NEW
Font size
WorksheetsUH II Teks Anekdot
Total questions: 25
Worksheet time: 36mins
Bacalah teks anekdot berikut ini
Suatu hari guru menerangkan tentang biopori di depan kelas. “ Biopori itu bisa dijadikan sebagai salah satu usaha menghindari banjir”jelasnya. “Sekarang, Ibu beri tugas pada kalian untuk membuat biopori di sekitar rumah, lalu kalian foto. Fotonya nanti ditempel di buku tugas dan berikan deskripsi”. Tiba-tiba seorang anak berkomentar.”Syukurlah Bu, jalan menuju rumah saya sudah banyak bioporinya, tapi kata bapak itu bukan untuk menanggulangi banjir, melainkan biopori akibat sering banjir”. Mendengar itu semua anak dan Bu guru tertawa.
Pada anekdot tersebut, kalimat yang menunjukkan kompilkasi adalah …
Tiba-tiba seorang anak berkomentar.
Mendengar itu semua anak dan Bu guru tertawa.
Biopori itu bisa dijadikan sebagai salah satu usaha menghindari banjir”jelasnya
Syukurlah Bu, jalan menuju rumah saya sudah banyak bioporinya
Fotonya nanti ditempel di buku tugas dan berikan deskripsi
Bacalah susunan teks anekdot berikut ini dengan saksama!
(1) “Kita sudah memenuhi permintaanmu.” kata editor itu memberitahu si pengarang.
(2) Artikel itu disertai dengan sepucuk surat dari pengarangnya : “Atur saja pemberian tanda bacanya dengan benar dan terbitkan seluruh ceritanya.”
(3) “Tapi di waktu yang akan datang, silakan kirimkan saja pemberian tanda bacanya. Lalu kita terkenal karena menulis artikel kita sendiri.”
(4) Gondolin, seorang penerbit dan editor yang terkenal dari harian Italia IL Mesagero, menerima sebuah artikel yang agak buruk dari seorang temannya yang sekaligus seorang politikus.
Susunlah kalimat-kalimat di atas menjadi teks anekdot yang padu....
(4)-(1)-(2)-(3)
(4)-(3)-(1)-(2)
(4)-(2)-(3)-(1)
(4)-(2)-(1)-(3)
(4)-(3)-(2)-(1)
1. Bacalah teks berikut!
Cuma Takut Tiga Roda
(1) Suatu hari, saat Abdurahman Wahid menjabat sebagai Presiden RI, ada pembicaraan serius yang dilakukan seusai menghadiri sebuah rapat di istana Negara.
(2) Pembicaraan bertopik isu terhangat.
(3) Diketahui, pembicaraan itu mengenai wabah demam berdarah yang kala itu sedang melanda kota Jakarta.
(4) Gusdur pun sibuk memperbincangkan penyakit mematikan tersebut.
(5)“Menurut Anda, mengapa demam berdarah saat ini semakin marak di Jakarta, Pak?” tanya seorang menterinya.
(6) “Ya karena Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso melarang bemo, becak, dan sebentar lagi bajaj dilarang beredar di Kota Jakarta ini.
(7) Padahal kan, nyamuk sini cuma takut sama tiga roda.”
Krisis yang terdapat pada teks anekdot ditunjukan dengan nomor
(1) dan (2)
(1) dan (3)
(2) dan (3)
(3) dan (4)
(4) dan (5)
Bacalah kutipan teks anekdot tersebut!
Malik : “Tuan Abdul, saya sudah cari kemana-mana tetapi saya tidak menemukan kambing yang punya taduk sejengkal manusia.”
Abdul : “Bagaimana kalau kita membuat sayembara, cepat buat pengumuman keseluruh negeri bahwa kita membutuhkan seekor kambing yang memiliki tanduk sejengkal manusia untuk disembelih.
Abstraksi yang tepat untuk kutipan teks anekdot di atas adalah…
Pada suatu hari Tuan Malik mencari kambing yang sudah seminggu menghilang.
Tuan Abdul membuat sayembara perihal pencarian kambing.
