NEW
Font size
WorksheetsKUIS X DKV 2
Total questions: 10
Worksheet time: 5mins
Gambar di atas merupakan tempat yang menjadi saksi sejarah antara Panglima Militer H. Ter Poorten dan Gubernur Jenderal Tjardo van Starkenborgh Stachouwer (Belanda) yang menyerah tanpa syarat kepada Jenderal Histoshi Immamura (Jepang) pada tanggal 8 Maret 1942. Peristiwa tersebut dikenal dengan perjanjian ….
Perjanjian Kalijati
Perjanjian Linggarjati
Perjanjian Renville
Inter-Indonesia
Pejanjian Tuntang
Berdasarkan peta di atas, tempat terjadinya perlawanan bangsa Indonesia terhadap pendudukan Jepang yang dilatar belakangi oleh penolakan terhadap seikeirei (penghormatan kepada Kaisar Jepang dengan membungkukkan badan ke arah matahari) karena tidak sesuai dengan ajaran agama Islam, ditunjukan oleh nomor ….
1
2
3
4
5
Penjajahan Jepang terhadap bangsa Indonesia berlangsung tiga setengah tahun. Penjajahan Jepang di Indonesia mengakibatkan kesengsaraan rakyat, baik secara lahir maupun batin, meskipun juga terdapat dampak positifnya. Dampak positif masa pendudukan Jepang atas wilayah Indonesia adalah ....
kebutuhan makanan tercukupi melaui pengerahan tenaga
pemuda Indonesia mendapat pendidikan latihan kemiliteran
rakyat Indonesia dapat berbahasa Jepang dengan baik
rakyat Indonesia dapat berbudaya Jepang dengan baik
bendera Indonesia berkibar di sebelah bendera Jepang
Berdasarkan gambar 3 tokoh nasional ini memiliki peranan yang sama dalam salah satu peristiwa bersejarah tercetusnya ideologi bangsa Indonesia yaitu sebagai ….
Proklamator kemerdekaan
Perumus teks proklamasi
Anggota Indiche Partij
Perumus dasar Negara
Petinggi PPKI
Pada akhir masa pemerintahan Jepang di Indonesia, Jepang mendirikan Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) (Dokuritsu Junbi Cosakai) yang disahkan pada 28 Mei 1945 di Gedung Cuo Sang In dengan ketuanya Dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat. Sidang BPUPKI dilaksanakan selama dua tahap sidang, yaitu Sidang BPUPKI pertama pada 29 Mei-1 Juni 1945 dan sidang BPUPKI kedua pada 10-17 Juli 1945. Pembahasan pada sidang BPUPKI yang kedua adalah ….
mengesahkan dasar Negara
merumuskan dasar negara
mengesahkan UUD 1945
merancang UUD
menetapkan 8 provinsi
Bacalah dengan seksama lirik lagu dan teks berikut!
Bagimu Negri
Padamu Negri kami berjanji
Padamu Negri kami berbakti
Padamu Negri kami mengabdi
Bagimu Negri jiwa raga kami
Menurut Soerya dalam Berita Nasional tanggal 20 Mei 1984 bahwa lagu ini diciptakan oleh Kusbini tahun 1942 atas permintaan Sukarno yang awalnya untuk siaran pendidikan taman kanak-kanak guna mengimbangi lagu-lagu propaganda Jepang yang marak saat itu (Mintargo, 2009). Kusbini bekerja sebagai pemain biola dan penyiar taman kanak-kanak bersama Ibu Sud di Radio Houso Kanri Kyoku. Menurut Ki Suratman tahun 1943-1944 pemerintah Jepang melarang mengumandangkan lagu kebangsaan ‘Indonesia Raya’ maka lagu ‘Bagimu Neg’ri diperdengarkan sebagai pengganti sementara lagu kebangsaan ‘Indonesia Raya’ (Printina, 2017). Lagu ‘Bagimu Neg’ri’ dimaksudkan adalah Negara Republik Indonesia yang disingkat dengan kata sandi ‘Neg’ri’, agar tidak diketahui pemerintah Jepang. Hal ini bermula dari pandangan Kusbini yang melihat bahwa hati para pemimpin bangsa Indonesia yang bekerjasama dengan pihak Jepang tetap berkobar semangat untuk merdeka, namun semangat itu ditekan dan disembunyikan demi perjuangan bangsa Indonesia.
