NEW
Font size
WorksheetsTeks Fantasi/Imajinasi
Total questions: 15
Worksheet time: 25mins
Jenis fiksi dunia angan yang diciptakan penulis. Peristiwa yang tidak mungkin terjadi menjadi mungkin terjadi.
.
*Pernyataan tersebut pengertian teks. . .
Imajinasi
Prosedur
Ekplanasi
Deskripsi
Gambar tersebut termasuk ciri dari teks
Fantasi
Prosedur
Ekplanasi
Deskripsi
Berikut yang termasuk ciri-ciri cerita imajinasi, kecuali. . .
Mengandung keajaiban
Bersifat fiksi
Bersifat non fiksi
Tokoh dalam cerita imajinasi unik atau memiliki kesaktian
Unsur intrinsik dalam cerita imajinasi, kecuali. . .
Tokoh dan penokohan
Amanat
Latar belakang pengarang
Latar
Berikut yang bukan termasuk nilai- nilai yang terkandung dalam cerita imajinasi adalah. .
Nilai moral
Nilai sosial
Nilai religi
Nilai ketidakjujuran
Pesan yang ingin disampaikan dalam cerita.
.
*Pernyataan tersebut pengertian dari . . .
Tema
Penokohan
Amanat
Tokoh
)(. . . .) Miss Keriting menatapku tajam.
"Saya mengerjakan PR, Bu. Tapi lupa membawa bukunya."
.
*Kalimat yang tepat untuk mengisi kalimat rumpat tersebut adalah. . .
Kamu tidak mengerjakan PR, Ra?"
Apa kabar ?
Kamu silakan keluar
Silakan membersihkan wc
Teman-teman tertawa dan menepuk meja, lalu terdiam saat Miss Keriting mengangkat tangan. Miss Keriting menatapku lamat-lamat. "Itu sama saja dengan tidak mengerjakan PR. Dengan amat menyesal, kamu terpaksa Ibu keluarkan dari kelas. Kamu menunggu di lorong selama pelajaran berlangsung. Paham?"
.
*Latar tempat cerita tersebut adalah. . .
Di bengkel
Di rumah sakit
Di kelas
Di jalan
1) Aku menggigit bibir. Mau apa lagi? Aku melangkah ke depan.
"Ra?" Seli menatapku bingung. Aku tidak menjawab, terus melangkah ke depan
dengan tatapan teman-teman.
2)(. . . .) Miss Keriting menatapku tajam.
"Saya mengerjakan PR, Bu. Tapi lupa membawa bukunya."
3) Teman-teman tertawa dan menepuk meja, lalu terdiam saat Miss Keriting mengangkat tangan. Miss Keriting menatapku lamat-lamat. "Itu sama saja dengan tidak mengerjakan PR. Dengan amat menyesal, kamu terpaksa Ibu keluarkan dari kelas. Kamu menunggu di lorong selama pelajaran berlangsung. Paham?"
4) Suara Miss Keriting sebenarnya tidak menunjukkan intonasi "menyesal" karena sedetik kemudian, dia kembali sibuk menatap teman-teman lain, membiarkanku beranjak gontai ke bingkai pintu kelas.
*Kutipan cerita tersebut merupakan struktur teks
cerita imajinasi bagian....
Komplikasi
Orientasi
Resolusi
Konklusi
Sore itu, Akbar baru selesai menyirami semua tanaman yang ada di kebun. Rasa lelah dan letih menguasai sehingga Akbar beristirahat. Saat itu, ia melihat Ayahnya sibuk memetik cabai, terong, dan beberapa sayur katuk
"Ayah, terlalu banyak yang Ayah ambil untuk makan kita nanti malam." Seru Akbar saat melihat Pak Tono mengambil cabai, terong, dan sayur katuk dalam jumlah yang banyak.
"Bukan hanya untuk kita, Nak. Ini untuk beberapa tetangga kita juga."
"Lagi-lagi untuk orang lain." Keluh Akbar, "bisakah Ayah hidup tanpa harus terus memikirkan hidup orang lain?"
"Selagi kita bisa bantu, sepantasnya kita mem bantu. Tidak ada yang salah dengan menanam kebaikan." Kata Pak Tono.
"Menanam kebaikan? Menanam itu seperti ini, Ayah. Ada hasilnya." Kata Akbar memainkan jarinya ke arah kebun yang penuh dengan tanaman. "Sedangkan yang Ayah lakukan, mana hasilnya? Tidak pernah kulihat. Kita tetap saja miskin. Lagi pula, membantu rakyat yang kekurangan adalah tugas raja, bukan kita."
*Latar waktu cerita tersebut adalah. . .