Akhirnya kambing itu ditemukan.
Tuan malik tidak mencari kambing yang punya tanduk sejangkal manusia.
Kemudian Tuan malik dan tuan Abdul bersepakat membuat sayembara untuk mencari kambing yang memiliki tanduk sejengkal manusia.
Bacalah kutipan paragraf berikut!
Saat sesi tanya jawab tiba, Ali bertanya kepada pak dosen. “Apa kepanjangan KUHP, Pak?” Pak dosen tidak menjawab sendiri, melainkan melemparkannya kepada Ahmad. “Saudara Ahmad, coba dijawab pertanyaan Saudara Ali tadi,” pinta pak dosen. Dengan tegas Ahmad menjawab, “Kasih Uang Habis Perkara, Pak ...!”
Kutipan paragraf diatas merupakan salah satu bagian dari struktur teks anekdot, yaitu....
abstraksi
orientasi
komplikasi (krisis)
reaksi
koda
Seorang dosen fakultas hukum suatu universitas sedang memberikan kuliah hukum pidana.
Kutipan kalimat diatas merupakan salah satu bagian dari struktur teks anekdot, yaitu....
koda
krisis
reaksi
orientasi
abstraksi
Pada kalimat, “mahasiswa tercenggang dan tertawa, sedangkan dosen menggeleng-gelengkan kepala”,
kalimat di atas termasuk struktur teks bagian....
abstraksi
orientasi
krisis
reaksi
koda
Perhatikan teks anekdot berikut!
Seorang tua tengah menggembalakan keledainya dipadang rumput, tiba-tiba dikejutkan dengan teriakan beberapa tentara musuh. “Cepat larinya,” teriak si Tua itu si keledai, “Jangan sampai mereka menangkap kita.” Tetapi si keledai tetap kalem berjalan. “Katakan,” ujar si keledai, "Jika jatuh ke tangan musuh apa aku harus membawa beban dobel?” “Kukira tidak,” jawab si Tua. “Lalu apa peduliku dengan siapa yang akan ku layani? Toh bebanku sama saja.” Si Tua pun berlari meninggalkan keledai.
Kalimat retoris yang terdapat pada teks tersebut adalah….
Tetapi dan sedangkan
Sedangkan dan tiba-tiba
“Lalu apa peduliku dengan siapa yang akan ku layani?
Tiba-tiba dan meskipun
"Jika jatuh ke tangan musuh apa aku harus membawa beban dobel?”
1. Bacalah penggalan teks anekdot berikut!
…
Suatu ketika si Azam sedang berlibur, tetapi tampaknya ia tak tahu akan adanya peraturan itu. Ia merokok sendirian sambil duduk di bangku. Karena rokoknya sudah hampir habis, ia membuang puntung rokoknya begitu saja dan jatuh persis di sisi kaki kanannya. Tanpa disangka-sangka, tiba-tiba datang petugas dan menegur Azam dengan suara tegas.
Bagian orientasi pada teks di atas adalah...
Singapura termasuk salah satu negara yang bersih.
“Tahukah Anda bahwa Anda telah melakukan pelanggaran?” “Tidak tahu.
Diambilnya puntung rokok itu serta langsung diisapnya lagi.
Pada suatu hari Zuki sedang berlibur.
Suatu ketika si Azam sedang berlibur, tetapi tampaknya ia tak tahu akan adanya peraturan itu. Ia merokok sendirian sambil duduk di bangku.
Bacalah penggalan teks anekdot berikut!
Pada suatu hari, Onyod si Tukang Becak berniat membeli makan siangnya selepas mengayuh becaknya selama setengah hari. Tibalah ia disebuah rumah makan sederhana milik Odah.
Kalimat ke dua pada penggalan anekdot di atas tergolong ke dalam bagian…
abstraksi
orientasi
koda
krisis
reaksi
1. Bacalah penggalan teks anekdot berikut!
(1) “Anda telah membuang sampah sembarangan, yaitu puntung rokok”, tegas petugas itu. (2) Dengan sigap Azam menjawab, “Oh…, maaf terjatuh.” (3) Lalu, diambilnya puntung rokok itu serta langsung diisapnya lagi. (4)Petugas itu hanya terbelalak keheranan. (5)Kemudian, ia pergi meninggalkan Azam.
