembulan merah jambu,

bukan kuning keemasan seperti yang kita lihat.”

Pada cuplikan cerpen tersebut terdapat majas ... .

a)

metafora

b)

simile

c)

personifikasi

d)

hiperbola

e)

sarkasme

16.

Bacalah penggalan teks hikayat berikut  dengan saksama!

Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar khabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba daripadanya itu, itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu.

Amanat yang tersirat dalam penggalan teks hikayat tersebut adalah ….

a)

Basmilah jika melihat kejahatan

 

b)

Jangan menyombongkan diri

c)

Tunjukkanlah jika memiliki suatu kemampuan

d)

Hendaklah menolong orang yang dalam kesulitan

e)

Bersyukurlah jika mendapat pertolongan

17.

Apa bahasa yang digunakan dalam sebuah karya sastra hikayat?

a)

Jawa

b)

Sunda

c)

Melayu

d)

Inggris

18.

Bacalah sepenggal hikayat berikut ini untuk menjawab soal !

Alkisah, ini hikayat orang dahulu kala. Diceritakan orang yang empunya cerita ini kisah pelanduk jenaka pri bijaksana pandai ia berbuat dusta segala binatang di dalam hutan rimba belantara. Demikianlah bunyinya, sekali peristiwa ada seekor pelanduk, maka ia duduk kepada suatu rimba hampir dengan Gunung Indrakila namanya disebut orang dan padang itupun … luasnya. Maka, banyaklah pada tempat itu segala binatang marga satwa sekaliannya berhimpun di sana.

Judul yang sesuai untuk penggalan hikayat di atas adalah ….

a)

Hikayat pelanduk jenaka

b)

Hikayat Orang Dahulu Kata

c)

Hikayat Gunung Indrakila   

d)

Hikayat Si Pendusta

e)

Hikayat seekor binatang

19.

Ditambahkannya bahwa Raja Kabir sudah membuat rencana bahwa barang siapa yang berhasil untuk membunuh Buraksa itu akan dinikahkan bersama anak perempuannya yang memiliki paras elok. Sebanyak sembilan dari anak raja sudah ada di dalam negeri itu.

Ciri dominan yang terdapat di dalam kutipan teks hikayat di atas yaitu…..

a)

anonim

b)

kesaktian

c)

istana sentris

d)

kemustahilan

e)

logis

20.

Cermati kutipan tersebut berikut!

Istri sang raja sudah meninggal ketika melahirkan anaknya yang bungsu sehingga anak sang raja diasuh oleh inang pengasuh. Putri-putri raja menjadi manja dan nakal. Mereka hanya suka bermain di danau. Mereka tak mau belajar dan juga tak mau membantu ayah mereka.

Ada dua nilai yang terkandung dalam kutipan tersebut, yaitu nilai .…

a)

sosial dan moral.

b)

agama dan mora

c)

budaya dan sosial.

d)

edukasi dan sosial.

e)

edukasi dan moral.

21.

3. Hal yang membuat teks hikayat tidak diketahui pengarangnya adalah karena teks hikayat ....

a)

a. berupa cerita rekaan

b)

b. bertujuan menghibur

c)

c. merupakan cerita pelipur lara

d)

d. diceritakan dari mulut ke mulut

e)

e. hanya berkembang dilingkungan istana

22.

4. Berikut yang merupakan kaidah kebahasaan teks hikayat adalah menggunakan ...

a)

a. majas sindiran

b)

b. kalimat tunggal

c)

c. kalimat imperatif

d)

d. kalimat persuasif

e)

e. konjungsi urutan waktu

23.

5. Karya sastra lama dengan bentuk prosa yang banyak menceritakan mengenai bagaimana kehidupan di sekitar kerajaan dinamakan…..

a)

a. Fabel

b)

b. Teks Persuasif

c)

c. Dongeng

d)

d. Hikayat

e)

e. Fiksi

24.

6. Ditambahkannya bahwa Raja Kabir sudah membuat rencana bahwa barang siapa yang berhasil untuk membunuh Buraksa itu akan dinikahkan bersama anak perempuannya yang memiliki paras elok. Sebanyak sembilan dari anak raja sudah ada di dalam negeri itu.

Ciri dominan yang terdapat di dalam kutipan teks hikayat di atas yaitu…..

a)

a. istanasentris

b)

b. kesaktian

c)

c. anonim

d)

d. logis

e)

e. kemustahilan

25.

Hikayat adalah karya sastra lama berbentuk prosa yang mengisahkan kehidupan ....


Yang bukan jawaban untuk pengertian hikayat di atas adalah ....

a)

keluarga istana

b)

kaum bangsawan

c)

orang-orang ternama

d)

orang suci di sekitar istana

e)

masyarakat umum

26.

Cerita Melayu Klasik yang menonjolkan unsur penceritaan berciri kemustahilan dan kesaktian tokoh-tokohnya disebut ....

a)

dongeng

b)

legenda

c)

fabel

d)

hikayat

e)

sage

27.

Seperti halnya cerita rakyat yang lain, teks hikayat juga tidak memiliki nama pengarang yang disebut dengan istilah (a)  

28.

Bacalah kutipan hikayat berikut!


Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian.


Nilai yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah (a)  

29.

Bacalah kutipan hkayat berikut!


