wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UH NOVEL

Total questions: 30

Worksheet time: 29mins

Name
Class
Date
1.

Cermati penggalan novel berikut!

Serba susah, serba salah. Ini tak kuat, ini tak sanggup. Dan sementara itu pikiran dan semangat selalu dikacaukan dan diharubirukan oleh sesal tak putus, sedih tak berkesudahan. Teringat sawah dan rumah pusaka bapak, yang telah dijual dan dihabiskan! Terkenang kebaikan istri, yang telah meninggalkan dunia karena makan hati oleh perbuatan dan kelakukan diri sendiri. Di mana tinggal kemegahan selama ini. Akan pelengah-lengah pikiran dan akan membeli nasi Mak Iyah mau tak mau. Ia pun bekarja juga menganyam topi dari pandan seperti pada malam itu. Akan tetapi, perasaannya selalu tergoda, semangatnya senantiasa terganggu!

Isi penggalan novel tersebut mengungkapkan ….

a)

kesengsaraan tokoh menghadapi masa lalu

b)

kebingungan tokoh menghadapi sesuatu

c)

kelesuan tokoh untuk melakukan sesuatu

d)

nostalgia tokoh di masa lampaunya

e)

penyesalan tokoh atas perbuatannya sendiri

2.

Bacalah penggalan novel berikut dengan saksama!


Akan tetapi tibalah satu bencana. Ketika suatu malam Badri bertandang lagi, Lena tidak membiarkannya masuk. Malah berkata seperti hendak mengusirnya.

"Jangan kemari lagi."

Terpana Badri mendengar ucapan gadis itu. Lebih terpana lagi dia ketika Lena menyebut nama Rosni seorang gadis yang sering juga dibawanya keluar malam untuk menonton film.

"Aku tidak serius dengan dia," kata Badri menangkis.

"Enak benar jadi laki-laki. Begitu sering membawa seorang gadis keluar malam, tapi kalau ditanya oleh gadis yang lain, lalu dibilang aku tidak serius dengan dia, " umpat Lena dengan tengiknya. Lalu sebelum Badri memberi alasan, pintu ditutup dan dikuncinya dari dalam. Tinggallah Badri terperangah di anak tangga.

Jodoh, A.A, Navis


Konflik yang tergambar dalam penggalan novel tersebut adalah ... .

a)

Badri tidak boleh bertandang lagi ke rumah Lena.

b)

Kemarahan Lena kepada Badri.

c)

Badri sering membawa Rosni me nonton film.

d)

Badri sering keluar malam dengan teman-temannya.

e)

Badri egois dan selalu memberi alasan bohong.

3.

Bacalah kutipan novel berikut ini!


Aku ingin membuktikan bahwa kata-kata Ihsan itu salah. Aku masih memiliki hati dan pikiranku. Di sini, di pesantren ini, aku masih sadar bahwa aku belajar. Aku nyantri sebab aku ingin mendalami ilmu agama. Lebih dari itu, kedatanganku ke sini jauh-jauh dari Jakarta tidak hanya untuk mendalami agama saja, melainkan juga untuk mempraktikkan ajaran-ajaran agama yang aku anut. Aku tidak ingin meninggalkan apa yang telah aku peroleh dan aku tetap memiliki keinginan yang kuat untuk meraih keilmuan yang belum aku raih di sini. Aku tetap ingin mengaji. Aku tetap ingin menghafal ayat-ayat al-Qur’an dan hadis-hadis nabi. Aku tidak ingin menyia-nyiakan hidupku, sebab sudah lama aku menyia-nyiakannya.

(Novel Syahadat Cinta karya Taufiqurrahman al-Azizy, 2008)


Watak tokoh dalam kutipan novel tersebut adalah ... .

a)

mudah goyah

b)

senang belajar di Jakarta

c)

menyia-nyiakan hidup

d)

hanya mendalami agama

e)

teguh pendirian

4.

Cermati penggalan novel berikut!

