WorksheetsSistem Imunitas
Total questions: 10
Worksheet time: 8mins
perhatikan grafik tersebut!
Grafik diatas menunjukan respon imun pada seseorang yang terinfeksi virus Varicella zoster pada pertama kali orang tersebut akan mengalami cacar tetapi ketika virus menginfeksi virus untuk kedua kalinya maka orang tersebut tidak terinfeksi penyakit cacar. Berdasarkan grafik dan ilustrasi diatas coba kalian simpulkan mengapa seseorang yang sudah terinfeksi cacar tidak akan terinfeksi kembali?
Nyoman adalah seorang pencinta kucing. Pada suatu hari tanpa sengaja ia menginjak ekor kucingnya. Akibatnya, kucing tersebut mencakar kaki Nyoman hingga berdarah. Bagian kaki. Apa yang terjadi pada kaki Nyoman sehingga mengalami pembengkakan?
Hasil penelitian organisasi internasional Save the Children pada bulan September tahun 2001 menyatakan bahwa 80 % bayi baru lahir di Asia tidak menyusu pada 24 jam pertama setelah mereka lahir. Penduduk di Asia Selatan masih ada kepercayaan bahwa air susu ibu yang keluar pertama kali bau dan kotor sehingga pada hari pertama para ibu memberi makan anaknya dengan teh madu.
Menurut kalian apakah tindakan ibu-ibu yang baru saja melahirkan pada ilustrasi diatas merupakan tindakan yang tepat untuk meningkatkan sistem pertahanan tubuh bayi? Berikan rasional dan Apa upaya yang dapat dilakukan untuk mengedukasi masyarakat berdasarkan wacana di atas?
Adi adalah seorang anak laki-laki yang senang bermain. Disekelilingnya bertebaran kuman - kuman yang dapat menyerang tubuh kapan pun namun Adi tidak kawatir tepapar kuman karena ia percaya bahwa kulit merupakan salah satu sistem pertahanan tubuh. Uraikanlah sistem pertahanan kulit dalam mencegah masuknya kuman patogen kedalam tubuh!
Memperkuat sistem imun merupakan salah satu cara mencegah terjangkit virus corona (Covid-19). Selain menjaga pola makan dan hidup bersih, yang bisa dilakukan untuk menjaga imunitas adalah berjemur di bawah sinar matahari. Benarkah dengan berjemur di bawah sinar matahari dapat menjaga sistem pertahanan tubuh kita?
Tabel di samping ini menunjukan dosis pemberian beberapa jenis vaksin
Berdasarkan tabel tersebut, terlihat bahwa vaksin diberikan secara berkala. Pada masa pandemi sekarang ini semua orang was-was untuk pergi ke luar rumah, menurut pendapat kalian apakah anak-anak harus tetap melaksanakan imunisasi lengkap secara berkala atau cukup hanya sekali imunisasi saja?
Doni terpaksa di bawa ke rumah sakit karena flu dan batuk yang sudah dideritanya dua bulan, Lelah berlebihan, Penurunan berat badan, Demam mendadak dan terjadi terus menerus serta mengalami diare kronik dokter menyatakan bahwa sistem kekebalan tubuh Doni terganggu. Memang selama ini, Doni merupakan narapidana karena mengonsumsi narkoba.
a. Menafsirkan kelainan fungsi sistem imun Doni? Berikan rasional
b. Bagaimana solusi pencegahan agar masyarakat tidak mengalami gangguan yang sama seperti Doni alami?
Melansir Buku Lupus: Manis Namanya, Dahsyat Gejalanya (2012) oleh Srikandi Waluyo dan dr. Budhi Marhaendra Putra, SAkp, MHA, setiap orang bisa terkena penyakit lupus. Namun, berdasarkan hasil penelitian para ahli, lupus lebih banyak menyerang wanita daripada pria. Perbandingannya 6-10 kali lipat. Di Amerika, 9 dari 10 pasien lupus adalah wanita.
