NEW
Font size
WorksheetsUjian Pra PAS Ganjil
Total questions: 10
Worksheet time: 5mins
Rumah Tongkonan
Tongkonan adalah rumah adat masyarakat Toraja. Tongkonan berasal dari kata tongkon yang artinya duduk bersama-sama. Suku Toraja yang memiliki rumah adat ini pegunungan yang berbatasan dengan Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Rumah adat ini merupakan salah satu ikon suku Toraja selain upacara pemakamannya. Toraja termasyur oleh karena rumah adatnya yang unik dan cantik. Oleh karena arsitekturnya yang menarik, Tongkonan kemudian dinobatkan sebagai rumah adat Toraja. Tongkonan berada di antara pohon-pohon bambu di puncak bukit. Tongkonan terletak sekitar 12 km ke arah utara dari Rantepao. Memasuki Rantepao akan kita temui Tongkonan berjajar rapi dan indah seakan menyambut dengan ramah setiap pengunjung yang datang.
Rumah adat yang satu ini terbuat dari kayu yang bagus dan dihias dengan apik. Hiasan terdapat pada badan rumah dan atap rumah. Ukiran di sekujur bagian rumah menambah cantik bangunan ini. Ukiran yang menghias sekujur bangunan bermotif garis-garis lengkung yang harmonis. Rumah adat yang berjenis rumah panggung ini juga terbuat dari kayu yang kokoh. Bukan kayu sembarangan tentunya. Jenis kayu yang digunakan untuk membuat Tongkonan kabarnya memiliki kualitas juara dan hanya ditemukan di wilayah Sulawesi Selatan saja. Tanpa vernis dan pelitur, kayu rumah Tongkonan tetap awet hingga ratusan tahun. Suku Toraja juga menghias atap tersebut dengan tanduk kerbau. Kerbau memang perlambang kebangsawanan Suku Toraja. Atap rumah Tongkonan melengkung menyerupai perahu, terdiri atas susunan bambu. Tongkonan tersebut didekorasi dengan sejumlah tanduk kerbau yang ditancapkan di bagian depan rumah adat. Di setiap bangunan bagian depan terdapat deretan tanduk kerbau.
Sungguh kaya warisan budaya Indonesia. Kita bangga memiliki warisan budaya dengan nilai arsitek yang tinggi dan unik. Rumah adat Tongkonan warisan budaya yang perlu kita jaga.
1. Tujuan teks deskripsi di atas adalah mendeskripsikan ....
A. Tongkonan merupakan rumah adat bagi masyarakat Toraja sebagai warisan budaya
B. Rumah adat yang terbuat dari bahan kayu yang bagus dengan hiasan indah
C. Rumah tersebut tidak perlu di vernis maupun di sirlak sampai ratusan tahun lamanya
D. Kita bangga kalau tinggal di tanah Toraja karena memiliki rumah yang unik
Rumah Tongkonan
Tongkonan adalah rumah adat masyarakat Toraja. Tongkonan berasal dari kata tongkon yang artinya duduk bersama-sama. Suku Toraja yang memiliki rumah adat ini pegunungan yang berbatasan dengan Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Rumah adat ini merupakan salah satu ikon suku Toraja selain upacara pemakamannya. Toraja termasyur oleh karena rumah adatnya yang unik dan cantik. Oleh karena arsitekturnya yang menarik, Tongkonan kemudian dinobatkan sebagai rumah adat Toraja. Tongkonan berada di antara pohon-pohon bambu di puncak bukit. Tongkonan terletak sekitar 12 km ke arah utara dari Rantepao. Memasuki Rantepao akan kita temui Tongkonan berjajar rapi dan indah seakan menyambut dengan ramah setiap pengunjung yang datang.