“Jimbron adalah seorang yang membuat kami takjub dengan tiga macam keheranan. Pertama, kami heran karena kalau mengaji, ia selalu diantar seorang pendeta. Sebetulnya beliau adalah seorang pastor karena beliau seorang Katolik, tapi kami memanggilnya Pendeta Geovany. Rupanya setelah sebatang kara seperti Arai ia menjadi anak asuh sang pendeta. Namun, pendeta berdarah Itali itu tak sedikit pun bermaksud mengonversi keyakinan Jimbron. Beliau malah tak pernah telat jika mengantarkan Jimbron mengaji ke masjid” (SP, 61)

Pandangan pengarang dalam novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata tersebut adalah ...

a)

Sangat setuju dengan pandangan pengarang, melalui tokoh Jimron pengarang memberikan gambaran kehidupan religius walaupun hidup berbeda agama dan pengarang juga memberikan gambaran cerminan toleransi dan jiwa sosial melalui tokoh pendeta.

b)

Tidak setuju dengan pandangan pengarang, melalui tokoh pendeta pengarang memberikan gambaran kehidupan yang religius walaupun hidup berbeda agama.

c)

Pengarang menghadirkan tokoh Jimbron dalam novel Sang Pemimpi mencerminkan tokoh yang taat beragama dengan mengaji setiap harinya, walaupun dia hidup di lingkungan agama yang berbeda, yaitu agama Katolik. Kemudian pengarang juga menghadirkan cerminan toleransi dan jiwa sosial melalui tokoh pendeta.

d)

Pengarang memunculkan tokoh pendeta dalam novel tersebut guna menunjukkan religiuitas tokoh.

e)

Pengarang menciptakan tokoh Jimron dan pendeta agar novel Sang Pemimpi menarik untuk dibaca.

5.

Cermati kutipan novel berikut!


“Ingin makan apa, Las? Ayam goreng, rendang Padang, apa masakan Cina?” tanya Handarbeni setelah mobil meluncur di Jalan Cikini.

Lasi tetap membeku.

“Las, kamu ingin makan apa?”

“Anu. Terserah. Saya ikut saja.”

“Aku lebih senang kamu ada permintaan.”

“Saya tak punya permintaan apa-apa, kok.”

“Atau ayam kalasan di Arya Duta?”

“Terserah saja.”

“Ah, aku lupa. Setengah darahmu adalah Jepang. Sudah pernah menikmati sukiyaki atau tempura?”

“Apa itu?”

“Hidangan dari negeri ayahmu, Jepang.”


Latar yang tergambar dalam kutipan novel tersebut adalah….

a)

sebuah rumah makan

b)

dalam mobil

c)

rumah makan Jepang

d)

rumah makan Arya Duta

e)

Jalan Cikini

6.

Cermati kutipan novel berikut!


Seorang gadis gemuk yang duduk paling belakang menggerakkan kepalanya. Namanya Sally. Semua temannya memutar kepala untuk melihatnya. Dia menunduk karena didengarnya bisik-bisik, ”Oh, si raksasa itu.” Wajah Sally terasa merah dan panas. Ia ingin menangis. Semua kawannya menjuluki dia si gemuk, si raksasa, bola, ah .... Ia baru mengangkat wajahnya ketika anak-anak sudah tidak memandangnya lagi, kini mereka memandangnya dengan takut.

Sally memandang Nona Lily yang ramping manis itu. Ia ingin menjadi Nona Lily. Selalu jadi pusat perhatian anak-anak. Kalau dia itu Nona Lily, tak seorang pun anak yang akan mengejeknya.

”Rupanya kalian sudah tahu siapa dia. Sally Harifa. Seorang anak yang akan selalu saya ingat. Lihat dia, patuh, cerdas, pendiam.... Tidak seperti kalian. Ribut, ribut, pikiran ke mana-mana.”

Sampai jam pelajaran selesai, Nona Lily terus memuji Sally. Ia ingin mencambuk anak-anak lain agar terdorong untuk serius dan pandai seperti Sally. Anak-anak diam, mereka serba salah. Iri, sebenarnya mereka pun mengagumi kecerdasan Sally. (Jendela Kecil, Souzan Kresida).


Amanat kutipan novel tersebut adalah ...

a)

Hargailah semua teman sekelas, karena mereka bisa diajak bekerja sama.

b)

Hormatilah guru yang telah memberi bekal ilmu kepada para siswa.

c)

Pujilah semua orang yang telah berprestasi dengan baik.

d)

Berbahagialah orang-orang yang telah diberi kelebihan daripada yang lain.

e)

Hargailah setiap orang karena kepandaiaannya, bukan karena keadaan fisiknya.

7.

Bacalah teks novel berikut!