Pagi
Siang
Sore
Malam
Sore itu, Akbar baru selesai menyirami semua tanaman yang ada di kebun. Rasa lelah dan letih menguasai sehingga Akbar beristirahat. Saat itu, ia melihat Ayahnya sibuk memetik cabai, terong, dan beberapa sayur katuk
"Ayah, terlalu banyak yang Ayah ambil untuk makan kita nanti malam." Seru Akbar saat melihat Pak Tono mengambil cabai, terong, dan sayur katuk dalam jumlah yang banyak.
"Bukan hanya untuk kita, Nak. Ini untuk beberapa tetangga kita juga."
"Lagi-lagi untuk orang lain." Keluh Akbar, "bisakah Ayah hidup tanpa harus terus memikirkan hidup orang lain?"
"Selagi kita bisa bantu, sepantasnya kita mem bantu. Tidak ada yang salah dengan menanam kebaikan." Kata Pak Tono.
"Menanam kebaikan? Menanam itu seperti ini, Ayah. Ada hasilnya." Kata Akbar memainkan jarinya ke arah kebun yang penuh dengan tanaman. "Sedangkan yang Ayah lakukan, mana hasilnya? Tidak pernah kulihat. Kita tetap saja miskin. Lagi pula, membantu rakyat yang kekurangan adalah tugas raja, bukan kita."
*Nilai yang terkandung dalam cerita tersebut adalah. . . .
Sosial
Politik
Religi
Budaya
Sore itu, Akbar baru selesai menyirami semua tanaman yang ada di kebun. Rasa lelah dan letih menguasai sehingga Akbar beristirahat. Saat itu, ia melihat Ayahnya sibuk memetik cabai, terong, dan beberapa sayur katuk
"Ayah, terlalu banyak yang Ayah ambil untuk makan kita nanti malam." Seru Akbar saat melihat Pak Tono mengambil cabai, terong, dan sayur katuk dalam jumlah yang banyak.
"Bukan hanya untuk kita, Nak. Ini untuk beberapa tetangga kita juga."
"Lagi-lagi untuk orang lain." Keluh Akbar, "bisakah Ayah hidup tanpa harus terus memikirkan hidup orang lain?"
"Selagi kita bisa bantu, sepantasnya kita mem bantu. Tidak ada yang salah dengan menanam kebaikan." Kata Pak Tono.
"Menanam kebaikan? Menanam itu seperti ini, Ayah. Ada hasilnya." Kata Akbar memainkan jarinya ke arah kebun yang penuh dengan tanaman. "Sedangkan yang Ayah lakukan, mana hasilnya? Tidak pernah kulihat. Kita tetap saja miskin. Lagi pula, membantu rakyat yang kekurangan adalah tugas raja, bukan kita."
.
*Pesan moral dalam kutipan cerita tersebut adalah. . .
ambillah hasil tanaman secukupnya.
pikirkanlah kebutuhan diri sendiri sebelum orang lain
bantulah rakyat yang kekurangan walaupun ada raja
biasakanlah menanam kebaikan kepada orang lain.
Selagi kita bisa bantu, sepantasnya kita mem bantu. Tidak ada yang salah dengan menanam kebaikan." Kata Pak Tono.
.
*Tanda (".") pada kalimat tersebut termasuk ciri kebahasan cerita imajinasi penggunaan. .
Ungkapan keterkejutan
Kata sambung
Kalimat langsung
Kata sifat
1) Aku menggigit bibir. Mau apa lagi? Aku melangkah ke depan.
"Ra?" Seli menatapku bingung. Aku tidak menjawab, terus melangkah ke depan
dengan tatapan teman-teman.
2)(. . . .) Miss Keriting menatapku tajam.
"Saya mengerjakan PR, Bu. Tapi lupa membawa bukunya."
3) Teman-teman tertawa dan menepuk meja, lalu terdiam saat Miss Keriting mengangkat tangan. Miss Keriting menatapku lamat-lamat. "Itu sama saja dengan tidak mengerjakan PR. Dengan amat menyesal, kamu terpaksa Ibu keluarkan dari kelas. Kamu menunggu di lorong selama pelajaran berlangsung. Paham?"
4) Suara Miss Keriting sebenarnya tidak menunjukkan intonasi "menyesal" karena sedetik kemudian, dia kembali sibuk menatap teman-teman lain, membiarkanku beranjak gontai ke bingkai pintu kelas.
.
*Kalimat yang tepat untuk mengisi kalimat rumpat tersebut adalah. . .
Jahat
Kejam
Tegas
Sombong
Makna yang terkandung dalam cerita. Dapat berupa ide utama dan tujuan utama.
.
*Pertanyaan tersebut termasuk pengertian dari. . B
Tema
Tokoh
Penokohan
Amanat