Rumah adat yang satu ini terbuat dari kayu yang bagus dan dihias dengan apik. Hiasan terdapat pada badan rumah dan atap rumah. Ukiran di sekujur bagian rumah menambah cantik bangunan ini. Ukiran yang menghias sekujur bangunan bermotif garis-garis lengkung yang harmonis. Rumah adat yang berjenis rumah panggung ini juga terbuat dari kayu yang kokoh. Bukan kayu sembarangan tentunya. Jenis kayu yang digunakan untuk membuat Tongkonan kabarnya memiliki kualitas juara dan hanya ditemukan di wilayah Sulawesi Selatan saja. Tanpa vernis dan pelitur, kayu rumah Tongkonan tetap awet hingga ratusan tahun. Suku Toraja juga menghias atap tersebut dengan tanduk kerbau. Kerbau memang perlambang kebangsawanan Suku Toraja. Atap rumah Tongkonan melengkung menyerupai perahu, terdiri atas susunan bambu. Tongkonan tersebut didekorasi dengan sejumlah tanduk kerbau yang ditancapkan di bagian depan rumah adat. Di setiap bangunan bagian depan terdapat deretan tanduk kerbau.
Sungguh kaya warisan budaya Indonesia. Kita bangga memiliki warisan budaya dengan nilai arsitek yang tinggi dan unik. Rumah adat Tongkonan warisan budaya yang perlu kita jaga.
Ciri isi teks deskripsi yang terdapat pada teks tersebut adalah ...
A. Mengurutkan langkah-langkah dengan sistematis
B. Menggambarkan objek secara detail dan jelas
C. Menjelaskan argumen-argumen didukung oleh fakta yang kuat
D. Menceritakan bagian-bagian objek secara logis dan dramatis
Rumah Tongkonan
Tongkonan adalah rumah adat masyarakat Toraja. Tongkonan berasal dari kata tongkon yang artinya duduk bersama-sama. Suku Toraja yang memiliki rumah adat ini pegunungan yang berbatasan dengan Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Rumah adat ini merupakan salah satu ikon suku Toraja selain upacara pemakamannya. Toraja termasyur oleh karena rumah adatnya yang unik dan cantik. Oleh karena arsitekturnya yang menarik, Tongkonan kemudian dinobatkan sebagai rumah adat Toraja. Tongkonan berada di antara pohon-pohon bambu di puncak bukit. Tongkonan terletak sekitar 12 km ke arah utara dari Rantepao. Memasuki Rantepao akan kita temui Tongkonan berjajar rapi dan indah seakan menyambut dengan ramah setiap pengunjung yang datang.
Rumah adat yang satu ini terbuat dari kayu yang bagus dan dihias dengan apik. Hiasan terdapat pada badan rumah dan atap rumah. Ukiran di sekujur bagian rumah menambah cantik bangunan ini. Ukiran yang menghias sekujur bangunan bermotif garis-garis lengkung yang harmonis. Rumah adat yang berjenis rumah panggung ini juga terbuat dari kayu yang kokoh. Bukan kayu sembarangan tentunya. Jenis kayu yang digunakan untuk membuat Tongkonan kabarnya memiliki kualitas juara dan hanya ditemukan di wilayah Sulawesi Selatan saja. Tanpa vernis dan pelitur, kayu rumah Tongkonan tetap awet hingga ratusan tahun. Suku Toraja juga menghias atap tersebut dengan tanduk kerbau. Kerbau memang perlambang kebangsawanan Suku Toraja. Atap rumah Tongkonan melengkung menyerupai perahu, terdiri atas susunan bambu. Tongkonan tersebut didekorasi dengan sejumlah tanduk kerbau yang ditancapkan di bagian depan rumah adat. Di setiap bangunan bagian depan terdapat deretan tanduk kerbau.
Sungguh kaya warisan budaya Indonesia. Kita bangga memiliki warisan budaya dengan nilai arsitek yang tinggi dan unik. Rumah adat Tongkonan warisan budaya yang perlu kita jaga.
Teks di atas merinci tentang ...
A. bahan kayu, ukiran rumah, hiasan atap
B. harga rumah dan proses membuatnya
C. lokasi tanah, rumah adat, hiasan tanduk
D. proses pengukuhan Tongkonan sebagai ikon buat Indonesia
Penggunaan kata depan “di” yang tepat terdapat pada kalimat ...