(1) Teman teman fajar bersorak gembira, (2) Daffa terkulai lemas karena layang-layang putus. (3) Senja pun tiba. (4) Ketika terdengar suara azan, anak-anak mulai membubarkan diri untuk pergi ke masjid. (5) Berita kemenangan Fajar atas Daffa makin menambah keyakinan anak-anak desa itu bahwa layang-layang milik fajar memang sakti. (6) Fajar menjadi makin tinggi hati.

Bukti nilai agama terdapat pada kalimat bertanda nomor ….

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

e)

5

8.

Bacalah kutipan novel berikut


Namun takdir berkata lain, di malam sebelum pertunangan mereka, Bali terserang Bom (Bom Jimbaran) dan keluarga Rosie menjadi korban. Nathan meninggal, Rosie yang tak mampu menahan kehilangan depresi.


Suasana yang terdapat dalam novel tersebut adalah...

a)

Gunda

b)

Sedih

c)

Tegang

d)

Khusyuk

e)

Hening

9.

Cermati penggalan novel berikut!

Saat itu aku dihadapkan pada suatu dilema, apakah aku akan mendekatinya dan terus terang mengatakan kepadanya siapa aku ini sebenarnya atau tetap begini saja seterusnya. Semenjak aku menjadi mandor kebun, aku tidak pernah lagi berhubungan dengan Mas Sudibyo.

Watak tokoh “Aku” yang terlihat dalam penggalan novel tersebut adalah...

a)

Egois

b)

Ceroboh

c)

Lemah

d)

Penyabar

e)

Peragu

10.

Cermati kutipan novel berikut!

Rumah idaman di kampung melayu yang tidak dapat dinamakan besat, sudah disambung dengan pelampang ke muka, lalu dihiasi dengan daun-daun beringin dan bunga-bunga teratai. Bunga kertas yang merumbai-umbai pun tidak pula ketinggalan, sebagai lazim diperbuat di kampung, tiap-tiap ada perhelatan.

Unsur Intrinsik yang dominan pada penggalan novel di atas adalah ....

a)

Alur cerita

b)

Tema

c)

Perwatakan

d)

Sudut Pandang

e)

Latar

11.

Cermati penggalan novel berikut!

Semuanya seperti musim kering; kemarau datang dan angin gersang menusuk-nusuk. Semuanya seperti musim basah; hujan dan badai adalah nyanyian dalam sedih dan ngilu. Semuanya seperti perih, ketika langit tak menyisakan cerita apa-apa. Semuanya menjadi sepi...

(Nyanyi Sunyi dari Indragiri , Hary B Kori’un)

Gaya bahasa dalam kutipan novel di atas adalah gaya bahasa ....

a)

antithesis

b)

metafora

c)

personifikasi

d)

hiperbola

e)

metonimia

12.

Bacalah kutipan novel “Sunset Bersama Rosie” di bawah ini!

Begitulah takdir membentuk suatu kisah yang sangat panjang hanya untuk menyatukan kedua orang tersebut. Setelah melalui banyak kesedihan, waktu, akhirnya mereka diberi kesempatan untuk bersama. Kalimat dalam kutipan novel diatas merupakan ...

a)

Orientasi

b)

Komplikasi

c)

Resolusi

d)

abstrak

e)

koda

13.

Di tengah orang yang berlomba – lomba menjadi patung lilin, Ayah adalah salah satu dari sedikit orang yang memilih untuk tetap menjadi manusia.

Watak tokoh ayah pada kutipan cerpen tersebut adalah ….

a)

sombong

b)

religius

c)

tabah

d)

bijaksana

e)

rendah hati

14.

Aku dan kakakku ibarat minyak dengan air. Sikap dan gagasan yang kami lontarkan selalu berbeda. Sebagai adik, aku mengalah karena ingin selalu menjaga hubungan baik. Apalagi usia kami yang semakin merambat tua.

Unsur intrinsik yang dominan dalam kutipan novel tersebut adalah ….

a)

tema

b)

latar

c)

alur

d)

amanat

e)

penokohan

15.

Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda.

“Kenang-kenangan” oleh Abdul Gani A.K

Sudut pandang pengarang yang digunakan dalam penggalan tersebut adalah ….

a)

Orang pertama pelaku dan ketiga

b)

Orang ketiga pelaku sampingan

c)

Orang ketiga terbatas

d)

Orang pertama pelaku utama

e)

Orang ketiga serbatahu

16.

