wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

13. Kebijakan Makroprudensial

Total questions: 12

Worksheet time: 42mins

Name
Class
Date
1.

The following statements below are the true definition of macroprudential policy, except:

a)

Macroprudential policy is a policy aimed at limiting the risks and costs of a systemic crisis

b)

Macroprudential policy is a policy aimed at maintaining overall financial system stability

c)

Macroprudential policy is a policy that focuses on the individual banking health

d)

Macroprudential policy is a policy that has the objective of maintaining overall financial system stability by limiting systemic risk

2.

Perbedaan mikropudensial dan makroprudensial di bawah ini yang sesuai adalah:

a)

Mikroprudensial fokus pada pengawasan individual bank sedangkan makropudensial fokus pada pengawasan individual lembaga keuangan non-bank

b)

Mikroprudensial fokus pada pengawasan kesehatan bank secara individu sedangkan makropudensial fokus pada pengawasan sistem keuangan secara keseluruhan

c)

Makroprudensial fokus pada pengawasan kesehatan bank secara individu sedangkan mikropudensial fokus pada pengawasan sistem keuangan secara keseluruhan

d)

Makroprudensial fokus pada pengawasan individual bank sedangkan mikropudensial fokus pada pengawasan individual lembaga keuangan non-bank

3.

Below are the reasons for implementing macroprudential policies in several countries around the world, except:

a)

Because other policies have not eliminated the risk of crisis transmission. Thus, it needs a policy framework to minimize systemic risk

b)

Because, when a crisis occurs, the recovery cost is prohibitive and takes a long time. Thus, a policy to prevent the contagion of the crisis is needed

c)

Because monetary policy and other policies can no longer be implemented in supervising the financial system. Thus, it needs to be replaced with macroprudential policies totally

d)

Because of the linkages between financial institutions and other institutions that cause systemic risk. Thus, a policy to maintain overall financial stability is urgently needed

4.

Sebab terjadinya risiko sistemik pada sistem keuangan di bawah ini yang tidak sesuai adalah:

a)

adanya efek menular dari kerapuhan sebagain sistem keuangan yang menyebabkan gangguan pada sistem keuangan lainnya

b)

adanya keterkaitan antar lembaga keuangan maupun non lembaga keuangan secara kompleks, sehingga keruntuhan satu lembaga dapat mempengaruhi lembaga lainnya

c)

adanya perilaku prosiklikalitas institusi keuangan

d)

masih rapuhnya kebijakan moneter dalam menjaga stabilitas sistem keuangan

5.

Alasan perlunya pembatasan terhadap risisko sistemik di bawah ini yang tidak sesuai adalah:

a)

adanya keterkaitan antar elemen keuangan, sehingga dapat memperkuat sistem keuangan secara keseluruhan

b)

dampak risiko sistemik tidak hanya terbatas pada sektor keuangan, namun dapat mengganggu perekonomian

c)

adanya keterkaitan antar elemen keuangan, sehingga memunculkan potensi menularnya atau merambatnya risiko dari suatu elemen sistem keuangan kepada  seluruh elemen sistem keuangan

d)

sumber risiko sistemik dapat berasal dari selain lembaga keuangan

6.

dimensi acuan dalam identifikasi risiko dan perumusan kebijakan makroprudensial yang tidak sesuai adalah:

a)

Dimensi cross-section menekankan pada identifikasi risiko sistemik yang terdistribusi pada periode tertentu

b)

Kebijakan pada dimensi cross-section muncul sebagai akibat dari Permasalahan yang terjadi di satu institusi dapat berakibat negatif pada institusi lainnya

c)

Kebijakan pada dimensi cross-section muncul karena danya perbedaan perilaku antar elemen dan agen keuangan

d)

Kebijakan pada dimensi cross-section muncul karena danya perbedaan perilaku elemen dan agen keuangan dari waktu ke waktu

7.

di bawah yang sesuai dengan dimensi pada kebijakan makroprudensial, kecuali:

a)

Kebijakan pada dimensi time series muncul karena danya perbedaan perilaku antar elemen dan agen keuangan

b)

Kebijakan pada dimensi time series muncul karena adanya perbedaan risiko sistemik yang bervolusi dari waktu ke waktu

c)

Kebijakan pada dimensi time series muncul karena adanya perlikau agen keuangan yang procyclicality

d)

Permasalahan pada dimensi time series dapat diatasi dengan kebijakan yang mampu melakukan countercyclical

8.

di bawah ini yang sesuai dengan definisi procyclicality adalah:

a)

kecenderungan peningkatan kredit oleh institusi keuangan ketika perekonomian mengalami kontraksi karena ketakutan akan risiko gagal bayar

b)

adanya kecenderungan penurunan pinjaman oleh lembaga keuangan pada periode kontraksi dan boom kredit pada periode ekspansi

c)

adanya kecenderungan penurunan pinjaman oleh lembaga keuangan pada periode ekspansi dan peningkatan kredit pada periode kontraksi

d)

kecenderungan pengetatan kredit oleh institusi keuangan ketika perekonomian mengalami kenaikan kkarena ketakutan akan risiko gagal bayar

9.

di bawah ini alasan dapat dibaurkannya kebijakan moneter dan makroprudensial, kecuali:

a)

adanya tujuan dan instrumen yang saling mendukung dari kebijakan moneter dan mekroprudensial

b)

keduanya dapat dibaurkan untuk dapat mengidentifikasi dan merumuskan kebijakan yang bersifat countercyclycal

c)

adanya prosiklikalitas pada lembaga keuangan yang menyebabkan perlunya kebijakan yang mampu melakasanakan countercyclical

d)

kebijakan moneter dapat beridiri sendiri dan mampu mengidentifikasi terjadinya procyclicality

10.

di bawah ini yang sesuai dengan instrumen kebijakan countercyclical capital buffer (CCyB), kecuali:

a)

besarnya CCyB dinaikkan ketika perekonomian sedang ekspansi dan diturunkan ketika sedang kontraksi

b)

besarnya CCyB dinaikkan ketika perekonomian sedang menurun dan dinaikkan ketika sedang meningkat

c)

merupakan tambahan modal yang wajib dibentuk oleh bank pada periode ekspansi dan digunakan saat bank mengalami tekanan pada periode kontraksi

d)

merupakan kebijakan yang digunakan untuk menjaga keberlanjutan fungsi intemediasi bank terutama saat periode kontraksi

11.

di bawah yang tidak sesuai dengan instrumen loan to value (LTV) adalah:

a)

menhambat pemberian kredit dengan dengan kualitas rendah yang menyebabkan adanya non performing loan (NPL)

b)

merupakan rasio antara nilai pembiayaan oleh bank dengan lamanya pinjaman oleh pelaku usaha yang mengajukan kredit

c)

LTV berfungsi untuk mendorong fungsi intermediasi perbankan yang seimbang dan berkualitas

d)

merupakan rasio antara nilai pembiayaan oleh bank terhadap nilai agunan

12.

di bawah ini yang sesuai dengan instrumen penyangga likuiditas makroprudensial adalah:

a)

instrumen yang berbentuk cadangan wajib minimum bank umum komersial pada bank sentral

b)

instrumen yang berbentuk cadangan wajib minimum bank umum syariah pada bank sentral

c)

merupakan instrumen cadangan wajib BUK, BUS, dan UUS yang disimpan di BI dalam bentuk surat berharga

d)

instrumen berupa pinjaman dari Bank Indonesia kepada Bank untuk mengatasi kesulitan Likuiditas Jangka Pendek