Komplikasi yang terdapat pada paragraf di atas adalah...
1
2
3
4
5
1. Bacalah teks berikut!
(1) Suatu hari, saat Abdurahman Wahid menjabat sebagai Presiden RI, ada pembicaraan serius yang dilakukan seusai menghadiri sebuah rapat di istana Negara. (2) Pembicaraan bertopik isu terhangat. (3) Diketahui, pembicaraan itu mengenai wabah demam berdarah yang kala itu sedang melanda kota Jakarta.
(4) Gusdur pun sibuk memperbincangkan penyakit mematikan tersebut.
(5) “Menurut Anda, mengapa demam berdarah saat ini semakin marak di Jakarta, Pak?” tanya seorang menterinya.
(6) “Ya karena Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso melarang bemo, becak, dan sebentar lagi bajaj dilarang beredar di Kota Jakarta ini. (7) Padahal kan, nyamuk sini cuma takut sama tiga roda.”
Hal yang menggelitik yang terdapat pada teks anekdot ditunjukan dengan nomor…
3
4
5
6
7
1. Bacalah teks berikut!
(1) Seperti biasa, setiap presiden selalu ingin memamerkan apa yang menjadi kebanggaan negerinya. (2) Tidak lama presiden Amerika, Cliton, mengeluarkan tangannya dan sesaat kemudian dia berkata, “Wah kita sedang berada di atas New York!”
(3) Presiden Indonesia (Gus Dur), “Lho, kok, bisa tau, sih?”
(4) “Itu… Patung Liberty kepegang!” jawab Clinton dengan bangganya.
(5) Enggak mau kalah, Presiden Prancis, Jacques Chirac, ikut menjulurkan tangannya keluar.
Orientasi yang terdapat pada teks tersebut ditunjukan dengan nomor…
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
Bacalah teks anekdot tersebut!
Kisah Pemulung
Pada siang hari di sebuah kompleks perumahaan yang kelihatan mewah terjadi perdebatan antara Pak RT dan Pak Pemulung. Masalah yang mereka debatkan adalah hal remeh yaitu di lingkungan perumahan itu, memang sudah banyak ditempel papan dengan tulisan “Pemulung Dilarang Masuk”, tetapi masih saja ada pemulung yang tidak menaati aturan tersebut.
Pak RT: “Pak sedang cari apa di tempat sampah itu?”
Pemulung :“Ya, sudah tentu cari barang bekas atau botol plastik yang dapat didaur ulang.”
Pak RT : “Maaf ya Pak, Bapak dapat baca tulisan yang ada di depan pintu gerbang perumahan ini, tidak?”
Pemulung :“Emang tulisannya apa, Pak?”
Pak RT: “Di papan itu tertulis Pemulung Dilarang Masuk, lantas kenapa Bapak nekat masuk di perumahan ini?”
Pemulung : “Yah, Pak RT ini gimana sih… kalau saya bisa baca tulisan yang di papan itu, tentu saya tidak akan jadi pemulung, Pak!”
Pak RT kemudian terdiam membisu dan berpikir bahwa jawaban pemulung itu ada benarnya juga. Pemulung tadi ternyata buta huruf, jelaslah ia tidak bisa baca papan larangan pemulung.
Dari segi makna tersirat, teks anekdot di atas dapat diinterpretasikan sebagai...
Masih banyak orang miskin di sekitar kita!
Pemulung dilarang masuk!
Banyak pemulung yang tidak menaati peraturan.
Ternyata angka buta aksara disekitar kita masih banyak.
Teranyata masih banyak pemulung disekitar kita.
1. Bacalah penggalan teks anekdot berikut!
Rokok
Andi berjalan menuju halte, dimana orang-orang ingin menunggu bus. Setelah sampai di halte, dia bertanya kepada seorang buruh pabrik yang sedang menunggu bus kopaja sambil merokok. Lalu Andi memulai percakapan.
