WorksheetsPARAMETER PEMOTONGAN MESIN CNC
Total questions: 25
Worksheet time: 13mins
Disajikan sebuah gambar di samping. Kemampuan alat potong menyayat material dengan aman pada proses CNC dan menghasilkan tatal dalam satuan panjang/waktu (meter/menit), pengertian dari ...
Kecepatan Putaran Mesin (Rotasi Permenit - Rpm)
Kecepatan Potong (Cutting Speed - CS)
Kecepatan Keliling (Peripheral operating speed - POS)
Waktu Proses Pemesinan (Tm)
Kecepatan Pemakanan (Feed - F)
Disajikan sebuah gambar di samping. Parameter pemotongan mesin bubut CNC adalah informasi berupa dasar – dasar perhitungan, atau rumus dan tabel – tabel yang mendasari teknologi proses pemotongan/penyayatan pada mesin bubut. Parameter pemotongan yang tidak termasuk pada proses CNC adalah ...
Kecepatan Keliling (Peripheral operating speed - POS)
Waktu Proses Pemesinan (Tm)
Kecepatan Potong (Cutting Speed - CS)
Kecepatan Putaran Mesin (Rotasi Permenit - Rpm)
Kecepatan Pemakanan (Feed - F)
Faktor yang tidak mempengaruhi harga kecepatan potong, pada gerak putar mesin bubut CNC, kecepatan potongnya (Cs) adalah Keliling lingkaran benda kerja (π.d) dikalikan dengan putaran (n). , adalah ...
Depth cut
Bahan benda kerja, semakin tinggi kekuatan bahan yang dipotong, maka harga kecepatan potong semakin kecil.
Jenis alat tool/potong, semakin tinggi kekuatan alat potong maka harga kecepatan potong semakin besar
Waktu pengerjaan, semakin lama waktu pengerjaan hasilnya akan halus.
Besarnya feeding/kecepatan penyayatan, semakin besar jarak penyayatan maka kecepatan potong semakin kecil
Disajikan gambar kemampuan mesin bubut CNC untuk melakukan pemotongan/penyayatan benda kerja adalah pengertian dari ...
Kecepatan Keliling (Peripheral operating speed - POS)
Waktu Proses Pemesinan (Tm)
Kecepatan Putaran Mesin (Rotasi Permenit - Rpm)
Kecepatan Pemakanan (Feed - F)
Kecepatan Potong (Cutting Speed - CS)
Disajikan gambar proses pemotongan pada mesin bubut CNC, besarnya kecepatan ditentukan oleh beberapa besar bergesernya pahat bubut (f) dalam satuan mm/putaran dikalikan berapa besar putaran mesinnya (n) dalam satuan putaran, merupakan ...
Kecepatan Potong (Cutting Speed - CS)
Kecepatan Keliling (Peripheral operating speed - POS)
Waktu Proses Pemesinan (Tm)
Kecepatan Putaran Mesin (Rotasi Permenit - Rpm)
Kecepatan Pemakanan (Feed - F)
Faktor yang mempengaruhi waktu pemakanan / waktu proses pemesinan (Tm) pada proses CNC adalah …
panjang atau jarak tempuh pembubutan (L) dalam satuan (m) dan kecepatan pemakanan (F) dalam satuan (mm/menit)
panjang atau jarak tempuh pembubutan (L) dalam satuan (mm) dan kecepatan pemakanan (F) dalam satuan (mm/putaran)
panjang atau jarak tempuh pembubutan (L) dalam satuan (mm) dan kecepatan pemakanan (F) dalam satuan (m/putaran)
panjang atau jarak tempuh pembubutan (L) dalam satuan (m) dan kecepatan pemakanan (F) dalam satuan (putaran/mm)
panjang atau jarak tempuh pembubutan (L) dalam satuan (mm) dan kecepatan pemakanan (F) dalam satuan (mm/menit)
Faktor yang tidak dipertimbangkan dapat mempengaruhi kecepatan pemakanan atau penyayatan pada proses CNC adalah ...
bahan alat potong
ketajaman alat potong
kedalaman penyayatan
kecepatan putaran mesin
kekerasan bahan
Kecepatan putar mesin bubut adalah kemampuan kecepatan putar mesin bubut untuk melakukan pemotongan/penyayatan dalam satuan putaran/menit. Faktor yang mempengaruhi harga kecepatan putaran mesin CNC adalah ...
kecepatan potong (meter/menit) dan diameter benda kerja (mm)
kecepatan potong (meter/putaran) dan diameter benda kerja (mm)
kecepatan pemakanan (mm/putaran) dan diameter benda kerja (mm)
besar pemakanan (mm/putaran) dan diameter benda kerja (mm)
kecepatan potong (mm/menit) dan diameter benda kerja (mm)
Beberapa faktor yang menentukan besarnya kecepatan pemakanan (Feeding) pada mesin bubut, adalah ...
besar bergesernya pahat bubut (f) dalam satuan mm/putaran dikalikan berapa besar putaran mesinnya (n) dalam satuan putaran
besar bergesernya pahat bubut (f) dalam satuan mm/menit dikalikan berapa besar putaran mesinnya (n) dalam satuan putaran
besar bergesernya pahat bubut (f) dalam satuan m/menit dikalikan berapa besar putaran mesinnya (n) dalam satuan mm/putaran
besar bergesernya pahat bubut (f) dalam satuan m/putaran dikalikan berapa besar putaran mesinnya (n) dalam satuan putaran
besar bergesernya pahat bubut (f) dalam satuan mm/putaran dikalikan berapa besar putaran mesinnya (n) dalam satuan mm/putaran
Disajikan sebuah tabel kecepatan potong (Cs). Jika akan melakukan proses pembubutan finishing dengan mesin bubut CNC menggunakan pahat carbida dan benda kerja St. 42 dengan diameter 50 mm, berapakah kecepatan potong (Cs) yang akan digunakan ...