Berdasarkan ilustrasi benarkan bahwa jenis kelamin merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya lupus? Berikan rasionalmu!
a. Dokter menyarankan Andini melakukan pemeriksaan laboratorium karena siklus Haidnya tidak terartur di sertai dengan pembengkakan dibagian leher. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukan bahwa kadar TSH (ThyroidStimulating Hormon) dalam darah Andini kurang dari batas normal. Penurunan kadar TSH tersebut disebabkan oleh adanya gangguan imunitas. Berdasarkan kondisi tersebut prediksilah penyakit yang diderita oleh Andini?
b. Dokter menyarankan Andini melakukan pemeriksaan laboratorium karena siklus Haidnya tidak terartur di sertai dengan pembengkakan dibagian leher. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukan bahwa kadar TSH (ThyroidStimulating Hormon) dalam darah Andini kurang dari batas normal. Penurunan kadar TSH tersebut disebabkan oleh adanya gangguan imunitas. Bagaimana solusi dari pencegahan penyakit tersebut?
Bacalah wacana di bawah ini!
Jakarta, CNN Indonesia -- Lebih dari 100 juta anak di dunia berisiko terkena campak di tengah pandemi Covid-19. Ancaman campak ini muncul akibat penundaan program imunisasi di sejumlah negara demi mencegah penularan virus corona. Measles and Rubella Initiative menyebut, sejauh ini ada 24 negara berpenghasilan rendah dan menengah yang telah menunda program imunisasi campak. Penundaan di 13 negara lainnya dilakukan menyusul. Measles and Rubella Initiative merupakan konsorsium yang terdiri dari WHO, UNICEF, CDC, dan sejumlah mitra kesehatan lainnya. "Jika pilihan harus jatuh untuk menunda vaksinasi demi menekan penyebaran Covid-19, kami mendesak para pemimpin untuk mengintensifkan upaya melacak anak-anak yang tidak mendapatkan vaksinasi, sehingga mereka yang berisiko dapat diberikan vaksin sesegera mungkin setelah situasi kondusif," tulis pernyataan Measles and Rubella Initiative, mengutip situs resmi PBB. WHO menegaskan, memberikan imunisasi-termasuk vaksin campak-sangat penting untuk menyelamatkan jiwa anak. Sebagaimana diketahui, campak dapat dicegah dengan pemberian vaksin. Anak-anak di bawah 1 tahun berisiko tinggi terhadap kematian akibat komplikasi campak. Kepala Imunisasi untuk UNICEF, Robin Nandy mengakui sulitnya menjaga keseimbangan antara menekan penyebaran Covid-19 dengan pencegahan sejumlah penyakit lain yang tak kalah penting seperti campak."Idealnya, upaya memvaksinasi anak seharusnya tidak memperparah pandemi Covid-19. Tapi, kami juga tidak berharap berakhir pandemi malah digantikan dengan wabah campak atau difteri," ujar Nandy, mengutip New York Times. Nandy mendesak agar negaranegara tetap membuat rencana terkait keperluan vaksinasi anak sesegera mungkin saat situasi telah kembali kondusif. Negara-negara juga disarankan untuk melacak data untuk menemukan daerah dengan risiko kasus campak paling tinggi. Sebelum pandemi Covid-19, campak sudah mewabah di beberapa daerah. Pada 2017, WHO mencatat ada sekitar 7,6 juta kasus campak di dunia, 124 ribu di antaranya menyebabkan kematian. Angka itu meningkat pada 2018, di mana sebanyak 9,8 juta kasus campak tercatat. Sebanyak 142.300 di antaranya menyebabkan kematian. Campak merupakan infeksi yang disebabkan oleh virus yang menular melalui percikan air liur saat batuk atau bersin. Penularan bisa terjadi saat seseorang menyentuh area hidung atau mulut setelah memegang benda yang terkontaminasi.
Berdasarkan berita diatas Menurut kalian apa tujuan penulis menulis berita tersebut dan apakah penundaan vaksinasicampak yang dilakukan oleh beberapa Negara di masa pandemic Covid-19 sudah tepat?