“Haduh... tebal dan jorok sekali asap bus Mayasari Bakti.”
Lalu buruh pabrik itu merespon pernyataan Andi, “Iya nih.. Asap kopaja juga tebal.” Lalu Andi membalas.
“Bagaimana tanggapan Anda jika melihat orang yang menyebabkan polusi lebih dari asap bus itu?”
Abstraksi yang tepat untuk teks anekdot di atas adalah...
Suatu hari banyak sekali penumpang menunggu bus di halte.
Suatu hari, Andi sedang menunggu bus di terminal.
Ketika itu, Andi sedang menunggu seorang buruh pabrik di stasiun.
Andi pergi meninggalkan buruk pabrik itu di halte.
“Haduh tebal sekali asap kopaja itu!”
Perhatikan kalimat berikut!
Di sebuah desa, hiduplah seorang janda dengan anaknya. Hari ini tidak ada kepulan asap di dapur.
Kalimat tersebut termasuk struktur teks anekdot bagian….
manfaat
orientasi
krisis
reaksi
koda
1. Bacalah teks di bawah ini dengan cermat!
Seorang pelaut berdiri di atas kapal melihat keindahan laut yang tenang dan damai. “Seandainya keadaan keluargaku seperti ini pasti kebahagiaan yang ada”.Tetapi kemudian badai ganas menghadang hingga kapalnya oleng hampir tenggelam. Kapalnya selamat setelah dia membuang semua muatannya dengan bersusah payah .kejadiaan tersebut mengingatkan padanya kalau dia seorang ‘pelaut ulung’. Badailah yang membuatnya ulung. Pikirannya kembali kepada keluarganya.“Bagaimana kalau istri dan anakku yang kubuang? Apakah saya akan memperoleh ketenangan dan merasakan kebahagiaan?” ujar si pelaut. Si pelaut tersenyum-senyum memikirkan istri dan anaknya.
Kalimat yang menunjukkan abstraksi adalah…
Seorang pelaut berdiri di atas kapal melihat keindahan laut yang tenang dan damai
“Seandainya keadaan keluargaku seperti ini pasti kebahagiaan yang ada”
Tetapi kemudian badai ganas menghadang hingga kapalnya oleng hampir tenggelam.
Badailah yang membuatnya ulung
Si pelaut tersenyum-senyum memikirkan istri dan anaknya.
1. Bacalah teks berikut ini!
Suatu hari guru menerangkan tentang biopori di depan kelas. “ Biopori itu bisa dijadikan sebagai salah satu usaha menghindari banjir”jelasnya. “Sekarang, Ibu beri tugas pada kalian untuk membuat biopori di sekitar rumah, lalu kalian foto. Fotonya nanti ditempel di buku tugas dan berikan deskripsi”. Tiba-tiba seorang anak berkomentar.”Syukurlah Bu, jalan menuju rumah saya sudah banyak bioporinya, tapi kata bapak itu bukan untuk menanggulangi banjir, melainkan biopori akibat sering banjir”. Mendengar itu semua anak dan Bu guru tertawa.
Kalimat yang menunjukkan krisis adalah…
Suatu hari guru menerangkan tentang biopori di depan kelas.
“Biopori itu bisa dijadikan sebagai salah satu usaha menghindari banjir”jelasnya.
Sekarang, Ibu beri tugas pada kalian untuk membuat biopori di sekitar rumah, lalu kalian foto.
”Syukurlah Bu, jalan menuju rumah saya sudah banyak bioporinya, tapi kata bapak itu bukan untuk menanggulangi banjir, melainkan biopori akibat sering banjir”
Mendengar itu semua anak dan Bu guru tertawa.
Susunlah anekdot berikut ini sesuai dengan strukturnya!
