WorksheetsUSAHA MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN
Total questions: 20
Worksheet time: 38mins
Pertempuran Lima Hari di Semarang merupakan salah satu pertempuran dalam rangka mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang dilakukan oleh para pemuda Semarang. Salah satu penyebab meletusnya pertempuran ini adalah ....
Terbunuhnya Brigjen A.W.S. Mallaby
Terbunuhnya Letnan Kolonel Isdiman
Terbunuhnya dr. Kariadi
Terbunuhnya Mohammad Toha
Peristiwa perobekan bendera Belanda yang dilakukan oleh tokoh muda dari Surabaya terjadi di sebuah hotel yang bernama Hotel Yamato. Insiden perobekan bendera tersebut menjadi salah satu pemicu terjadinya Pertempuran Surabaya yang memuncak pada tanggal ....
19 September 1945
10 Oktober 1945
10 November 1945
19 November 1945
Pertempuran yang meletus di wilayah Ambarawa, Jawa Tengah merupakan sebuah pertempuran yang melibatkan pihak Indonesia dan Sekutu. Berikut tokoh yang tepat menggambarkan pimpinan dari Sekutu dan Indonesia pada pertempuran ini adalah ....
Kolonel Soedirman – Brigjen Bethel
Mayor Martinus – Brigjen T.E.D. Kelly
Jenderal Menserg – Letnan Kolonel Isdiman
Brigjen Bethel – Kolonel Soedirman
Seorang tentara NICA (Netherlands Indies Civil Administration) mencabut lencana Merah Putih milik seorang anak kecil kemudian menginjak-injaknya. Hal ini merupakan salah satu sebab khusus terjadinya pertempuran ....
Medan Area
Puputan Margarana
Surabaya
Lima Hari di Semarang
Tujuan kedatangan sekutu ke wilayah Jawa Barat yang menimbulkan Pertempuran Bojongkokosan di antaranya untuk ....
Mengambil tawanan Belanda di Sukabumi dan sekitarnya
Melucuti senjata Jepang yang ada di tangan rakyat Sukabumi
Memberikan bantuan ke Sukabumi yang pada saat itu sedang terjadi pergolakan
Memberikan bantuan kepada para sekutu yang sedang berjuang di wilayah Bandung
Pada tanggal 17 Oktober 1945 pasukan Sekutu memasuki kota Bandung dan mengeluarkan ultimatum agar Bandung Utara dikosongkan namun tidak diindahkan oleh rakyat sehingga Sekutu mengeluarkan ultimatum yang kedua, yaitu pada tanggal ....
23 Maret 1946
24 Maret 1946
25 Maret 1946
26 Maret 1946
Pada pertempuran Puputan Margarana, pasukan Ciung Wanara dipimpin oleh .... untuk bertempur hingga titik darah penghabisan. Pertempuran ini menimbulkan korban jiwa sebanyak kurang lebih 96 orang dari Indonesia dan 400 orang dari Belanda.
I Gusti Ngurah Jelantik
I Gusti Ketut Jelantik
I Gusti Ngurah Rai
I Gusti Ketut Rai
Pertempuran yang terjadi di Palembang dalam rangka mempertahankan kemerdekaan Indonesia terjadi selama lima hari lima malam yaitu pada tanggal 1 – 5 Januari 1947. Pertempuran ini diakhiri dengan ....
Kemenangan rakyat Palembang atas Belanda
Persetujuan gencatan senjata antara Indonesia dan Belanda
Diusirnya Belanda dari Palembang
Perang habis-habisan oleh rakyat Palembang
Berikut ini yang termasuk ke dalam tokoh yang terlibat pada usaha mempertahankan kemerdekaan di wilayah Manado adalah ....
Kolonel Bambang Soegeng dan Letnan Kolonel Taulu
Residen Lapian dan Letnan Kolonel Taulu
Letnan Kolonel Ventje Sumual dan Residen Lapian
Kolonel A.H. Nasution dan Residen Lapian
Berikut yang bukan merupakan dampak positif adanya Serangan Umum 1 Maret 1949 yang terjadi di Yogyakarta bagi bangsa Indonesia adalah ....