A. Salah satu museum yang banyak dikunjungi pelajar adalah Museum Geologi Bandung.
B. Museum ini didirikan pada zaman kolonialisme Belanda.
C. Malioboro adalah sebuah jalan di pusat kota Yogyakarta.
D. Pulau Komodo bisa dikunjungi kurang lebih 1-2 jam dari pelabuhan terdekat.
(1) Ibu menanam beraneka ragam bunga.
(2) Perilaku anak itu sangat baik
(3) Dari pinggir pantai kita dapat melihat keindahan pantai.
(4) Pemandangan Pantai Senggigi sangat elok.
Kalimat yang mengandung kata khusus terdapat pada kalimat nomor ....
A. (1)
B. (2)
C. (3)
D. (4)
(1) Angin laut yang lembut terasa mengelus kulit.
(2) Pemandangan bawah laut Senggigi sangat memesona.
(3) Ibuku sangat suka membantu orang lain.
(4) Dia menunjukkan perasaannya lewat gerakan bermakna di wajahnya.
Kalimat yang menggunakan serapan indra seolah dirasa terdapat pada kalimat nomor ....
A. (1)
B. (2)
C. (3)
D. (4)
Teks 1
Tiba-tiba, Nataga, pemimpin perang seluruh binatang di Tana Modo, segera melesat menyeret ekor birunya. Mendadak, ekor Nataga mengeluarkan api besar. Nataga mengibaskan api pada ekornya yang keras, membentuk lingkaran sesuai tanda yang dibuat oleh semut, rayap, dan para tikus. Lalu, ia melompat bagai kilat dan mengepung serigala dalam api besar.
Teks 2
Nono beristirahat dan merendam kakinya di Kali Njari yang dangkal. Sepedanya diparkirkan di pohon kenari tadi. Namun, ketika ia kembali, sepeda itu tidak da. Ia pun dikejutkan dengan kedatangan seorang anak bernama Trimo yang memperingatkannya untuk bersembunyi. Akan tetapi, Kapiten d’Jaree dengan mudahnya menemukan tempat persembunyian mereka. Sadarlah Nono bahwa ia sedang berada di zaman Belanda.
Yang bukan merupakan ciri teks cerita fantasi pada kedua teks di atas adalah .....
A. bersifat nyata
B. terdapat keajaiban/kemisteriusan
C. latar lintas ruang dan waktu
D. tokoh memiliki keajaiban/keunikan
Peri Hujan dan Peri Bulan terkejut dengan kehadiran raksasa di depan mereka. Rupanya raksasa inilah yang menyebabkan hutan rusak dan binatang-binatang lain melarikan diri. Mereka kemudian berusaha mengusir raksasa itu dengan kekuatan yang mereka miliki.
Kutipan cerita tersebut memuat bagian ...
A. orientasi
B. resolusi
C. evaluasi
D. komplikasi
Petunjuk membuat mie rebus:
1. Tuangkan mie yang sudah matang beserta kuahnya.
2. Rebus mie dan bahan pelengkap dalam air 400 cc.
3. Taburkan bawang goreng dan mie lezat siap saji.
4. Sementara mie dimasak siapkan campuran bumbu secukupnya.
Langkah-langkah pembuatan mie sesuai urutan yang tepat adalah.....
A. 1 – 2 – 3 – 4
B. 2 - 1 – 3 – 4
C. 2 – 4 – 1 – 3
D. 3 – 1 – 4 – 2
Reptil adalah salah satu kelompok hewan vertebrata dengan sejarah terpanjang. Sejak pertama kali muncul lebih dari 300 juta tahun yang lalu, reptil diyakini diturunkan dari amfibi. Selama evolusi, mereka telah menghasilkan banyak keturunan yang unik, yang paling terkenal adalah dinosaurus.
Gagasan utama paragraf tersebut adalah ....
A. Reptil telah menghasilkan banyak keturunan.
B. Kemunculan reptil lebih dari 300 juta tahun yang lalu.
C. Reptil salah satu kelompok hewan vertebrata dengan sejarah terpanjang.
D. Reptil telah banyak menghasilkan keturunan yang unik.