1. Bu guru pun tersenyum
2. Siapa yang bisa membuat perumpamaan bagi penegakan hukum di negeri kita? Tanya Bu guru di depan kelas.
3. Bu guru bertanya kenapa disebut hukum kantong kresek
4. Tidak lama kemudian seorang anak menjawab dengan lantang
5. Hukum kantong kresek Bu, kata anak itu.
6. Hanya bisa menyelesaikan kasus kecil Bu, kalau kasus besar tidak pernah muat.
1-2-3-4-5-6
1-2-4-5-3-6
2-4-5-3-6-1
2-4-3-5-1-6
3-2-1-4-5-6
Bacalah teks di bawah ini!
Seorang ayah mengajari anaknya berenang.
“Aku tidak mau, Aku malu karena tidak bisa berenang ayah”, kata sang anak. “Ayah akan ajari dari gaya tersulit sampai termudah Nak”, jawab ayahnya. Sang anak gembira. Setelah beberapa hari latihan renang itu, sang ayah tampak bersedih sementara sang anak tampak gembira. “Terimakasih yah, akhirnya ayah dapat mengajari gaya berenang yang paling aku kuasai, tapi kenapa ayah bersedih?” tanyanya. “Yang kamu kuasai itu gaya batu, Nak!”
Kalimat manakah yang menunjukkan orientasi?
Seorang ayah mengajari anaknya berenang
Aku tidak mau, Aku malu karena tidak bisa berenang ayah”, kata sang anak.
Ayah akan ajari dari gaya tersulit sampai termudah Nak
Terimakasih yah, akhirnya ayah dapat mengajari gaya berenang yang paling aku kuasai, tapi kenapa ayah bersedih?
Yang kamu kuasai itu gaya batu, Nak
Berikut ini , yang termasuk teks anekdot adalah….
Harimau (Panthera tigris) digolongkan ke dalam mamalia, yaitu binatang yang menyusui. “Kucing besar”itu adalah hewan pemangsa dan pemakan daging. Harimau dapat mencapai tinggi 1,5 meter, panjang 3,3 meter, dan berat 300 kilogram. Bulunya berwarna putih dan cokelat keemasan-emasan dengan belang atau loreng berwarna hitam
Saudara-saudara yang saya hormati, Beberapa hari yang lalu, masyarakat sedang merayakan pesta demokrasi—memilih presiden dan wakil presiden secara langsung.Saya berharap, siapapun yang menjadi presiden dan wakil presiden, kita harus berlapang dada untuk menerima segala kebijakannya.
Pernahkah Anda membuat SIM, misalnya SIM C? Mengurus SIM tentu memerlukan waktu dan biaya. Tulisan ini bertujuan untuk berbagi pengalaman dalam mengurus SIM C dengan jalan yang benar.
Perdagangan bebas yang diusung oleh sebuah negara dipastikan dapat menguntungkan atau merugikan negara yang bersangkutan. Dampak negatif kebijakan politik negara di sektor ekonomi ini mudah kita temukan di Indonesia.
Ibu-ibu sedang kerja bakti membersihkan jalan desa pada pagi hari. Suasana terkesan ramai, obrolan seputar harga, gosip, dan anak. “Wah, bulan ini banyak pangeluaran. Anak saya masuk kuliah dan adiknya masuk SMA,” kata Bu Tini “Semua ternak saya, saya sekolahkan Bu biar pintar” sambung Bu Tini “He..he..he” tawa Bu Romlah renyah Mereka pun melanjutkan membersihkan rumput di kanan dan kiri
Bacalah kutipan teks anekdot berikut!
Hari persidangan telah tiba, Arya duduk di kursi tersangka dengan wajah tertunduk.
Hakim berkata, “Baiklah, Arya, umur 24 tahun, telah terbukti telah mencuri sandal seharga 30.000 rupiah. Dengan ini anda dihukum selama 5 tahun penjara.”
Arya kaget mendengar keputusan hakim, “Lho, Pak, ini tidak adil, mengapa hukuman saya jauh lebih berat dibandingkan dengan para koruptor?”
Kemudian hakim memberikan penjelasan kepada Arya, bahwa ia mencuri sendal sehingga merugikan seseorang 30.000 rupiah, sedangkan para koruptor mencuri uang 2 miliar sehingga merugikan 200 juta rakyat Indonesia. Jika dihitung, koruptor hanya merugikan 10 rupiah saja setiap orang. Jadi kerugian akibat tindakan yang dilakukan oleh Arya lebih besar daripada tindakan yang dilakukan oleh para koruptor.
