Worksheetsproses interaksi sosial
Total questions: 5
Worksheet time: 3mins
Adi seorang pekerja yang cerdas dan pendiam. Dia selalu melakukan pekerjaannya sendiri dan merasa tidak membutuhkan bantuan orang lain. Suatu hari dia harus pindah ke ruang kerja baru. Dia harus memindahkan peralatan kerja dan berkas-berkas ke ruangan baru. Dia berusaha membawa semuanya sendiri meskipun mengalami kesulitan. Dalam perjalanan berkas-berkas yang dibawa terjatuh dan berserakan di lantai. Teman-temannya yang menyaksikan peristiwa tersebut segera membantunya. Mereka membantu merapikan dan membawakan berkas-berkas itu keruangan yang baru. Berdasarkan ilustrasi ini cerminan manusia sebagai makluk sosial tampak pada peristiwa….
Adi harus bekerja di ruangan yang baru
Adi seorang pekerja cerdas dan pendia
Adi tidak pernah membutuhkan bantuan orang lain
Teman-teman Adi segera membantu saat Adi mengalami kesulitan
Perhatikan pertanyaan-pertanyaan berikut.
(1) Larangan menyebarkan berita bohong
(2) Wajib membayar pajak
(3) Menaati peraturan lalu lintas
(4) Bersahabat dengan alam
(5) Berbuat baik terhadap sesame
(6) Beribadah kepada Tuhan
Contoh norma hukum ditunjukkan oleh pernyataan nomor….
(1), (2) dan (3)
(1), (3) dan (4)
(1), (3) dan (5)
(1), (4) dan (6)
Perkenalan antara siswa baru SMP LAB UM
Aldo merupakan murid baru SMP LABORATORIUM UM dia berasal dari luar pulau jawa yaitu Propinsi Nusa Tenggara Barat (Lombok). Dia pindah ke Malang mengikuti pamannya yang menjadi dosen di Universitas Negeri Malang. Pada hari pertama masuk, dia berkenalan dengan temannya satu kelas yaitu Rifki, Rifki asli anak Malang. Antara keduanya akhirnya muncul perbincangan, mulai perkenalan, nama, alamat, hoby dan hal- hal lainnya yang menyangkut keduanya. Aldo banyak bertanya mengenai Kota Malang kepada Rifki. Rifki dengan senang hati dan bangga memperkenalkan kota Malang kepada Aldo, salah satunya Rifki menjelaskan bahwa di Kota Malang terdapat salah satu kelompok sepak bola yang terkenal yaitu AREMA.
Cerita tersebut menunjukkan adanya interaksi sosial Antara….
Individu-kelompok
Individu-individu
Kelompok-individu
Kelompok-kelompok
Simak wacana berikut!
"Agar Anak Aman Berinteraksi dengan Temannya di Masa Pandemi", Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan mengubah cara hidup manusia. Rumah dan keluarga menjadi pusat aktivitas, baik untuk bekerja, belajar, atau pun bersosialisasi yang kini dilakukan secara virtual. Proses pembelajaran jarak jauh membuat anak-anak kehilangan interaksi sosial dengan teman sebayanya. "Membantu anak-anak untuk tetap menjalin pertemanan dengan cara yang realistis merupakan tantangan selama masa pandemi," kata psikolog klinis Rebecca Kennedy kepada Yahoo Life. Apabila anak kita — terutama para remaja— mulai merindukan teman-temannya itu bukanlah kesalahan kita dalam mengasuh mereka. Tetapi, interaksi sosial memang penting di usia ini. Seorang psikolog klinis di Child Mind Institute, Janine Domingues mengatakan, bahwa sebagai makhluk sosial kita sangat membutuhkan koneksi dengan sesama untuk menghindari stres. Oleh sebab itu, jika anak-anak sudah mulai bosan di rumah dan ingin berinteraksi dengan temannya, cobalah beberapa tips yang dapat membantu anak tetap bersosialisasi dengan aman seperti berikut ini.
1. Rencanakan panggilan dengan teman Kita bisa memanfaatkan panggilan virtual melalui aplikasi FaceTime atau Zoom agar anak-anak semakin mudah mengobrol bersama dengan temannya. Namun, bagi anak-anak yang lebih kecil, mungkin sulit bagi mereka untuk mempertahankan percakapan dengan teman secara online seperti yang dilakukan anak-anak yang lebih besar.
Itulah mengapa kita dapat menggunakan aplikasi lain yang menyediakan tempat bermain online supaya tidak terlalu canggung untuk terhubung dengan temannya. Anak yang lebih besar juga bisa bermain secara virtual, misalnya melakukan permainan game online. Namun, tetap batasi waktunya.
2. Temukan sahabat pena Bagi anak-anak yang suka menulis surat dan ingin mendapat teman baru, bicarakan dengannya tentang memiliki sahabat pena dari negara lain. Beberapa organisasi juga dapat membantu mencocokkan anak-anak di seluruh dunia satu sama lain untuk bisa menjadi sahabat pena.
3. Menonton film bersama secara virtual Anak-anak dan temannya dapat memilih film yang sesuai untuk ditonton bersama dari rumah masing-masing sambil mengobrol secara virtual. Selain itu, kita juga bisa menambahkan obrolan grup ke layanan streaming film, sehingga teman-temannya dapat saling berbicara satu sama lain.
