NEW
Font size
WorksheetsKuis Materi tokoh dan watak tokoh
Total questions: 15
Worksheet time: 10mins
1. Pelaku dalam sebuah cerita disebut. . . .
a. Tokoh
b. Watak tokoh
c. Alur
d. Pemain utama
2. Dibawah ini adalah yang disebut dengan tokoh, kecuali. . . .
a. Nama tumbuhan
b. Nama hewan
c. Nama orang
d. Nama benda
3. Berdasarkan perannya ada 2 jenis tokoh, yaitu. . . .
a. Tokoh depan dan tokoh belakang
b. Tokoh yang sering muncul dan tokoh yang jarang muncul
c. Tokoh utama dan tokoh sampingan
d. Tokoh baik dan tokoh jahat
4. Tokoh yang paling dominan (sering) disebut perannya dalam cerita disebut. . .
a. Tokoh sampingan
b. Tokoh utama
c. Tokoh bantuan
d. Tokoh paling terdepan
5. Watak adalah. . . .
a. Latar tempat pada cerita
b. Pelaku dalam cerita
c. Sifat tokoh dalam sebuah cerita
d. Suasana dalam cerita
6. Sebutan untuk watak tokoh yang digambarkan dengan kepribadian jahat adalah. . . .
a. Antagonis
b. Protagonis
c. Tritagonis
d. Tokoh jahat
7. Minggu pagi, Dimas mengajak Aldi menuju sungai di dekat sekolahnya. Di sana, mereka bergabung dengan teman-temannya yang lain. Aldi tertegun melihat tumpukan sampah. “Hai, jangan melamun! Ayo, segera kita bantu Rio dan Beni membersihkan sampah!” ujar Dimas. “Baiklah,” jawab Aldi. “Ayo, semangat!” teriak Dimas kepada teman-temannya.
Tokoh utama cerita tersebut adalah …..
a. Aldi
b. Dimas
c. Beni
c. Rio
8. Pada suatu sore, Irwan berpamitan untuk bermain layang-layang. Ia segera membawa layang-layang hasil kreasinya. Tak lupa, ia mengajak teman-temannya yang bernama Totok, Didi, dan Tio. Sesampainya di lapangan, ternyata sudah banyak yang bermain layang-layang. Irwan ditantang untuk beradu layang-layang oleh Rino. Mereka beradu layang-layang sambil disoraki oleh anak-anak yang berada di lapangan. Akhirnya, layang-layang Irwan terputus dan dinyatakan kalah. Irwan pulang dengan kekecewaan. Ia berharap lain hari bisa membalas kelalahannya.
Tokoh utama pada cerita tersebut adalah ….
a. Tio
b. Rino
c. Irwan
d. Totok
9. Ardi dan para relawan bergegas menyiapkan barak untuk para pengungsi. Tenda, tikar, dan lampu penerangan segera dia pasang. Tak lupa dapur umum juga dia siapkan. Obat-obatan, selimut, dan pos kesehatan pun telah didirikannya. Lapangan desa yang siang tadi masih lengang kini telah berubah drastis. Hiruk pikuk para relawan bertambah ramai dengan kedatangan para pengungsi. Mereka telah meninggalkan rumah di lereng gunung. Kesehatan jiwa lebih mereka utamakan.Watak Ardi pada cerita tersebut adalah ….
a. Pandai
b. Cekatan
c. Sabar
d. Disiplin
10. Setiap pagi hari Saddam membantu menyiapkan kue buatan ibunya untuk dibawa ke sekolah. Di sekolah, kue buatan ibunya itu akan dititipkan di kantin sekolah. Sepulang sekolah, Saddam akan membantu ibunya berjualan kue keliling kampungnya.