Teks anekdot di atas mengandung sindiran yang ditujukan kepada….
generasi muda saat ini
hukum di Indonesia
rakyat Indonesia
para pencuri
penjara di Indonesia
Bacalah kutipan teks anekdot berikut!
Hari persidangan telah tiba, Arya duduk di kursi tersangka dengan wajah tertunduk.
Hakim berkata, “Baiklah, Arya, umur 24 tahun, telah terbukti telah mencuri sandal seharga 30.000 rupiah. Dengan ini anda dihukum selama 5 tahun penjara.”
Arya kaget mendengar keputusan hakim, “Lho, Pak, ini tidak adil, mengapa hukuman saya jauh lebih berat dibandingkan dengan para koruptor?”
Kemudian hakim memberikan penjelasan kepada Arya, bahwa ia mencuri sendal sehingga merugikan seseorang 30.000 rupiah, sedangkan para koruptor mencuri uang 2 miliar sehingga merugikan 200 juta rakyat Indonesia. Jika dihitung, koruptor hanya merugikan 10 rupiah saja setiap orang. Jadi kerugian akibat tindakan yang dilakukan oleh Arya lebih besar daripada tindakan yang dilakukan oleh para koruptor.
Peristiwa yang terjadi pada teks anekdot di atas adalah….
Seorang pemuda menghukum seorang koruptor
Seorang hakim memberi hukuman pada pemuda yang korupsi
Seorang pemuda memberikan saran pada hakim untuk menghukum para koruptor
Seorang hakim memutuskan hukuman pada seorang pemuda yang mencuri sandal
Seorang koruptor dapat menyuap hakim agar kasusnya dimudahkan
Bacalah kutipan teks anekdot berikut!
Hari persidangan telah tiba, Arya duduk di kursi tersangka dengan wajah tertunduk.
Hakim berkata, “Baiklah, Arya, umur 24 tahun, telah terbukti telah mencuri sandal seharga 30.000 rupiah. Dengan ini anda dihukum selama 5 tahun penjara.”
Arya kaget mendengar keputusan hakim, “Lho, Pak, ini tidak adil, mengapa hukuman saya jauh lebih berat dibandingkan dengan para koruptor?”
Kemudian hakim memberikan penjelasan kepada Arya, bahwa ia mencuri sendal sehingga merugikan seseorang 30.000 rupiah, sedangkan para koruptor mencuri uang 2 miliar sehingga merugikan 200 juta rakyat Indonesia. Jika dihitung, koruptor hanya merugikan 10 rupiah saja setiap orang. Jadi kerugian akibat tindakan yang dilakukan oleh Arya lebih besar daripada tindakan yang dilakukan oleh para koruptor.
Sindiran yang terdapat pada teks anekdot di atas adalah….
Seoranng pencuri harus bersikap sopan pada hakim
Seorang hakim pandai membuat alasan logis yang dapat meringankan hukuman koruptor
Seorang koruptor tidak pernah dihukum atas kesalahan yang diperbuatnya
Pencuri sandal memang perlu dihukum lebih berat dari koruptor
Hukum di Indonesia banyak diwarnai oleh kasus pencurian dan korupsi
Bacalah kutipan teks anekdot berikut!
Menyadari kekonyolan pertanyaan itu, muka mahasiswa tersebut berubah menjadi merah. Mesin SPBU menunjukkan angka 20.000. Si mahasiswa segera membayar dan pergi dengan perasaan malu.
Orientasi yang tepat untuk cuplikan teks anekdot di atas adalah….
Seorang mahasiswa yang membeli bensin ikut mengantre dan berada di urutan belakang.
Muka mahasiswa itu berubah merah.
SPBU di siang hari sangat ramai dan membuat antrean panjang.
Si mahasiswa segera membayar dan pergi dari SPBU.
Suatu hari seorang mahasiswa sedang berlatih mengemudi.
