NEW
Font size
WorksheetsUji Sterilitas
Total questions: 10
Worksheet time: 5mins
Apoteker di bagian QC akan melaksanakan uji sterilitas terhadap produk injeksi pirasetam. Bagaimanakah kondisi lingkungan uji yang dipersyaratkan untuk melakukan pengujian tersebut?
Setara dengan kelas kebersihan kelas C
Setara dengan kelas kebersihan kelas A
Setara dengan kelas kebersihan kelas F
Setara dengan kelas kebersihan kelas E
Setara dengan kelas kebersihan kelas D
QC industri farmasi akan melakukan pengujian sterilitas tetes mata gentamisin. Media untuk pengujian sterilitas sediaan farmasi dipersyaratkan harus memenuhi uji fertilitas aerob, anaerob, dan kapang. Media apakah yang sesuai untuk tujuan tersebut menurut Farmakope Indonesia?
Media tioglikolat cair dan media laktose broth
Media tripticase soy broth dan media eosin metilen blue agar
Media cair tioglikolat dan media tripticase soy broth
Media cair tioglikolat dan media mercaptoasetat
Media fluid thioglycolate medium dan media nitrat agar
Seorang apoteker di bagian kontrol kualitas industri farmasi akan melakukan pembuatan media cair tioglikolat untuk uji sterilitas sediaan injeksi ranitidin. komponen manakah yang berfungsi sebagai indikator redoks (oxygen sensitive indicator)?
Larutan natrium resazurin
Natrium tioglikolat
Yeast extract
Pancreatic digest of casein
Natrium klorida
Media tioglikolat cair dapat digunakan untuk mendeteksi bakteri aerob dan anaerob. Salah satu cara untuk memfasilitasi kondisi anaerob dalam media adalah melalui penambahan antioksidan dan reduktor pada media. Berdasarkan komposisi pada soal no.3, komponen manakah yang dapat digunakan untuk mencapai kondisi tersebut?
Larutan Na-Resazurin dan Yeast extract
Larutan Na-Resazurin dan L-cysteine
Larutan Na-Resazurin dan Natrium tioglikolat
L-cysteine dan natrium tioglikolat
L-cysteine dan natrium klorida
Berdasarkan jenis media pada soal nomor 3, uji fertilitas media sesuai Farmakope Indonesia V dapat dilaksanakan menggunakan mikroorganisme uji Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa, dan Clostridium sporogenes. Apakah alasan penggunaan mikroorganisme uji tersebut?
Mikroorganisme tersebut sering mengkontaminasi sediaan steril
Mikroorganisme tersebut mudah tumbuh pada media tersebut
Mikroorganisme tersebut mewakili bakteri aerob dan anaerob
Mikroorganisme tahan pada suhu inkubasi
Mikroorganisme tersebut memerlukan waktu lama untuk tumbuh
Apoteker di QC industri farmasi menyusun protokol uji sterilitas sediaan tetes mata tobramisin. Apoteker mempertimbangkan pemilihan media yang dapat sensitif untuk menumbuhkan slow-growing aerobic microorganisme. Media apakah yang dimaksud?
Media mercaptoasetat
Media soy bean casein digest
Media cair tioglikolat
Media saboraud's dekstrose agar
Media Mac Conkey
Sebuah industri farmasi memproduksi sediaan injeksi cefotaksim. Cefotaksim tidak stabil dalam kondisi aqueous sehingga dibuat dalam bentuk serbuk untuk diinjeksikan dalam kemasan ampul dengan bobot 1 gram. Apoteker di bagian QC akan melakukan uji sterilitas sediaan tersebut. Bagaimanakah prinsip pelaksanaan uji sterilitas sediaan tersebut?
Serbuk cefotaksim diambil secara aseptis dari ampul kemudian diinokulasikan pada media
Serbuk cefotaksim ditambahkan polisorbat 80 kemudian diinokulasikan pada media
a. Serbuk cefotaksim direkonstitusi dengan cairan sesuai yang tertera di etiket kemudian
disaring melalui membran filter dan membran dipindahkan aseptik ke media
Serbuk cefotaksim dipindah secara aseptis ke Erlenmeyer kemudian ditambahkan cairan
pengencer yang mengandung β-laktamase kemudian disaring melalui membran filter
Serbuk cefotaksim dalam ampul dipindahkan ke membran filter kemudian dialiri dengan
media uji
Pengambilan sampel merupakan salah satu parameter penting dalam uji sterilitas. Sebuah Industri farmasi memproduksi infus ringer laktat dengan kuantitas 1.000 bags per bets. Berdasarkan tabel kriteria jumlah minimum bahan uji di bawah ini, berapakah jumlah minimum bags yang diuji tiap media?
4 wadah
100 wadah
20 wadah
10 wadah
10000 wadah
Apoteker di industri farmasi melakukan uji sterilitas injeksi vitamin B1 pada dua media yang dipsersyaratkan farmakope dengan metode inokulasi langsung. Sampel yang telah diinokulasikan pada media kemudian diinkubasi dalam inkubator pada kondisi yang memadai untuk pertumbuhan mikroorganisme. Bagaimanakah kondisi yang dimaksud?
Media cair tioglikolat pada suhu 20-25°C; media soybean casein digest pada suhu 30-35°C
Media cair tioglikolat pada suhu 30-35°C; media soybean casein digest pada suhu 20-25°C
Media cair tioglikolat pada suhu 37°C; media soybean casein digest pada suhu 30-35°C
Media cair tioglikolat pada suhu 40-45°C; media soybean casein digest pada suhu 30-35°C
Media cair tioglikolat pada suhu 20-25°C; media soybean casein digest pada suhu 37°C
Apoteker di QC industri farmasi melakukan pengamatan hasil uji sterilitas injeksi pantoprazole pada akhir periode inkubasi. Hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut:
Bagaimanakah kesimpulan apoteker terhadap hasil uji sterilitas produk tersebut?
Hasil positif palsu
Injeksi tidak memenuhi syarat sterilitas
Hasil negatif palus
Injeksi memenuhi syarat sterilitas
Pengujian sterilitas tidak absah
