WorksheetsHISTORIOGRAFI (X Sej. Minat)
Total questions: 10
Worksheet time: 50mins
Historiografi berasal dari bahasa Yunani, yakni historia yang artinya "penyelidikan tentang gejala alam fisik" dan grafein yang bermakna sebuah "gambaran tulisan atau uraian". Secara umum Historiografi berarti...
Karya sejarah dari masa lampau
Pencarian sumber sejarah
Pengujian sumber sejarah
Penafsiran sumber sejarah
Pemilihan topik penelitian
Menurut taufik Abdullah pada fase historiografi tradisional, penulisan sejarah yang dilakukan lebih merupakan ekspresi budaya dan pantulan keprihatinan sosial masyarakat atau kelompok sosial yang menghasilkannya daripada usaha untuk merekam peristiwa masa lalu. Dibawah ini yang bukan ciri-ciri dari Historiografi tradisional adalah...
Istana-sentris karena berpusat pada keinginan dan kepentingan raja
Feodal-aristokrasi karena berfokus pada kehidupan kaum bangsawan feodal, bukan rakyat jelata
Subjektivitas tinggi karena penulis hanya mencatat peristiwa penting di kerajaan dan atas permintaan sang raja
Tujuannya melegitimasi dan melanggengkan kekuasaan serta kedudukan raja
Fokus utamanya adalah kehidupan rakyat jelata
Bharatayuddha adalah perang dahsyat antara dua kubu keturunan Bharata, yaitu Pandawa dengan tokoh-tokohnya bernama Yudistira, Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa yang mewakili perwatakan manusia yang baik dan Kurawa yang merupakan saudara berjumlah 100 orang dipimpin oleh tokohnya bernama Duryudana dan Dursasana yang mewakili Perwatakan manusia yang tercela. Perang dahsyat tersebut berlangsung di medan Kuruksetra.
Kisah diatas tertuang dalam epos Mahabharata yang ditulis oleh Vyasa Krisna Dwipayana di India pada sekitar 400 SM. Di Indonesia, kisah Mahabharata ditulis dalam bentuk Kitab Bharatayuddha, oleh Mpu Sedah dan Mpu Panuluh pada zaman kekuasaan Raja Jayabaya (1135-1159 M) dari kerajaan Kediri. Kitab tersebut merupakan karya sastra yang termasuk kedalam historiografi...
Modern
Tradisional
Kolonial
Nasional
Kontemporer
Gambar yang ditampilkan merupakan salah satu jenis karya Historiogafi tradisional peninggalan Kerajaan Tarumanegara. Kerajaan ini merupakan kerajaan kedua dengan corak Hindu tertua di Nusantara, setelah Kerajaan Kutai di Kalimantan.
Kerajaan Tarumanegara diketahui berada di tepi Sungai Citarum, Jawa Barat. Pada abad ke-4, tepatnya pada tahun 359 M, kerajaan Tarumanegara didirikan dan mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Raja Purnawarman (359-434 M). karya Historiogafi tradisional ini ditemukan di Sungai Ciaruteun, di situ ditemukan lukisan laba-laba serta telapak kaki Raja Purnawarman, yang diibaratkan kaki Dewa Wisnu. Seperti ini isi karya Historiogafi tradisional:
“Kedua (jejak) telapak kaki yang seperti (telapak kaki) Wisnu ini kepunyaan raja dunia yang gagah berani yang termasyur Purnawarman penguasa Tarumanegara.”
Berdasarkan tulisan diatas, karya Historiogafi tradisional tersebut adalah…
Serat
Babad
Hikayat
Prasasti
Naskah
Perhatikan data-data dibawah ini !
1. Fokus penulisan sejarahnya adalah untuk kepentingan Belanda
2. Bersifar Eropa-Sentris atau Belanda Sentris
3. Penulisan sejarahnya banyak bercampur baur berbagai mitos dan legenda
4. Feodal-aristokrasi karena berfokus pada kehidupan kaum bangsawan feodal, bukan rakyat jelata
5. Fokus penulisan sejarahnya kehidupan warga Belanda yang berada di tanah Hindia-Belanda
Ciri-ciri dari Historiografi Kolonial ditunjukan pada nomor...
