wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Pemberdayaan Masyarakat

Total questions: 22

Worksheet time: 11mins

Name
Class
Date
1.

Pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan, pada prinsipnya adalah

a)

Upaya untuk menumbuhkan semangat masyarakat untuk mengobati diri mereka secara mandiri.

b)

Upaya untuk mengembangkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan.

c)

Upaya untuk mengembangkan kemauan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.

d)

Upaya untuk menumbuhkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan dalam memelihara dan meningkatkankesehatan.

e)

Upaya untuk meningkatkan kesediaan masyarakat untuk bekerjasama dalam mengatasi wabah penyakit didaerahnya.

2.

Pemberdayaan masyarakat bertujuan untuk membangun kemandirian masyarakat, maka peran petugas kesehatan dalam memberdayakan masyarakat diantaranya adalah

a)

Mengorganisasikan kegiatan masyarakat, terutama dalam kegiatan sosial.

b)

Membina persatuan antara tokoh masyarakat dengan petugas kesehatan saat berada dalam instansi kesehatan.

c)

. Menumbuhkan suasana yang kondusif dalam masyarakat dengan menggandeng para tokoh masyarakat baik formal maupun informal

d)

. Membina suasana kerja yang harmonis dalam lingkungan kesehatan sehingga masyarakat dapat meniru kerjasama yang sinergis dalam bidang kesehatan.

e)

Memfasilitasi dan melakukan pengorganisasian masyarakat melalui kegiatan-kegiatan maupun programpemberdayaan masyarakat.

3.

Pengkajian pemberdayaan masyarakat desa yang lebih banyak melibatkan pihak dalam yang terdiri dari pihak stakeholder (pemangku kepentingan kegiatan) dengan difasilitasi pihak luar yang berfungsi sebagai narasumber atau fasilitator metode penilaian keadaan secara partisipatif yang dilakukan pada tahapan awal perencanaan kegiatan yaitu

a)

Metode Rapid Rural Appraisal (RRA) atau penilaian desa secara partisipatif

b)

Metode Participatory Rapid Appraisal (PRA)

c)

Metode Participatory Learning and Action (PLA)

d)

Participatory Assessment and Planning (PAP)

e)

Participatory Hygiene and Sanitation Transformation (PHAST)

4.

Untuk memberdayakan masyarakat dalam mengelola air dan mengendalikan penyakit yang berhubungan dengan sanitasi melalui peningkatan kesadaran terhadap kesehatan serta perbaikan dan perilaku serta pembelajaran partisipatif dalam membangun kemampuan swadaya masyarakat untuk memecahkan masalah masyarakat merupakan

a)

Metode Rapid Rural Appraisal (RRA) atau penilaian desa secara partisipatif

b)

Metode Participatory Rapid Appraisal (PRA)

c)

Metode Participatory Learning and Action (PLA)

d)

Participatory Assessment and Planning (PAP)

e)

Participatory Hygiene and Sanitation Transformation (PHAST)

5.

Di daerah X masyarakat dominan memiliki perilaku hidup bersih dan sehat masih rendah, dominan masyarakat obesitas dan dikhawatirkannya adabya penyakit menular dan penyakit tidak menular oleh karena itu memecahkan masalah kesehatan diatas maka penyuluh kesehatan masyarakat melakukan penyuluhan secara langsung dengan teknik penilaian yang relatif terbuka, cepat dan bersih dibanding dengan teknik kunjungan singkat sebagai sebuah metode penilaian.yaitu

a)

Metode Rapid Rural Appraisal (RRA)

b)

Metode Participatory Rapid Appraisal (PRA)

c)

Metode Participatory Learning and Action (PLA)

d)

Participatory Assessment and Planning (PAP)

e)

Communication for Behaviour Impact (COMBI)

6.

Mobilisasi yang diarahkan pada penggerakan tugas semua masyarakat dan perorangan yang mempengaruhi tindakan tepat secara perorangan dan keluarga serta proses dengan strategi campuran berbagai intervensi komunikasi yang dimaksudkan untuk mengikut sertakan perorangan dan keluarga dalam mempertimbangkan perilaku-peri laku sehat yang direkomendasikan dan untuk mendorong penerimaan dan pemeliharaan perilaku yaitu

a)

Metode Rapid Rural Appraisal (RRA)

b)

. Metode Participatory Rapid Appraisal (PRA

c)

Metode Participatory Learning and Action (PLA)

d)

Participatory Assessment and Planning (PAP)

e)

Communication for Behaviour Impact (COMBI)

7.