Hatta setiap malam, Bibi Zainab yang selalu ingin mendapatkan anak raja itu, dan setiap berpamitan dengan bayan. Maka diberilah ia cerita-cerita hingga sampai 24 kisah dan 24 malam. Burung tersebut bercerita, hingga akhirnyalah Bibi Zainab pun insaf terhadap perbuatannya dan menunggu suaminya Khojan Maimum pulang dari rantauannya.


Kemustahilan yang terdapat pada teks hikayat di atas adalah ....

a)

Burung Bayan bisa bercerita kepada Bibi Zainab.

b)

Seorang istri yang menunggu suaminya pulang.

c)

Seorang suami yang merantau meninggalkan istrinya.

d)

Bibi Zainab yang ingin mendapatkan anak raja.

e)

Bibi Zainab insaf terhadap perbuatannya.

30.

Hikayat seringkali bertema dan berlatar kerajaan yang disebut dengan istilah ...

(a)  

31.

Hatta beberapa lamanya, Tuan Puteri Sitti

Kendi pun hamillah dan bersalin dua orang putra

laki-laki. Adapun yang tua keluarnya dengan panah dan yang muda dengan pedang.


Karakteristik teks hikayat yang sesuai dengan kutipan di atas adalah ....

a)

kemustahilan dalam cerita

b)

kesaktian tokoh

c)

anonim

d)

istana sentris

e)

statis (bersifat tetap)

32.

Dengan segera Syah Peri mengeluarkan dayang-dayang itu. Tatkala Garuda itu datang, Garuda itu dibunuhnya. Maka Syah Peri pun duduklah berkasih-kasihan dengan Puteri Ratna Sari sebagai suami istri dihadap oleh segala dayang-dayang dan inang pengasuhnya.


Karakteristik teks hikayat yang sesuai dengan kutipan di atas adalah ....

a)

bersifat tradisional

b)

bersifat universal

c)

kesaktian tokoh

d)

kemustahilan

e)

istana sentris

33.

Maka adalah seorang miskin laki bini berjalan mencari riskinya berkeliling negara antah-berantah. Adapun nama raja di dalam negara itu Maharaja Indera Dewa. Namanya terlalu amat besar kerajaan baginda itu. Beberapa raja-raja di tanah Dewa itu takluk kepada baginda dan mengantar upeti kepada baginda pada tiap-tiap tahun.


Unsur intrinsik yang dominan diceritakan dalam kutipan hikayat di atas adalah ....

a)

tokoh dan penokohan

b)

alur

c)

amanat

d)

latar

e)

tema

34.

Hikayat 1001 Malam dan Hikayat Qamar al-Zaman termasuk contoh jenis hikayat ....

a)

unsur Hindhu

b)

unsur Hindhu-Islam

c)

unsur Islam

d)

sejarah

e)

rekaan

35.

Hikayat berasal dari bahasa arab yakni "haka" yang artinya...

a)

Kisah

b)

Dongeng

c)

Bercerita

d)

Sastra

36.

Maka anakanda yang mulia baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya.

a)

Nilai agama

b)

Nilai sosial

c)

Nilai estetika

d)

Nilai budaya

e)

Nilai pendidikan

37.

Hikayat adalah salah satu jenis cerita rakyat yang disajikan dengan menonjolkan unsur penceritaan berciri....

a)

cerita yang dibuat-buat oleh pengarangnya

b)

kepandaian dan kecerdasan tokoh-tokohnya

c)

kesaktian dan keunggulan ceritanya

d)

kemustahilan dan kesaktian tokoh-tokohnya

e)

kemustahilan dan kepandaian tokoh-tokohnya

38.

Bacalah sepenggal hikayat berikut ini untuk menjawab soal !

Alkisah, ini hikayat orang dahulu kala. Diceritakan orang yang empunya cerita ini kisah pelanduk jenaka pri bijaksana pandai ia berbuat dusta segala binatang di dalam hutan rimba belantara. Demikianlah bunyinya, sekali peristiwa ada seekor pelanduk, maka ia duduk kepada suatu rimba hampir dengan Gunung Indrakila namanya disebut orang dan padang itupun … luasnya. Maka, banyaklah pada tempat itu segala binatang marga satwa sekaliannya berhimpun di sana.

Judul yang sesuai untuk penggalan hikayat di atas adalah ….

a)

Hikayat pelanduk jenaka

b)

Hikayat Orang Dahulu Kata

c)

Hikayat Gunung Indrakila   

d)

Hikayat Si Pendusta

e)

Hikayat seekor binatang

39.

Penggalan hikayat di atas menggunakan sudut pandang….

a)

Orang pertama

b)

Orang ke dua

c)

Orang ke tiga

d)

Orang pertama pelaku sampingan

e)

Orang pertama pelaku utama

40.

Latar tempat dari penggalan hikayat tersebut adalah….   

a)

Gunung Indrakila

b)

Goa

c)

Hutan Rimba

d)

Padang Rumput

e)

Marga Satwa

41.

Ditambahkannya bahwa Raja Kabir sudah membuat rencana bahwa barang siapa yang berhasil untuk membunuh Buraksa itu akan dinikahkan bersama anak perempuannya yang memiliki paras elok. Sebanyak sembilan dari anak raja sudah ada di dalam negeri itu.