Meningkatkan moral rakyat dan TNI yang sedang bergerilya
Mendukung perjuangan diplomasi Indonesia
Meredam berbagai pemberontakan yang terjadi di daerah
Menunjukkan kepada dunia internasional bahwa TNI masih memiliki kekuatan
Salah satu bentuk perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan ialah melalui jalur diplomasi. Berikut yang termasuk ke dalam perjuangan diplomasi tersebut ialah, kecuali ....
Perjanjian Linggarjati
Perjanjian Tuntang
Perjanjian Renville
Konferensi Meja Bundar
Hasil dari perundingan Philip Christison yang dilaksanakan pada 10 Februari – 12 Maret 1946 tidak mencapai titik temu. Setelah perundingan berakhir, diadakan lagi perundingan selanjutnya yang dilaksanakan di Belanda, yaitu perundingan ....
Hooge-Veluwe
Den Haag
Roem – Royen
Meja Bundar
Pada perundingan Hooge – Veluwe, delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Mr. Suwandi berencana untuk memperoleh pengakuan secara de facto dari pihak Belanda atas wilayah berikut, yaitu ....
Sumatera
Madura
Jawa dan Sumatera
Sumatera, Jawa, dan Madura
Salah satu isi Perjanjian Linggarjati adalah pendirian Uni Indonesia – Belanda yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal ....
1 Maret 1948
1 Januari 1949
1 Maret 1949
1 Januari 1950
Komisi Tiga Negara (KTN) merupakan sebuah komite yang dibentuk oleh Dewan Keamanan PBB untuk menjadi penengah konflik antara Indonesia dan Belanda. Negara anggota KTN yang mewakili Indonesia ialah ....
Amerika Serikat
Belgia
Swedia
Australia
Pada Perjanjian Renville yang diadakan pada tanggal 17 Januari 1948, dihasilkan beberapa kesepakatan berikut, di antaranya ....
Republik Indonesia menjadi bagian dari Republik Indonesia Serikat bersama Negara Borneo dan Negara Indonesia Timur.
Uni Indonesia-Belanda akan didirikan pada tanggal 1 Januari 1949.
Garis demarkasi disetujui sebagai pemisah wilayah Indonesia dan wilayah pendudukan Belanda.
Mengembalikan pemerintahan Indonesia ke Yogyakarta.
Sebelum diadakannya Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag, Indonesia dan Belanda melaksanakan perjanjian Roem – Royen pada tanggal 7 Mei 1949. Pada pelaksanaannya, perjanjian ini tidak kunjung menemui titik temu dan pada akhirnya harus menghadirkan dua tokoh dari Indonesia, yaitu ....
Mohammad Hatta dan Sutan Syahrir
Mohammad Hatta dan Sri Sultan Hamengkubuwono IX
Sutan Syahrir dan Sri Sultan Hamengkubuwono IX
Adam Malik dan Sutan Syahrir
Bijeenkomst voor Federaal Overleg (BFO) merupakan komite bentukan Belanda untuk mengelola Republik Indonesia Serikat. Pada perjanjian KMB, wakil BFO yang menandatangani Piagam Penyerahan Kedaulatan adalah ....
Sri Sultan Hamengkubuwono IX
Sultan Hamid II
Mohammad Hatta
Paul van Zeeland
Sesuai dengan isi perjanjian KMB, kedaulatan Indonesia akan diserahkan selambat-lambatnya pada tanggal ....
30 Desember 1949
31 Desember 1949
1 Januari 1950
1 Maret 1950
Usaha mempertahankan kemerdekaan Indonesia dilakukan dengan cara...
Perjuangan fisik dan diplomasi
Memecah belah kekuatan musuh
Peningkatan taraf hidup rakyat
Pembentukan angkatan perang yang kuat