4. Mengikuti kursus online Apabila anak kita memiliki hobi yang dia sukai, baik itu coding atau kerajinan tangan, coba daftarkan dia untuk mengikuti rangkaian kursus online. Hal ini bisa menjadi cara yang mudah bagi anak-anak untuk bertemu secara virtual dengan temannya yang sebaya dan memiliki minat yang sama.
5. Temukan cara untuk bertemu langsung dengan aman Domingues mengungkapkan, bahwa beberapa interaksi secara langsung penting untuk anak kecil maupun remaja. "Ada cara yang bisa dilakukan dengan aman yakni bermain di taman bermain sambil mengenakan masker atau bersepeda bersama," ujarnya. "Para remaja mungkin menginginkan lebih banyak kemandirian untuk bisa melakukan itu. Maka keterbukaan komunikasi dengan orangtua teman sangat penting untuk keselamatan," imbuh dia. https://apple.co/3hXWJ0L
MengapapandemiCovid-19yangberkepanjanganmengubahcarahidupmanusia?
manusia cenderung menjadi malas
menjadikan manusia lebih individual
berkurang rasa sensivitasnya terhadap orang lain
mengubah cara bersosialisasi dan berinteraksi dengan orang lain
"Viral Modus Penipuan Cerita Sedih ala Driver Ojol yang Bikin Was-was"
Baru-baru ini viral di media sosial terutama Twitter soal driver ojol menipu dengan 'menjual' cerita sedih kepada korbannya. Hal ini ramai setelah diceritakan oleh pengguna ojol dengan user @kirekswasta.
Melihat tweet itu, pemilik akun @yukeeofn pun kaget karena merasa sama dengan yang dialaminya. Ia mendapat driver berperawakan pria paruh baya yang sepanjang jalan menangis karena istrinya kena kanker rahim namun belum memiliki biaya untuk menebus obat-obatan. Karena iba, ia kemudian memberi sejumlah uang dengan maksud membantu driver tersebut.
Cerita ini pun ditemukan oleh Ecky, pengguna ojol yang ternyata pernah mengalami hal yang sama dengan yang dialami pencerita-pencerita di atas. Modusnya pun diakui Ecky sama persis dengan yang dialaminya kurang lebih 2 bulan lalu.
"Saya baru tahu bahwa ternyata modusnya sama banget dengan yang saya alami. Puncak saya tahu bahwa itu adalah penipuan adalah Thread mbak Yuk yang mendapatkan balasan dari bapak Hamdan bahwa istrinya meninggal, tapi di aksi berikutnya, dia melakukan modus yang sama," ungkapnya kepada detikcom, Jumat (13/9/2019).
"Mana bisa istri sudah meninggal tapi masih modus dengan cara memberitahu bahwa istrinya kanker rahim stadium 4? Di situlah saya tau bahwa itu modus penipuan," lanjut Ecky.
Menanggapi hal ini, psikolog dari Universitas Indonesia Firman Ramdhani mengatakan bahwa para korban bukan merasa empati, melainkan simpati. Firman menekankan bahwa kedua hal ini harus dibedakan.
"Itu bukan empati, tapi rasa kasian atau simpati saja," ujarnya kepada detikcom, Sabtu (14/9/2019).
"Empati itu kita benar-benar paham dari sudut pandang dia. Kita memahami kenapa dia bisa berpikir gitu, muncul emosi itu, berperilaku itu, karena kita tau betul kondisi dia. Kalau empati secara personali kita tau dia orang seperti apa, dan kita bantu. Bantu kan nggak mesti pakai duit," jelas Firman.
Simpati kebalikan dari empati, seseorang tidak harus memahami lebih dalam soal kesulitan orang lain. Yang muncul saat simpati adalah rasa kasihan dengan membayangkan bagaimana rasanya apabila berada di posisi orang yang kesusahan.
Firman melanjutkan, seseorang mudah tertipu karena modus yang dilakukan berkaitan dengan pengalaman pribadinya. Rasa kasihan dan simpati seseorang akan membuat otak emosi aktif, maka cenderung dapat menyebabkan otak berpikir menurun. "Sederhananya kalau kita lagi marah kita bisa ngelakuin hal-hal yang nggak pernah kita lakuin sebelumnya kan," imbuh Firman.
Apakah cerita-cerita penipuan seperti itu bisa membuat orang was-was untuk bersedekah? Firman menyebut bahwa merasa curiga pada cerita sedih ala diver ojol yang viral itu merupakan hal yang normal. Tetapi curiga masih dalam batas yang tidak berlebihan. "Justru curigaan itu is a good thing lho. Kita pengen apa yang kita kasih tepat sasaran, bermanfaat untuk orang itu sesuai dengan kebutuhan," tuturnya.
"Tapi dalam kadar tertentu ya. Maksudnya nggak sampai interogatif gitu, sewajarnya saja. Nggak apa-apa kita jadi lebih tahu," tutup Firman. https://apps.detik.com/detik/
berdasarkan wacana di atas, Tentukan benar atau salah pernyataan berikut berdasarkan "Viral Modus Penipuan Cerita Sedih ala Driver Ojol yang Bikin Was-was"
Empati itu kita mengetahui dan memahami orang lain dengan sudut pandang dia
benar
salah