Ciri dominan yang terdapat di dalam kutipan teks hikayat di atas yaitu…..

a)

anonim

b)

kesaktian

c)

istana sentris

d)

kemustahilan

e)

logis

42.

Watuwe lalu mengingatkan agar Towjatuwa dan keturunannya tidak membunuh dan memakan daging buaya. Apabila larangan itu dilanggar maka Towjatuwa dan keturunannya akan mati. Sejak saat itu Towjatuwa dan anak keturunannya berjanji untuk melindungi binatang yang berada disekitar sungai Tami dan para pemburu.

pesan moral yang terdapat pada cerita tersebut adalah........

a)

Harusnya orang makan daging

b)

kita harus pandai membahagiakan orang lain

c)

pentingnya menempati janji

d)

harus menghormati orang lain

e)

hendaknya memilih keluarga yang bisa memberikan keturunan

43.

Bentuk karya sastra lama dalam bentuk prosa, adalah...........

a)

Hikayat

b)

Cerpen

c)

Negosiasi

d)

Debat

e)

Deskripsi

44.

Cermati kutipan tersebut berikut!

Istri sang raja sudah meninggal ketika melahirkan anaknya yang bungsu sehingga anak sang raja diasuh oleh inang pengasuh. Putri-putri raja menjadi manja dan nakal. Mereka hanya suka bermain di danau. Mereka tak mau belajar dan juga tak mau membantu ayah mereka.

Ada dua nilai yang terkandung dalam kutipan tersebut, yaitu nilai .…

a)

sosial dan moral.

b)

agama dan mora

c)

budaya dan sosial.

d)

edukasi dan sosial.

e)

edukasi dan moral.

45.

Cermati kutipan berikut ini !

Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar kabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba dari padanya itu. Itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu.

Nilai moral yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah ….

a)

kekejaman raja terhadap rakyatnya

b)

kekacauan penduduk akibat hasutan

c)

keadilan seorang raja kepada rakyatnya 

d)

ketidakpedulian raja kepada rakyatnya

e)

kepedulian rakyat atas keselamatan rajanya

46.

Cermati kutipan tersebut berikut! Istri sang raja sudah meninggal ketika melahirkan anaknya yang bungsu sehingga anak sang raja diasuh oleh inang pengasuh. Putri-putri raja menjadi manja dan nakal. Mereka hanya suka bermain di danau. Mereka tak mau belajar dan juga tak mau membantu ayah mereka. Ada dua nilai yang terkandung dalam kutipan tersebut, yaitu nilai .…

a)

sosial dan moral.

b)

agama dan moral.

c)

budaya dan sosial

d)

edukasi dan moral.

e)

Budaya dan Edukasi

47.

Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar kabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba dari padanya itu. Itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu. Amanat yang tersirat dalam kutipan hikayat tersebut adalah ....

a)

Tunjukkanlah jika memiliki suatu kemampuan

b)

Hendaklah menolong orang yang dalam kesulitan

c)

Lihatlah terlebih dahulu musuh yang akan dihadapi.

d)

Bersyukurlah jika mendapat pertolongan dari seseorang.

e)

Melihat sesuatu dengan cermat sebelum bertindak

48.

Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar kabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba dari padanya itu. Itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu. Nilai moral yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah ….

a)

Kekejaman raja terhadap rakyatnya

b)

Kekacauan penduduk akibat hasutan

c)

Kepedulian rakyat atas keselamatan rajanya

d)

Keadilan seorang raja kepada rakyatnya

e)

Ketakutan rakyat atas kebijakan rajanya

49.

Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar kabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba dari padanya itu. Itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu. Kalimat dalam kutipan tersebut yang menunjukkan kata-kata arkais adalah ….

a)

diam dan tuan

b)

rimba dan akal

c)

raja dan tamasya

d)

hamba dan buraksa

e)

Rimba dan Buraksa

50.

Raja memang sudah mencari-cari kalung batu kuning di berbagai negeri, namun benda itu tak pernah ditemukannya. "Sudahlah Ayah, tak mengapa. Batu hijau pun cantik! Lihat, serasi benar dengan bajuku yang berwarna kuning," kata Puteri Kuning dengan lemah lembut. "Yang penting, ayah sudah kembali. Akan kubuatkan teh hangat untuk ayah," ucapnya lagi. Ketika Puteri Kuning sedang membuat teh, kakak-kakaknya berdatangan. Mereka ribut mencari hadiah dan saling memamerkannya. Bukti yang mendukung bahwa kutipan tersebut terkandung nilai moral adalah...

a)

Raja mencari hadiah untuk anak-anaknya.

b)

Membelikan tanda mata untuk anak-anaknya.

c)

seorang anak membuatkan teh untuk ayahnya.

d)

sebagai saudara harus saling terbuka dan empati.

e)

Saduara semestinya membantu yang lemah

51.

Pengganti Hang Tuah di keraton adalah Hang Jebat. Sesungguhnya, ia menaruh dendam atas keputusan raja yang dijatuhkan kepada sahabatnya, Hang Tuah. Karena setia kepada sahabatnya, ia mengamuk di keraton. Putri-putri dan dayang-dayang diperlakukan kurang sopan sehingga banyak jugalah orang yang mati karena kerisnya, yang diberikan Hang Tuah kepadanya. Tiada seorang pun yang berani mendinginkan sehingga raja sendiri pun terlibat pula dalam kesulitan dan ketakutan.Dari kutipan cerita di atas kita dapat mengetahui bahwa Hang  Jebat berwatak ….

a)

Pemberani

b)

Kasar

c)

Sombong           

d)

  Baik budi

e)

Angkuh

52.

