WorksheetsIslam Wasatiyah kls X
Total questions: 17
Worksheet time: 26mins
Wasathiyatul islam (وسطية الاسلام) atau islam Wasathiyah disebut juga dengan …
Islam yang pertengahan
Islam yang awal
Islam yang akhir
Islam yang pertama
Islam yang kedua
Islam washatiyah adalah Islam pertengahan antara liberalisme dan radikalisme, dimana liberalisme itu terlalu meremehkan dan radikalisme itu berlebih-lebihan. Maka washatiyah berada di tengah-tengahnya, pernyataan berikut ini yang paling benar adalah…
Washatiyah melestarikan tradisi lama yang baik dan menerapkan hal-hal baru yang lebih baik
Liberalisme tidak bersikap diskriminasi pada yang lain yang disebabkan adanya perbedaan keyakinan, tradisi dan asal usul seseorang
Radikalisme bersikap intolerir yaitu tidak menghargai perbedaan demi kemaslahatan
Washatiyah bersikap tawassuth yaitu lurus dan tegas menempatkan sesuatu pada tempatnya
Radikalisme bersikap toleran yaitu menghargai pendapat paham yang lainnya
Salah satu cara untuk menghindari pengaruh radikalisme , dalam memahami ilmu agama di madrasah diberi pelajaran Al-Qur’an Hadis, SKI, Akidah Akhlak, dan fikih dengan tujuan …
Agar bisa mengerjakan soal ujian dengan mudah
Agar bisa memahami Islam dengan sempurna
Agar bisa menguasai pelajaran-pelajaran tersebut
Agar bisa memilih salah satu pelajaran yang disukai untuk dikembangkan lebih lanjut
Menjadi pedoman untuk menempuh pendidikan di jenjang berikutnya
Radikalisme dijadikan sebagai salah satu paham atau aliran yang menuntut perubahan dan pembaharuan sistem sosial dan politik dengan cara kekerasan atau ekstrem. Dampak negatif apabila ajaran radikalisme dibiarkan berkembang adalah ....
sangat tidak membahayakan,
merusak syari’ah dan ibadah umat Islam,
tidak merusak tatanan dan ideologi negara,
tidak menimbulkan teroris
tidak menimbulkan pembunuhan.
Secara bahasa, kata washatiyah berasal dari kata wasatha ( ط َس َو ( َyang berarti adil atau sesuatu yang berada di pertengahan. Islam Washatiyah adalah yakni Islam tengah diantara dua titik ekstrem yang saling berlawanan, yaitu antara taqshir (meremehkan) dan ghuluw (berlebihlebihan) atau antara liberalisme dan radikalisme. Ciri-ciri Islam Washatiyah yaitu ....
pemahaman dan pengamalan ifraath (berlebih-lebihan dalam beragama) dan tafriith (mengurangi ajaran agama)
pemahaman dan pengamalan agama yang tidak meliputi semua aspek kehidupan, baik duniawi maupun ukhrawi.
menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya dan melaksanakan hak dan memenuhi kewajiban secara proporsional.
Tidak mengakui dan menghormati perbedaan, baik dalam aspek keagamaan dan berbagai aspek kehidupan lainnya.
tidak bersikap diskriminasi pada yang lain sebab perbedaan keyakinan, tradisi dan asal usul seseorang.
Antara berikut, yang manakah sikap murid yang mengamalkan wasatiyah?
ikhlas dalam menuntut ilmu
melakukan perkara yang tidak disukai oleh guru
melakukan aktiviti mengikut kemahuannya
adanya keseimbangan antara belajar dan solat
Islam menentang dengan tegas sistem keyakinan kaum atheis yang menafikan wujud Tuhan. Hal tersebut dalam agama Islam di sebut dengan Washat dalam persoalan ....
Ibadah
Akidah
perangai dan budi pekerti
tasyri'
Fikih
Jodohkan masing-masing pernyataan berikut ini
Tawasut
Mengambil jalan tengah
Tawazun
Berkeseimbangan
Musawah
Persamaan
Tasamuh
Toleransi
Perhatikan ciri-ciri berikut!