1,2,3
1,3,5
1,2,5
2,3,4
3,4,5
Karena fokusnya adalah kepentingan Belanda dalam historiografi kolonial, banyak tokoh-tokoh perlawanan rakyat Indonesia seperti Tuanku Imam Bonjol, Pangeran Diponegoro, dan Sultan Agung dianggap sebagai pemberontak oleh pemerintah Kolonial Belanda. Hal tersebut karena Belanda mempunyai maksud untuk ….
Mengurangi pemberontakan di Indonesia
Pembenaran, Melegitimasi Penjajahan serta melanggengkan eksistensi Belanda di Indonesia
Menghentikan penyebaran paham nasionalisme
Menghentikan penyebaran paham sosialisme
Menjadikan keberadaan mereka sebagai musuh bersama pemerintah Belanda
Karya sejarah yang dikategorikan historiografi kolonial berikut ini adalah….
Kitab Mahabhrata dan Ramayana
Prasasti Ciaruteun
Babad tanah Jawi
Tinjauan kritis tentang sejarah Banten
Geschiedenis van Indonesie
Perhatikan data-data dibawah ini !
1. Sudut pandang penulisannya berbentuk Istanasentris
2. Bersifar Eropa-Sentris atau Belanda Sentris
3. Bersifat metodologis: sejarawan diwajibkan menggunakan kaidah-kaidah ilmiah
4. Bersifat kritis historis: artinya dalam penelitian sejarah menggunakan pendekatan multidimensional.
5. Munculnya peran-peran rakyat kecil
Ciri-ciri dari Historiografi Modern ditunjukan pada nomor...
1,2,3
1,3,5
1,2,5
2,3,4
3,4,5
Perhatikan cuplikan sebuah tulisan berikut ini !
"Pemberontakan petani Banten 1888, dilatarbelakangi oleh konflik tanah, pemerasan tenaga kerja, wabah penyakit dan bencana. Namun, konflik kemudian melebar pada isu agama karena beberapa pemimpin pemberontakan juga dikenal sebagai ulama dan haji. Salah satu tokohnya adalah Haji Abdul Karim, ulama besar dan orang yang disucikan di mata rakyat. Pemberontakan dimulai pada 9 Juli dari Cilegon, tempat tinggal para pejabat pamongpraja, Eropa dan Pribumi, yakni asisten residen, kontrolir muda, patih, wedana, jaksa, asisten wedana, ajun kolektor, kepala penjualan garam dan para pejabat lainnya di bawah birokrasi Kolonial. Dari Cilegon pemberontakan melebar ke Anyer dan serang. Untuk memadamkan pemberontakan sampai harus dikirim tambahan pasukan dari Batavia. Dari Cilegon pemberontakan melebar ke Anyer dan serang. Untuk memadamkan pemberontakan sampai harus dikirim tambahan pasukan dari Batavia. Pemberontakan berhasil dipadamkan oleh pemerintah Kolonial, dan terbunuhnya para tokoh pemberontak menjadi akhir dari pemberontakan itu"
Cuplikan tulisan dari Buku "Pemberontakan Petani Banten 1888" oleh sejarawan Profesor Sartono Kartodirjo merupakan contoh konkrit Historiografi...
Tradisional
Kolonial
Nasional
Modern
Lokal
Pernyataan yang tepat untuk membedakan historiografi modern dengan historiografi sebelumnya adalah ... .
historiografi modern hanya mengisahkan rakyat umum, dan tidak lagi menulis tentang kolonial dan penguasa.
historiografi modern menulis dengan pendekatan ilmu sejarah, sedangkan penulisan masa sebelumnya dengan pendekatan ilmu sosial dan sastra.
historiografi modern menulis berdasarkan fakta, sedangkan penulisan sebelumnya hanya bersifat khayalan dan ilusi.
Historiografi modern ditulis berdasarkan sudut pandang orang Indonesia sendiri, sedangkan sebelumnya berdasarkan kepentingan penjajah dan raja.
Historiografi modern mengikuti langkah-langkah ilmiah dalam penulisan sejarah, sedangkan penulisan sebelumnya lebih menekankan pada kepentingan tertentu.