Diambilnya pisau, lalu ditorehnya gendang itu. Maka Putri Ratna Sari keluar dari gendang itu.Karakteristik hikayat pada penggalan teks di atas yaitu...

a)

Kemustahilan

b)

Kesaktian

c)

Anonim

d)

Istana sentris

e)

Sinistesia

53.

Hikayat adalah salah satu jenis cerita rakyat yang disajikan dengan menonjolkan unsur penceritaan berciri....

a)

cerita yang dibuat-buat oleh pengarangnya

b)

kepandaian dan kecerdasan tokoh-tokohnya

c)

kesaktian dan keunggulan ceritanya

d)

kemustahilan dan kesaktian tokoh-tokohnya

e)

kemustahilan dan kepandaian tokoh-tokohnya

54.

Bacalah sepenggal hikayat berikut ini untuk menjawab soal !

Alkisah, ini hikayat orang dahulu kala. Diceritakan orang yang empunya cerita ini kisah pelanduk jenaka pri bijaksana pandai ia berbuat dusta segala binatang di dalam hutan rimba belantara. Demikianlah bunyinya, sekali peristiwa ada seekor pelanduk, maka ia duduk kepada suatu rimba hampir dengan Gunung Indrakila namanya disebut orang dan padang itupun … luasnya. Maka, banyaklah pada tempat itu segala binatang marga satwa sekaliannya berhimpun di sana.

Judul yang sesuai untuk penggalan hikayat di atas adalah ….

a)

Hikayat pelanduk jenaka

b)

Hikayat Orang Dahulu Kata

c)

Hikayat Gunung Indrakila   

d)

Hikayat Si Pendusta

e)

Hikayat seekor binatang

55.

Ditambahkannya bahwa Raja Kabir sudah membuat rencana bahwa barang siapa yang berhasil untuk membunuh Buraksa itu akan dinikahkan bersama anak perempuannya yang memiliki paras elok. Sebanyak sembilan dari anak raja sudah ada di dalam negeri itu.

Ciri dominan yang terdapat di dalam kutipan teks hikayat di atas yaitu…..

a)

anonim

b)

kesaktian

c)

istana sentris

d)

kemustahilan

e)

logis

56.

Watuwe lalu mengingatkan agar Towjatuwa dan keturunannya tidak membunuh dan memakan daging buaya. Apabila larangan itu dilanggar maka Towjatuwa dan keturunannya akan mati. Sejak saat itu Towjatuwa dan anak keturunannya berjanji untuk melindungi binatang yang berada disekitar sungai Tami dan para pemburu.

pesan moral yang terdapat pada cerita tersebut adalah........

a)

Harusnya orang makan daging

b)

kita harus pandai membahagiakan orang lain

c)

pentingnya menempati janji

d)

harus menghormati orang lain

e)

hendaknya memilih keluarga yang bisa memberikan keturunan

57.

Maka diberi oleh perempuan itu segala bekal-bekal itu. Setelah sudah maka dibawanyalah perempuan itu diseberangkan oleh Bedawi itu. Syahdan maka pura-pura diperdalamnya air itu, supaya dikata oleh si bungkuk air itu dalam.

Sumber teks: http://abdsyawal.blogspot.co.id/

Kata yang digarisbawahi pada penggalan hikayat di atas menggunakan majas...

a)

antonomasia

b)

alegori

c)

perumpamaan

d)

simile

e)

metafora

58.

Maka tiadalah terjawab oleh laki-laki itu. Maka disuruh oleh Masyhudulhakk jauhkan laki-laki Bedawi itu. Setelah itu maka dipanggilnya pula orang tua itu. Maka kata Masyhudulhakk, "Hai orang tua, sungguhlah perempuan itu istrimu sebenar-benamya?"


Konjungsi yang menyatakan urutan waktu atau peristiwa pada penggalan hikayat di atas adalah...

a)

kemudian

b)

lalu

c)

maka

d)

setelah itu

e)

selanjutnya

59.

Setelah tiba di istana, Baginda Raja menyambut Abu Nawas dengan sebuah senyuman. “Akhir-akhir ini aku sering mendapat gangguan perut. Kata tabib pribadiku, aku kena serangan angin.” kata Baginda Raja memulai pembicaraan.

“Ampun Tuanku, apa yang bisa hamba lakukan hingga hamba dipanggil.” tanya Abu Nawas.

“Aku hanya menginginkan engkau menangkap angin dan memenjarakannya.” kata Baginda.


Majas yang digunakan pada penggalan hikayat di atas adalah...

a)

metafora

b)

alegori

c)

antonomasia

d)

personifikasi

e)

simile

60.