Berdasarkan lirik lagu dan teks di atas, maka makna lagu Bagimu Negri adalah ….
lagu yang digunakan bangsa Indonesia untuk mengimbangi lagu-lagu propaganda Jepang yang marak saat itu.
lagu ‘Bagimu Neg’ri sebagai pengganti sementara lagu kebangsaan ‘Indonesia Raya’ yang dilarang oleh Jepang.
semangat yang disembunyikan para pemimpin bangsa Indonesia untuk kemerdekaan saat bekerjasama dengan Jepang
Negara Republik Indonesia yang disingkat dengan kata sandi ‘Neg’ri’ pada lirik lagu, agar tidak diketahui pemerintah Jepang.
lagu yang mengajak dan menganjurkan kepada seluruh bangsa Indonesia agar berbuat dengan ikhlas demi jiwa raga tanpa pamrih.
Kelompok tokoh nasional yang menyambut dengan baik kedatangan Jepang ke Indonesia dilandasi dengan adanya optimisme akan kemerdekaan yang akan diberikan Jepang kepada Indonesia. Lain halnya dengan kelompok nonkooperatif yang perjuangannya dilakukan melalui gerakan bawah tanah. Strategi perjuangan non koperatif gerakan bawah tanah yang dimaksud adalah ….
Bersifat radikal dan menolak kerjasama dengan penjajah
Kegiatan oraganisasi kebangsaan bersifat lunak dan terbuka
Kegiatan organisasi dilakukan secara sembunyi-sembunyi
Kegiatan organisasi dilakukan secara masif dan ekstrimis
Oragnisasi dengan terang-terangan menggalang persatuaan
Shusintai, Seinendan, dan Hizbullah adalah beberapa contoh organisasi semi militer yang dibentuk langsung oleh pemerintah militer Jepang. Tujuan tersembunyi dibalik pembentuknya organisasi semi militer pada masa pendudukan Jepang adalah ….
Mengakomodasi gerakan kaum nasionalis agar tidak terjadi gerakan bawah tanah
Untuk mendapatkan tentara cadangan dalam mensukseskan peperangan Jepang
Untuk mendapatkan tentara profesional dalam mensukseskan peperangan di luar negeri
Untuk mendapatkan tentara terdidik dalam mensukseskan peperangan di dalam negeri
Mendidik dan melatih pemuda agar dapat menjaga dan mempertahankan tanah air
Berdasarkan gambar di atas, gerakan ini berdiri pada Maret 1942 dipimpin oleh Hihosyi Syimizu dan Mr. Samsuddin (tokoh Parindra Jawa Barat). Gerakan ini bertujuan untuk merekrut dan mengerahkan tenaga rakyat yang akan dimanfaatkan dalam perang Asia Timur Raya. Namun, setahun kemudian gerakan ini telah di bubarkan, karena ….
tidak mendapat dukungan rakyat Indonesia
lebih bermanfaat bagi rakyat Indonesia
kurangnya partisipasi rakyat Indonesia
adanya kecurigaan terhadap fasisme Jepang
banyaknya korban jiwa yang berjatuhan
Pendudukan Jepang di Indonesia menimbulkan kesengsaraan bagi rakyat Indonesia. Hal ini disebabkan Jepang mengadakan eksploitasi baik bidang ekonomi maupun sosial. Pada Maret 1943 pemerintah Jepang membentuk Pusat Tenaga Rakyat (Putra) yang dipimpin oleh empat serangkai yaitu Ir. Soekarno, Hatta, Mas Mansyur , Ku Hajar Dewantara. Melalui Putra, para pemimpin Indonesia dapat berhubungan dengan rakyat secara langsung, baik melayu rapat maupun media masa milik Jepang. Pada perkembangan organisasi Putra dimanfaatkan oleh para pemimpin Indonesia dalam proses perjuangan bangsa Indonesia, karena....
menarik perhatian bangsa Indonesia agar membantu pasukan Jepang dalam perang Asia Timur Raya
membangkitkan semangat nasionalisme serta menumbuhkan rasa percaya diri serta harga diri bangsa
membujuk kaum nasionalis sekuler dan kaum intelektual agar dapat mengerahkan tenaga untuk melawan Jepang
mengerahkan rakyat Indonesia untuk mendukung peperangan Jepang menghadapi sekutu
mempersatukan rakyat Jawa dalam menghadapi serangan sekutu dalam perang Asia Timur Raya