Kelompok langsung dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil yang kemudian diberi suatu permasalahan yang sama atau tidak sama dengan kelompok lain. Masing-masing kelompok mendiskusikan masalah tersebut. Selanjutnya hasil dari tiap kelompok didiskusikan kembali dan dicari kesimpulannya. Kelemahannya adalah: Mungkin terbentuk kelompok dari orang-orang yang tidak tau apa-apa, Mungkin ada pemimpin yang lemah melakukan penyuluhan secara langsung dengan metode

a)

a. Ceramah tanya jawab

b)

b. Diskusi kelompok terarah

c)

c. Brain storming

d)

d. Buzz group

e)

e. Role Play

8.

1. Forum komunikasi

2. Menunjukkan film-film tentang pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan

3. Kunjungan tamu dari luar

4. Wisata karya ke tempat lain yang lebih maju.

Merupakan tahapan dari Langkah-langkah pemberdayaan masyarakat yaitu

a)

Perumusan upaya pemecahan masalah oleh masyarakat dan membuat perencanaan

b)

Pelaksanaan kegiatan pemecahan masalah kesehatan oleh masyarakat

c)

Pembinaan dan pengembangan upaya pemberdayaan masyarakat

d)

Monitoring

e)

Evaluasi

9.

DI desa X terdapat masalah kesehatan kebiasaan membuang sampah sembarangan, mereka mempunyai tingkat pengetahuan baik tentang pengelolaan sampah, setelah disurvei ternyata tidak adanya tempat pembuangan sampah akhir sehingga mereka membuang disungai atau membakar sendiri di belakang rumah, untuk memecahkan masalah kesehatan diatas maka penyuluh kesehatan masyarakat melakukan penyuluhan secara langsung dengan modifikasi metode kelompok pada permulaan pemimpin kelompok memancing dengan satu masalah dan kemudian tiap peserta memberikan jawaban atau tanggapan, Tanggapan atau jawaban-jawaban tersebut ditampung dan ditulis dalam flipchart atau papan tulis serta kelemahannya kurang memperoleh pandangan atau pendapat serta sulit merumuskan beberapa pendapat peserta merupakan

a)

Ceramah tanya jawab

b)

Diskusi kelompok terarah

c)

Brain storming

d)

Buzz group

e)

Role Play

10.

Segala upaya fasilitasi yang bersifat non instruktif, guna meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat, agar mampu mengidentifi kasi masalah yang dihadapi, potensi yang dimiliki, merencanakan dan melakukan pemecahannya dengan memanfaatkan potensi setempat suatu proses aktif, dimana sasaran/klien dan masyarakat yang diberdayakan harus berperan serta aktif (berpartisipasi) dalam kegiatan dan program kesehatan merupakan pengertian dari

a)

Advokasi kesehatan

b)

Social support

c)

Negosiasi

d)

Kemitraan

e)

Pemberdayaan masyarakat

11.

Pengkajian pemberdayaan masyarakat desa yang lebih banyak melibatkan pihak dalam yang terdiri dari pihak stakeholder (pemangku kepentingan kegiatan) dengan difasilitasi pihak luar yang berfungsi sebagai narasumber atau fasilitator metode penilaian keadaan secara partisipatif yang dilakukan pada tahapan awal perencanaan kegiatan yaitu

a)

Metode Rapid Rural Appraisal (RRA)

b)

Metode Participatory Rapid Appraisal (PRA)

c)

Metode Participatory Learning and Action (PLA)

d)

Participatory Assessment and Planning (PAP)

e)

Communication for Behaviour Impact (COMBI)

12.

Dilakukan dengan menggali potensi yang belum disadari masyarakat (potensi dapat muncul dari adanya kebutuhan masyarakat) yang diperoleh melalui pengarahan, pemberian masukan, dialog, kerjasama dan pendelegasian serta membuat model-model percontohan dan prototipe pengembangan masyarakat

a)

Sasaran utama

b)

Sasaran pendukung

c)

Sasaran tersier

d)

Pendekatan Makro

e)

Pendekatan Mikro

13.