Adalah sebuah kolam yang amat elok. Di tepi kolam itu adalah dua ekor burung diam. Kedua burung itupun bersahabat dengan seekor kura-kura. Maka beberapa lamanya dengan hal yang demikian itu datanglah kemarau. Maka air kolam itu keringlah.maka berkatalah burung itu kepada sahabatnya kura-kura itu.”Hai sahabatku. Apakah hal kami sekarang karena air kolam ini telah keringlah. Baikla kami berpindah kepada kolam yang lain supaya dapat kami mencari makan di sana. Tetapi susah kami meninggalkan tuan hamba di sini. Sebab itu biarlah kami bawa tuan hamba dan kami lepaskan kepada tempat berair supaya senang hati kami. Hendakpun kami menerbangkan tuan hamba tiada boleh karena kulit tuan hamba itu terlalu keras, tiada dapat kami pagut. Akan tetapi adalah suatu bicara kami, kami bawa suatu kayu tuan hamba gigitlah pada sama tengah kayu itu. Maka kami terbangkan seorang suatu penjuru. Tetapi jangan tuan hamba bukakan mulut dari pada kayu itu.

Maka sahut kura-kura,”Baiklah, mana kata tuan hamba hemba turutlah.”

Maka dibawalah oleh burung itu sepotong kayu, maka digigitlah oleh kura-kura itu maka oleh burung itu diterbangkanlah seorang suatu penjuru. Setelah sampai burung itu terbang ke atas kampung orang maka heranlah segala orang melihat hal itu, kura-kura terbang di tengah-tengah dan dua ekor burung pada kiri kanannya. Maka sekalian orang itu pun bersoraklah serta menepuk-nepuk tangannya. Apabila didengar kura-kura akan bunyi orang riuh rendah, maka katanya kura-kura, “Apa sebabnya maka orang itu semuanya bersorak?” Demi dibukanya mulutnya, maka jatuhlah ia ke bumi lalu mati. (Penjedar Sastra, Dr.C. Hooykaas)

Hal utama yang diceritakan dalam hikayat di atas adalah ... .

a)

Dua ekor burung yang berbuat baik kepada seekor kura-kura

b)

Kura-kura yang celaka akibat tidak patuh pada kesepakatan

c)

Kecerdikan dua ekor burung dalam memindahkan kura-kura

d)

Kekaguman orang-orang kepada kura-kura yang diterbangkan dua ekor burung

e)

Persahabatan antara burang dan kura-kura

61.

Ketika tubuhnya digerogoti penyakit dengan enteng orang miskin itu melenggang ke rumah sakit. Ia menyerahkan Kartu Tanda Miskin pada suster jaga. Karena banyak bangsal kosong, suster itu menyuruhnya menunggu di lorong.”begitulah enaknya jadi orang miskin,” batinnya,”dapat fasilitas gratis tidur di lantai.” Dan orang miskin itu dibiarkan menunggu berhari-hari.


Permasalahan pada kutipan cerpen di atas adalah …

a)

Tubuhnya digerogoti penyakit

b)

Buruknya pelayanan rumah sakit

c)

Susahnya menjadi orang miskin

d)

Banyak bangsal yang kosong

e)

Tidak mendapat fasilitas gratis

62.

Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda. “Kenang-kenangan” oleh Abdul Gani A.K.

Amanat dalam penggalan cerpen tersebut adalah ….

a)

Jangan cepat menyerah pada keadaan bagaimanapun juga.

b)

Jangan membuang waktu selagi masih ada waktu.

c)

Sebaiknya kita menyesuaikan diri dengan keadaan.

d)

Jangan lupa diri bila menguasai bahasa orang

e)

Jangan mudah dipengaruhi oleh orang lain.

63.

Hikayat termasuk ke dalam jenis teks ....

a)

narasi

b)

prosedur

c)

laporan

d)

eksposisi

e)

deskripsi

64.

Hikayat banyak menggunakan kata arkais. Yang dimaksud kata arkais adalah ....

a)

kata-kata baku

b)

kata-kata Melayu yang sudah jarang digunakan

c)

kata-kata yang sudah jarang digunakan

d)

kata-kata resapan dari bahasa asing

e)

kata-kata yang tidak terdapat di kamus

65.

”Janganlah adinda bertanya jua” jawab baginda dengan sedihnya. ”Pertanyaan itu hanya menambah luka Tuanku jua semata.”

”Ampun, Tuanku, orang yang arif tiada pernah putus asa sekali pun bagaimana juga cobaan yang datang ke atas dirinya. Tiada pula ia bersedih hati karena kesedihan tiada buahnya selain daripada menguruskan badan saja yang sudah ditakdirkan tiada juga akan tertolak olehnya.”

(Hikayat Kalilah dan Dimnah)

a)

mendahulukan kepentingan umum

b)

menghormati orang lain

c)

menegur orang dengan bahasa yang sopan

d)

menolong orang yang sedang menderita

e)

membantu orang yang sedang bersedih hati

66.

Adapun Raja Kabir itu takluk kepada Buraksa dan akan menyerahkan putrinya, Puteri Kemala Sari sebagai upeti. Kalau tiada demikian, negeri itu akan dibinasakan oleh Buraksa. Ditambahkannya bahwa Raja Kabir sudah mencanangkan bahwa barang siapa yang dapat membunuh Buraksa itu akan dinikahkan dengan anak perempuannya yang terlalu elok parasnya itu. Hatta berapa lamanya Puteri Kemala Sari pun sakit mata, terlalu sangat. Para ahli nujum mengatakan hanya air susu harimau yang beranak mudalah yang dapat menyembuhkan penyakit itu.

