WorksheetsKuis Teori Akuntansi ke-3
Total questions: 10
Worksheet time: 10mins
Pernyataan I
Pendapatan dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu pendapatan operasional dan pendapatan non operasional.
Pernyataan II
Pendapatan operasional adalah pendapatan yang timbul bukan dari penjualan barang dagangan, produk, atau jasa dalam periode tertentu dalam rangka diluar kegiatan utama atau yang menjadi tujuan utama perusahaan.
Pernyataan I Benar
Pernyataan II Benar
Pernyataan I Benar
Pernyataan II Salah
Pernyataan I
Salah
Pernyataan II Salah
Pernyataan I
Salah
Pernyataan II Benar
Pendapatan baru dapat dikatakan terjadi atau terbentuk pada saat terjadi kesepakatan atau kontrak dengan pihak independen (pembeli) untuk membayar produk baik produk telah selesai dan diserahkan ataupun belum dibuat sama sekali.
Konsep Realitas
Konsep Pendapatan Baru
Akad Kerjasama
Konsep Kesepakatan
Pengakuan pendapatan tidak boleh menyimpang dari kerangka konseptual. Oleh karena itu, secara konseptual pendapatan hanya dapat diakui apabila memenuhi kualitas
keterukuran(measurability) dan keterandalan (reliability)
keterukuran(measurability) dan Kepercayaan (Truebility)
Keyakinan (Assurance) dan keterandalan (reliability)
Kecocokan (surebility) dan Keterterimaan (acceptibility)
Pernyataan I
Salah satu tujuan pelaporan keuangan adalah memberikan informasi keuangan yang dapat menunjukan prestasi perusahaan dalam menghasilkan laba (earning per share).
Pernyataan II
Dengan konsep yang selama ini digunakan diharapkan para pemakai laporan dapat mengambil keputusan ekonomi yang tepat sesuai dengan kepentingannya.
Pernyataan I Benar
Pernyataan II Benar
Pernyataan I Benar
Pernyataan II Salah
Pernyataan I Salah
Pernyataan II Benar
Pernyataan I Salah
Pernyataan II Salah
Laba akuntansi yang sekarang berjalan (konvensional), memiliki problematika secara teoritis. Laba akuntansi mempunyai beberapa kelemahan berikut, (mana yang bukan)
Laba akuntansi belum didefinisi secara semantik dan jelas sehingga laba tersebut secara intuitif dan bermakna ekonomik
Penyajian dan pengukuran laba masih difokuskan pada pemegang saham biasa atau residual
Prinsip Akuntansi Berterima Umum (PABU) sebagai pedoman pengukuran laba masih memberi peluang untuk terjadinya inkonsistensi antar perusahaan
Perhitungan laba saat ini tidak memberikan keberpihakan kepada investor
Laba sebagai selisih pengukuran dan penandingan antara pendapatan dan biaya. Konsep laba ini membahas mengenai bagaimana laba diukur, diakui, dan disajikan
Konsep laba dalam tataran sintatik
Konsep laba dalam tataran Semantik
Konsep laba dalam tataran Pragmatik
Konsep laba dalam tataran Estetik
Bila dikaitkan dengan laba, tataran ini membahas apakah informasi laba bermanfaat atau apakah informasi laba nyatanya digunakan. Kalau memang digunakan, untuk kepentingan apa informasi laba digunakan sehingga angka laba benar-benar harus disediakan
Laba dalam tataran pragmatik
Laba dalam tataran Sintatik
Laba dalam tataran Semantik
Laba dalam tataran Estetik
Regulasi ekonomi penting untuk dijadikan pedoman penyusunan laporan keuangan sesuai kebijakan negara yang menerapkan regulasi. Akan tetapi, adanya regulasi ekonomi sebagai pedoman menimbulkan pro dan kontra. terdapat teori yang mendukung pasar tidak diregulasi seperti ?
agency theory
behaviour theory
stakeholder theory
stewardship theory
Teori ini menyatakan bahwa regulasi merupakan respon terhadap tuntutan publik terhadap koreksi atas kegagalan pasar. Dalam teori ini, pembuat regulasi diasumsikan paling mengutamakan kepentingan publik
The Public Interest Theory
Public Enemy Theory
The Public Interest law
Public government theory
Teori ini memberikan penjelasan mengenai alasan perusahaan memiliki dorongan untuk menyampaikan atau memberikan informasi terkait laporan keuangan perusahaan untuk pihak eksternal
Signalling Theory
Agency Theory
Initial Theory
Stakeholder Theory