Berikut ini indikator hasil pemderdayaan masyarakat : jenis dan jumlah KIE/penyuluhan yang dilaksanakan, frekuensi pelatihan yang dilaksanakan, jumlah tokoh masyarakat yang terlibat, adanya siklus pengambilan keputusan di masyarakat dan pertemuan-pertemuan yang dilaksanakan. Indikator tersebut adalah

a)

Input

b)

Proses

c)

Output

d)

Outcome

e)

Hasil

14.

Pemberdayaan masyarakat adalah segala upaya fasilitasi yang bersifat non instruktif, guna meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat, agar mampu mengidentifi kasi masalah yang dihadapi, potensi yang dimiliki, merencanakan dan melakukan pemecahannya dengan memanfaatkan potensi setempat.Sasaran pendukung pemberdayaan masyarakat adalah

a)

Individu

b)

Keluarga

c)

Kelompok Masyarakat

d)

Petugas kesehatan

e)

Penentu Kebijakan

15.

Metode ini merupakan gabungan antara bermain peran dengan diskusi kelompok. Pesan-pesan kesehatan disajikan dalam beberapa bentuk permainan seperti permainan monopoli, ular tangga, beberan. Cara memainkannya persis seperti bermain monopoli dengan menggunakan dadu, gaco (petunjuk arah), selain papan main. Beberapa orang menjadi pemain, dan sebagian lagi berperan

sebagai narasumber. Kegiatan penyuluhan kelompok tersebut adalah

a)

Bola Salju (snow balling)

b)

Metode Panel

c)

Permainan simulasi (simulation game)

d)

Peragaan atau demonstrasi

e)

Panel – Forum

16.

Kekuatan metode panel adalah sebagai berikut kecuali :

a)

Membangkitkan pikiran yang kritis.

b)

Memberikan kesempatan mengemukakan pandangan yang berbeda–beda

c)

Mendapatkan hasil yang nyata.

d)

Meningkatkan kemampuan analitis.

e)

Mudah tersesat dan berlarut – larut, sehingga tujuan diskusi tidak tercapai.

17.

Kelemahan metode study kasus adalah :

a)

Membutuhkan keterampilan untuk “menuliskan” masalah.

b)

Masalah itu tidak selalu sama pentingnya bagi anggota.

c)

Memerlukan banyak waktu jika dilakukan secara mendalam

d)

Dapat tertulis, lisan, difi lmkan, direkam, diperankan atau diceritakan

e)

Membutuhkan pemimpin yang terampil.

18.

Kekuatan metode ceramah tanya jawab adalah sebagai berikut, kecuali

a)

dapat dipakai pada orang dewasa

b)

penggunaan waktu efisien

c)

dapat dipakai pada kelompok sasaran besar

d)

tidak memerlukan banyak alat bantu

e)

Meningkatkan respons sasaran

19.

Kelemahan metode Peragaan atau demonstrasi adalah sebagai berikut, kecuali

a)

perlu keterampilan tertentu

b)

terbatas pada situasi belajar tertentu

c)

perlu waktu lebih lama

d)

biaya besar serta perlu persiapan matang

e)

bisa lebih lama meyakinkan dan diyakinkan karena berkesempatan melakukan sendiri

20.

Dalam metode ini beberapa anggota kelompok ditunjuk sebagai pemegang peran tertentu untuk memainkan peranan, misalnya sebagai bidan, dokter, perawat, pasien dan sebagainya, sedangkan anggota yang lain sebagai pengamat atau anggota masyarakat. Mereka memperagakan konseling dengan menggunakan kaidah “SATU TUJU” tentang pentingnya minum tablet tambah darah bagi

ibu hamil.Kegiatan penyuluhan kelompok tersebut adalah

a)

Bola Salju (snow balling)

b)

memainkan peran (role play)

c)

Permainan simulasi (simulation game)

d)

Peragaan atau demonstrasi

e)

Metode Case Study (Studi Kasus)

21.

Suatu proses pemberian bantuan berupa komunikasi langsung dengan tujuan agar klien mampu mengenali keadaan dirinya dan masalah yang dihadapinya adalah pengertian dari  

a)

Konseling

b)

Penyuluhan

c)

Wawancara

d)

Simulasi

e)

Bantuan Sosial

22.

Langkah-langkah melakukan komunikasi interpersonal adalah

a)

SATU

b)

SAJI

c)

SATU TUJU

d)

SALAM

e)

7C