Sumber teks: Buku Kesusastraan Melayu Klasik

Kata-kata arkais yang ditemukan pada teks diatas adalah...

a)

upeti dan hatta

b)

upeti, hatta, dan nujum

c)

raja, elok, dan nujum

d)

elok dan nujum

e)

upeti, putri, dan nujum

67.

Diambilnya pisau, lalu ditorehnya gendang itu. Maka Putri Ratna Sari keluar dari gendang itu.

Sumber teks: Kesusastraan Melayu Klasik dengan penyesuaian

Karakteristik hikayat pada penggalan teks di atas yaitu...

a)

kemustahilan

b)

kesaktian

c)

istana sentris

d)

anonim

e)

bahasa

68.

Maka diberi oleh perempuan itu segala bekal-bekal itu. Setelah sudah maka dibawanyalah perempuan itu diseberangkan oleh Bedawi itu. Syahdan maka pura-pura diperdalamnya air itu, supaya dikata oleh si bungkuk air itu dalam.

Sumber teks: http://abdsyawal.blogspot.co.id/

Kata yang digarisbawahi pada penggalan hikayat di atas menggunakan majas...

a)

antonomasia

b)

alegori

c)

perumpamaan

d)

simile

e)

metafora

69.

Maka tiadalah terjawab oleh laki-laki itu. Maka disuruh oleh Masyhudulhakk jauhkan laki-laki Bedawi itu. Setelah itu maka dipanggilnya pula orang tua itu. Maka kata Masyhudulhakk, "Hai orang tua, sungguhlah perempuan itu istrimu sebenar-benamya?"


Konjungsi yang menyatakan urutan waktu atau peristiwa pada penggalan hikayat di atas adalah...

a)

kemudian

b)

lalu

c)

maka

d)

setelah itu

e)

selanjutnya

70.

Setelah tiba di istana, Baginda Raja menyambut Abu Nawas dengan sebuah senyuman. “Akhir-akhir ini aku sering mendapat gangguan perut. Kata tabib pribadiku, aku kena serangan angin.” kata Baginda Raja memulai pembicaraan.

“Ampun Tuanku, apa yang bisa hamba lakukan hingga hamba dipanggil.” tanya Abu Nawas.

“Aku hanya menginginkan engkau menangkap angin dan memenjarakannya.” kata Baginda.


Majas yang digunakan pada penggalan hikayat di atas adalah...

a)

metafora

b)

alegori

c)

antonomasia

d)

personifikasi

e)

simile

71.

Adalah sebuah kolam yang amat elok. Di tepi kolam itu adalah dua ekor burung diam. Kedua burung itupun bersahabat dengan seekor kura-kura. Maka beberapa lamanya dengan hal yang demikian itu datanglah kemarau. Maka air kolam itu keringlah.maka berkatalah burung itu kepada sahabatnya kura-kura itu.”Hai sahabatku. Apakah hal kami sekarang karena air kolam ini telah keringlah. Baikla kami berpindah kepada kolam yang lain supaya dapat kami mencari makan di sana. Tetapi susah kami meninggalkan tuan hamba di sini. Sebab itu biarlah kami bawa tuan hamba dan kami lepaskan kepada tempat berair supaya senang hati kami. Hendakpun kami menerbangkan tuan hamba tiada boleh karena kulit tuan hamba itu terlalu keras, tiada dapat kami pagut. Akan tetapi adalah suatu bicara kami, kami bawa suatu kayu tuan hamba gigitlah pada sama tengah kayu itu. Maka kami terbangkan seorang suatu penjuru. Tetapi jangan tuan hamba bukakan mulut dari pada kayu itu.

Maka sahut kura-kura,”Baiklah, mana kata tuan hamba hemba turutlah.”

Maka dibawalah oleh burung itu sepotong kayu, maka digigitlah oleh kura-kura itu maka oleh burung itu diterbangkanlah seorang suatu penjuru. Setelah sampai burung itu terbang ke atas kampung orang maka heranlah segala orang melihat hal itu, kura-kura terbang di tengah-tengah dan dua ekor burung pada kiri kanannya. Maka sekalian orang itu pun bersoraklah serta menepuk-nepuk tangannya. Apabila didengar kura-kura akan bunyi orang riuh rendah, maka katanya kura-kura, “Apa sebabnya maka orang itu semuanya bersorak?” Demi dibukanya mulutnya, maka jatuhlah ia ke bumi lalu mati. (Penjedar Sastra, Dr.C. Hooykaas)

Karakteristik sastra Melayu Klasik yang paling dominan dalam hikayat di atas adalah ... .

a)

tema

b)

latar

c)

sudut pandang

d)

tokoh

e)

alur

72.

Adalah sebuah kolam yang amat elok. Di tepi kolam itu adalah dua ekor burung diam. Kedua burung itupun bersahabat dengan seekor kura-kura. Maka beberapa lamanya dengan hal yang demikian itu datanglah kemarau. Maka air kolam itu keringlah.maka berkatalah burung itu kepada sahabatnya kura-kura itu.”Hai sahabatku. Apakah hal kami sekarang karena air kolam ini telah keringlah. Baikla kami berpindah kepada kolam yang lain supaya dapat kami mencari makan di sana. Tetapi susah kami meninggalkan tuan hamba di sini. Sebab itu biarlah kami bawa tuan hamba dan kami lepaskan kepada tempat berair supaya senang hati kami. Hendakpun kami menerbangkan tuan hamba tiada boleh karena kulit tuan hamba itu terlalu keras, tiada dapat kami pagut. Akan tetapi adalah suatu bicara kami, kami bawa suatu kayu tuan hamba gigitlah pada sama tengah kayu itu. Maka kami terbangkan seorang suatu penjuru. Tetapi jangan tuan hamba bukakan mulut dari pada kayu itu.