140 m/menit
160 m/menit
200 m/menit
250 m/menit
600 m/menit
Perhatihan tabel kecepatan potong (Cs) di samping, Jika akan melakukan proses pembubutan kasar dengan mesin bubut CNC menggunakan pahat HSS dan benda kerja st. 42 dengan diameter 75 mm, tentukan kecepatan potong (Cs) yang akan digunakan ...
16 m/menit
18 m/menit
20 m/menit
26 m/menit
35 m/menit
Pada proses pembubutan dengan mesin bubut CNC menggunakan pahat carbida dan benda kerja st. 34 dengan diameter 100 mm, Dalam tabel CS diambil 150 m/menit, berapakah kecepatan putaran mesin (n) terendah yang akan digunakan ...
477.71 putaran/menit
577. 76 putaran/menit
696.21 putaran/menit
777. 12 putaran/menit
796.12 putaran/menit
Proses pembubutan kasar dengan mesin bubut CNC menggunakan pahat carbida, material benda kerja st. 50 sesuai tabel Cs = 150 m/menit dengan diameter 100 mm, serta diketahui besar pemakanan (f) 0.5 mm/putaran. Berapa mm/menit besarnya kecepatan pemakanan (F) yang digunakan ...
195.08
193.08
191.08
189.08
187.08
Jika melakukan proses pembubutan dengan mesin bubut CNC menggunakan pahat carbida dan benda kerja st. 50 dengan diameter 100 mm, Cs ditentukan 200 meter/menit, berapa rpm kecepatan putaran mesin (n) tertinggi yang akan digunakan ...
626.49
629.94
630.94
633.49
636.94
Proses pembubutan finishing dengan mesin bubut CNC menggunakan pahat carbida dan benda kerja st. 50 dengan diameter 100 mm, Cs untuk finishing 200 meter/menit, serta diketahui besar pemakanan (f) 0.4 mm/putaran, hitung berapa mm/menit kecepatan pemakanan (F) yang digunakan ...
256.78
255.88
254.77
253.66
252.22
Berapa m/menit kecepatan potong yang dibutuhkan untuk menyayat benda kerja dengan kecepatan putaran mesin sebesar 80 rpm dan diameter benda kerja sebesar 42 mm ...
9.56
10.25
10.56
11.65
12.55
Berapakah putaran/menit putaran mesin yang dibutuhkan untuk menyayat benda kerja yang terbuat dari baja lunak dengan diameter 49 mm dan kecepatan potong (Cs) 25 meter/menit ...
162.33
162.66
163.33
163.66
166.33
Sebuah baja lunak berdiameter (d) 2.5 inchi akan dibubut CNC dengan kecepatan potong (Cs) 20 meter/menit. Berapa putaran/menit besar putaran mesinnya ?
99.3
100.2
100.3
101.1
102.2
Berapa mm/menit kecepatan pemakanan benda kerja yang menggunakan kecepatan putaran mesin (n) sebesar 500 putaran/menit dan besar pemakanan (f) 1,25 mm/putaran ...
612
615
622
625
626
Pada proses pemesinan CNC akan melakukan pembubutan benda kerja dengan diameter 40 mm akan dibubut rata menjadi 38 mm dengan kedalaman sekali pemakanan (a) 1 mm, panjang proses pembubutan ditambahkan jarak awal pahat (L) 69 mm dan kecepatan pemakanan (F) yang digunakan 20 mm/menit. Berapa menit waktu pemesinan yang diperlukan untuk melakukan proses pembubutan tersebut ...
2.22
2.32
3.33
3.34
3.45
Sebuah benda kerja dengan diameter 46 mm akan dibubut rata menjadi 40 mm dengan kedalaman sekali pemakanan (a) 1.5 mm sepanjang 74 mm, dengan jarak awal pahat 6 mm dan kecepatan pemakanan (F) yang digunakan 25 mm/menit. Berapa menit waktu pemesinan yang diperlukan untuk melakukan proses pembubutan tersebut ….
5.8
6.2
6.4
6.6
7.2
Proses pembubutan rata denga menggunakan mesin CNC, diketahui (D) diameter awal 50 mm akan dijadikan (d) diameter 40 mm. Jika (a) kedalaman sekali pemakanannya 1 mm, maka berapa kali proses pembubutannya ...
6
5
4
3
2
Seorang operator mesin CNC akan melakukan proses pembubutan rata, benda kerja yang semula (D) berdiameter 45 mm akan dijadikan (d) diameter 39 mm. Apabila akan dilakukan 2 kali proses pemakanan, berapakah mm (a) kedalaman pemakanan yang harus digunakan oleh operator tersebut ...
3
2.5
2
1.5
1
Berapa mm (d) diameter akhir setelah dilakukan proses pembubutan dengan mesin CNC dengan (D) diameter benda kerja awal 32 mm, (a) kedalaman sekali pemakanan 2 mm dan dilakukan 2 kali proses pemakanan ...
20
22
24
26
28
Benda kerja dengan panjang 105 mm akan di jadikan 101 mm, berapakah mm (a) kedalaman sekali pemakanannya jika dilakukan 4 kali proses pemakanan ...
0.2
0.5
1
1.2
1.5