Urutan yang tepat dalam merancang suatu novel adalah ....

a)

Menentukan tema-tokoh-alur cerita-latar

b)

Menentukan tokoh-alur cerita-latar-tema

c)

Menentukan tokoh-alur cerita-latar

d)

Menentukan tema-tokoh-alur cerita

e)

Menentukan tema-tokoh-latar

17.

Cermati penggalan novel berikut!

“Apapun yang kamu katakan terhadapku, kutak peduli. Walau kaucaci maki, kaukutuki, aku terima. Tapi, untuk membiarkan Math dan Arcy hidup sebagai suami istri, padahal Tuhan telah melarangnya, o ... o... o .... itu telah melanggar prinsip hidup setiap orang yang percaya pada-Nya. Kau memang telah berbuat sesuatu yang benar sebagai ibu yang mau memelihara kebahagiaan anaknya. Tapi, ada lagi kebenaran yang lebih mutlak yang tak bisa ditawar-tawar lagi, yakni kebenaran yang dikatakan Tuhan dalam kitab-Nya. Prinsip hidup segala manusialah menjunjung kebenaran Tuhan”

Nilai agama yang terdapat dalam kutipan novel tersebut ...

a)

Segala keputusan hendaknya selalu dikembalikan pada ajaran agama.

b)

Kesabaran seorang ayah dalam menghadapi perilaku anakanaknya

c)

Tuhan melarang perkawinan beda agama.

d)

Keikhlasan seorang ibu dalam membahagiakan anaknya.

e)

Melanggar prinsip agarna mendatangkan kesengsaraan.

18.

Puncak konflik pada novel biasanya juga disebut dengan...

a)

Klimaks/komplikasi

b)

Resolusi

c)

Koda

d)

Penutup

e)

Penyelesaian

19.

Cermati penggalan novel berikut!

“Anak kecil!” Dia tertawa mengejekku. “Mengapa duduk di belakang? Sini! Sini, duduk di muka! Masih ada tempat.” Tangannya melambai, lalu mendekat berjalan ke arah belakang bangku-bangku.

“Tidak, Pak! Di sini saja, “Jawabku. Dia berdiri di samping bangkuku. Tidak ada yang duduk bersamaku.

“Mengapa? Supaya paling akhir mendapat giliran?” tanyanya. Seisi kelas tertawa.

“Tidak, Pak,” kataku lagi. “Supaya dapat melihat orang-orang lain.” Sedangkan mereka, yang duduk di depan, harus berpaling untuk melihatku.

Watak tokoh “aku” dideskripsikan dengan cara

a)

pelukisan bentuk fisik tokoh

b)

penggambaran lingkungan sekitar tokoh

c)

pengungkapan jalan pikiran tokoh

d)

dialog antartokoh

e)

Tanggapan tokoh lain

20.

Cermati penggalan berikut!

“Selesaikan pelajaranmu dulu, Manen. Zaman sekarang, seorang wanita sebaiknya dapat berdiri sendiri, apalagi kalau ia dapat membangun masyarakat.”

amanat yang paling telat untuk penggalan novel diatas adalah...

a)

Wanita sebaiknya dapat mandiri

b)

Wanita harus bermasyarakat

c)

Pendidikan suami istri harus seimbang

d)

Wanita tidak boleh kalah oleh pria

e)

wanita sebaiknya mandiri dan memiliki cita-cita

21.

Dibawah ini yang merupakan contoh novel romansa adalah...

a)

Harry Potter

b)

The Hunger Games

c)

Dilan 1990

d)

Laskar Pelangi

22.

Saat itu aku dihadapkan pada suatu dilema, apakah aku akan mendekatinya dan terus terang mengatakan kepadanya siapa aku ini sebenarnya atau tetap begini saja seterusnya. Semenjak aku menjadi mandor kebun, aku tidak pernah lagi berhubungan dengan Mas Sudibyo.


Watak tokoh “Aku” yang terlihat dalam penggalan novel tersebut adalah...

a)

Egois

b)

Ceroboh

c)

Lemah

d)

Penyabar

e)

Peragu

23.

Bagian struktur yang memperkenalkan setting cerita baik waktu, tempat, maupun peristiwa adalah....

a)

orientasi

b)

pengungkapan peristiwa

c)

puncak konflik

d)

pemyelesaian

e)

koda

24.