Penggambaran watak tokoh dalam cerpen tersebut dengan cara….
a. Dialog antar tokoh
b. Perilaku tokoh
c. Secara langsung
d. Pikiran tokoh
11. Tiara tinggal di sebuah desa dekat sungai. Sebagian besar anak di desanya bisa berenang. Namun, Tiara belum bisa berenang. “Ayah, tolong ajari aku berenang!” kata Tiara saat pergi ke sungai bersama ayahnya. Mula-mula, Tiara turun ke tempat yang airnya dangkal. “Ayo, masuk ke dalam air! Gerakkan kakimu seperti katak berenang!” kata Ayah. Tiara mencoba gerakan itu sedikit demi sedikit. Ia berlatih dan terus berlatih dengan semangat. Akhirnya, Tiara bisa berenang seperti teman-teman lain di desanya.
Watak tokoh Tiara dalam cerita tersebut adalah ….
a. Sabar
b. Mandiri
c. Tabah
d. Tekun
12. Sudah satu tahun, Fajar tinggal berdua bersama ibunya. Ayahnya telah meninggal karena kecelakaan. Setiap hari, ketika mentari masih malu menampakkan sinarnya, ia telah sampai di pasar. Sebuah baki berisi pisang goreng ia titipkan kepada pedagang di pasar. Biasanya dagangan yang dititipkan tersebut habis sebelum sore hari. Selepas itu, ia ke sekolah sambil membawa termos berisi es lilin. Semua itu ia kerjakan dengan penuh. semangat tanpa rasa malu. la bertekad untuk terus membantu ibunya. Dia berharap ibunya bisa beristirahat saat malam hari. Watak tokoh Fajar pada cerita tersebut adalah ….
a. Jujur
b. Ulet
c. Ramah
d. Sopan
13. Armin adalah ketua kelas. la memimpin kelasnya agar menjadi tertata. la selalu mengingatkan teman-temannya untuk mengerjakan tugas piket. Tak jarang ia menjadi tempat berkeluh kesah jika ada masalah di kelasnya. Armin menyelesaikan setiap masalah itu dengan sangat hati-hati. la mencari informasi atas permasalahan yang diadukan. Tidak mudah menyalahkan ataupun membela. Semua itu dilakukan agar tidak ada teman yang dirugikan.Watak Armin adalah ….
a. Tegas
b. Tenang
c. Tangkas
d. Bijaksana
14. Sebuah piala diberikan kepada Adi. Ia berhasil meraih juara lomba pidato tingkat kabupaten. Tepuk tangan terdengar riuh menyambut kemenangannya. Adi tersenyum sambil melambaikan tangannya. Sesekali, ia menepuk dada sembari mengacungkan jempol terbalik kepada peserta lain. Pandangan sinisnya membuat jengkel peserta lain.
Watak tokoh Adi pada cerita tersebut adalah ….
a. Loba
b. Jemawa
c. Dengki
d. Culas
15. Burung Gagak yang Haus
Pada suatu hari yang panas, seekor burung gagak kehausan, terbang di atas ladang untuk mencari air. Lama sekali ia terbang untuk mencari air, tetapi tidak menemukannya. Tiba-tiba ia melihat sebuah tempayan air di bawah sana. Ia pun terbang ke bawah untuk melihat kalau-kalau ada air di dalamnya. Ia senang karena dapat melihat air di dalam tempayan itu. Kemudian, gagak itu berusaha memasukkan kepalanya ke dalam tempayan. Sayang, leher tempayan itu terlalu sempit untuk kepalanya. Gagak berusaha untuk menggulingkan tempayan itu agar airnya mengalir. Namun, tempayan itu terlalu berat baginya.
Gagak itu lalu berpikir keras sebentar. Ketika menengok ke kanan dan ke kiri, ia melihat beberapa kerikil. Tiba-tiba terlintas dalam pikirannya gagasan yang bagus. Ia pun mulai memunguti kerikil itu satu demi satu, lalu memasukan setiap kerikil itu ke dalam tempayan. Semakin banyak kerikil yang dimasukkan, air pun naik. Oleh karena itu, burung gagak itu bisa meminum air dari tempayan tersebut.
Watak burung gagak dalam cerita di atas adalah ….
a. Pemalas
b. Periang
c. Cerdik
d. Sombong