1) Tawassuth
2) Tawazun
3) Eksklusif
4) Intoleran
5) Syura
Dari ciri-ciri tersebut, yang merupakan ciri-ciri Islam Wasathiyah adalah ....
1, 2, 3
1, 4, 5
2, 3, 4
1, 2, 5
3, 4, 5
Ajaran Islam moderat senantiasa selaras dengan kandungan utama ajaran Islam untuk membawa misi Rahmatan lil’alamin, maknanya adalah ....
Membawa perbaikan untuk seluruh alam
Membawa rahmat untuk seluruh alam
Membawa manfaat untuk seluruh alam
Membawa kemajuan untuk seluruh alam
Membawa kebaikan untuk seluruh alam
Sikap melampaui batas tidak akan membuahkan hasil yang baik dalam semua urusan, apalagi dalam urusan beragama. Diantara sikap melapaui batas adalah bersikap radikal dengan segala bentuknya yang menyelisihi syari’at. Islam melarang umatnya melampaui batas, karena ....
Merusak syari’at dan ideologi negara
Tidak akan merusak syari’at
Ideologi negara akan aman-aman saja
Persatuan dan kesatuan umat semakin kokoh
Memiliki sikap toleransi yang kuat
Islam menolak radikalisme karena sangat membahayakan dan merusak syar’at. Oleh karena itu paham radikalisme harus dihentikan penyebarannya. Salah satu cara untuk menghentikan radikalisme adalah dengan ....
Intoleransi
Meningkatkan pemahaman agama secara kaffah
Menggunakan kekerasan dalam berdakwah
Merasa dirinya paling benar dalam beragama
Tidak mau mendengarkan argumentasi dari orang lain
Umat wasatiyah memilki unsur-unsur
umat yang berlebihan dalam beribadah
umat yang terbaik dan pertengahan
umat yang melaksanakan ibadah fardhu sahaja dengan baik dan istiqamah
umat yang terpilih dan adil
tidak mementingkan material semata-mata
Antara berikut yang manakah BENAR tentang konsep wasatiyah?
konsep wasatiyah menjamin kebahagiaan di dunia semata-mata
konsep wasatiyah tidak menggalakkan manusia maju dalam bidang teknologi
konsep wasatiyah membawa keadilan kepada manusia sejagat
konsep wasatiyah melahirkan manusia yang tertinggal dalam bidang-bidang tertentu
Antara cara menjaga jasmani ialah
Makan terlalu banyak supaya banyak tenaga
Makan makanan yang seimbang dan sihat
Bekerja keras tanpa rehat
Melaksanakan ibadat fardu dan sunat dengan istiqamah.
Wasatiah dalam keseimbangan jasmani.
Wasatiah dalam keseimbangan akliah.
Wasatiah dalam keseimbangan rohani.
Di bawah ini adalah dalil yang menjelaskan tentang Islam Washatiyah adalah ....
تِلْكَ أُمَّةٌ قَدْ خَلَتْ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَلَكُم مَّا كَسَبْتُمْ وَلاَ تُسْأَلُونَ عَمَّا كَانُواْ يَعْمَلُونَ
سَيَقُولُ السُّفَهَاء مِنَ النَّاسِ مَا وَلاَّهُمْ عَن قِبْلَتِهِمُ الَّتِي كَانُواْ عَلَيْهَا قُل لِّلّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ يَهْدِي مَن يَشَاء إِلَى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ
قَدْ نَرَى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاء فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ
وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا
وَلَئِنْ أَتَيْتَ الَّذِينَ أُوْتُواْ الْكِتَابَ بِكُلِّ آيَةٍ مَّا تَبِعُواْ قِبْلَتَكَ وَمَا أَنتَ بِتَابِعٍ قِبْلَتَهُمْ وَمَا بَعْضُهُم بِتَابِعٍ قِبْلَةَ بَعْضٍ
