NEW
Font size
Worksheets11. Kebijakan Moneter
Total questions: 12
Worksheet time: 54mins
Which one is the monetary policy instrument?
expansionary monetary policy
contractionary monetary policy
Tax
Open Market Operation
Di bawah ini merupakan perkembangan perekonomian yang diharapkan dari kabijakan moneter, kecuali:
inflasi di bawah batas target yang ditetapkan
stabilitas harga
tersedianya lapangan kerja yang cukup
pertumbuhan ekonomi sesuai dengan target tyang ditetapkan
Di bawah ini merupakan tujuan kebijakan moneter sesuai dengan UU No. 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia adalah:
mencapai kestabilan nilai rupiah yang tercermin pada laju inflasi yang tinggi
mencapai kestabilan nilai rupiah tercermin pada stabilitas harga dan nilai tukar
mencapai kestabilan nilai rupiah yang cukup tercermin pada nilai tukar yang stabil
mencapai kestabilan nilai rupiah yang tercermin pada laju inflasi di bawah target yang ditetapkan pemerintah
pernyataan di bawah ini yang sesuai mengenai kebijakan moneter dan siklus ekonomi adalah:
kebijakan moneter kontraktif dilaksanakan pada saat kondisi perekonomian overheating dengan menambah jumlah uang beredar
kebijakan moneter kontraktif dilaksanakan pada saat kondisi perekonomian sedang mengalami kelesuan dengan menambah jumlah uang beredar
kebijakan moneter kontraktif dilaksanakan pada saat kondisi perekonomian overheating dengan mengurangi jumlah uang beredar
kebijakan moneter kontraktif dilaksanakan pada saat kondisi perekonomian mengalami kelesuan dengan mengurangi jumlah uang beredar
pernyataan di bawah ini yang tidak sesuai adalah:
kebijakan moneter ekspansif dilakukan dengan menambah jumlah uang beredar
kebijakan moneter ekspansif dilakukan untuk meningkatkan kondisi perekonomian
kebijakan moneter ekspansif dilaksanakan ketika kondisi perekonomian sedang mengalami kelesuan
kebijakan moneter ekspansif dilakukan untuk menstabilkan kondisi perekonomian yang sedang overheating
Penggunaan instrumen kebijakan di bawah ini yang sesuai adalah:
penjualan surat berharga dilakukan ketika perekonomian sedang lesu
pembelian surat berhrga dilakukan untuk menambah jumlah uang beredar
penjualan surat berharga dapat menurunkan suku bunga pinjaman
pembelian surat berharga akan menurunkan aggregate demand
dibawah ini yang tidak sesuai dengan efek dari penjualan surat berharga adalah:
penjualan surat berharga akan menurunkan jumlah uang beredar
penjualan surat berharga akan menurunkan lkuiditas bank komersial
penjualan surat berharga dilakukan ketika kondisi perekonomian overheating dan berdampak pada penurunan aggregate demand
penjualan surat berharga dilakukan ketika kondisi perekonomian sedang lesu dan berdpampak pada peningkatan aggregate demand
di bawah ini yang sesuai dengan mekanisme giro wajib minimum adalah
giro wajib minimum dilakukan dengan membeli dan menjual surat berharga sesuai dengan kondisi perekonomian
penurunan giro wajib minimum dilakukan untuk mengurangi jumlah uang beredar
penurunan giro wajib minimum dilakukan untuk menambah likuiditas bank komersial dan menambah jumlah uang beredar dalam perekonomian
peningkatan nilai giro wajib minimum dilakukan untuk menambah likuiditas bank komersial dan menambah jumlah uang beredar dalam perekonomian
di bawah ini yang sesuai dengan suku bunga diskonto adalah
duturunkan ketika kondisi perekonomian sedang overheating
suku bunga diskonto dinaikkan untu menambah likuiditas bank komersial dan menambah jumlah uang beredar
peningkatan suku bunga diskonto menurunkan likuiditas bank komersial dan menurunkan jumlah uang beredar
peningkatan suku bunga diskonto meningkatkan likuiditas bank komersial dan meningkatkan jumlah uang beredar
di bawah ini yang sesuai dengan BI 7 Day Reserve Repo Rate adalah
dalam kondisi perbaikan pemodalan, penurunan BI7DRR akan selalu direspon dengan kenaikan jumlah kredit
dalam kondisi perekonomian cukup tinggi, penurunan BI7DRR dapat secara langsung direspon oleh bank komersial
dalam kondisi normal, penurunan BI 7 Day Reserve Repo Rate diharapkan dapat menurunkan suku bunga perbankan
dijadikan sebagai instrumen utama untuk emnstabilkan inflasi
mekanisme transmisi kebijakan moneter jalur suku bunga di bawah ini yang tidak ssuai adalah:
peningkatan suku bunga BI7DRR dilakukan untuk meningkatkan permintaan kredit dari perusahaan dan rumah tangga
penurunan suku bunga BI7DRR dilakukan untuk menurunkan biaya modal perusahaan, meningkatkan konsumsi dan investasi serta mendorong pertumbuhan ekonomi
penurunan suku bunga BI7DRR dilakukan untuk meningkatkan permintaan kredit dari perusahaan dan rumah tangga
penurunan suku bunga BI7DRR dilakukan untuk menurunkan biaya modal perusahaan, meningkatkan konsumsi dan investasi dengan memperngaruhi suku bunga deposito dan kredit perbankan
Transmisi kebijakan moneter jalur nilai tukar yang sesuai antara lain:
peningkatan BI7DRR akan secara lansgung menurunkan tekanan inflasi
penurunan BI7DRR akan meningkatkan suku bunga domestik dan menarik investor asing yang pada akhirnya menurunkan inflasi
penurunan BI7DRR akan menurunkan suku bunga domestik dan menarik investor asing yang kemudian mengapresiasi nilai rupiah dan menyebabkan peningkatan ekspor yang pada akhirnya menurunkan tekanan inflasi
peningkatan BI7DRR akan meningkatkan suku bunga domestik dan menarik investor asing yang kemudian mengapresiasi nilai rupiah dan menyebabkan penurunan ekspor yang pada akhirnya menurunkan tekanan inflasi
