NEW
Font size
Worksheets13. Kebijakan Makroprudensial
Total questions: 12
Worksheet time: 42mins
The following statements below are the true definition of macroprudential policy, except:
Macroprudential policy is a policy aimed at limiting the risks and costs of a systemic crisis
Macroprudential policy is a policy aimed at maintaining overall financial system stability
Macroprudential policy is a policy that focuses on the individual banking health
Macroprudential policy is a policy that has the objective of maintaining overall financial system stability by limiting systemic risk
Perbedaan mikropudensial dan makroprudensial di bawah ini yang sesuai adalah:
Mikroprudensial fokus pada pengawasan individual bank sedangkan makropudensial fokus pada pengawasan individual lembaga keuangan non-bank
Mikroprudensial fokus pada pengawasan kesehatan bank secara individu sedangkan makropudensial fokus pada pengawasan sistem keuangan secara keseluruhan
Makroprudensial fokus pada pengawasan kesehatan bank secara individu sedangkan mikropudensial fokus pada pengawasan sistem keuangan secara keseluruhan
Makroprudensial fokus pada pengawasan individual bank sedangkan mikropudensial fokus pada pengawasan individual lembaga keuangan non-bank
Below are the reasons for implementing macroprudential policies in several countries around the world, except:
Because other policies have not eliminated the risk of crisis transmission. Thus, it needs a policy framework to minimize systemic risk
Because, when a crisis occurs, the recovery cost is prohibitive and takes a long time. Thus, a policy to prevent the contagion of the crisis is needed
Because monetary policy and other policies can no longer be implemented in supervising the financial system. Thus, it needs to be replaced with macroprudential policies totally
Because of the linkages between financial institutions and other institutions that cause systemic risk. Thus, a policy to maintain overall financial stability is urgently needed
Sebab terjadinya risiko sistemik pada sistem keuangan di bawah ini yang tidak sesuai adalah:
adanya efek menular dari kerapuhan sebagain sistem keuangan yang menyebabkan gangguan pada sistem keuangan lainnya
adanya keterkaitan antar lembaga keuangan maupun non lembaga keuangan secara kompleks, sehingga keruntuhan satu lembaga dapat mempengaruhi lembaga lainnya
adanya perilaku prosiklikalitas institusi keuangan
masih rapuhnya kebijakan moneter dalam menjaga stabilitas sistem keuangan
Alasan perlunya pembatasan terhadap risisko sistemik di bawah ini yang tidak sesuai adalah:
adanya keterkaitan antar elemen keuangan, sehingga dapat memperkuat sistem keuangan secara keseluruhan
dampak risiko sistemik tidak hanya terbatas pada sektor keuangan, namun dapat mengganggu perekonomian
adanya keterkaitan antar elemen keuangan, sehingga memunculkan potensi menularnya atau merambatnya risiko dari suatu elemen sistem keuangan kepada seluruh elemen sistem keuangan
sumber risiko sistemik dapat berasal dari selain lembaga keuangan
dimensi acuan dalam identifikasi risiko dan perumusan kebijakan makroprudensial yang tidak sesuai adalah:
Dimensi cross-section menekankan pada identifikasi risiko sistemik yang terdistribusi pada periode tertentu
Kebijakan pada dimensi cross-section muncul sebagai akibat dari Permasalahan yang terjadi di satu institusi dapat berakibat negatif pada institusi lainnya
Kebijakan pada dimensi cross-section muncul karena danya perbedaan perilaku antar elemen dan agen keuangan
Kebijakan pada dimensi cross-section muncul karena danya perbedaan perilaku elemen dan agen keuangan dari waktu ke waktu
di bawah yang sesuai dengan dimensi pada kebijakan makroprudensial, kecuali:
Kebijakan pada dimensi time series muncul karena danya perbedaan perilaku antar elemen dan agen keuangan
Kebijakan pada dimensi time series muncul karena adanya perbedaan risiko sistemik yang bervolusi dari waktu ke waktu
Kebijakan pada dimensi time series muncul karena adanya perlikau agen keuangan yang procyclicality
Permasalahan pada dimensi time series dapat diatasi dengan kebijakan yang mampu melakukan countercyclical
di bawah ini yang sesuai dengan definisi procyclicality adalah:
kecenderungan peningkatan kredit oleh institusi keuangan ketika perekonomian mengalami kontraksi karena ketakutan akan risiko gagal bayar
adanya kecenderungan penurunan pinjaman oleh lembaga keuangan pada periode kontraksi dan boom kredit pada periode ekspansi
adanya kecenderungan penurunan pinjaman oleh lembaga keuangan pada periode ekspansi dan peningkatan kredit pada periode kontraksi
kecenderungan pengetatan kredit oleh institusi keuangan ketika perekonomian mengalami kenaikan kkarena ketakutan akan risiko gagal bayar
di bawah ini alasan dapat dibaurkannya kebijakan moneter dan makroprudensial, kecuali:
adanya tujuan dan instrumen yang saling mendukung dari kebijakan moneter dan mekroprudensial
keduanya dapat dibaurkan untuk dapat mengidentifikasi dan merumuskan kebijakan yang bersifat countercyclycal
adanya prosiklikalitas pada lembaga keuangan yang menyebabkan perlunya kebijakan yang mampu melakasanakan countercyclical
kebijakan moneter dapat beridiri sendiri dan mampu mengidentifikasi terjadinya procyclicality
di bawah ini yang sesuai dengan instrumen kebijakan countercyclical capital buffer (CCyB), kecuali:
besarnya CCyB dinaikkan ketika perekonomian sedang ekspansi dan diturunkan ketika sedang kontraksi
besarnya CCyB dinaikkan ketika perekonomian sedang menurun dan dinaikkan ketika sedang meningkat
merupakan tambahan modal yang wajib dibentuk oleh bank pada periode ekspansi dan digunakan saat bank mengalami tekanan pada periode kontraksi
merupakan kebijakan yang digunakan untuk menjaga keberlanjutan fungsi intemediasi bank terutama saat periode kontraksi
di bawah yang tidak sesuai dengan instrumen loan to value (LTV) adalah:
menhambat pemberian kredit dengan dengan kualitas rendah yang menyebabkan adanya non performing loan (NPL)
merupakan rasio antara nilai pembiayaan oleh bank dengan lamanya pinjaman oleh pelaku usaha yang mengajukan kredit
LTV berfungsi untuk mendorong fungsi intermediasi perbankan yang seimbang dan berkualitas
merupakan rasio antara nilai pembiayaan oleh bank terhadap nilai agunan
di bawah ini yang sesuai dengan instrumen penyangga likuiditas makroprudensial adalah:
instrumen yang berbentuk cadangan wajib minimum bank umum komersial pada bank sentral
instrumen yang berbentuk cadangan wajib minimum bank umum syariah pada bank sentral
merupakan instrumen cadangan wajib BUK, BUS, dan UUS yang disimpan di BI dalam bentuk surat berharga
instrumen berupa pinjaman dari Bank Indonesia kepada Bank untuk mengatasi kesulitan Likuiditas Jangka Pendek