Maka sahut kura-kura,”Baiklah, mana kata tuan hamba hemba turutlah.”

Maka dibawalah oleh burung itu sepotong kayu, maka digigitlah oleh kura-kura itu maka oleh burung itu diterbangkanlah seorang suatu penjuru. Setelah sampai burung itu terbang ke atas kampung orang maka heranlah segala orang melihat hal itu, kura-kura terbang di tengah-tengah dan dua ekor burung pada kiri kanannya. Maka sekalian orang itu pun bersoraklah serta menepuk-nepuk tangannya. Apabila didengar kura-kura akan bunyi orang riuh rendah, maka katanya kura-kura, “Apa sebabnya maka orang itu semuanya bersorak?” Demi dibukanya mulutnya, maka jatuhlah ia ke bumi lalu mati. (Penjedar Sastra, Dr.C. Hooykaas)

Hal utama yang diceritakan dalam hikayat di atas adalah ... .

a)

Dua ekor burung yang berbuat baik kepada seekor kura-kura

b)

Kura-kura yang celaka akibat tidak patuh pada kesepakatan

c)

Kecerdikan dua ekor burung dalam memindahkan kura-kura

d)

Kekaguman orang-orang kepada kura-kura yang diterbangkan dua ekor burung

e)

Persahabatan antara burang dan kura-kura

73.

Adalah sebuah kolam yang amat elok. Di tepi kolam itu adalah dua ekor burung diam. Kedua burung itupun bersahabat dengan seekor kura-kura. Maka beberapa lamanya dengan hal yang demikian itu datanglah kemarau. Maka air kolam itu keringlah.maka berkatalah burung itu kepada sahabatnya kura-kura itu.”Hai sahabatku. Apakah hal kami sekarang karena air kolam ini telah keringlah. Baikla kami berpindah kepada kolam yang lain supaya dapat kami mencari makan di sana. Tetapi susah kami meninggalkan tuan hamba di sini. Sebab itu biarlah kami bawa tuan hamba dan kami lepaskan kepada tempat berair supaya senang hati kami. Hendakpun kami menerbangkan tuan hamba tiada boleh karena kulit tuan hamba itu terlalu keras, tiada dapat kami pagut. Akan tetapi adalah suatu bicara kami, kami bawa suatu kayu tuan hamba gigitlah pada sama tengah kayu itu. Maka kami terbangkan seorang suatu penjuru. Tetapi jangan tuan hamba bukakan mulut dari pada kayu itu.

Maka sahut kura-kura,”Baiklah, mana kata tuan hamba hemba turutlah.”

Maka dibawalah oleh burung itu sepotong kayu, maka digigitlah oleh kura-kura itu maka oleh burung itu diterbangkanlah seorang suatu penjuru. Setelah sampai burung itu terbang ke atas kampung orang maka heranlah segala orang melihat hal itu, kura-kura terbang di tengah-tengah dan dua ekor burung pada kiri kanannya. Maka sekalian orang itu pun bersoraklah serta menepuk-nepuk tangannya. Apabila didengar kura-kura akan bunyi orang riuh rendah, maka katanya kura-kura, “Apa sebabnya maka orang itu semuanya bersorak?” Demi dibukanya mulutnya, maka jatuhlah ia ke bumi lalu mati. (Penjedar Sastra, Dr.C. Hooykaas)


Nilai moral yang terdapat dalam hikayat di atas adalah ... .

a)

Saling menolong terutama pada musim kemarau

b)

Menjalin kerja sama merupakan kunci dari persahabatan

c)

Mencari siasat dalam melakukan suatu pekerjaan

d)

Manjalin persahabatan dengan siapa pun.

e)

Pentingnya menaati kesepakatan agar tidak celaka

74.

Ketika tubuhnya digerogoti penyakit dengan enteng orang miskin itu melenggang ke rumah sakit. Ia menyerahkan Kartu Tanda Miskin pada suster jaga. Karena banyak bangsal kosong, suster itu menyuruhnya menunggu di lorong.”begitulah enaknya jadi orang miskin,” batinnya,”dapat fasilitas gratis tidur di lantai.” Dan orang miskin itu dibiarkan menunggu berhari-hari.


Permasalahan pada kutipan cerpen di atas adalah …

a)

Tubuhnya digerogoti penyakit

b)

Buruknya pelayanan rumah sakit

c)

Susahnya menjadi orang miskin

d)

Banyak bangsal yang kosong

e)

Tidak mendapat fasilitas gratis

75.

Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda. “Kenang-kenangan” oleh Abdul Gani A.K.

Amanat dalam penggalan cerpen tersebut adalah ….

a)

Jangan cepat menyerah pada keadaan bagaimanapun juga.

b)

Jangan membuang waktu selagi masih ada waktu.

c)

Sebaiknya kita menyesuaikan diri dengan keadaan.

d)

Jangan lupa diri bila menguasai bahasa orang

e)

Jangan mudah dipengaruhi oleh orang lain.