Perhatikan kalimat berikut!

" Akhirnya Badu mengakui kekalahannya", kalimat tersebut termasuk pada nilai ….

a)

Moral

b)

Agama

c)

Ekonomi

d)

Budaya

e)

Pendidikan

25.

Hanafi, mudah-mudahan Tuhan mengampuni dosamu. Sebagai ibu yang engkau durhakai dengan lillaahitaala sudah rela mengampuni akan dikau.” Hanafi tergeletak tertawa seolah mencemooh pula,” Hai ibu, mengucap ibu dengan tulusnya barangkali ibu akan mendapatkan ilham, lalu dapat berkata dengan benar. Pada hematku ibulah juga yang banyak bersalah atas diriku.”

Nilai moral yang sesuai teks tersebut adalah ….

a)

Anak durhaka yang tidak perlu dicontoh

b)

Anak baik dan sopan santun

c)

Ibu yang durhaka

d)

Anak buruk hati

e)

Anak yang pamer

26.

Bacalah penggalan cerpen berikut!

Meski termasuk anak yang pandai dan masuk kelas akselerasi, Romero tetap memiliki banyak teman dan sahabat. Baginya, teman adalah lingkungan yang dapat memberikan banyak inspirasidan pengalaman yang tidak diperoleh dari bangku sekolah. Di rumah, ia juga bersikap baik pada tetangga. Ia ingat ketika orang tuanya berpesan “Carilah teman dan sahabat sebanyak-banyaknya karena kita tidak bisa hidup sendiri. Suatu saat pasti kita membutuhkan orang lain.”

Nilai kehidupan yang terdapat pada penggalan cerpen tersebut adalah ….

a)

budaya

b)

ekonomi

c)

pendidikan

d)

sosial

e)

estetika

27.

Bacalah kutipan cerpen berikut ini!

Aku masih saja khawatir. Ramalan dukun-dukun itu mulai lagi mengganggu pikiranku. Kau juga mulai diganggu ramalan mereka? Tidak. Kita tidak boleh terpengaruh oleh ramalan-ramalan. Kita

harus berdoa semoga ramalan itu tidak akan menimpa Lasuddin.

Aku masih ingat, mereka menyebarkan ke seluruh kampung ramalan-ramalan itu. Benarkah akan terjadi seperti yang mereka katakana, bahwa semua keturunan kita akan musnah di ujung pisau sunat? Yakinkah kau akan itu? Kita berserah saja kepada-Nya. Doakanlah Lasuddin. Bukankah hal ini harus diikuti setiap pengikut Islam sejati?

Nilai kehidupan yang terkandung dalam cerpen tersebut adalah ...

a)

Moral dan agama

b)

Sosial dan budaya

c)

Agama dan budaya

d)

Budaya dan moral

e)

Pendidikan dan sosial

28.

Kalimat berikut yang mengandung kata kerja aksi adalah…

a)

Saat liburan tiba, Deni terkapar di rumah sakit

b)

Tsunami selalu membawa kerusakan besar bagi manusia

c)

Kerusakan yang terbesar disebabkan oleh gelombang besar yang membanjiri daratan

d)

Ketika sampai ke daratan, gelombang ini akan menyeret apa saja yang dilaluinya

e)

Selain itu, lumpur yang ikut terseret gelombang tsunami menyebabkan manusia menjadi sulit untuk menyelamatkan diri dengan cepat

29.

Bacalah paragraph berikut!

Bu Mus adalah seorang guru yang pandai, karismatik, dan memiliki pandangan jauh ke depan. Beiiau Menyusun sendiri silabus pelajaran Budi Pekerti dan mengajarkan kepada kami sejak dini pandangan-pandangan dasar moral, demokrasi hukum, keadilan, dan hak-hak asasi.


Kata ganti yang digunakan pada kalimat di atas adalah…

a)

Orang pertama tunggal

b)

Orang pertama jamak

c)

Orang ketiga tunggal

d)

Orang ketiga jamak

e)

orang kedua

30.

Menurut Sang Patih, Galeng telah periksa seluruh kamar Syahbandar dan ia telah melihat banyak botol dan benda-benda yang ia tak tahu nama dan gunanya


Kata yang menjadi penunjuk kalimat tidak langsung pada kutipan di atas adalah…

a)

menurut

b)

telah

c)

periksa

d)

melihat

e)

banyak