76.

Bila ada yang bertanya , siapa makhluk paling kikir di kampung itu, tidak akan ada yang menyanggah bahwa perempuan ringkih yang punggungnya telah melengkung serupa sabut kelapa itulah jawabannya. Semula ia hanya dipanggil Banun. Namun, lantaran sifat kikirnya dari tahun ke tahun semakin mengakar; pada sebuah pergunjingan yang penuh kedengkian, seseorang menambahkan kata kikir di belakang nama ringkas itu, hingga ia ternobat sebagai Banun Kikir. Konon, hingga riwayat ini disiarkan, belum ada yang sanggup menumbangkan rekor kekikiran Banun.

Pernyataan yang sesuai dengan teks cerpen di atas adalah …

a)

Banun menobatkan diri sebagai orang kikir

b)

Predikat Banun Kikir didasari kedengkian

c)

Banun tidak pernah tahu rekor kikir itu

d)

Banun tidaklah kikir tetapi hemat

e)

Tidak ada yang pernah bertanya tentang Banun

77.

Hikayat termasuk ke dalam jenis teks ....

a)

narasi

b)

prosedur

c)

laporan

d)

eksposisi

e)

deskripsi

78.

Manakah yang bukan termasuk karakteristik hikayat?

a)

kemustahilan

b)

kesaktian tokoh-tokohnya

c)

anonim

d)

keunikan

e)

menggunakan alur berbingkai/ cerita berbingkai.

79.

Ciri bahasa yang dominan pada hikayat adalah ...

a)

menggunakan bahasa Melayu

b)

banyak menggunakan konjungsi pada awal kalimat

c)

mengandung nilai-nilai kehidupan

d)

menggunakan bahasa yang sukar dipahami

e)

diceritakan secara lisan sehingga tidak diketahui penulisnya

80.

Hikayat banyak menggunakan kata arkais. Yang dimaksud kata arkais adalah ....

a)

kata-kata baku

b)

kata-kata Melayu yang sudah jarang digunakan

c)

kata-kata yang sudah jarang digunakan

d)

kata-kata resapan dari bahasa asing

e)

kata-kata yang tidak terdapat di kamus

81.

Salah satu karakteristik hikayat adalah menggunakan alur berbingkai. Yang dimaksud alur berbingkai adalah ...

a)

alur maju

b)

alur mundur

c)

alur yang di dalamnya terdapat cerita yang lain

d)

alur campuran

e)

alur yang membahas tokoh lain

82.

Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar khabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba dari padanya itu, itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu.

Amanat yang tersirat dalam kutipan sastra klasik tersebut adalah …

a)

Basmilah jika melihat kejahatan

b)

Jangan menyombongkan diri

c)

Tunjukkanlah jika memiliki suatu kemampuan

d)

Hendaklah menolong orang dalam kesulitan

e)

Bersyukurlah jika mendapat pertolongan

83.

Pengganti Hang Tuah di keraton adalah Hang Jebat. Sesungguhnya, ia menaruh dendam atas keputusan raja yang dijatuhkan kepada sahabatnya, Hang Tuah. Karena setia kepada sahabatnya, ia mengamuk di keraton. Putri-putri dan dayang-dayang diperlakukan kurang sopan sehingga banyak jugalah orang yang mati karena kerisnya, yang diberikan Hang Tuah kepadanya. Tiada seorang pun yang berani mendinginkan sehingga raja sendiri pun terlibat pula dalam kesulitan dan ketakutan.


Dari kutipan cerita di atas kita dapat mengetahui bahwa Hang Jebat berwatak ….

a)

pemberani

b)

baik budi

c)

sombong

d)

setia

e)

kasar

84.

Bacalah kutipan hkayat berikut!


Hatta setiap malam, Bibi Zainab yang selalu ingin mendapatkan anak raja itu, dan setiap berpamitan dengan bayan. Maka diberilah ia cerita-cerita hingga sampai 24 kisah dan 24 malam. Burung tersebut bercerita, hingga akhirnyalah Bibi Zainab pun insaf terhadap perbuatannya dan menunggu suaminya Khojan Maimum pulang dari rantauannya.


Kemustahilan yang terdapat pada teks hikayat di atas adalah ....

a)

Burung Bayan bisa bercerita kepada Bibi Zainab.

b)

Seorang istri yang menunggu suaminya pulang.

c)

Seorang suami yang merantau meninggalkan istrinya.

d)

Bibi Zainab yang ingin mendapatkan anak raja.

e)

Bibi Zainab insaf terhadap perbuatannya.

85.

”Janganlah adinda bertanya jua” jawab baginda dengan sedihnya. ”Pertanyaan itu hanya menambah luka Tuanku jua semata.”

”Ampun, Tuanku, orang yang arif tiada pernah putus asa sekali pun bagaimana juga cobaan yang datang ke atas dirinya. Tiada pula ia bersedih hati karena kesedihan tiada buahnya selain daripada menguruskan badan saja yang sudah ditakdirkan tiada juga akan tertolak olehnya.”

(Hikayat Kalilah dan Dimnah)

a)

mendahulukan kepentingan umum

b)

menghormati orang lain

c)

menegur orang dengan bahasa yang sopan

d)

menolong orang yang sedang menderita

e)

membantu orang yang sedang bersedih hati